Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengapresiasi kesiapan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) dalam menjalankan registrasi kartu SIM baru dengan verifikasi biometrik.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat meninjau Gerai IM3 dan 3Store di Medan pada 4 Juli 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026. Regulasi yang berlaku sejak 1 Juli 2026 ini mewajibkan verifikasi biometrik berupa pengenalan wajah di setiap proses registrasi kartu SIM baru.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan kejahatan siber dan penyalahgunaan nomor telepon.
Nezar Patria menegaskan bahwa verifikasi biometrik dirancang untuk menutup celah keamanan yang selama ini kerap dimanfaatkan pelaku penipuan.
“Verifikasi biometrik untuk registrasi kartu SIM baru bertujuan menutup celah kejahatan siber dengan memitigasi penyalahgunaan nomor telepon dan melindungi data pribadi konsumen tanpa menghambat akses ke layanan telekomunikasi,” ujarnya.
Wamen Komdigi juga menambahkan bahwa Kemkomdigi akan terus memastikan kebijakan ini berjalan dengan mengedepankan inklusivitas, keamanan, dan kecepatan.
“Kami mengapresiasi kesiapan Indosat dalam menerapkan kebijakan terbaru ini, sebagaimana ditunjukkan di Gerai IM3 dan 3Store di Medan,” kata Nezar Patria.
Baca Juga:
Validasi Kesiapan Operasional Indosat
Dalam kunjungannya, Nezar Patria meninjau langsung seluruh tahapan yang dilalui pelanggan saat registrasi kartu SIM di gerai. Proses tersebut mencakup kecepatan dan ketepatan pemindaian wajah pelanggan, pencocokan NIK, serta validasi sistem. Hasil peninjauan membuktikan bahwa operasional Indosat telah siap melayani Aturan Registrasi Kartu Seluler yang baru secara mulus.
Reski Damayanti, Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kepatuhan regulasi.
“Integritas, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam setiap aspek operasional dan pengambilan keputusan di Indosat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan Wamen Komdigi menjadi validasi atas kesiapan para petugas sebagai garda terdepan Indosat.
“Kunjungan Bapak Wamen Komdigi ke Gerai IM3 dan 3Store di Medan menjadi validasi atas kesiapan para petugas sebagai garda terdepan Indosat serta kematangan infrastruktur dan sistem di balik verifikasi data konsumen,” kata Reski.
Langkah Strategis Lawan Kejahatan Siber
Penerapan verifikasi biometrik dalam registrasi kartu SIM baru menjadi langkah strategis untuk menekan penyalahgunaan nomor seluler. Kejahatan seperti penipuan dan kloning identitas selama ini marak terjadi karena celah dalam sistem registrasi konvensional.
Dengan sistem baru ini, pendataan pelanggan menjadi lebih akuntabel dan transparan.
Indosat juga memaknai kebijakan ini sebagai momentum untuk memperkuat kepercayaan dan loyalitas pengguna. Perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih optimal bagi pelanggan yang telah terverifikasi. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indosat dalam menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi pengguna IM3 dan Tri.
Bagi pelanggan yang ingin melakukan registrasi, prosesnya cukup mudah. Pelanggan IM3 dan Tri dapat melakukan Registrasi Biometrik Wajah dengan mengakses laman registrasi prabayar resmi Indosat.
Setelah itu, pilih menu registrasi biometrik IM3 & Tri dan ikuti proses verifikasi nomor melalui OTP, pengisian NIK, verifikasi data kartu, serta pemindaian wajah sesuai instruksi.
Indosat juga menyiapkan kanal bantuan bagi pelanggan yang mengalami kendala. Layanan pelanggan resmi IM3 di 185 dan Tri di 132 siap membantu.
Selain itu, gerai resmi IM3 dan 3Store yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia juga dapat menjadi alternatif bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan langsung, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses.
Langkah Indosat ini juga sejalan dengan upaya operator lain seperti Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik yang mendukung program SEMANTIK Komdigi. Dengan demikian, ekosistem telekomunikasi nasional semakin siap menghadapi era baru registrasi yang lebih aman dan terpercaya.


