Telko.id – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan kembalinya teknologi kamera bawah layar atau under-display camera (UDC) pada smartphone lipat generasi berikutnya, Galaxy Z Fold9. Teknologi tersebut disebut akan menghadirkan tampilan layar utama yang lebih bersih tanpa lubang kamera.
Informasi ini mencuat setelah seorang pembocor teknologi di platform X menyebut Samsung akan memperkenalkan perangkat dengan kamera bawah layar pada 2027. Kabar tersebut pertama kali diangkat oleh GSM Arena dalam laporannya pada 31 Oktober 2026, yang mengutip tipster yang sebelumnya juga mengungkap bahwa Galaxy Z Fold9 sudah memasuki tahap pengembangan.
Meski demikian, hingga 2 November 2026, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana tersebut. Seluruh informasi mengenai Galaxy Z Fold9 masih berasal dari satu sumber pembocor dan belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final.
Samsung Kembali Pertimbangkan Kamera Bawah Layar
Samsung sebenarnya bukan pemain baru dalam pengembangan teknologi kamera bawah layar. Perusahaan asal Korea Selatan itu pertama kali memperkenalkan teknologi UDC pada Galaxy Z Fold3 yang meluncur pada 2021. Teknologi tersebut kemudian dipertahankan hingga Galaxy Z Fold6.
Namun, Samsung beralih menggunakan kamera depan dengan desain punch-hole pada Galaxy Z Fold7. Pendekatan serupa juga digunakan pada Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra yang diperkenalkan pada 2026. Perubahan ini menarik perhatian karena kamera bawah layar sebelumnya menjadi salah satu ciri khas perangkat lipat Samsung. Baca ulasan lengkapnya di Galaxy Z Fold8 dan Fitur Produktivitas.
Dengan teknologi UDC, kamera depan tersembunyi di balik panel layar utama sehingga tidak terlihat seperti lubang kamera konvensional. Samsung menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pengguna menikmati konten video dan bermain game tanpa gangguan visual dari lubang kamera.
Dalam dokumentasi resminya, Samsung mengungkapkan bahwa kamera bawah layar pada Galaxy Z Fold4 dan Z Fold5 memiliki resolusi 4 megapiksel, aperture F1.8, serta fokus tetap. Informasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi UDC sudah digunakan Samsung selama beberapa generasi, meskipun kualitas kamera masih menjadi salah satu tantangan pengembangannya.
Baca Juga:
Tampilan Layar Lebih Bersih, Kualitas Kamera Jadi Tantangan
Kamera bawah layar menawarkan pengalaman visual yang lebih imersif. Pengguna dapat menikmati layar utama tanpa terganggu lubang kamera, terutama saat menonton video, membaca, bermain game, maupun menggunakan aplikasi produktivitas.
Namun, teknologi ini memiliki tantangan tersendiri. Kamera yang ditempatkan di balik panel layar harus menerima cahaya melalui lapisan piksel. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketajaman dan kualitas gambar yang dihasilkan. Samsung sendiri menjelaskan bahwa kepadatan piksel pada area kamera UDC dibuat lebih rendah untuk meningkatkan penetrasi cahaya.
Meski demikian, perusahaan juga mengakui bahwa pengguna dapat melihat pola tertentu pada area kamera ketika layar menampilkan warna terang atau dalam kondisi layar mati. Artinya, penggunaan kamera bawah layar tidak hanya berkaitan dengan desain, tetapi juga kompromi antara tampilan layar dan kualitas fotografi.
Jika benar diterapkan kembali pada Galaxy Z Fold9, Samsung perlu menunjukkan peningkatan kualitas kamera agar teknologi tersebut tidak sekadar menjadi daya tarik visual. Bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan hasil foto, pengaturan kamera bisa dipelajari lewat Tips Camera Assistant.
Selain kamera bawah layar, tipster yang sama juga menyebut perangkat lipat Samsung generasi berikutnya akan membawa perubahan besar pada komponen internal. Namun, desain dan ketebalan perangkat disebut tidak mengalami perubahan signifikan.
Dalam laporan GSM Arena, Galaxy Z Fold9 sebelumnya dikabarkan memiliki target ketebalan sekitar 3,9 milimeter saat layar dibuka dan 7,9 milimeter ketika dilipat. Angka tersebut masih perlu disikapi dengan hati-hati. GSM Arena mencatat bahwa Galaxy Z Fold8 versi reguler memiliki ketebalan sekitar 4,5 milimeter saat terbuka dan 9,7 milimeter ketika dilipat.
Jika angka rumor tersebut benar, Galaxy Z Fold9 akan mengalami pengurangan ketebalan yang cukup besar, meskipun sumber yang sama menyebut desain keseluruhannya tidak banyak berubah. Ada kemungkinan angka tersebut masih berupa target awal pengembangan atau merujuk pada model berbeda. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai spesifikasi kamera, chipset, kapasitas baterai, maupun desain final Galaxy Z Fold9.
Kabar mengenai kembalinya kamera bawah layar juga muncul di tengah persaingan smartphone lipat yang semakin ketat. GSM Arena menyebut Samsung disebut memosisikan Galaxy Z Fold9 sebagai pesaing langsung iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple yang dikabarkan menggunakan kamera swafoto 4 megapiksel di bawah layar bagian dalam. Namun, hubungan antara persaingan kedua perangkat dan keputusan Samsung menggunakan UDC belum dapat dipastikan.
Jika Samsung benar-benar kembali menghadirkan kamera bawah layar, langkah tersebut dapat menjadi upaya untuk menghadirkan pengalaman layar penuh sekaligus memperkuat daya saing perangkat lipat premiumnya. Bagi konsumen, keputusan tersebut juga menghadirkan pertanyaan menarik: apakah tampilan layar yang lebih bersih lebih penting dibandingkan kualitas kamera selfie?
Pengguna yang sering melakukan panggilan video atau mengambil foto selfie melalui layar utama mungkin akan lebih mempertimbangkan kualitas kamera. Sebaliknya, pengguna yang lebih sering menonton video dan bermain game dapat mengutamakan tampilan layar tanpa gangguan. Di sisi lain, Samsung juga aktif merilis perangkat di segmen lain, seperti Samsung Galaxy A07s dan Galaxy A08, yang menyasar pasar berbeda.
Hingga 2 November 2026, Samsung belum mengumumkan secara resmi Galaxy Z Fold9 maupun rencana penggunaan kembali teknologi kamera bawah layar. Informasi mengenai perangkat tersebut masih berasal dari satu sumber pembocor teknologi yang kemudian diberitakan oleh GSM Arena dan sejumlah media teknologi. Karena itu, spesifikasi, desain, ketebalan, dan jadwal peluncuran Galaxy Z Fold9 belum dapat dianggap sebagai informasi final.
Jika mengikuti pola peluncuran sebelumnya, perangkat tersebut berpotensi diperkenalkan pada 2027. Namun, jadwal tersebut juga belum dikonfirmasi Samsung. Bagi pengguna smartphone lipat, teknologi ini bukan sekadar soal menghilangkan lubang kamera. Tantangan sebenarnya adalah menghadirkan layar penuh tanpa mengorbankan kualitas kamera yang dibutuhkan sehari-hari.


