Kategori: Telkomsel

  • Layanan Self Service Digital ala Telkomsel

    Layanan Self Service Digital ala Telkomsel

    Telko.id – Dalam era digital banyak layanan yang dapat dieksplorasi, termasuk layanan mandiri bagi para pelanggan selular. Telkomsel sebagai salah satu operator besar di Indonesia pun memberikan alternatif layanan mandiri via digital. Namanya MyGrapari.

    “Kehadiran MyGraPARI sebagai media digital untuk pelayanan Walk In diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kami dalam memberikan pelayanan, salah satunya dalam hal waktu, sehingga hal ini diharapkan juga akan meningkatkan kenyamanan pelanggan, ujar Andri Wibawanto, Vice President Customer Care Management Telkomsel menjelaskan.

    MyGrapari ini dapat diakses secara mandiri atau self service oleh pelanggan Telkomsel, baik di pusat layanan Telkomsel atau Grapari maupun di area publik. Adanya layanan ini maka pelanggan tidak harus bertatap muka langsung dengan costumer care. Cukup lakukan secara mandiri. Mulai dari layanan fisik dan non fisik yang berupa informasi, permintaan, pengaduhan keluhan dan pembelian produk Telkomsel.

    Selain itu, MyGrapari ini pun dapat melayani berbagai aktivitas secara mandiri seperti upgrade ganti kartu USIM (simcard 4G LTE) langsung aktif, pembayaran tagihan kartuHalo, pembelian isi pulsa menggunakan kartu kredit atau kartu debit, informasi profil pelanggan, aktivasi fitur dan VAS, registrasi kartuHalo, ganti kartu hilang dan lainnya

    Saat ini MyGraPARI sudah tersebar di 10 GraPARI yang terdapat di Medan Sun Plaza, Mall SKA (Pekanbaru), Gandaria City (Jakarta), Central Park (Jakarta), Banda (Bandung), Pahlawan (Semarang), Yogyakarta, Malang, Denpasar,Balikpapan dan segera hadir di 30 titik lainnya secara bertahap mulai dari awal hingga akhir bulan Februari.

    Sesuai dengan visi untuk bertransformasi menjadi digital company, Telkomsel secara berkala melakukan perubahan interaksi layanan dari media legacy (GraPARI dan Call Center) ke media digital (Selfcare & Ecare). Selama tahun 2015, interaksi pelanggan Telkomsel di media pelayanan yang dilayani oleh media digital (Selfcare & Ecare) meningkat sebesar 42%.

    Dalam mengembangkan produk dan layanannya sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan di era digital, sebelumnya Telkomsel juga melakukan berbagai inovasi seperti dengan memperkuat customer touch point digital-nya yaitu Web MyTelkomsel yang hadir dengan tampilan dan fitur baru yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan selulernya.

    Telkomsel saat ini call center Telkomsel aktif 24 jam dan memiliki lebih dari 400 pusat layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia. (Icha)

     

     

     

  • Telkomsel Ragu Network Sharing Berikan Manfaat Bagi Pelanggan

    Telkomsel Ragu Network Sharing Berikan Manfaat Bagi Pelanggan

    Telko.id – Belum juga diterapkan, namun konsep network sharing sepertinya telah lebih dulu dipertanyakan oleh operator. Salah satunya adalah Telkomsel. Raksasa operator Indonesia ini secara tidak langsung mengurai ketidaksepahamannya dengan kebijakan network sharing yang sedang digodok Pemerintah.

    Dalam diskusi Percepatan Pita Lebar Indonesia yang Efisien Melalui Kebijakan network sharing, Vice President 4G Telkomsel, Ivan Permana, mengungkapkan bahwasanya pertimbangan ini kurang memberikan manfaat bagi para pelanggan.

    “Semakin banyak sharing, kontrolnya akan semakin berkurang. Contohnya, jika ada satu komponen yang rusak, maka coverage sinyal suatu wilayah akan menghilang begitu saja serta SLI ke pelanggan akan semakin sulit di kontrol,” ucapnya.

    Ia juga mengungkapkan, terdapat banyak kendala apabila menerapkan network sharing untuk industri telekomunikasi Indonesia.

    Bukan hanya itu, keamanan jaringan juga harus dibagi, belum lagi dengan kompleksitas operasional. Namun, Ivan tidak menampik adanya keuntungan dari network sharing, yaitu peningkatan efisiensi dari segi biaya.

    Sementara itu, Ivan juga menghimbau para operator agar tidak menurunkan nilai investasi mereka. Pasalnya, dana dari hasil efisiensi ini bisa dialihkan untuk mempercepat proyek pita lebar di Indonesia.

    Sekedar informasi, saat ini saja beban pelanggan per BTS di Telkomsel sebanyak 1665 user. Sementara untuk operator di negara-negara maju seperti NTT docomo di Jepang saja hanya melayani 724 user dan sebanyak 573 pelanggan per BTS untuk SK Telecom di Korea Selatan.

    “Kalau mempercepat broadband, perlu percepatan pembangunan BTS demi menyamai pelayanan di negara maju,” tambahnya.

    Dari sisi regulator, Ivan mengharapkan adanya aturan yang bisa memastikan para pelaku industri terkait, termasuk operator dan vendor infrastruktur. Selain itu, ia juga menginginkan adanya penambahan pembangunan BTS dari operator lain jika kebijakannetwork sharing ini memang benar-benar diterapkan, yang tentunya bertujuan untuk percepatan pita lebar di Indonesia. [ak/if]

  • Giliran Medan Yang Jadi Sasaran Telkomsel untuk Push Pelanggan 4G

    Giliran Medan Yang Jadi Sasaran Telkomsel untuk Push Pelanggan 4G

    Telko.id –  Agar 4G berhasil di Indonesia, memang dibutuhkan terbangunnya ekosistem. Sehingga, investasi yang ditanamkan oleh operator untuk menggelar jaringan berbasis 4G pun tidak percuma. Hanya saja, saat ini masih perlu dilakukan edukasi lebih gencar dan handset yang sesuai agar masyarakat Indonesia mau menggunakan layanan ini. Itu sebabnya, Telkomsel rajin menggelar program di daerah untuk melakukan edukasi ini. Program ini disebut dengan DIGILIFE Festival.

    Kali ini, masyarakat Medan yang menjadi ‘sasaran’ Telkomsel. Ajang kreasi digital ini dilakukan untuk memperkenalkan layanan digital lifestyle terkini dan dilakukan sejak Kamis (14/1) hingga Minggu (17/1) di Plaza Medan Fair. Pada event tersebut, dihadirkan berbagai inovasi teknologi terbaru dan keseruan dunia digital Telkomsel.

    General Manager Sales Regional Sumbagut Telkomsel, Nurcahyo Priyadi, mengatakan “DIGILIFE Festival kami gelar di Medan, untuk memperkenalkan layanan digital terbaru Telkomsel kepada masyarakat kota Medan. Kami melihat Medan sebagai salah satu kota yang yang aktif menggunakan layanan digital, dan dapat terlihat dari banyaknya gamers dan developers.”

    Nurcahyo juga menambahkan bahwa dengan telah beroperasinya layanan Telkomsel 4G LTE di Medan yang menawarkan kecepatan dan kestabilan mobile broadband yang lebih baik, maka hal ini akan membuat pengalaman pelanggan dalam menikmati berbagai layanan digital lifestyle menjadi lebih maksimal. Ke depannya diharapkan tercipta ekonomi digital yang terintegrasi, dimana masyarakat digital Medan mampu benar-benar memanfaatkan layanan digital dari Telkomsel.

    Saat ini secara nasional, layanan digital Telkomsel tumbuh sebesar 39% pada kuartal III 2015 jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga diiringi dengan peningkatan penggunaan layanan data yang naik dengan sangat signifikan yaitu lebih dari 119% dibandingkan tahun 2014.

    Adapun pelanggan yang mengunjungi DIGILIFE Festival dapat mencoba sederetan layanan digital Telkomsel, seperti TCASH, LangitMusik, Moovigo, eKado, hingga layanan M2M (Machine to Machine) Telkomsel T-Drive.

    Bagi pengunjung yang merasa kreatif dan punya bakat di bidang entertainment, ada berbagai games dan kompetisi menarik, seperti di booth My NSP, dimana pengunjung bisa menciptakan nada sambung pribadi versi sendiri dan bahkan dijual secara komersial. Ada juga Stand Up Comedy & Beat Box competition untuk menunjukkan bakat sekaligus menghibur banyak orang.

    Penggemar fotografi atau yang punya cita-cita menjadi reporter, dapat mengikuti Digifest Journal dan Digifest Moment Hunter yang berhadiah smartphone dan kamera. Di Digifest Journal, peserta bisa meliput keseruan yang ada di event Digifest melalui livetweet.

    Sedangkan di Digifest Moment Hunter, peserta ditantang untuk memotret momen seru di sepanjang acara.

    Di acara ini para gamers bisa membuktikan skill dan strateginya di berbagai kompetisi games yang sedang hits saat ini, seperti Duel Otak, Line Getrich, dan Dota 2 & Point Blank dengan banyak hadiah seru.

    Bagi para penggemar otomotif, dapat mencoba teknologi terbaru T-Bike dan T-Drive yang akan memudahkan pelanggan untuk melacak dan mendeteksi kondisi mesin kendaraan. Pengunjung acara juga dapat menjelajahi dunia virtual di booth Oculus dan Mindwave.  Ada juga booth Ekado dan T-Loker yang sangat bermanfaat dimana penggunanya bisa mendapatkan berbagai kupon belanja serta informasi lowongan pekerjaan terbaru.

