spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1078

Kominfo Lakukan Konsultasi Publik Terkait Regulasi IMEI

0

Telko.id, Jakarta Kominfo menggelar konsultasi publik terkait regulasi IMEI. Konsultasi ini membahas soal Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (RPM) Tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler Pada Alat Dan/Atau Perangkat Telekomunikasi.

Adapun aturan tersebut disusun dalam rangka melindungi masyarakat dari penggunaan perangkat telekomunikasi ilegal atau Black Market (BM), seperti ponsel BM.

Mengutip dari halaman resmi Kominfo, Rabu (07/08/2019), RPM dimaksud untuk mengatur Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

{Baca juga: Marak Ponsel BM di Indonesia, Xiaomi: Ganggu Banget!}

Sistem ini mengolah data IMEI dari Sistem Informasi IMEI Nasional (SIINAS) dan data dump dari penyelenggara yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Selain itu, konsultasi RPM juga dilakukan untuk mendukung beberapa program Kemenperin. Seperti, pengendalilan perangkat telekomunikasi ilegal, mewajibkan Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk mengidentifikasi IMEI alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung dalam jaringannya, serta menyampaikan data tersebut kepada Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional.

Dalam konsultasi RPM pula, Kominfo akan membahas hasil analisis Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional yang berupa daftar notifikasi, daftar pengecualian, dan daftar hitam yang diunduh oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler untuk ditindaklanjuti.

{Baca juga: Seberapa Ampuh Aturan IMEI Bisa Berantas Ponsel BM?}

Kominfo pun membahas mengenai pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler yang dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi.

Terakhir, bahasan RPM terkait kepastian hukum bagi pengguna alat dan/atau perangkat telekomunikasi eksisting, ketentuan pembatasan akses jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga dikecualikan untuk alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang telah terdaftar di jaringan telekomunikasi bergerak seluler milik penyelenggara sampai dengan mulai berlakunya peraturan ini.

{Baca juga: Pakai Ponsel BM atau Resmi? Yuk Cek IMEI Ponsel Kamu}

“Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Seluler pada Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi direncanakan mulai berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal diundangkan,” tulis Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu.

Konsultasi publik bakal dilakukan dari tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2019. (NM/FHP)

Google Dituduh Diskriminasi Karyawan yang Sedang Hamil

0

Telko.id, JakartaGoogle dituduh telah melakukan diskriminasi terhadap wanita hamil. Hal tersebut diketahui melalui memo yang ditulis oleh karyawan raksasa pencarian itu dengan judul “Saya Tidak Kembali ke Google Setelah Cuti Bersalin. Inilah Alasannya”.

Memo tersebut dilaporkan telah dilihat oleh lebih dari 10.000 karyawan Google. Seperti dilansir New York Post, para karyawan telah memposting meme untuk mendukung si penulis di papan memo internal perusahaan.

Penulis memo itu mengaku mendapatkan diskriminasi saat dirinya sedang hamil. Motherboard telah menerbitkan teks memo dengan nama penulis dan detail identifikasi meski kemudian dihapus, dan keaslian memo tersebut pun sudah diverifikasi.

{Baca juga: Kudeta Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia}

“Kami melarang segala bentuk diskriminasi. Kebijakan kami sangat jelas. Kami bahkan sudah menyediakan kanal untuk melaporkan segala praktik tidak adil,” kata seorang juru bicara Google, dikutip Telko.id, Rabu (07/08/2019).

Maret tahun lalu, mantan karyawan Google mengajukan tuntutan karena menganggap perusahaan telah melakukan diskriminasi dalam proses prekrutan karyawan. Google dituding hanya mencari pelamar wanita, berkulit hitam.

{Baca juga: Pekerja Wanita Lebih Berpotensi Tergusur Robot}

Arne Wilberg, yang bekerja sembilan tahun di Google, mengajukan tuntutan pada Januari 2018. Laporan kasus baru dilakukan pada Jumat (2/3/2018). Wilberg menuding Google merekrut pegawai nonpria kulit putih dan Asia.

Ia juga mengklaim bahwa Google melakukan pembalasan terhadapnya karena menentang kebijakan tersebut. Ia akhirnya dipecat pada November 2017. Tuntutan Wilberg kepada Google disertai sejumlah email dan dokumen lain. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Bakal Ada Mode Solo di Game Apex Legends

0

Telko.id, Jakarta  – Sejak Apex Legends meledak dengan adegan battle royale pada bulan Februari 2019, selalu ada permintaan yang datang dari para pemain. Mereka menginginkan mode pemain tunggal.

Hingga saat ini, pertandingan di Apex Legends dilakoni oleh tim yang terdiri dari tiga orang. Namun, untuk waktu yang terbatas, pemain akan bisa menerapkan mode pemain tunggal di game King’s Canyon.

Mode solo sementara akan tiba di samping Iron Crown Collection Event, yang berlangsung 13 Agustus hingga 27 Agustus 2019. Nantinya pasti ada tambahan beberapa konten lain seperti rampasan atau tantangan.

{Baca juga: Unik! Respawn akan Pertemukan Pemain Curang di Apex Legends}

Menurut laporan Engadget, mode solo di Fortnite tersebut bisa jadi hanya percobaan meski tak menutup kemungkinan untuk dipermanenkan. Apalagi, sebelumnya ada mode format lain seperti Duos.

Pertandingan solo di Apex pasti akan memiliki getaran yang berbeda. Menarik untuk melihat pemain memilih pahlawan apa ketika melompat ke deathmatches tanpa teman untuk memberikan dukungan.

Sebelumnya, terkuak beberapa detail konkret tentang musim kedua Apex Legends. Dan, kabar menggembirakan datang jika Anda adalah seorang pemain defensif atau sangat kompetitif. Game yang lagi ‘ngehits’ ini akan menghadirkan sosok Wattson.

Menurut laporan Engadget, fase berikutnya dari musim kedua Apex Legends akan menambahkan Wattson, seorang karakter insinyur yang tumbuh subur di permainan defensif. Keberadaannya sangat unik.

{Baca juga: Apex Legends Musim Terbaru Bakal Ada Wattson, Siapa Dia?}

Ia dapat membuat pagar energi untuk menjaga wilayah yang harus dimiliki, dan melepaskan kemampuan pamungkas untuk menembak jatuh proyektil udara seperti pemboman dan bintang busur. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Oppo K3 Dijual Secara Online Demi Papua

0

Telko.id, Jakarta Oppo hanya menjual smartphone terbarunya, Oppo K3 secara online melalui situs e-commerceBrand asal China ini melakukannya karena ingin memberi kesempatan bagi semua konsumen di Indonesia untuk bisa mendapatkan produk tersebut dengan cepat, termasuk di Papua.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dirinya sering mendapat kritik dari konsumen luar Jakarta yang harus menanti dalam waktu yang cukup lama untuk mendapat smartphone terbaru Oppo.

“Karena banyak feedback dari pelanggan, seperti aduh kalo ada Reno, Jakarta pasti duluan. Disini belum ada,” kata Aryo di acara peluncuran Oppo K3 di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Ia memisalkan Papua. Dijelaskannya, aoabila lewat toko retail, maka rantai distribusi di sana membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

“Kadang kalau lewat offline, ketika kita udah launching duluan, belum tentu teman-teman di Papua dalam waktu 1-2 minggu dapat perangkat yang sama. Bisa berbulan-bulan untuk distribusi dan lain-lain,” ujar Aryo.

“Lebih baik pakai online, karena jika dibuka hari ini maka teman-teman di Papua atau di mana pun bisa beli,” lanjutnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Saat ini, penjualan Oppo K3 hanya tersedia di Lazada. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya Oppo K3 akan tersedia di e-commerce lain di Indonesia. “Masih dilihat jadi selama ini akan di Lazada dulu. Pokoknya kalau edisi online ini pasti bisa yang lain tapi kita lihat dulu performanya,” tutup Aryo.

Oppo K3 dibandrol dengan harga Rp 3,9 juta dengan warna Jade Black dan Pearl White. Tetapi dalam flash sale yang diselenggarakan Lazada, smartphone ini dibandrol di harga Rp 3,5 juta dengan aneka bonus didalamnya. Flash sale sendiri akan dilakukan pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB. (NM/FHP)

Oppo K3 Hanya Dijual Secara Online, Segini Harganya

0

Telko.id, Jakarta – Oppo K3 resmi hadir di Indonesia, dengan harga Rp 3,9 juta. Smartphone yang menyasar anak muda kreatif ini hanya akan dijual secara online. Menariknya, pembeli akan mendapat potongan harga jika membeli di Lazada. Lantas, barapa harga Oppo K3 di Indonesia?

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto Oppo K3 menjadi perangkat kedua Oppo yang khusus dijual secara daring setelah F11 Special Online Edition. Selain itu, di Asia smartphone ini hanya hadir di 4 negara yakni India, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Oppo K3 Bidik Anak Muda Kreatif}

“Kita dipercaya oleh Oppo pusat untuk memasarkan Oppo K3 sebagai perangkat khusus yang dijual secara online,” kata Aryo di Kantor Lazada Indonesia, Jakarta Rabu (07/08/2019)

Smartphone ini mulai dipasarkan secara flash sale pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB di Lazada. Menurut Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono, akan ada penawaran spesial, dari Rp 3,9 juta menjadi Rp 3,5 juta.

“Penjualan dimulai besok perlu smartphone setelah jam 12.30 WIB dan harganya jadi 3,5 juta,” ujar Monika.

 

Selain itu pengguna juga akan mendapatkan bonus berupa bonus internet 15GB dan Sennheiser CX213 untuk 500 orang pertama.

Oppo K3 sendiri hadir di Indonesia akan membidik pasar pengguna smartphone generasi muda kreatif dengan kisaran umur 18 sampai 30 tahun.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

“Target usia sekitar 18 sampai 30 tahun yang memiliki sosial media. Biasanya mereka orang-orang muda yang kreatif dan mengikuti tren teknologi terkini,” ujar.

Secara spesifikasi, smartphone ini hadir dengan OLED Panoramic Full Screen 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Dengan mengusung kamera tersembunyi membuat smartphone ini memliiki rasio 91,1% dengan sistem pemindai sidik jari bawah layar. [NM/HBS]

Biar Sampai Papua, Alasan Oppo K3 Dijual Secara Online

0

Telko.id, Jakarta Oppo hanya menjual smartphone menengah terbarunya, Oppo K3 secara online melalui situs e-commerceBrand asal China ini melakukannya karena ingin memberi kesempatan bagi semua konsumen di Indonesia untuk bisa mendapatkan produk tersebut dengan cepat.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dirinya sering mendapat kritik dari konsumen luar Jakarta yang harus menanti dalam waktu yang cukup lama untuk mendapat smartphone terbaru Oppo.

“Karena banyak feedback dari pelanggan, seperti aduh kalo ada Reno, Jakarta pasti duluan. Disini belum ada,” kata Aryo di acara peluncuran Oppo K3 di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Ia memisalkan Papua. Dijelaskannya, aoabila lewat toko retail, maka rantai distribusi di sana membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

“Kadang kalau lewat offline, ketika kita udah launching duluan, belum tentu teman-teman di Papua dalam waktu 1-2 minggu dapat perangkat yang sama. Bisa berbulan-bulan untuk distribusi dan lain-lain,” ujar Aryo.

“Lebih baik pakai online, karena jika dibuka hari ini maka teman-teman di Papua atau di mana pun bisa beli,” lanjutnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Saat ini, penjualan Oppo K3 hanya tersedia di Lazada. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya Oppo K3 akan tersedia di e-commerce lain di Indonesia. “Masih dilihat jadi selama ini akan di Lazada dulu. Pokoknya kalau edisi online ini pasti bisa yang lain tapi kita lihat dulu performanya,” tutup Aryo.

Oppo K3 dibandrol dengan harga Rp 3,9 juta dengan warna Jade Black dan Pearl White. Tetapi dalam flash sale yang diselenggarakan Lazada, smartphone ini dibandrol di harga Rp 3,5 juta dengan aneka bonus didalamnya. Flash sale sendiri akan dilakukan pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB. (NM/FHP)

Parah! Twitter Mengaku Data Pengguna Dimanfaatkan Tanpa Izin

0

Telko.id, JakartaTwitter menemukan masalah terkait pengaturan privasi pengguna. Media sosial ini mengaku secara tidak sengaja berbagi data pengguna dengan pihak ketiga.

Lewat unggahan, Twitter menyatakan lalai telah membagikan data tertentu meski pengguna tidak pernah dimintai izin. Kejadian itu menimpa pengguna yang melihat iklan di aplikasi sejak Mei 2018.

Seperti dikutip Telko.id dari CNET, Rabu (07/8/2019), data yang telah dibagikan oleh Twitter termasuk kode negara, informasi tentang iklan, dan keterlibatan pengguna beserta waktu kejadian.

{Baca juga: Singapura Blokir Video Sindiran Etnis di Facebook dan YouTube}

Kejadian ini pun semakin membuat perusahaan teknologi, khususnya media sosial mendapatkan sorotan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Facebook dan Twitter, sebagai contoh, disorot terkait bagaimana cara mereka mengumpulkan dan menyimpan data pengguna.

Twitter sendiri telah berupaya lebih transparan tentang cara mengumpulkan, menggunakan, dan membagikan data pengguna. Tahun lalu, Twitter mengungkapkan kebijakan privasi baru.

Pembaruan tersebut keluar sebulan sebelum serangkaian peraturan anyar dari Uni Eropa. Sekadar indormasi, Uni Eropa mulai memberlakukan Peraturan Perlindungan Data Umum atau GDPR.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Twitter mengklaim telah mencoba memperbaiki masalah pada Senin (05/08) lalu. Twitter membuat perubahan untuk mencegah agar masalah serupa tak terjadi lagi pada kemudian hari.

Asal tahu saja, jumlah pengguna aktif harian Twitter pada kuartal II-2019 meningkat 14 persen diiringi angka pendapatan serta penurunan laporan spam. Selain itu pendapatan Twitter juga naik 18 persen menjadi  USD 841 juta atau Rp 11,7 triliun dan pendapatan iklan meningkat 21 persen menjadi USD 727 juta atau sekitar Rp 10,1 triliun. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Hanya Dijual Secara Online, Berapa Harga Oppo K3?

0

Telko.id, Jakarta – Oppo K3 resmi hadir di Indonesia, dengan harga Rp 3,9 juta. Smartphone yang menyasar anak muda kreatif ini hanya akan dijual secara online. Menariknya, pembeli akan mendapat potongan harga jika membeli di Lazada. Lantas, barapa harga Oppo K3 di Indonesia?

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto Oppo K3 menjadi perangkat kedua Oppo yang khusus dijual secara daring setelah F11 Special Online Edition. Selain itu, di Asia smartphone ini hanya hadir di 4 negara yakni India, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Oppo K3 Bidik Anak Muda Kreatif}

“Kita dipercaya oleh Oppo pusat untuk memasarkan Oppo K3 sebagai perangkat khusus yang dijual secara online,” kata Aryo di Kantor Lazada Indonesia, Jakarta Rabu (07/08/2019)

Smartphone ini mulai dipasarkan secara flash sale pada Kamis 8 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB di Lazada. Menurut Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono, akan ada penawaran spesial, dari Rp 3,9 juta menjadi Rp 3,5 juta.

“Penjualan dimulai besok perlu smartphone setelah jam 12.30 WIB dan harganya jadi 3,5 juta,” ujar Monika.

 

Selain itu pengguna juga akan mendapatkan bonus berupa bonus internet 15GB dan Sennheiser CX213 untuk 500 orang pertama.

Oppo K3 sendiri hadir di Indonesia akan membidik pasar pengguna smartphone generasi muda kreatif dengan kisaran umur 18 sampai 30 tahun.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

“Target usia sekitar 18 sampai 30 tahun yang memiliki sosial media. Biasanya mereka orang-orang muda yang kreatif dan mengikuti tren teknologi terkini,” ujar.

Secara spesifikasi, smartphone ini hadir dengan OLED Panoramic Full Screen 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Dengan mengusung kamera tersembunyi membuat smartphone ini memliiki rasio 91,1% dengan sistem pemindai sidik jari bawah layar. [NM/HBS]

Peneliti Bisa Kendalikan Otak Lewat Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Para ilmuwan dari Institut Sains dan Teknologi Korea serta ahli saraf dari University of Washington telah menciptakan implan otak kecil yang dapat dikendalikan oleh smartphone. Mereka dimungkinkan untuk kendalikan otak untuk secara selektif memanipulasi sirkuit sel dan mengungkap masalah neurologis.

Masalah neurologis atau saraf yang dimaksud oleh para insinyur itu adalah, kecanduan dan depresi parkinson serta alzheimer.

“Kami sangat ingin menggunakan perangkat untuk studi farmakologis yang kompleks sehingga membantu pengembangan terapi baru untuk rasa sakit, kecanduan, dan gangguan emosional,” kata profesor Michael Bruchas.

{Baca juga: Coba Lihat! Foto Berwarna Ini Aslinya Hitam Putih}

Menurut laporan New York Post, menggunakan kartrid obat yang dapat diganti seperti Lego dan energi Bluetooth, teknologi tersebut bekerja dengan menargetkan neuron tertentu menggunakan obat dan cahaya.

Kartrid yang dapat diganti memungkinkan sirkuit otak yang sama dipelajari dalam waktu berbulan-bulan. Kendati demikian, seperti dikutip Telko.id, Rabu (07/08/2019), sejauh ini teknologi itu baru dipelajari pada tikus.

{Baca juga: 7 Fitur yang Dinantikan dari Samsung Galaxy Note 10}

Implan dimasukkan ke dalam otak tikus melalui probe setipis rambut. Para ilmuwan kemudian mengendalikan implan menggunakan smartphone, mengubah jumlah obat dan sekuensing cahaya melalui sentuhan jari.

Sebelumnya, teknologi neurologis termutakhir butuh tabung logam besar dan serat optik yang membuat lesi otak dan tidak bertahan lama. “Perangkat revolusioner ini adalah buah dari desain elektronik canggih,”  kata profesor. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Resmi Dirilis, Oppo K3 Bidik Anak Muda Kreatif

0

Telko.id, Jakarta – Oppo resmi merilis smartphone terbarunya Oppo K3 di Indonesia. Pabrikan asal China ini mengklaim smartphone barunya ini mengusung beragam fitur menarik, dan akan menyasar segmen anak muda kreatif.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto menjelaskan bahwa Oppo K3 hadir untuk memenuhi kebutuhan smartphone generasi muda kreatif dengan kisaran umur 18 sampai 30 tahun.

“Target usia sekitar 18 sampai 30 tahun yang memiliki sosial media. Biasanya mereka orang-orang muda yang kreatif dan mengikuti tren teknologi terkini,” ujar Aryo di Kantor Lazada Indonesia, Jakarta Rabu (07/08/2019)

Secara spesifikasi Oppo K3 hadir dengan OLED Panoramic Full Screen 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Dengan mengusung kamera tersembunyi membuat smartphone ini memliiki rasio 91,1% dengan sistem pemindai sidik jari bawah layar.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

“Kita memakai layar OLED Panoramic yaitu  layar yang sangat tipis sehingga kita bisa memberikan fitur display finger print bawah layar,” kata Aryo.

Selain itu, Oppo juga menghadirkan fitur Game Boots 2.0 yang terdiri dari teknologi Frame Boots dan Touch Boots. Teknologi Frame Boots akan mengstabilkan bingkai gambar pada game dan Touch Boots akan meningkatkan respon sentuhan saat pengguna sedang bermain game.

“Touch Boots bisa meningkatkan sensivitas ketika bermain game,” tutur Aryo.

Untuk spesifikasinya, smartphone ini diotaki dengan Snapdragon 710 2,2 Ghz dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal sebesar 64GB. Baterainya sebesar 3765 mAH VOOC Flash Charge 3.0 yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat 25% dari VOOC generasi sebelumnya.

 

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Sistem Operasi ColorOS 6 Android 9.0 Pie. Dari sisi kamera, Oppo K3 memiliki kamera depan dengan lensa 16 MP dengan Portrait Mode 2.0.

Di bagian belakang terdapat 2 kamera dengan lensa 16 MP dan 2MP yang terdapat fitur Ultra Night Mode 2.0 dan Oppo Artistic Portrait Mode. [NM/HBS]