Kategori: Telkom

  • Telkom Perkuat Inovasi AI End-to-End dan Talenta Digital di Malang

    Telkom Perkuat Inovasi AI End-to-End dan Talenta Digital di Malang

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat ekosistem Artificial Intelligence (AI) nasional dengan menjadikan Malang sebagai hub strategis pengembangan.

    Penguatan ini dilakukan melalui inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang fokus pada kolaborasi end-to-end antara akademisi, praktisi, startup, dan industri.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, didampingi Komisaris Independen Ira Noviarti dan Direktur Human Capital Management Willy Saelan, melakukan peninjauan langsung ke AI Connect Malang pada Senin (15/12).

    Kunjungan ini menegaskan komitmen perusahaan agar pengembangan AI tidak hanya berorientasi teknologi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan talenta, industri, dan masyarakat luas.

    Dian Siswarini menyampaikan bahwa AI CoE dirancang dengan empat pilar untuk mendorong implementasi AI secara holistik dari hulu ke hilir.

    “Melalui AI CoE, Telkom memastikan AI tidak berhenti pada konsep atau eksperimen, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk menjawab tantangan riil di berbagai sektor. Inilah peran Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang menjembatani talenta, teknologi, dan kebutuhan industri,” ujar Dian.

    Sebagai salah satu hub utama pengembangan AI TelkomGroup, AI Connect Malang berperan mengintegrasikan pengembangan talenta, riset terapan, validasi use case, hingga adopsi solusi digital berbasis AI.

    Pendekatan hulu difokuskan pada pembentukan talenta, penguatan riset, dan peningkatan literasi digital di lingkungan akademik. Sementara itu, hilirisasi difokuskan pada penerapan hasil inovasi AI ke berbagai sektor industri dan layanan publik.

    Content image for article: Telkom Perkuat Inovasi AI End-to-End dan Talenta Digital di Malang

    Showcase Inovasi dan Kolaborasi Nyata

    AI Connect Malang juga menampilkan AI Innovation Showcase yang menghadirkan beragam solusi berbasis AI dari startup, institusi pendidikan, dan mitra industri.

    Inovasi yang ditampilkan mencakup game dan konten kreatif, solusi enterprise, teknologi untuk pendidikan dan pertanian, hingga virtual assistant dan platform pembelajaran berbasis Generative AI.

    Sejumlah exhibitor turut memamerkan karya mereka, antara lain developer game lokal Restoruzz dan Koperasi Game, startup software house Algostudio, startup edukasi Nortis AI Academy, lembaga pendidikan vokasi SMK Telkom Sidoarjo, startup PT. Jayantara dengan inovasi chat berbasis Generative AI, serta akselerator industri kreatif Tombol Start Media.

    Showcase ini menjadi bukti nyata peran AI CoE Malang sebagai ruang validasi use case dan kolaborasi antara inovator lokal dengan ekosistem digital TelkomGroup.

    Penguatan Talenta Digital Masa Depan

    Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan menekankan bahwa pengembangan talenta AI melalui pilar AI Campus merupakan bagian penting dari strategi perusahaan.

    “Transformasi digital dan AI hanya akan berkelanjutan jika ditopang oleh talenta yang adaptif dan inovatif. Melalui Telkom AI CoE, kami tidak hanya membangun keahlian teknis, tetapi juga mindset kolaboratif agar talenta mampu menciptakan solusi yang berdampak bagi bisnis dan masyarakat,” ujarnya.

    Hingga Desember 2025, Telkom melalui program AI Connect telah membina lebih dari 19 ribu talenta digital, dengan sekitar 15 ribu di antaranya merupakan talenta AI. Pencapaian ini didorong oleh berbagai inisiatif seperti AI Talent Certification, AI Introductory Class, AI Clinic for Business, dan AI Innovation Sprint.

    Kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media diharapkan mampu memperkuat kemitraan strategis serta membangun ekosistem digital regional yang berdaya saing.

    Inisiatif Telkom dalam membangun ekosistem AI ini sejalan dengan upaya kolaboratif berbagai pelaku industri. Seperti yang dilakukan dalam kolaborasi strategis Telkom dengan UNAIR untuk mempercepat inovasi AI.

    Sinergi semacam ini juga terlihat pada upaya perusahaan teknologi lain, misalnya HONOR yang mempercepat inovasi AI melalui kolaborasi dengan Google Cloud, Alibaba, dan Qualcomm.

    Selain pengembangan teknologi dan talenta, TelkomGroup juga menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dampak sosial yang nyata.

    Di Malang, perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir kepada BPBD serta memberikan dukungan alat produksi bagi UMKM MakRum sebagai salah satu binaan Rumah BUMN Telkom.

    Inisiatif ini menegaskan peran TelkomGroup sebagai BUMN telekomunikasi digital yang turut berkontribusi aktif dalam mendorong perkembangan ekonomi digital dan kesejahteraan masyarakat.

    Perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan berdampak seperti ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk inovasi di level komponen pendukung.

    Upaya MediaTek dalam memperluas inovasi AI untuk memperkaya kehidupan merupakan contoh bagaimana fondasi teknologi turut mendorong terciptanya solusi yang lebih luas dan aplikatif di tingkat pengguna akhir. (Icha)

  • Spin-Off InfraNexia, Cara Telkom Perkuat Infrastruktur Digital

    Spin-Off InfraNexia, Cara Telkom Perkuat Infrastruktur Digital

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi telah menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) untuk memisahkan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke dalam operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

    Penandatanganan ini dilakukan di Jakarta pada Kamis (18/12) oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama, disaksikan oleh Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng.

    Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen Telkom dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar sebelumnya.

    Transaksi pada fase spin-off pertama ini bernilai Rp35,8 triliun. Dian Siswarini menegaskan, pemisahan ini adalah bagian dari strategi transformasi TLKM 30 untuk mengoptimalkan monetisasi aset strategis dan mempercepat penciptaan nilai.

    “Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup,” ujar Dian Siswarini usai penandatanganan.

    Ia menambahkan, melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh, perusahaan dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model, dan membuka peluang kemitraan strategis untuk pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien.

    Content image for article: Telkom Resmi Spin-Off InfraNexia, Fiber Rp35,8 Triliun Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

    Setelah pengalihan, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50% dari total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom. Aset tersebut meliputi segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya.

    Fase spin-off kedua ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 dan akan dilakukan dengan prinsip transparan, kehati-hatian, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

    InfraNexia: Penggerak Baru dengan Operasi Netral

    Pasca transaksi, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia meningkat menjadi 99,9999997%, mempertegas posisi Telkom sebagai Pemegang Saham Pengendali. Meski demikian, InfraNexia berkomitmen untuk beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity.

    Layanan tersebut akan diberikan baik kepada pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup. Direktur Utama InfraNexia, I Ketut Budi Utama, menjelaskan bahwa model operasi perusahaan dirancang untuk memberikan layanan wholesale yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh industri.

    “Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif,” kata Ketut.

    Ia menambahkan, pemisahan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, memungkinkan lebih banyak pelaku industri merasakan manfaat layanan yang lebih kompetitif dan efisien.

    Telkom meyakini langkah ini akan memperkuat posisi InfraNexia sebagai perusahaan wholesale fiber connectivity terdepan. Secara bersamaan, hal ini juga mengukuhkan posisi TelkomGroup sebagai market leader dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

    Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi BUMN dan amanah dari Danantara serta BP BUMN untuk mempercepat pemerataan akses digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

    Mengikuti Jejak Best Practice Global

    Dian Siswarini menyatakan bahwa pendekatan spin-off yang diadopsi Telkom sejalan dengan praktik terbaik di industri telekomunikasi global. Sejumlah operator besar dunia telah membuktikan keberhasilan model serupa dalam meningkatkan efisiensi, valuasi, dan potensi kemitraan strategis.

    “Sejumlah operator telekomunikasi global seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica (Spanyol), O2 (Inggris) dan CETIN (Czech Republic) terbukti sukses meningkatkan efisiensi dan valuasi serta potensi kemitraan strategis melalui pembentukan entitas pengelola bisnis infrastruktur jaringan secara terpisah,” jelas Dian.

    Hadirnya InfraNexia, dalam visi Telkom, tidak hanya menjadi mesin pertumbuhan baru tetapi juga wujud komitmen mendukung pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.

    Potensi pasar yang terus berkembang dan kebutuhan konektivitas digital lintas sektor yang meningkat dinilai membuka peluang strategis bagi InfraNexia untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem konektivitas nasional.

    Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi penguatan pilar infrastruktur digital Telkom dan akselerasi implementasi strategi TLKM 30.

    Sebelumnya, kinerja keuangan Telkom yang solid menjadi fondasi untuk melakukan transformasi struktural seperti ini. Komitmen terhadap keunggulan operasional juga tercermin dari upaya berkelanjutan perusahaan, seperti yang terlihat dalam inisiatif memastikan keamanan infrastruktur digital.

    Pengakuan atas kualitas tata kelola dan SDM Telkom, seperti predikat sebagai perusahaan Indonesia terbaik di World’s Best Employers 2025, juga memberikan keyakinan dalam menjalankan perubahan besar ini.

    Dengan spin-off InfraNexia, Telkom Group memposisikan diri untuk tidak hanya mempertahankan kepemimpinan pasar tetapi juga mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia ke tingkat yang lebih kompetitif dan inovatif. (Icha)

  • TelkomGroup Salurkan Bantuan dan Internet Satelit ke Sumatera

    TelkomGroup Salurkan Bantuan dan Internet Satelit ke Sumatera

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama jajaran operating company TelkomGroup terus memperkuat aksi tanggap darurat pasca bencana longsor dan banjir bandang di Sumatra.

    Lebih dari dua pekan pasca kejadian, perusahaan telah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp2,311 miliar dan mengaktifkan 13 titik layanan internet satelit di wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tokoh masyarakat, relawan, rumah sakit, dan posko pengungsian.

    Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan dapat menjangkau wilayah yang masih sulit diakses. Hingga Senin (15/12), distribusi bantuan logistik seperti bahan makanan sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai, hingga pembangunan dapur umum telah dimanfaatkan oleh lebih dari 25 lokasi dan titik pengungsian di tiga provinsi tersebut.

    Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menekankan pentingnya konektivitas dalam penanganan bencana.

    “Penanganan bencana membutuhkan dukungan lintas fungsi yang bergerak cepat dan terkoordinasi. Dari sisi infrastruktur jaringan, Telkom memastikan konektivitas tetap tersedia untuk mendukung operasional posko, komunikasi antar relawan, serta layanan publik di wilayah terdampak,” ujarnya.

    Penyediaan internet satelit dari PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menjadi bagian krusial dari upaya ini. Layanan tersebut telah dipasang di 13 lokasi prioritas, dengan rincian 6 titik di Aceh, 5 titik di Sumatra Utara, dan 2 titik di Sumatra Barat.

    Kehadiran konektivitas darurat ini ditujukan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana, operasional posko, serta kelancaran komunikasi bagi masyarakat, relawan, dan pihak terkait lainnya.

    Nanang menambahkan, penyediaan internet satelit di lokasi-lokasi prioritas menjadi bagian dari upaya agar proses recovery yang dilakukan TelkomGroup lebih efektif. “Kebutuhan komunikasi masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah masa pemulihan,” tegasnya.

    Upaya pemulihan layanan telekomunikasi sendiri terus dilakukan secara bertahap dengan fokus percepatan yang saat ini diarahkan ke wilayah Aceh. Tim teknis TelkomGroup bekerja 24/7 untuk memperbaiki infrastruktur terdampak, menormalkan jaringan, dan memperkuat konektivitas darurat di area prioritas.

    Selain internet satelit, TelkomGroup juga menyediakan layanan akses internet gratis yang tersebar di tujuh titik posko bencana.

    Titik-titik tersebut meliputi Kantor Wilayah Telkom Sumut, Kantor Wilayah Telkom Banda Aceh, Pusat Layanan Telkom Sigili, Kantor Wilayah Telkom Sibolga, Kantor Wilayah Telkom Sumbar, dan Pusat Layanan Telkom Talu. Pemilihan lokasi mempertimbangkan titik strategis untuk menjangkau lebih banyak pihak.

    Sebagai bentuk sinergi, dukungan konektivitas juga disediakan di lokasi Pemerintah Provinsi Aceh dan Sumatra Utara serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat. Hal ini untuk memastikan kelancaran operasional posko pemerintah daerah.

    Layanan posko internet gratis akan terus dioperasikan secara optimal untuk mendukung kebutuhan komunikasi warga terdampak, relawan, dan pemangku kepentingan dalam koordinasi penanganan bencana.

    Komitmen Pemulihan Berkelanjutan

    SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyatakan bahwa kehadiran TelkomGroup dalam situasi darurat bukan sekadar mengirimkan bantuan.

    “Hadirnya TelkomGroup dalam situasi darurat bukan hanya soal mengirimkan bantuan, tetapi memastikan masyarakat terdampak bisa kembali bangkit dengan dukungan yang tepat,” ujar Hery.

    Dia menegaskan, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, TelkomGroup memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga ketangguhan masyarakat.

    “Teknologi dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan, karena keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk pulih dari bencana,” tambahnya. Hery berharap kolaborasi lintas pihak dapat mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

    Bantuan kemanusiaan dan konektivitas ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup untuk mendukung percepatan pemulihan pasca bencana dan situasi tanggap darurat. Aksi ini sejalan dengan upaya pemulihan infrastruktur fisik yang terus digenjot.

    Sebelumnya, TelkomGroup juga telah berupaya memulihkan Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak, dengan target tertentu untuk mengembalikan layanan. Upaya serupa dalam percepatan pemulihan jaringan pasca bencana menjadi prioritas utama perusahaan.

    Melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, TelkomGroup berkomitmen menghadirkan aksi kemanusiaan yang relevan, nyata, dan berkelanjutan bagi warga terdampak bencana.

    Komitmen ini mencerminkan peran strategis perusahaan dalam menjaga konektivitas nasional, terutama dalam situasi darurat, sekaligus mendukung ketahanan sosial masyarakat.

    Upaya pemulihan pasca bencana di Sumatra ini juga menjadi pembelajaran bagi penanganan situasi serupa di daerah lain, seperti yang pernah dilakukan pasca gempa di Sulawesi Tengah.

    Dukungan konektivitas darurat dan bantuan logistik dari TelkomGroup diharapkan dapat meringankan beban korban dan memperlancar proses evakuasi serta rehabilitasi.

    Keberhasilan dalam menyalurkan bantuan hingga ke titik-titik pengungsian yang tersebar menunjukkan kemampuan logistik dan koordinasi perusahaan dalam merespons keadaan darurat.

    Langkah ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk operator telekomunikasi lainnya yang turut berkontribusi dalam pemulihan jaringan di wilayah terdampak. (Icha)

  • TelkomGroup Kerahkan 13.700 Personel Siaga 24/7 Jaga Layanan Digital NATARU 2025/2026

    TelkomGroup Kerahkan 13.700 Personel Siaga 24/7 Jaga Layanan Digital NATARU 2025/2026

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama seluruh operating company mengerahkan 13.700 personel yang siaga 24/7 untuk menjaga keandalan layanan digital selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU 2025/2026).

    Kesiapan ini ditegaskan melalui peninjauan langsung jajaran direksi dan komisaris di Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 di wilayah Telkom Regional III, Malang, Senin (15/12).

    Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyatakan fokus perusahaan adalah memastikan seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat terpenuhi secara optimal.

    “Momen Natal dan Tahun Baru merupakan periode yang krusial, kebutuhan layanan konektivitas digital cenderung meningkat tajam. Fokus kami adalah memastikan seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sehingga TelkomGroup dapat menghadirkan layanan prima dan mendukung setiap momen kebersamaan tanpa kendala yang signifikan,” ujar Dian saat memantau kesiapan personel secara hybrid yang terhubung ke Command Center Telkom Integrated Operation Center (TIOC).

    Persiapan terintegrasi mencakup penguatan infrastruktur jaringan dan kesiapan operasional. TelkomGroup menyiapkan infrastruktur dan IT Tools yang beroperasi secara redundant. Didukung 14 infrastruktur kabel laut domestik serta jalur trafik internasional melalui dua gateway di Batam dan Manado dengan total kapasitas hingga 23,2 Tbps atau naik 12% year-on-year (YoY).

    Penguatan jaringan akses juga dilakukan melalui optimalisasi lebih dari 4.000 BTS 5G Telkomsel yang tersebar di 56 kota di Indonesia.

    Untuk menjaga kualitas layanan di kawasan dengan mobilitas tinggi, TelkomGroup memperkuat pengamanan infrastruktur di 437 Point of Interest (POI) Mobile.

    Lokasi tersebut mencakup tempat wisata, pusat perbelanjaan, jalur mudik, transportasi publik seperti rest area, bandara, pelabuhan, stasiun, kawasan permukiman, serta fasilitas rumah ibadah. Bagi segmen enterprise, perusahaan memastikan konektivitas digital tetap stabil melalui penguatan 1.665 POI untuk mendukung layanan publik.

    Content image for article: TelkomGroup Kerahkan 13.700 Personel Siaga 24/7 Jaga Layanan Digital NATARU 2025/2026

    Seluruh aktivitas pengawalan infrastruktur dan layanan digital dimonitor secara terpusat melalui 22 Posko Siaga NATARU 2025/2026 yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko anak perusahaan.

    Posko-posko ini beroperasi hingga 6 Januari 2026 dan didukung sistem smart command center untuk memonitor layanan dan infrastruktur secara rutin.

    Komisaris Independen Telkom Ira Noviarti mengapresiasi dedikasi seluruh pegawai TelkomGroup yang terlibat. “Terima kasih untuk seluruh pegawai TelkomGroup yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Posko Siaga NATARU. Saya mengimbau semua pihak di TelkomGroup untuk bisa memberikan service yang terbaik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat di Indonesia,” ujar Ira.

    Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat posisi Telkom di pasar.

    Selain aspek teknis, TelkomGroup menghadirkan beragam program dan penawaran khusus bagi pelanggan retail Telkomsel serta pelanggan korporasi, enterprise, dan UMKM melalui Telkom Solution dan Indibiz.

