spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1154

Apple Bakal “Sentil” MeetMe dari Toko Aplikasi, Ada Apa?

Telko.id, Jakarta – Apple kini sedang meninjau apakah harus mencabut layanan streaming dan kencan MeetMe dari toko aplikasinya. Hal itu dilakukan setelah perusahaan menerima kritik pedas yang menyebut aplikasi itu penuh dengan tindak pelacuran dan kejahatan seksual lainnya.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menyelidiki aplikasi kencan yang memungkinkan pengguna mengirim uang digital kepada orang-orang yang menonton konten seksual.

Menurut dokumen yang diperoleh The Post, seorang penyelidik swasta menyerahkan laporan yang merinci dugaan pelacuran yang ilegal, dan konten seksual, yang dilarang oleh persyaratan layanan Apple.

“Saya sangat menghargai anda mengirimkan semuanya karena dampaknya cukup serius,” tulis reviewer app store dalam email yang dikirim ke penyelidik.

“Seseorang dari tim akan menyelidiki dan menindaklanjuti sesuai kebutuhan,” kata reviewer dalam email, yang diteruskan kepada The Post oleh seorang penyelidik.

Penyelidik yang tidak ingin disebutkan namanya itu juga memberikan gambar tanpa tanggal kepada The Post, yang menurutnya diambil oleh pengguna MeetMe. Gambar itu menunjukkan dua gadis muda, satu memakai kawat gigi, menonton seorang pria melepas pakaiannya.

“Kami bekerja keras untuk menjaga lingkungan yang aman di semua aplikasi seluler kami, dan tetap berhubungan dengan penegak hukum jika ada ancaman langsung terhadap keselamatan fisik,” kata Brandyn Bissinger, juru bicara perusahaan induk The Meet Group.

Pihak perusahaan pembuat MeetMe mengaku selalu memantau aplikasi 24 jam sehari, dan tidak mengizinkan pelacuran.

Sementara itu, pada Jumat (21/6/2019)  seorang lelaki berusia 22 tahun di Missouri diketahui menggunakan aplikasi itu untuk menemukan seorang gadis berusia 11 tahun dan memperkosanya. [BA/IF]

Viral Foto Anak Terjepit Eskalator, Bikin Ngeri!

Telko.id, Jakarta – Setelah dikejutkan dengan video seorang wanita yang lehernya nyaris patah gara-gara bermain di eskalator, kali ini warganet kembali dibuat bergidik ngeri dengan kejadian serupa. Bukan wanita, kali ini korbannya adalah seorang anak berusia sekitar dua tahun. Kok bisa?

Kejadian ini terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Bintulu, Serawak, Malaysia. Dalam foto yang diposting di Twitter oleh pemilik akun @999Malaysia, tampak seorang anak laki-laki berusia sekitar dua tahun, dengan jari-jari tertancap di tangga eskalator.

{Baca juga: Video Horor, Leher Gadis Ini Nyaris Putus saat Bermain Eskalator}

Dari foto yang telah tersebar di internet, tampak anak itu dipegang oleh ibunya, sementara beberapa orang berusaha mengeluarkan jarinya yang terjepit dan mengeluarkan darah.

Warganet pun merasa geram dan menuduh ibu anak tersebut lalai sehingga menyebabkan jari anaknya terjepit eskalator.

{Baca juga: Tragis! Bayi Jatuh dari Eskalator Terekam CCTV, Netizen Ngamuk!}

Warganet juga mengingatkan para orangtua agar benar-benar mengawasi anak mereka, khususnya ketika berada di tempat umum. Sementara ada juga yang menyarankan agar pasangan suami istri harus menjalani kursus tentang mengasuh anak dulu sebelum menjadi orang tua.

Bicara soal eskalator dan anaka-anak, sebelumnya sebuah peristiwa tragis juga pernah terjadi. Tepatnya ketika seorang bayi jatuh dari atas eskalator di pusat perbelanjaan di Dongguan, China. Lewat video yang terekam CCTV, bayi itu tiba-tiba terlepas dari genggaman ibunya dan jatuh dari lantai tiga.

Bayi berusia tiga bulan ini tewas dalam kondisi yang mengerikan. Menurut China Press, saat itu, ia ditemani putra sulungnya, yang berdiri di sebelah kanannya pada saat kejadian.

Galaxy A10s Muncul FCC, Bawa Kamera Ganda dan Baterai 3.900 mAh

0

Telko.id, Jakarta – Samsung meluncurkan Galaxy A10 pada bulan Februari tahun ini, dan kemudian dilanjutkan dengan Galaxy A10e beberapa waktu lalu. Sekarang, anggota baru dalam keluarga smartphone ini sepertinya akan bergabung. Dan dia adalah Galaxy A10s.

Tanda-tanda mengenai kedatangan ponsel baru ini diketahui setelah sebuah perangkat dengan nomor model SM-A107F, yang diyakini sebagai Galaxy A10s, tampak di FCC. Mengisyaratkan bahwa ponsel ini sedang dalam perjalanan.

{Baca juga: Bukan di Pinggir, “Tompel” Galaxy Note 10 Ada di Tengah}

Menurut laporan GSMArena, Minggu (23/6/2019), daftar FCC mengungkapkan bahwa smartphone ini akan mengemas baterai 3.900 mAh. Daftar ini juga mencakup skema smartphone yang menunjukkan pengaturan dua kamera di bagian belakang disertai dengan lampu kilat LED dan pemindai sidik jari.

Selain itu, smartphone ini juga memiliki jack headphone di bagian bawah di sisi kanan port USB.

SM-A10F berukuran panjang 157 mm, lebar 75,8 mm, dan 174,3 mm, yang berarti 6,86 inci, meskipun jelas tidak semuanya menjadi layar.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Sebagai perbandingan, Galaxy A10 memiliki layar 6,2 inci, kamera belakang tunggal 13MP, baterai 3.400 mAh, dan tidak memiliki pemindai sidik jari seperti A10s.

Semantara Galaxy A10 ditenagai oleh Exynos 7884 SoC, masih harus dilihat apakah chipset yang sama juga akan mentenagai Galaxy A10s. Atau, bisa jadi Samsung akan menempatkan yang lebih kuat di dalamnya. Kita lihat saja.

LG Siapkan Sebuah Ponsel dengan Kamera Berlubang?

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah paten untuk smartphone dengan kamera bergaya punch hole telah diperoleh LG dari Turkish Patent Institute. Ini akan menjadi ponsel pertama LG dengan solusi semacam itu, dengan catatan smartphone benar-benar terwujud.

Mengacu pada laporan GSMArena, Minggu, (23/6/2019), skema dalam aplikasi menggambarkan sebuah lubang di sudut kiri atas layar, benar-benar berbeda dari penempatan di kanan atas milik Samsung.

Di bagian belakang, ponsel digambarkan sangat mirip dengan LG V40 ThinQ, lengkap dengan pembaca sidik jari. Ya, LG sepertinya tidak begitu tertarik untuk menempatkan pembaca sidik jari di bawah layar atau semacamnya di sekitar itu.

{Baca juga: LG Mengajukan Paten Smartphone Lipat}

Sekedar informasi, laporan ini tidak menampilkan bukti akurat mengenai aplikasi paten, lantaran GSMArena tidak menemukannya dalam database regulator yang tersedia untuk umum. Jadi, ada berbagai kemungkinan mengenai paten ini, yakni terkait apakah ini palsu, pihak LG sengaja menyembunyikannya, atau… pencarian belum sempurna. Apapun itu, tidak akan menjadi hal yang mengejutkan lagi bagi kita seandainya di hari-hari ke depan LG datang dengan sebuah ponsel dengan kamera berlubang.

Bicara mengenai paten smartphone, sebelumnya pabrikan ponsel asal Korea Selatan ini juga diketahui telah mendaftarkan hak paten teknologi yang bisa membuat layar ponsel menjadi pengeras suara (speaker) dan penguat suara (amplifier). Teknologi itu awalnya bernama Crystal Sound OLED Technology, tetapi kemudian berubah menjadi LG Display Speaker.

{Baca juga: Mirip Film Avengers, LG akan Bikin Smartphone Transparan}

Teknologi LG Display Speaker berfungsi untuk memperkuat suara melalui getaran permukaan layar. Getaran tersebut menghasilkan suara dari seluruh layar OLED. Sebelumnya, teknologi getaran permukaan layar sempat dipamerkan pada LG G8 ThinQ pada Mobile World Congres 2019.

Dilansir BGR, teknologi Mobile World Congres 2019 menggunakan layar sebagai diafragma untuk menghasilkan getaran. Getaran itulah yang memproduksi suara. Teknologi LG Display Speaker akan membantu meningkatkan kualitas suara di perangkat berbasis mobile.

Trump Perintahkan Tentara Cyber Serang Iran, Ada Apa?

Telko.id, Jakarta – Komando Cyber ​​Amerika Serikat pada hari Kamis dilaporkan telah melancarkan operasi terhadap kelompok mata-mata Iran yang memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Iran.

Kelompok Iran diyakini telah mendukung serangan rancu terhadap dua kapal tanker awal pekan lalu, yang mengakibatkan AS meningkatkan postur militernya terhadap negara itu. Kelompok ini dilaporkan melacak dan menargetkan kapal militer dan sipil yang berlayar melalui Selat Hormuz.

Dilaporkan Business Insider, Sabtu (22/6/2019), Presiden Donald Trump mundur dari serangan balasan terhadap Korps Pengawal Revolusi Iran pada Kamis malam, setelah jatuhnya pesawat tak berawak AS pada hari Rabu. Para pejabat dikatakan telah merencanakan untuk menyerang sebelum fajar pada hari Jumat dan memilih untuk menargetkan baterai radar dan rudal.

{Baca juga: Peretas China Incar Satelit Operator di Asia Tenggara}

Trump mengklaim bahwa dia ingin sekali menyerang Iran, tetapi memutuskan untuk membatalkan rencananya setelah diberi masukan bahwa akan ada setidaknya 150 korban akibat serangan itu.

“[Sepuluh] menit sebelum penyerangan, saya menghentikannya, tidak ada gunanya dengan menembak jatuh pesawat tak berawak,” kata Trump dalam cuitannya.

Trump sendiri diketahui telah memberikan otonomi lebih kepada komando militer AS (CYBERCOM) untuk operasi terkait dunia maya, dan mengizinkannya untuk melakukan serangan ofensif terhadap musuh asing selama masa kepresidenannya.

{Baca juga: Siap Perang, Rusia Bangun ‘War Cloud’ Raksasa}

Strategi baru ini memungkinkan CYBERCOM melakukan beberapa operasinya tanpa berkonsultasi dengan pejabat Gedung Putih atau lembaga pemerintah lainnya.

John Bolton, penasihat keamanan nasional AS mengatakan bahwa Iran mungkin berusaha untuk meluncurkan serangan siber terhadap AS dalam upaya memperuncing permusuhan. Pada 2016, Departemen Kehakiman mendakwa tujuh orang Iran karena diduga mengoordinasikan serangan dunia maya finansial yang “mengakibatkan ratusan ribu pelanggan tidak dapat mengakses akun mereka dan puluhan juta dolar dihabiskan oleh perusahaan-perusahaan yang mencoba tetap online melalui serangan-serangan ini.”

Huawei Mate X Meluncur September, dengan Dukungan Android

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah kabar baik datang dari Huawei, di tengah semua problematika yang sedang dihadapinya. Usut punya usut, Mate X akan segera diluncurkan perusahaan setidaknya sebelum akhir tahun.

Hal ini sebagaimana diungkap Presiden Huawei untuk kawasan Eropa Barat, Vincent Pang. Dalam wawancara dengan Techradar, Pang menuturkan bahwa ponsel lipat andalan perusahaan itu akan datang pada bulan September – paling lambat. “Mungkin lebih awal, tapi pasti September dijamin,” katanya.

Pang juga mengatakan bahwa ponsel akan ditenagai Android yang sudah diinstal pada saat peluncuran. Kok bisa?

{Baca juga: 17 Smartphone Huawei yang Dapat Android Q, Ini Daftarnya}

Menurut Eksekutif Huawei, ini lantaran perangkat telah diumumkan sejak jauh-jauh hari (Februari), jauh sebelum Huawei masuk ke dalam Daftar Entitas Departemen Perdagangan AS bulan lalu. Jadi ponsel tidak dicakup oleh larangan tersebut.

Ini adalah kejutan yang akan disambut baik oleh banyak orang, setelah semua polemik yang mendera perusahaan asal China itu.

Namun demikian, perangkat Huawei lainnya, dalam hal ini yang masuk ke jajaran Mate 30 akan tetap menjalankan HongmengOS milik Huawei sendiri.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Peng mengatakan bahwa Mate X akan tersedia di negara mana saja dengan layanan 5G kecuali untuk AS. Para pembuat undang-undang AS menganggap Huawei sebagai musuh publik nomor satu karena berpotensi memberikan berbagai informasi yang dikumpulkannya dari pengguna kepada pemerintah komunis di Beijing.

Mate X memiliki layar menghadap ke depan 6,6 inci dengan resolusi 1.148 x 2.480 piksel. Pada saat yang sama, tampilan belakang berukuran 6,4 inci dengan resolusi serupa. Saat perangkat dibuka, kedua layar menjadi tablet 8 inci yang hampir berbentuk bujur sangkar dengan resolusi 2.200 x 2.480.

Jika mengacu pada pemberitaan sebelumnya, ponsel layar lipat besutan Huawei ini kemungkinan besar akan dipatok pada harga Rp 37 juta.

Gara-gara Kuis Online, Pria Ini Diteror Debt Collector

Telko.id, Jakarta – Sebagian besar dari kita mungkin pernah melihat atau mengikuti kuis online bukan? Kuis-kuis itu ada yang dapat menemukan kepribadian kita, sifat tersembunyi, atau bahkan sekadar menguji kepintaran berdasarkan IQ. Tujuannya sederhana, bersenang-senang.

Tapi, tahukah Anda bahwa mengikuti kuis semacam itu ternyata bisa juga mendatangkan bahaya?

Seperti yang dilakukan ,Liu, seorang pria berusia 45 tahun di Singapura.  Awalnya, ia merasa penasaran melihat sebuah iklan untuk kuis IQ ketika membuka Facebook pada 9 April 2019 lalu.

Liu pun lantas mengklik kuis tersebut, dan mulai bermain dengan menjawab 20 pertanyaan, hingga mencapai akhir. Dia diminta untuk mengisi detail pribadinya di akhir kuis, dan dia pun melanjutkannya. Dengan harapan hasil akan dikirimkan melalui alamat email.

Namun, Liu mulai merasakan adanya kejanggalan ketika kuis menanyakan detail kartu kredit miliknya. Terkejut, karena tidak disebutkan bahwa dia perlu membayar kuis, dia pun dengan cepat keluar dari halaman.

Mengejutkannya, ia menerima surat dari AG Collection Agency, yang mengatakan bahwa mereka memiliki hasil kuis IQ-nya, namun ia harus membayar untuk itu seharga SGD59 atau sekitar Rp 614 ribu. Di dalam surat itu ada faktur untuk tes IQ, instruksi tentang cara bayar menggunakan Paypal dan sertifikat yang menunjukkan hasil tes IQ bersama beberapa informasi umum mengenai tanda kurung IQ yang berbeda.

Liu membalas email tersebut dan mengatakan bahwa dia tidak menginginkan hasil tes itu lagi. Namun demikian, orang yang menjawabnya bersikeras bahwa dia harus membayarnya karena dia sudah menyelesaikan kuis.

Liu yang merasa muak kemudian memutuskan untuk mengabaikan surat tersebut. Namun, pihak AG Collection tanpa henti mengiriminya email – setidaknya empat atau lima dalam dua bulan, dan menuntut dia harus membayar.

Ketika dia tidak menjawab, agensi mengancam akan membawa masalah tersebut kepada agen penagih utang dan tim hukum mereka.

Pada 3 Juni, seperti dilaporkan Worldofbuzz, Sabtu (22/6/2019), email kembali datang untuk Liu, mengatakan bahwa saat ini pria itu berutang sebesar SGD89 atau sekitar Rp 927 ribu, termasuk SGD59 atau sekitar Rp 614 ribu dan “biaya pengingat” tersebut.

Dalam surat itu, perusahaan mengatakan kepada Liu bahwa dia punya waktu lima hari untuk menghapus “utangnya”, kalau tidak mereka akan mengirim surat somasi. Dia juga mulai menerima pesan hitung mundur untuk mengingatkannya agar membayar.

Karena perusahaan memiliki informasi pribadinya, Liu khawatir mereka akan melakukan sesuatu yang berbahaya dengan perincian sensitif ini.

Dia akhirnya melapor ke pihak berwenang, untuk memperingatkan publik tentang masalah ini. Berdasarkan penelusuran di internet, diketahui bahwa penipuan ini sebenarnya telah ada selama beberapa tahun.

Beberapa website Norwegia juga telah menulis tentang penipuan ini, dan sepertinya saat ini sedang beredar di Singapura.

Belum diketahui, apakah ada orang Indonesia yang pernah menjadi korban penipuan ini. Yang pasti, sebaiknya berhati-hati dalam memberikan informasi anda secara online. [BA/IF]

Penjara Oregon Larang Narapidana Baca Buku Tentang Teknologi

Telko.id, Jakarta – Departemen Pemasyarakatan Oregon [DOC] melarang para narapidana membaca buku-buku mengenai teknologi dan pemrograman. Pun meski banyak diantaranya mengajarkan keterampilan dasar untuk banyak pekerjaan tingkat pemula. Usut punya usut, ini dilakukan DOC lantaran buku-buku tersebut dianggap dapat menimbulkan ancaman keamanan.

Setidaknya 1.600 judul buku, seperti dilaporkan Salem, dilarang oleh lembaga negara tersebut. Daftar ini dimaksudkan untuk membantu penjara negara bagian agar mengetahui buku mana yang harus ditahan dari narapidana.

Di dalam daftar ini ada banyak buku tentang teknologi — seperti Blockchain Revolution, Python Programming For Beginners, The Hidden Language Of Computer Hardware And Software, dan Windows 10 for Dummies.

{Baca juga: Retas Komputer Penjara, 364 Napi Gondol Rp 2,3 Miliar}

“Sama sekali tidak ada yang akan menimbulkan risiko keamanan. Buku-buku itu ditulis untuk konsumen — orang-orang di rumah,” kata Andy Rathbone, penulis Windows 10 for Dummies, dan beberapa buku lain dalam daftar terlarang.

Seperti yang diungkapkan Motherboard, buku-buku tentang peretasan memang bisa menimbulkan ancaman. Apalagi setelah ada upaya untuk meretas sistem komputer fasilitas pemasyarakatan.

“Saya tidak sepenuhnya terkejut bahwa buku saya ada di daftar itu,” imbuh Justin Seitz, penulis Black Hat Python. “Saya pikir yang lebih mengejutkan adalah beberapa yang lain, yang lebih mendasar. Mempelajari bahasa pemrograman dengan sendirinya tidaklah berbahaya.”

{Baca juga: Bisnis Bitcoin, Pria Ini Dipenjara Dua Tahun}

Kelly Raths, seorang administrator DOC Oregon yang mengawasi ruang buku, mengatakan kepada Salem bahwa buku-buku tentang teknologi diperiksa oleh sekelompok pekerja IT dengan pemahaman tentang ancaman keamanan penjara. Dia mengatakan bahwa itu memungkinkan para narapidana untuk memiliki “banyak akses ke komputer,” tetapi ketika penjara mulai memberi orang-orang di dalamnya akses ke komputer, beberapa dari mereka meninggalkan pesan untuk narapidana lain melalui komputer.

“Itu ancaman signifikan bagi kami,” kata Raths.

Akhirnya, untuk mengurangi ancaman itu, DOC bukan saja melarang beberapa buku untuk dibaca, mereka juga membatasi akses ke komputer bagi narapidana. Demikian dilaporkan Gizmodo, Sabtu, (22/6/2019).

CC Series, Seri Baru Smartphone Xioami di Ranah Fotografi

0

Telko.id, Jakarta – Berbekal akuisisi terbarunya dengan Meitu, yang memang dikenal fokus pada smartphone selfie, Xiaomi baru-baru ini memperkenalkan sebuah seri anyar bertajuk CC. Dirancang untuk unggul dalam urusan fotografi, baik kamera depan maupun belakang, Mi CC akan diawasi oleh entitas yang baru didirikan bernama Xiaomi x Meitu AI Beauty Lab.

Menurut Xiaomi, seperti dilaporkan GSMArena, Sabtu (22/6/2019), merek baru ini akan membantu vendor ponsel pintar nomor 4 dunia itu untuk memperluas dan mendiversifikasi basis pengguna ponsel pintarnya yang tersebar di 80 pasar.

