Telko.id – Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) global mulai membuat TSMC kewalahan memenuhi pesanan pelanggan.
Kondisi ini mendorong sejumlah perusahaan teknologi besar untuk mencari alternatif manufaktur lain, termasuk Samsung Foundry, yang kini mulai menerima banyak pesanan chip canggih untuk kebutuhan AI dan komputasi berperfoma tinggi.
Berdasarkan laporan terbari dari Nikkei Asia, Samsung Foundry dikabarkan telah menerima pesanan atau sedang dalam tahap negosiasi serius dengan nama-nama besar seperti Google, Nvidia, Tesla, AMD hingga raksasa mobil listrik China, BYD.
Kolaborasi ini difokuskan pada manufaktur chip semikonduktor tingkat lanjut berbasis teknologi di bawah 5 nanometer (sub-5nm).
Menariknya, beberapa perusahaan tersebut sebelumnya merupakan klien eksklusif dari TSMC. Kini, mereka mulai merapat ke Samsung sebagai strategi mitigasi risiko (hedging) di tengah tingginya tidakpastian rantai pasok global.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Samsung. Selama beberapa tahun terakhir, Samsung memang terus berinvestasi untuk meningkatkan teknologi manufaktur chipnya agar mampu bersaing langsung dengan TSMC.
Baca Juga:
- TSMC Siapkan CoPoS, Teknologi Chip yang Bikin Nvidia Makin Ngebut
- Samsung Pamer Visi Connected Care di VivaTech 2026
Kini, ketika permintaan melonjak akibat ledakan AI, Samsung mulai mendapatkan momentum untuk menarik pelanggan yang membutuhkan kapasitas produksi tambahann.
Melansir dari DetikInet, Google dikabarkan tengah merancang Tensor Processing Units (TPU) untuk beban kerja Kecerdasan Buatan (AI) mereka melalui kerja sama dengan MediaTek.
Raksasa mesin pencari ini tengah mempertimbangkan untuk memberikan kontrak kepada Samsung guna memproduksi bagian krusial dari chip tersebut. Selain itu, Google juga tengah berdiskusi dengan Samsung untuk memproduksi akselerator AI Axion generasi berikutnya.
AMD juga mulai terpaksa melirik Samsung karena kapasitas produksi fabrikasi canggih TSMC (untuk arsitektur 2nm ke bawah) telah diborong habis oleh Apple dan Nvidia.
Baru-baru ini, AMD dan Samsung memperluas kesepakatan kerja sama mereka yang tak lagi sekadar suplai memori. Samsung dirumorkan berhasil mengamankan kontrak bergengsi untuk memproduksi CPU server AMD Epyc generasi mendatang menggunakan teknologi fabrikasi 2nm generasi kedua miliknya.
Setelah sekian lama bekerja sama dengan TSMC maupun Samsung, Tesla dan Qualcomm kini telah menandatangani kontrak baru. Chip Tesla A15 yang digunakan di mobil listrik dan robot mereka saat ini diproduksi oleh kedua pabrikan tersebut.
Namun, chip generasi berikutnya, yakni A16, dilaporkan akan diproduksi secara eksklusif oleh Samsung di fasilitas pabrik mereka di Texas, AS.
Di ranah AI, Groq (startup pengembang akselerator AI yang didukung Nvidia) telah mengumumkan bahwa prosesor canggih LP30 milik mereka akan diproduksi menggunakan teknologi 4nm dari Samsung Foundry.
Raksasa kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, menjadi klien potensial lain yang dikabarkan sedang dalam tahap “diskusi lanjutan” dengan Samsung. Berdasarkan laporan Seoul Economic Daily, diskusi ini berfokus pada produksi System on Chip (SoC) mutakhir untuk sistem pengemudian otonom (autonomous driving) dan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) generasi berikutnya milik BYD.
Dari fenomena ini menunjukkan bahwa persaingan AI saat ini tidak hanya terjadi di level model seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude, tetapi juga di balik layar melalui perebutan kapasitas produksi chip.
Bagi industri teknologi, pergeseran pesanan ke Samsung dapat membantu mengurangi ketergantungan pasar terhadap TSMC sekaligus menciptakan persaingan yang lebih seimbang di sektor manufaktur semikonduktor.

