spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1203

Hore! Tiga Game Seru Ini Hadir di Snapchat

Telko.id, Jakarta – Belum lama ini, Snap Inc mengungkapkan rencana untuk masuk ke ranah mobile gaming lewat Snap Games. Sekarang, perusahaan itu memenuhi janjinya, meski baru menghadirkan tiga dari enam game yang direncanakan di Snapchat.

Menurut phoneArena, tiga game itu adalah Snake Squad, Zombie Rescue Squad, dan Bitmoji Party. Ketiganya menawarkan gameplay nan menyenangkan. Bahkan, para pengguna bisa memainkannya berbarengan dengan teman.

Seperti dikutip Telko.id, Kamis (23/05/2019), di setiap permainan, pengguna bisa lebih asyik berkomunikasi dengan pemain lain dalam bentuk teks maupun suara.

Nah, untuk memulai permainan, pengguna akan menemukan tab Game Library. Namun sebelumnya, pengguna harus terlebih dahulu masuk ke Chat Thread dan tap ikon Rocket di sudut kanan bawah. Selanjutnya, pengguna bisa memilih game yang diinginkan.

Tiga game yang dihadirkan di Snapchat tersedia untuk perangkat berbasis Android maupun iOS. Selain tiga game itu, bakal hadir tiga game lain, yakni Alphabear Hustle, C.A.T.S Drift Race, dan Tiny Royale.

April 2019 lalu, Snap Inc mengumumkan sejumlah fitur baru yang akan tersedia untuk Android dan iOS. Selama Snap Partner Summit, Snap Inc mengumumkan dua program baru untuk Snapchat, yaitu Snap Games dan Snap Original.

Snap Games merupakan fitur baru di bar Chat di aplikasi Snapchat versi Android dan iOS. Untuk dapat menikmatinya, pengguna tidak harus menginstal aplikasi tambahan. Pengguna pun mudah mencari rekan bermain game. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Sah! Iklan di WhatsApp Bakal Hadir Tahun Depan

Telko.id, Jakarta – Sejak diakuisisi oleh Facebook, WhatsApp mulai dimonetisasi. Facebook pun telah menemukan strategi jitu untuk menguangkan aplikasi pesan instan yang paling banyak dipakai di dunia itu, yaitu menghadirkan iklan di WhatsApp.

Dilansir dari Ubergizmo, Kamis (23/05/2019), WhatsApp telah mengonfirmasi bahwa iklan resmi di platform mereka akan hadir pada 2020 mendatang.

Hal ini terungkap lewat rencana penerapan iklan WhatsApp yang dibeberkan oleh seorang pengulas aplikasi bernama Matt Navarra. Ia menyampaikannya lewat Twitter.

{Baca juga: Awas! Banyak Aplikasi VPN Gratis Berbahaya di Android}

Ia mengunggah foto mengenai bahan presentasi terkait monetisasi aplikasi messaging itu pada gelaran Facebook Marketing Summit di Belanda. Ia juga memberi penjelasan tentang isi bahan presentasi tersebut.

Nantinya, iklan akan muncul di bagian Status. Modelnya mirip dengan keberadaan iklan di aplikasi Instagram, yang nongol di bagian Stories. WhatsApp menganggap, fitur Status populer di kalangan pengguna.

Dari foto yang dibagikan oleh Navarra di Twitter, terlihat desain iklan tidak terlalu mengganggu. Dengan demikian, pengguna tetap bisa menggunakan WhatsApp secara nyaman tanpa gangguan.

{Baca juga: Akses WhatsApp, Facebook dkk Dibatasi Sampai Kapan?}

November 2018 lalu, Vice President WhatsApp, Chris Daniels, mengonfirmasi bahwa para pengguna bakal melihat iklan di tab Status. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menambah pemasukan WhatsApp.

Iklan di tab Status WhatsApp didukung oleh sistem periklanan milik Facebook. Hal itu mengindikasikan bahwa data Facebook memiliki informasi terkait nomor ponsel sebagai dasar data di sistem WhatsApp. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Performa PlayStation 5 Lebih Cepat dari PS4 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, CEO Sony, Kazuo Hirai memamerkan konsol game masa depan mereka, PlayStation 5 (PS5). Ia memperlihatkan render video yang menunjukkan ketangguhan dari PS5.

Seperti dikutip Telko.id dari Slashgear, Kamis (23/05/2019), PS5 memiliki spesifikasi dan performa yang lebih kencang ketimbang PlayStation 4 Pro (PS4 Pro).

Dalam presentasinya, Kazuo Hirai menjelaskan bahwa PS4 Pro butuh lebih dari delapan detik untuk render scene. Namun, konsol yang diyakini bernama PS5 tersebut hanya butuh waktu lebih singkat dibanding PS4 Pro untuk render scene.

{Baca juga: PlayStation 5 Rilis November 2020, Berapa Harganya?}

Kazuo Hirai menyatakan, PlayStation generasi berikutnya akan menawarkan pengalaman bermain game lebih dahsyat, tanpa terkendala apapun. Sayang, tak ada informasi lain yang terungkap mengenai PlayStation masa depan.

PlayStation 5 sendiri diprediksi akan lahir pada 2020 mendatang. Ini sesuai dengan bocoran yang melaporkan bahwa suksesor PS4 akan rilis ke pasaran pada November 2020 mendatang. Laporan menyebut, harganya USD 499 atau sekitar Rp 7,2 juta. Sony akan menjual enam juta unit pada tahun pertama.

{Baca juga: Gamers Jangan Kecewa, PlayStation 5 Masih Lama Dirilisnya}

Kemudian, untuk tahun kedua, PS5 akan dijual 15 juta unit. PS5 menampilkan CPU AMD Ryzen 8 core berdasarkan mikroarsitektur 7nm Zen 2 terbaru dari Sony. PS5 juga dipersenjatai GPU Radeon baru yang mampu melacak sinar.

Beberapa bulan sebelumnya, Sony memastikan bahwa PS5 tidak akan diluncurkan pada 2019 dan kecil kemungkinan pada tahun depan. Kepastian tersebut dibagikan oleh jurnalis Wall Street Journal, Takashi Mochizuki, lewat Twitter. (SN/FHP)

Sumber: Slashgear

Hati-Hati Banyak Aplikasi VPN Berbahaya di Android

Telko.id, Jakarta – Buntut dari demo 22 Mei, pemerintah Indonesia batasi akses media sosial, seperti WhatsApp, Facebook, dan lainnya. Pembatasan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung direspon cepat oleh masyarakat dengan mengunduh aplikasi VPN atau Virtual Private Network.

Masyarakat mulai mencari dan menggunakan aplikasi VPN supaya tetap bisa menggunakan WhatsApp, Facebook, hingga Instagram, seperti sedia kala.

Akan tetapi, masyarakat juga perlu waspada terhadap aplikasi tersebut. Sebab, 1 dari 5 aplikasi VPN gratis di Android adalah aplikasi berbahaya yang menjadi celah masuknya malware ke perangkat.

Hal ini ditemukan dari hasil penelitian Metrics Labs pada awal tahun ini. Menurut Head of Research Metrics Labs, Simon Migliano, aplikasi berbahaya tersebut sudah diinstal lebih dari 260 juta kali, jika merujuk laporan dari Google Play Store.

Dilansir Telko.id dari Techradar, Kamis (23/05/2019), Metrics Labs lantas mempublikasikan laporan penelitiannya soal aplikasi gratisan ini. Sehingga, para pengguna Android bisa mengerti risiko yang mereka ambil dengan menggunakan aplikasi VPN gratis.

{Baca juga: Demo 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses WhatsApp dkk}

Dalam laporannya, Metrics Labs mengatakan bahwa mereka menemukan ada 27 dari 150 aplikasi VPN yang bisa menjadi potensi malware setelah diuji di aplikasi VirusTotal.

Resiko lain yang ditemukan adalah kebocoran Domain Name Server (DNS) pada 25% dari 150 aplikasi yang diuji. Kebocoran terjadi ketika aplikasi VPN gagal mengalihkan permintaan DNS ke jalur terenskripsi VPN-nya.

Selain itu, sejumlah aplikasi VPN gratis juga meminta izin akses yang sangat intrusif ke pengguna. Jika dikalkulasi, maka ada 25% aplikasi yang meminta akses ke lokasi pengguna, 38% meminta akses ke informasi status perangkat, dan 57% menyelipkan kode untuk mencari lokasi terakhir pengguna.

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei}

Jadi, VPN memang bisa membantu kita untuk tetap berkomunikasi dengan lancar selama pembatasan berlaku. Namun kita harus pandai-pandai memilih layanan tersebut agar privasi dan keamanan digital Anda tetap terjaga. (NM/FHP)

Huawei Ditinggal ARM, Nasib P30 Pro dkk Terancam?

Telko.id, Jakarta – Kasus pemblokiran Huawei oleh sejumlah perusahaan teknologi penting makin pelik saja. Setelah Google, Intel, dan Qualcomm, kini perusahaan asal China itu ditinggal oleh perancang chip, ARM.

Dilaporkan BBC News, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (23/05/2019), karyawan ARM telah diperintahkan untuk menghentikan semua urusan dengan Huawei.

Para karyawan wajib menghentikan semua kontrak aktif, dukungan hak, dan segala keterlibatan yang tertunda dengan Huawei, karena larangan perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Asal tahu saja, negara adidaya ini telah melarang perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei tanpa izin dari pemerintah. Akan tetapi, ARM bukanlah perusahaan AS, karena mereka berbasis di Inggris, dan dimiliki oleh SoftBank dari Jepang.

Ternyata, ARM memang harus mematuhi aturan AS karena mereka mengembangkan beberapa desain prosesor di wilayah Negeri Paman Sam, seperti Austin, Texas, dan California.

“ARM mematuhi pembatasan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah AS dan sedang melakukan percakapan dengan lembaga pemerintah yang sesuai untuk memastikan kami tetap patuh,” jelas ARM.

Tentu ini menjadi pukulan telak untuk Huawei yang mengandalkan lisensi ARM untuk desain prosesor HiSilicon Kirin-nya. Tanpa lisensi, Huawei dipastikan tidak akan dapat melanjutkan pembuatan prosesornya sendiri, dan mengancam produk seperti smartphone berbasis prosesor Kirin, seperti Huawei P30 Pro yang jadi smartphone terbaru mereka.

“ARM menghargai hubungannya dengan mitra lama kami, HiSilicon dan kami berharap untuk resolusi cepat tentang masalah ini,” kata ARM.

Huawei sendiri mengomentari masalah ini. Mereka mengakui tekanan akibat dari keputusan yang diakibatkan oleh masalah politik.

“Kami menghargai hubungan dekat kami dengan mitra kami, tetapi mengakui tekanan beberapa dari mereka, sebagai akibat dari keputusan bermotivasi politik,” ujar Huawei.

“Kami yakin situasi yang dapat disesalkan ini dapat diselesaikan dan prioritas kami tetap untuk terus memberikan teknologi dan produk kepada pelanggan kami di seluruh dunia,” lanjut mereka. (FHP)

Sumber: The Verge

Hebat! EE Jadi Operator Inggris Pertama Yang Komersialkan 5G

Telko.id – Tanggal 30 Mei bakal jadi hari bersejarah bagi EE, operator asal Inggris. Bahkan bagi industry telekomunikasi di negara tersebut. Pasalnya, EE akan meluncurkan layanan 5G. Bahkan menjadi yang pertama juga di Eropa.

Memang, pada tahap awal, operator ini baru akan melayani di kota besar saja. Itu pun baru enam kota dulu yakni London, Birmingham, Cardiff, Manchester, Edinburgh, dan Belfast.

Dengan adanya jaringan 5G di Inggris ini, EE berharap para pelanggannya dapat merasakan akses data yang lebih dapat diandalkan untuk bisnis maupun kebutuhan personal. Janjinya, pelanggan akan mengalami peningkatan kecepatan sekitar 100-150Mbps bahkan di area tersibuk. Bahkan pada saat uji coba lalu, ada pelanggan yang memecahkan tonggak satu gigabit per detik pada smartphone 5G mereka. Bandingkan dengan kecepatan tercepat saat EE meluncurkan 4G pada 2012 hanya 50Mbps.

“Ini adalah awal dari perjalanan 5G di Inggris dan berita bagus bagi pelanggan kami yang menginginkan dan membutuhkan koneksi terbaik. Kami sudah mulai dengan 5G di beberapa bagian tersibuk di Inggris, jajaran perangkat 5G terluas di Inggris, dan rencana yang memberi pelanggan koneksi seluler terbaik dan manfaat luar biasa”, ujar Marc Allera, CEO divisi Consumer BT, seperti yang disampaikan dalam siaran tertulisnya.

Marc menambahkan, “5G akan menciptakan pengalaman baru dengan augmented reality, membuat hidup pelanggan kami lebih mudah, dan membantu meluncurkan bisnis yang sepenuhnya baru yang bahkan belum pernah kami bayangkan. Kami meningkatkan lebih dari 100 situs menjadi 5G setiap bulan mulai hari ini untuk menghubungkan lebih banyak tempat dengan apa yang dapat diaktifkan 5G.

Marc juga membeberkan bahwa masih pada tahun 2019 ini juga, EE juga akan memperkenalkan 5G di seluruh bagian tersibuk lainnya dari Bristol, Coventry, Glasgow, Hull, Leeds, Leicester, Liverpool, Newcastle, Nottingham dan Sheffield.

Dan pada tahun 2020, semakin banyak kota akan dilayani oleh 5G ini. Setidak nya, ada 10 kota lagi yang akan dilayani yakni Aberdeen, Cambridge, Derby, Gloucester, Peterborough, Plymouth, Portsmouth, Southampton, Worcester, dan Wolverhampton.

Jaringan 5G, dibangun oleh EE di atas jaringan 4G. Jadi, pelanggan akan terhubung ke 4G dan 5G pada saat yang sama untuk mendapatkan pengalaman terbaik, bahkan di daerah yang paling ramai.

Selain meningkatkan lebih dari 100 situs menjadi 5G setiap bulan, EE memperluas jangkauan 4G ke daerah pedesaan, dan menambahkan lebih banyak kapasitas ke situs 4G dengan mengubah sinyal 3G menjadi 4G untuk memungkinkan lebih banyak spektrum untuk pengalaman jaringan yang lebih baik ke mana pun pelanggan EE pergi.

Ini adalah Tahap 1 dari peluncuran EE 5G: penyebaran ‘non-mandiri’ yang difokuskan pada penggunaan kekuatan gabungan 4G dan 5G untuk memberi pelanggan pengalaman broadband seluler tercepat dan paling dapat diandalkan yang pernah mereka miliki.

Fase 2, mulai tahun 2022, akan memperkenalkan jaringan inti 5G generasi berikutnya, kemampuan chipset perangkat yang ditingkatkan, dan peningkatan ketersediaan spektrum siap-5G. Bandwidth yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah, ditambah dengan cakupan 5G yang luas dan berkembang, akan memungkinkan jaringan yang lebih responsif, memungkinkan realitas augmented seluler yang benar-benar mendalam, pemantauan kesehatan real-time, dan permainan cloud mobile.

Fase 2 juga merupakan langkah penting dalam perjalanan kami menuju konvergensi teknologi jaringan kami, karena kami menyatukan fixed, mobile, dan WiFi menjadi satu pengalaman pelanggan yang mulus.

Fase 3, mulai 2023, akan memperkenalkan Komunikasi Latensi Rendah Ultra-Andal (URLLC), Network Slicing, dan kecepatan multi-gigabit per detik. Fase 5G ini akan memungkinkan aplikasi penting seperti manajemen lalu lintas real-time armada vehicles otonom, jaringan sensor besar dengan jutaan perangkat yang mengukur kualitas udara di seluruh negara, dan ‘internet taktil’, di mana rasa sentuhan dapat ditambahkan ke interaksi real-time jarak jauh yang jauh. (Icha)

Diblokir Sana-sini, Huawei: Kami Korban “Bully” Amerika

Telko.id, Jakarta – Huawei akhirnya angkat bicara soal kasus embargo Huawei yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS). Embargo ini membuat perusahaan asal China itu ditinggalkan oleh para mitra strategisnya, seperti Google, Qualcomm, Intel, sampai ARM.

Menurut Chief Representative to the EU Institutions, Abraham Liu, pihaknya merupakan korban “penindasan” AS.

DIkutip dari Reuters, pada Kamis (23/05/2019), ia mengatakan, kalau mereka sedang bekerja sama dengan Google untuk menanggapi embargo yang diberlakukan AS pekan lalu. Meski demikian, Google enggan memberikan komentarnya.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

“Kami menjadi korban penindasan oleh pemerintah AS. Ini bukan hanya serangan terhadap Huawei. Ini adalah serangan terhadap tatanan liberal, berdasarkan aturan,” tegasnya.

Liu sendiri menegaskan bahwa mereka tidak menyalahkan raksasa pencarian tersebut atas keputusannya yang memilih untuk embargo mereka. Asal tahu saja, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

{Baca juga: Huawei Ditinggal ARM, Nasib P30 Pro dkk Terancam?}

Ini membuat smartphone Huawei terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi Android, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

“Mereka (Google) tidak memiliki motivasi untuk memblokir kami. Kami bekerja sama dengan Google untuk mencari tahu bagaimana Huawei dapat menangani situasi dan dampak dari keputusan Departemen Perdagangan AS,” jelasnya. (FHP)

Caviar Rilis Samsung Galaxy Fold Edisi Game of Thrones, Harganya?

0

Telko.id, Jakarta – Apa jadinya jika smartphone lipat Samsung Galaxy Fold punya desain yang terinspirasi dari serial TV populer, Game of Thrones? Ya, Caviar baru-baru ini mengumumkan kehadiran Samsung Galaxy Fold Game of Thrones yang didedikasikan untuk serial TV populer tersebut dan novelnya yang belum dirilis, The Winds of Winter.

Sekadar informasi, Caviar adalah brand asal Rusia kerap merilis smartphone flagship dengan balutan premium dan mewah dengan menggunakan emas murni, berlian, dan lainnya.

Caviar merancang body dari smartphone lipat Samsung itu dengan balutan emas yang merujuk pada verita “A Song of Ice and Fire”.

{Baca juga: Versi Termurah iPhone XS Buatan Caviar “Cuma” Rp 90 Juta}

Emas ini diukir dengan desain yang rumit, namun tetap menampilkan kesan mewah dalam balutan cerita khas Game of Thrones.

Dikutip dari GSMArena, pada Kamis (23/05/2019), Caviar juga menawarkan dua desain Galaxy Fold lainnya yang terlihat “lebih sederhana” dibanding versi Game of Thrones. Kedua smartphone itu dibalur dengan bahan karbon, kulit asli, dan juga emas.

Lantas berapa harganya? Samsung Galaxy Fold edisi Game of Thrones dibanderol dengan harga USD 7.700 atau setara Rp 111,8 jutaan khusus di Rusia. Sementara secara global, harganya naik menjadi USD 8.180 atau Rp 118,8 jutaan.

Selain harganya yang super mahal, Caviar pun hanya menjual 7 unit smartphone saja, dan mereka telah mengadakan program pre-order untuk siapapun yang ingin memilikinya. Akan tetapi, perusahaan ini menyatakan bahwa peluncuran resmi dari edisi spesial ini akan mengikuti dari peluncuran Galaxy Fold oleh Samsung secara global.

{Baca juga: Samsung Masih ‘Galau’ Soal Waktu Perilisan Galaxy Fold}

Asal tahu saja, Samsung masih menimbang-nimbang, kapan akan meluncurkan smartphone lipatnya secara resmi. Sebab mulanya, Samsung berencana meluncurkan ponselnya ini di Amerika Serikat pada 26 April 2019.

Akan tetapi, beberapa hari sebelum tanggal peluncuran, beberapa media yang berkesempatan mengujinya telah mengobral permasalahan di Galaxy Fold. Mau tak mau, Samsung menunda peluncuran smartphone tersebut. Samsung pun berkomitmen untuk memberitahu kepada pelanggan tentang status pemesanan smartphone-nya itu. (FHP)

Sumber: GSMArena

Terungkap, Ini Bocoran Desain dan Teknologi Baru Redmi K20

0

Telko.id, Jakarta – Tinggal beberapa hari lagi, sub-brand Xiaomi, Redmi akan merilis smartphone flagship-nya, Redmi K20. Menjelang peluncurannya, Redmi pun memperlihatkan desain dan teknologi baru dari smartphone flagship bertenaga Snapdragon 855 itu.

Desain ini dipamerkan oleh General Manager Redmi, Lu Weibing lewat poster yang diunggah via akun Weibo pribadinya.

Poster ini menunjukkan Redmi K20 dengan desain fullscreen tanpa notch ataupun lubang kamera. Smartphone ini pun didukung oleh teknologi sensor sidik jari versi terbaru di dalam layarnya.

Dilansir dari GSMArena, Kamis (23/05/2019), K20 menggunakan sensor sidik jari optik generasi terbaru di dalam layarnya. Sensor ini terdiri dari lensa 3P dengan ukuran piksel besar 7,2μm dan teknologi DSP.

Itu berarti, akurasi sensor sidik jari ini 30% lebih baik, kecepatan unlock yang meningkat 10%, dan punya area yang lebih besar 15% dibandingkan dengan sensor sidik jari yang ada sekarang.

Selain bagian depan yang berdesain fullscreen, Redmi juga memamerkan body belakang K20 yang dibalut warna gradasi, plus memiliki frame tiga kamera utama. Yang unik dari frame ini adalah, satu lensa yang dikelilingi oleh sebuah ring ditempatkan secara terpisah dengan dua lensa lainnya.

Redmi K20 sendiri akan diperkenalkan secara resmi pada 28 Mei mendatang. Smartphone ini bakal mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya bakal dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 6 untuk melindunginya dari goresan benda-benda tajam.

Smartphone akan ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung fast charging 27W. Sedangkan kameranya, punya konfigurasi 48MP sebagai lensa utama, 8MP sebagai lensa ultra-wide, dan 16MP sebagai lensa telephoto. (FHP)

Kominfo Temukan 5 Hoaks Soal Aksi 22 Mei dan KPU

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan sejumlah konten hoaks yang tersebar di media sosial dan layanan pesan instan. Kominfo menemukan 5 konten hoaks soal aksi 22 Mei 2019 dan pengumuman hasil Pemilu 2019.

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Subdit Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo, berhasil mengindentifikasi konten-konten hoaks tersebut.

“Setidaknya terdapat lima postingan yang beredar luas semenjak aksi yang dimulai pada Selasa malam, ujar  Ferdinandus Setu di Jakarta, Rabu (22/05/2019) pagi.

Hoaks pertama mengenai Pengumuman KPU Senyap-senyap. Awalnya beredar postingan di Facebook tentang pengumuman yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Pemilu 2019 yang bersifat sembunyi-sembunyi.

{Baca juga: Demo 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses WhatsApp dkk}

Setelah ditelusuri, KPU membantah pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menilai hasil rekapitulasi diumumkan secara senyap-senyap. KPU mengatakan, tidak ada yang janggal karena rekapitulasi sudah selesai dilakukan.

“Tidak ada yang janggal. Ketentuan undang-undang paling lambat 35 hari. Jatuhnya tanggal 22 Mei 2019 sudah rampung. Rekapitulasi provinsi dan luar negeri sudah selesai, maka kami tuntaskan malam tadi,” kata Ferdinandus

Dilansir Telko.id dari laman resmi situs Kominfo pada Rabu (22/05/2019) konten hoaks kedua tentang Personil Brimob yang menyamar dengan memakai baju TNI AL. Sebuah postingan berupa foto anggota TNI yang memakai kaos kaki Brimob dan pasukan Brimob yang menyamar pakai pakaian TNI AL.

Namun faktanya, foto yang diposting tersebut adalah anggota pasukan Marinir TNI AL dengan tanda menggunakan baret ungu sesuai dengan warna baret yang telah diperuntukan.

Hoaks ketika yaitu aksi polisi yang menembaki para demonstran di dalam Masjid. Sebuah video pendek tersebar luas yang berisi mengenai rekaman situasi di sebuah Masjid di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam video tersebut, dinarasikan bahwa Polisi menyerang para demonstran yang berada di dalam Masjid tersebut dengan cara menembakinya.   Faktanya, suara-suara tembakan yang terdengar dari video tersebut adalah suara dari luar Masjid, suara-suara itu berasal dari kerusuhan yang terjadi di sekitar daerah Masjid tersebut, yaitu di daerah Tanah Abang. 

“Dalam kericuhan itu, terdapat banyak bom molotov yang digunakan para demonstran untuk melempari Polisi dan suara tembakan gas air mata yang digunakan Polisi untuk menarik mundur para demonstran,” ungkap Ferdinandus. 

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei}

Keempat soal adanya penembakan peluru tajam di Jalan Sabang. Polri menegaskan anggotanya yang bertugas melakukan pengamanan di depan KPU pada 22 Mei 2019 hanya dibekali tameng dan gas air mata.

Jadi, isu yang beredar bahwa ditemukannya selongsong senjata api yang digunakan aparat keamanan tersebut adalah tidak benar. Kelima, Hoaks pemberitaan yang menarasikan, “Tanggal 22 Mei Pendukung 02 Kepung KPU, Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI”. Narasi tersebut dipadukan dengan sebuah foto korban aksi unjuk rasa 22 Mei 2019.

Faktanya tidak ditemukan pernyataan Wiranto seperti yang diunggah diakun Facebook. Dalam rapat tersebut, Wiranto mengatakan jelang tanggal 22 mei banyak isu people power yang akan membuat banyak masyarakat cemas. [NM/HBS]