Telko.id – Model kecerdasan buatan, terbaru milik Anthropic, Claude Fable 5, diklaim membantu memecahkan Jacobian Conjecture, salah satu teka-teki matematika yang telah menjadi misteri selama 87 tahun.
Jika hasil tersebut lolos verifikasi para matematikawan, temuan in berpotensi mengakhiri salah satu persoalan terbuka paling terkenal dalam bidang aljabar yang telah ada sejak 1939.
Temuan tersebut diumumkan oleh matematikawan sekaligus peneliti Anthropic, Levent Alpoge, melalui media sosial X (dahulu Twitter).
Menurut Alpoge, solusi yang dihasilkan Claude Fable 5 terhadap Jacobian Conjecture berhasil diverifikasi oleh dia dan rekannya secara manual dalam waktu sekitar satu hari.
Jacobian Conjecture merupakan persoalan matematika klasik yang diajukan pada 1939 dan masuk dalam daftar persoalan penting abad ke-20 yang disusun matematikawan Stephen Smale.
Sederhananya, dugaan ini menanyakan apakah suatu fungsi matematika selalu bisa dijalankan secara terbalik sehingga nilai awalnya dapat diketahui kembali, asalkan memenuhi syarat tertentu pada Jacobian determinant.
Baca Juga:
- Anthropic Luncurkan Claude Science untuk Riset Obat AI
- Anthropic Luncurkan Claude Tag, AI yang Bisa Bekerja Sendiri
Selama hampir sembilan dekade, belum ada matematikawan yang mampu membuktikan dugaan tersebut benar ataupun menemukan contoh yang membantahnya.
Meski demikian, klaim tersebut belum dianggap sebagai kebenaran final. Seperti penemuan matematika lainnya, hasil yang diperoleh masih harus melalui proses peninjauan dan verifikasi independen oleh para ahli sebelum dapat diterima secara resmi oleh komunitas ilmiah.
Jika nantinya terbukti benar, pencapaian ini akan menjadi salah satu contoh paling signifikan tentang bagaimana AI dapat membantu riset ilmiah tingkat lanjut.
Alih-alih menggantikan matematikawan, AI berperan sebagai alat yang mampu mengeksplorasi pola, menghasilkan ide, dan mempercepat pencarian solusi terhadap persoalan yang selama ini sulit dipecahkan manusia.
Adapun pencapaian yang diumbar Aploge ini dinilai menjadi salah satu contoh terbaru bahwa AI mulai mampu berkontribusi dalam penelitian ilmiah tingkat tinggi, sebagaimana dilansir dari Coindesk.
Dengan kata lain, peran AI tidak lagi terbatas pada menghasilkan teks atau kode program, tetapi juga membantu menemukan ide matematika baru yang kemudian dapat diuji dan dibuktikan oleh para peneliti.
Perkembangan ini juga memperkuat tren pemanfaatan AI di bidang sains dan penelitian. Setelah banyak digunakan untuk membantu penemuan obat, analisa data, dan riset material, AI kini mulai menunjukkan potensinya dalam menyelesaikan persoalan matematika fundamental yang telah menjadi tantangan selama beberapa dekade.


