spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1153

Google Hadirkan “Fitur Snapchat” di Google Duo?

Telko.id, Jakarta – Google Duo kedatangan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk dapat saling mengirimkan foto satu sama lain. Fitur ini pertama kali ditemukan oleh 9to5Google, yang mengatakan kalau fitur ini akan mirip dengan Snapchat.

Dilansir dari Ubegizmo, Senin (24/06/2019), fitur berbagi foto di Google Duo disebut mirip dengan Snapchat. Sebab, pengguna dapat mengirimkan pesan berisi foto yang hanya dapat dilihat selama 24 jam ke depan.

Akan tetapi, fitur ini ini tidak membuat pengguna bisa mengirimkan foto secara langsung di Duo. Karena, pengguna hanya daapat mengirim foto melalui fitur Share di Google Photos dan Files Google saja.

{Baca juga: Video Call di Google Duo Kini Bisa Serombongan}

Google sendiri belum memberikan konfirmasinya terkait laporan ini. Google Duo merupakan aplikasi yang terus mendapatkan sambutan positif dari pengguna, sehingga tak heran kalau Google terus menghadirkan fitur baru di dalam aplikasi.

Seperti sebelumnya, raksasa pencarian ini penggunanya untuk melakukan panggilan video hingga 8 orang secara bersamaan. Fitur ini bernama Group Video Call, yang membuat pengguna dapat berkomunikasi secara bersamaan dengan 7 pengguna lainnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

Untuk menggunakan fitur tersebut, cukup mudah. Anda hanya harus membuat grup dengan menekan tombol Create Group, dan tambahkan 7 orang lainnya yang juga menggunakan Google Duo.

Kemudian, beri nama grup Anda tersebut. Setelah itu, Anda bisa langsung berkomunikasi dengan mereka secara langsung dengan menekan ikon grup yang telah dibuat sebelumnya. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Perusahaan Ini Tolak Kirim Paket Berisi Smartphone Huawei

Telko.id, Jakarta – Minggu ini, perusahaan pengiriman barang dan ekspedisi, FedEx kabarnya menolak mengirim paket berisi smartphone Huawei dari Inggris ke Amerika Serikat (AS). Permintaan tersebut datang dari penulis di PC Magazine.

Seperti dikutip Telko.id dari Android Authority, Senin (24/06/2019), sang penulis mencoba mengirim paket berisi smartphone Huawei dari kantor di Inggris ke AS. Namun, paket itu dikembalikan kepadanya.

Paket dikirim dari London ke Indianapolis dari perusahaan Parcelforce ke rekanannya di AS, yakni FedEx. Paket dikembalikan dengan alasan sekarang sedang ada masalah antara AS dengan Huawei dan China.

{Baca juga: Huawei Mate X Meluncur September, dengan Dukungan Android}

FedEx menyatakan tidak mau terlibat masalah. PC Magazine kemudian mencoba mengirim paket yang sama dengan perusahaan ekspedisi lain, yakni UPS. Paket tersebut pun kemudian bisa dikirim ke tujuan.

PC Magazine sempat mengonfirmasi hal itu kepada Huawei. Huawei menerangkan bahwa apa yang dilakukan oleh FedEx merupakan kesalahan tafsir atas perintah AS. FedEx lantas memberi pernyataan resmi.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Mereka mengaku telah melakukan kesalahan. “Kami mohon maaf atas kesalahan operasional yang terjadi.  Harus dimaklumi, kami berkomitmen untuk mematuhi semua peraturan dan regulasi AS,” ujar perusahaan pengiriman ini.

FedEx menegaskan siap dan bersedia menerima serta mengangkut semua jenis produk Huawei. Kecuali, lanjut perusahaan, untuk pengiriman apa pun ke entitas Huawei yang terdaftar di daftar pemerintah AS. (SN/FHP)

Sumber: Android Authority

Bayi di Bekasi Dinamai “Google”, Artinya Bikin Terinspirasi

Telko.id, Jakarta – Nama merupakan doa yang diberikan orang tua kepada anaknya. Seperti seorang bayi di Bekasi, Jawa Barat yang dinamai kedua orang tuanya dengan nama “Google”. Sang orang tua berharap, agar bayi Google bisa berguna dan menginspirasi layaknya raksasa teknologi Google.

Dikutip Telko.id dari AsiaOne, Senin (24/06/2019), Kepala Badan Kependudukan dan Catatan Sipil Bekasi, Oke Kusmayadi mengatakan bahwa bayi Google lahir pada November 2018.

Orangtua Google adalah pasangan Andi Cahya Saputra dan Ella Karina. Mereka pun buka suara terkait alasan memberi nama Google kepada anak keduanya.

{Baca juga: Bayi Bernama Caroline Ini Hanya Merespon kalau Dipanggil “Alexa”}

Ella mengatakan bahwa ide memberi nama Google muncul dari suaminya, Andi Cahya dengan mengacu pada perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Awalnya, Ella dan kerabat menolak pemberian nama dari sang suami. Namun, Andi menjelaskan tujuan kenapa anaknya diberi nama Google, sehingga Ella pun paham.

“Pada awalnya, saya menolak untuk memanggilnya Google. Tetapi saya mulai menyukai gagasan itu setelah suami saya menjelaskan kepada saya bahwa nama itu akan menginspirasi putra kami untuk menjadi pemimpin yang membantu,” katanya.

Mereka pun berharap jika nama Google dapat menginspirasi sang anak untuk menjadi pemimpin dan menjadi paling tahu layaknya mesin pencari Google.

“Saya berharap anak saya akan tumbuh menjadi seorang pemimpin yang berguna bagi banyak orang lain,” katanya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

Bayi Google pun menjadi viral dan melahirkan beragam komentar dari warganet. Menanggapi hal tersebut Ella tidak pernah peduli tentang pendapat luar tentang nama putranya.

“Banyak orang mengkritik keputusan kami, mengatakan bahwa kami harus menamai anak ketiga kami dengan WhatsApp. Saya tidak memedulikan pendapat mereka karena mereka tidak mengerti apa arti nama putra kami yang sebenarnya,” tutupnya. (NM/FHP)

Sumber: AsiaOne

Xiaomi Siapkan Seri Khusus Fotografi dan Selfie, Ini Namanya!

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Redmi dan Mi Series, Xiaomi meluncurkan lini seri smartphone terbaru lainnya, yakni Xiaomi CC Series. Seri tersebut diperkenalkan oleh bos Xiaomi, Lei Jun, dan kabarnya Xiaomi telah mempersiapkan dua smartphone baru bernama Xiaomi CC9 dan Xiaomi CC9e sebagai produk pertama di lini seri ini.

Dilansir dari GSMArena, Senin (24/06/2019), CC Series muncul setelah Xiaomi mengakuisisi perusahaan smartphone, Meitu di tahun lalu. Nantinya, smartphone di seri ini akan fokus ke sektor fotografi, khususnya selfie.

Dijelaskan Lei Jun, ada arti tersendiri di balik nama “CC”, yaitu Colorful & Creative. Menurutnya, seri tersebut akan dirancang oleh tim bernama “Chic & Cool 90” yang berisi anak-anak muda di bidang seni dan estetika.

{Baca juga: Xiaomi Nge-Troll OnePlus Pakai AnTuTu Redmi K20 Pro}

Xiaomi sendiri telah memamerkan video promosi soal Xiaomi CC Series di media sosial Weibo. Dalam videonya, brand asal China tersebut memperlihatkan anak berusia 8 tahun bernama Gavin Thomas yang sedang mengambil foto selfie menggunakan CC9e.

Terlihat, smartphone tersebut tampak memiliki notch atau poni di bagian atasnya dengan desain waterdropBezel-nya juga tampak tipis, dan dilaporkan bakal mengusung layar berjenis Super AMOLED, mirip Xiaomi Mi 9 SE.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Ukuran layarnya 6,39 inci, punya kamera depan 32MP, kamera utama 48MP, prosesor Snapdragon 712, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh. CC Series dari Xiaomi rumornya akan diluncurkan tak lama lagi, jadi kita tunggu saja ya! (FHP)

Sumber: GSMArena

Marak “Dark Social Media”, Menkominfo Surati Bos Facebook

Telko.id, Jakarta Menkominfo Rudiantara mengaku telah menyurati bos Facebook, Mark Zuckerberg terkait “Dark Social Media“. Rudiantara ingin segera mengantisipasi fenomena yang sekarang telah ramai di dunia maya.

Sekadar informasi, dark social media merupakan istilah yang menggambarkan penggunaan media sosial secara serampangan. Untuk itu, Rudiantara berusaha melakukan langkah konkret, dengan menyurati bos Facebook sebagai salah satu strateginya.

“Proses sejauh ini belum tahu. Tapi saya sudah minta, sudah kirim surat ke Mark Zuckerberg minta ini,” kata Rudiantara.

{Baca juga: Kominfo Perpanjang Masa Aduan Penyalahgunaan Data Facebook}

Menurutnya, ia telah meminta Facebook agar pembukaan tiap akun pengguna yang referensinya di Indonesia harus menggunakan ponsel. Salah satu tujuannya, yakni menghindari pengguna medsos anonim alias tanpa identitas. 

“Mengapa? Karena ponsel yang prabayar pun di Indonesia kan sudah mulai registrasi. Jadi, kita menghindarkan yang namanya dark media social,” imbuhnya.

Rudiantara juga mengkonfirmasi, ia dan jajarannya telah mengirimkan surat tersebut kepada Mark Zuckerberg pada bulan Juni ini. “Sudah, di bulan Juni ini (kirim surat ke Mark Zuckerberg),” pungkasnya.

Rudiantara sudah cukup lama menyoroti Facebook. Sebelumnya, ia bercerita tentang sulitnya bekerja sama dengan Facebook dalam memblokir konten hoaks. Menurutnya, Facebook menjadi platform yang paling rendah dalam pemenuhan permintaan pemerintah untuk melakukan blokir konten hoaks.

Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kominfo di Gedung Wisma Nusantara II, Jakarta, Senin (13/05/2019), anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty mengatakan bahwa Facebook akan menuruti pemblokiran konten hoaks.

{Baca juga: Terkait Blokir Hoaks, Menkominfo: Facebook Sulit Diajak Kerjasama}

Tetapi Rudiantara membantah pernyataan Evita. Menurut pria yang akrab dipanggil Chief RA ini platform pimpinan Mark Zuckerberg itu sulit untuk diminta melakukan pemblokiran hoaks.

Wow! Samsung Persiapkan Galaxy A90 dengan Fast Charging 45W

0

Telko.id, Jakarta – Samsung dilaporkan sedang mempersiapkan smartphone menengah ke atas terbarunya, Samsung Galaxy A90. Nama itu terdengar akrab, karena sebelum Samsung Galaxy A80 diluncurkan beberapa waktu lalu di Thailand, smartphone tersebut sempat dirumorkan akan bernama Galaxy A90.

Dilansir Telko.id dari SamMobile, Senin (24/06/2019), smartphone ini akan disematkan fitur yang bahkan tidak ada di seri Samsung Galaxy S10 5G sekalipun, yaitu fast charging 45W.

Bila dihitung, kecepatan fast charging dari Samsung Galaxy A90 yang akan diluncurkan 3 kali lebih cepat dari fast charging yang digunakan pada seri Galaxy S10e, S10, dan S10 Plus. Sekedar informasi, ketiganya hanya mengadopsi teknologi fast charging 15W saja.

{Baca juga: Samsung Galaxy A80, Pertama dengan Tiga Kamera Depan dan 48MP}

Meski demikian, A90 tidak menjadi smartphone Samsung pertama yang mengusung teknologi tersebut. Sebab, ada Samsung Galaxy Note 10 Pro yang dikabarkan akan pertama kali mengandalkan teknologi charging cepat 45W saat diperkenalkan pada Agustus nanti.

Selain teknologi charging yang super cepat, A90 pun bakal mengandalkan tiga kamera belakang, layar besar, dan setidaknya satu model dengan dukungan teknologi 5G.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Di kesempatan lain, leakster @OnLeaks via Twitter mengatakan bahwa A90 justru dipersiapkan Samsung sebagai seri pertama di lini Galaxy R. Nama A90 didapatkan pada kode “SM-A90X”, sehingga kemungkinan besar smartphone tersebut tidak akan bernama “Galaxy A90” ketika diperkenalkan nanti. Well, kita nantikan saja kehadirannya ya! (FHP)

Sumber: SamMobile

Performa Gaming Ngebut dan Stabil

0

Telko.id, Jakarta – Performa mumpuni untuk menunjang aktivitas gaming pengguna merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh smartphone saat ini, termasuk juga Oppo RenoSmartphone ini ditopang oleh dapur pacu berkualitas, yang diklaim bisa di ajak “ngebut” dan tentu saja untuk main game berat.

Apabila dijabarkan, spesifikasi Oppo Reno berupa prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 710, RAM 6GB, ROM 256GB, dan baterai berkapasitas 3,765 mAh dengan VOOC 3.0.

Nah, dalam tulisan kali ini tim Telko.id akan melakukan gaming test Oppo Reno. Tujuannya, untuk mengetahui apakah smartphone ini benar-benar diajak main game berat atau tidak oleh penggunanya.

{Baca juga: Gaming Test Oppo F11: Sanggup Main Game Terberat Android}

Dalam melakukan tes, kami memainkan 3 game berat di Android. Yaitu PUBG Mobile, Need for Speed Most Wanted, dan Need for Speed No Limits yang ditampilkan dalam layar berukuran 6,4 inci berjenis OLED dengan resolusi Full HD+.

Sementara tools untuk pengujian, kami menggunakan GameBench. So, berikut hasil gaming test Oppo Reno.

Game pertama yang kami uji adalah PUBG Mobile. Oppo Reno secara default sanggup memainkan game ini di kualitas “High” dengan grafis maksimal yang kami gunakan adalah HD dengan frame rate High.

Berdasarkan pengujian via GameBench, PUBG Mobile bisa dimainkan secara stabil di 30 fps, tanpa adanya penurunan frame rate secara signifikan. Feel saat memainkan game ini di grafis HD dan frame rate High juga bisa dibilang “best of the best“.

{Baca juga: Ngacir, Ini Skor Antutu Oppo Reno 10X Zoom}

Ada dua alasannya. Pertama, tidak ada gangguan lain seperti lag yang terasa saat permainan berlangsung. Kemudian, body smartphone tidak terasa panas secara berlebihan akibat “beban” yang berlebih, yang biasanya menjadi “penyakit” di sejumlah smartphone menengah ke atas.

Game selanjutnya adalah Need for Speed Most Wanted. Game dengan grafis tinggi ini bisa dimainkan secara stabil di 60 fps, tanpa penurunan frame rate yang berarti.

Itu artinya, game tersebut bakal ditampilkan secara smooth oleh Oppo Reno, yang tentu saja berimbas pada pengalaman main game balap yang seru tanpa ada gangguan.

Terakhir, adalah Need for Speed No Limits. Seperti PUBG Mobile, Reno bisa memainkan game ini secara stabil di 30 fps. Meski tidak se-smooth Need for Speed Most Wanted, angka frame rate ini tergolong baik untuk sebuah smartphone menengah ke atas.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Apabila melihat hasil benchmark, Reno “standar” memang terbilang sangat mumpuni untuk mendukung aktivitas gaming para penggunanya. Sanggupnya Reno untuk diajak main game berat, karena smartphone ini punya fitur Game Space yang dapat meningkatkan kemampuan dapur pacu, menstabilkan jaringan internet, sampai menghindarkan notifikasi saat bermain game.

Oppo Reno sendiri baru saja diperkenalkan, dan dijual perdana secara resmi di Indonesia beberapa waktu lalu. Untuk harganya, Oppo Reno dijual dengan harga Rp 7,9 jutaan. (FHP)

Mozilla Imbau Pengguna Update Firefox, Ini Alasannya!

Telko.id, Jakarta Mozilla mengimbau kepada para pengguna browser atau peramban Firefox yang belum menggunakan versi 67.0.3 atau ESR 60.7.1 untuk segera melakukan update alias pembaruan. Apa alasannya?

Mozilla  mengatakan bahwa peramban Firefox memiliki celah zero-day yang dieksploitasi oleh oknum tak bertanggung jawab. Browser pun terpaksa menghadirkan emergency patch untuk menambal celah tersebut.

{Baca juga: Mozilla Mau Rilis “Firefox Berbayar”, Apa Keunggulannya?}

Menurut laporan ZDNet yang dilansir The Verge, seperti dikutip Telko.id, Minggu (23/6/2019), celah zero-day di Firefox kabarnya telah diketahui oleh perusahaan pembuat aplikasi. Namun, mereka belum juga menambalnya.

“Celah keamanan muncul ketika peramban memanipulasi objek JavaScript karena masalah di Array.pop sehingga rentan tereksploitasi. Kami menyadari serangan yang menargetkan celah keamanan itu,” kata Mozilla.

Bagi pengguna yang belum tahu, cara untuk memperbarui Firefox sangatlah mudah. Cukup mematikan dan gunakan kembali peramban. Cara lain, pengguna bisa mengakses ikon hamburger di bagian sudut kanan atas.

{Baca juga: Firefox Terbaru Jauh Lebih Cepat Ketimbang Quantum}

Ketik “Update” di kotak pencarian dan klik tombol “Restart to Update Firefox”.  Setelah peramban diperbarui, pengguna akan melihat halaman yang menyatakan bahwa komputer telah menggunakan versi terbaru Firefox.

Informasi menyebut, celah keamanan itu ditemukan oleh seorang peneliti keamanan. Ada kemungkinan serangan di Firefox dilakukan untuk memanfaatkan komputer korban guna menambang mata uang kripto. [SN/IF]

Foto Terbaru Perlihatkan Warna Biru di Kawah Mars, Apa Itu?

Telko.id, Jakarta – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menampilkan visualisasi terbaru kawah di permukaan Mars. Dalam bentuk foto, NASA memperlihatkan bahwa kawah di permukaan Mars berwarna biru keungu-unguan.

“Bisa jadi, warna biru merupakan es dan air di Mars. Namun, kepastiannya belum kami konfirmasi. Para ilmuwan masih melakukan penelitian lebih lanjut,” ujar Veronica Bray, anggota tim peneliti HiRISE dan ilmuwan Universitas Arizona.

Namun, pernyataan mengejutkan datang dari Leslie Tamppari, wakil ilmuwan proyek Mars Reconnaissance Orbiter. Ia mengemukakan bahwa warna biru yang tampak di foto bukanlah warna asli,” terangnya seperti dilansir CNN.

{Baca juga: Aneh! Benda di Mars Ini Mirip Logo Star Trek}

Dikutip Telko.id, Minggu (23/6/2019), kawah selebar 16 meter di Mars yang terekam oleh para ilmuwan diperkirakan telah terbentuk antara September 2016 dan Februari 2019. Kawah itu terletak di selatan sistem Valles Marineris.

Sejauh ini, para ilmuwan telah menemukan lebih dari 500 kawah di Mars. Mereka merekam permukaan Mars beserta kawah aktif nan dinamis yang ada d sana guna mempelajari mengenai rentang proses pembentukannya.

Sekadar informasi, NASA pernah menemukan planet mirip di film Star Wars. Dan belum lama ini, NASA menemukan sebuah benda yang mirip dengan logo Star Trek di permukaan Mars. Logo itu berada di orbit sekitar permukaan Mars.

{Baca juga: Mahal Banget! Ongkos Perjalanan ke Bulan Capai Rp 430 Triliun}

NASA memotretnya. Dari foto yang ada, bentuknya mirip logo Starfleet. “Ya, bentuknya sangat mirip logo Star Fleet di Start Trek. Menurut kami, hal itu hanyalah sebuah kebetulan,” tulis NASA dan University of Arizona dalam sebuah pernyataan.

Objek yang ditemukan di permukaan Mars itu diklaim sebagai gundukan pasir yang terbentuk akibat lava letusan gunung berapi, angin, dan gerakan pasir. Kebetulan, bentuknya memang menyerupai bulan sabit dengan lava yang mengeras. [SN/IF]

Dark Mode di Gmail Hadir di Perangkat Android, Tapi…

Telko.id, Jakarta Google mulai menghadirkan Dark Mode atau mode gelap di layanan Gmail untuk perangkat bersistem operasi Android. Sayang, implementasinya belum sempurna. Belum ada pula tombol untuk aktivasi Dark Mode.

Seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Minggu (23/6/2019), Dark Mode di Gmail baru tersedia dalam pengaturan untuk sementara.  Dengan kata lain, fitur ini muncul secara acak karena belum ada tombol aktivasi.

Para pengguna pun dilaporkan meminta kepada Google untuk segera memperbaiki permasalahan Dark Mode di Gmail. Mereka menggadang, Dark Mode di Gmail sudah sempurna saat Android Q resmi rilis pada Agustus 2019 mendatang.

{Baca juga: Bulan Depan, Google Rilis “Mode Rahasia” di Gmail}

Selain Dark Mode, Google kabarnya juga akan menghadirkan mode rahasia Gmail ke semua pengguna pada bulan ini. Setelah beberapa bulan pengujian beta, mode Gmail tersebut akan tersedia secara umum pada 25 Juni 2019.

Ketika dirilis nanti, mode rahasia Gmail secara default akan aktif. Kendati demikian, menurut laporan PhoneArena, pengguna tetap bisa mengaturnya. Untuk menonaktifkan mode rahasia Gmail, cukup buka menu Apps>Google Apps>Settings.

{Baca juga: Cara Hapus Informasi di Google kalau Pengguna Meninggal}

Seperti dikutip Telko.id, belum lama ini, mode rahasia Gmail sejatinya sangat bagus ketika pengguna perlu mengirim pesan berisi data-data sensitif. Fitur itu memungkinkan pengguna untuk menetapkan tanggal kedaluwarsa.

Pengguna bisa pula mencabut pesan yang dikirim. Ketika mode diaktifkan, penerima tidak bisa meneruskan pesan ke orang lain, menyalin, atau mengunduhnya. So, kita tunggu saja kehadiran mode rahasia Gmail sebentar lagi. [SN/IF]