    Promo menarik, kemudahan berlangganan layanan, serta dukungan ekosistem aplikasi digital dihadirkan untuk menunjang kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.

    Usai meninjau Posko Siaga di Malang dan apel kesiapan nasional, jajaran BOC dan BOD TelkomGroup melakukan kunjungan ke GraPARI TelkomGroup Kayutangan, Malang untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kepercayaan pelanggan. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan secara berkelanjutan.

    TelkomGroup juga memaknai momentum NATARU dengan menjalankan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inisiatif tersebut meliputi penyaluran bantuan sosial bagi korban bencana alam banjir dan bantuan alat produksi bagi UMKM MakRum, binaan Rumah BUMN Telkom di Malang.

    Bantuan Siaga NATARU juga disalurkan dalam skala nasional, sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam mempercepat pemulihan jaringan pasca bencana seperti yang terjadi di Sumatera.

    Kesiapan operasional ini merupakan implementasi dari pilar strategi transformasi TLKM 30 dalam penguatan keunggulan operasional dan layanan.

    Upaya serupa dalam menjaga keamanan layanan juga dilakukan anak perusahaan seperti Finnet yang memperkuat keamanan transaksi digital dengan Fraud Detection System.

    Dian Siswarini menutup pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat. “Menjelang penghujung tahun, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada TelkomGroup.

    Selamat menikmati momen libur bersama keluarga. Semoga di tahun 2026 mendatang kita dapat terus bersama-sama melangkah maju dan bertransformasi menuju masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

    Komitmen menjaga layanan ini mencerminkan respons cepat perusahaan terhadap situasi darurat, sebagaimana terlihat dalam upaya Telkomsel memulihkan 79,7% layanan pasca banjir Sumatera. (Icha)

  • MDI Ventures dan Goers Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg

    MDI Ventures dan Goers Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg

    Telko.id – MDI Ventures, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di bidang venture capital, bersama platform ticketing Goers meluncurkan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Heritage for the Next Generation”.

    Program ini berupa upaya pemugaran dan peningkatan fasilitas taman bermain di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih edukatif, interaktif, dan nyaman, khususnya bagi anak-anak. Opening ceremony program berlangsung pada 14-15 Desember 2025 di lokasi museum.

    Direktur MDI Ventures Roby Roediyanto dalam sambutannya menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan kontribusi untuk menghadirkan ruang literasi yang positif dan kreatif dengan melibatkan masyarakat dalam pelestarian sejarah.

    “Kami percaya bahwa pendidikan dan sejarah harus bisa diakses secara inklusif dan juga menyenangkan. Melalui program ini, MDI Ventures ingin berkontribusi pada ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat daya tarik wisata agar tetap relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Sebagai salah satu destinasi sejarah utama di kawasan Malioboro, Museum Benteng Vredeburg mencatat lebih dari 450 ribu pengunjung pada periode Januari hingga November 2025.

    Data museum menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung adalah keluarga dan anak-anak, dengan lebih dari 80 ribu pengunjung anak tercatat dalam periode yang sama. Angka ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan fasilitas yang tidak hanya edukatif dan menyenangkan, tetapi juga aman dan nyaman bagi pengunjung usia dini.

    Kolaborasi MDI Ventures dan Goers dalam program CSR ini difokuskan pada peningkatan kualitas taman bermain yang ada. Target penyelesaian pemugaran fasilitas tersebut ditetapkan pada akhir April 2026.

    Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bermain yang lebih inklusif dan interaktif, yang mampu memperkaya pengalaman wisata keluarga sekaligus menjadi media pengenalan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik.

    Chief Operating Officer Goers Niki Tsuraya Yaumi menekankan pentingnya kualitas ruang fisik dalam mendukung pengalaman wisata. “Setiap hari kami membantu ribuan pengunjung mengakses pengalaman wisata dan edukasi melalui teknologi.

    Hal tersebut membuat kami menyadari bahwa pengalaman terbaik tidak hanya bergantung pada digitalisasi, tetapi juga pada kualitas ruang fisik yang mereka kunjungi,” jelas Niki.

    Lebih lanjut, Niki menyampaikan harapan dari program ini. “Kami ingin memastikan anak-anak bisa belajar di tempat yang menarik dan mendorong rasa ingin tahu mereka, kami juga berharap bahwa taman bermain ini dapat menjadi ruang yang menginspirasi sekaligus meningkatkan kenyamanan keluarga saat berkunjung.”

    Goers sebagai platform ticketing dikenal dengan layanan digitalisasi pengelolaan tiket atraksi wisata, dan program ini menjadi momentum bagi Goers untuk berkontribusi langsung pada peningkatan daya tarik fisik destinasi wisata.

    Rangkaian kegiatan pembukaan program “Heritage for the Next Generation” tidak hanya diisi oleh opening ceremony. Berbagai aktivitas lain turut memeriahkan, seperti workshop pengelolaan pengunjung anak dan keluarga, aktivasi publik di area taman bermain, pameran lukisan anak bertema “Aku dan Vredeburg”, serta pentas seni anak-anak.

    Kegiatan-kegiatan ini melibatkan komunitas dan masyarakat sekitar, merefleksikan pendekatan kolaboratif dalam program ini.

    Program CSR kolaborasi MDI Ventures dan Goers ini diharapkan dapat menjadi model implementasi nyata kerja sama antara sektor korporasi dan pengelola aset budaya pemerintah.

    Tujuannya adalah menghadirkan ruang edukasi publik yang aman, nyaman, dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak.

    Melalui pemugaran taman bermain ini, komitmen untuk memberikan pengalaman wisata terbaik bagi keluarga sekaligus memperkenalkan sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda diwujudkan dalam bentuk aksi konkret.

    Keberadaan Museum Benteng Vredeburg sebagai cagar budaya tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan artefak sejarah, tetapi juga sebagai ruang hidup yang berinteraksi dengan masyarakat kontemporer.

    Peningkatan fasilitas pendukung seperti taman bermain yang berkualitas diharapkan dapat menjembatani narasi sejarah dengan kebutuhan rekreasi keluarga masa kini, sehingga museum tetap relevan dan dikunjungi oleh berbagai kalangan.

    Inisiatif dari MDI Ventures ini juga selaras dengan visi besar Telkom Group dalam mendukung ekosistem digital dan pemberdayaan masyarakat.

    Sebagai bagian dari holding company BUMN telekomunikasi dan teknologi, kontribusi melalui program CSR berbasis pelestarian budaya dan pendidikan menunjukkan pendekatan holistic dalam membangun masa depan.

    Program ini tidak hanya tentang renovasi fisik, tetapi juga investasi pada pendidikan dan pengalaman generasi penerus bangsa.

    Dengan ditargetkan selesai pada April 2026, pemugaran taman bermain Museum Benteng Vredeburg akan menjadi perhatian bagi para pelaku pariwisata dan budaya di Yogyakarta.

    Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan, memperpanjang durasi kunjungan keluarga, dan pada akhirnya berkontribusi pada pelestarian warisan sejarah melalui pendekatan yang lebih modern dan ramah anak. (Icha)

  • Telkom dan CCSI, Jajaki Bangun SKKL SUB-2 Gresik-Makassar-Takisung

    Telkom dan CCSI, Jajaki Bangun SKKL SUB-2 Gresik-Makassar-Takisung

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalin kerja sama strategis dengan PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) untuk menjajaki pengembangan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SUB-2 ruas Gresik–Makassar–Takisung.

    Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno dan President Director CCSI Peter Djatmiko di Jakarta, Senin (15/12).

    Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi investasi, mengoptimalkan pemanfaatan rute kabel laut milik Telkom, dan memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional.

    Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi jangka panjang TLKM 30 Telkom, yang berfokus pada akselerasi monetisasi aset strategis dan penciptaan nilai melalui kemitraan.

    Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi konektivitas digital.

    “Sinergi pembangunan SKKL SUB-2 bersama CCSI merupakan wujud komitmen Telkom dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional secara lebih efisien, agile, dan berkelanjutan,” ujar Nanang dalam pernyataannya.

    Ia menambahkan, kolaborasi ini dilandasi niat bersama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui penambahan kapasitas jaringan kabel laut yang andal.

    “Sehingga dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang serta mendukung pemerataan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkasnya.

    Content image for article: Telkom dan CCSI Sinergi Bangun SKKL SUB-2 Gresik-Makassar-Takisung

    Dukungan untuk Infrastruktur Nasional

    CCSI, sebagai produsen dan penyedia kabel serat optik darat dan laut, akan memanfaatkan kapabilitasnya untuk mendukung pengembangan infrastruktur konektivitas secara terintegrasi bersama Telkom.

    Ruang lingkup kerja sama mencakup penjajakan pembangunan SKKL SUB-2 dengan memanfaatkan rencana teknis dan perizinan yang ada.

    President Director CCSI Peter Djatmiko menyatakan bahwa penandatanganan MoU menjadi langkah awal rencana pembangunan jaringan kabel laut yang menghubungkan Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Rencana ini akan melibatkan skema joint operation dan joint investment antara kedua entitas.

    “Kami mengapresiasi kepercayaan Telkom untuk berkolaborasi dengan CCSI dalam inisiatif strategis ini,” kata Peter.

    Ia berharap kerja sama ini tidak hanya mendorong efisiensi investasi dan operasional bagi kedua pihak, tetapi juga dapat mempercepat pembangunan infrastktur konektivitas digital nasional.

    Pendekatan kolaboratif dinilai mampu memberikan manfaat lebih optimal dibandingkan pembangunan jaringan secara terpisah. Sebagai dasar pertukaran informasi dalam tahap penjajakan, Telkom dan CCSI telah lebih dulu menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 21 Maret 2025.

    Mempercepat Pemerataan Konektivitas

    Inisiatif pengembangan SKKL SUB-2 ini merupakan bagian dari upaya Telkom mempertegas perannya sebagai digital telco dengan kapabilitas layanan digital end-to-end.

    Layanan tersebut mencakup Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. Sinergi dengan mitra strategis seperti CCSI diharapkan dapat mendorong pengembangan infrastruktur digital yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi ekosistem nasional.

    Penguatan konektivitas antar pulau, khususnya menghubungkan Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan, memiliki implikasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi digital.

    Infrastruktur yang andal menjadi tulang punggung untuk berbagai layanan digital, cloud computing, dan ekonomi data di kawasan timur Indonesia. Upaya ini juga selaras dengan inisiatif pemerintah untuk mempercepat peta jalan nasional IPv6 Enhanced yang membutuhkan fondasi jaringan yang kuat.

    Ke depan, Telkom dan CCSI akan melanjutkan pembahasan teknis operasional dan komersial secara lebih mendalam untuk merealisasikan potensi kerja sama ini.

    Tujuannya adalah memastikan pengembangan jaringan SKKL SUB-2 dapat memberikan manfaat optimal bagi para pemangku kepentingan, masyarakat, dan kemajuan ekosistem digital nasional.

    Kolaborasi semacam ini menunjukkan bagaimana sinergi BUMN dengan pelaku industri dalam negeri dapat menjadi katalis untuk pembangunan infrastruktur kritikal.

    Seperti yang terlihat dalam event besar seperti MotoGP Mandalika 2025, konektivitas yang kuat merupakan prasyarat untuk mendongkrak aktivitas ekonomi dan pariwisata.

    Selain itu, transformasi digital di sektor lain, seperti yang didorong melalui acara Indonesia AI Day oleh Indosat, juga sangat bergantung pada jaringan backbone yang tangguh dan berkapasitas besar.

    Dengan proyeksi peningkatan permintaan bandwidth yang terus tumbuh, kerja sama Telkom dan CCSI dalam mengembangkan SKKL SUB-2 diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas masa depan Indonesia yang lebih merata dan berkualitas. (Icha)

  • PaDi UMKM Gelar PBFS 2025, Cetak Transaksi Rp993 Miliar

    PaDi UMKM Gelar PBFS 2025, Cetak Transaksi Rp993 Miliar

    Telko.id – Platform digital PaDi UMKM dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar ajang kolaborasi bisnis tahunan, PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2025.

    Acara yang berlangsung pada 10 Desember 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp993,03 miliar.

    Gelaran ketiga ini mengusung tema “Inspire, Connect, Empower” dan dihadiri oleh 70 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, dalam sambutannya menyoroti perkembangan PaDi UMKM yang kini telah bertransformasi dari sekadar marketplace menjadi ekosistem digital yang lengkap.

    “Selama 5 Tahun PaDi UMKM terus berkembang, berawal dari marketplace kini sudah menjadi sebuah ekosistem digital yang lengkap. Kedepannya kami berkomitmen untuk terus berinovasi menciptakan fitur yang tidak hanya mempermudah proses pengadaan, namun juga tetap selaras dengan Tata Kelola Perusahaan yang baik,” ujarnya.

    Faizal menambahkan, dengan dukungan Danantara dan BP BUMN, PaDi UMKM bertujuan menjadi ekosistem digital yang berpihak kepada UMKM dan produk lokal melalui sistem yang transparan dan efisien.

    Senior Director Chief Marketing Officer Danantara, Dendi T. Danianto, menekankan pentingnya transformasi budaya layanan.

    “Melalui penerapan #MelayaniSepenuhHati, PaDi UMKM tidak lagi sekadar marketplace, tetapi bergerak menuju ekosistem layanan yang menghadirkan pengalaman bisnis yang lebih mudah, andal, dan responsif bagi UMKM,” kata Dendi.

    Ia menegaskan bahwa PaDi UMKM harus siap menjadi National B2B Catalyst yang mencerminkan semangat ‘Layanan Bangsa’ dengan memperbaiki pain points dan memperkuat koneksi emosional antar pelaku ekonomi.

    Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Strategis

    PBFS 2025 menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan pertukaran ide. Salah satunya adalah sesi Speed Business Dating, yang mempertemukan penjual dan pembeli secara satu lawan satu untuk mempercepat proses negosiasi.

    Selain itu, diselenggarakan juga talkshow bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pengadaan melalui Jaminan Pelaksanaan” yang menghadirkan pembicara seperti Chief Economist Bank Rakyat Indonesia Anton Hendranata, Kepala Divisi Pengadaan & Logistik Pegadaian Ismanto, dan Branch Manager Jakarta Cikini Asuransi Kredit Indonesia M Abdul Iwan Siswandono.

    Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM BP BUMN Loto Srinaita Ginting, Senior Executive Vice President General Affairs Pegadaian Zulfan Adam, VP GSPS Telkom Arfianto Ramadhian, dan Senior Principal Expert Government and Danantara Digitalization Telkom Sandhy Widyasthana. Kehadiran mereka menguatkan komitmen multisektor dalam mendukung digitalisasi pengadaan.

    Showcase Produk dan Sesi Tawaria yang Interaktif

    Selama acara berlangsung, area showcase dipadati oleh pelaku usaha dari berbagai kategori, seperti alat tulis kantor (ATK), makanan & minuman, elektronik, dan fashion.

    Beberapa peserta yang terlibat antara lain Diva Sinergi Adipradana, The British Institute (TBI), PT Inti Kesles Nusantara, Mejikuhibiniu, Rendang Mamaden, PT Aseli Dagadu Djokdja, dan Liberty Society. Keberagaman produk ini menunjukkan luasnya cakupan ekosistem PaDi UMKM.

    Sesi spesial bernama Tawaria juga menjadi highlight. Sesi lelang dengan mekanisme transparan dan interaktif ini tidak hanya meningkatkan peluang transaksi retail, tetapi juga mendorong terwujudnya kolaborasi yang saling menguntungkan serta memperkuat kepercayaan antar pelaku bisnis.

    Inovasi semacam ini sejalan dengan upaya PaDi UMKM dalam menyediakan solusi lengkap, termasuk melalui fitur Invoice Financing untuk mengatasi kendala cash flow.

    Apresiasi untuk BUMN dengan Transaksi Tertinggi

    Sebagai bentuk apresiasi, PaDi UMKM memberikan penghargaan kepada BUMN dengan volume transaksi tertinggi selama periode 1 November hingga 10 Desember 2025.

    Penghargaan ini dibagi dalam tiga tipe berdasarkan klasifikasi tertentu. Untuk Tipe A, peringkat pertama diraih oleh Pertamina dengan transaksi Rp328 miliar, disusul Telkom (Rp90,8 miliar), dan Mandiri (Rp85,8 miliar).

    Pada kategori Tipe B, Semen Indonesia Group (SIG) berada di posisi teratas dengan nilai Rp73,3 miliar, diikuti Pelindo (Rp62,9 miliar), dan Pegadaian (Rp37,6 miliar).

    Sementara untuk Tipe C, AirNav Indonesia memimpin dengan transaksi Rp27,5 miliar, lalu Pelni (Rp16,9 miliar), dan ASDP (Rp9,3 miliar). Pemberian penghargaan ini menegaskan peran aktif BUMN dalam mendorong pertumbuhan transaksi dan memperkuat ekosistem UMKM digital.

    Gelaran PBFS 2025 menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutan PaDi UMKM dalam menciptakan ruang sinergi yang memperkuat pasar UMKM dan mendorong transformasi pengadaan BUMN.

    Platform ini terus berupaya menghadirkan solusi menyeluruh, termasuk memfasilitasi UMKM dalam memperoleh sertifikat TKDN secara gratis, untuk mendukung peningkatan daya saing dan perluasan pasar. (Icha)

  • TelkomGroup Pacu Pemulihan BTS di Aceh, Target 75% Kembali Aktif

    TelkomGroup Pacu Pemulihan BTS di Aceh, Target 75% Kembali Aktif

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama jajaran TelkomGroup terus mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi pasca bencana longsor dan banjir bandang di Sumatra.

    Hingga Sabtu (13/12), kantor Sentral Telepon Otomat (STO) di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—telah berhasil diaktifkan kembali.

    Fokus pemulihan kini bergeser ke pengaktifan base transceiver station (BTS), dengan pencapaian 90% BTS aktif di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sementara di Aceh baru 50% yang beroperasi.

    Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan pemulihan di Aceh.

    “Di Aceh kerusakan terbesar BTS ada di sana. Kami fokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat recovery dari BTS yang ada di Aceh ini, mudah-mudahan 75% coverage di masing-masing kota bisa kami hidupkan lagi kurang lebih hari ini atau besok,” jelas Nanang saat meninjau kondisi infrastruktur di Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada Sabtu (13/12). Peninjauan ini dilakukan bersama EVP Telkom Regional I Sumatra, Dwi Pratomo Juniarto.

    Nanang menambahkan, upaya pemulihan BTS dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya dari seluruh anak usaha TelkomGroup, tidak hanya dari Telkomsel.

    “Telkom berupaya memprioritaskan perbaikan layanan kepada pelanggan. Kami coba me-recovery services kepada customer lebih dahulu, ini prioritas utama Telkom,” tegasnya. Di lokasi STO Telkom di Kuala Simpang yang terdampak banjir, genangan lumpu masih memerlukan banyak pembenahan.

    Selain di Aceh Tamiang, tim TelkomGroup juga melakukan pengecekan menyeluruh di sejumlah lokasi di Sumatra Utara, termasuk Pangkalan Brandan, Tanjung Pura, dan Tanjung Mulia pada Minggu (14/12).

    Pemulihan di wilayah ini menunjukkan kemajuan signifikan, sehingga fokus utama kini dialihkan ke Aceh di mana kondisi jaringan masih menjadi perhatian.

    Layanan Darurat dan Respons Cepat di Lapangan

    Di tengah upaya pemulihan, TelkomGroup juga memberikan layanan darurat kepada masyarakat. Saat meninjau Kota Langsa, Nanang menyaksikan banyak warga yang memanfaatkan layanan internet dan charger gratis yang disediakan di berbagai titik access point (AP). Kondisi listrik di Langsa saat itu masih padam menyeluruh.

    Content image for article: TelkomGroup Pacu Pemulihan BTS di Aceh, Target 75% Kembali Aktif

    “Terdapat beberapa AP yang sudah diaktifkan dan melihat animo masyarakat kami pikir perlu ditambahkan beberapa titik lagi, di samping juga memenuhi kebutuhan listrik akan perangkat gadget masyarakat,” ujar Nanang.

    TelkomGroup berkomitmen menambah posko layanan serupa untuk memastikan kebutuhan akses telekomunikasi digital masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.

    Kondisi perangkat di Kota Langsa dilaporkan telah menunjukkan pemulihan yang lebih baik dibandingkan dengan Kuala Simpang. Seluruh tim teknis terus bekerja dengan target mengaktifkan 75% cakupan BTS di masing-masing kota di Aceh pada hari Senin.

    Strategi Pemulihan Jangka Panjang dan Tantangan

    Ke depan, percepatan recovery layanan TelkomGroup akan lebih diarahkan ke wilayah Aceh, mengingat kondisi jaringan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat relatif telah stabil.

    Strategi yang diambil adalah melalui pendekatan pembangunan umbrella coverage yang menaungi satu kota atau kabupaten secara menyeluruh. Hal ini bertujuan memastikan layanan konektivitas dapat kembali dinikmati secara lebih luas oleh masyarakat.

    Namun, proses recovery di sejumlah lokasi masih menghadapi tantangan, terutama bergantung pada stabilitas pasokan listrik di wilayah terdampak. Ketergantungan pada pasokan listrik yang pulih menjadi faktor kunci dalam mengaktifkan BTS dan infrastruktur pendukung lainnya.

    Dalam kunjungan kerja di Aceh dan Sumatra Utara, TelkomGroup tidak hanya fokus pada pemulihan teknis. Perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa peralatan medis dan obat-obatan ke RSUP Adam Malik dan wilayah Aceh Tamiang.

    Bantuan tersebut meliputi serum anti tetanus, tabung oksigen beserta isinya, regulator, kursi roda, NRM oxygen mask, berbagai obat-obatan, serta popok dewasa dan anak. Bantuan ini diberikan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

    Upaya TelkomGroup ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam #ElevatingYourFuture, tidak hanya dengan memulihkan konektivitas sebagai tulang punggung komunikasi modern, tetapi juga dengan memberikan kontribusi langsung bagi pemulihan kondisi sosial masyarakat di wilayah terdampak. (icha)

  • Spin-off InfraNexia Disetujui, Telkom Perkuat Infrastruktur

    Spin-off InfraNexia Disetujui, Telkom Perkuat Infrastruktur

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham independen untuk memisahkan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke dalam entitas baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

    Persetujuan ini diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Jumat (12/12/2025).

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan apresiasi atas dukungan pemangku kepentingan.

    “Diperolehnya persetujuan atas pemisahan bisnis dan aset ini memperkuat agenda transformasi perseroan untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional.

    Spin-off InfraNexia merupakan bagian integral dari strategi transformasi TLKM 30 Telkom. Aksi korporasi ini bertujuan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.

    InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan.

    Transaksi ini tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.42/2020. Pelaksanaan RUPSLB telah memenuhi kuorum dan disetujui oleh mayoritas pemegang saham independen.

    Fokus Pengembangan dan Skala Aset InfraNexia

    Dengan menjadi entitas tersendiri, InfraNexia akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

    Dari sisi kepemilikan aset, setelah fase spin-off pertama, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50% dari total infrastruktur jaringan fiber Telkom.

    Aset tersebut meliputi segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Fase spin-off kedua ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 dengan total nilai aset yang dipisahkan mencapai Rp90 triliun.

    Lahirnya InfraNexia juga merupakan wujud komitmen Telkom mendukung agenda transformasi jangka panjang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaras dengan arahan kebijakan nasional.

    Potensi pasar yang besar dan ruang ekspansi di berbagai sektor yang memerlukan dukungan konektivitas digital dinilai membuka peluang besar bagi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama.

    Penugasan Baru dan Perubahan Susunan Pengurus

    Dalam RUPSLB yang sama, pemegang saham juga menyetujui penugasan dari pemerintah kepada Telkom untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Penugasan ini berlaku selama periode peralihan hingga Pusat Data Nasional (PDN) pemerintah beroperasi secara penuh.

    Penugasan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah atas kompetensi Telkom sebagai pemain utama di sektor data center dan cloud. Perusahaan berkomitmen melaksanakan operasional dan keberlangsungan layanan PDNS guna mendukung visi transformasi digital pemerintah dan menjaga kedaulatan data negara.

    RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja serta kesuksesan langkah transformasi.

    Perubahan ini mencakup susunan Dewan Komisaris dan jajaran Direksi. Beberapa nama baru yang bergabung di antaranya Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama, serta Rionald Silaban, Rizal Mallarangeng, Ossy Dermawan, dan Silmy Karim sebagai Komisaris. Sementara itu, Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama.

    Transformasi jangka panjang Telkom terus berjalan melalui empat pilar strategis TLKM 30. Pilar pertama fokus pada peningkatan keunggulan operasional dan tata kelola. Pilar kedua mencakup konsolidasi dan penataan portofolio bisnis.

    Pilar ketiga adalah unlocking value atas portofolio infrastruktur digital, termasuk melalui pembentukan InfraNexia. Pilar keempat menegaskan transisi Telkom menuju entitas strategic holding.

    Dengan berbagai keputusan strategis dalam RUPSLB ini, Telkom menegaskan transformasinya menuju perusahaan strategic holding. Tujuannya adalah menjadi digital telco yang lebih fokus, lincah, dan berdaya saing global.

    Penguatan struktur bisnis dan konsistensi dalam membangun infrastruktur digital nasional diharapkan dapat memperkokoh posisi Telkom sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia. (Icha)

  • Telkom dan UNAIR, Kolaborasi  Percepat Inovasi AI

    Telkom dan UNAIR, Kolaborasi Percepat Inovasi AI

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR).

    Kerja sama ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan riset, inovasi, dan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Hotel Bumi Surabaya City Resort, Jumat (5/12), dalam acara Employer Meeting: Enhancing FTMM–Industry Synergy in the Era of Digital Innovation.

    Kolaborasi ini menandai langkah konkret dalam memperkuat sinergi hulu-hilir antara dunia akademik dan industri.

    UNAIR membawa kekuatan eksplorasi riset dan fasilitas laboratorium, sementara Telkom melalui AI Center of Excellence (AI CoE) menyumbang kapabilitas hilirisasi teknologi, validasi use case, serta implementasi AI dalam skala nasional.

    Perpaduan ini diharapkan melahirkan inovasi AI yang relevan, teruji, dan siap diterapkan di berbagai sektor.

    Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, yang hadir mewakili perusahaan, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam membangun ekosistem AI nasional.

    “UNAIR memiliki kekuatan riset yang kuat, sementara Telkom bergerak di implementasi. Dengan menyatukan keduanya, kita dapat mempercepat proses dari penelitian menjadi solusi nyata,” ujar Komang dalam sambutannya.

    Ia menambahkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pertukaran pengetahuan, melainkan upaya bersama menciptakan inovasi AI yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

    Penandatanganan PKS dilakukan dalam rangkaian acara resmi fakultas dan disaksikan oleh pimpinan UNAIR serta para mitra industri. Dari pihak UNAIR, penandatanganan diwakili oleh jajaran pimpinan FTMM yang dipimpin oleh Dekannya, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM.

    Fokus pada Riset Terapan dan Validasi Teknologi

    Melalui perjanjian ini, Telkom dan UNAIR akan berfokus pada sejumlah area kolaborasi utama. Fokus tersebut mencakup pengembangan riset AI terapan, validasi teknologi, pengujian model AI, serta eksplorasi inovasi di bidang-bidang strategis seperti kesehatan, industri, tata kelola publik, dan rekayasa teknologi. Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan temuan riset tidak berhenti di laboratorium.

    “Kerja sama dengan Telkom memberikan jalan agar hasil riset kami tidak berhenti di laboratorium. Dengan adanya kolaborasi ini, inovasi yang kami kembangkan dapat diuji, diperluas, dan diterapkan secara nyata di sektor industri dan layanan publik,” jelas Prof. Retna Apsari.

    Pernyataan ini menegaskan komitmen UNAIR untuk mendorong dampak nyata dari setiap penelitian yang dilakukan.

    Riset dari UNAIR juga akan mendapat peluang untuk terintegrasi dengan berbagai program unggulan AI CoE Telkom.

    Program-program tersebut termasuk AI Playground untuk eksplorasi teknologi, AI Hub untuk orkestrasi use case, dan AI Connect yang berfungsi sebagai forum pertukaran praktik terbaik bersama mitra industri lainnya. Integrasi ini menciptakan pipeline inovasi yang lebih efisien dari konsep hingga implementasi.

    Memperkuat Posisi Indonesia di Peta Digital Global

    Kerja sama antara Telkom dan UNAIR ini diharapkan tidak hanya menghasilkan solusi teknologi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pengembangan teknologi digital global.

    Dengan menggabungkan kekuatan riset akademik mutakhir dan kapabilitas implementasi teknologi berskala besar, kedua institusi bertekad mendorong terciptanya solusi AI yang adaptif, aman, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan nasional.

    Komitmen Telkom dalam membangun infrastruktur dan ekosistem digital yang tangguh terus diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis.

    Sebelumnya, Telkom Akses telah bergerak cepat memulihkan jaringan pascabencana di Sumatera, menunjukkan respons dan kapasitas operasional yang kuat. Upaya pemulihan serupa juga tercapai dimana TelkomGroup berhasil memulihkan layanan di atas 80% pasca bencana, mengedepankan keandalan layanan.

    Di sisi lain, ekspansi dan inovasi layanan juga terus dilakukan, seperti yang terlihat dari perayaan 13 tahun Telkomcel di Timor Leste dengan menyelenggarakan Festival Telkomcel Connect di Dili.

    Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan visi Telkom yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada penguatan komunitas dan kapabilitas digital di berbagai wilayah.

    Kolaborasi dengan UNAIR menjadi bagian penting dari rangkaian upaya tersebut, khususnya dalam mengakselerasi penguasaan teknologi masa depan seperti AI.

    Langkah ini sejalan dengan tren global dimana kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi kunci utama dalam mendorong inovasi yang disruptif dan berdampak luas.

    Dampak dari kerja sama ini diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan berbagai sektor industri dalam beberapa tahun ke depan, mempercepat transformasi digital Indonesia. (Icha)