Kategori: Berita Samsung

  • Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

    Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memimpin evolusi pengalaman audio digital melalui jajaran perangkat Galaxy Buds Series.

    Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran perilaku konsumen, di mana aktivitas mendengarkan musik dan podcast kini telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern di Tanah Air.

    Fenomena audio sebagai gaya hidup ini terlihat dari tingginya minat pengguna internet Indonesia yang memanfaatkan konten audio di berbagai situasi. Mulai dari bekerja, bepergian, hingga momen bersantai, perangkat audio kini hadir hampir di setiap kesempatan.

    Samsung merespons tren ini dengan menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menawarkan konektivitas mulus antar perangkat, memastikan pengguna mendapatkan kualitas suara terbaik tanpa hambatan.

    Pertumbuhan pasar earphone di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir turut didorong oleh kebutuhan akan pengalaman audio yang lebih personal dan mendalam. Kategori True Wireless Stereo (TWS) mencatat permintaan tertinggi berkat kepraktisan konektivitas Bluetooth yang ditawarkan.

    Terlebih lagi, dengan hilangnya audio jack pada sebagian besar smartphone terkini, keberadaan perangkat TWS Premium menjadi semakin esensial bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas.

    MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, menjelaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap perangkat audio terus berkembang seiring dengan cara mereka mengekspresikan diri.

    Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

    “Musik dan podcast kini menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia beraktivitas dan mengekspresikan diri. Seiring itu, ekspektasi terhadap pengalaman audio pun berkembang. Melalui ekosistem Galaxy yang semakin terintegrasi, Samsung terus menghadirkan inovasi audio yang lebih imersif dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Tipe Sultan.

    Evolusi Inovasi TWS Samsung dari Masa ke Masa

    Keunggulan produk audio Samsung lahir dari fokus perusahaan yang konsisten menciptakan pengalaman cerdas dan nyaman. Rekam jejak inovasi ini terlihat jelas dari lini produk yang telah dirilis dan mendapat sambutan positif, mulai dari Galaxy Buds2 Series hingga Galaxy Buds3 Series yang terbaru.

    Perjalanan inovasi ini dimulai dengan peluncuran Galaxy Buds2 pada Agustus 2021, yang kemudian disusul oleh Galaxy Buds2 Pro pada Agustus 2022. Seri ini membawa desain yang lebih ergonomis, ringkas, dan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya.

    Peningkatan signifikan juga diberikan pada fitur Active Noise Cancelling (ANC) dan teknologi two-way dynamic speaker. Khusus untuk varian Pro, Samsung bahkan menyematkan fitur Neck Stretch Reminder yang berfungsi menjaga postur tubuh pengguna saat duduk dalam durasi lama.

    Evolusi berlanjut dengan kehadiran Galaxy Buds3 dan Galaxy Buds3 Pro yang dirilis pada Juli 2024. Seri ini menawarkan pengalaman audio terbarukan melalui fitur canggih seperti Adaptive EQ dan Adaptive ANC.

    Salah satu terobosan utamanya adalah Integrasi Gemini AI yang membuat perangkat semakin pintar. Dari segi desain, fitur Blade Lights memberikan nuansa futuristis sekaligus fungsi intuitif untuk pengaturan volume dan pemutaran konten.

    Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

    Galaxy Buds3 FE: Opsi TWS Terbaik di Harga Kompetitif

    Melengkapi jajaran produk premiumnya, Samsung merilis Galaxy Buds3 FE pada September 2025. Perangkat ini diposisikan sebagai rekomendasi TWS yang sangat bernilai dengan kisaran harga Rp1 jutaan.

    Meski dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, Galaxy Buds3 FE tetap membawa fitur-fitur premium seperti ANC dan integrasi kecerdasan buatan, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang ingin merasakan teknologi audio terkini tanpa menguras kantong.

    Kombinasi desain ergonomis dan fitur canggih pada seri FE ini memperluas jangkauan pengalaman audio inovatif Samsung ke lebih banyak segmen konsumen.

    Dengan dukungan Ekosistem Galaxy, seluruh varian Galaxy Buds mampu menjadi pendamping ideal untuk produktivitas, komunikasi, hingga hiburan.

    Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Digital

    Samsung memahami bahwa alasan konsumen menikmati konten audio sangat beragam. Banyak pengguna mendengarkan musik untuk menjaga suasana hati saat bekerja atau berolahraga, sementara podcast sering dijadikan sarana mencari inspirasi, mempelajari hal baru, serta memperbarui informasi terkini.

    Oleh karena itu, fitur peredam kebisingan dan integrasi asisten pintar menjadi sangat relevan untuk mendukung fokus pengguna.

    Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatannya dalam menetapkan standar baru di industri TWS. Perusahaan memastikan bahwa setiap perangkat audio yang diluncurkan tidak hanya menawarkan kualitas suara jernih, tetapi juga adaptif dan intuitif terhadap kebutuhan sehari-hari pengguna. (Icha)

  • Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, Jagonya Nightography dan Video Profesional

    Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, Jagonya Nightography dan Video Profesional

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri mobile photography melalui lini flagship unggulannya, Galaxy S Series.

    Di tengah kompetisi perangkat premium yang kian sengit, di mana banyak produsen menawarkan spesifikasi tinggi yang tampak serupa, Samsung memilih jalur inovasi berkelanjutan yang berfokus pada pengalaman pengguna nyata.

    Perusahaan menyoroti kemampuan kamera yang tidak hanya mengandalkan resolusi besar, tetapi juga integrasi kecerdasan buatan dan sistem optik canggih untuk menghasilkan konten profesional di berbagai kondisi pencahayaan.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengungkapkan bahwa konsumen saat ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kemampuan kamera smartphone. Mereka menginginkan hasil foto dan video yang terlihat profesional tanpa harus dipusingkan oleh pengaturan teknis yang rumit.

    Menurutnya, inovasi yang dihadirkan Samsung bertujuan mempermudah setiap pengguna untuk menangkap momen dengan hasil tajam, terang, dan detail, bahkan di kondisi cahaya yang menantang sekalipun.

    Rekam jejak keunggulan ini bukanlah hasil kerja semalam. Reputasi kamera Samsung dibangun melalui evolusi teknologi yang konsisten dari generasi ke generasi, mulai dari pengenalan sensor beresolusi tinggi hingga pengembangan fitur Nightography yang kini menjadi standar industri.

    Pengakuan global pun telah diraih, termasuk penghargaan Best Smartphone di ajang Global Mobile Awards, yang memvalidasi kualitas kamera profesional Samsung di level flagship dalam menghadapi berbagai skenario sulit, seperti merekam konser yang dinamis hingga pemotretan minim cahaya.

    Fondasi Inovasi: Era Galaxy S20 dan S21 Ultra

    Perjalanan panjang Samsung dalam mendefinisikan ulang fotografi seluler dimulai dengan penguasaan perangkat keras yang mumpuni. Pada fase awal, khususnya melalui Galaxy S20 dan S21 Ultra, Samsung meletakkan dasar inovasi dengan berfokus pada peningkatan resolusi dan jangkauan zoom yang belum pernah ada sebelumnya.

    Samsung menjadi pelopor dengan membenamkan sensor 108MP yang dipadukan dengan teknologi pixel binning. Teknologi ini memungkinkan kamera untuk menyerap cahaya dalam jumlah yang jauh lebih banyak, sehingga mampu menghasilkan gambar yang tetap detail meskipun diambil dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Langkah ini menjadi titik balik penting dalam fotografi malam hari menggunakan ponsel.

    Content image for article: Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, Jagonya Nightography dan Video Profesional

    Selain resolusi, pada era ini Samsung juga memperkenalkan teknologi periscope telephoto dan fitur Space Zoom. Terobosan ini menetapkan standar baru kemampuan pembesaran gambar di industri smartphone, memungkinkan pengguna menangkap subjek dari jarak jauh dengan kualitas yang tetap terjaga.

    Kemampuan ini menjadi solusi bagi tantangan fotografi jarak jauh yang sebelumnya sulit ditaklukkan oleh kamera ponsel konvensional.

    Transformasi Nightography: Dari S22 hingga S25 Ultra

    Memasuki era Galaxy S22 hingga generasi terbaru Galaxy S25, fokus inovasi Samsung bergeser dari sekadar adu spesifikasi resolusi menuju penguasaan menyeluruh terhadap fotografi dan videografi minim cahaya.

    Konsep Nightography diperkenalkan bukan sebagai fitur tunggal, melainkan sebuah sistem terpadu yang menggabungkan sensor canggih, optik berkualitas, stabilisasi gambar, dan pemrosesan AI.

    Evolusi ini dapat dilihat melalui tahapan berikut:

    • Galaxy S22 Ultra: Menjadi tonggak awal dengan fokus pada kualitas optik. Penggunaan Super Clear Glass pada lensa kamera berhasil mengurangi pantulan cahaya dan efek lens flare yang sering mengganggu saat memotret lampu kota di malam hari. Dikombinasikan dengan sensor besar dan OIS yang ditingkatkan, perangkat ini mampu menghasilkan foto malam yang lebih bersih dan tajam.
    • Galaxy S23 Ultra: Samsung melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kamera 200MP pertama di lini Galaxy S Series. Sensor ini memadukan resolusi ultra-tinggi dengan pemrosesan AI cerdas. Teknik pixel binning lanjutan memungkinkan penangkapan detail yang lebih kaya, sekaligus membuka peluang eksplorasi kreatif seperti Astrophotography untuk memotret langit malam.
    • Galaxy S24 Ultra: Kapabilitas Nightography diperluas ke ranah video, khususnya untuk skenario dinamis seperti konser. Dukungan Ultra HDR, kamera utama 200MP, dan periscope telephoto 50MP dengan 5x optical zoom memastikan hasil rekaman tetap stabil dan jernih. Fitur Visi AI Samsung terlihat jelas di sini melalui Photo Assist dan Generative Edit yang membantu penyempurnaan visual secara instan.

    Puncak Inovasi pada Galaxy S25 Ultra

    Pada generasi terbaru, Galaxy S25 Ultra menyempurnakan pengalaman Nightography menjadi lebih adaptif dan berpusat pada kreator (creator-centric). Samsung menghadirkan peningkatan signifikan pada sektor videografi dengan kemampuan perekaman video 10-bit HDR yang dilengkapi Galaxy Log yang disempurnakan.

    Fitur ini memberikan fleksibilitas luas bagi para profesional untuk melakukan color grading, termasuk pada rekaman yang diambil dalam kondisi minim cahaya.

    Sektor perangkat keras juga mendapatkan peningkatan masif dengan hadirnya kamera ultra wide 50MP dan kemampuan perekaman video 8K dari lensa lebar.

    Tidak hanya mempertahankan kekuatan sensor 200MP dan sistem zoom optis yang andal, Galaxy S25 Ultra juga melengkapi proses kreatif penggunanya dengan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan.

    Fitur-fitur seperti Audio Eraser, Portrait Studio, Auto Trim, dan Generative Edit memungkinkan alur kerja pembuatan konten menjadi lebih cepat, intuitif, dan presisi. Pengguna dapat melakukan penyuntingan tingkat lanjut langsung dari perangkat, mulai dari pengambilan gambar hingga tahap akhir produksi.

    Inovasi ini sejalan dengan rumor pengembangan teknologi masa depan, seperti modem yang mungkin disematkan pada Galaxy S26, yang menunjukkan komitmen jangka panjang Samsung.

    Melalui rangkaian inovasi yang konsisten ini, Samsung Galaxy S Series telah membuktikan diri sebagai pionir dalam fotografi seluler. Dengan memastikan kualitas gambar yang teroptimalisasi di segala kondisi, Samsung berhasil menjadikan setiap penggunanya layaknya fotografer profesional hanya dalam satu genggaman tangan. (Icha)

  • Samsung Dorong Generasi Muda Jadi Perancang Pendidikan Era Digital

    Samsung Dorong Generasi Muda Jadi Perancang Pendidikan Era Digital

    Telko.id – Samsung Electronics menyerukan perubahan paradigma mendasar dalam sistem pengajaran global menjelang peringatan Hari Pendidikan Internasional 2026.

    Melalui visi bertajuk “Kekuatan pemuda dalam membangun pengajaran bersama”, raksasa teknologi ini menegaskan pentingnya peran aktif generasi muda dalam transformasi pendidikan digital, menempatkan mereka bukan lagi sekadar sebagai objek atau penerima manfaat pasif, melainkan sebagai perancang utama masa depan pendidikan itu sendiri.

    Seruan ini disampaikan langsung oleh CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, yang menyoroti bahwa generasi muda saat ini adalah digital natives.

    Mereka memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam mengenai dinamika masa depan dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, suara mereka menjadi elemen krusial dalam membentuk evolusi proses pembelajaran yang lebih inklusif, adil, dan berkualitas.

    Sejalan dengan semangat Majelis Umum PBB yang menetapkan 24 Januari sebagai Hari Pendidikan Internasional, Samsung menekankan perlunya menjembatani kesenjangan dan memberdayakan pemuda.

    Hal ini menjadi semakin vital di tengah laju perkembangan teknologi yang menuntut evaluasi ulang, tidak hanya pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada bagaimana metode pengajaran tersebut disampaikan kepada siswa.

    Generasi muda saat ini memegang kunci penting dalam ekosistem digital. Agar dapat bersaing, kontribusi digital yang nyata dari mereka sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan dengan tantangan zaman.

    Mendefinisikan Ulang Kesenjangan Digital

    Dalam pandangan Samsung, tantangan di kawasan Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) sering kali disederhanakan hanya sebagai masalah infrastruktur fisik.

    Kesenjangan digital kerap diartikan sebatas kurangnya bandwidth internet atau ketiadaan perangkat keras seperti laptop dan tablet di sekolah-sekolah pedesaan.

    Namun, CU Kim menegaskan perspektif yang lebih mendalam. Bandwidth bukan sekadar angka kecepatan internet, melainkan representasi seberapa cepat seorang siswa dapat mengakses pengetahuan global.

    Begitu pula dengan perangkat teknologi; gadget bukanlah tujuan akhir, melainkan kanvas bagi siswa untuk menumpahkan kreativitas mereka. Ketika siswa di daerah terpencil tidak memiliki akses ini, mereka kehilangan peluang emas untuk berpartisipasi dalam ekonomi masa depan.

    Content image for article: Samsung Dorong Generasi Muda Jadi Perancang Pendidikan Era Digital

    Data menunjukkan urgensi investasi teknologi dalam pendidikan. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 59% sekolah di wilayah SEAO telah memiliki rencana strategis untuk memperbarui dan berinvestasi pada teknologi modern.

    Langkah ini diambil untuk mendigitalisasi lingkungan belajar mereka, menegaskan bahwa investasi teknologi kini telah bergeser dari sebuah kemewahan menjadi kebutuhan primer demi menjamin akses pendidikan yang adil.

    Pemberdayaan Pengajar dan Sekolah di Indonesia

    Teknologi hanyalah titik awal dari transformasi. Kunci keberhasilan sebenarnya terletak pada kemampuan para pengajar untuk membimbing dan menginspirasi siswa menggunakan alat-alat tersebut.

    Samsung merespons kebutuhan ini melalui Samsung Learning Hub, sebuah inisiatif yang menyediakan sarana, pelatihan, dan sumber daya untuk meningkatkan standar pengajaran.

    Melalui program bootcamp dan mentoring, Samsung mendukung para pendidik dan pimpinan sekolah untuk membangun kapabilitas yang diperlukan dalam mengimbangi kurikulum yang terus berkembang.

    Fokus utamanya adalah memastikan teknologi di ruang kelas berfungsi sebagai pendukung pedagogi atau metode pengajaran, bukan sebaliknya.

    Salah satu implementasi nyata dari visi ini adalah program Samsung Digital Lighthouse Schools. Program ini dirancang untuk membantu sekolah memulai perjalanan transformasi digital mereka, terlepas dari titik awal kondisi sekolah tersebut.

    Dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan sarana, pengembangan kapabilitas guru, dan kerangka kerja yang berkelanjutan.

    Di Indonesia, dampak program ini mulai terlihat nyata. SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School baru-baru ini telah bergabung dalam komunitas Samsung Digital Lighthouse School.

    Di institusi pendidikan ini, para guru mulai membangun kepercayaan diri dalam mengintegrasikan perangkat digital ke dalam proses belajar mengajar.

    Hasilnya adalah pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, serta efisiensi beban kerja administratif yang memungkinkan guru kembali fokus pada tugas mulia mereka: mendidik siswa.

    Dukungan perangkat yang mumpuni juga menjadi faktor penting. Inovasi teknologi seperti yang ada pada kreativitas pemuda Indonesia, dapat terakomodasi dengan baik jika ekosistem pendidikannya mendukung penggunaan gadget canggih secara positif.

    Membangun Kemandirian dan Solusi Nyata

    Setelah akses infrastruktur terpenuhi dan tenaga pengajar diberdayakan, langkah selanjutnya adalah membangun kemandirian (agency) pada siswa.

    Samsung berkomitmen membekali generasi penerus dengan keterampilan pemecahan masalah dunia nyata (real-world problem solving), menggunakan teknologi sebagai katalisator untuk berpikir kritis.

    Komitmen ini tercermin dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan, yakni Samsung Solve for Tomorrow. Kompetisi ini menantang siswa untuk menerapkan keterampilan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) guna mengatasi isu-isu sosial di komunitas mereka. Program ini menanamkan pola pikir co-creation atau membangun bersama.

    Antusiasme generasi muda terhadap program ini sangat tinggi. Pada tahun 2025, partisipasi tercatat mencapai hampir 17.000 anak muda di seluruh wilayah SEAO, menandai peningkatan signifikan sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Angka ini menunjukkan dorongan kuat dari para agen perubahan muda untuk memberikan solusi kreatif bagi lingkungan mereka.

    Salah satu contoh inspiratif datang dari Jack Lowe, seorang siswa asal New South Wales, Australia. Ia mengembangkan “Eilik”, sebuah platform perbandingan hasil berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dirancang untuk membantu pengajar mengidentifikasi potensi kecurangan akademik di era AI generatif. Jack meraih penghargaan “Runner-Up 14-18” berkat idenya yang merespons tantangan integritas akademik modern.

    Kasus Jack Lowe membuktikan bahwa pemahaman tentang literasi AI sangat penting bagi generasi muda agar mereka dapat menciptakan solusi yang etis dan bermanfaat bagi sistem pendidikan itu sendiri.

    Menyiapkan Talenta untuk Ekonomi Digital

    Seiring pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, kebutuhan akan talenta yang siap kerja menjadi semakin mendesak. Samsung menjawab tantangan ini melalui Samsung Innovation Campus. Program ini telah menjangkau empat pasar di wilayah SEAO dan membekali lebih dari 24.000 peserta pada tahun 2025.

    Para peserta mendapatkan pelatihan intensif dalam keterampilan krusial seperti coding, pemrograman, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan.

    Tujuannya bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi yang ada saat ini, melainkan mempersiapkan siswa untuk membangun teknologi masa depan. Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan generasi muda dan UMKM dapat naik kelas dan bersaing di panggung global.

    Hari Pendidikan Internasional 2026 menjadi momentum pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang berkelanjutan. Upaya menutup celah akses hari ini adalah investasi untuk membuka pintu inovasi di masa depan.

    Dengan menyediakan platform bagi generasi muda untuk melatih kemandirian, berkreasi, dan memecahkan masalah, kita sedang membangun dunia yang lebih baik secara berdampingan dengan mereka. (Icha)

  • TV Samsung OLED 2026 dan Odyssey G6 Kini Dukung NVIDIA G-SYNC

    TV Samsung OLED 2026 dan Odyssey G6 Kini Dukung NVIDIA G-SYNC

    Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan pembaruan signifikan pada lini produk layar terbarunya. Jajaran TV Samsung OLED 2026 serta monitor gaming Odyssey generasi anyar kini telah mendapatkan sertifikasi NVIDIA G-SYNC Compatible.

    Langkah ini diambil untuk menghadirkan pengalaman bermain gim yang jauh lebih mulus, responsif, dan bebas gangguan bagi para penggemar e-sports maupun gamer kasual.

    Integrasi teknologi NVIDIA G-SYNC ini memungkinkan sinkronisasi yang presisi antara refresh rate layar dengan frame rate yang dihasilkan oleh GPU NVIDIA GeForce.

    Mekanisme ini secara efektif mengurangi masalah visual yang kerap mengganggu kenyamanan bermain, seperti screen tearing (layar tampak sobek) dan stuttering (gerakan patah-patah). Dengan demikian, pengguna dapat menikmati visual yang tidak hanya tajam, tetapi juga mengalir dengan lancar tanpa hambatan teknis.

    Kevin Lee, Executive Vice President Divisi Visual Display di Samsung Electronics, menegaskan komitmen perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan gamer.

    Menurutnya, tujuan Samsung sangat sederhana, yaitu memberikan pengalaman bermain gim yang konsisten di mana pun dan apa pun jenis permainannya.

    “Dengan inovasi terbaru pada TV OLED dan monitor gaming, kami menghadirkan lebih banyak daya, presisi, dan imersi untuk setiap jenis pemain,” ujar Kevin melalui keterangan resminya.

    Adapun model-model yang dipastikan mendukung fitur ini meliputi jajaran TV OLED seri S95H, S90H, dan S85H. Selain itu, dukungan serupa juga hadir pada monitor gaming Odyssey G6 model terbaru, yakni varian G60H dan G61SH, yang siap menjadi standar baru dalam industri perangkat keras gaming di tahun Tren Gadget 2026.

    Terobosan Refresh Rate pada Odyssey G6

    Salah satu sorotan utama dalam pengumuman ini adalah kehadiran monitor Odyssey G6 berukuran 27 inci dengan nomor model G60H. Perangkat ini menetapkan standar baru bagi dunia gaming kompetitif dengan menjadi monitor pertama di dunia yang menawarkan refresh rate hingga 1.040Hz. Kecepatan luar biasa ini didukung oleh fitur inovatif bernama Dual Mode.

    Fitur Dual Mode memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna untuk menyesuaikan performa layar sesuai kebutuhan permainan. Gamer dapat beralih antara mode frame rate ultra-tinggi pada resolusi HD atau memilih performa native resolusi QHD dengan refresh rate hingga 600Hz.

    Kombinasi ini menawarkan kejernihan visual, kecepatan, serta responsivitas yang sangat dibutuhkan dalam gameplay bertempo cepat yang menuntut presisi tinggi.

    Sementara itu, bagi gamer yang lebih memprioritaskan kualitas visual sinematik, Samsung menghadirkan Odyssey G6 model G61SH.

    Monitor 27 inci ini menggunakan panel QD-OLED beresolusi QHD dengan refresh rate 240Hz. Keunggulan panel ini terletak pada kontras yang tajam dan reproduksi warna yang kaya, namun tetap mempertahankan performa halus.

    Model G61SH juga menawarkan waktu respons yang sangat cepat, yakni 0,03ms (Gray-to-Gray), serta dukungan HDR10+ GAMING. Spesifikasi ini menjadikan monitor tersebut pilihan ideal untuk pengalaman bermain yang imersif sekaligus kompetitif.

