Kategori: Telkomsel

  • Telkomsel Jajal T-Bike Pada 17 Brand Sepeda Motor

    Telkomsel Jajal T-Bike Pada 17 Brand Sepeda Motor

    Telko.id – T-Bike adalah layanan dari Telkomsel untuk tracking sepeda motor. Dengan dukungan M2M atau machine to machine. Setelah diluncurkan beberapa waktu, Telkomsel melanjutkan unjuk kebolehan dengan menghadirkan keunggulan layanan T-Bike yang ditanamkan di 17 brand sepeda motor yang berbeda, yang menjadi bagian dari peserta gelaran Touring Motor Plus Award.

    Kemampuan fitur T-Bike seperti memonitor, memandu dan mengendalikan sepeda motor dari ponsel cerdas dapat dinikmati para Bikers peserta touring sejak keberangkatan dari Jakarta (Gedung Kompas Gramedia) hingga finish nanti di kota Bandung, (5/3).

    Sebanyak 17 brand sepeda motor ternama dari pabrikan Jepang seperti Honda, Suzuki, Yamaha, dan dari pabrikan Eropa seperti Vespa, Aprillia, BMW, MV Agusta dan lain sebagainya akan menjajal keunggulan penggunaan sejumlah fitur yang tersedia di aplikasi T-Bike, seperti Fine My Bike (fitur untuk memandu pencarian lokasi sepeda motor), Tracking (fitur Melacak lokasi kendaraan Anda dengan menunjukkan alamat lengkap dan titik koordinat), Engine On/Off (Fitur yang memberikan keamanan ekstra pada sepeda motor), dan Geo Fence (fitur yang mengatur peringatan batas aman kecepatan maksimum berkendara).

    “Telkomsel menawarkan inovasi teknologi T-Bike yang hadir sebagai solusi digital terbaik untuk berkendara sepeda motor. Dengan penggunaan aplikasi T-Bike di 17 brand sepeda motor ini, kami ingin menunjukkan bahwa T-Bike dapat dengan mudah dan nyaman digunakan di semua jenis dan brand sepeda motor,” Jaka Susanta, Vice President M2M Business Telkomsel, menjelaskan.

    Kelebihan utama dari aplikasi T-Bike ini adalah ketersediaan fitur yang lengkap dan cara pemasangan yang mudah dan cepat. Kedua kelebihan ini yang membuat aplikasi T-Bike mendapat pengakuan dari MURI sebagai operator telekomunikasi pertama yang mengimplementasikan tracker GPS pada sepeda motor (First), aplikasi motor tracker terbaik di Indonesia (Finest) dari Motor Plus, dan rekor instalasi tercepat di Indonesia berkat sistem plug-in device yang hanya memakan waktu kurang dari 10 menit (Fastest) dari Forwot (Forum Wartawan Otomotif).

    Jaka menambahkan, saat ini T-Bike telah digunakan oleh sejumlah perusahaan ternama yang mempercayakan layanan fitur T-Bike untuk mendukung operasional pekerjaan mereka, seperti KFC, Berrybenka, Wingstop, Carl’s Jr., Bakmi GM, Domino Pizza, Hoka-Hoka Bento, McDonald’s serta beberapa partner reseller sepeda motor seperti RTX dan Bintang Motor.

    Telkomsel berharap penggunaan aplikasi T-Bike juga dapat mendorong perilaku berkendara yang baik di seluruh kalangan masyarakat, serta mendukung upaya peningkatan ketertiban berkendara dengan adanya fitur khusus bagi pengendara (rider) dan pemantau (circle) yang terintegrasi. T-Bike merupakan kelanjutan dari roadmap layanan T-Drive yang telah terlebih dahulu diperkenalkan Telkomsel untuk moda transportasi kendaraan roda empat, yang beroperasi dengan menggunakan Telkomsel Driving Analytics berupa OBD (On Board Diagnostic Device) GPS Tracking yang dapat dengan mudah di instalasi pada kendaraan, tutup Jaka. (Icha)

  • Telkomsel Gadeng 5 Merek Smartphone Untuk Lengkapi Ekosistem 4G

    Telkomsel Gadeng 5 Merek Smartphone Untuk Lengkapi Ekosistem 4G

    Telko.id – Penetrasi 4G tidak bakal mulus jika ekosistem tidak lengkap. Ekosistem itu terdiri dari DNA yakni device, Network dan Aplication. Telkomsel, sudah siap dengan jaringan 4G LTE nya, kini giliran device yang perlu dilengkapi. Itu sebabnya, Telkomsel menggelar program TAU 4G dengan skema bundling dan paket data yang menarik. Program ini dijalankan dengan menggandeng 5 merek smartphone global dan lokal untuk menyediakan device 4G untuk masyarakat.

    “Layanan Telkomsel 4G LTE saat ini sudah terus digelar ke berbagai kota di Indonesia, dan tidak lupa kami pun terus melengkapi ekosistemnya, seperti dalam hal ketersediaan device (perangkat) berupa smartphone 4G yang berkualitas dengan harga terjangkau. Untuk itu program TAU 4G ini kami hadirkan dengan banyak pilihan device dan paket yang atraktif serta kompetitif bagi pelanggan sehingga layanan 4G LTE dapat dinikmati secara maksimal,” ujar Ririn Widaryani, Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, menjelaskan.

    Lebih lanjut Ririn menambahkan bahwa dengan adanya penawaran menarik dari program ini, maka diharapkan ke depannya lebih banyak lagi pelanggan yang dapat segera beralih ke layanan 4G dengan menukarkan simcardnya ke USIM (simcard 4G LTE) dan upgrade untuk menggunakan smartphone Android 4G yang terkenal dengan beragam fiturnya. Pada akhirnya hal ini akan dapat mendukung gaya hidup digital yang saat ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat.

    Dalam program TAU 4G ini Telkomsel menggandeng lima mitra device global dan lokal yaitu Samsung, Lenovo, Asus, Evercross, Advan. Dengan begitu, selain memiliki banyak pilihan smartphone Android berkualitas, pelanggan pun dapat dengan mudah melakukan pembelian paket bundling smartphone TAU 4G di berbagai point of sales mitra di seluruh Indonesia.

    Selain itu, sebagai point of education Telkomsel pun menghadirkan ‘smartphone corner’ di berbagai mitra distributor Telkomsel, seperti  Erafone Megastore, OkeShop dan Telesindo Shop tertentu di kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Di smartphone corner, selain mendapatkan edukasi mengenai smartphone dan layanan 4G Telkomsel, kedepannya pelanggan juga dapat melakukan migrasi kartu SIM nya dengan uSIM (kartu SIM 4G LTE). Telkomsel pun akan segera memperluas lokasi smartphone corner ini di berbagai kota 4G Telkomsel lainnya.

    “Pelanggan dapat segera menukarkan kartu SIM nya dengan uSIM (kartu SIM 4G LTE) dan menikmati pengalaman broadband terbaik di jaringan 4G LTE Telkomsel yang cepat dan stabil. Melalui smartphone corner, kami pun menambah channel migrasi uSIM, sehingga pelanggan akan semakin mudah mendapatkan layanan 4G Telkomsel”, jelas Ririn.

    Pelanggan yang membeli smartphone Android 4G yang tergabung di dalam program TAU 4G dapat menikmati benefit khusus dari telkomsel berupa paket data bundling dengan harga khusus dan kuota besar, yang bisa didapatkan para pelanggan pra bayar melalui nomor existing mereka maupun nomor baru. Dengan mengaktifkan paket data mulai dari Rp. 49,000,-per bulan, pelanggan akan mendapatkan data hingga 10 GB (syarat dan ketentuan berlaku). Pelanggan dapat mengaktifkan layanan ini melalui UMB *363*13# dan melakukan pengecekkan melalui UMB *889# atau SMS TAU(spasi)info ke 3636.

    Seiring dengan digelarnya layanan Internet cepat 4G LTE dan penambahan kota-kota yang dilayani, Telkomsel juga terus menggenjot penetrasi smartphone 4G di tengah-tengah masyarakat. Selama tahun 2015, porsi smartphone 4G yang beroperasi di jaringan Telkomsel tumbuh sekitar 146% dibandingkan tahun sebelumnya, dimana angka ini didominasi oleh smartphone berbasis Android.

    Untuk mendukung layanan 4G LTE, secara nasional Telkomsel memiliki 4.500 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di lebih dari 40 kota. Ketika menggelar jaringan, Telkomsel selalu memastikan bahwa layanan ini dapat dinikmati di sekitar 70% – 80% dari wilayah lokasi tersebut sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman broadband terbaik. Adapun hingga saat ini jumlah pelanggan 4G Telkomsel yang menggunakan smartphone 4G berjumlah sekitar 3 juta. (Icha)

     

  • Telkomsel, Perkuat 4G LTE di Lokasi KTT LB OKI

    Telkomsel, Perkuat 4G LTE di Lokasi KTT LB OKI

    Telko.id – Perhelatan konfrensi Tingkat Tingga Luar Biasa (KTT LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 6-7 Maret 2016. Untuk itu, Telkomsel melakukan berbagai upaya agar data menjamin kenyamanan berkomunikasi para delegasi peserta KTT LB OKI di lokasi tempat acara berlangsung, khususnya di area indoor Jakarta Convention Center (JCC).

    Sejumlah penguatan baik infrastruktur maupun pengamanan kualitas jaringan untuk pengalaman para delegasi peserta KTT LB OKI telah dipersiapkan, terutama ketika menikmati pengalaman Mobile Broadband menggunakan jaringan 4G LTE Telkomsel. Disamping mengandalkan kekuatan 10 BTS Node B jaringan 3G, Telkomsel juga sudah mempersiapkan 5 eNode B jaringan 4G LTE yang tersebar di area indoor JCC.

    Kenyamanan pengalaman Mobile Broadband menggunakan jaringan 4G LTE para peserta akan semakin terasa dengan dukungan jaringan yang beroperasi di frekuensi 15 Mhz menggunakan konsep Base Transceiver Station (BTS) indoor terbaru, yaitu Lamp Site. Untuk menjaga realibity (kehandalan performansi jaringan), Telkomsel secara teknis juga sudah menerapkan Dual Homing di setiap BTS yang meng-cover area JCC untuk mengantisipasi dan mengamankan keberlangsungan layanan jaringan Telkomsel selama KTT LB OKI berlangsung

    General Manager ICT Operation Region Jabotabek Telkomsel, A. Moelky Furqan, mengatakan “Telkomsel siap menjaga dan menjamin kualitas jaringan 4G LTE Telkomsel untuk kenyamanan pengalaman menggunakan mobile broadband oleh para delegasi KTT LB OKI di Jakarta. Lokasi Jakarta Convention Center yang selama ini selalu menjadi titik berkumpulnya orang dalam sebuah acara memang menjadi perhatian besar untuk kami agar di setiap momen acara besar pelanggan Telkomsel dapat merasakan True Broadband Experience yang berbeda.”

    “Belum lama ini, ketika berlangsung music ternama di JCC dengan jumlah penonton hingga ribuan orang, jaringan Telkomsel khususnya 4G LTE tetap stabil dan tanpa ada kendala berarti, yang memberikan pengalaman lebih bagi para penonton ketika mengabadikan momen saat menonton konser, seperti itu dengan mengunggah foto di social media secara real time saat konser berlangsung. Dengan begitu, kami cukup yakin kualitas jaringan akan tetap terjaga di KTT LB OKI dikarenakan jumlah pesertanya jauh lebih sedikit ketimbang saat konser lalu” tambah Moelky.

    Tak hanya pengamanan jaringan di lokasi berlangsungnya KTT LB OKI, Telkomsel juga akan memastikan kenyamanan pengalaman mobile broadband para peserta dengan kualitas jaringan 4G LTE di frekuensi 15 MHz sejak kedatangan di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma sudah bisa dirasakan, termasuk meningkatkan kualitas jaringan di 17 Hotel yang menjadi titik penginapan delegasi peserta KTT LB OKI di sekitar wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

    Guna meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil, saat ini Telkomsel terus konsisten menggelar teknologi generasi selular keempat, yakni layanan 4G LTE di lebih dari 40 kota. Saat ini secara nasional Telkomsel memiliki lebih dari 4500 BTS 4G dan dipercaya oleh 3 juta  pelanggan 4G. Sementara layanan 3G juga akan terus diperluas hingga ke daerah pelosok dan perbatasan.

    Kini, Telkomsel fokus untuk memberikan layanan dengan kualitas yang prima, sehingga para pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik ketika menggunakan layanan data Telkomsel. Untuk menyajikan great customer experience dalam memastikan kecepatan akses layanan data dan stabilitas koneksi jaringan tetap terjaga yaitu Coverage, Capacity dan Quality, tutup Moelky. (Icha)

  • T-Bike, Cikal Bakal Bisnis IoT Telkomsel

    T-Bike, Cikal Bakal Bisnis IoT Telkomsel

    Telko.id – Jumlah pengguna kendaraan roda dua di Indonesia tumbuh sangat pesat. Maklum, dengan kondisi jalanan yang padat, motor adalah menjadi solusi untuk menjangkau tujuan dengan murah dan mudah. Namun, di sisi lain, perilaku pengendara, rawan pencurian dan kecelakaan, juga sering dihadapi.

    Untuk pencurian kendaraan roda dua ini, di wilayah Jakarta dan Jawa Barat bisa mencapai 15 kasus per hari. Lalu, angka kecelakaan pun kerap terjadi. Dari data korlantas POLRI, setiap 4 menit terjadi kecelakaan. Yang perlu diperhatikan adalah 60% dari korban kecelakaan tersebut masih berusia 15 – 24 tahun. Hal ini lah yang kemudian Telkomsel melihat bahwa peluang untuk pengembangan Internet of Things moda transportasi kendaraan dua ini cukup besar. Pasalnya, banyak hal yang dapat dilakukan dengan IoT transportasi ini. Bagi orang tua, tentu menjadi cara untuk mendapatkan informasi bagi putra-putranya yang berkendara motor. Selain tentu saja adalah untuk corporate atau industri.

    Hasil dari pengembangan tersebut, Telkomsel akhirnya meluncurkan T-Bike. Ini menjadi cikal bakal IoT Telkomsel. “Kami mengembangkan IoT dengan cara melihat apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Dan yang kami lihat saat ini adalah masalah transportasi. Itu sebabnya, kami meluncurkan T-Drive tahun lalu dan diikuti oleh T-Bike sekarang,” ujar Jaka Susanta, Vice President M2M Business Telkomsel menjelaskan saat peluncuran T-Bike.

    Telkomsel mengembangkan T-Bike sebagai asisten pengendara cerdas dengan fitur lengkap seperti memonitor dan memandu lokasi, kecepatan dan area berkendara  sepeda motor, serta mengendalikan akses mesin sepeda motor dari aplikasi di ponsel cerdas berbasis Android. Untuk iOS baru akan siap aplikasinya pada akhir Maret 2016. Saat ini masih menunggu approval dari Apple.

    T-Bike ini didukung oleh sistem GPS yang canggih sehingga T-Bike juga mampu mendukung operasional dan pengelolaan armada secara real time (tracking & fleet management), efisien, pelaporan detail perjalanan, pembatasan wilayah operasional (geofencing) dan pembatasan kecepatan (speed limit).

    Instalasi T-Bike pada kendaraan sepeda motor bermesin injeksi ini pun dapat dilakukan dengan cepat dan mudah karena dengan plug-in device. Tidak perlu lagi dilakukan pemotongan kabel dan tidak akan menguras baterai kendaraan. Aplikasi T-Bike juga mendukung upaya peningkatan ketertiban berkendara dengan adanya fitur khusus bagi pengendara (rider) dan pemantau (circle) yang terintegrasi.

    Jaka lebih lanjut memaparkan bahwa aplikasi T-Bike ini juga dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat juga mendorong perilaku berkendara yang baik di seluruh kalangan masyarakat. Seperti ketika digunakan oleh keluarga dan anak remaja, T-Bike dapat memantau dan mendampingi mereka dalam berkendara sehingga memberikan rasa aman bagi anggota keluarga mereka .

    “Telkomsel masih terus melakukan pengembangan untuk T-Bike sehingga kedepannya aplikasi ini dapat memberikan kegunaan lebih kepada pengendara seperti grup komunitas, touring, analisa penggunaan bahan bakar, informasi navigasi motor, serta analisa kinerja kendaraan“, ujar Jaka.

    Pada tahap awal, T-Bike baru akan melayani pelanggan corporate yang memiliki armada kendaraan roda dua. Lalu, baru pada tahap selanjutnya, tapi masih dalam semester I di 2016 ini, akan melayani pelanggan retail. Pada tahap awal ini juga, T-Bike baru akan melayani pengendara motor di wilayah Jabodetabek.

    T-Bike merupakan kelanjutan dari roadmap layanan T-Drive yang telah terlebih dahulu diperkenalkan Telkomsel untuk moda transportasi kendaraan roda empat. T-Drive memiliki fitur utama untuk menganalisa kinerja mengemudi, real time engine data, memberikan peringatan dan mengedukasi cara berkendara yang baik. T-Drive beroperasi dengan menggunakan Telkomsel Driving Analytics berupa OBD (On Board Diagnostic Device) GPS Tracking yang dapat dengan mudah di instalasi pada kendaraan. (Icha)

  • Gempa di Mentawai, Layanan Telkomsel Tetap Normal

    Gempa di Mentawai, Layanan Telkomsel Tetap Normal

    Telko.id – Telkomsel memastikan bahwa gempa bumi berkekuatan 7.8 skala ricther yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu 2 Maret 2016 tidak mengganggu layanan perusahaan.

    Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera, Bambang Supriogo mengatakan dalam keterangan resminya, Rabu (2/3), secara keseluruhan jaringan Telkomsel tetap berfungsi normal dan tetap dapat melayani kebutuhan warga untuk melakukan komunikasi menggunakan perangkat telpon selularnya.

    Untuk menjaga performansi jaringan di daerah terkena dampak bencana, team Network Operation Telkomsel juga secara terus menerus memantau perkembangan kinerja jaringan agar tetap dapat melayani pelanggan dengan baik.

    Untuk kebutuhan komunikasi, selain tetap menjaga kualitas jaringan, Telkomsel juga menjamin ketersediaan produk Telkomsel baik paket perdana kartu prabayar simPATI, kartu AS, dan kartu Loop. Pun demikian dengan pulsa isi ulang, tetap tersedia hingga ke tingkat outlet yang tersebar di wilayah ini.

    Sekadar informasi, saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 2400 Base Transceiver Station (BTS) di Sumatera Barat. Jumlah ini merupakan bagian dari total lebih dari 8200 BTS di Regional Sumbagteng – meliputi Ridar, Kepri dan Sumbar – yang kini melayani lebih dari 13,5 juta pelanggan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuat analisis awal terkait penyebab gempa di Kepualauan Mentawai, Sumatera Barat. Penyebabnya adalah pergeseran lempeng di lempeng Indo-Australia.

  • 5 Bulan Terakhir Pelanggan Telkomsel Yang Tukar USIM 4G Naik 50%

    5 Bulan Terakhir Pelanggan Telkomsel Yang Tukar USIM 4G Naik 50%

    Telko.id- Saat ini, operator selular di Indonesia begitu giat menawarkan pada pelanggannya untuk menukarkan simcard lama dengan USIM atau simcard khusus 4G. Termasuk juga di Telkomsel. Antusias pelanggan Telkomsel pun terlihat dari permintaan penggantian USIM di channel pelayanannya.

    Peningkatan enquiry pelanggan untuk penukaran USIM dapat terlihat dari beberapa channel pelayanan Telkomsel, seperti di GraPARI yang naik sekitar 50% di 5 bulan terakhir. Peningkatan dengan jumlah yang sama juga dirasakan sejak awal tahun ini di layanan MyGraPARI yang merupakan media pelayanan Walk In Telkomsel yang bersifat digital dan dapat diakses secara mandiri (self-service).

    “Saat ini fokus kami adalah memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para pelanggan agar dapat segera menikmati layanan Telkomsel 4G LTE. Secara nasional kami memiliki sebanyak lebih dari 400 titik pelayanan yang dapat melayani penggantian USIM, dan kebutuhan pelanggan akan layanan Telkomsel 4G LTE,” ujar Lindayanti Harjono, Vice President LTE Commercial Telkomsel menjelaskan.

    Lindayanti lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, Telkomsel pun akan memperluas channel-channel penukaran USIM dengan menambah titik-titik layanan, seperti diantaranya di lokasi keramaian publik. Selain itu, Telkomsel juga melakukan aktivitas layanan jemput bola dengan membuka booth untuk penggantian USIM, seperti yang dilakukan di beberapa kawasan perkantoran dan industri yang sudah ter-cover layanan 4G LTE.

    Saat ini pelanggan Telkomsel yang menukarkan kartunya dengan USIM dapat menikmati berbagai promo menarik, diantaranya special promo berupa cashback Rp. 50.000 , Rp. 50.000 voucher Lazada dan 4GB data untuk layanan prepaid (prabayar). Sedangkan untuk postpaid (pascabayar) akan mendapat 2 tiket Blitzmegaplex, atau Rp. 50.000 Voucher Coffee Bean atau 1 bulan free Gold’s Gym.

    Untuk mendukung layanan 4G LTE, secara nasional Telkomsel memiliki 4.500 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di lebih dari 40 kota. Ketika menggelar jaringan, Telkomsel selalu memastikan bahwa layanan ini dapat dinikmati di sekitar 70% – 80% dari wilayah lokasi tersebut. Adapun hingga saat ini jumlah pelanggan 4G Telkomsel yang menggunakan smartphone 4G berjumlah sekitar 3 juta. (Icha)

  • Telkomsel Targetkan Pendapatan 87 Triliun di 2016

    Telkomsel Targetkan Pendapatan 87 Triliun di 2016

    Telko.id – Tahun 2015, operator terbesar di Indonesia ini mampu mengantongi pendapatan sampai 76 Triliun rupiah. Lebih tinggi dari target pendapatan yang dicanangkan pada awal tahun yakni 73 Triliun rupiah.

    “Tahun 2016, kami mencanangkan target 87 triliun rupiah. Bahkan diharapkan mampu mencapai hingga 90 triliun rupiah,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.

    Salah satu strategi nya adalah dengan secara berkesinambungan membangun channel-channel distribusi yang baru sehingga mampu mempersingkat waktu untuk sampai pada pelanggan. Terutama untuk kemudahan dalam memperoleh pulsa. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Go-Jek yang diharapkan dari kerjasama ini mampu memperoleh pendapatan hingga lebih dari 150 miliar.

    Selain itu, juga meningkatkan penetrasi 4G yang saat ini baru memiliki 3 juta pelanggan yang menggunakan teknologi terkini 4G. Dan di akhir tahun bisa mencapai 8 juta pelanggan 4G di kuartal tiga dan bisa mencapai 10 juta pelanggan pada akhir tahun 2016.

    Untuk itu, Telkomsel akan secara berkesinambungan akan membangun jaringan 4G. Jika saat ini sudah ada 30 kota yang tercover oleh jaringan 4G, di akhir tahun diharapkan sudah bisa mencapai 40 kota. Dengan demikian, trafik data yang akan dihasilkan dari pelanggan 3G maupun 4G juga akan meningkat. Di mana, pada tahun 2015, trafik data di Telkomsel mampu menyumbangkan 33% dari revenue. Di harapkan pada 2016 akan terus bertambaha hingga mencapai 47%.

    Ke depan, Telkomsel juga akan secara terus menerus mengembangkan layanan over the top atau OTT. Terutama OTT yang memang dibutuhkan oleh pelanggannya. “Yang penting OTT yang dikembangkan itu mengikuti life style dari konsumen Telkomsel, “ ujar Mas’ud menjelaskan. Telkomsel juga akan mengembangkan layanan internet of things. Hanya saja, Mas’ud tidak menjelaskan akan seperti apa strategi ke depannya. (Icha)

  • Telkomsel Gandeng Go-Jek Untuk Luncurkan Go Pulsa

    Telkomsel Gandeng Go-Jek Untuk Luncurkan Go Pulsa

    Telko-id – Cari pulsa susah? Tidak lama lagi, kesulitan itu akan teratasi. Tinggal cari saja driver Go-Jek. Anda pun bisa beli pulsa dengan denominasi 50 ribu dan 100 ribu. Sayang, layanan ini baru bakal diluncurkan 3 bulan lagi. Kini masih dalam pengembangan lebih lanjut. Dan, baru bisa untuk pembelian pulsa Telkomsel. Maklum saja, Go-Jek digandeng oleh Telkomsel dan yang menjadi aggregator adalah Tiphone Group melalui anak perusahaannya.

    “Dari kerjasama ini diharapkan Telkomsel dapat masukan hingga 150 miliar diakhir tahun,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan. Rinciannya adalah, setiap hari transaksi Gojek mencapai 300 ribu. Jika sekali saja ada pengisian pulsa dengan denominasi 50 ribu dalam sehari, maka Telkomsel bisa mendapatkan pendapatan 150 miliar.

    Padahal, Gojek sendiri memiliki armada sekitar 250 ribu. Dan, setiap driver nantinya akan mendapatkan kartu korporat yang akan memberikan layanan komunikasi gratis ke sesama driver dan ke pelanggannya. Selain itu para driver juga akan diberikan penawaran paket data khusus, SMS dan free on net call dengan harga kompetitif.

    “Adanya kerjasama ini menambah roadmap channel distribusi Tiphone Group menuju modern channel dan online channel,” ujar Tan Lie Pin, Presiden Direktur TipHone menjelaskan. Dengan adanya kerjasama ini maka diharapkan target Tiphone di 2016 sebesar 26 Triliun bisa tercapai dengan mudah. Sebagai informasi, TiPhone merupakan master dealer Telkomsel yang terbesar saat ini.

    Untuk mendukung kerjasama ini, TiPhone sudah melakukan investasi untuk upgrade server hingga mampu melayani 1 juta transaksi dalam 1 hari. (Icha)

  • Telkomsel Bangun Jembatan Cikeusik di Pandeglang

    Telkomsel Bangun Jembatan Cikeusik di Pandeglang

    Telkomsel bekerja sama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia) melalui Komando Resort Militer (KOREM) 064/ Yusuf Maulana Serang dan Komando Distrik Militer (KODIM) 0601 Pandeglang, meresmikan penggunaan Jembatan Cikeusik yang dibangun sebagai bagian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel untuk negeri.

    Jembatan sepanjang 40 meter yang menjadi fasilitas vital untuk akses warga dan menghubungkan Kampung Cipaas ke Kampung Pematang Karang, Desa Cikadongdong, Cikeusik-Pandeglang ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan yang cukup parah sejak tahu  2013 dan oleh warga sekitar hanya sempat memperbaiki seadanya dengan menggunakan bambu.

    KOREM 064/Yusuf Maulana Serang dan KODIM 0601 Pandeglang menjadi inisiator dengan menggandeng Telkomsel untuk melakukan perbaikan pada jembatan yang rusak tersebut dan berharap penggunaan jembatan yang baru akan membantu mobilitas warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

    General Manager Sales Regional Western, Filin Yulia, mengatakan kegiatan CSR Telkomsel melalui perbaikan Jembatan Gantung Cikeusik ini merupakan wujud nyata kepedulian Telkomsel untuk warga sekitar, sehingga mempermudah akses penghubung yang dapat mendorong percepatan alur perekonomian warga.

    “Kami juga berharap, penggunaan jembatan yang baru ini dapat meningkatkan minat anak-anak untuk sekolah karena keberadaan jembatan ini sebelumnya dimanfaatkan warga dan anak sekolah beraktifitas sehari hari,” kata Filin.

    Filin menambahkan, seperti kegiatan CSR Telkomsel lainnya, khususnya yang menyasar untuk kepedulian langsung terhadap kebutuhan fasilitas umum, Telkomsel konsisten untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan apparat daerah setempat, seperti pemerintah daerah dan kali ini dengan KOREM 064/Yusuf Maulana Serang dan KOREM 0601 Pandeglang.

    Selain di wilayah Pandeglang, sebelumnya Telkomsel juga memberikan sumbangsih dengan memhadirkan Broadband Learning Center dan membantu pembangunan Alun-alun Kota di Kabupaten Rangkas Bitung. (MS)

  • Telkomsel Targetkan 6 Juta Penguna Aktif T-Cash Tahun Ini

    Telkomsel Targetkan 6 Juta Penguna Aktif T-Cash Tahun Ini

    Telko.id – Semakin diminatinya gaya hidup praktis oleh masyarakat diakui Telkomsel menjadi alasan kian populernya layanan digital. Salah satunya adalah penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Itu sebabnya, operator pelat merah ini optimis akan dapat menambah jumlah pengguna aktif T-cash menjadi 6 juta pada tahun 2016, dari 300.000 pengguna aktif saat ini.

    Target tersebut dicanangkan seiring dengan semakin merchant dan outlet yang terdaftar menggunakan T-cash. Saat ini, total outlet yang tersebar di Jabodetabek adalah sekitar 3.000 unit, sementara jumlah merchant yang terdaftar berkisar 60. Beberapa diantaranya adalah restoran makanan siap saji McD, Wendys, Baskin Robbins, XXI, dan banyak lagi.

    Tahun 2016, baik jumlah outlet maupun merchant diharapkan akan bertambah. Terlebih, T-cash juga akan turut menghampiri beberapa kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.

    “Target kita outlet akan bertambah menjadi 33000 dari 3000 saat ini. Sementara untuk jumlah merchant penambahannya tidak akan terlalu signifikan. Paling dari 60 menjadi 100,” ungkap GM Digital Payment & Banking Product Development Telkomsel, Herman Soeharto seperti dikutip dari Telsetnews, Rabu (3/2).

    T-cash sendiri merupakan layanan pembayaran eletronik yang terkoneksi dengan nomor ponsel Telkomsel. Ada dua jenis transaksi yang ditawarkan di merchant yang ada yakni menggunakan layanan pesan singkat maupun layanan tap cash atau menggunakan sticker khusus yang dihubungkan dengan mesin EDC.

    Saat ini, layanan e-money atau mobile money tersebut telah mengalami peningkatan trafik transaksi hingga 150% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan popularitasnya pun kian menanjak, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan layanan tersebut, entah itu untuk sekadar membeli tiket nonton ataupun membeli makanan dan minuman.

    “Hampir semua orangg suka menggunakan t-cash, dan mereka bilang ingin merekomendasikan itu pada temannya,” tambah Herman lagi.

    Kemudahan penggunaan – dalam hal ini T-cash Tap – dimana penguna hanya perlu menempelkan ponselnya ke mesin EDC untuk melakukan transaksi disebut-sebut menjadi alasan kian diminatinya layanan e-money dari Telkomsel ini.

    “Kebanyakan orang yang menggunakan T-cash mengaku ada kebanggaan tersendiri. Ngerasa keren, atau cool. Karena dia beda dari orang lain,” tambah Herman.