Seri terbaru ini diperkenalkan oleh sang CEO, Lei Jun. Di saat yang bersamaan, ia pun menjelaskan makna di balik nama itu. Usut punya usut, ini berarti Colourful & Creative, dan dikembangkan oleh sebuah tim yang dipanggil Chic & Cool 90.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Xiaomi CC akan menjadi merek ketiga perusahaan setelah Mi dan Redmi. Dan ini akan menjadi seri yang berbeda, karena dirancang oleh siswa seni dan menyasar anak-anak muda.

Nah, mengingat Tim Chic & Cool 90 cenderung mengejar estetika, apakah itu artinya ponsel ini akan condong kepada spesifikasi yang kurang mengesankan? Kita lihat saja. Xiaomi tidak memeperkenalkan ponsel apapun pada saat pengumuman, sehingga kedatangan CC9 dengan kamera flip itu sepertinya masih harus ditunggu.

Sebelumnya, Xiaomi juga dikabarkan sedang bersiap untuk meluncurkan versi global dari “smartphone gahar” lainnya setelah Xiaomi 9T. Dipanggil Mi 9T Pro, smartphone ini akan menjadi versi global dari Redmi K20 Pro.

{Baca juga: Xiaomi Nge-Troll OnePlus Pakai AnTuTu Redmi K20 Pro}

Kabar mengenai kemunculan Mi 9T Pro ini datang salah satu anggota dari XDA Developer membongkar aplikasi kamera MIUI dan menemukan kode watermark dari Xiaomi Mi 9T Pro

Menurut laporan XDA Developer, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (19/06/2019), ada tiga watermark kamera yang ditemukan, dan merujuk pada tiga varian dari Redmi K20 Pro.

Sekadar informasi, Redmi K20 Pro menjadi “flagship killer” versi pro yang dirilis Xiaomi beberapa waktu lalu. Smartphone ini mengusung layar berjenis OLED dengan ukuran 6,39 inci dan beresolusi Full HD+, serta aspek rasionya mencapai 19,5 : 9.

Gandeng ZTE, Telkom Siap Kembangkan Jaringan 5G

Telko.id,Jakarta– Telkom Indonesia (Persero) Tbk tertarik mengembangkan jaringan 5G. Perusahaan plat merah tersebut menggandeng ZTE Corporation untuk mengembangkan jaringan generasi kelima tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Jumat (21/06/2019) mereka telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama untuk pengembangan jaringan 5G dan eksplorasi bidang baru 5G di Indonesia.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Senior Vice President Media and Digital Business Telkom Indonesia, Joddy Hernady dan Sales Director ZTE Indonesia, Wu Yao pada.

Pada penandatanganan tersebut turut juga dihadiri oleh Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah dan Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Faizal R. Djoemadi dan petinggi dari ZTE Global.

{Baca juga:  ZTE akan Terapkan Jaringan 5G di Tahun 2018}

Diharapkan kerjasama yang terjalin dapat memberikan manfaat, khususnya untuk pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

Kerjasama ZTE dan Telkom Indonesia telah terjalin lama dalam berbagai bidang seperti fixed access, bearer transmission, core network, dan teknologi lainnya.

“Nota kesepahaman ini menandakan kesiapan ZTE dan Telkom Indonesia untuk menyambut era 5G yang akan datang,” tulis pihak ZTE.

Sebelumnya, Telkomsel juga turut mengembangkan jaringan 5G. Direktur Network Telkomsel, Iskriono Windiarjanto mengatakan Telkomsel memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan dan implementesi teknologi terkini di Tanah Air, seperti jaringan 5G.

“Kami pun sudah mempersiapkan untuk adopsi generasi baru dari koneksi broadband ini, namun untuk adopsinya di Indonesia masih banyak yang harus dipersiapkan,” kata Iskriono dalam keterangannya, Minggu (15/6/2019).

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Pemerintah, menurut Iskriono, perlu mengkaji kesiapan perangkat dan alokasi spektrum untuk jaringan 5G. Serta persiapan yang matang jika 5G ingin dialokasikan untuk Internet of Things (IoT).

“Termasuk alokasi spektrum yang saat ini sedang dikaji lebih lanjut oleh pemerintah. Untuk IoT dengan 5G di Indonesia juga masih banyak yang harus dipersiapkan,” tambah Iskriono. (NM/HBS)