    Kedua varian Odyssey G6 ini sudah NVIDIA G-SYNC Compatible, menjamin gameplay yang bebas tearing baik bagi mereka yang mengejar frame rate ekstrem maupun resolusi tinggi.

    Performa Gaming Tinggi di TV OLED

    Tidak hanya pada monitor, Samsung juga menyematkan teknologi gaming mutakhir pada lini TV OLED tahun 2026. Model premium seperti S95H dan S90H dirancang untuk mendukung kecepatan refresh hingga 165Hz.

    Sementara itu, model S85H mendukung refresh rate hingga 120Hz. Angka ini memastikan pergerakan gambar yang mulus dengan latensi rendah, sangat krusial untuk genre permainan aksi cepat.

    Selain kompatibilitas dengan NVIDIA G-SYNC, jajaran TV baru ini juga mendukung AMD FreeSync Premium Pro. Dukungan ganda ini memastikan kinerja gaming HDR yang stabil dan bebas gangguan visual, baik saat pengguna bermain menggunakan platform PC maupun konsol game modern.

    Kualitas gambar pada rangkaian produk OLED tahun ini semakin disempurnakan dengan diperkenalkannya HDR10+ ADVANCED. Ini merupakan format HDR generasi berikutnya yang mampu meningkatkan aspek kecerahan, kontras, akurasi warna, dan kejernihan gerakan pada berbagai jenis konten.

    Teknologi ini memastikan detail visual tetap terjaga meski dalam adegan permainan yang gelap atau sangat terang.

    Untuk kenyamanan mata dan visibilitas yang optimal, Samsung menerapkan teknologi Glare Free eksklusif pada model S95H dan S90H. Teknologi ini berfungsi mengurangi pantulan cahaya lingkungan pada layar tanpa mengorbankan kualitas gambar khas OLED yang kaya warna.

    Dengan deretan fitur tersebut, Samsung berupaya mendefinisikan ulang standar perangkat visual gaming di masa depan. (Icha)

  • Samsung Siapkan Fitur Privasi Baru, Layar Galaxy Jadi Anti Intip

    Samsung Siapkan Fitur Privasi Baru, Layar Galaxy Jadi Anti Intip

    Telko.id – Samsung secara resmi mengumumkan rencana peluncuran lapisan perlindungan privasi terbaru yang dirancang khusus untuk perangkat Galaxy.

    Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pengguna akan keamanan data visual saat menggunakan smartphone di ruang publik, memastikan aktivitas digital tetap terjaga dari pandangan orang lain di sekitar.

    Penggunaan perangkat seluler telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sering kali melibatkan akses data sensitif di tempat umum seperti transportasi massal, lift, atau antrean panjang.

    Situasi ini kerap memicu kekhawatiran mengenai privasi, di mana pesan teks, kata sandi, atau informasi pribadi lainnya berisiko terbaca oleh orang asing yang berada di dekat pengguna.

    Menjawab tantangan tersebut, teknologi terbaru dari Samsung ini memungkinkan pengguna untuk mengetik pesan atau mengakses informasi rahasia dengan lebih tenang.

    Sistem ini bekerja dengan membatasi sudut pandang layar, sehingga tampilan visual pada perangkat menjadi sulit dilihat oleh orang lain yang berada di sisi pengguna, namun tetap jelas bagi pemilik perangkat.

    Berbeda dengan pelindung layar fisik konvensional yang bersifat statis, fitur ini menawarkan fleksibilitas tinggi melalui integrasi perangkat lunak dan perangkat keras.

    Pengguna diberikan kebebasan penuh untuk mengatur tingkat proteksi sesuai kebutuhan spesifik mereka. Pengaturan ini dapat disesuaikan untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan keamanan ekstra, seperti aplikasi perbankan atau perlindungan data sensitif lainnya.

    Selain itu, pengguna juga dapat membatasi visibilitas pada elemen spesifik antarmuka, seperti notifikasi pop-up. Pendekatan personal ini memastikan bahwa fitur keamanan tidak mengganggu kenyamanan penggunaan harian.

    Inovasi ini merupakan hasil dari riset dan pengembangan intensif selama lebih dari lima tahun, di mana Samsung mempelajari perilaku pengguna dalam memandang privasi dan keamanan dalam rutinitas sehari-hari.

    Teknologi ini menjadi standar baru dalam ekosistem keamanan perangkat mobile. Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, fitur ini memperkuat fondasi keamanan yang telah dibangun melalui Samsung Knox selama lebih dari satu dekade.

    Sistem ini melengkapi proteksi yang sudah ada, mulai dari pengamanan perangkat keras melalui Knox Vault hingga keamanan ekosistem lewat Knox Matrix.

    Content image for article: Samsung Siapkan Fitur Privasi Baru, Layar Galaxy Jadi Anti Intip
    Content image for article: Samsung Siapkan Fitur Privasi Baru, Layar Galaxy Jadi Anti Intip

    Kehadiran fitur ini menegaskan fokus perusahaan dalam menghadirkan pengalaman privasi yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh pengguna.

    Inovasi perlindungan layar cerdas ini dijadwalkan akan segera hadir melengkapi kecanggihan Galaxy S25 Series dan perangkat Galaxy lainnya dalam waktu dekat.

    Kombinasi antara presisi perangkat keras dan kecerdasan perangkat lunak ini diharapkan mampu memberikan rasa aman maksimal bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, menjadikan perangkat Galaxy sebagai garda terdepan dalam menjaga kerahasiaan informasi di era digital yang semakin terbuka.

  • Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Telko.id – Samsung Electronics Co., Ltd. secara resmi memperkenalkan Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition, sebuah perangkat edisi khusus yang dirancang eksklusif untuk para atlet yang berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.

    Sebagai mitra Worldwide Olympic and Paralympic Partner, langkah ini menegaskan dukungan berkelanjutan perusahaan teknologi raksasa tersebut terhadap komunitas olahraga global melalui inovasi perangkat seluler yang canggih.

    Perangkat edisi terbatas ini tidak diperjualbelikan secara bebas, melainkan akan didistribusikan kepada sekitar 3.800 atlet dari kurang lebih 90 negara yang berpartisipasi.

    Ponsel pintar ini dipersiapkan untuk menemani para atlet sepanjang pengalaman mereka di ajang bergengsi tersebut, mulai dari aktivitas sehari-hari di Olympic Village hingga momen krusial saat merayakan kemenangan di podium.

    Stephanie Choi, EVP dan Head of Mobile Marketing Center, Mobile eXperience Business, Samsung Electronics, menyatakan bahwa atlet adalah inti dari perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade. Menurutnya, Samsung telah mendukung mereka selama hampir tiga dekade melalui inovasi teknologi yang bermakna.

    “Sejak Sochi 2014, kami telah mendukung atlet dengan Olympic Editions, dan merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk melanjutkan komitmen ini di Milano Cortina 2026. Dengan Olympic Edition, atlet akan dapat terhubung dengan penggemar dan keluarga mereka di setiap momen tak terlupakan dengan cara mereka sendiri,” ujar Stephanie.

    Content image for article: Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Peluncuran edisi khusus ini menambah daftar panjang inovasi desain unik pada ponsel lipat, mirip dengan bagaimana Edisi Game of Thrones pernah menarik perhatian pasar dengan pendekatan estetika yang berbeda.

    Content image for article: Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Desain Eksklusif Bernuansa Italia

    Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition hadir dengan estetika yang sangat berbeda dari versi reguler. Desainnya dirancang khusus untuk memperingati partisipasi atlet sekaligus menghormati tuan rumah penyelenggara.

    Bagian belakang ponsel dilapisi kaca dengan warna biru khas yang merepresentasikan perpaduan identitas Samsung dan resonansi budaya biru Italia.

    Content image for article: Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Warna biru ini dipilih tidak hanya karena aspek estetika, tetapi juga untuk mencerminkan semangat persatuan dan sportivitas yang menjadi jiwa dari Olimpiade. Untuk menambah kesan mewah dan simbolis, perangkat ini dilengkapi dengan rangka metal berwarna emas.

    Aksen emas ini melambangkan semangat juang para atlet dalam mengejar prestasi tertinggi dan momen kemenangan di podium.

    Setiap unit juga dilengkapi dengan clear magnet case yang memiliki magnet bundar berwarna biru. Magnet tersebut dikelilingi oleh motif daun laurel emas, sebuah simbol kemenangan klasik yang memperkuat identitas perangkat ini sebagai ponsel para juara.

    Di sektor antarmuka, Samsung menyematkan wallpaper eksklusif dan animasi on/off bertema Olimpiade Musim Dingin. Desain grafis pada wallpaper menampilkan lengkungan warna-warni yang terinspirasi dari jejak bilah sepatu luncur di atas es, merepresentasikan dinamika berbagai cabang olahraga musim dingin.

    Content image for article: Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026

    Fitur Galaxy AI dan Spesifikasi Unggulan

    Di balik desainnya yang menawan, Galaxy Z Flip7 Olympic Edition tetap membawa spesifikasi flagship yang andal. Perangkat ini memiliki desain compact yang memudahkan penggunaan satu tangan, sebuah faktor penting bagi atlet yang memiliki mobilitas tinggi.

    Ponsel ini mengintegrasikan teknologi Galaxy AI dengan FlexWindow edge-to-edge terbaru untuk pengalaman pengguna yang intuitif.

    Beberapa fitur utama yang disematkan untuk mendukung aktivitas atlet meliputi:

    Content image for article: Samsung Galaxy Z Flip7 Olympic Edition Resmi Hadir untuk Milano Cortina 2026
    • Sistem Kamera Canggih: Mengusung kamera belakang ganda dengan lensa Wide 50MP dan Ultra-Wide 12MP untuk kualitas gambar setara studio.
    • Interpreter On-Device: Fitur penerjemah bahasa secara real-time yang bekerja tanpa koneksi internet. Ini sangat krusial untuk komunikasi di area pegunungan atau Olympic Village yang dihuni atlet dari berbagai negara.
    • Now Brief: Fitur berbasis AI yang menyajikan ringkasan kegiatan harian, jadwal, pengingat, dan data kebugaran yang dipersonalisasi.
    • Photo Assist: Memungkinkan atlet mengedit foto dengan kemampuan AI, seperti memindahkan objek, menyesuaikan sudut, atau memperbesar elemen tertentu.

    Selain itu, terdapat fitur Dual Recording yang dirancang khusus agar atlet dapat merekam aksi dan reaksi mereka secara bersamaan menggunakan kamera depan dan belakang. Fitur ini dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi kamera, memungkinkan pengambilan konten yang lebih personal dan kreatif.

    Ekosistem Layanan Khusus Atlet

    Samsung tidak hanya memberikan perangkat keras, tetapi juga serangkaian layanan digital yang dikurasi untuk kebutuhan atlet selama di Milano Cortina 2026. Salah satu inovasi terbaru adalah Galaxy Athlete Card, sebuah fitur digital yang mendorong konektivitas antar atlet.

    Fitur ini memungkinkan mereka bertukar profil, mengoleksi kartu digital, dan berinteraksi lintas delegasi untuk memperkuat rasa kebersamaan.

    Untuk kebutuhan komunikasi dan transaksi, setiap perangkat telah dibekali dengan:

    • eSIM 5G Gratis: Atlet mendapatkan kuota data sebesar 100GB untuk tetap terhubung dengan keluarga dan penggemar.
    • Samsung Wallet: Terintegrasi dengan berbagai layanan, termasuk Coca-Cola Free Beverage Key yang bisa digunakan di mesin penjual otomatis di seluruh area Olympic Village.
    • Aplikasi Athlete365: Menyediakan informasi kompetisi, dukungan kesehatan mental, dan pembaruan berita terkait Olimpiade.

    Samsung juga menyematkan aplikasi resmi Olympic Games, IOC Hotline, dan PinQuest untuk memudahkan aktivitas harian para peserta. Dukungan teknologi ini sejalan dengan visi Samsung yang juga terlihat pada program lain seperti Solve for Tomorrow, yang menekankan pada pemanfaatan teknologi untuk solusi masa depan.

    Evolusi Victory Selfie dan Victory Profile

    Salah satu tradisi digital yang diperkenalkan Samsung adalah Victory Selfie. Pertama kali hadir di Paris 2024, fitur ini memungkinkan atlet mengabadikan momen kemenangan mereka langsung dari atas podium. Untuk Milano Cortina 2026, fitur ini diperluas cakupannya.

    Kini, Victory Selfie tidak hanya terbatas pada pemenang individu atau pasangan, tetapi juga mencakup cabang olahraga beregu. Hal ini memungkinkan seluruh tim untuk mendokumentasikan perayaan mereka dari sudut pandang pribadi, memberikan perspektif yang lebih intim dibandingkan siaran televisi konvensional.

    Selain itu, Samsung memperkenalkan inisiatif baru bernama Victory Profile. Program ini merupakan seri foto potret yang diabadikan menggunakan Galaxy S25 Ultra, perangkat flagship lain dari Samsung.

    Inisiatif ini bertujuan untuk menyoroti sisi personal dan perjuangan atlet di luar arena pertandingan. Proyek awal ini akan melibatkan sekitar 490 atlet dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Korea, Inggris, dan Italia.

    Kehadiran Galaxy Z Flip7 Olympic Edition di tengah persaingan pasar ponsel lipat, yang juga diramaikan oleh kompetitor seperti Motorola Razr Fold, menunjukkan dominasi Samsung dalam memanfaatkan kemitraan global untuk memperkuat posisi produknya.

    Distribusi perangkat Galaxy Z Flip7 Olympic Edition akan dimulai pada 30 Januari 2026 di Olympic Villages yang tersebar di enam kota. Samsung juga menyediakan Samsung Open Station, sebuah layanan profesional di lokasi untuk membantu atlet melakukan aktivasi perangkat, transfer data, dan dukungan teknis lainnya. (Icha)

  • Adopsi Galaxy AI Meroket, 90 Persen Pengguna Bergantung pada AI

    Adopsi Galaxy AI Meroket, 90 Persen Pengguna Bergantung pada AI

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia mengungkap fakta menarik terkait pergeseran perilaku konsumen dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

    Berdasarkan data internal perusahaan per Januari 2026, tingkat adopsi Galaxy AI pada lini smartphone flagship telah menyentuh angka 86,9%. Angka ini menegaskan bahwa teknologi AI pada perangkat seluler telah bertransformasi dari sekadar fitur pelengkap menjadi kebutuhan fundamental yang mendukung produktivitas harian.

    Lonjakan ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024, tingkat adopsi tercatat berada di level 71,6%. Kenaikan signifikan di tahun 2025 ini mengindikasikan bahwa hampir 9 dari 10 pengguna perangkat flagship Samsung kini secara aktif mengandalkan kecerdasan buatan dalam rutinitas mereka.

    Fenomena ini sekaligus menandai titik balik di mana AI dianggap memiliki peran nyata dan realistis, bukan lagi sekadar fitur canggih yang jarang disentuh.

    Perubahan pola pemakaian ini tidak terjadi secara instan, namun didorong oleh relevansi fitur yang ditawarkan terhadap gaya hidup modern. Samsung, sebagai Pionir Mobile AI, mencatat bahwa pengguna tidak lagi sekadar mencoba-coba fitur baru.

    Mereka kini menggunakan AI sebagai alat bantu utama untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan, mulai dari pencarian informasi cepat, pengolahan konten visual, hingga pengambilan keputusan yang lebih efisien.

    MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses kerja dan kreasi.

    “Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9% menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna. Insight ini menjadi dasar bagi Samsung untuk menghadirkan inovasi Galaxy AI yang semakin relevan di tahun 2026,” ujar Ilham di Jakarta (23/01/2026).

    Content image for article: Adopsi Galaxy AI Meroket, Hampir 90 Persen Pengguna Flagship Samsung Kini Bergantung pada AI

    Circle to Search Jadi Primadona

    Dari sekian banyak fitur yang tersedia, Circle to Search with Google mencatatkan diri sebagai fitur paling populer dengan tingkat penggunaan mencapai 76% sepanjang tahun 2025.

    Tingginya angka ini didorong oleh kemudahan yang ditawarkan, di mana pengguna dapat mencari informasi langsung dari objek yang mereka lihat di layar tanpa perlu berpindah aplikasi.

    Selain fitur pencarian, fitur berbasis visual juga mendapatkan tempat khusus di hati pengguna. Data menunjukkan minat yang tinggi pada fitur Photo Assist dengan penggunaan sebesar 20,5%, diikuti oleh Generative Edit sebesar 19%.

    Kedua fitur ini banyak dimanfaatkan untuk menyempurnakan foto dan konten visual secara instan, memungkinkan pengguna berkreasi lebih profesional tanpa harus melalui proses penyuntingan yang rumit di perangkat lunak tambahan.

    Asisten Cerdas untuk Produktivitas

    Tahun 2026 diprediksi menjadi era di mana produktivitas didefinisikan ulang oleh kecerdasan buatan. Samsung merespons hal ini dengan menghadirkan fitur-fitur yang berfungsi sebagai asisten proaktif.

    Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Now Brief. Fitur ini memungkinkan perangkat Galaxy menyajikan ringkasan jadwal, pengingat penting, dan informasi relevan dalam satu tampilan singkat di awal hari.

    Kehadiran Fitur Now Brief membantu pengguna mengurangi waktu yang biasanya terbuang untuk mengecek berbagai aplikasi secara terpisah, sekaligus membantu memprioritaskan agenda harian. Selain itu, terdapat fitur produktivitas lain yang sangat diminati kalangan profesional:

    • Live Translate & Interpreter: Memfasilitasi komunikasi lintas bahasa secara real-time. Fitur ini menjaga alur percakapan tetap natural saat pengguna berkomunikasi dengan klien asing atau rekan internasional, tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
    • Transcript Assist: Solusi bagi mereka yang sering mengikuti rapat panjang. Fitur ini mampu merekam, mengubah suara menjadi teks, membedakan pembicara, hingga menyusun ringkasan poin penting secara otomatis. Hal ini memastikan tidak ada catatan yang hilang dan tindak lanjut rapat menjadi lebih akurat.

    Kombinasi fitur-fitur ini terbukti mampu meningkatkan Efisiensi Bisnis dan mengubah cara kerja konvensional menjadi lebih cerdas dan terstruktur.

    Mendukung Kreativitas Tanpa Batas

    Di sisi lain, Galaxy AI juga berperan besar dalam menurunkan hambatan teknis bagi para kreator konten. Ide-ide kreatif kini dapat dieksekusi menjadi karya visual dan audio berkualitas tinggi dengan lebih mudah. Bagi Gen Z yang aktif di media sosial, perangkat Galaxy telah menjadi Partner Kreatif yang andal.

    Fitur Audio Eraser menjadi salah satu andalan baru bagi konten kreator. Fitur ini memungkinkan pengguna merekam video di kondisi lingkungan yang ramai, namun tetap mendapatkan hasil suara yang jernih.

    Sistem AI secara otomatis memisahkan suara utama dari kebisingan latar belakang, menghilangkan kebutuhan akan peralatan audio eksternal yang mahal dan merepotkan.

    Sementara itu, fitur Generative Edit memberikan kebebasan eksplorasi visual. Pengguna dapat memindahkan objek, mengubah ukuran, atau menyempurnakan latar belakang foto agar terlihat natural.

    Kemampuan ini mempercepat proses produksi konten, membuat aktivitas berkreasi menjadi lebih praktis dan ekspresif.

    Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas Galaxy AI agar semakin memahami konteks dan kebiasaan personal pengguna.

    Dengan pendekatan ini, AI diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi berperan aktif dalam menciptakan efisiensi dan makna baru dalam setiap aktivitas pengguna. (Icha)

  • Samsung Galaxy AI Tembus 400 Juta Pengguna, Pionir Mobile AI

    Samsung Galaxy AI Tembus 400 Juta Pengguna, Pionir Mobile AI

    Telko.id – Samsung Electronics terus memperkuat dominasinya dalam ranah kecerdasan buatan (AI) global.

    Raksasa teknologi ini mengumumkan bahwa Galaxy AI kini telah diadopsi oleh lebih dari 400 juta perangkat di seluruh dunia, sebuah pencapaian yang menandai transformasi Samsung dari sekadar penyedia perangkat keras menjadi pionir pengalaman mobile AI yang intuitif.

    Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024, Galaxy AI dirancang bukan sebagai fitur pelengkap semata, melainkan sebagai fondasi utama interaksi pengguna.

    Pendekatan ini terbukti sukses mengubah cara pengguna berkomunikasi, bekerja, dan menuangkan kreativitas melalui smartphone, mulai dari model bar konvensional hingga perangkat lipat yang canggih.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa visi perusahaan adalah memberdayakan setiap individu melalui teknologi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    “Bagi kami Galaxy AI adalah manifestasi dari visi untuk memberdayakan setiap pengguna. Ini adalah asisten pribadi yang siap sedia membuat setiap tugas jadi lebih ringan, setiap ide lebih mudah terwujud. Sebagai pionir dalam membawa kekuatan AI ke genggaman pengguna, Samsung berkomitmen penuh untuk terus membentuk masa depan mobile,” ujar Ilham.

    Ia menambahkan bahwa Samsung ingin memastikan teknologi ini terus berkembang selaras dengan interaksi pengguna, menjadikan berbagai aktivitas harian lebih mudah dan intuitif.

    Content image for article: Samsung Galaxy AI Tembus 400 Juta Pengguna, Kukuhkan Posisi Pionir Mobile AI

    Fondasi Awal di Galaxy S24 Series

    Perjalanan ambisius ini dimulai saat peluncuran Galaxy S24 Series pada tahun 2024. Kala itu, Samsung memperkenalkan kecerdasan buatan yang langsung terintegrasi ke dalam sistem operasi untuk merevolusi pencarian informasi dan komunikasi lintas bahasa.

    Fitur unggulan seperti Live Translate dan Transcript Assist menjadi standar baru dalam mengatasi hambatan bahasa secara real-time.

    Selain itu, kolaborasi strategis dengan Google melahirkan fitur Circle to Search, yang membuat pencarian informasi menjadi sangat instan tanpa perlu berpindah aplikasi. Pada tahap awal peluncuran, teknologi ini mendukung 13 bahasa.

    Namun, dalam hitungan bulan, Samsung memperluas dukungannya, termasuk penambahan Bahasa Indonesia.

    Hingga akhir tahun 2024, kemampuan bahasa pada ekosistem ini telah berkembang pesat, menguasai total 20 bahasa dan melayani lebih dari 200 juta perangkat secara global. Integrasi yang mulus ini menjadi bukti bahwa AI dapat bekerja secara alami sebagai pendamping cerdas pengguna.

    Optimasi Layar Besar dan Perangkat Lipat

    Evolusi teknologi Samsung tidak berhenti pada model standar. Pada lini Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6, kecerdasan buatan dioptimalkan untuk memanfaatkan form factor unik layar lipat.

    Samsung menghadirkan fitur-fitur spesifik seperti Live Interpreter Dual Screen yang memudahkan percakapan tatap muka lintas bahasa dengan memanfaatkan layar luar dan dalam sekaligus.

    Content image for article: Samsung Galaxy AI Tembus 400 Juta Pengguna, Kukuhkan Posisi Pionir Mobile AI

    Untuk mendukung kreativitas, fitur seperti Generative Edit, Portrait Studio, dan Sketch to Image memungkinkan pengguna mengeksplorasi ide visual dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Pendekatan ini selaras dengan karakter perangkat foldable yang menuntut produktivitas tinggi dan fleksibilitas.

    Pengguna bisnis juga merasakan dampak signifikan dari integrasi ini, di mana Efisiensi Bisnis meningkat berkat kemampuan multitasking yang didukung AI.

    Era The True AI Companion

    Memasuki era Galaxy S25 Series, Samsung memposisikan perangkatnya sebagai “The True AI Companion”. Pada tahap ini, integrasi dengan Google Gemini semakin dalam, memungkinkan perangkat untuk memahami teks, suara, dan visual secara bersamaan (multimodal).

    Salah satu inovasi kuncinya adalah Fitur Now Brief yang memberikan ringkasan informasi kontekstual bagi pengguna yang sibuk.

    Content image for article: Samsung Galaxy AI Tembus 400 Juta Pengguna, Kukuhkan Posisi Pionir Mobile AI

    Selain itu, fitur Audio Eraser hadir untuk mempermudah proses kreasi konten dengan menghilangkan gangguan suara yang tidak diinginkan secara otomatis.

    Kemampuan ini sangat relevan bagi generasi muda yang menjadikan smartphone sebagai Partner Kreatif utama mereka.

    Masa Depan: Galaxy Z Fold7 dan Flip7

    Melihat ke depan, Samsung telah menyiapkan peta jalan inovasi untuk generasi Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7. Fokus pengembangan akan diarahkan pada AI-Optimized FlexWindow serta peningkatan kemampuan enhanced multimodal AI.

    Hal ini bertujuan agar kecerdasan buatan dapat hadir lebih proaktif, memprediksi kebutuhan pengguna, dan memberikan solusi sebelum diminta.

    Tingginya angka adopsi hingga 400 juta pengguna pada tahun 2025/2026 menjadi validasi kuat bahwa strategi Samsung menempatkan AI sebagai inti pengalaman mobile adalah langkah yang tepat.

    Bagi Samsung, respons positif pasar global ini memicu komitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang personal, relevan, dan selaras dengan evolusi cara manusia berinteraksi dengan teknologi. (Icha)

  • Samsung Perluas Program Certified Re-Newed Galaxy S25, Indonesia Termasuk kah?

    Samsung Perluas Program Certified Re-Newed Galaxy S25, Indonesia Termasuk kah?

    Telko.id – Samsung Electronics Co., Ltd. secara resmi mengumumkan perluasan jangkauan program Certified Re-Newed (CRN) ke sejumlah pasar strategis di Eropa, yakni Prancis, Jerman, dan Inggris.

    Langkah strategis yang diumumkan pada 13 Januari 2026 ini membuka akses yang lebih luas bagi konsumen di wilayah tersebut untuk memiliki perangkat flagship Galaxy S25 series rekondisi dengan standar kualitas tinggi yang dijamin langsung oleh pabrikan.

    Ekspansi ini dilakukan menyusul kesuksesan peluncuran program serupa di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Melalui program ini, Samsung menawarkan perangkat yang telah melalui proses peremajaan ketat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru, namun tetap membawa performa, kualitas, dan garansi tepercaya.

    Inisiatif ini juga mempertegas komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap konsep ekonomi sirkular dengan memperpanjang siklus hidup produk elektronik premium mereka. Anda dapat menyimak perkembangan terkini lainnya seputar berita Samsung untuk melihat inovasi yang terus dihadirkan.

    Jun Kim, EVP dan Head of Galaxy Value Innovation Team, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, menyatakan antusiasmenya terhadap perluasan program ini ke pasar Eropa.

    Menurutnya, langkah ini memberikan opsi lebih banyak bagi pelanggan yang ingin membeli perangkat flagship. Selain berkontribusi pada ekonomi sirkular, Samsung berharap lebih banyak konsumen dapat merasakan inovasi terbaru perusahaan, termasuk fitur canggih Galaxy AI yang tersemat dalam lini produk tersebut.

    Standar Kualitas Tepercaya Samsung

    Program ini dimulai dengan menghadirkan seri Galaxy S25 sebagai lini produk utama. Di Jerman dan Inggris, perangkat ini dipasarkan dengan nama “Certified Re-Newed”, sementara di Prancis, program ini dikenal dengan sebutan “Refurbished Premium by Samsung” (Reconditionné Premium par Samsung).

    Perbedaan penamaan ini disesuaikan dengan pasar lokal namun tetap membawa standar jaminan kualitas yang seragam dari kantor pusat Samsung.

    Setiap perangkat Samsung Certified Re-Newed menjalani proses inspeksi dan perbaikan yang dilakukan secara internal oleh para ahli. Proses ini mencakup pembersihan menyeluruh serta lebih dari 100 tes kualitas yang ketat untuk memastikan perangkat berfungsi optimal.

    Di ketiga negara Eropa tersebut, konsistensi kualitas dijaga dengan membatasi kelayakan perangkat yang masuk ke proses manufaktur CRN hanya pada produk retur dengan kondisi fisik dan fungsi tingkat atas (top-grade).

    Dalam proses rekondisi, setiap unit diperbarui agar terlihat dan bekerja sesuai standar tinggi Samsung menggunakan suku cadang asli Samsung.

    Hal ini menjadi diferensiasi utama dibandingkan produk rekondisi pihak ketiga yang mungkin tidak menggunakan komponen orisinal. Penggunaan komponen asli sangat krusial untuk menjaga performa perangkat, terutama dalam mendukung konektivitas cepat seperti layanan 5G yang ada pada seri Galaxy S25.

    Proses Restorasi dan Jaminan Keamanan

    Selama proses restorasi berlangsung, seluruh perangkat diatur ulang (reset) secara total untuk menghapus data pribadi pengguna sebelumnya secara permanen.

    Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan privasi dan menjamin bahwa perangkat dijual dalam kondisi yang setara dengan perangkat baru, baik dari segi perangkat lunak maupun kebersihan sistem.

    Konsumen tidak perlu khawatir mengenai jejak data lama karena prosedur ini dilakukan dengan standar keamanan industri yang ketat.

    Setelah proses perbaikan selesai, perangkat CRN dikemas dalam kotak baru yang terbuat dari material daur ulang. Di dalam kotak tersebut, konsumen akan mendapatkan kelengkapan item yang sama persis dengan apa yang didapatkan saat membeli perangkat baru.

    Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengalaman unboxing yang premium tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah kemasan.

    Salah satu nilai jual utama dari program ini adalah jaminan purna jual. Perangkat CRN hadir dengan garansi yang sama dengan perangkat Galaxy baru. Hal ini membedakan produk Certified Re-Newed dari perangkat bekas atau rekondisi pihak ketiga yang sering kali memiliki masa garansi terbatas atau tidak jelas.

    Ketersediaan dan Spesifikasi Tambahan

    Khusus untuk perangkat yang dijual di Prancis, Jerman, dan Inggris, Samsung memberikan nomor IMEI baru untuk setiap unit CRN.

    Selain itu, perangkat lunak juga diperbarui ke versi terkini untuk memastikan keamanan sistem dan kegunaan jangka panjang.

    Pembaruan ini memastikan pengguna langsung mendapatkan perlindungan keamanan terbaru dan fitur-fitur mutakhir begitu perangkat diaktifkan.

    Saat ini, model yang tersedia dalam program ini meliputi Galaxy S25 Certified Re-Newed, Galaxy S25+ Certified Re-Newed, dan Galaxy S25 Ultra Certified Re-Newed.

    Ketersediaan produk ini bersifat eksklusif dan hanya dapat ditemukan melalui situs resmi Samsung.com di pasar-pasar terpilih tersebut. Samsung juga menegaskan rencananya untuk terus memperkenalkan program ini ke pasar tambahan di masa depan, bergantung pada permintaan pasar dan kebutuhan konsumen global. (Icha)

  • Samsung P9 Express: MicroSD Gaming Tercepat untuk Switch 2

    Samsung P9 Express: MicroSD Gaming Tercepat untuk Switch 2

    Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan kehadiran inovasi penyimpanan terbarunya, lini kartu microSD P9 Express, pada 13 Januari 2026.

    Produk ini dirancang khusus untuk mendefinisikan ulang pengalaman gaming generasi berikutnya serta mengoptimalkan alur kerja profesional. Samsung menargetkan kartu memori ini untuk berbagai platform terkemuka, termasuk kompatibilitasnya dengan konsol masa depan seperti Nintendo Switch 2.

    Peluncuran ini menandai langkah besar dalam evolusi penyimpanan eksternal. Kartu P9 Express dibangun di atas antarmuka PCIe dan protokol NVMe, sebuah teknologi yang sebelumnya lebih umum ditemukan pada Solid State Drive (SSD) komputer.

    Penerapan teknologi SD Express ini memungkinkan peningkatan kinerja transfer data yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kartu microSD berbasis UHS-I konvensional yang selama ini mendominasi pasar.

    Kecepatan ini menjadi jawaban atas tuntutan lingkungan digital modern yang membutuhkan pemrosesan berkapasitas tinggi serta transmisi data instan.

    Bagi para penggemar game, kehadiran Samsung P9 Express membawa angin segar, terutama bagi pengguna konsol hardcore.

    Meningkatnya ukuran fail game modern dan banyaknya konten tambahan atau Downloadable Content (DLC) sering kali membuat penyimpanan internal konsol cepat penuh.

    Samsung menghadirkan solusi ini dalam dua opsi kapasitas, yakni 256GB dan 512GB. Kapasitas besar ini sangat krusial bagi pengguna yang berbagi satu konsol dengan anggota keluarga lain, memungkinkan penyimpanan berbagai judul permainan berbeda tanpa perlu menghapus data lama.

    Dengan kartu ini, batasan penyimpanan internal dapat diatasi, memberikan kebebasan lebih bagi gamer untuk menikmati hobi mereka.

    Content image for article: Samsung Luncurkan P9 Express: Kartu MicroSD Gaming Tercepat untuk Switch 2

    Keunggulan utama dari P9 Express terletak pada kecepatannya yang luar biasa. Ketika dipasangkan dengan perangkat yang mendukung antarmuka SD Express khusus, kartu ini mampu menghasilkan sequential read speeds atau kecepatan baca sekuensial hingga empat kali lebih cepat dibandingkan kartu UHS-I.

    Angka maksimal yang dapat dicapai menyentuh 800MB/s. Kecepatan setinggi ini tidak hanya menguntungkan gamer untuk memangkas waktu loading, tetapi juga sangat vital bagi para kreator konten dan profesional.

    Dalam skenario profesional, kecepatan transfer data yang tinggi memungkinkan pemindahan fail dalam volume besar—seperti rekaman video resolusi tinggi atau aset grafis 3D—dari perangkat rekam ke PC, laptop, atau workstation dengan sangat efisien.

    Ini meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Samsung memosisikan P9 Express sebagai jembatan yang andal antara perangkat mobile dan perangkat komputasi kinerja tinggi, memfasilitasi workflow yang mulus untuk editing, rendering, dan pengelolaan media.

    Teknologi Canggih untuk Stabilitas Gaming

    Performa tinggi sering kali memunculkan tantangan berupa panas berlebih, namun Samsung telah mengantisipasi hal ini pada P9 Express.

    Kartu ini dilengkapi dengan teknologi Dynamic Thermal Guard (DTG), sebuah fitur manajemen suhu canggih yang awalnya dikembangkan untuk jajaran SSD Samsung.

    DTG bekerja secara cerdas memantau dan mengatur suhu kartu secara real-time. Mekanisme ini mencegah terjadinya overheating yang dapat menyebabkan penurunan performa atau throttling, sehingga menjaga kinerja tetap konsisten bahkan selama sesi permainan berdurasi panjang yang intens.

    Selain manajemen suhu, Samsung juga menyematkan dukungan Host Memory Buffer (HMB). Fitur ini meningkatkan efisiensi kinerja dengan memanfaatkan sebagian kecil memori sistem host untuk mempercepat akses data.

    Hasilnya adalah responsivitas yang lebih tinggi, sebuah faktor krusial dalam kompetisi game maupun penggunaan aplikasi berat. Kombinasi kecepatan baca 800MB/s, stabilitas suhu dari DTG, dan akselerasi HMB memastikan pengalaman pengguna yang mulus, seolah-olah data diakses langsung dari penyimpanan internal perangkat, bukan dari kartu memori eksternal.

    Pengalaman visual yang imersif pada perangkat modern memang menuntut spesifikasi tinggi. Sama halnya seperti kebutuhan akan Monitor Gaming canggih untuk menampilkan grafis terbaik, penyimpanan cepat seperti P9 Express diperlukan agar aset visual tersebut dapat dimuat tanpa jeda.

    Ketahanan Ekstrem dan Ketersediaan

    Memahami bahwa data yang disimpan—mulai dari save file permainan hingga materi pekerjaan profesional—sangat berharga, Samsung merancang P9 Express dengan durabilitas tinggi.

    Kartu ini dilengkapi dengan perlindungan 6-proof durability, yang artinya tahan terhadap enam jenis kondisi lingkungan ekstrem. Perlindungan tersebut mencakup ketahanan terhadap rendaman air, suhu ekstrem (panas maupun dingin), paparan sinar X (seperti di bandara), benturan atau jatuh tak disengaja, debu, serta medan magnet.

    Ketangguhan ini memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna. Baik saat digunakan untuk bermain game secara mobile menggunakan perangkat tablet seperti Senjata Baru para gamer muda, maupun saat digunakan di lapangan oleh fotografer profesional, integritas data tetap terjaga.

    Samsung memastikan bahwa P9 Express bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang keandalan jangka panjang.

    Bagi konsumen di Indonesia yang berminat, Samsung P9 Express akan mulai tersedia di pasaran pada akhir Januari 2026.

    Samsung memastikan ketersediaan produk ini melalui kanal penjualan resmi mereka. Konsumen dapat membelinya secara daring melalui Samsung Official Store di berbagai e-commerce terkemuka seperti Lazada, Tokopedia, dan Shopee. Selain itu, kartu ini juga akan didistribusikan ke toko-toko elektronik konsumen terpilih.

    Terkait harga, Samsung menetapkan Harga Eceran yang Disarankan (RRP) yang cukup kompetitif mengingat teknologi baru yang ditawarkan.

    Untuk model dengan kapasitas 256GB, kartu ini dibanderol seharga Rp1.066.720. Sementara itu, bagi pengguna yang membutuhkan ruang lebih lega, model 512GB ditawarkan dengan harga Rp1.996.682.

    Harga ini tentu menjadi investasi yang menarik, bahkan bagi pengguna Ponsel Murah sekalipun yang ingin memaksimalkan potensi perangkatnya dengan penyimpanan eksternal kelas atas, asalkan perangkat tersebut mendukung slot microSDXC dan antarmuka yang sesuai.

    Perlu dicatat bahwa kinerja maksimal P9 Express akan sangat bergantung pada perangkat host yang digunakan.

    Kecepatan transfer mungkin akan terbatas pada kecepatan standar UHS-I jika perangkat belum mendukung protokol SD Express.

    Konsumen disarankan untuk memeriksa kompatibilitas perangkat mereka sebelum membeli untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi PCIe dan NVMe yang diusung kartu ini. Informasi lebih lanjut mengenai detail teknis dan garansi dapat diakses melalui laman dukungan resmi Samsung Semiconductor. (Icha)