Telko.id – Menanggapi pemberitaan di media massa berkaitan dengan kegiatan jual beli data pribadi, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan bahwa jual beli data pribadi adalah kegiatan yang melanggar hukum.
“Jual beli data pribadi ini melanggar peraturan yang sudah ada,” ujar Ismail, Ketua Badan BRTI yang juga menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo.
“Bahkan sudah ada beberapa kasus yang telah dilaporkan oleh Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, kepada aparat penegak hukum dan kini dalam proses penindakan,” ungkapnya menambahkan.
Ketua BRTI Ismail mengatakan perlindungan terhadap data pribadi secara umum sudah diatur oleh peraturan perundangan-undangan yang ada. Sebagaimana termaktub alam Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.
Selain itu, terdapat paling tidak 30 regulasi yang mengatur mengenai perlindungan data, dalam kaitannya dengan hak azasi manusia, pertahanan keamanan, kesehatan, administrasi kependudukan, keuangan dan perbankan, serta perdagangan dan perindustrian.
“Khusus yang terkait dengan bidang telekomunikasi dan media, sudah ada Undang-Undang Telekomunikasi, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Ismail.
Selain itu, pengaturan mengenai perlindungan data pribadi juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PDPSE) yang ditetapkan pada 7 November 2016.
Penanganan Kasus
Beberapa kasus yang tengah dalam proses penindakan berupa kasus berkaitan dengan jual beli data, akses data secara tidak sah. Ada pula kasus membuka data pribadi seperti nomor e-KTP dan nomor KK sehingga dapat diakses oleh publik. Pelaku dalam kasus itu ada yang telah dijatuhi pidana penjara 8 bulan plus denda. Ada pelaku yang terancam pidana maksimal 9 tahun dan/atau denda maksimal Rp3 Miliar.
“BRTI juga menengarai banyak kasus jual beli data yang buntutnya berupa spamming terhadap pengguna jasa telekomunikasi, melalui penawaran berbagai jenis produk,” tutur Ismail.
Untuk memperkuat perlindungan data pribadi, kata Ismail, Kementerian Kominfo telah menginisiasi RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Salah satu pasal dalam Draft UU PDP, disebutkan “Data pribadi adalah setiap data tentang kehidupan seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau non elektronik ada sejumlah ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlindungan data pribadi.”
Dalam draft itu juga ditegaskan mengenai data sensitif, yakni data pribadi yang memerlukan perlindungan khusus yang terdiri dari data yang berkaitan dengan agama/keyakinan, kesehatan, kondisi fisik dan kondisi mental, kehidupan seksual, data keuangan pribadi, dan data pribadi lainnya yang mungkin dapat membahayakan dan merugikan privasi subjek data.
Ismail berharap adanya UU PDP ini nantinya akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data pribadi serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.
“Saat ini RUU PDP tersebut tengah berada di meja Sekretariat Negara (Setneg) untuk selangkah lagi diserahkan kepada pihak DPR guna pembahasan lebih lanjut untuk segera disahkan,” jelas Ismail.
Tindak Lanjut BRTI
Menindaklanjuti adanya kasus jual beli data, menurut Ismail, BRTI dan Kementerian Kominfo akan meminta kepada penyedia platform e-commerce maupun media sosial untuk menurunkan promosi, iklan atau gerai yang melakukan jual beli data pribadi melalui saluran yang dimiliki. Selain itu, BRTI Juga telah mengambil langkah-langkah strategis, antara lain:
Pertama, pengetatan registrasi kartu SIM prabayar agar dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab terhadap tiap-tiap nomor telepon.
Kedua, membuka saluran pengaduan publik melalui Twitter @aduanBRTI. Pengguna telekomunikasi dapat mengadukan kasus penipuan atau pelanggaran lainnya melalui saluran ini. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, nomor telepon yang diadukan dapat diblokir.
Ketiga, bekerja sama dengan pihak terkait seperti otoritas di bidang finansial dan aparat penegak hukum dalam menangani kasus jual beli data pribadi. (Icha)
Telko.id, Jakarta – Sony PlayStation angkat suara terkait kehadiran smartphone gaming yang muncul di pasaran, seperti Asus ROG Phone, Black Shark 2, Razer Phone 2, dan lainnya. Menurut perusahaan pembuat konsol PlayStation 4 tersebut, smartphone gaming tidak dianggap sebagai kompetitor.
Menurut Public and Developers Relations, Southeast Asia Region Sony Interactive Entertainment Singapore Private Limited, Ian Purnomo, baik konsol PlayStation dan smartphone memiliki segmen pasar masing-masing, sehingga smartphone khusus game bukan kompetitor mereka.
“Tentang smartphone, kami melihat smartphonegaming bukan kompetitor, bukan saingan, karena tiap platform ada sekatnya,” kata Ian di Jakarta, Kamis (16/05/2019).
{Baca juga: Sony Ingin Batasi Konten Seksual di PlayStation 4, Caranya?}
Menurutnya, smartphone khusus game adalah perangkat yang dimainkan oleh penggemar game ketika sedang melakuan perjalanan, seperti naik bus atau angkutan umum lainnya. Selain itu, smartphone gaming sejatinya bukan konsol game tetapi, perangkat komunikasi yang mendukung untuk aktivitas bermain game.
“Jadi gakpurelygaming. Jadi, kami bukan melihatnya sebagai kompetitor dan juga game–game yang kami tawarkan juga beda sekali dengan gamemobile. Kami masih ada advantage,” tambah Ian.
{Baca juga: Hore! Sony Kasih Diskon Spesial Ramadhan untuk PlayStation 4}
Maraknya smartphone gaming juga tidak membuat penjualan PlayStation 4 menurun. Sejak tahun 2013 hingga Maret 2019, terjadi peningkatan penjualan. Jika diakumulasikan sejak tahun 2013, Sony telah menjual 96 juta unit secara global.
“Performa PlayStation secara global sangat baik dan dapat dilihat pada sejak akhir maret kurang lebih 96 juta PlayStation 4 sudah terjual, perkembangan di Indonesia juga sangat baik,” pungkas Ian. (NM/FHP)
Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu Xiaomi secara resmi meluncurkan Redmi 7. Ponsel yang dikhususkan untuk pengguna di segmentasi entry-level. Dibandrol dengan harga Rp 1.599 juta, Redmi 7 ini memang bikin banyak pengguna kepincut.
Menyandang status entry-level, namun untuk soal tampilan luar dari Redmi 7 ini sangat elegan seperti ponsel flagship. Hal itu tak lepas dari konsep desain baru yang diusung Xiaomi. Ponsel ini juga memiliki chipset yang lebih baik, baterai yang lebih besar, kamera yang lebih baik.
Dengan begitu maka tak heran jika nantinya ponsel yang mengusung nama Redmi 7 ini bakal jadi salah satu perangkat yang banyak dicari oleh para calon konsumen. Tapi apakah harga yang ditawarkan sesuai? Untuk mengetahui jawabannya. Simak review Telko.id berikut ini.
{Baca juga : Redmi 7 Resmi Mendarat di Indonesia}
Desain
Foto : Helmi / Telko.id
Konsep fisik dari Redmi 7 ini memang mengadopsi gaya desain khas flagship premium. Bukan tanpa sebab dengan berat 180 gram dan ketebalan 8.47mm. Sepertinya ponsel ini memang dirancang dengan gaya elegan. Sayangnya saat kami menggunakan dirasakan bobotnya yang berat, apalagi saat kami letakan di saku ketika berjalan-jalan.
Kalau secara material Redmi 7 berbeda, kenapa? Xiaomi membuat tampilan Ponsel ini tampak lebih mahal. meskipun tidak ada kaca di panel belakang. Ponsel ini menggunakan bodi plastik dengan bingkai logam. Panal belakang telah menganut plastik mengkilap multi-warna seperti yang dimiliki banyak pesaingnya. Ada tiga warna untuk dipilih – Eclipse Black, Lunar Red dan produk yang kami review berwarna Comet Blue.
Pada warna Comet Blue, kami melihat tampilan dua gradien warna pada panel belakang. Xiaomi menyebut ini tampilan ‘Aura Smoke’. menampilkan ungu tua yang menyatu menjadi biru cerah. Meskipun tidak semua orang akan menyukai ini, efek keseluruhannya sedikit lebih halus. Akan tetapi jika Anda kurang menyukainya dapat menggunakan softcast yang ada di dalam kotak pembelian.