    Selain itu bagi pelanggan yang mengaktifkan layanan digital dengan menghubungi *500*81# dengan melakukan pembelian layanan digital seperti Nada Sambung Pribadi (NSP), voucher games dan LangitMusik MP3 berkesempatan memenangkan hadiah. Untuk setiap pembelian yang dilakukan pelanggan akan mendapatkan kupon yang akan diundi untuk dapat memenangkan hadiah 1 unit Samsung Galaxy S6 Edge, 1 unit Kamera Fuji Film XM1, 4 unit Samsung Galaxy A5, 3 unit Xiaomi Mi4 dan hadiah utama 1 unit Datsun Go. Program UMB Digifest ditujukan bagi pelanggan area Sumatera dan berlangsung hingga 11 April 2016.

    Telkomsel DIGILIFE Festival kali ini juga didukung dan melibatkan berbagai komunitas digital dan kreatif di Medan, seperti diantaranya komunitas gamers, photography, video, pendidikan dan automotif. Acara ini juga menghadirkan talkshow dengan judul ‘Peluang Bisnis di Dunia Digital’ dengan pembicara General Manager Digital Lifestyle Marketing Telkomsel Aris Sudewo. (Icha)

  • Telkomsel Keberatan Infrastruktur Sharing. Kenapa?

    Telkomsel Keberatan Infrastruktur Sharing. Kenapa?

     

    Telko.id – Dari semua operator yang ada di Indonesia, Telkomsel adalah operator yang sangat agresif menggelar jaringan. Maklum saja, dana yang dimiliki banyak dan dengan mudah untuk membangun. Berbeda dengan operator lainnya. Tak heran, Telkomsel merasa keberatan jika infrastruktur sharing ini diberlakukan. Apakah hanya itu? Apa pertimbangan lain sehingga operator nomor satu ini ‘keberatan’.

    Menurut Ivan C Purnama, VP Technology & System Telkomsel dalam Focus Group Discussion yang Digelar Kamis, 14 Januari 2016. Dari 10 Negara pengguna selular terbesar, hanya 2 negara yang melakukanActive Network Sharing yakni Brasil dan Rusia. Jika dilihat dari market share di kedua Negara tersebut, tidak ada operator yang dominan. Dan Active Network Sharing tersebut dilakukan antar operator dengan market share yang setara.

    Telkomsel juga melihat bahwa tidak ada Negara yang memberlakukan Active Network Sharing di Negara-negara yang memiliki operator yang dominan. “Jadi, tidak ada benchmark yang memadai untuk Indonesia melakukan langkah ini,” ujar Ivan lebih lanjut.

    Bahkan, Telkomsel melihat bahwa Active Network Sharing ini tidak memberikan manfaat lebih kepada pelanggan dan Operator. Padahal, untuk mendukung program percepatan pita lebar, efisiensi biaya dari Active Network Sharing harus dialokasi kepada percepatan penggelaran jaringan.

    Dalam Rencana Pita Lebar Indonesia (RPI), perlu adanya percepatan pembangunan BTS. Setidaknya dapat menyamai layanan pitalebar seperti di negara-negara maju. Jika dibandingkan dengan Negara lain, di Indonesia atau di Telkomsel satu BTS itu menanggung beban 1665 pelanggan. Sedangkan di Airtel India menanggung beban 1520. Di China Mobile menanggung 984 pelanggan. Di NTT DoCoMo Jepang menanggung sebanyak 724 pelanggan. Dan yang paling longgar adalah di SK Telecom Korea sebanyak 573 pelanggan.

    Pada tahun 2019, diharapkan Indonesia untuk Prasarana Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan Pitalebar Akses Tetap dapat melayani 71% dengan kecepatan 20 Mbps, di gedung-gedung sudah 100% di cover dengan kecepatan 1 Gbps dan 30% penduduk sudah mampu menikmati layanan pitalebar ini. Untuk Pitalebar akses bergerak sudah mampu melayani 100% dari populasi dengan kecepatan 10 Mbps.

    Sedangkan untuk prasarana pedesaan, diharapkan pada tahun 2019 sudah mampu melayani 49% pelanggan rumah tangga dengan kecepatan 10 Mbps dan 6% dari populasi. Untuk Pitalebar akses bergerak, diharapkan sudah dapat dinikmati oleh 52% populasi dengan kecepatan 1 Mbps.

    Selanjutnya, Ivan juga menyatakan bahwa Active Network Sharing tidak menjamin kesetaraan dan keseimbangan pembangunan jaringan. Alasannya?

    1. UU RI 36/ 1999 Tentang Telekomunikasi menimbang Point b : bahwa penyelenggaraan telekomunikasi mempunyai arti strategis dalam upaya memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.
    1. Lisensi 3G yang diberikan bersama-sama pada tahun 2006 tidak disertai dengan komitmen pembangunan yang sama untuk semua operator sehingga beberapa operator hanya membangun di daerah-daerah yang menguntungkan saja. Hal ini bertentangan dengan semangat pemerataan pembangunan yang diamanatkan UU. Terlihat adanya kelemahan pada reward dan punishement.

    Kebijakan network sharing harus memperhatikan komitmen pembangunan yang merata dan seimbang bukan hanya sekedar efisiensi biaya usaha.

    Telkomsel juga melihat bahwa langkah untuk melakukan Active Network Sharing ini hanya berpotensi menghemat devisase besar 0.13-0.27% dari total Impor Indonesia. Sehingga kebijakan Active Network Sharing dengan tujuan menghemat Devisa bertentangan dengan keinginan untuk melakukan percepatan pembangunan pitalebar di Indonesia, di mana saat ini pembangunan BTS Indonesia perlu ditingkatkan.

    Sebagai gambaran, untuk total impor komponen network adalah 2,288 juta USD. Sebesar 70% adalah belanja untuk network Telko atau sebesar 1,601.6 juta USD yang digunakan untuk Impor komponen BTS. Sedangkan untuk Network Sharing akan memberikan saving sebesar 30% dari impor komponen BTS atau sebesar 480.5 juta USD.

    Namun, jika pun pemerintah tetap mengambil langkah untuk melakukan Active Network Sharing, Telkomsel menyarankan beberapa point agar strategi pemerintah tersebut dapat mencapai Rencana Pitalebar Indonesia atau RPI.

    1. Active Network Sharing tidak ditujukan untuk efisiensi biaya operator dan penghematan devisa, namun harus ditujukan untuk percepatan pembangunan BTS di seluruh pelosok Indonesia dalam bentuk komitmen pembangunan.
    2. Komitmen operator untuk membangun lebih banyak, lebih merata dan seimbang harus seiring dengan efisiensi yang didapatkan.
    3. Penyempurnaan dan pelaksanaan system reward and punishment sehingga operator yang melampaui komitmen mendapatkan insentif lebih.

    Menanggapi keberatan dari Telkomsel, pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia tetap akan menjalankan langkah infrastruktur sharing ini. “Jika operator besar ikut maka efisiensi yang diharapkan pemerintah demi manfaat yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia akan lebih cepat. Tapi jika pun tidak, tetap akan tercapai tapi pasti waktunya lebih lama”.

    Lebih lanjut, Rudiantara yang sering dipanggil dengan Chief RA tersebut juga mengatakan bahwa Infrastruktur sharing ini nanti nya akan diserahkan pada industry dalam pelaksanannya. Jadi tetap akan mengedepankan aspek bisnis atau B to B. (Icha)

  • Sambut Malam Tahun Baru Ada 93 Combat Telkomsel Yang Siaga

    Sambut Malam Tahun Baru Ada 93 Combat Telkomsel Yang Siaga

     

    Telko.id – Pusat-pusat wisata adalah salah satu tempat favorit masyarakat berkumpul ketika malam pergantian tahun. Dengan kerumunan yang demikian banyak tentu, jika mengandalkan jaringan yang ada kurang memadai. Padahal, pada detik-detik pergantian tahun, banyak momen yang akan di share melalui media social. Voice dan SMS pun tetap dibutuhkan pada saat tersebut.

    Berdasarkan pengalaman, Telkomsel pun sudah mempersiapkan jaringannya untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan para pelanggannya dalam berkomunikasi. Ditempat-tempat wisata yang diprediksi akan menjadi pusat keramaian di momen Tahun Baru. Secara nasional, sebelumnya Telkomsel telah melakukan identifikasi terhadap 665 titik keramaian utama atau disebut dengan PoI (Point of Interest) yang diprediksi akan dipadati oleh pelanggan di masa-masa tahun baru.

    “Kualitas jaringan selama masa pergantian tahun di titik-titik keramaian khususnya lokasi wisata akan terus kami kawal, sehingga pelanggan tetap nyaman  berkomunikasi, sekalipun ada lonjakan trafik komunikasi yang tinggi. Layanan data menjadi fokus utama tahun ini, mengingat aktivitas pelanggan dalam menggunakan social media sangat tinggi untuk berbagi momen spesial seperti tahun baru,” Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel menjelaskan.

    Sebelumnya, secara nasional Telkomsel telah memprediksi adanya kenaikan layanan data pada momen Tahun Baru mencapai 2.000 Terabyte atau naik 22.6% dibandingkan trafik data rata-rata di hari normal sepanjang tahun 2015. Sementara itu, layanan suara diperkirakan menjadi 1,64 Milyar menit atau naik 6,4%, sedangkan trafik SMS diperkirakan menjadi 1,04 Milyar SMS atau naik 18,8% dibandingkan dengan trafik normal hari biasa.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain didukung lebih dari 100.000 BTS, secara nasional Telkomsel mengerahkan sebanyak 93 COMBAT di berbagai lokasi wisata padat pengunjung  di seluruh Indonesia yang menjadi pusat perayaan malam tahun baru.

    Di ibukota, beberapa lokasi yang diprediksi menjadi pusat keramaian, baik di saat malam pergantian tahun maupun di hari pertama tahun 2016 adalah di Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Bundaran HI dan Monas. Di lokasi-lokasi tersebut, pengamanan jaringan diantaranya dilakukan Telkomsel dengan menyiagakan Compact Mobile BTS (COMBAT) untuk menjamin kualitas jaringan tetap prima.

    Di beberapa lokasi wisata utama, Telkomsel bahkan menyiagakan COMBAT dengan jumlah lebih dari hari libur biasanya, seperti di Taman Impian Jaya Ancol dengan 5 unit COMBAT, dimana 3 diantaranya menghadirkan layanan 4G dan di Taman Mini Indonesia Indah sebanyak 2 unit COMBAT. Khusus untuk Taman Impian Jaya Ancol dialokasikan lebih banyak, karena diprediksi jumlah pengunjung akan membludak, bersamaan dengan digelarnya sejumlah puncak pertunjukan malam akhir tahun. (Icha)

  • Telkomsel Kerahkan 7 Unit Combat BTS Mobile Di Ancol dan Taman Mini

    Telkomsel Kerahkan 7 Unit Combat BTS Mobile Di Ancol dan Taman Mini

     

    Telko.id – Tempat wisata adalah tempat yang biasa dikunjungi masyarakat saat akan menikmati pergantian tahun. DI Jakarta utara, Taman Impian Ancol menjadi salah satu tempat favorite. Untuk itu, Telkomsel sudah penambahan kapasitas layanan untuk melayani para pelanggannya yang pasti akan meningkat jumlah nya di area tersebut.

    “Telkomsel sudah mensiagakan 5 unit Combat BTS Mobile untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman broadband yang berkesan bagi para pelanggan yang akan menghabiskan malam pergantian tahun di sana,” Primadi K. Putra, Vice President Corporate and Community Account Management Telkomsel menjelaskan.

    Selain itu, Telkomsel juga memberikan bantuan pada jajaran Korlantas dalam Operasi Lilin – Jaya 2015 guna mendukung operasional selama pergantian tahun.

    Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun menjadi area yang diantisipasi lonjakan penggunaanya oleh Telkomsel. “Menghadapi momen libur Natal dan Tahun, Telkomsel sudah mempersiapkan diri untuk menjamin kenyaman pelanggan dalam menikmati layanan Telkomsel, terutama di sejumlah titik keramaian yang menjadi Poin Of Interest (POI) tempat berkumpulnya massa yang cukup banyak di saat momen liburan dan khususnya malam pergantian tahun, seperti halnya di Taman Mini Indonesia Indah ini,” ujar, Heru Sukendro, General Manager Sales Regional Central Jabotabek Telkomsel menjelaskan.

    NARU_TMII-1

    Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Telkomsel menambah kapasitas dan coverage BTS existing. Selain itu juga menambah 2 unit Combat BTS Mobile yang ditempatkan di wahana Keong Mas dan Snow Bay.

    Hal ini sudah dipersiapkan Telkomsel dikarenakan berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir tingkat kunjungan di TMII meningkat dari yang biasanya sekitar 40 ribu pengunjung di akhir pekan, meningkat menjadi sekitar 65 ribu di malam pergantian tahun, yang dibarengi peningkatan trafik telekomunikasi hingga 2 kali lipat, baik itu voice call, SMS, maupun akses internetan. (Icha)

  • Gandeng Telkomsel, Huawei Bangun Pusat Inovasi Berbasis Mobile Broadband

    Gandeng Telkomsel, Huawei Bangun Pusat Inovasi Berbasis Mobile Broadband

    Telko.id – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) hari ini menandatangani nota perjanjian kerjasama dengan PT Telkomsel, Universitas Indonesia, dan Small Cell Alliance Indonesia untuk membangun Pusat Inovasi Bersama (Joint Innovation Center/JIC). Pusat inovasi ini akan berfungsi sebagai tempat penelitian dan pengembangan aplikasi smart university yang berbasis jaringan Mobile Broadband (MBB) di wilayah kampus.

    Pusat Inovasi Bersama ini merupakan program lanjutan dari Southern Pacific Small Cell Summit yang sebelumnya telah diselenggarakan dengan sukses pada September 2015 lalu. Huawei dan Telkomsel berkolaborasi untuk memberikan fasilitas untuk Pusat Inovasi Bersama berupa teknologi, solusi, dan jaringan paling mutakhir yang akan diimplementasikan di tempat ini. Huawei akan menyediakan peralatan untuk mendukung pelatihan teknologi terbaru dan perkembangan inovasi bisnis yang terdapat di Platform Inovasi Terbuka (Open Innovation Platform) dan memberikan berbagai contoh program inovatif lain yang dapat dijadikan referensi – seperti Rich Communication Service dan Value Growth Service – sementara Telkomsel akan menyediakan jaringan MBB untuk mendukung koneksi yang dibutuhkan di Pusat Inovasi Bersama.

    Dengan memanfaatkan fasilitas ini, para peserta dapat melakukan program Inovasi Layanan Digital (Digital Service Innovation), seperti aplikasi universitas pintar (smart university), pusat perbelanjaan pintar (smart shopping mall), kantor pintar (smart office), bandara pintar (smart airport), dan sebagainya.

    Menurut Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, Pusat Inovasi Bersama sangat sesuai dengan filosofi utama Huawei, yaitu memberikan solusi yang berorientasi pada pelanggan dan membangun dunia yang terkoneksi lebih baik.

    “Huawei konsisten dan terus melakukan upaya untuk membangun Indonesia yang terkoneksi lebih baik, khususnya dalam mengembangkan sektor TIK di Indonesia. Kolaborasi Huawei dengan para mitra untuk membangun Pusat Inovasi Bersama merupakan salah satu bentuk keseriusan Huawei dalam mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. Kami berharap Pusat Inovasi Bersama ini dapat menghasilkan berbagai aplikasiaplikasi berguna dan dapat menjadi contoh smart university bagi kampus lain di Indonesia. Generasi muda merupakan salah satu aset penting yang dapat menentukan keberhasilan penerapan program masyarakat digital,” katanya melalui keterangan pers, Selasa (22/12).

    Sebagai universitas terbaik di Indonesia yang memenangkan penghargaan TIK untuk kampus pintar dengan konten dan aplikasi terbaik di Indonesia, 90% wilayah kampus Universitas Indonesia telah dilengkapi oleh infrastruktur dan layanan IT.

    “Sektor pendidikan di Indonesia membutuhkan jaringan telekomunikasi yang lebih baik. Kami berharap Pusat Inovasi Bersama dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang lebih berkualitas dan terkoneksi dengan baik,” ujar Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Dekan Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

    Memiliki lebih dari 3,500 karyawan yang 90%-nya merupakan warga negara Indonesia, Huawei Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang terkandung dalam empat pilar, yaitu melampaui standar industri, mempromosikan pembangunan TIK, berkontribusi terhadap masyarakat, dan menciptakan kesempatan melalui pendidikan.

    Pada Mei 2015, Huawei bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk membangun Pusat Inovasi yang menyediakan akses untuk pendidikan tinggi, memberikan pelatihan kepada talenta lokal, bersama dengan mitra lokal berpartisipasi dalam penelitian gabungan mengenai inovasi dan teknologi terbaru, dan memanfaatkan keahlian global Huawei dalam memberikan konsultasi TIK guna menciptakan regulasi TIK yang efektif dan menguntungkan bagi masyarakat Indonesia.

    Selain itu, sejak tahun 2009 Huawei telah memberikan beasiswa dan kesempatan untuk magang kepada mahasiswa-mahasiswa terbaik dari universitas terkemuka di Indonesia. Pada 2014, Huawei mendirikan Huawei – Pusat Pelatihan STEI ITB bernilai 1 miliar dollar yang fokus untuk mengembangkan IP (Internet Protocol). Pada tahun 2013, Huawei bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Telkom, dan Telkomsel menandatangani nota kesepakatan untuk melatih talenta lokal selama 3 tahun. Hingga saat ini, Huawei telah melatih lebih dari 450 mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia.

    Melalui program pelatihan ini, Huawei telah mengirim lebih dari 50 mahasiswa ke Tiongkok untuk mengikuti program pelatihan Huawei Seeds for the Future yang diadakan selama dua minggu untuk mahasiswa terbaik dari 10 universitas negeri terkemuka di Indonesia. Para mahasiswa ini berasal dari 10 universitas negeri terkemuka di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Telkom (Tel-U), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Instritut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Del (IT Del), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Sumatera Utara (USU).

  • Ini Dia, Titik-titik 4G LTE Telkomsel di Jakarta dan Sekitarnya

    Ini Dia, Titik-titik 4G LTE Telkomsel di Jakarta dan Sekitarnya

     

    Telko.id – Ingin merasakan kenikmatan berselancar menggunakan jaringan 4G LTE milik Telkomsel. Ya, tentu nya harus diwilayah atau di titik-titik yang memang sudah jaringan 4G LTE nya. Jika tidak, tentu pengalaman dan keasyikan nya tidak akan terasa.

    Untuk Anda di wilayah Jabodetabek, jika ingin merasakan kenikmatan 4G LTE, monggo mampir ke wilayah ada ada dibawah ini:

    Jakarta: Tomang, Grogol, Pal Merah Barat, Mangga Besar, Salemba, Menteng, Kalibata, Kalibata, Mampang prapatan, Pancoran, Kebayoran, Sudirman, Cipete, Gandaria, TB Simatupang, Dewi sartika, Pondok Indah, SCBD, Pasar Minggu, Pulomas, Jatinegara, Mangga Dua, Kelapa Gading, Sunter dan lainnya.

    Bogor: Puncak, Cimanggis, Cisarua, Cileungsi, Taman Wisata, Jasmine Garden, Bojong Depok Baru, Rancamaya, Bogor City Central, Menteng Bogor dan lainnya.

     Depok: Pondok Cina Depok, Permata Depok, Cinere Country, Margo City, Andara, Taman Duta, Krukut Raya, Depok Indah, Kampus Universitas Indonesia Depok dan lainnya.

    Tangerang: Pamulang, Serpong indah, Bintaro Jaya, Pondok Kranji, Ciledug Raya, Bandara Soekarno Hatta, Ciputat Baru, Lippo Karawaci, Alam Sutera, Rempoa dan lainnya.

    Bekasi: Taman Galaxy, Pondok Cipta, Jati Waringin, Cikarang, Bintara Raya, Jati Warna, Pekayon, Harapan Indah, DeltaMas, Duta Indah, Jati Bening, Cikunir, Harapan Jaya, Duta Kranji dan lainnya.

    Selamat mencoba! (Icha)

  • 80% Kawasan Jabodetabek Sudah Dilayani Telkomsel 4G LTE

    80% Kawasan Jabodetabek Sudah Dilayani Telkomsel 4G LTE

    Telko.id – Pasca penataan ulang 1800 MHz, Telkomsel ‘ngebut’ untuk mempercepat dalam memberikan layanan data yang maksimal di jaringan 4G LTE. Kali ini yang diperluas adalah di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

    “Perluasan cakupan 4G LTE ke kawasan yang berada di sekitar Jakarta kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi layanan data yang tinggi oleh masyarakat, terbukti dengan kenaikan penggunaan layanan data sebesar 100% di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir,” ujar Lindayanti Harjono, Vice President LTE Commercial Telkomsel menjelaskan.

    Linda lebih lanjut menjelaskan bahwa pasca penataan ulang 4G 1800 MHz, layanan Telkomsel 4G LTE melakukan upgrade lebar bandwidth di frekuensi 1800 MHz sehingga cakupan wilayah layanan Telkomsel 4G LTE menjadi lebih luas, dan device (perangkat) yang dapat menikmati layanan ini semakin banyak pula, sehingga pengalaman pelanggan menjadi jauh lebih baik.

    Lebih dari 80% kawasan Jabodetabek telah dilayani oleh Telkomsel 4G LTE yang didukung oleh lebih dari 1500 BTS 4G yang mencakup lokasi-lokasi POI strategis seperti kawasan residensial, lokasi wisata, kampus, pusat perbelanjaan, area pelayanan publik, dan lain-lain. Adanya akses data cepat yang juga hadir dengan indoor coverage yang kuat ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil.

    “Ketika menggelar layanan 4G LTE kami selalu memastikan ketersediaan jaringan yang tersebar mampu mencakup mayoritas wilayah kota tersebut atau sekitar minimal 80%, karena kami ingin memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan. Tahun depan kami akan memperluas layanan ini ke paling tidak dua kali lipat jumlah kota yang kami gelar tahun ini”, tambah Linda.

    Bagi pelanggan yang ingin berlangganan layanan 4G LTE, Telkomsel memberikan kemudahan berupa penukaran simcard yang dimiliki dengan USIM secara gratis tanpa harus mengubah nomor saat ini. Kemudian pelanggan yang saat ini telah memiliki paket data Telkomsel, dapat melanjutkan penggunaan paket tersebut dengan tariff yang sama tanpa tambahan biaya untuk menikmati 4G LTE. Saat ini pelanggan di kawasan Jabodetabek sudah dapat menukarkan simcard mereka dengan USIM, ataupun mendapatkan kartu perdana 4G simPATI dan kartuHALO di pusat layanan pelanggan Telkomsel (GraPARI).

    Saat ini jumlah pelanggan Telkomsel yang telah beralih ke layanan 4G dan menggunakan uSIM (simcard 4G) berjumlah lebih dari 2 juta pelanggan, dan terus meningkat seiring dengan banyaknya permintaan penggantian uSIM, baik di berbagai customer touch point maupun ketika roadshow 4G LTE dilakukan di mal-mal.

    Selain itu, Telkomsel juga sudah masuk ke Pekanbaru dan Banjarmasin. Di kedua kota ini peningkatan konsumsi layanan data oleh pelanggan yang cukup signifikan hingga sekitar 100%.

    Memang, dengan kehadiran teknologi 4G LTE menjadi jawaban terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan mobile broadband yang berkualitas. Dimana hal ini pun dapat terlihat dari peningkatan konsumsi layanan data di jaringan Telkomsel hingga kuartal ketiga 2015, yakni sebesar 119% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    Secara nasional Telkomsel memiliki 3000 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di berbagai kota. Telkomsel 4G LTE juga merupakan layanan 4G pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan International Roaming, dimana hal ini akan mendukung mobilitas pengguna layanan dari dan menuju Indonesia, karena Telkomsel telah bekerjasama dengan 37 mitra operator dari sekitar 31 negara di 5 benua untuk International Roaming 4G LTE. (Icha)

     

     

  • 4G LTE Telkomsel Sudah Sampai Malang

    4G LTE Telkomsel Sudah Sampai Malang

    Telko.id – Dari semua operator yang ada di Indonesia, Telkomsel tergolong yang memiliki agresifitas yang tinggi dalam mengimplemtasikan jaringan 4G LTE. Semua itu dilakukan untuk memberikan para pelanggannya dalam melakukan aktifitas digital lifestyle yang lengkap. Saat ini, Telkomsel sudah masuk ke Malang.

    Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur dan menjadikannya kota ke 12 yang sudah dapat menikmati layanan 4G LTE dari Telkomsel. Sebelumnya, Telkomsel sudah memberikan layanan 4G LTE secara komersial di Jakarta, Bali, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, Lombok, Manado,  Batam, Yogyakarta, dan Balikpapan. Secara nasional Telkomsel telah memiliki lebih dari 2200 BTS 4G dengan sekitar 2 juta  pelanggan 4G yang menjadikannya komunitas 4G LTE terbesar di Indonesia.

    “Malang merupakan kota istimewa yang memiliki berbagai ciri khas. Selain dikenal sebagai salah satu kota tujuan para pelajar untuk menuntut ilmu, Malang juga merupakan kota dengan potensi wisata yang luar biasa. Hadirnya layanan 4G LTE Telkomsel di sini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para pelajar, dan warga Malang pada umumnya, untuk berkarya, selain juga mendukung aktivitas digital para wisatawan yang berkunjung ke Malang,” Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

    Menurut Rirek, Malang merupakan salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan jumlah handset (ponsel) 4G di jaringan Telkomsel dengan angka yang cukup tinggi.  Hal inipun dijawab Telkomsel dengan menghadirkan layanan 4G LTE yang dapat diandalkan, sehingga pelanggan dapat memanfaatkan  device yang dimilikinya dengan maksimal untuk mendapatkan mobile digital lifestyle terbaik.

    Pertumbuhan penggunaan layanan data di kota ini pun cukup signifikan, yang dapat terlihat dari angka peningkatan konsumsi data hingga kuartal ketiga 2015, yakni sebesar 104% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year). Adapun jumlah pelanggan data di Malang saat ini berjumlah sekitar 70% dari sekitar 1.4 juta total pelanggan di kota tersebut.

    Untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan dalam menikmati layanan mobile broadband, layanan 4G LTE Telkomsel sudah mencakup 70% kota Malang, termasuk lokasi-lokasi strategis seperti kampus, alun-alun, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, area pelayanan publik, dan lain-lain. Dengan hadirnya akses data cepat ini diharapkan akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil.

    Layaknya di kota yang telah dilayani oleh Telkomsel 4G LTE lainnya, untuk memperkenalkan layanan Telkomsel 4G LTE yang lengkap dengan kesiapan ekosistemnya seperti device 4G dan berbagai aplikasi, dalam rangkaian acara peluncuran di kota Malang ini, Telkomsel juga akan mengadakan pameran 4G  pada tanggal 13 Desember 2015 di UMM Dome, Malang.

    Pada pameran ini para pengunjung dapat secara langsung merasakan digital experience dari layanan-layanan digital Telkomsel seperti LangitMusik dan Moovigo.  Tersedia juga penawaran menarik untuk pembelian berbagai macam gadget, seperti diskon sampai dengan 70% untuk device dari berbagai brand ternama dan harga spesial untuk pembelian device 4G. Tidak hanya itu, pada acara ini juga diadakan pesta Telkomsel Poin dimana pelanggan berkesempatan mendapatkan diskon untuk pembelian smartphone sampai dengan 1,5 juta Rupiah.

    Pengunjung juga dapat mencoba aplikasi Destinasia yang berisi informasi mengenai pariwisata di Indonesia, yang dapat memberikan inspirasi dan panduan berlibur. Melalui aplikasi ini, pelanggan akan mendapat kemudahan menemukan objek wisata, akomodasi, informasi kuliner, dan kabar wisata terkini; didukung oleh fitur multimedia dan audio video streaming.

    Pelanggan di Malang saat ini sudah dapat menukarkan simcard mereka dengan uSIM, ataupun mendapatkan kartu perdana 4G LTE simPATI dan kartuHALO di pusat layanan pelanggan Telkomsel (GraPARI Malang)  yang terletak di jalan S. Parman, Kepanjen serta Lawang.

    Untuk memberikan customer experience terbaik dalam menikmati mobile broadband, Telkomsel berkomitmen menjaga keunggulannya layanan 4G LTE nya yang tercepat, terluas, simple, dengan komunitas terbesar dan beragam konten dan aplikasi berkualitas.

    Selain itu, untuk memberikan real-time experience yang akan mendukung mobilitas pengguna layanan dari dan menuju Indonesia, Telkomsel telah bekerjasama dengan 39 mitra operator dari sekitar 33 negara  di 5 benua untuk International Roaming 4G LTE, yang menjadikannya sebagai layanan 4G LTE pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan International Roaming. (Icha)