spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia Jadi Hub Kolaborasi Digital ASPAC

Telko.id – Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 resmi digelar dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kolaborasi ekosistem digital Asia Pasifik.

Konferensi yang diselenggarakan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), ini berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di Bali.

Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress,” BATIC 2026 berhasil menghadirkan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan yang berasal dari 67 negara.

Ajang ini juga melibatkan 72 sponsor dan exhibitor, serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan bisnis terjadwal melalui aplikasi BATIC.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam keynote bertajuk “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth” menekankan pentingnya jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital untuk membuka peluang pertumbuhan baru.

“Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan,” ujar Dian.

Ia juga memaparkan strategi transformasi TLKM 30 yang menjadi kompas TelkomGroup dalam menghadapi perubahan lanskap industri telekomunikasi. Empat pilar utama strategi tersebut adalah operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

“Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan,” pungkas Dian.

Isu Strategis dan Kemitraan di BATIC 2026

Rangkaian konferensi hari pertama dibuka oleh Senior Managing Director Teneo Sam Evans yang mengulas peran jaringan generasi berikutnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Diskusi kemudian berkembang pada kebutuhan investasi infrastruktur fiber darat dan laut, adopsi AI di skala enterprise, hingga evolusi jaringan optik menuju infrastruktur cerdas.

Memasuki hari kedua, perhatian tertuju pada peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah menegaskan pentingnya kepercayaan dalam membangun masa depan digital Indonesia.

“Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan. Hal ini membutuhkan ekosistem digital yang kuat, aman, dan inklusif,” jelas Edwin.

Beragam topik lain turut dibahas, mulai dari perkembangan data center, konektivitas, hingga Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai nilai strategis bagi penyedia layanan cloud. Side events seperti Mplify’s APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, dan TM Forum Workshop juga memperkaya diskusi dengan isu-isu seperti Composable IT, Trustworthy AI, dan Autonomous Networks.

Semangat kolaborasi di BATIC 2026 juga diwujudkan melalui sejumlah kemitraan strategis. Telin menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas, Manifesto Open API & Open Digital Architecture bersama TM Forum, serta Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+, GTI, dan Mitratel terkait berbagai pengembangan kapabilitas digital.

Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem digital kawasan.

“BATIC adalah platform tempat seluruh ekosistem digital berkumpul untuk mengubah diskusi menjadi kolaborasi yang bermakna. Seiring konektivitas berkembang menuju masa depan yang didorong oleh AI, industri perlu bekerja bersama di seluruh ekosistem infrastruktur, teknologi, dan bisnis,” ujarnya.

BATIC 2026 juga menghadirkan ignitePRO BATIC 2026 yang mendorong adopsi AI nyata bagi enterprise. Inisiatif ini sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam menghadirkan green data center sebagai bagian dari infrastruktur masa depan.

Solidaritas untuk Pemulihan Pascagempa NTT

Di tengah penyelenggaraan, BATIC 2026 turut menunjukkan kepedulian sosial. Konferensi ini menyalurkan donasi sebesar USD 10.000 yang dihimpun dari pendapatan registrasi dan sponsorship untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini menegaskan peran BATIC bukan sekadar forum pertukaran gagasan, tetapi juga platform yang menjunjung semangat kemanusiaan. Para pemangku kepentingan yang hadir bersatu dalam solidaritas untuk mendukung aksi sosial nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan capaian yang signifikan, BATIC 2026 membuktikan diri sebagai ruang strategis untuk bertukar perspektif, membuka peluang kemitraan, dan mendorong inovasi di kawasan Asia Pasifik. Gelaran ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta digital global sebagai hub kolaborasi yang solid dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU