spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1155

September, Respawn akan Ungkap AAA VR Shooter

Telko.id, Jakarta – Telah dikonfirmasi kembali pada 2017 bahwa Respawn Entertainment sedang mengerjakan AAA shooter untuk virtual reality. Namun, kala itu, studio memang tidak mengungkapkan banyak hal.

Menurut laporan Ubergizmo, kalau Anda memang penasaran soal judul tersebut, Respawn Entertainment akan berbicara lebih banyak pada konferensi Oculus Connect 6 pada bulan September 2019 mendatang.

Judul tersebut adalah hasil kemitraan antara Facebook’s Oculus dan Respawn Entertainment. Pengumuman dilakukan pada Oculus Connect 4. Game itu akan menjadi pertarungan VR pertama di versi AAA Shooter terbaru.

Sebelumnya, CEO Respawn Entertainment, Vince Zampella, mencuit di Twitter mengenai kepastian game terbaru Star Wars: Jedi Fallen Order akan rilis tahun ini. Di Twitter, ia berterima kasih atas respons positif trailer game tersebut pada April 2019 lalu.

Zampella menyebut bahwa tim Respawn Entertainment masih menyempurnakan game tersebut sebelum rilis pada November 2019. Ia mengatakan, trailer yang berisi gameplay footage Star Wars: Jedi Fallen Order dipamerkan pada Juni 2019.

Bahkan, menurut laporan PC Gamer, Zampella memastikan bahwa para pemain bisa mencicipi langsung gameplay Star Wars: Jedi Fallen Order. Pemain bisa menjajalnya pada dua ajang, yakni gelaran E3 2019 dan EA Play 2019.

Pertengahan April 2019, Respawn Entertainment di bawah naungan EA merilis cuplikan game terbarunya itu. Dalam cuplikan videonya diperlihatkan petualangan Padawan menjadi Jedi di game tersebut.

Sumber :ubergizmo

Microsoft Hadirkan Alat Khusus untuk Mudahkan Main Minecraft

Telko.id, Jakarta – Microsoft membawa Immersive Reader ke Minecraft: Education Edition. Alat itu akan memungkinkan pengguna memperluas teks dalam dialog karakter, pengaturan, serta papan.

Immersive Reader akan menentukan setiap kata saat disorot sehingga pengguna dapat mengikuti. Di sana terdapat gambar khusus Minecraft untuk kata-kata seperti “Creeper” dan “Mooshroom.”

Dilansir Engadget, alat tersebut hadir untuk mendukung siswa belajar membaca dan menerjemahkan. Hal itu akan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca.

Microsoft sebelumnya telah menggunakannya untuk platform lain, seperti Office. Alat tersebut harus siap untuk Minecraft: Education Edition pada awal tahun ajaran musim gugur ini.

Microsoft memiliki beberapa perubahan lain seperti fitur tanda tunggal untuk membuat program lebih mudah bagi guru dan siswa. Anda bisa mendaftar sekarang untuk menguji beta fitur-fitur baru.

Kemungkinan, Microsoft akan mengumumkan lebih banyak lagi inovasi yang dilakukan pada konferensi International Society for Technology in Education (ISTE) di Philadelphia, minggu depan.

Seperti yang dilaporkan ZDNet, perusahaan membuat Immersive Reader untuk tersedia sebagai Azure Cognitive Service yang memungkinkan pengembang untuk menambahkan kemampuan AI.

Sumber :engadget

 

Apple Tarik MacBook Pro 15 Inci Keluaran 2015-2017, Ini Alasannya

0

Telko.id, Jakarta – Apple melakukan penarikan secara sukarela untuk jumlah terbatas MacBook Pro 15 inci. Menurut perusahaan, laptop tersebut mengandung baterai yang mungkin terlalu panas dan menimbulkan risiko keamanan.

Menurut laporan Engadget, penarikan dalam jumlah terbatas oleh Apple diprioritaskan untuk MacBook Pro 15 inci yang dijual antara September 2015 dan Februari 2017. Apple mengidentifikasinya lewat  nomor seri produk.

Dikutip Telko.id, Jumat (21/6/2019), Apple meminta kepada para pelanggan untuk berhenti menggunakan laptop yang terkena dampak. Apple mengajurkan kepada mereka untuk  mengunjungi situs guna penggantian baterai.

{Baca juga: Pengguna Sebut MacBook Pro Punya Masalah “Flexgate”}

Apple menegaskan bahwa penggantian baterai tidak dipungut biaya alias gratis. Apple mengatakan  bahwa layanan  bisa memakan waktu satu minggu hingga dua minggu. Apple tidak ingin kejadian laptop terbakar terus terulang.

Selama ini, sering tersiar kabar soal ponsel meledak. Namun, beberapa waktu lalu, ada informasi bahwa sebuah laptop seri MacBook Pro keluaran Apple meledak hebat sampai mengeluarkan asap tebal. Pemilik pun sangat panik.

Hal itu terungkap dari pengakuan seorang pengguna forum Reddit bernama White Panda. Ia berprofesi sebagai DJ. Ia mengaku kaget saat peristiwa terjadi. Padahal, ia menggunakan perangkat tersebut secara normal.

“Kemarin sore, MacBook Pro saya meledak. Perangkat masih berada di pangkuan saya dan terkoneksi dengan internet. Saya panik manakala MacBook Pro tiba-tiba mulai mengeluarkan asap dari kedua sisi,” paparnya.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (31/5/2019), ia pun buru-buru meletakkannya di lantai seketika insiden terjadi. Tak lama berselang, api mulai membesar dan MacBook Pro miliknya terbakar. Asap membubung.

“Asap berbau seperti racun memenuhi rumah saya. Alarm berbunyi. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan perangkat tersebut. Saya sudah mencoba datang ke Apple, tetapi belum ada tindakan apapun yang dilakukan,” katanya.

{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}

Perwakilan Apple mengatakan bahwa ia harus menunggu setidaknya 24 jam saat laptop disimpan di dalam brankas tahan api. Ternyata, memang terjadi permasalahan serius. Ia akan dikabari oleh Apple dalam lima hari ke depan.

Kejadian itu terbilang langka. Penyebab MacBook Pro terbakar bisa disebabkan oleh beberapa faktor.  Bisa jadi penggunaan yang tidak benar, penggunaan pengisi daya pihak ketiga, atau kemungkinan baterainya rusak. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Memorabilia Pendaratan Apollo 11 Dilelang, Berminat?

Telko.id, Jakarta – Balai lelang RR Auction di Massachusetts, Amerika Serikat, dikabarkan menjual berbagai barang dari misi pendaratan Apollo 11, Kamis (20/6/2019) waktu setempat, menjelang ulang tahun ke-50.

Seperti dikutip Telko.id dari UPI, Jumat (21/6/2019), RR Auction menawarkan lebih dari 150 barang bersejarah, termasuk memorabilia Apollo 11. Di dalamnya ada foto serta plakat yang telah ditandatangani.

Bahkan, dari ratusan barang itu, terdapat pula rencana penerbangan dan bendera Amerika Serikat yang telah ditandatangani. Informasi menyebut, bendera itu sempat dibawa oleh para astronot dalam misi Apollo 11.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Kalau Ukuran Bulan Mulai Menyusut}

Tak cukup, medali Robbins yang dibawa oleh astronot Neil Armstrong. Menurut balai lelang RR Auciton, medali Robbins ditawarkan dengan harga tertinggi. Banderolnya mencapai USD 45.078 atau sekitar Rp 638 juta.

Barang lain yang memiliki harga penjualan tinggi adalah rol film yang menampilkan 70-mm positif dari misi. Di dalamnya ada foto yang diambil oleh Armstrong dan Buzz Aldrin. Ada juga foto pertama Armstrong di bulan.

Rol film tersebut terjual USD 11.718 atau sekitar Rp 166 juta. Armstrong dan Aldrin adalah astronot yang kali pertama menginjakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969 sebagai bagian dari misi ambisius Amerika Serikat.

{Baca juga: 9 Perusahaan Ikut Tender NASA untuk Misi ke Bulan}

Namun, Aldrin hanya terpaut beberapa detik dengan Armstrong dalam menjejakkan kaki di permukaan nulan. Armstrong dan Aldrin adalah dua dari tiga astronot yang ikut terbang dalam misi Apollo 11 pada tahun itu.

