spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1214

Trafik Layanan Data Telkomsel Melonjak 12,3% Selama Lebaran

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 Lebaran tahun ini menjadi 19,30 Petabyte atau meningkat 12.3% jika dibandingkan dengan trafik layanan data pada hari normal. Dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, trafik layanan ini mengalami kenaikan sekitar 49,8%, dengan rata-rata lonjakan tertinggi terjadi di antara pukul 00:00 hingga 06:00, atau pada saat sahur.

Diungkapkan Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, pihaknya sangat bersyukur karena dapat melayani pelanggan dan masyarakat dengan baik mulai dari awal Ramadan hingga puncak Lebaran.

{Baca juga: 7.000 Pelanggan Mudik Bareng Telkomsel Gratis}

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menyadari tingginya minat pelanggan untuk memanfaatkan jaringan Telkomsel sehingga kualitas, kapasitas, dan jangkauan jaringan tetap kami optimalkan hingga berakhirnya masa libur Lebaran dan seterusnya sehingga pelanggan bisa selalu berkomunikasi dengan nyaman,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/6/2019).

Wilayah dengan kenaikan trafik layanan data tertinggi adalah Jawa Tengah dengan peningkatan 44,0% dibandingkan hari normal, diikuti wilayah Jawa Barat (sebesar 31,2%) dan Jawa Timur (sebesar 26,9%). Sementara beberapa lokasi yang tercatat mengalami peningkatan yang signifikan adalah Exit Tol Pejagan, Pompa Bensin Gentong Tasikmalaya, Rumah Makan Lestari Banjarnegara, Bandara Adi Soemarmo dan Rest Area Adiwerna km 287 Tegal.

Lonjakan serupa juga terjadi di lokasi-lokasi wisata yang dipadati pengunjung, diantaranya Pantai Tirtamaya Indaramayu, Pantai Santolo Garut, Rekreasi Kota Bunga Puncak, Rekreasi Pangandaran – Batu Keras dan Taman Wisata Linggarjati Kuningan.

Secara umum, kontribusi tertinggi penggunaan layanan data berasal dari pelanggan yang beraktivitas di media social mencapai 30,4 %. Pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk menyaksikan film atau video secara streaming dengan kontribusi sebesar 28,7%. Sementara itu, komunikasi berbasis teks, serta panggilan suara dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan memberikan andil sekitar 15,7 % terhadap penggunaan layanan data.

{Baca juga: Ganjot Adopsi 4G, Telkomsel Gandeng Mitra Devices}

“Untuk memberikan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan data yang lebih cepat dan stabil, kami tidak hanya memperluas layanan 4G LTE ke lebih 500 Ibu Kota/Kabupaten, dengan jaringan 4G Telkomsel, pelanggan juga dapat download, upload ataupun sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, video, games, aplikasi dan lain sebagainya dengan lebih baik,” lanjut Denny.

Pada layanan video streaming, salah satu kontributor meningkatnya konsumsi kuota data adalah aktivitas pelanggan yang menyaksikan streaming melalui aplikasi Youtube. Khusus layanan media sosial kontributor meningkatnya konsumsi kuota data didominasi aktivitas pelanggan pada aplikasi Facebook dan Instagram.

Sementara itu, beberapa ragam aplikasi lain yang menjadi favorit pelanggan selama periode Lebaran tahun ini adalah Google Service yang memiliki andil terhadap penggunaan layanan data Telkomsel sebesar 7,7%, diikuti Mobile Legend dan TikTok masing-masing sebesar 1,1%.

Untuk layanan suara dan SMS, dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara mengalami penurunan sebesar -14,9% menjadi 1.05 miliar menit, hal yang sama juga terjadi dalam trafik layanan SMS yang mengalami penurunan sebesar -3,7% menjadi 531 juta SMS.

Dari sisi kualitas layanan, tingkat keberhasilan koneksi data, pengiriman SMS, dan panggilan suara masing-masing mencapai  99,69%, 99,70%, dan 98,52% yang berarti secara umum pelanggan dapat menikmati layanan komunikasi dengan lancar.

Untuk mengantisipasi tingginya peggunaan layanan komunikasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2019, sejak jauh-jauh hari Telkomsel menggelar berbagai persiapan dari sisi infrastruktur maupun produk dan layanan. Telkomsel telah melakukan perluasan cakupan, penambahan kapasitas, dan peningkatan kualitas jaringan, terutama di 557 titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata utama (point of interest), yang meliputi Bandar Udara, Terminal Bus, Stasiun Kereta, Dermaga, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, dan Mal.

Beberapa aktivitas kesiapan infrastruktur yang dilakukan Telkomsel antara lain membangun 10.000 BTS multiband LTE, mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15% dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

 

Susul AS dan Rusia, China Luncurkan Roket dari Laut

Telko.id, Jakarta – Pemerintah China meluncurkan roket Long March 11 dari pusat peluncuran di kapal yang berada di Laut Kuning. Negara ini pun untuk kali pertama berhasil melepaslandaskan roket ke luar angkasa dari tengah laut.

Di kapal tersebut, seperti dikutip Telko.id dari TechCrunch, Jumat (7/6/2019), terdapat setidaknya tujuh roket. Dimana lima di antaranya untuk penggunaan komersil, sedangkan dua lain membawa kargo eksperimen guna keperluan riset luar angkasa.

Dengan peluncuran itu, China menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu meluncurkan roket dari laut. Bahkan, China adalah satu-satunya negara yang bisa meluncurkan roket menggunakan sarana milik sendiri.

{Baca juga: Jepang Berhasil Luncurkan Roket Komersil ke Luar Angkasa}

Perlu diketahui bahwa platform Sea Launch yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Rusia merupakan hasil kerja sama dari beberapa negara, termasuk Norwegia dan Ukraina. Platform itu berhenti beroperasi pada 2014.

April 2019 lalu, China berhasil mengirim satelit data relai yang dikembangkan sendiri ke luar angkasa dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di barat daya Provinsi Sichuan. Satelit Tianlian II-01 di atas roket pembawa Long March-3B.

{Baca juga: China Kirim Satelit Data Relai ke Luar Angkasa}

Peluncuran tersebut merupakan kali pertama dari satelit pelacakan. Relai data generasi kedua China akan menyediakan layanan seperti data, pengukuran dan kontrol, serta transmisi ke pesawat ruang angkasa berawak.

Dibanding sang pendahulu, sistem Tianlian I, sistem satelit relai generasi baru akan meningkat secara signifikan dalam hal perencanaan misi, manajemen sistem, maupun implementasi tugas. Laju transmisi datanya lebih maju. [SN/IF]

Asyik! Ada Facebook Avatar untuk Messenger dan News Feed

Telko.id, Jakarta Facebook merilis fitur baru untuk menyaingi Bitmoji di Snapchat. Fitur yang diberi nama Facebook Avatar ini akan tersedia untuk pertama kalinya bagi para pengguna di Australia.

Dikutip Telko.id dari TechCrunch, Jumat (7/6/2019), Facebook Avatar bisa digunakan di layanan Messenger dan komentar di News Feed. Para pengguna di seluruh dunia bisa mengaksesnya pada akhir 2019.

Facebook Avatar memiliki tombol berikon senyum di bagian komentar News Feed dan stiker Messenger. Cukup menekannya, para pengguna bisa menciptakan Facebook Avatar sesuai keinginan.

{Baca juga: Facebook dan WhatsApp Bakal Tarik Dukungan dari Ponsel Huawei}

Sayang, untuk sementara belum tersedia opsi untuk menciptakan Avatar dengan cara selfie atau mengambil foto profil. Menariknya, Facebook tidak menghadirkan fitur ini untuk dimonetisasi alias mencari uang.

Ke depan, fitur Facebook Avatar akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan Avatar sebagai foto profil atau dikirimkan via layanan Group.  Meski demikian, Facebook belum memastikan kapan kemampuan itu bakal hadir.

{Baca juga: Mirip Facebook, Instagram Juga Punya Fitur Penghemat Data}

Baru-baru ini, Facebook dilaporkan sedang berinovasi untuk efektivitas pelaporan bug. Lewat pembaruan aplikasi, jejaring sosial ini memungkinkan pelaporan bug dengan cara menggetarkan ponsel pengguna.

Nantinya, Facebook juga akan menghadirkan menu popup yang berfungsi untuk mengirim laporan bug dari para pengguna. Inovasi itu konon bakal hadir untuk semua perangkat bersistem operasi iOS maupun Android. [SN/IF]

Twitter Gandeng Startup AI untuk Berantas Hoax dan Spam

Telko.id,Jakarta – Twitter baru saja mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi startup kecerdasan buatan, bernama Fabula AI, yang berbasis di Inggris. Hal itu merupakan bukti keseriusan serta upaya Twitter, untuk meningkatkan “kesehatan” diskusi di platformnya,

Ketentuan perjanjian dengan stratup tersebut tidak diungkapkan. Namun, fokus awal untuk Fabula sebagai bagian dari Twitter adalah untuk meningkatkan kesehatan percakapan, dengan memperluas aplikasi untuk menghentikan spam dan penyalahgunaan serta prioritas strategis lainnya di masa depan.

Menurut kepala teknologi Twitter Parag Agrawal, yang mengumumkan akuisisi pada Senin (3/6/2019), Fabula telah mengembangkan kemampuan untuk menganalisis kumpulan data yang sangat besar dan kompleks untuk mendeteksi manipulasi jaringan dan dapat mengidentifikasi pola-pola yang tidak bisa dipelajari oleh teknik pembelajaran mesin lainnya.

{Baca juga: Ani Yudhoyono Tutup Usia, Ucapan Duka Banjiri Twitter}

Startup ini juga telah menciptakan “platform penilaian risiko-kebenaran” untuk mengidentifikasi informasi yang salah, menggunakan data dari sumber termasuk Snopes dan PolitiFact.

Selain meningkatkan deteksi spam dan pelanggaran kebijakan lainnya, Twitter berencana menggunakan teknologi Fabula untuk meningkatkan produk, termasuk timeline, rekomendasi, dan tab jelajah, serta proses bagaimana pengguna mendaftar untuk layanan tersebut.

Akun spam dan palsu terus menjadi masalah besar bagi platform sosial. Menurut perkiraan Twitter, pada kuartal pertama tahun 2019, akun palsu dan spam mewakili kurang dari 5 persen dari basis pengguna aktifnya.

{Baca juga: Twitter Akuisisi Startup Pelacak Konten Hoaks}

Tim Fabula akan bergabung dengan tim pembelajaran mesin Twitter Cortex. Twitter mengatakan telah membentuk kelompok penelitian yang dipimpin Kepala Machine Learning dan AI, Sandeep Pandey.

Tim tersebut akan fokus pada bidang-bidang seperti pemrosesan bahasa alami, pembelajaran penguatan, etika pembelajaran mesin, dan sistem rekomendasi.

Didirikan pada April 2018, Fabula dipimpin kepala ilmuwan Michael Bronstein dan kepala teknolog Federico Monti, yang mulai berkolaborasi saat di Universitas Lugano di Swiss. Bronstein saat ini menjadi ketua dalam pembelajaran mesin dan pengenalan pola di Imperial College London dan kini ia memimpin penelitian pembelajaran grafik yang mendalam di Twitter.

Twitter di masa lalu telah mengakuisisi startup AI lainnya, termasuk spesialis pencarian gambar, Madbits, pada 2014. Pengembang konfigurasi pembelajaran mesin, Whetlab, pada 2015 dan startup pemrosesan visual, Magic Pony, pada 2016. [BA/IF]

 

Facebook dan WhatsApp Bakal Tarik Dukungan dari Ponsel Huawei

Telko.id, Jakarta – Setelah Google dan Qualcomm memutuskan untuk mengambil jarak dari Huawei – sebagai akibat dari keputusan kontroversial Donald Trump, kini giliran Facebook yang siap menarik dukungan untuk handset mendatang Huawei.

Menurut Reuters, Facebook berencana untuk tidak lagi membiarkan aplikasinya terinstal di perangkat milik pabrikan asal China itu. Dan ini berlaku juga untuk WhatsApp dan Instagram.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

Handset yang sudah beredar kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh keputusan Facebook, karena mereka akan terus menerima semua pembaruan yang dikirim ke jejaring sosial dan aplikasi perpesanan instan itu. Tetapi ponsel Huawei yang belum dirilis diperkirakan akan datang tanpa ketiga layanan.

Keputusan Facebook ini, seperti dilaporkan Phonearena, Jumat (7/6/2019), sebenarnya tidak akan menjadi masalah besar seandainya saja Google tidak berniat untuk memutus akses ke Play Store untuk perangkat Huawei di masa depan, sebagaimana larangan AS.

{Baca juga: Tantang Amazon dan Google, Huawei Siapkan Asisten Pintar}

Tanpa Facebook, Twitter, dan aplikasi serta layanan terkemuka lainnya, Huawei tampaknya benar-benar perlu membangun alternatif Android dan Google Play. Yah, meskipun ini pastinya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dilaporkan CNBC, Huawei sendiri sebenarnya bukan berdiam diri. Sebelumnya, untuk menguasai pasar teknologi perusahaan asal China ini dikabarkan tengah mengembangkan teknologi asisten pintar yang bakal bersaing dengan Amazon Alexa dan Google Assistant.

Beredar Bocoran Gambar Smartphone Baru Oppo, A1s?

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah perangkat baru sepertinya sedang dipersiapkan oleh Oppo. Hal ini diketahui setelah Komisi Penyiaran Nasional dan Telekomunikasi Thailand, NBTC (Komisi Penyiaran Nasional dan Telekomunikasi), tanpa sengaja membocorkan foto-fotonya perangkat baru tersebut.

Dilaporkan GSMArena, Jumat (7/6/2019), perangkat baru yang akan dibanderol dengan harga terjangkau ini datang dengan nomor model CPH1925, dan membawa nama Oppo A1s.

{Baca juga: Oppo Pamer Smartphone dengan “Kamera di Layar”, Segera Rilis?}

Belum ada konfirmasi mengenai nama A1s ini – apakah akan benar-benar bernama A1s atau nama lainnya. Namun jika melihat tampilan dasar yang dibawanya, besar kemungkinan ini akan menyasar segmen yang lebih rendah.

Dari bocoran gambar yang beredar, bisa dilihat bahwa ponsel ini memiliki kamera ganda di bagian belakang dan layar besar dengan poni di layar.

{Baca juga: Tips Aman Menggunakan Oppo F11, Penting Buat yang Peduli Privasi}

Untuk konektivitas, ada microUSB di bagian bawah, tepat di sebelah jack audio 3,5 mm, sementara tombol volume ada di sisi kiri, berlawanan dengan tombol power. Tidak ada pemindai sidik jari, dan kami sangat meragukan unit ini akan memiliki sensor UD dan layar OLED.

Besar kemungkinan A1s ini akan menjadi jalan tengah antara A3s dan A1k, yang berarti label harga akan ada di kisaran US$ 140 – US$ 150 atau setara Rp 2 jutaan. Mengingat ini sudah disertifikasi oleh NBTC, maka waktu peluncuran diperkirakan akan terjadi dalam satu atau dua minggu ke depan.

Smartphone 5G Realme Siap Meluncur 2020?

0

Telko.id, Jakarta – Realme mengungkap rencananya untuk meluncurkan smartphone 5G di India segera setelah jaringan 5G diluncurkan. Namun demikian, perusahaan tidak dapat memastikan apakah itu akan terjadi pada tahun ini atau tahun depan.

Dilaporkan GSMArena, Jumat (7/6/2019), CEO Realme India, Madhav Sheth mengungkapkan rencana tersebut di Twitter baru-baru ini. Menggunakan tagar #5GisReal, Sheth mencuit bahwa Realme memiliki rencana untuk membawa ponsel 5G “global”. Perusahaan juga berencana membawa perangkat terbaru ke India.

{Baca juga:Realme 3 Pro Resmi Diluncurkan dengan Snapdragon 710 AIE}

Sebagai produsen, Realme boleh dibilang masih relatif baru dalam pasar smartphone dunia. Namun kehadirannya Tak dimungkiri  cukup terasa di beberapa pasar, termasuk di Cina sendiri, di Taiwan, dan India.

Selain berniat untuk terus berkembang ke pasar Asia Tenggara lainnya, perusahaan juga berencana untuk memperluas pasarnya ke Eropa dalam waktu dekat.

{Baca juga:Tiga Operator Ini Kena Semprit Gara-gara Diskon Smartphone 5G}

Belum lama ini, perusahaan memperkenalkan smartphone terbaru yang dipanggil Realme X. Perangkat ini diluncurkan dengan Snapdragon 710, RAM 8GB, dan pengaturan dua kamera dengan kamera 48MP dan sensor kedalaman 5MP. Ada juga layar besar 6,53 inci dan kamera depan pop up. Realme X diperkirakan akan diluncurkan di India tahun ini.

Selain Realme, beberapa nama besar lain juga telah lebih dulu mengungkap dan bahkan memperkenalkan smartphone 5G besutannya. Sebut saja Samsung, LG, Huawei, dan Oppo.

Diboikot Amerika Serikat, Huawei Merapat ke Rusia

Telko.id, Jakarta – Huawei nampaknya tak tinggal diam mendapat tekanan bertubi-tubi dari Amerika Serikat (AS). Bukannya ciut, Huawei malah merapat ke Rusia. Perusahaan teknologi asal China itu baru saja menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan teknologi 5G di negara yang menjadi musuh bebuyutan AS tersebut.

Di saat pemerintah AS memperingatkan sekutunya agar tidak menggunakan teknologi Huawei di jaringan 5G mereka, raksasa China itu telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan telekomunikasi Rusia MTS untuk mengembangkan jaringan nirkabel generasi kelima di negara itu.

Kedua perusahaan menandatangani kesepakatan di sela-sela pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam lawatannya selama tiga hari ke Rusia.

{Baca juga: Terkait Embargo Huawei, China Bakal Serang Balik AS}

MTS sendiri adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Rusia, memegang 31 persen pangsa pasar dan memiliki 78,3 juta pelanggan. Tak hanya menguasai pasar Rusia, MTS juga beroperasi di Ukraina, Armenia dan Belarus.

Perusahaan itu mengatakan bahwa dengan adanya perjanjian kerjasama itu, mereka akan mengizinkan Huawei mengembangkan jaringan 5G di Rusia. Kedua perusahaan akan melakukan uji coba jaringan seluler generasi kelima itu pada 2019-2020.

Guo Ping, salah satu Chairman Huawei mengatakan dia sangat senang dengan perjanjian di bidang yang sangat strategis seperti 5G.

Sebelumnya, AS telah memperingatkan sekutunya, termasuk Inggris dan Jerman, untuk menjauhi Huawei. Pihak Washington bahkan mengancam akan memutuskan hubungan intelijen dengan negara-negara sekutunya itu jika mereka menggunakan teknologi 5G Huawei dalam jaringan mereka.

{Baca juga: Amerika Serikat Serukan “Anti Huawei” ke Negara Sekutu}

Inggris telah mengindikasikan akan patuh pada “majikannya”, dengan meminta Huawei untuk menyediakan perangkat untuk infrastruktur “non-inti”, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Seperti diketahui, pemerintah AS menganggap Huawei sebagai ancaman keamanan nasional. Dengan alasan itu, pemerintah Donald Trump telah mengeluarkan larangan bagi perusahaan AS untuk berhubungan dengan perusahaan asal China tersebut.

Dengan masuknya Huawei dalam daftar “perusahaan terlarang” bagi perusahaan-perusahaan AS, tidak mengherankan jika kini melihat perusahaan tersebut memperkuat hubungan dengan Rusia.

Terlebih hubungan AS dan Rusia kini tengah memanas pasca insiden di Krimea dan Suriah. Seperti diketahui hubungan Kremlin dengan Barat memburuk sejak dijatuhkannya sanksi sebagai buntut keterlibatan Rusia dalam konflik Ukraina 2014, dan juga dikritik karena membantu rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Selain itu, hubungan kedua negara adidaya itu semakin tak harmonis setelah munculnya tuduhan campur tangan intelijen Rusia dalam pemilihan presiden AS lalu.

{Baca juga: Diblokir Sana-sini, Huawei: Kami Korban “Bully” Amerika}

Sementara relasi China dengan AS mulai memanas sejak Donald Trump naik menjadi presiden di tahun 2017 lalu. Kedua negara kini terlibat dalam perang dagang, yang salah satu imbasnya adalah diberlakukannya embargo bagi produk Huawei.

Tampaknya China ingin mengambil momen perang dagang dengan AS ini untuk lebih merapat ke Rusia. Tanpa sungkan, Xi menyebut Putin sebagai “teman dekat”. Ia bahkan mengaku telah bertemu dengan koleganya itu hampir 30 kali selama enam tahun terakhir.

“Dalam enam tahun terakhir, kami sudah bertemu setidaknya 30 kali. Rusia adalah negara yang sering saya kunjungi. Presiden Putin adalah kolega sekaligus sahabat karib saya,” kata Xi.

Banyak pengamat menilai bahwa buntut dari perang dagang yang semakin memanas ini telah membuat China dan Rusia memiliki perasaan yang sama, yakni sama-sama merasa terpinggirkan oleh dunia Barat.

{Baca juga: Kena Embargo AS, Huawei Tetap Luncurkan Laboratorium 5G}

Kedua negara tersebut bakal makin mesra di berbagai sektor, terutama di sektor ekonomi dan militer. Hal itu tergambar dari pernyataan Xi saat berkunjung ke Rusia. Ia mengatakan kedua negara berjanji akan semakin mempererat kerja sama dalam bidang militer maupun ekonomi di masa depan. Salah satunya di bidang telekomunikasi.

China sendiri tak lagi bisa dianggap remeh. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu kini telah menjelma menjadi raksasa ekonomi dunia. Tak hanya kuat dari sisi ekonomi, Rusia dan China juga menjadi negara maju dari sisi pengembangan teknologi.

Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi jika kedua negara itu “semakin akrab”? Akan ada dua kekuatan teknologi dunia bersatu. Apakah ini akan menjadi kabar baik, atau malah jadi kabar buruk bagi perkembangan teknologi di dunia? [HBS]

 

Radiasi akan Gagalkan Misi Manusia ke Mars

Telko.id, Jakarta – Saat ini beberapa perusahaan raksasa teknologi, seperti SpaceX, Blue Origin, dan lainnya, tengah berlomba untuk membawa manusia ke Planet Marks dalam “paket wisata” yang mereka tawarkan. Namun rencana itu mulai dipertanyakan dari sisi keamanannya, terutama risiko terpapar radiasi dalam jumlah yang besar.

Planet Mars kini seperti menjadi lokasi yang paling diincar saat manusia mulai berpikir untuk membangun koloni manusia di Planet Merah tersebut. Sejauh ini, rencana itu sudah dilontarkan oleh Jeff Bezos, bos dari perusahaan antariksa Blue Origin.

Namun untuk bisa mencapai Mars bukan perkara mudah. Baik dari sisi kesiapan alat transportasinya berupa roket dan teknologi pesawat, juga adanya risiko radiasi kosmik tingkat tinggi.

{Baca juga: Dua Pesawat NASA Hilang Misterius di Planet Mars}

Adalah European Space Agency (ESA) yang belum lama ini mengungkap informasi akan bahaya radiasi kosmik menjadi salah satu hambatan terbesar yang harus dipikirkan. Menurut ESA, radiasi kosmik yang sangat besar di Mars itu dapat mengancam kesehatan para astronot, atau manusia pada umumnya jika ingin menginjakkan kaki di Mars.

Sebagai informasi, Bumi bukannya tidak ada radiasi kosmik. Namun jika dibandingkan Mars, manusia di Bumi terpapar radiasi hanya dalam jumlah sedikit, karena sebagian besar ditangkal oleh atmosfer dan medan magnet. Sementara Mars tidak memiliki lapisan pelindung tersebut, memiliki tingkat radiasi jauh lebih tinggi.

Sebagai bahan pembanding, para astronot yang sedang berada di stasiun luar angkasa atau International Space Station (ISS) yang kondisinya dikontrol dengan sangat ketat saja bisa terkena radiasi hingga 200 kali lebih banyak ketimbang manusia di Bumi.

{Baca juga: NASA akan ‘Ngebor’ Isi Perut Mars, Mau Ngapain?}

ESA memperkirakan, bahwa para astronot yang sedang menjalankan misinya menuju Planet Mars bisa terpapar radiasi kosmik hingga 700 kali lebih besar daripada di Bumi. Tentu ini sangat bahaya bagi kesehatan manusia.

“Masalah sesungguhnya adalah begitu besarnya ketidakpastian yang mengelilingi risiko (di Mars) tersebut,” ujar Marco Durante, fisikawan ESA dalam penjelasan resminya, dikutip Telko.id dari Futurism, Kamis (6/5/2018).

“Kami belum mengetahuinya secara pasti tentang radiasi luar angkasa dan efek jangka panjang (bagi manusia) tidak diketahui,” tandasnya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini ESA sedang bekerjasama dengan sejumlah peneliti dari lima laboratorium akselerator partikel di Eropa untuk meneliti dampak dari radiasi kosmik dan cara untuk mencegahnya.

Saat ini ESA sudah melakukan penelitian, dan hasilnya telah menunjukkan progres yang cukup bagus. Dalam penelitiannya, ESA menemukan lithium efektif dalam melindungi material biologis dari paparan radiasi berbahaya.

{Baca juga: 7 Fakta Menarik Robot InSight yang Dikirim ke Mars}

Pada tahun 2020 mendatang, ESA akan memiliki kesempatan untuk meneliti radiasi di luar Bumi saat NASA akan melakukan uji coba peluncuran wahana antariksa Orion.

Dalam uji coba yang akan berlangsung di orbit Bulan tersebut, para peneliti di wahana milik NASA itu akan meneliti paparan radiasi di boneka percobaan selama tiga minggu. [HBS]

Setelah Cerai, Duda ‘Tajir’ Ini Beli Apartemen Rp 1,1 Triliun

Telko.id, Jakarta – Menjadi orang terkaya di dunia membuat Jeff Bezos bebas membeli apapun yang dia mau. Meski sudah memiliki banyak koleksi rumah rumah, namun bos raksasa e-commerce, Amazon ini dikabarkan baru saja membeli apartemen mewah senilai Rp 1,1 triliun.

Apartemen yang dibeli Bezos ini terletak di kawasan elit di Manhattan, New York. Duda super tajir itu tak hanya membeli satu unit, melainkan 3 unit apartemen sekaligus.

Menurut laporan Wall Street Journal, Bezos diperkirakan menggelontorkan sekitar USD 80 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun untuk membeli 3 unit apartemen mewah yang lokasinya menghadap ke kawasan Madison Square Park.

{Baca juga: Bahagia Bercerai, Bos Amazon Ajak Anak Jajan Es Krim}

Ketiga unit properti yang dibeli Bezos itu terdiri dari sebuah penthouse dan dua unit apartemen yang ada di lantai bawahnya. Penthouse supermewah memiliki luas sekitar 900 meter persegi, dengan taman depan yang luas. Bangunan tiga lantai itu memiliki 5 kamar tidur dan 5 kamar mandi mewah di dalamnya.

Jika melihat posisi letaknya, ada kemungkinan penthouse itu nantinya akan digabungkan dengan dua unit apartemen yang terletak tepat di bawahnya. Dengan begitu, bangunan yang dibeli Bezos itu akan semakin luas.

Masih belum jelas apakah Bezos akan menempati apartemen barunya itu secara permanen bersama kekasih barunya. Seperti diketahui, selepas resmi bercerai dengan istrinya, MacKenzie, pria berkepala plontos itu menjalin hubungan dengan mantan presenter televisi Lauren Sanchez.

Seperti orang superkaya di Amerika lainnya, Bezos juga diketahui memiliki banyak aset properti supermewah. Menurut catatan yang kami ketahui, pria pemilik perusahaan pesawat luar angkasa Blue Origin itu memiliki koleksi rumah mewah di sejumlah kawasan elit di Negeri Paman Sam itu.

{Baca juga: Upss! SMS Mesum Jeff Bezos Dijual Rp 2,8 Miliar}

Beberapa di antaranya adalah dua rumah mewah di Medina, sebuah area super elit di Washington. Banyak orang “tajir melintir” dan terkenal yang tinggal di kawasan tersebut, salah satunya adalah Bill Gates dan keluarganya.

Selain itu, Bezos juga dilaporkan memiliki sebuah mansion senilai USD 23 juta atau sekitar Rp 328 miliar di kawasan elit Kalorama di kota Washington DC. Di sini, Bezos juga ‘tetanggaan’ dengan orang-orang terkenal dan super tajir, seperti mantan presiden AS, Barack Obama, Ivanka Trump, anak dari Donald Trump, dan sejumlah selebritis terkenal lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dirilis Bloomberg Billionaire Index per 1 Januari 2019, harta Bezos tercatat mencapai lebih kurang Rp 1.812,5 triliun. Padahal, kekayaannya sempat mengalami koreksi cukup dalam lantaran terjadi gejolak di pasar alias bursa saham.

{Baca juga: Makin Tajir, Bos Amazon Tetap jadi Orang Terkaya Sejagat}

Menurut Bloomberg, kekayaannya melonjak hingga USD 25,9 miliar atau RP 375,1 triliun sepanjang tahun lalu. Sehingga total kekayaan Bezos hingga akhir 2018 mencapai USD 125 miliar.

Di bawah Bezos, masih bercokol Bill Gates selaku juragan di Microsoft dengan total kekayaan USD 90,4 miliar atau Rp 1.310,2 triliun. Berikutnya, ada Warren Buffett dengan harta USD 83,8 miliar atau Rp 1.213,8 triliun. [HBS]

Sumber: WSJ