Sekarang kami coba memberikan gambaran pada bagian belakang ponsel ini. Material seperti sudah dijelaskan menggunakan plastik yang telah diproses menggunakan “finished with a nano-spray”. Itu kenapa unit biru yang kami ulas mengkilap dan sangat reflektif, dan tidak memiliki tekstur yang terlihat. Paling-paling kendala yang sering dialami ketika sedang tidak menggunakan softcash adalah bodi menjadi sangat kotor dengan sidik jari dan noda pada saat-saat kita menggunakannya. Kami juga memperhatikan bahwa debu dan serat-serat kecil cenderung menempel di belakang.
Letak sensor sidik jari di bagian belakang dan tombol daya dan volume di sebelah kanan mudah dijangkau. Ada lubang suara yang sangat tipis tepat di atas notch kamera depan, dan sensornya tersembunyi. LED putih mungil yang tertanam di dagu di bawah layar menyala ketika telepon ini sedang diisi. Ada dual-kamera belakang hanya sedikit menonjol dan tidak tidak mengurangi konsep desain secara keseluruhan.
{Baca juga : Redmi Note 7 128GB Resmi Hadir di Indonesia, Segini Harganya}
Di bagian atas ponsel ini, Anda akan menemukan port headset 3,5 mm dan inframerah untuk membantu penggunaan aplikasi remote kontrol. Sedangkan diposisi kiri ada tempat penyimpanan SIM card dan slot microSD. Dari dua kisi-kisi di bagian bawah, hanya satu yang benar-benar untuk berbicara. Sayangnya Redmi 7 belum menggunakan port USB Type-C, tetapi kami tidak dapat mengeluh tentang penggunaan standar Micro-USB.
Layar
Foto : Helmi / Telko.id
Redmi 7 menampilkan layar IPS LCD 6,26 inci dengan desain kekinian yakni tambahan desain setetes air(notch). Selain bezel yang sedikit lebih lebar, ponsel ini terlihat hampir identik dengan Redmi Note 7 ketika dilihat dari depan. Layar atasnya juga sudah dilapisi Gorilla Glass 5 Corning yang merupakan sentuhan yang bagus untuk melindungi menurut kami.
Untuk ponsel dalam kisaran harga ini, resolusi HD+ (720 x 1520) memang sudah menjadi hal biasa! Akan tetapi kami sebenarnya berharap menggunakan layar dengan resolusi Full HD+. Akan tetapi apa yang sudah ditawarkan buat kami sangat wajar mengingat bandrol harganya.
Layar menjadi cukup cerah, dan ketika kami mengeluarkannya di bawah sinar matahari Jakarta yang sangat keras, visibilitas bukanlah masalah. Penyesuaian warna cukup akurat untuk ponsel entry-level dan sedikit peningkatan saturasi yang telah kita lihat pada perangkat Redmi lainnya. Sudut pandangnya baik karena memiliki rasio-to-body 84 % dan tingkat kecerahannya 450 nit, bagus dan saya tidak melihat adanya perubahan warna. Menonton film dan melihat foto tidak ada sesuatu yang terlalu berbeda, ya.. cukup bagus.
Performa
Foto : Helmi / Telko.id
Saya harus memberi kredit kepada Xiaomi untuk membawa chipset seri Snapdragon 600 ke ponsel di harga Rp 1,5 jutaan. Redmi 7 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 632 yang dipasangkan dengan RAM 3GB dan penyimpanan internal 32GB. Ponsel ini juga dilengkapi dengan slot penyimpanan ekternal yang dapat diperluas. Untuk diingat, tahun lalu Redmi 6 hanya hadir dengan prosesor octo-core 12nm Helio P22 yang clock hingga 2.0GHz.
Kami menggunakan Redmi 7 sebagai ponsel utama selama seminggu dan percaya itu cukup mampu untuk menangani tugas sehari-hari dengan mudah. Namun, ponsel memang menunjukkan tanda-tanda gagap saat membuka aplikasi, beralih di antara dua aplikasi, terutama ketika terlalu banyak aplikasi terbuka di latar belakang.
{Baca juga : Redmi Note 7 Dicap “Ponsel Gaib“, Ini Komentar Xiaomi}
Dengan kombinasi spesifikasi ini, kinerja Redmi 7 terbilang standart yang bisa kami buktikan lewat benchmark via AnTuTu Benchmark versi 7. Berdasarkan benchmark yang kami gunakan, smartphone ini memperoleh skor 103339 poin, dan itu merupakan skor yang tinggi sekali untuk smartphone dengan harga Rp 1,5 jutaan.
Sejauh menyangkut game, Redmi 7 menangani game dasar seperti Subway Surfers, Candy Crush juga. Ponsel ini juga mampu menjalankan PUBG dan Temple Run dengan kinerja yang biasa-biasa saja. Untuk PUBG mampu menghasilkan Graphics maksimal ‘Balanced’ dan Frame rate ‘Medium’. Yups..ini bukan ponsel terbaik untuk Anda mainkan PUBG Mobile, awal berjalan paling baik pada pengaturan rendah dan bahkan setelah itu banyak leg yang terjadi.
Secara keseluruhan, kami merasa bahwa kinerja Redmi 7 adalah campuran. Ponsel ini bagus untuk penggunaan dasar tetapi jelas bukan untuk penggunaan yang berat. Orang suka gamenya banyak, atau jika Anda ingin kinerja lebih halus, sebaiknya Anda memilih ponsel dengan spesifikasi yang lebih dari Redmi 7.
Baterai
Foto : Maul / Telko.id
Redmi 7 hadir dengan kapasitas baterai 4000mAh, ini termasuk yang sangat besar. Dan tidak heran masa pakai baterai yang fantastis. Bagi kami, Redmi 7 bertahan lebih dari satu setengah hari dengan sekali pengisian daya.
Saat mengulas tentang Redmi 7, kami menggunakannya sebagai perangkat utama dan kami sangat kagum dengan daya tahan baterai yang ditawarkannya. Sayangnya tidak dilengkapi dengan pengisian cepat, dan kami percaya bisa dimengerti karena harganya.
Redmi 7 dibundel dengan kepala charge dengan output 5V2A di dalam kotak dan dibutuhkan hampir 2 jam 41 menit untuk mengisi daya dari 2 persen hingga 100 persen. Redmi 7 hadir dengan dukungan USB mikro dan bukan Tipe C.
Kamera
Foto : Helmi / Telko.id
Redmi 7 hadir dengan pengaturan dua kamera di bagian belakang, yang mencakup sensor utama 12 megapiksel 1,25μm pixel dengan aperture f/2.2 dan memiliki sensor bokeh dengan resolusi 2 megapiksel. Di depan, Anda mendapatkan sensor 8 megapiksel 1,12μm piksel dengan aperture f/2.0, yang merupakan peningkatan dari Redmi 6 yang hanya menggunakan sensor 5 megapiksel.
Foto : Helmi / Telko.id
Baik kamera depan dan belakang didukung oleh AI yang dapat mengenali 27 suasana saat Anda mengambil foto dan membantu Anda mendapatkan foto yang lebih baik. Sedangkan untuk kamera depan juga dibekali dengan Al Beautify 4.0.
Pasalnya dengan kelebihan ini, Anda tidak perlu melakukan pekerjaan yang fantastis saat memfoto cukup menggunakan AI yang membantu meningkatkan kualitas foto secara keseluruhan.
Selain mode Photo dan Portrait, ponsel ini juga dibekali dengan mode Short Video, Video, Square dan Pro. Untuk opsi tambahan pada kamera depan terdapat Timer, Group Selfie, Time-lapse, dan Google Lens, Straigten, Beautify dan Slow-mo.
Kami sangat menyukai sampel foto yang dibuat. Bidikan yang kami ambil di bawah sinar matahari cerah memiliki fokus yang tajam dan detail halus di dalam area fokus, meskipun jaraknya beberapa meter. Redmi 7 menangani eksposur dengan baik dalam kondisi cahaya terang.
Kami juga dikejutkan oleh hasil pemotretan cahaya redup yang menghasilkan foto cukup terang, dan bahkan warna pun relatif terjaga. Namun, ada banyak noise dan foto-foto ini benar-benar tidak fokus ketika kami perbesar (zoom).
Ketika menggunakan kamera depan hasilnya cukup memadai meski warna terlihat agak terang banget. kami juga mode Potrait yang kami nilai bokehnya cukup rapih.
Kamera Depan Mode Potrait
Kamera Depan Mode Photo
Sedangkan untuk video dapat merekam pada 1080p 60fps dan Anda dapat memilih antara codec H.264 yang lebih kompatibel luas dan lebih efisien atau memilih H.265 yang mengandalkan performa. Meski tanpa stabilisasi apa pun hasil yang kami peroleh cukup baik meski dalam kondisi malam sangat tidak maksimal.
{Baca juga : Dirilis 24 April, Redmi Y3 Fokus ke Kamera Selfie}
Kesimpulan
Xiaomi telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan seri Redmi, dan Redmi 7 yang baru diluncurkan ini menawarkan fitur dan spesifikasi yang lebih baik serta tampilan yang lebih kekinian daripada Redmi 6.
Harga Rp 1,5 jutaan, Redmi 7 menghadirkan desain serba baru dengan performa efisien dan baterai yang besar. Layar adalah salah satu yang terbaik menurut kami dan merupakan pilihan bagus untuk mengkonsumsi konten. Sementara kami melihat beberapa kekurangan di sana-sini, selama kami gunakan kegiatan sehari-hari dapat dijalankan dengan baik kecuali untuk bermain games, jelas tidak senyaman dengan ponsel yang memiliki spesifikasi lebih tinggi. Satu hal lagi, yang membuat kami memang tidak nyaman menggunakan ponsel keluaran Xiaomi karena kehadiran iklan yang mengganggu di interface.
So..kalau untuk penggunaan sehari-hari tanpa beban penggunaan yang berat, ponsel ini kami masih bisa rekomdasikannya buat Anda.
Telko.id, Jakarta – Sony Interactive Entertainment Singapore Private Limited (SIES) menggelar program spesial menyambut bulan Ramadhan 1440H, dengan menawarkan program diskon PlayStation 4 dan PlayStation 4 Pro.
Menurut Public Relations and Developer Relations South East Asia Region SIES, Ian Purnomo, program ini berlaku terbatas selama bulan Ramadhan tahun ini. Dalam program tersebut, terdapat diskon hingga Rp 1 juta kepada calon pembeli.
“Kami menawarkan promo spesial berupa diskon Rp 1 juta untuk PlayStation 4 dan PlayStation 4 Pro,” kata Ian di Jakarta, Kamis (16/05/2019).
Promo tersebut berlaku untuk 3 perangkat konsol. Pertama PlayStation 4 Hits Bundle 1 Terabyte, PlayStation 4 Pro 1 Terabyte dan PlayStation 4 Dual Shock Wireless Controller. Selama ini, PlayStation 4 Hits Bundle 1 Terabyte dijual dengan harga RP 5,1 juta, tapi dengan adanya diskon, harganya menjadi Rp 4,1 juta.
Sama halnya dengan PlayStation 4 Pro 1 Terabyte. Di pasaran, konsol ini dibandrol dengan harga Rp 6,9 juta. Tetapi dalam program ini harga konsol PlayStation 4 Pro menjadi Rp 5,9 juta.
Hal serupa juga berlaku untuk PlayStation 4 Dua Shock Wireless Controller. Lewat program diskon, harga yang awalnya Rp 799 ribu menjadi diskon Rp 200 ribu atau menjadi Rp 599 ribu.
“Kami rasa ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk membeli PlayStation 4 terutama orang yang sudah mendapat bonus lebaran,” tambah Ian.
Promosi ini berlaku sejak tanggal 18 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019. Pelanggan dapat membeli produk PlayStation di berbagai gerai resmi PlayStation di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Ian juga menjelaskan mengenai keterlibatan PlayStation dalam gelaran Jakarta Fair 2019.
Nantinya penggemar PlayStation dapat mengunjungi booth PlayStation di Jakarta Fair 2019 yang terletak di Booth SLD 16, Hall D. Booth PlayStation akan turut memeriahkan gelaran tersebut dari tanggal 22 Mei 2019 hingga 30 Juni 2019. (NM/FHP)
Telko.id, Jakarta – Microsoft menghadirkan pembaruan perangkat lunak untuk konsol Xbox One. Pembaruan Mei 2019 ini menghadirkan beberapa fitur baru. Satu di antaranya, pengguna bisa kepo, melihat apakah teman sedang bermain game di PC atau Xbox One.
Dalam pembaruan tersebut, menurut laporan Ubergizmo, ada pula perbaikan layanan yang bisa mempermudah pengguna dalam menemukan game dan aplikasi di konsol.
Game dan aplikasi sekarang diurutkan berdasarkan kategori sehingga lebih mudah ditemukan.
{Baca juga: EA Access Bakal Tersedia untuk PS4}
Seperti dikutip Telko.id, Jumat (17/05/2019), daftar teman dasbor di Xbox sekarang akan menampilkan ikon baru.
Gunanya, untuk mengidentifikasi apakah teman-teman mereka tengah bermain game menggunakan konsol, PC, atau perangkat seluler.
Penambahan ikon-ikon baru juga digadang bakal bisa mencegah pengguna mencoba mengundang orang lain ke game yang tidak memungkinkan untuk diakses melalui PC dan konsol. Pun demikian dengan peningkatan kemampuan layanan lainnya.
Kehadiran fitur permintaan pesan baru misalnya, akan secara otomatis memfilter pesan yang bukan dari teman pengguna ke tab terpisah. Semua pesan grup yang ada akan dihapus, dan pengguna dapat menyalinnya dari situs Xbox.com meski hanya berlaku dalam waktu terbatas.
{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}
Belum lama ini, Gameloft dan Microsoft menawarkan akses ke fitur dan fungsionalitas Xbox Live via smartphone untuk para gamers. Total, ada tiga game Gameloft yang mendapatkan dukungan, yaitu Asphalt 9: Legends, Asphalt 8: Airbone, dan Dragon Mania Legends.
Informasi menyebut bahwa hal pertama yang ditawarkan dalam dukungan Xbox Live bagi para gamers adalah Xbox Achievements. Gameloft menjadi mitra pertama Microsoft dalam mendukung Xbox Live di ponsel. Mereka pun berjanji bakal memperluas fitur baru. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Startup asal Swedia, Einride mulai menguji truk kargo listrik di jalan umum. Sebagai bagian dari uji coba selama setahun, truk listrik bernama T-Pod Einride ini mulai mengirim barang setiap hari pada minggu ini di kota Jönköping.
Truk seberat 26 ton tersebut, yang sempat dipamerkan pada gelaran MWC, dioperasikan sepenuhnya dari jarak jauh melalui jaringan 5G. Kendaraan bongsor itu tidak memiliki kabin pengemudi yang diperuntukkan pengemudi cadangan.
Beberapa kali sehari, truk T-Pod akan menempuh jarak 300 meter atau kurang dari seperempat mil dari gudang ke gedung terminal pengiriman. Dilansir Engadget, Einride mengatakan, uji coba truk listrik tersebut bakal dilakukan sampai akhir 2020 nanti.
Seperti dikutip Telko.id, Jumat (17/05/2019), baru kali pertama ini ada truk otonom alias tanpa sopir cadangan diizinkan “berkeliaran” di jalan umum. Truk T-Pod mampu menempuh kecepatan 53 mil per jam. Namun, hal itu tak diperbolehkan selama uji coba.
Badan Transportasi Swedia hanya memperbolehkan Truk T-Pod berjalan kecepatan tiga mil per jam selama pengujian. CEO Einride, Robert Falck, berpendapat bahwa izin pengujian itu merupakan sarana untuk masuk ke pasar teknologi kendaraan otonom.
Falck berharap bisa mengajukan lebih banyak izin jalan umum untuk kemungkinan dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun depan. “Pusat kendaraan otonom adalah Auji coba kali ini akan menjadi paramter untuk pengembangan kendaraan otonom,” katanya.
Sebelumnya, Uber mengumumkan bahwa truk otonom raksasa miliknya mulai mengirim barang ke tempat tujuan di Arizona, Amerika Serikat, pada 2018. Namun, tak lama berselang, Uber malah menyatakan bahwa program truk otonom tersebut berakhir. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Pemerintah China mengkritik sikap Washington yang memaksakan kontrol ekspor terhadap produk Huawei. Seperti dilansir New York Post, mereka menyatakan akan melindungi perusahaan-perusahaan China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengkritik penyalahgunaan kontrol ekspor setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani perintah yang mengharuskan vendor untuk mendapat persetujuan untuk produk Huawei.
“Huawei menghabiskan satu dekade untuk memerangi tuduhan sebagai mata-mata pemerintah China. Beijing akan mengambil langkah lebih lanjut untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan China,” ujarnya dikutip Telko.id, Jumat (17/05/2019).
{Baca juga: Vodafone Ungkap “Ruang Tersembunyi” di Perangkat Huawei}
Baru-baru ini, Trump dilaorkan menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional, khususnya Huawei asal China.
Perintah yang diteken oleh Trump akan mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. Ketika perintah ditandatangani, Departemen Perdagangan AS wajib melaksanakannya.
{Baca juga: Berkat Trump, Perangkat Huawei Bakal ‘Terlarang’ di AS}
Mereka harus menyusun rencana penegakan embargo pemakaian produk-produk keluaran perusahaan China, terutama milik Huawei. Perintah yang diteken Trump muncul ketika AS dan China kembali terlibat lagi sengketa klasik berupa perang dagang.
Washington sangat yakin peralatan yang dibuat oleh Huawei Technologies Co Ltd selaku produsen ponsel terbesar ketiga di dunia dapat digunakan oleh pemerintah China untuk memata-matai negara lain. Sayang, kemarin Huawei tidak bersedia berkomentar. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – XPRIZE, penghargaan internasional yang didanai oleh wirausahawan dan miliarder, mengadakan kompetisi untuk mengembangkan software yang mudah diunduh ke tablet dan bisa digunakan oleh anak-anak miskin di seluruh dunia untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung secara sederhana.
Pemenang kompetisi akan membawa pulang uang tunai sebesar USD 10 juta atau lebih kurang Rp 145 miliar. Uang tersebut digunakan untuk merealisasikan misi mengembangkan perangkat lunak yang bisa diakses via tablet oleh anak-anak miskin.
Pemenang kemudian harus mengunggah hasil karya ke internet sehingga siapa pun bisa memiliki akses gratis.
“Ada lima finalis yang mengembangkan perangkat lunak,” kata Emily Musil Church, direktur eksekutif kompetisi XPRIZE.
Sebelum menemukan lima finalis, 200 tim dari 40 negara di seluruh dunia berlomba-lomba menjadi pemenang kompetisi yang diadakan oleh XPRIZE.
Menurut laman New York Post, seperti dikutip Telko.id, Jumat (17/05/2019), para donatur berkomitmen menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik melalui pengembangan teknologi. Karenanya, mereka mengadakan kompetisi.
Setelah 15 bulan para peserta mengembangkan perangkat lunak di tablet dan diuji coba oleh ribuan anak di 141 desa terpencil di Tanzania, para juri memutuskan untuk mempersempit kompetisi ke XPRIZE For Global Learning kepada lima tim.
Lima tim itu berasal dari New York City, Pittsburgh, Berkeley, London, dan Bangalore, India. “Sejak awal kami tidak yakin ada yang akan berhasil. Bahkan, para pakar sempat meragukan keberhasilannya,” papar Emily. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – OnePlus langsung tancap gas untuk mempromosikan smartphone flagship terbaru mereka, OnePlus 7 Pro. Brand tersebut membayar Iron Man alias Robert Downey Jr untuk mempromosikan OnePlus 7 Pro.
Ya, menurut laman Ubergizmo, OnePlus memilih untuk mengalihkan semua anggaran pengurusan sertifikasi IP resmi guna menyewa aktor ternama Hollywood.
Beberapa pengguna mungkin masih ingat, bukan kali pertama ini saja Robert Downey Jr “Iron Man” mempromosikan produk smartphone. Pada 2013 silam, ia pernah wara-wiri di media untuk menjadi bintang pariwara smartphone anyar HTC.
{Baca juga: Resmi Diluncurkan, Ini Spek dan Harga OnePlus 7 Pro}
Ia muncul dalam serangkaian iklan untuk HTC pada 2013 sebagai bagian dari kampanye global yang kabarnya menghasilkan donasi sebesar USD 12 juta. Namun, biaya sewa Downey pada tahun ini tentu sangat jauh berbeda ketimbang 2013.
Maklum, sekarang Downey lebih populer daripada enam tahun silam. Meski demikian, tidak jelas berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh OnePlus untuk mengontraknya sebagai bintang iklan smartphone terbaru mereka.
{Baca juga: Keren! Hasil Kamera OnePlus 7 Pro jadi Sampul Majalah Populer}
Dikutip Telko.id, Jumat (17/5/2019), dalam iklan tersebut, Downey memegang OnePlus 7 Pro. Ia juga mengunggah iklan itu di akun Weibo miliknya. “Senang bekerja sama dengan teknologi yang bisa membuat saya bersemangat,” ujarnya.
Ada alasan khusus kenapa Downey mengunggah iklan itu di Weibo, yang notabene merupakan media sosial terkenal di China. Usut punya usut, OnePlus memang ingin menggeber promosi smartphone flagship-nya di pasar negara Asia. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Duo smartphone flagshipOppo yang bakal meluncur ke Indonesia, Oppo Reno dan Oppo Reno 10x Zoom telah lolos TKDN dan mengantongi izin dari Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Smartphone terdaftar di situs P3DN Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan kode Oppo CPH1917 dan punya nilai TKDN mencapai 35,05%. Sementara Reno 10x Zoom punya kode Oppo CPH1919 dengan nilai TKDN 31,31%.
Keduanya juga tercatat pada situs Ditjen SDDPI Kominfo dengan nomor 61444/SDPPI/2019 untuk Reno dan 61317/SDPPI/2019 untuk Reno 10x Zoom.
{Baca juga: Bocoran Harga Oppo Reno, Lebih Murah dari Oppo R17 Pro?}
Dengan izin yang didapatkan keduanya, maka dipastikan kedua smartphone ini bakal diluncurkan dalam waktu dekat di Indonesia. Meski demikian, Oppo Indonesia masih bungkam untuk memberikan informasi kapan kedua smartphone-nya melenggang secara resmi di Tanah Air.
Oppo Reno
Tapi, Oppo justru memberikan kesempatan kepada konsumen Indonesia untuk mendapatkan smartphone flagship ini lebih awal sebelum waktu perilisannya terjadi. Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, pihaknya memberikan kesempatan terbatas bagi 100 orang konsumen terpilih untuk memiliki Reno lebih awal.
Oppo Reno 10x Zoom
“Kami memiliki rencana untuk memberikan kesepatan terbatas kepada beberapa orang konsumen terpilih untuk memilki perangkat Reno lebih awal, tingginya minat konsumen terhadap perangkat ini menjadi dasar pertimbangan kami. Sebagian besar konsumen setia Oppo sudah mulai aktif menanyakan keberadaan perangkat ini melalui media sosial kami,”ujarnya.
Nantinya aktifitas ini akan diadakan secara online, dan Oppo menggandeng e-commerce Blibli untuk kegiatan yang bernama “Unlock Your Creativity” ini. Kegiatan ini sendiri akan berlangsung pada periode 17 sampai 20 Mei 2019.
{Baca juga: Catat! Ini Tanggal Peluncuran Duo Oppo Reno di Indonesia}
Konsumen dapat melakukan pendaftaran untuk kemudian nantinya akan dipilih melalui sistem untuk dapat membelinya dengan harga spesial. Pengumuman akan dilakukan pada 21 Mei mendatang melalui email dan akun media sosial @OppoIndonesia dan @Bliblidotcom.
Sekadar informasi, smartphone ini mengusung layar AMOLED berukuran 6,4 inci. Smartphone itu punya kemampuan lebih di sektor kameranya, khususnya 10x Zoom. Sebab, punya konfigurasi lensa utama 48MP Sony IMX586, lensa wide-angle 8MP, dan lensa telephoto 13MP yang bisa memperbesar gambar 5x optical-zoom dan 10x hybrid-zoom. (FHP)