Sumber: UPI

Smartfren Dukung Konservasi Alam di Yogyakarta

0

Telko.id, Jakarta – PT Smartfren Telecom (Smartfren) mendukung konservasi alam di Provinsi Yogyakarta. Mereka berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta untuk pelestarian alam di Kota Gudeg itu.

Smartfren memberi dukungan pada kegiatan pelestarian 2 ekor Elang Ular Bido di kawasan Punthuk Gondang, Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta pada hari Kamis (20/6/2019).

Region Head of South Central Java Smartfren, Joseph Marthinus Gultom mengatakan alasan melepas Elang Ular Bido karena mereka adalah salah satu spesies burung yang terancam punah karena perdangan illegal, perburuan, dan menyempitnya habitat berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

{Baca juga: Banyak Pengguna Smartfren Nonton Streaming Selama Lebaran}

Karena itu kami memutuskan ikut mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, dan juga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta.” Ujar Joseph.

Berdasarkan kajian habitat Balai KSDA Yogyakarta, kawasan Punthuk Gondang, Gunungkelir, Desa Jatimulyo ini dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena kelimpahan pakan burung pemangsa di daerah ini mencukupi. Selain itu, pemerintah desa setempat juga sangat mendukung kegiatan konservasi burung.

Berdasarkan keterngan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Jumat (21/06/2019), Elang Ular Bido berjenis kelamin jantan dan betina ini merupakan penyerahan warga Purwokerto dan titipan dari BKSDA.

{Baca juga: Smartfren Uji Coba Jaringan di MRT Jakarta}

Setelah dilakukan rehabilitasi serta observasi kesehatan dan perilaku, akhirnya kedua satwa tersebut direkomendasikan untuk bisa dikembalikan ke alam. Adanya rekomendasi kesiapan Elang Bido siap lepasliar oleh YKAY, sesuai surat No 517/KSV/WRC-YKAY/III/2019 tanggal 19 Maret 2019.

Elang bido sebanyak 2 ekor dalam kondisi sehat dan sudah direhabilitasi sejak 27 Februari 2014 dan 20 Oktober 2017. [NM/HBS]

Hey Milenial! Kalian Bisa “Bertanduk” Gara-gara Smartphone Lho

Telko.id, JakartaGenerasi milenial dinilai mulai bertanduk di tengkorak mereka. Kok bisa? Menurut sebuah studi oleh ilmuwan bernama David Shahar dan Mark G L Sayers, itu merupakan respon manusia terhadap kehidupan modern saat ini.

Dilansir dari Ubergizmo, tanduk tersebut tumbuh di pangkal tengkorak kaum muda. Kondisi itu dikenal dengan istilah pembesaran oksipital eksternal.

Dikutip Telko.id, Jumat (21/06/2019), pembesaran oksipital eksternal lebih menyerang mereka yang berusia 18 tahun sampai 30 tahun. Dijelaskan para peneliti, tanduk itu merupakan respons evolusioner terhadap kehidupan modern manusia.

{Baca juga: Disebut “Orang Gila”, Pria Ini Mantap jadi YouTuber}

Para peneliti menyebut, pembesaran oksipital eksternal terjadi karena saat ini manusia, umumnya generasi milenial, menghabiskan banyak waktu untuk menatap ponsel. Akibatnya, terjadi ketegangan di leher.

“Pertumbuhan tanduk-tanduk tersebut adalah cara kerangka untuk menghadapi ketegangan. Kami berhipotesis, hal itu terjadi lantaran postur menyimpang berkelanjutan terkait penggunaan ponsel dan tablet,” terangnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Mereka melanjutkan, tanduk tersebut tidak berbahaya. Keberadaannya hanya mengindikasikan bahwa kepala dan leher dan tidak dalam konfigurasi yang tepat dan mengimplikasikan ada sesuatu hal buruk di bagian lain.

Kabar mengenai dampak buruk ponsel bukan kali pertama mencuat. Fenomena serupa, yang juga dikenal sebagai SMS, sudah kerap terdengar. Meski demikian, baru kali pertama ini ada ilmuwan yang menunjukkan buktinya. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Gak Laku, Google Urung Luncurkan Tablet Terbaru

0

Telko.id, Jakarta – Hingga pertengahan tahun ini, masih belum ada produk berupa tablet terbaru Google yang diluncurkan. Banyak yang mungkin bertanya-tanya, apakah Google berencana untuk merilis produk anyar pada tahun ini?

Menurut laporan terkini, harapan itu mungkin tidak bakal terwujud. Sebab, Google dilaporkan telah menyerah membuat tablet terbaru. Alasannya, pasar tablet secara global terus mengalami penurunan.

Seperti dilansir Ubergizmo, Google kali terakhir meluncurkan tablet bernama Pixel Slate pada tahun lalu. Sistem operasinya Chrome OS. Namun, ternyata, Pixel Slate tidak berhasil menuai kesuksesan.

{Baca juga: Huawei Patenkan HongMeng OS di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia}

Kemudian, terungkap kabar bahwa Google merampingkan divisi tablet. Dengan kata lain, Google semakin membatasi peluang untuk menghadirkan produk baru pada tahun ini.

Dikutip Telko.id, Jumat (21/06/2019), Google memang sempat berencana merilis dua tablet anyar berukuran lebih kecil. Akan tetapi di awal minggu ini, Google memutuskan untuk mengakhiri proyek itu.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Google sekarang akan memfokuskan sepenuhnya konsentrasi untuk penggarapan laptop terbaru. Tapi, penting untuk dicatat bahwa Google sama sekali tidak mengusik eksistensi seri Google Pixel.

Berita bahwa Google mengalihkan konsentrasi produksi ke laptop diumumkan pada pertemuan internal perusahaan. Disebutkan, karyawan di proyek tablet akan dipindahkan ke bidang lain. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Apple Segera “Musnahkan” Seri iPhone 5,8 Inci?

0

Telko.id, Jakarta – Apple disebut-sebut akan hilangkan seri iPhone dengan layar 5,8 inci. Yang aneh, perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat itu malah akan menggantikan iPhone 5,8 inci dengan seri iPhone 2020 berukuran layar lebih kecil.

Rumor itu datang dari analis Ming-Chi Kuo. Ia mengungkapkannya seiring rencana Apple merilis tiga model iPhone baru pada 2020. Menurutnya, dua iPhone  2020 akan menjadi perangkat high-end berteknologi 5G.

Seperti dikutip Telko.id dari Business Insider, Jumat (21/06/2019), dua iPhone baru tersebut bakal tampil menarik. Kuo yakin konsumen bakal kesengsem dengan perawakan dua iPhone 2020.

{Baca juga: Apple Diramalkan akan Luncurkan iPhone 5G, Kapan?}

Saat ini, smartphone high-end iPhone XS dan iPhone XS Max hadir dengan ukuran layar 5,8 inci dan 6,5 inci. Berdasarkan catatan Kuo, suksesor iPhone XS akan menampilkan layar 5,4 inci atau lebih kecil dibanding iPhone X.

Lantas, bagaimana tampilan satu iPhone lagi yang berpredikat high-end? Kuo menyebut bahwa satu iPhone bakal tampil dengan layar 6,7 inci. Konon, smartphone itu merupakan suksesor bagi iPhone XS Max.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Lain hal, satu model tersisa yang akan meluncur pada 2020 tampil dengan wujud sederhana. Koneksinya pun masih 4G. Maklum, iPhone tersebut memang sengaja dihadirkan dengan predikat smartphone murah.

Kabarnya, iPhone 4G yang akan nongol pada 2020 hadir dengan layar 6,1 inci, sama seperti ukuran iPhone XR. Ada informasi bahwa semua iPhone baru akan hadir dengan koneksi 5G setahun berikutnya atau 2021. (SN/FHP)

Sumber: Business Insider

17 Smartphone Huawei yang Dapat Android Q, Ini Daftarnya

Telko.id, Jakarta – Sejak munculnya kasus embargo Huawei yang dilancarkan Amerika Serikat, Huawei dikabarkan akan menggunakan sistem operasi sendiri di luar Android bikinan Google untuk smartphone Huawei. Namun, perusahaan ini mempertimbangkan nasib para konsumen.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (21/06/2019), dalam sebuah unggahan di situs resmi, Huawei menjawab banyak pertanyaan mengenai masa depan perusahaan dan produk-produknya setelah diboikot oleh perusahaan asal AS.

Huawei meyakinkan kepada para pelanggan bahwa smartphone buatannya tetap akan mendukung pembaruan Android Q. Setidaknya ada 17 smartphone yang masuk dalam daftar, termasuk Huawei P30, Huawei P30 Pro, dan Huawei P30 Lite.

{Baca juga: Dampak Embargo AS, Pengiriman Smartphone Huawei Turun 60%}

Demikian halnya Huawei Mate 20, Huawei Mate 20 Pro, Huawei Porsche Design Mate 20 RS, Huawei P smart 2019, Huawei P smart+ 2019, Huawei P smart Z, Huawei Mate 20 X, Huawei Mate 20 X (5G), Huawei P20, dan Huawei P20 Pro.

Tidak ketinggalan pula Huawei Mate 10, Huawei Mate 10 Pro, Huawei Porsche Design Mate 10, dan Huawei Mate 20 Lite. Dengan kabar dukungan pembaruan ke Android Q, para pelanggan Huawei pun sekarang bisa merasa tenang.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Belum lama ini dikabarkan bahwa Huawei kemungkinan akan memakai sistem operasi alternatif sebagai pengganti Android. Ada desas-desus, Huawei bakal menggarap OS sendiri. Namun, Huawei disebutkan akan memakai Aurora OS.

Menurut rumor, Huawei sedang mempertimbangkan untuk menggunakan Sailfish OS daripada sistem operasi bikinan sendiri. Sayang, tidak jelas kenapa Huawei lebih memilih menggunakan Sailfish OS alih-alih platform buatan sendiri. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Berkat iPhone, Apple Jadi Perusahaan Game Terbesar

Telko.id, Jakarta – Apple mencetak prestasi yang cukup baik di industri game. Perusahaan Analis, Newzoo melaporkan jika Apple merupakan perusahaan game keempat terbesar di dunia. Kabarnya prestasi tersebut tidak bisa terlepas dari peran iPhone yang menjadi produk andalannya.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (21/06/2019), prestasi ini cukup unik terlebih Apple tidak membuat game atau membuat konsol. Namun berkat proliferasi iPhone sehingga memungkinkan perusahaan bisa meraup berkembang di industri game.

Menurut para analis, produsen iPhone itu diperkirakan telah mendapatkan USD$ 2,09 miliar atau Rp 28,2 triliun dari game pada kuartal pertama 2018 dan USD$ 9,45 miliar atau Rp 127 triliun di sepanjang tahun lalu.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Posisi Apple diprediksi juga dapat meningkat karena di WWDC 2019, diluncurkan Apple Arcade, layanan berlangganan baru yang akan memberikan pemain akses ke banyak permainan eksklusif. Walaupun pretasi Apple moncer di industri game, di sektor lain kalah berasing.

Gartner Inc melaporkan hasil kuartal I di tahun 2019, dimana Samsung berada di urutan pertama dengan 71,62 juta penjualan smartphone dan Huawei dengan 58,4 juta unit. Diposisi ketiga baru ditempati Apple dengan penjualan yang menurun menjadi 44,56 juta unit dan pangsa pasar ikut turun menjadi 11,9%

Industri game sendiri, khususnya konten video game, sedang naik daun. Menurut data dari Entertainment Software Association dan lembaga riset The NPD Group pendapatan video game naik 18% dari tahun 2017 menjadi $ 43,8 miliar atau Rp 617,2 triliun.

{Baca juga: Apple Diramalkan akan Luncurkan iPhone 5G, Kapan?}

Memang besarnya pendapatan industri video game juga didukung oleh penjualan perangkat keras pendukung untuk bermain. Di tahun 2018 penjualan mouse dan keyboard juga tumbuh lebih dari 15% dari $ 6,5 miliar menjadi $ 7,5 miliar atau Rp 105,6 triliun. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo