Telko.id – Ekspansi data center Google di Finlandia menuai kontroversi setelah perusahaan itu dituding menebang sekitar 250.000 pohon sebelum mengantongi seluruh persetujuan yang diwajibkan, melansir dari CNBC Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan mengutip NY Post. Sebagaimana dikutip dari The Guardian, proyek data center Google di Finlandia ini juga memicu kemarahan warga dan perhatian otoritas setempat.
816 Hektare Hutan Dibuka Dekat Muhos
Google membuka sekitar 816 hektare kawasan hutan di Finlandia utara, dekat kota kecil Muhos di tenggara Oulu, untuk infrastruktur data center yang mendukung industri AI. Foto lahan setelah pembukaan menampilkan tanah tandus, genangan air berlumpur, gundukan tanah, dan jejak kendaraan konstruksi. Sumber air di sekitar lokasi dilaporkan berubah kecokelatan dan mencemari aliran sungai yang bermuara ke Sungai Oulujoki.
Warga: Serigala Masuk Desa
Hilangnya habitat membuat satwa liar meninggalkan kawasan itu, dan predator seperti serigala diduga mencari makan lebih dekat ke permukiman. Anni Ranta, warga desa Otanmäki sekitar 80 kilometer dari lokasi proyek, mengatakan, “Kami kedatangan serigala ke desa karena semua hewan liar pindah dari hutan.” Warga Muhos, Antti Jakonen, mengecam cara pembukaan lahan itu dengan menyebutnya “gaya Amerika” yang tidak masuk akal, dan meminta Google membantu memulihkan populasi salmon lokal yang sebelumnya terdampak pembangkit listrik tenaga air. Ranta juga khawatir data center dapat menjadikan Finlandia sasaran serangan Rusia di tengah ketegangan geopolitik Eropa.
Otoritas Hentikan Sementara Dua Lokasi
Kontroversi ini membuat otoritas Finlandia menghentikan sementara pekerjaan di dua lokasi proyek Google untuk mengevaluasi dampak lingkungan. Badan Perizinan dan Pengawasan Finlandia memberi tenggat hingga 23 Oktober kepada Tuike Finland Oy, anak usaha yang menangani proyek Google, untuk menghentikan seluruh kegiatan.
Baca Juga:
Menurut Tommi Muilu, Kepala Departemen Lingkungan badan itu, pekerjaan persiapan skala besar telah dilakukan, termasuk penebangan pohon, pengupasan tanah atas, pembangunan jalan proyek, hingga perubahan saluran air. Ia menegaskan langkah tersebut “akan mengubah lingkungan dan menimbulkan dampak”, sementara penilaian dampak lingkungan (EIA) memang bertujuan mengidentifikasi dampak itu.
Respons Google dan Kritik Pegiat Alam
Pimpinan Google Finlandia, Antti Järvinen, menyatakan perusahaan meyakini telah memiliki dasar perizinan untuk membuka hutan dalam skala besar. Namun, Ketua Asosiasi Konservasi Alam Finlandia (SLL), Hanna Halmeenpää, menilai sikap itu arogan. “Itu murni arogansi dan sungguh mengejutkan,” ujarnya. Dua lokasi di dekat Muhos dan Kajaani, yang berjarak sekitar 145 kilometer, merupakan bagian dari investasi 15 miliar dolar AS di Finlandia yang diumumkan pada September untuk memperkuat infrastruktur AI Google di kawasan Nordik.


