Telko.id – Tahun 2026 menjadi momen menarik bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya melepas Panther Lake ke pasar korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo terus memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14 terbarunya.
Ketiganya sama-sama berukuran 13 sampai 14 inci, sama-sama berbobot di bawah 1,25Kg, tetapi menargetkan pengguna yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon menyasar ke C-level segmen korporat, sementara Apple MacBook Air M5 menyasar pengguna profesional dan lifestyle kelas premium.
Namun demikian, berhubung harganya bukan kaleng-kaleng, tentu pengguna kaum tertentu saja yang menjadi target market produsen laptop tersebut. Nah, kira-kira, mana yang lebih pas untuk Anda? Berikut perbandingannya.
Tabel Perbandingan Spesifikasi
| ASUS ExpertBook Ultra (B9406) | Apple MacBook Air M5 13″ | Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition | |
| Up to Intel Core Ultra X9 388H | Apple M5, 10-core CPU | Up to Intel Core Ultra X7 Series 3 vPro | |
| Up to Intel Arc B390 | GPU Apple 8 atau 10 core, Neural Accelerator per core | Up to Intel Arc B390 | |
| Up to 50 TOPS | Neural Engine 16 core | Up to 50 TOPS | |
| 16/32/64GB LPDDR5X hingga 9600 MT/s (onboard) | Up to 32 GB unified memory, bandwidth 153 GB/s | 16/32/64GB LPDDR5X hingga 9600 MT/s (onboard) | |
| Up to 2TB M.2 PCIe Gen5P SSD (2280) | 512GB (soldered) | Up to 2TB M.2 PCIe Gen5P SSD (2280) | |
| 14″ Tandem OLED 2880×1800, 600 nits SDR / 1400 nits HDR, 100% DCI-P3, VRR 30–120Hz, Gorilla Glass Victus, Gorilla Glass matte, touch | 13,6″ Liquid Retina IPS 2560×1664, 500 nits, 60 Hz | 14″ 2.8K (2880 x 1800) OLED, antiglare, 500 nits, 100% DCI-P3, 120Hz variable refresh rate (VRR), add-on film touch (AOFT) touchscreen | |
| 70 Wh, adaptor 90 W USB-C | 53,8 Wh, klaim hingga 18 jam video | 58 Wh, adaptor 65W USB-C | |
| Mulai 0,99 kg (1,1 kg versi tandem OLED) | 1,24 kg | Mulai dari 0,99 kg | |
| 10.9-16.4 x 311 × 213mm | 30,4 × 21,5 × 1,13 cm | 9.24-15.3 x 312.5 x 215.75 mm | |
| 2× Thunderbolt 4, 2× USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, audio 3,5 mm | 2× Thunderbolt 4, MagSafe 3, audio 3,5 mm | 3× Thunderbolt 4, 1× USB-A, HDMI 2.1, audio 3,5 mm, opsi nano-SIM | |
| FHD + IR, penutup fisik | 12 MP Center Stage | 10MP, infrared with webcam privacy shutter | |
| Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4/6.0 | Wi-Fi 7, Bluetooth 6, Thread | Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, opsi 4G/5G WWAN, NFC | |
| TPM 2.0, sidik jari, kriptografi pasca-kuantum (ML-KEM/ML-DSA), NIST SP 800-193 | Touch ID, Secure Enclave, FileVault | TPM 2.0 diskret FIPS 140-3, sidik jari, Human Presence Detection, slot Kensington | |
| MIL-STD-810H, magnesium-aluminium 9H | Aluminium unibody | MIL-STD-810H, serat karbon | |
| Windows 11 Pro | macOS | Windows 11 Pro | |
| Up to Rp74.994.000 | Up to Rp35.499.000 | Up to Rp100.260.000 |
Desain dan Portabilitas
Dari sisi desain, ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Geb 14 sama-sama mengklaim bobot mulai 0,99kg. Sebuah angka yang membuat MacBook Air 1,24kg justru terasa paling “berat” bobotnya di grup ini. Sesuatu yang jarang terjadi untuk sebuah laptop besutan Apple.

ASUS memakai paduan magnesium-aluminium dengan lapisan nano-ceramic berkekerasan 9H, sementara Lenovo bertahan pada serat karbon yang sudah jadi ciri khasnya selama satu dekade terakhir.
Baca juga :
- 5 Alasan Memilih ASUS ExpertBook P5 G2 (P5405CAA) sebagai Laptop Kerja Terbaik
ASUS ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI dengan Layar OLED
Kedua laptop tersebut juga sudah lolos uji MIL-STD-810H, dan keduanya juga menyisakan port lengkap. Dua port USB-C, USB-A, HDMI 2.1 dan audio port masih ada, sesuatu yang penting bagi pengguna yang sering berpindah ruang rapat. Dan ini tidak sanggup disediakan oleh Apple MacBook Air M5.
Ya, Apple mengambil jalan berlawanan. MacBook Air M5 hanya menyediakan dua port Thunderbolt 4 plus MagSafe 3. Bersih, tetapi hampir pasti menuntut dongle. Kompensasinya adalah bodi unibody aluminium yang masih terasa paling rapi perakitannya dan sistem pendingin tanpa kipas, sehingga benar-benar senyap dalam kondisi apa pun.
Perbedaan pendekatan juga terlihat pada profil bodi. X1 Carbon meruncing dari 14,4 mm ke 8,1 mm, sementara ExpertBook Ultra lebih cenderung rata ketipisannya mulai dari 10,9 mm. Engsel ASUS membuka hingga 140 derajat, cukup untuk bekerja dari kursi pesawat, meski tidak sefleksibel engsel 180 derajat yang dulu jadi ciri seri ExpertBook B9.

Layar
Di aspek ini, ASUS ExpertBook Ultra menang telak di atas kertas. Panel layar sentuh tandem OLED 3K-nya menembus 600 nits SDR dan 1400 nits HDR dengan VRR 30–120 Hz serta lapisan Gorilla Glass Victus serta Gorilla Glass Matte, sebuah kombinasi yang jarang ditemui bahkan di laptop konsumen kelas atas.
Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 menawarkan pilihan panel IPS WUXGA 500 nits yang irit daya hingga OLED 2,8K 120Hz untuk yang mengutamakan kontras dan warna yang cerah.
MacBook Air justru yang paling konservatif di aspek ini. Liquid Retina display dengan panel IPS 13,6 inci 500 nits dan masih 60Hz. Kalibrasi warnanya tetap sangat baik, tetapi bagi mata yang sudah terbiasa pada layar 120Hz, perbedaannya langsung terasa saat menggulir dokumen panjang.
Performa, Daya Tahan, dan AI
Teknologi prosesor Intel Panther Lake pada ASUS ExpertBook Ultra membawa 16 core dan iGPU Arc B390 berbasis Xe3, menjadikannya paling kuat untuk beban kerja multi-core dan tugas ringan berbasis GPU seperti render video pendek atau CAD sederhana.
Baterainya juga paling besar, 70 Wh dengan masa aktif baterai hingga 26 jam. Meski pengujian dunia nyata menunjukkan sekitar 10 jam untuk bekerja pada kecerahan 50 persen, ini merupakan konsekuensi wajar dari layar OLED terang dan CPU seri H yang bisa running dengan stabil pada konsumsi daya 50 watt.
Prosesor dan RAM besar dan cepat pada laptop ini juga memungkinan agentic AI dengan Qwen ataupun Gemma 4 dengan LLM hingga 26B parameter. Apalagi ASUS juga menyiapkan Zenni Claw berbasis Open Claw yang sangat mudah digunakan baik secara online ataupun offline. Bahkan saat online sekalipun, tersedia teknologi pengamanan data agar tetap private.
Prosesor Apple M5 pada MacBook Air bermain di liga efisiensi. Dengan baterai paling kecil (53,8 Wh) Apple justru mengklaim hingga 18 jam pemutaran video, dan pengalaman harian umumnya memang mendekati klaim itu.
Untuk pekerjaan kantor, coding ringan, hingga editing di Final Cut, Air terasa jauh lebih cepat daripada harganya. Batasannya, ia bekerja tanpa kipas, beban berat berkepanjangan akan menurunkan clock.
X1 Carbon Aura Edition mengambil posisi tengah. Prosesor Intel Panther Lake yang digunakan tidak tersedia hingga opsi yang tercepat, tetapi kombinasi efisiensi, keyboard terbaik di kelasnya, dan lapisan software Lenovo Aura (Smart Modes, Smart Share, deteksi kehadiran pengguna) membuatnya sangat nyaman untuk kerja seharian. Opsi WWAN 5G juga hanya tersedia di sini.
Input, Audio, dan Detail Harian
Perbandingan spesifikasi sering melewatkan hal yang justru paling sering disentuh. ThinkPad masih memegang standar emas keyboard laptop. Travel dalam, umpan balik tegas, dan TrackPoint merah yang tetap punya penggemar setia.
ASUS mengejar dengan keyboard backlit spill-resistance dan touchpad haptic berlapis kaca, keyboard berlapis UV excimer yang ramah kulit. Haptic touchpad-nya ini juga menggunakan 6 buah sensor yang membuat touchpad menjadi sangat akurat dan responsif. Dari sisi audio, ASUS ExpertBook Ultra juga hadir dengan enam speaker Dolby Atmos, konfigurasi audio terbaik di antara ketiganya untuk konferensi video maupun mendengarkan musik.
Apple Force Touch trackpad, yang setelah bertahun-tahun masih menjadi acuan industri, harus mengakui keunggulan touchpad dari ASUS ExpertBook Ultra kali ini. Namun kamera 12MP Center Stage yang otomatis mengikuti pergerakan pengguna saat rapat masih jadi kelebihan. Sebagai gambaran, webcam FHD pada ExpertBook Ultra dan X1 Carbon terasa biasa saja, meski keduanya menyediakan penutup fisik yang tak dimiliki Air.
Soal kemampuan upgrade, dua laptop Windows ini punya keunggulan nyata. SSD M.2 bisa diganti sendiri, sesuatu yang mustahil dilakukan pada MacBook Air karena penyimpanannya tersolder.
Dari sisi RAM, ketiganya sama-sama onboard, jadi keputusan kapasitas harus diambil sejak awal pembelian. Dan pada MacBook Air M5, berpindah dari opsi dari 16GB ke 32GB serta 512GB ke 1TB dengan cepat mengikis keunggulan harga laptop tersebut.

Keamanan dan Manajemen TI
Untuk departemen IT, dua laptop Windows ini jelas dirancang berbeda dari Air. ASUS menambahkan dukungan kriptografi pasca-kuantum dan standar NIST SP 800-193 sebagai antisipasi terhadap regulasi keamanan yang mulai mengetat, termasuk chassis intrusion detection jika ada oknum yang coba-coba membongkar laptop yang bersangkutan.
Ada pula fitur dua chip BIOS fisik yang dapat melakukan recovery otomatis jika ada upaya untuk merusak atau mengubah parameter BIOS utama. ASUS juga menjanjikan BIOS update hingga 5 tahun ke depan untuk pengamanan ekstra.
Lenovo sendiri mengandalkan TPM diskret bersertifikat FIPS 140-3, ThinkShield, dan opsi Human Presence Detection. Adapun Apple menawarkan Secure Enclave dan FileVault yang sangat solid, tetapi ekosistem manajemen perangkatnya berbeda dan biasanya memerlukan MDM tersendiri.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
Apple MacBook Air M5 adalah pilihan paling rasional secara harga. Dijual di harga hingga Rp35.499.000 (varian Apple M5 10-core CPU/10-core GPU, 24GB RAM dan 1TB SSD), ia menawarkan daya tahan baterai yang baik, operasional paling senyap, dan performa per watt yang belum tertandingi. Kompromi utamanya, layar 60Hz dengan port minim serta SSD yang tak bisa di-upgrade.
ASUS ExpertBook Ultra adalah laptop tanpa kompromi spesifikasi. Layar dan kualitas audio terbaik, CPU terkuat, baterai terbesar, port terlengkap. Harganya yang hingga Rp74.994.000 untuk varian Intel Core Ultra X7 358H, 64GB/2TB membuatnya sulit dibenarkan untuk pengguna individu, tetapi masuk akal bagi perusahaan yang membeli dengan garansi hingga 5 tahun dan butuh performa AI lokal.
ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition menjadi opsi laptop bisnis seimbang. Ringan, tahan banting, keyboard experience yang khas, opsi SIM card 5G, dan dukungan korporat yang matang. Namun, Anda perlu menebus hingga Rp100.260.000 untuk varian Intel Core Ultra X7 358H, 64GB/2TB dan masih tersedia secara pre-order di e-commerce terkemuka di Indonesia.
Perlu dicatat, selisih harga di antara ketiganya begitu lebar sehingga perbandingan langsung agak timpang. Dengan anggaran satu unit ExpertBook Ultra, sebuah perusahaan bisa membeli tiga MacBook Air M5 konfigurasi dasar.
Pertanyaannya bukan mana yang terbaik secara absolut, melainkan berapa nilai yang benar-benar diberikan oleh layar tandem OLED, port lengkap, dan dukungan korporat bagi alur kerja Anda. Namun jika dibandingkan dengan ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition, ASUS ExpertBook Ultra menjadi lebih rasional.
Singkatnya, beli MacBook Air kalau anggaran terbatas, ExpertBook Ultra kalau butuh performa, fitur dan harga terbaik dalam bodi 1kg, dan X1 Carbon kalau anggaran bukan masalah.


