Telko.id – Chatbot AI bikinan OpenAI, ChatGPT, boleh saja menang telak di kategori AI paling populer dan paling banyak dikunjungi di dunia pada 2026 ini. Namun, lain cerita kalau berbicara soal AI paling memuaskan untuk pengguna, seperti yang dilaporkan oleh Kompas pada Senin, 14 September 2026.
Survei terbaru American Customer Satisfaction Index (ACSI) justru menempatkan Gemini buatan Google sebagai platform AI dengan tingkat kepuasan pengguna tertinggi pada 2026.
Gemini Puncaki Klasemen dengan Skor 76
Dalam survei tersebut, Gemini mendapatkan skor 76 dari skala 100, skor tertinggi di antara enam platform AI beken yang diteliti. Posisi kedua ditempati Microsoft Copilot dengan skor 74. Sementara itu, ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic berbagi posisi berikutnya dengan skor sama, yakni 73. Grok dan Perplexity AI berada di urutan terbawah dengan skor masing-masing 71.
Baca Juga:
- Kasus Hak Cipta AI Claude Memanjang, Digugat Raksasa Musik
- Google Luncurkan Aplikasi Desktop Gemini untuk PC Windows
Survei ini merupakan studi perdana ACSI yang secara khusus mengukur kepuasan pengguna platform AI, dengan melibatkan 2.711 responden dan data yang dikumpulkan pada Maret 2026.
Metode Penilaian Lebih dari Sekadar Preferensi
Untuk menentukan skor tersebut, ACSI tidak sekadar bertanya platform AI mana yang disukai pengguna. Penilaian mencakup sejumlah aspek pengalaman pengguna, seperti kemampuan AI menangani tugas kompleks, keakuratan jawaban, kepercayaan pengguna terhadap platform, hingga antarmuka atau user interface. Enam platform yang dinilai dalam survei ini adalah Gemini, Copilot, Claude, ChatGPT, Grok, dan Perplexity AI.
Bukan Berarti Gemini Paling Pintar
Perlu dicatat, hasil survei tersebut tidak berarti Gemini otomatis menjadi AI paling pintar dibandingkan ChatGPT, Claude, atau platform lainnya. Survei ACSI mengukur customer satisfaction atau kepuasan pelanggan, bukan kemampuan model melalui benchmark AI.
Untuk menilai kemampuan coding, matematika, penalaran, maupun penulisan, tetap diperlukan pengujian dengan benchmark teknis yang sesuai. Selisih skor keenam platform yang tergolong tipis — hanya lima poin antara posisi teratas dan terbawah — juga menunjukkan persaingan pengalaman pengguna yang sebenarnya cukup ketat di antara layanan-layanan AI besar tersebut.


