spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1204

China Kembangkan Aplikasi untuk Kenali Wajah Panda

Telko.id, Jakarta – China telah mengembangkan aplikasi yang memungkinkan para konservasionis untuk mengidentifikasi masing-masing panda raksasa menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Dilansit dari Xinhua, para peneliti juga telah membangun database dengan lebih dari 120.000 foto dan 10.000 klip video panda yang memungkinkan mereka mengidentifikasi secara benar dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah.

“Aplikasi dan basis data akan membantu kami mengumpulkan data yang lebih tepat dan menyeluruh tentang populasi, distribusi, usia, rasio gender, kelahiran dan kematian panda liar, yang tinggal di pegunungan yang dalam dan sulit dilacak,” kata Peneliti di Pusat Penelitian dan Konservasi Tiongkok untuk Panda Raksasa.

{Baca juga: Kepo, Pemerintah China Awasi Warganya Pakai Drone Burung}

Tahun lalu China juga mengumumkan rencana untuk membuat tempat penangkaran bagi panda raksasa dengan ukuran tiga kali lebih besar dibandingkan Taman Nasional Yellowstone. Tempat penangkaran ini bertujuan untuk mendorong pengembangbiakan hewan yang bereproduksi lambat ini.

Setidaknya 10 miliar yuan atau sekitar Rp 21 triliun telah dianggarkan untuk Taman Nasional Panda Raksasa di pegunungan barat daya China untuk hewan kebanggan negara China.

Untuk diketahui, panda raksasa memiliki tingkat reproduksi yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan hewan ini masuk dalam daftar merah, spesies yang terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

{Baca juga: Cegah Siswa Bolos, Sekolah di China Pasangkan “Seragam Pintar”}

Lebih dari 80 persen panda liar dunia hidup di Sichuan, dan sisanya di Shaanxi dan Gansu. Sementara itu, hingga November 2018, sebanyak 548 panda raksasa berada di penangkaran secara global. Sedangkan jumlah panda yang hidup di alam liar berkurang menjadi 2.000 ekor. [BA/HBS]

Sumber: The Star

YouTube Hapus Video Iklan Obat Ajaib MMS

Telko.id, Jakarta – YouTube telah menindak video yang mempromosikan sejumlah “obat ajaib,” termasuk pemutih eliksir suci yang dijajakan oleh seorang uskup agung yang digambarkan berasal dari galaksi lain.

Jim Humble, seorang pria pencari emas asal Nevada, telah mempromosikan Miracle Mineral Solution atau MMS melalui video di YouTube. Dia mengklaim, MMS dapat membunuh segala jenis penyakit manusia.

Padahal, ramuan tersebut tidak lebih dari sekedar pemutih klorin, pemutih industri yang dilarang otoritas medis karena dapat menyebabkan muntah dan dehidrasi ketika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

Pada 2010, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menerima banyak laporan tentang orang yang mengalami tekanan darah rendah yang mengancam nyawa akibat dehidrasi setelah mengonsumsi MMS.

Bahkan, menurut laporan tersebut, ada dua orang meninggal, empat mengalami komaz dan seorang pasien diklasifikasikan mengalami cacat setelah mengonsumsi zat tersebut.

{Baca juga: Hebat! Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Paling Tajir Sejagat}

Meskipun dalam sebuah video diklaim bahwa MMS dapat menyembuhkan gigi yang abses. FDA mengatakan belum ada penelitian yang menunjukkan keefektifannya dalam mengobati penyakit.

Beberapa orangtua juga percaya MMS dapat menyembuhkan anak-anak autis. Bahkan mereka memberi mereka enema MMS, seperti dikutip Business Insider dari diskusi dalam Facebook grup tertutup yang mempromosikan zat tersebut.

Setelah dihubungi oleh Business Insider, YouTube bertindak cepat dengan menghapus dan menurunkan beberapa video, tetapi masih ada beberapa yang tidak berubah.

Sejumlah orang yang ikut mempromosikan MMS membantah bila zat tersebut berbahaya. Mereka mengklaim zat itu tidak berbahaya.

Di websitenya, Humble menulis bahwa dia menemukan MMS pada tahun 1996 ketika ia sedang mencari emas di Amerika Selatan, setelah keluar dari Gereja Scientology.

Dia mengatakan, substansinya MMS terdiri dari tiga bahan kimia, yakni natrium klorit, asam rumah tangga biasa, dan DMSO, zat pembawa yang membantu efek MMS.

Otoritas kesehatan mengatakan bahwa ketika natrium klorit dicampur dengan asam, ia menghasilkan klorin dioksida, sejenis pemutih industri yang digunakan dalam industri tekstil.

Dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider, Humble membantah telah mengatakan bahwa MMS sebenarnya menyembuhkan penyakit.

“Saya ingin mengklarifikasi poin yang sangat penting. Banyak orang mengatakan MMS dapat menyembuhkan ini atau itu.Tetapi sebagai catatan, saya ingin menjelaskan di sini, MMS tidak menyembuhkan penyakit. MMS membunuh patogen dan menghancurkan (mengoksidasi) racun. Ketika patogen dan racun dalam tubuh berkurang atau dihilangkan, maka tubuh dapat berfungsi dengan baik, dan dengan dapat menyembuhkan,” katanya.

Business Insider menemukan ratusan video yang mempromosikan MMS di YouTube hingga bulan lalu. Ketika  YouTube dikonfirmasi terkait video tersebut, mereka mengkklaim bahwa sebagian besar video telah dihapus dan telah mengubah algoritme pencariannya untuk menghindari konten MMS.

YouTube mengatakan, YouTube memang tidak secara proaktif mencari konten yang melanggar kebijakannya, tetapi akan bertindak ketika konten ditandai.

Sebelumnya, YouTube juga mendapat tekanan baru-baru ini lantaran dianggap memberikan ruang bagi para aktivis anti-vaksinasi untuk menyebarkan pesan pada platform mereka.

Padahal, menurut kebijakan YouTube, konten video yang bertujuan untuk mendorong kegiatan berbahaya atau ilegal yang berisiko membahayakan fisik atau kematian tidak diperbolehkan.

{Baca juga: YouTuber Ini Dihujat Netizen Usai Berciuman dengan Adiknya}

“Informasi yang salah adalah tantangan yang sulit dan informasi yang salah tentang topik medis sangat memprihatinkan. Kami telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasinya termasuk memunculkan lebih banyak konten yang otoritatif di situs kami untuk orang yang mencari topik terkait di YouTube,” kata YouTube dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider.

Namun, sesuai aturan YouTube melarang konten yang dimaksudkan untuk mendorong kegiatan berbahaya yang beresiko pada kerusakan fisik. YouTube mengklaim, pihaknya terus berupaya untuk menghapus video yang ditandai dan yang melanggar kebijakan secepatnya. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Akses WhatsApp, Facebook dkk Dibatasi Sampai Kapan?

Telko.id, Jakarta – Pasca aksi kerusuhan demo 22 Mei, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengumumkan bahwa akses layanan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dkk, di Indonesia akan dibatasi. Namun ia memastikan pembatasan ini tidak permanen. Lantas, sampai kapan?

Dalam konferensi pers yang dilakukan bersama Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dikatakan bahwa pembatasan akses ke media sosial dan layanan messaging tidak akan dilakukan permanen.

“Pembatasan akses media sosial dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Jadi untuk sementara ini sekitar 2-3 hari tidak bisa lihat gambar (di medsos) tidak apa-apa, ini semua demi keamanan nasional,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Menkominfo Rudiantara menjelaskan soal keputusan pemerintah membatasi akses media sosial. Menurunya, kemungkinan maksimal selam 3 hari pengguna medsos akan mengalami masalah, terutama dalam pengiriman foto dan video.

“Jadi untuk sementara kita akan mengalami keterlambatan dalam mengunggah foto dan video. Tapi untuk sistem komunikasi SMS dan voice (panggilan telpon) tidak masalah,” jelas Rudiantara.

{Baca juga: Demo 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses WhatsApp dkk}

“Untuk sementara (pembatasan akses medsos) ini harus kita lakukan. Saya mohon maaf, tapi ini hanya untuk sementara dan bertahap. Semoga masalah ini cepat selesai,” tambahnya.

Seperti diketahui, keputusan pembatasan akses media social ini dikeluarkan setelah suasana yang semakin memanas akibat aksi demonstrasi di kantor depan Bawaslu di sejumlah wilayah di Indonesia sejak Selasa (21/5) kemarin.

Suasana yang memanas ini semakin terpicu oleh merebaknya berbagai pesan singkat berupa tulisan maupun gambar foto dan video palsu atau hoaks yang disebar di sejumlah platform media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, dan lainnya.

Keputusan pemerintah ini pun langsung direspon sejumlah platform medsos. Sejak siang tadi beberapa layanan medsos dan messaging, seperti Facebook dan WhatsApp diketahui down.

Dari pantauan tim Telko.id via Down Detector, layanan WhatsApp, Instagram, Facebook pada saat ini sudah terlihat menampilkan warna merah dan kuning yang merata di Indonesia. Hal ini semakin terlihat pasca pengumuman pembatasan akses yang disampaikan oleh pemerintah.

Seperti yang Anda lihat pada gambar, warna merah dan kuning pada live outage Down Detector menandakan layanan sedang mengalami gangguan atau tidak bisa diakses di negara tersebut.

Sebelumnya, sejumlah operator seluler di Indonesia menyatakan siap mematuhi keputusan yang diambil pemerintah terkait pembatasan layanan media social untuk sementara waktu untuk mencegah penyebaran hoaks.

{Baca juga: Akses Media Sosial Dibatasi, Apa Kata Operator Seluler?}

“Seiring perkembangan situasi saat ini, maka Telkomsel sepenuhnya mematuhi keputusan pemerintah seperti yang disampaikan dalam siaran pers Menkopolhukam dan Menkominfo, mengenai pembatasan akses secara bertahap dan sementara ke sejumlah media sosial,” kata GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat dihubungi Tim Telko.id, Rabu (22/5/2019).

Hal senada juga disampaikan pihak XL Axiata, yang menegaskan sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah, terkait pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial.

“Mengikuti perkembangan situasi saat ini, XL sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah seperti yang disampaikan Menkopolhukam dan Menkominfo soal pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial,” ujar Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih.

Begitupun pihak Indosat Ooredoo juga memastikan siap mematuhi arahan dan keputusan pemerintah untuk membatasi layanan media social.

“Indosat Ooredoo akan sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah soal pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial,” kata Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei}

Sementara itu, pihak Smartfren Telecon juga menyatakan bahwa akan mematuhi pemerintah untuk melakukan pembatasan layanan telekomunikasi, khususnya secara bertahap khususnya ke sejumlah media sosial.

“Mencermati perkembangan situasi saat ini, Smartfren sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah, yakni dilakukannya pembatasan akses layanan telekomunikasi secara bertahap ke sejumlah media sosial,” jelas Head of Public Relations Smartfren Ciba Gangga. [HBS]

Demo 22 Mei, Pemerintah Batasi Akses WhatsApp dkk

Telko.id, Jakarta – Demi mencegah provokasi pasca aksi demo 22 Mei yang terjadi sejak Selasa kemarin (21/05), pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) batasi akses WhatsApp, Facebook, dan sejumlah media sosial lainnya.

Menurut Menkopolhukam, Wiranto, hal ini dilakukan untuk mencegah konten hoaks dan provokasi terkait aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu serta beberapa tempat lain di Jakarta.

“Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas akan kita adakan pembatasan akses di media sosial. Fitur tertentu untuk tidak diaktifkan,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (22/05/2019).

Kebijakan tersebut dibenarkan oleh Menkominfo Rudiantara. Menurutnya, pembatasan ini bersifat sementara, bertahap dan dilakukan untuk platform media sosial dan layanan aplikasi pesan.

{Baca juga: Terkait Blokir Hoaks, Menkominfo: Facebook Sulit Diajak Kerjasama}

Ia menjelaskan, pembatasan akses hanya berlaku untuk fitur berbagi foto dan video saja. Sedangkan untuk berbagi pesan teks masih bisa diakses oleh masyarakat. Sejalan dengan pernyataan Wiranto, pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran konten hoaks dalam bentuk foto dan video.

Biasanya, konten hoaks dan sejenisnya awalnya hadir di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Akan tetapi, konten tersebut justru menjadi viral di aplikasi layanan pesan seperti WhatsApp dan layanan aplikasi lainnya.

“Viralnya bukan di medsos tapi di Messaging System, WhatsApp. Jadi temen-temen akan mengalami perlambatan kalo kita download atau upload video. Kemudian foto juga. Mengapa? karena viralnya yang negatif ada disana,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan jika konten video dan foto memberikan dampak yang psikologis lebih besar ketimbang teks. Dengan membagikannya saja, maka penerima konten tersebut bisa terpengaruh emosinya.

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei}

“Karena secara psikologis tanpa kita memberikan teks dan apapun kalau video itu bisa langsung emosi itu yang kita harapkan jadi untuk sementara itu kita lakukan. Itu sementara dan semoga itu cepet selesai,” tambah Rudiantara. (NM/FHP)

NASA Ungkap Bentuk Objek Misterius, Ultima Thule

Telko.id, Jakarta – Sejak kali pertama menemukan Ultima Thule yang misterius pada awal tahun ini, NASA berhasil menjaring penemuan lain tentang benda antariksa purba. Sekadar informasi, Ultima Thule adalah objek misterius yang berada di Tata Surya terjauh.

Laporan terbaru, para peneliti NASA telah membuat penemuan mengejutkan tentang “dunia terjauh yang pernah dieksplorasi”.

Di sana, ada air dan molekul organik. NASA menggambarkannya sebagai campuran metanol, air es, dan molekul organik.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Kalau Ukuran Bulan Mulai Menyusut}

Temuan tersebut berada di permukaan objek Sabuk Kuiper dan sangat berbeda dari sebagian besar objek es yang dieksplorasi sebelumnya.

“Kami sedang mencari sisa-sisa masa lalu yang terpelihara dengan baik,” kata peneliti, Alan Stern.

Seperti dikutip Telko.id dari New York Post, Rabu (22/05/2019), biasa dikenal sebagai MU69 2014, Ultima Thule berjarak empat miliar mil dari Bumi dan telah memantik keingintahuan para ilmuwan. Penampilannya mirip manusia salju.

Penelitian ini otomatis memberi informasi baru terkait geologi dan komposisi Ultima Thule. Benda sepanjang 22 mil itu mungkin terbentuk setelah dua lobus saling mengorbit. Namun, belum diketahui apa yang menggabungkannya.

{Baca juga: Bos Amazon Ingin Pindahkan Orang Genius ke Antariksa}

Awal tahun ini, para peneliti telah menemukan fakta bahwa Ultima Thule memiliki warna kemerahan dan dianggap sebagai objek Tata Surya luar paling merah yang pernah dikunjungi oleh pesawat ruang angkasa milik badan antariksa.

Dengan kecepatan sekitar 33.000 mil per jam, wahana antariksa New Horizons akan terus mengirim data dari jalur terbang Ultima Thule hingga bagian akhir musim panas 2020. Padahal, Ultima Thule berada jauh di Twilight Zone, di luar orbit Neptunus. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Akses Media Sosial Dibatasi, Apa Kata Operator Seluler?

Telko.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sudah mengumumkan pembatasan layanan media sosial (medsos) untuk sementara. Hal itu langsung direspon oleh semua operator seluler.

Semua operator seluler menyatakan siap mematuhi keputusan yang diambil pemerintah terkait pembatasan layanan media social untuk sementara waktu untuk mencegah penyebaran hoaks.

“Seiring perkembangan situasi saat ini, maka Telkomsel sepenuhnya mematuhi keputusan pemerintah seperti yang disampaikan dalam siaran pers Menkopolhukam dan Menkominfo, mengenai pembatasan akses secara bertahap dan sementara ke sejumlah media sosial,” kata GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat dihubungi Tim Telko.id, Rabu (22/5/2019).

Hal senada juga disampaikan pihak XL Axiata, yang menegaskan sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah, terkait pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial.

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei}

“Mengikuti perkembangan situasi saat ini, XL sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah seperti yang disampaikan Menkopolhukam dan Menkominfo soal pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial,” ujar Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih.

Begitupun pihak Indosat Ooredoo juga memastikan siap mematuhi arahan dan keputusan pemerintah untuk membatasi layanan media social.

“Indosat Ooredoo akan sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah soal pembatasan akses layanan telekomunikasi khususnya layanan media sosial,” kata Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Sementara itu, pihak Smartfren Telecon juga menyatakan bahwa akan mematuhi pemerintah untuk melakukan pembatasan layanan telekomunikasi, khususnya secara bertahap khususnya ke sejumlah media sosial.

“Mencermati perkembangan situasi saat ini, Smartfren sepenuhnya mematuhi arahan dan keputusan pemerintah seperti yang disampaikan Menkopolhukam dan Menkominfo, yakni dilakukannya pembatasan akses layanan telekomunikasi secara bertahap ke sejumlah media sosial,” jelas Head of Public Relations Smartfren Ciba Gangga.

Seperti diketahui sebelumnya, Menko Polhukam, Wiranto dan Menkominfo Rudiantara mengatakan adanya pembatasan layanan media sosial (medsos) untuk sementara, yang disampaikan dalam konferensi pers pada hari ini, Rabu (22/5).

“Untuk sementara, untuk menghindari penyebaran berita bohong kepada masyarakat luas, akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah penyebaran hoaks, konten negatif yang bisa berdampak ke masyarakat,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Menko Polhukan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Wiranto menjelaskan, bahwa pemerintah ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Sebab, ia menyebut adanya upaya adu domba di dalam masyarakat melalui berita bohong di medsos.

“Jangan sampai kita diadu domba sehingga persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,” kata Wiranto.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan pemerintah membatasi akses media sosial, terutama pada layanan messaging seperti WhatsApp. Tapi yang dibatasi hanya pengiriman dalam bentuk gambar foto dan video.

“Teman teman akan mengalami pelambatan kalau download dan upload video. Karena viralnya yang negatif mudharotnya ada di sana (layanan messaging-red). Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap,” jelas Rudiantara.

{Baca juga: Kominfo Temukan 1.645 Konten Hoaks Terkait Pemilu 2019}

“Fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan aplikasi messaging juga. Kita tahu modusnya adalah posting di medsos. Facebook, Instagram dalam bentuk video, meme, foto. Kemudian screen capture hoax itu disebarkan melalui WhatsApp. Dan karena viralnya makanya kita batasi,” paparnya.

Sedangkan layanan semacam SMS dan voice tidak bermasalah. Menkominfo menyatakan WhatsApp adalah muara dari berbagai foto atau video yang sebelumnya beredar di media sosial sehingga perlu dibatasi untk sementara.

“Di media sosial Facebook, Instagram, Twitter, kita kadang posting teks video, viralnya selalu di messaging system. Pintu yang kita prioritaskan tidak kita aktifkan adalah video dan foto-foto, gambar,” tuturnya. [HBS]

Samsung Rilis Pembaruan OTA untuk Galaxy A70

0

Telko.id, Jakarta – Samsung merilis pembaruan software untuk smartphone menengah terbarunya, Samsung Galaxy A70 via OTA. Pembaruan dengan nomor A705GMDDU1ASE4 ini sebesar 376MB, dan membawa sejumlah peningkatan serta perbaikan sistem.

Melansir dari GSMArena, Rabu (22/05/2019), pembaruan tersebut memperbaiki sensor sidik jari di layar A70 yang dikeluhkan kurang responsif untuk mengenali jari pengguna.

Lalu, Samsung pun memberikan pacth keamanan bulan Mei untuk sistem A70. Kemudian, dihadirkan fitur Accidental Touch Protection baru untuk layar smartphone seharga Rp 5,7 jutaan ini.

{Baca juga: Samsung Perkenalkan Galaxy A70, Khusus untuk “Generasi Live”}

Kamera Samsung Galaxy A70 juga diberikan peningkatan kuaitas dan fitur baru, yakni mode Beauty Video untuk kamera belakang.

Pembaruan untuk Galaxy A70 ini akan hadir pertama kali di India, dan menyusul untuk negara-negara lainnya termasuk Indonesia pada beberapa minggu ke depan.

Samsung Galaxy A70 sendiri merupakan smartphone menengah dengan spesifikasi yang mumpuni. Smartphone ini mengusung layar berukuran 6,7 inci berjenis Super AMOLED beresolusi Full HD+ dengan desain Infinity-U atau poni kecil berbentuk waterdrop di bagian atasnya.

{Baca juga: Bareng NASA, Samsung Adakan Galaxy Land Pertama di Indonesia}

Untuk spesifikasi, Galaxy A70 ditopang oleh prosesor yang juga digunakan pada Vivo V15 Pro, yaitu octa-core 2.0 GHz Snapdragon 675. Digunakan juga RAM 6GB,  ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,500 mAh yang didukung teknologi fast charging.

Di sektor kamera, Galaxy A70 punya tiga kamera belakang dengan resolusi 32MP aperture f/1.7 sebagai lensa utama (wide-angle), 8MP lensa ultra wide 123° aperture f/2.2, dan lensa depth 5MP. Sedangkan kamera depannya, beresolusi 32MP aperture f/2.0. (FHP)

Warganet Serukan #WhatsAppDown dan #InstagramDown

Telko.id, Jakarta – Hari ini warganet kembali mengeluh dengan layanan WhatsApp dan Instagram. Warganet Indonesia ramai-ramai memasang tagar #WhatsAppDown dan #InstagramDown di media sosial Twitter. Ada apa?

Berdasarkan pantauan Tim Telko.id dari Trends24 pada Rabu (22/05/2019) kedua tagar tersebut masuk dalam jajaran 10 tagar yang paling banyak dicuit oleh warganet. Tagar #InstagramDown berada di urutan pertama dan tagar #WhatsAppDown berada di urutan kelima. Tagar tersebut berada diantara tagar-tagar mengenai Pemilu 2019 dan aksi 22 Mei 2019 yang juga juga sedang ramai dibicarakan.

Situs Down Detector juga mendeteksi terjadinya system down terhadap WhatsApp dan Instagram. Dilansir Telko.id dari Down Detector pada Rabu (22/05/2019) terjadi system down terhadap WhatsApp di Indonesia dan Malaysia. Terlihat dalam peta yang dimiliki Down Detector terlihat bahwa kedua negara tersebut mendapat tanda merah yang menandakan terjadinya gangguan.

Hal serupa juga terjadi di platform Instagram. Berdasarkan pantauan Down Detector pada Rabu (22/05/2019) tanda merah juga berada di wilayah Indonesia serta beberapa wilayah lain seperti Brazil dan Amerika Serikat.  Hingga saat ini WhatsApp dan Instagram masih belum bisa berfungsi dengan normal.

Kasus Instagram dan WhatsApp bukan sekali ini saja terjadi. Pada bulan April 2019 lalu layanan WhatsApp, Instagram, dan Facebook dikabarkan kembali tumbang, karena mengalami server down. Kabar ini cepat menyebar setelah netizen di seluruh dunia mengeluhkan tidak bisa mengakses ketiga layanan tersebut di media sosial.

Berdasarkan pantauan Tim Telko.id dari situs Down Detector pada Minggu (14/04/2019), terjadi peningkatan aduan terhadap 3 platform tersebut sejak sore tadi. Pada aplikasi WhatsApp, aduan meningkat sejak pukul 18.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 19.00 WIB, dimana aplikasi pesan instant itu menerima 2676 pengaduan.

Secara presentase, ada sekitar 40% pengguna melaporkan jika mereka tidak bisa mengirim dan menerima pesan, sedeangkan 38% pengguna melaporkan terkait konektivitas, dan 21% mengeluh tak bisa melakukan log-in di aplikasi tesebut. [NM/HBS]

Kominfo Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks Aksi 22 Mei

Telko.id, Jakarta– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan konten hoaks mengenai aksi unjuk rasa pada Rabu 22 Mei 2019. Hal ini dilakukan untuk menyikapi peredaran konten negatif berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang dikaitkan dengan aksi tersebut.

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu pihaknya menghimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan konten tersebut di media manapun.

“Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” kata Ferdinandus.

Kominfo juga menghimbau semua pihak terutama warganet untuk  menyebarkan informasi tentang kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakukan masyarakat.

{Baca juga: Kominfo Temukan 486 Konten Hoaks, Mayoritas Isu Politik}

Menurut Ferdinandus konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator. Selain itu,  Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif,” tambah Ferdinandus.

{Baca juga: Kominfo Temukan 1.645 Konten Hoaks Terkait Pemilu 2019}

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk  melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta.

Aksi 22 Mei 2019 sendiri merupakan respon masyarakat atas hasil pemilu 2019. Pasca hasil rekapitulasi pemilu 2019 diumumkan pada Selasa kemarin (21/05/2019) elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena menilai jika telah terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu 2019.

Mau Bikin Mobil, Apple Serius Akuisisi Tesla?

Telko.id, Jakarta – Apple sudah lama dikabarkan tertarik untuk membuat mobil. Karena tidak memiliki pengalaman dalam membuat mobil, maka santer diberitakan kalau Apple akan akuisisi Tesla.

Tesla dinilai akan menjadi akuisisi terbaik untuk Apple. Seorang analis pun mengklaim bahwa Apple memang sudah mengajukan penawaran serius untuk Tesla pada 2013 silam.

Analis Roth Capital Partners, Craig Irwin, menyatakan bahwa Apple telah melakukan upaya serius untuk mengakuisisi Tesla pada 2013 dengan mengajukan penawaran sekitar USD 240 atau Rp 3,4 jutaan per lembar saham.

{Baca juga: Tim Cook: Apple Rajin Caplok Perusahaan Startup}

Sayang, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (22/05/2019), tidak diketahui seberapa jauh negosiasi antara Apple dan Tesla berlangsung saat itu. Namun, Irwin menjamin 100 persen kesahihan laporan tersebut.

“Saya telah melakukan pemeriksaan berganda dengan lebih dari satu sumber. Saya memiliki keyakinan penuh bahwa informasi ini dapat dipercaya. Soal laporan lebih lanjut, saya tidak tahu,” jelasnya.

{Baca juga: Siap-siap IPO, Uber Berambisi Jadi Perusahaan Rp 1.300 Triliun}

Beberapa waktu lalu, Apple dikabarkan memecat lebih dari 200 karyawan yang bekerja di Project Titan. Project Titan adalah proyek pengembangan teknologi mobil tanpa awak yang digagas Tim Cook dkk.

Kabar pemecatan tersebut disampaikan oleh orang dalam yang ikut dalam Project Titan. Perusahaan pun mengakui telah melakukan pemutusan hubungan kerja. Sayang, Apple tak memberi penjelasan gamblang. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo