Telko.id – Nvidia resmi mengumumkan varian baru dari komputer AI DGX Spark dengan kapasitas memori yang lebih kecil, yakni 64GB, sebagai opsi yang lebih terjangkau di tengah krisis harga memori global, seperti yang dilaporkan oleh Kompas, pada Senin, 5 Oktober 2026. Varian baru ini akan mulai dipasarkan pada 23 Oktober 2026 melalui mitra perangkat keras seperti Acer, ASUS, Dell, Gigabyte, HP, dan MSI, dengan harga awal 4.999 dolar AS.
Spesifikasi Tetap Sama, Hanya Memori yang Dipangkas
Meski memorinya dipangkas separuh dari varian aslinya yang berkapasitas 128GB, DGX Spark 64GB tetap mempertahankan chip GB10 Grace Blackwell Superchip, CPU Arm 20-core buatan MediaTek, bandwidth memori bersama sebesar 273 GB/detik, jaringan ConnectX-7 dengan kecepatan hingga 200 Gbps, serta sistem operasi DGX OS dan rangkaian software AI Nvidia yang identik dengan model sebelumnya.
Satu-satunya perbedaan mendasar adalah kemampuan menjalankan model AI berskala lebih kecil, dari maksimal 200 miliar parameter pada versi 128GB menjadi 100 miliar parameter pada versi 64GB.
Dua Unit Bisa Digabung Jadi Satu Cluster
Nvidia menghadirkan fitur Sync Cluster Assistant yang memungkinkan dua unit disambungkan langsung lewat kabel ConnectX-7, sehingga total memori gabungan mencapai 128GB dan mampu menjalankan model hingga 200 miliar parameter, setara dengan kemampuan satu unit versi penuh.
Baca Juga:
- Zankore by Indosat Bangun Infrastruktur AI 100 MW Didukung NVIDIA
- Node 14A Intel Dilirik Apple dan Nvidia, Ini Alasannya
Nvidia beralasan bahwa model AI padat berkemampuan tinggi seperti Qwen 3.8 27B kini sudah dapat berjalan nyaman dalam RAM 32GB, sehingga kapasitas 128GB pada DGX Spark versi awal dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan inferensi lokal kebanyakan pengguna.
Harga Naik Dibanding Peluncuran Awal, Tapi Lebih Murah dari Versi Terkini
Meski diposisikan sebagai opsi hemat, harga 4.999 dolar AS untuk DGX Spark 64GB sebenarnya lebih mahal sekitar 1.000 dolar AS dibandingkan harga awal DGX Spark 128GB saat pertama diluncurkan pada Oktober 2025, yang kala itu dibanderol 3.999 dolar AS. Kondisi ini terjadi akibat lonjakan harga memori global yang telah mendorong harga DGX Spark 128GB naik hampir 75 persen dalam setahun terakhir, kini mencapai 6.950 dolar AS.
Dengan demikian, varian 64GB tetap menjadi opsi yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga DGX Spark 128GB saat ini, meski masih lebih mahal dari harga rilis awalnya.
Persaingan dengan Produk AMD di Segmen Serupa
Di tengah lonjakan harga ini, Nvidia turut menghadapi persaingan dari chip AMD Ryzen AI Max+ seri terbaru yang menawarkan kapasitas memori mulai dari sekitar 32GB hingga 192GB, dengan sistem berbasis chip tersebut saat ini dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan DGX Spark 128GB milik Nvidia. Peluncuran DGX Spark 64GB ini menegaskan bagaimana krisis pasokan memori global kini turut memengaruhi strategi harga dan konfigurasi produk di seluruh lini perangkat keras AI, tidak terkecuali bagi raksasa seperti Nvidia sekalipun.


