spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

ZTE dan XLSMART Uji Autonomous Network Level 4 di Jaringan Aktif

Telko.id – ZTE Corporation bersama XLSMART mengumumkan pencapaian terbaru dalam pengembangan jaringan otonom atau autonomous networks pada ajang ZTE Global Summit & User Congress 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kedua perusahaan menguji kemampuan Network Optimization Agent pada sejumlah skenario jaringan aktif (live network), sebuah langkah yang mempercepat perjalanan XLSMART menuju Autonomous Network Level 4 (L4).

Pengujian tersebut menunjukkan potensi otomatisasi closed-loop berbasis AI dalam meningkatkan efisiensi operasional jaringan sekaligus memberikan nilai bisnis yang terukur.

Hasilnya menjadi bukti nyata bahwa kecerdasan jaringan berbasis AI dan otomasi berbasis agen bukan lagi sekadar konsep, melainkan sudah diuji langsung di lingkungan jaringan yang beroperasi.

Acara peluncuran bersama ini dihadiri sejumlah pemimpin industri, termasuk Shurish Subbramaniam, CTO XLSMART; George Glass, CTO TM Forum; serta James Zhang dan Zhang Wanchun, Senior Vice President ZTE.

Kehadiran para pemimpin tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kapabilitas jaringan otonom dan mewujudkan nilai nyata dari operasional jaringan berbasis AI.

Sebagai salah satu mitra teknologi XLSMART, ZTE terus berkolaborasi menguji kapabilitas Network Optimization Agent pada sejumlah skenario di jaringan aktif yang terpilih.

Melalui proses ini, kedua perusahaan menunjukkan bagaimana kapabilitas AI Agent dapat mendukung proses operasional, mulai dari persepsi dan analisis hingga pengambilan keputusan dan eksekusi. Hasilnya berupa wawasan praktis dan hasil terukur yang menjadi dasar pengembangan kapabilitas autonomous networks berikutnya.

Langkah XLSMART dan ZTE ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri telekomunikasi, di mana sejumlah operator mulai mengadopsi kerangka kerja jaringan otonom.

Telkomsel, misalnya, sebelumnya didapuk sebagai salah satu pendiri Autonomous Networks di dunia, menandai posisi operator Indonesia dalam peta pengembangan teknologi ini.

Otomatisasi Closed-Loop Capai 25% di Cakupan Pengujian

Dalam optimalisasi jaringan, Network Optimization Agent telah melalui proses pengujian pada sejumlah skenario jaringan aktif untuk mengoptimalkan cakupan jaringan nirkabel. Pengujian ini menunjukkan bagaimana otomatisasi berbasis agent dapat mempercepat proses optimalisasi jaringan.

Hasil pengujian turut memperlihatkan kemampuan closed-loop secara otomatis dengan tingkat penyelesaian sebesar 25% dalam cakupan pengujian. Capaian ini mengurangi upaya manual dan waktu yang umumnya dibutuhkan untuk beralih dari tahap analisis ke eksekusi.

Selain itu, Network Optimization Agent mampu menghasilkan solusi optimalisasi dan mendukung seluruh rangkaian proses, mulai dari analisis, penyusunan strategi, hingga eksekusi secara otomatis.

Bukti nyata ini menunjukkan bagaimana kapabilitas optimalisasi jaringan berbasis agent dapat mempercepat siklus optimalisasi seiring pengembangan dan penerapan dalam skala yang lebih luas. Pendekatan berbasis agent memungkinkan proses yang biasanya dilakukan bertahap oleh tim manusia kini berjalan lebih ringkas dan terukur.

Shurish Subbramaniam, CTO XLSMART, mengatakan bahwa pihaknya terus mengeksplorasi bagaimana AI dan otomatisasi dapat semakin meningkatkan operasional jaringan sekaligus mempercepat perjalanan menuju autonomous network.

“Kolaborasi kami dengan ZTE memungkinkan kami menguji berbagai kasus penggunaan berbasis agent yang bernilai tinggi secara langsung di lingkungan jaringan aktif, sehingga kami dapat mengevaluasi efektivitas operasional dan manfaat yang terukur dalam kondisi jaringan yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil dari proses pengujian ini akan membantu XLSMART menentukan langkah pengembangan dan perluasan kapabilitas autonomous network secara bertahap, sebagai bagian dari evolusi operasional jaringan perusahaan secara lebih luas.

Kolaborasi Berlanjut ke Skenario Bernilai Tinggi

Ke depan, XLSMART dan ZTE akan terus mengeksplorasi dan menguji berbagai skenario autonomous network yang bernilai tinggi, dengan mengembangkan hasil dari pengujian pada jaringan aktif yang telah dilakukan. Kolaborasi ini akan berfokus pada peningkatan kapabilitas berbasis agent serta perluasan kasus penggunaan yang telah teruji.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung perjalanan XLSMART menuju operasional jaringan yang semakin cerdas, efisien, dan otonom, sekaligus memberikan nilai yang terukur bagi bisnis dan pelanggan.

Pendekatan bertahap ini memungkinkan operator mengevaluasi dampak setiap kapabilitas sebelum diterapkan dalam skala lebih luas.

Pengembangan jaringan otonom sendiri menjadi salah satu arah strategis operator di Indonesia. XL Axiata, misalnya, membangun Private Network untuk Vale Indonesia, sementara Telkom merampungkan Spin-Off InfraCo tahap kedua dengan InfraNexia menguasai 90% aset jaringan.

Langkah-langkah ini menunjukkan industri telekomunikasi nasional bergerak ke arah operasional yang lebih terotomatisasi dan efisien.

Pada tingkat regional, kolaborasi lintas negara juga menguat. Ajang BATIC 2026 mengukuhkan Indonesia sebagai hub kolaborasi digital Asia Pasifik, memperlihatkan posisi strategis kawasan dalam pengembangan teknologi jaringan generasi berikutnya.

Bagi XLSMART, pengujian pada jaringan aktif ini menjadi fondasi penting. Dengan tingkat penyelesaian closed-loop sebesar 25% pada cakupan pengujian, perusahaan memiliki data konkret untuk menilai sejauh mana otomatisasi berbasis AI dapat diandalkan dalam kondisi jaringan sebenarnya.

Hasil ini sekaligus menjadi acuan dalam menentukan prioritas investasi dan perluasan kapabilitas pada tahap berikutnya.

ZTE sendiri memposisikan diri sebagai mitra teknologi yang mendukung perjalanan XLSMART menuju autonomous networks. Kolaborasi keduanya mencakup pengujian kapabilitas Network Optimization Agent pada sejumlah skenario jaringan aktif terpilih, dengan fokus pada hasil yang dapat diukur secara operasional maupun bisnis.

Kehadiran TM Forum dalam acara tersebut, melalui CTO George Glass, menambah bobot kolaborasi ini. TM Forum dikenal sebagai lembaga yang mengembangkan kerangka kerja dan standar tingkat kematangan autonomous networks yang menjadi rujukan banyak operator global, termasuk dalam penetapan level L4.

Perjalanan menuju Autonomous Network Level 4 menuntut kemampuan jaringan untuk beroperasi secara otonom dalam sejumlah skenario, dengan intervensi manusia yang semakin terbatas. Pengujian yang dilakukan XLSMART dan ZTE menjadi salah satu langkah konkret untuk mengukur kesiapan teknologi tersebut di lapangan, bukan hanya di laboratorium.

Ke depan, hasil pengujian ini akan menjadi basis bagi pengembangan kapabilitas berbasis agent yang lebih luas. XLSMART dan ZTE menyatakan akan terus mengeksplorasi skenario bernilai tinggi, memperluas kasus penggunaan yang telah teruji, serta mendorong operasional jaringan yang semakin cerdas dan otonom.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU