spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei dan Qualcomm Sepakati Lisensi Paten 5G dan AI

Telko.id – Huawei dan Qualcomm menandatangani perjanjian cross-licensing paten multi-tahun yang mencakup teknologi 5G, komputasi, kecerdasan buatan (AI), jaringan, dan sejumlah teknologi lainnya.

Kesepakatan ini menjadi kerja sama lisensi paten 5G pertama antara Huawei dan Qualcomm. Perjanjian tersebut memungkinkan kedua perusahaan untuk menggunakan teknologi yang tercakup dalam portofolio paten masing-masing.

Dalam kesepakatan ini, Qualcomm juga akan membeli sejumlah paten milik Huawei di Amerika Serikat.

Paten tersebut mencakup berbagai pengembangan di bidang komputasi, AI, jaringan, serta teknologi lainnya.Namun, transaksi pembelian paten tersebut masih membutuhkan persetujuan regulator.

Hal ini menjadi perhatian karena Huawei masih menghadapi berbagai pembatasan perdagangan dari pemerintah Amerika Serikat sejak 2019.

Baca juga :

Nilai Lisensi Huawei Tembus US$6,9 Miliar

Kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai finansial dari perjanjian lisensi paten terbaru tersebut.

Namun, berdasarkan laporan Reuters, setelah kesepakatan ini rampung, total nilai perjanjian lisensi paten Huawei diperkirakan akan melampaui US$6,9 miliar.

Nilai tersebut menunjukkan besarnya portofolio kekayaan intelektual Huawei di industri teknologi, khususnya pada teknologi komunikasi seluler.

Bagi Huawei, pengembangan teknologi secara mandiri juga semakin penting setelah perusahaan menghadapi pembatasan akses terhadap sejumlah teknologi dan komponen dari perusahaan Amerika Serikat.

Huawei kemudian meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan (R&D), termasuk mengembangkan chipset dan berbagai teknologi yang sebelumnya diperoleh dari perusahaan seperti Qualcomm.

Huawei dan Qualcomm Sama-sama Punya Paten Penting

Kesepakatan terbaru ini juga memperlihatkan posisi kedua perusahaan sebagai pemegang portofolio paten penting dalam industri komunikasi dan teknologi.

Huawei menyebut investasi R&D selama puluhan tahun telah menghasilkan berbagai inovasi fundamental di bidang komunikasi seluler dan teknologi lainnya.

Alan Fan, Chief Intellectual Property Officer Huawei, mengatakan kontribusi perusahaan terhadap standar 4G dan 5G, termasuk teknologi transmisi sinyal menggunakan polar codes, menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan komunikasi seluler.

Menurut Huawei, kesepakatan tersebut sekaligus menunjukkan nilai dari inovasi yang dikembangkan perusahaan dan mengakui kontribusi Qualcomm terhadap teknologi komunikasi modern.

Sementara itu, Qualcomm menilai kesepakatan tersebut memperkuat posisi teknologi 5G miliknya serta keberhasilan program lisensi Standard Essential Patent (SEP).

John Han, Executive Vice President sekaligus General Manager Qualcomm Technology Licensing, mengatakan perusahaan telah melakukan investasi besar pada teknologi wireless fundamental yang menjadi dasar perkembangan berbagai generasi teknologi seluler.

Kesepakatan Paten di Tengah Persaingan Teknologi

Kerja sama Huawei dan Qualcomm menjadi menarik karena kedua perusahaan memiliki sejarah panjang dalam industri chipset dan teknologi komunikasi.

Huawei pernah menjadi salah satu perusahaan besar yang menggunakan chipset Qualcomm pada perangkatnya. Namun, pembatasan perdagangan Amerika Serikat membuat Huawei harus mempercepat pengembangan teknologi dan rantai pasoknya sendiri.

Di sisi lain, Qualcomm tetap menjadi salah satu pemegang portofolio paten penting dalam teknologi komunikasi seluler, termasuk 5G.Dengan cakupan yang meliputi 5G, AI, komputasi, dan jaringan, perjanjian terbaru ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi tidak hanya berlangsung pada produk dan chipset, tetapi juga pada kepemilikan serta pemanfaatan kekayaan intelektual.

Meski demikian, transaksi paten Amerika Serikat yang menjadi bagian dari kesepakatan masih menunggu persetujuan regulator. Karena itu, perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait bagaimana otoritas perdagangan AS merespons transaksi yang melibatkan Huawei.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU