spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Acer Edu Tech 2026 Surabaya: Coding dan AI Jadi Kebutuhan Sekolah

Telko.id – Acer Indonesia kembali menggelar Acer Edu Tech 2026 di Surabaya dengan tema “Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan.” Forum edukasi tahunan ini menjadi ruang kolaborasi bagi praktisi pendidikan, akademisi, dan pemangku kepentingan di Jawa Timur untuk memperkuat kesiapan sekolah, pendidik, dan siswa dalam menghadapi transformasi digital.

Kegiatan yang berlangsung pada 16 September 2026 ini diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru, pengelola institusi pendidikan, akademisi, serta perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan bidang pendidikan.

Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia, menegaskan bahwa kehadiran teknologi di ruang kelas bukan tujuan akhir. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut mampu membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi,” ujar Riko dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Ia menambahkan, Acer Edu Tech 2026 ingin mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan. Tujuannya membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kehadiran peserta dengan beragam latar belakang membuka ruang pertukaran perspektif mengenai tantangan, kebutuhan, dan praktik penerapan teknologi dalam pembelajaran. Forum ini pun menjadi ajang berbagi pengalaman antar sekolah di Jawa Timur.

Content image for article: Acer Edu Tech 2026 Surabaya: Coding dan AI Jadi Kebutuhan Sekolah

Perspektif Akademisi soal Sekolah Masa Depan

Untuk memperkaya pembahasan, Acer Edu Tech 2026 menghadirkan pembicara dengan keahlian yang saling melengkapi. Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, membagikan perspektif akademis mengenai transformasi pendidikan dalam bentuk coding dan kecerdasan artifisial.

Sementara itu, Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya, mengulas pentingnya pembelajaran AI dan coding dalam dunia pendidikan. Keduanya menyoroti kesiapan sekolah, kompetensi pendidik, dan pendekatan pedagogis yang diperlukan.

Prof. Anita Lie menekankan bahwa transformasi menuju sekolah masa depan tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi. Ia menyebut visi sekolah, kualitas pendidik, dan ekosistem pendukung sebagai fondasi utama perubahan.

“Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan. Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa,” tuturnya.

Content image for article: Acer Edu Tech 2026 Surabaya: Coding dan AI Jadi Kebutuhan Sekolah

Menurutnya, transformasi pendidikan harus dimulai dari visi sekolah yang kuat, pendidik yang terus berkembang, dan ekosistem yang mendukung setiap siswa mencapai potensinya.

Dari rangkaian diskusi tersebut, peserta mendapatkan referensi untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah, menentukan penggunaan teknologi yang sesuai, serta merancang pembelajaran berbasis coding dan AI secara lebih terarah. Perspektif dari akademisi, praktisi, dan pengembang kurikulum membantu peserta memahami penerapannya dari sisi konsep, kebijakan, hingga praktik di kelas.

Pembahasan tidak hanya menyoroti perkembangan teknologi, tetapi juga kesiapan sekolah dan kompetensi pendidik. Pendekatan pedagogis menjadi bagian penting agar teknologi dapat memberikan manfaat nyata dalam proses belajar.

Komitmen Acer untuk Pendidikan Nasional

Melalui Acer Edu Tech dan berbagai inisiatif Acer for Education, Acer Indonesia terus mengambil peran dalam mendukung transformasi pendidikan nasional secara berkelanjutan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyediaan solusi teknologi, pengembangan kapasitas pendidik, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan.

Dengan pendekatan ini, Acer berupaya membantu sekolah membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Langkah tersebut sejalan dengan berbagai program lain yang menyasar sektor pendidikan, seperti Acer Ajak 50 SMA mengumpulkan e-waste lewat kampanye #SayangBumi.

Acer Edu Tech merupakan bagian dari inisiatif Acer for Education yang menjadi kontribusi Acer Indonesia untuk kemajuan pendidikan di Tanah Air. Informasi lebih lanjut mengenai dukungan Acer terhadap transformasi pendidikan di sekolah dapat diakses melalui laman resmi Acer for Education.

Selain fokus pada pendidikan, Acer Indonesia juga memperluas portofolio produknya ke berbagai lini. Perusahaan menghadirkan AC Acerpure Chill yang memadukan teknologi pendingin dan pemurni udara untuk kebutuhan rumah tangga.

Langkah serupa terlihat dari kehadiran Acer di berbagai pameran teknologi nasional. Dalam ajang IIPE 2026, solusi udara sehat untuk hewan peliharaan menjadi salah satu sorotan industri perangkat elektronik rumah tangga.

Bagi Acer sendiri, Acer Edu Tech 2026 di Surabaya menegaskan posisi coding dan AI sebagai kompetensi dasar yang perlu dikuasai generasi muda. Forum ini menjadi jembatan antara kebutuhan industri, kebijakan pendidikan, dan praktik di ruang kelas.

Pesan utamanya jelas: coding dan AI bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan bagian penting dari kompetensi masa depan. Sekolah, pendidik, dan siswa didorong untuk bergerak bersama menyiapkan diri menghadapi transformasi digital yang terus berjalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU