Kategori: Berita Samsung

  • Samsung Umumkan Dua Tim Terbaik SIC Batch 7 Pengembang Solusi AI dan IoT

    Samsung Umumkan Dua Tim Terbaik SIC Batch 7 Pengembang Solusi AI dan IoT

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan dua tim terbaik pertama dari program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 2025/2026.

    Pengumuman dilakukan pada Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha, Pekanbaru, dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, terpilih sebagai pemenang setelah melalui proses pembelajaran, mentoring, dan seleksi nasional yang ketat.

    Kedua tim berhasil mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang diangkat dari permasalahan nyata di masyarakat.

    Penilaian juri dilakukan berdasarkan presentasi ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis, serta inovasi dan potensi masa depan.

    Program ini didukung oleh dewan juri dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Agama RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Samsung R&D Institute Indonesia.

    Momentum ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan talenta teknologi nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital per tahun untuk mendukung transformasi digital, menjadikan penguatan kompetensi AI dan IoT sebagai kebutuhan strategis. Program Samsung Innovation Campus hadir sebagai salah satu jawaban atas tantangan tersebut.

    Solusi Inovatif untuk Masalah Kontekstual

    Tim terbaik menunjukkan tidak hanya kecanggihan teknologi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap masalah yang ingin diselesaikan. Melalui pendekatan project-based learning, peserta membangun solusi yang aplikatif dan berorientasi dampak.

    Tim Lumyx, pemenang dari kategori siswa, mengembangkan “Alex Your Truly Personal AI”. Solusi ini adalah asisten personal berbasis IoT yang dirancang sebagai learning companion dengan interaksi natural.

    Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, dan membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang kontekstual.

    Sementara itu, Tim Outliers dari kategori mahasiswa menghadirkan “PhysioTrack”, sebuah solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Sistem ini memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara terukur dan tetap terpantau oleh terapis.

    Melalui integrasi sensor IoT, data latihan dan indikator fisiologis dikumpulkan dan dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data.

    Pembelajaran yang Membentuk Cara Pandang

    Bagi para pemenang, perjalanan di SIC Batch 7 bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembelajaran yang transformatif. Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers, menyatakan motivasi di balik PhysioTrack. “Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin.

    Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur,” ujarnya.

    Davin Loana dari Tim Lumyx menambahkan pengalaman pengembangan Alex. “Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami,” katanya.

    Keduanya sepakat bahwa pendekatan project-based learning memberi ruang untuk bereksperimen dan menyempurnakan solusi.

    Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat literasi digital. Ir. Moch. Abduh, MS. Ed., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran.

    “Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC,” ujarnya.

    Drs. Soeparto, M.Pd., Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, menekankan pentingnya kolaborasi.

    “Para peserta bukan sekadar kontestan, tetapi pionir muda yang merancang masa depan melalui inovasi. Pengembangan talenta digital tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui Samsung Innovation Campus, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional,” jelasnya.

    Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan apresiasi.

    “Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi,” ucapnya.

    Culmination Event SIC Batch 7 menegaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun prototipe yang relevan dan siap dikembangkan.

    Sejalan dengan visi global “Enabling People”, program ini terus mendorong generasi muda Indonesia untuk berinovasi dan berkontribusi membangun masa depan berbasis AI, sebagaimana misi untuk mendorong generasi muda. (icha)

  • Samsung Luncurkan Bixby Terbaru di One UI 8.5, Kontrol Perangkat Makin Intuitif

    Samsung Luncurkan Bixby Terbaru di One UI 8.5, Kontrol Perangkat Makin Intuitif

    Telko.id – Samsung Electronics secara resmi memperkenalkan versi beta terbaru dari asisten virtual Bixby. Pembaruan yang hadir dengan One UI 8.5 ini mengubah Bixby menjadi agen perangkat percakapan yang lebih komunikatif, memungkinkan pengguna mengontrol perangkat Galaxy secara intuitif dengan bahasa alami.

    Peningkatan ini dirancang untuk mengurangi hambatan dalam aktivitas harian dengan mempermudah interaksi pengguna dan perangkat.

    Pengguna cukup meminta apa yang mereka butuhkan melalui suara, tanpa perlu menghafal perintah atau menelusuri menu pengaturan yang rumit. Bixby juga kini dapat mengakses informasi terkini dari internet secara langsung.

    “Sejak kami memperkenalkan ponsel AI pertama kami pada tahun 2024, kami berkomitmen untuk menjadikannya semakin mudah digunakan supaya lebih banyak orang bisa merasakan manfaat dari AI,” ujar Won-Joon Choi, Chief Operating Officer, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, dalam pernyataan resminya.

    “Kami mendesain ulang Bixby untuk bisa berinteraksi dengan cara lebih natural dan kontrol perangkat yang intuitif,” ujar nya.

    Kemampuan baru Bixby berfokus pada dua aspek utama: kontrol perangkat melalui percakapan dan pencarian web real-time. Dengan kontrol intuitif, pengguna dapat menjelaskan keinginan mereka dengan kata-kata sendiri. Bixby akan memahami maksud pengguna dan langsung mengambil tindakan yang sesuai di perangkat.

    Misalnya, ketika pengguna mengatakan, “Saya tidak ingin layar mati ketika saya masih menggunakannya,” Bixby akan segera mengaktifkan pengaturan ‘Tetap Aktifkan Layar Saat Menonton’. Pengguna tidak perlu mengetahui nama fitur tersebut atau mencarinya di dalam menu.

    Bixby juga dirancang untuk memahami konteks dan menawarkan solusi. Jika pengguna bertanya, “Mengapa layar ponsel saya selalu menyala ketika berada di dalam saku?” asisten ini akan menampilkan pengaturan relevan seperti Perlindungan Sentuhan Tidak Disengaja. Pengguna dapat mengaktifkannya langsung dari antarmuka Bixby, meminimalisir proses coba-coba.

    Fitur kedua yang ditingkatkan adalah kemampuan pencarian web secara real-time. Bixby kini dapat mengakses informasi terbaru dan menampilkan hasilnya langsung di dalam antarmukanya. Pengguna tidak perlu dialihkan ke browser atau aplikasi terpisah.

    Contohnya, pengguna dapat meminta, “Carikan saya hotel di Seoul yang memiliki kolam renang untuk anak-anak.” Bixby akan memproses permintaan dan menampilkan hasil pencarian web yang relevan secara langsung. Informasi dapat ditemukan lebih cepat, menjaga fokus pengguna pada tugas yang sedang dijalankan.

    Pembaruan Bixby ini merupakan bagian dari strategi Samsung dalam memperluas ekosistem kecerdasan buatannya. Inovasi pada asisten virtual ini sejalan dengan pengembangan rumah pintar dan perangkat lain yang terhubung.

    Program beta untuk Bixby terbaru telah tersedia di One UI 8.5. Saat ini, pembaruan dapat diakses di beberapa negara tertentu, termasuk Jerman, India, Korea, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat. Rencananya, ketersediaan akan diperluas ke negara-negara lain secara bertahap.

    Kehadiran Bixby yang lebih intuitif ini diharapkan dapat melengkapi pengalaman AI di perangkat Samsung. Sebelumnya, Samsung juga telah menghadirkan berbagai fitur AI canggih pada lini produk terbarunya, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang mudah diakses.

    Informasi lebih lanjut mengenai Bixby dan pembaruan terkininya dapat diakses melalui situs resmi Samsung. Perusahaan terus berinovasi untuk mendefinisikan ulang pengalaman pengguna di berbagai perangkat, dari smartphone hingga tablet, melalui ekosistem yang terhubung. (Icha)

  • Samsung Perkuat Galaxy AI di Buds Series untuk TWS Lebih Adaptif

    Samsung Perkuat Galaxy AI di Buds Series untuk TWS Lebih Adaptif

    Telko.id – Samsung mengumumkan penguatan integrasi Galaxy AI pada lini Galaxy Buds Series untuk menghadirkan pengalaman true wireless stereo (TWS) yang lebih adaptif dan cerdas di Indonesia.

    Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pengguna modern yang menginginkan perangkat audio yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai konteks penggunaan, mulai dari rapat di tempat bising hingga panggilan saat bepergian.

    Menurut pernyataan resmi perusahaan, pergeseran gaya hidup yang dinamis menuntut perangkat TWS berfungsi lebih dari sekadar penghasil suara berkualitas. Tanpa kemampuan adaptasi, pengalaman audio justru dapat mengganggu fokus dan produktivitas.

    “Melalui integrasi Galaxy AI pada Samsung Galaxy Buds Series, kami menghadirkan pengalaman audio yang lebih adaptif dan relevan dengan ritme aktivitas sehari-hari,” ujar Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

    Dengan dukungan kecerdasan buatan, Galaxy Buds dirancang untuk mengenali konteks penggunaan dan merespons secara real-time. Kemampuan ini mencakup membantu menjaga fokus saat bekerja hingga memastikan konektivitas yang mulus saat pengguna berpindah antar perangkat dalam ekosistem Galaxy.

    Peran Galaxy Buds pun berkembang dari sekadar perangkat audio menjadi bagian integral dari alur produktivitas dan interaksi harian.

    Fitur AI yang Membedakan

    Evolusi ini telah mulai terlihat pada Galaxy Buds3 Series yang dilengkapi fitur berbasis Galaxy AI, seperti Interpreter dalam Listening Mode dan Adaptive Sound.

    Fitur Interpreter dirancang untuk membantu percakapan lintas bahasa, sementara Adaptive Sound secara otomatis menyesuaikan kualitas audio berdasarkan kondisi lingkungan sekitar pengguna. Inovasi ini menunjukkan bagaimana kecerdasan perangkat dapat memberikan solusi praktis dalam situasi nyata.

    Content image for article: Samsung Perkuat Galaxy AI di Buds Series untuk TWS Lebih Adaptif

    Respons positif dari pasar Indonesia terhadap fitur-fitur tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa konsumen semakin siap menerima TWS yang mengedepankan pengalaman cerdas dan terintegrasi, melampaui pertimbangan spesifikasi teknis semata. Tren ini sejalan dengan laporan adopsi Galaxy AI yang terus meroket di berbagai lini produk Samsung.

    Sinergi dalam Ekosistem Galaxy

    Keunggulan utama Galaxy Buds Series terletak pada integrasinya yang dalam dengan ekosistem Galaxy. Perangkat ini dirancang untuk bekerja selaras dengan smartphone, tablet, dan wearable Samsung lainnya guna menciptakan pengalaman lintas perangkat yang lebih seamless.

    Sinergi ini mempertegas strategi Samsung yang menempatkan AI sebagai fondasi pengalaman pengguna, memastikan setiap perangkat saling terhubung dan mendukung aktivitas secara intuitif.

    “Kami percaya masa depan perangkat pintar terletak pada konektivitas yang intuitif dan saling terintegrasi, di mana setiap perangkat bekerja secara harmonis untuk memahami dan mendukung kebutuhan penggunanya,” tutur Sultan.

    Pendekatan ini juga tercermin dalam pengembangan fitur Galaxy AI lainnya yang fokus pada kemudahan dan efisiensi.

    Content image for article: Samsung Perkuat Galaxy AI di Buds Series untuk TWS Lebih Adaptif

    Antusiasme pasar terhadap Galaxy Buds Series disebutkan akan mendorong Samsung untuk terus berinovasi dan menetapkan arah baru bagi perkembangan TWS ke depan.

    Komitmen terhadap integrasi AI yang mendalam ini juga didukung oleh kolaborasi teknologi, seperti kehadiran Nano Banana AI Google dalam fitur Now Brief di Galaxy AI, yang memperkaya kemampuan asisten digital pada perangkat.

    Penguatan Galaxy AI pada perangkat audio ini merupakan bagian dari upaya Samsung mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam mobile AI.

    Dengan basis pengguna yang luas, inovasi di lini Galaxy Buds diharapkan dapat memperkuat ekosistem yang saling terhubung dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi pengguna di Indonesia dalam menunjang produktivitas dan gaya hidup digital mereka. (Icha)

  • Revolusi Kamera Galaxy AI: Edit Foto Rumit Kini Cukup Pakai Perintah Suara

    Revolusi Kamera Galaxy AI: Edit Foto Rumit Kini Cukup Pakai Perintah Suara

    Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan rencana peluncuran evolusi besar pada ekosistem fotografi mobile mereka yang akan diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked pada Februari 2026.

    Pembaruan ini membawa pengalaman kamera Galaxy AI yang sepenuhnya baru, di mana proses pengeditan visual kompleks—seperti mengubah latar waktu siang menjadi malam atau merekonstruksi objek yang hilang—kini dapat dilakukan dalam hitungan detik hanya menggunakan perintah kata-kata sederhana.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi pencitraan digital Samsung. Jika sebelumnya inovasi berfokus pada perangkat keras, kini raksasa teknologi tersebut mengintegrasikan kemampuan kreatif canggih langsung ke dalam satu platform intuitif.

    Sistem ini dirancang untuk menghapus batasan teknis yang selama ini menjadi kendala bagi pengguna awam dalam menghasilkan konten berkualitas profesional.

    Menurut informasi resmi yang diterima Telko.id, teknologi terbaru ini dibangun di atas fondasi sistem kamera Galaxy paling terang yang pernah ada hingga saat ini.

    Kombinasi antara optik superior dan kecerdasan buatan memungkinkan perangkat tidak hanya menangkap cahaya dengan lebih baik, tetapi juga memahami konteks visual untuk keperluan penyuntingan yang lebih presisi.

    Pengguna tidak lagi perlu berpindah-pindah aplikasi atau mempelajari alat penyuntingan yang rumit. Samsung menjanjikan alur kerja yang mulus dari pengambilan gambar hingga hasil akhir, menjadikan proses kreasi terasa jauh lebih cepat dan natural dibandingkan generasi sebelumnya.

    Transformasi Edit Foto Lewat Input Multimodal

    Salah satu sorotan utama dari pembaruan ini adalah kemampuan input multimodal yang natural. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat layaknya berbicara dengan seorang editor foto profesional. Dalam skenario penggunaan nyata, pengguna dapat memberikan instruksi spesifik hanya dengan berbicara.

    Sebagai contoh, Samsung mendemonstrasikan kemampuan untuk mengubah nuansa foto dari siang hari yang cerah menjadi suasana malam yang dramatis dalam waktu singkat.

    Kemampuan ini melampaui filter standar, karena AI akan menyesuaikan pencahayaan, bayangan, dan tone warna secara keseluruhan untuk menciptakan hasil yang realistis.

    Selain itu, fitur Awesome Intelligence yang ditingkatkan mampu melakukan rekonstruksi objek. Dalam materi promosi yang dibagikan, diperlihatkan bagaimana sistem dapat mengembalikan bagian objek yang hilang, seperti kue yang sudah tergigit, menjadi utuh kembali.

    Hal ini menunjukkan kemampuan generatif AI yang sangat tinggi dalam memahami struktur objek dan mengisi piksel yang hilang dengan akurasi tinggi.

    Kemampuan penggabungan foto juga menjadi nilai jual utama. Pengguna dapat menggabungkan beberapa foto terpisah menjadi satu gambar panorama atau komposisi yang utuh dan selaras secara mulus.

    Dulu, proses seperti ini membutuhkan keahlian Photoshop tingkat lanjut dan waktu berjam-jam di depan komputer. Kini, berkat dukungan prosesor canggih dan algoritma AI, semuanya selesai dalam hitungan menit di genggaman tangan.

    Demokratisasi Kreasi Konten Profesional

    Di inti evolusi kamera Galaxy terbaru ini terdapat filosofi bahwa kreativitas tidak boleh dibatasi oleh keterampilan teknis. Samsung berupaya mendefinisikan ulang batasan fotografi mobile dengan memastikan siapa pun dapat menjadi kreator konten handal tanpa perlu kursus fotografi atau editing video.

    Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan video sinematik dengan mudah. Stabilisasi, grading warna, dan transisi yang biasanya diatur manual kini dapat diotomatisasi atau diarahkan melalui perintah suara.

    Bagi penggemar astrofotografi, kamera Galaxy terbaru juga menawarkan fitur untuk melacak pergerakan bintang di langit malam dengan detail yang kaya, sebuah peningkatan signifikan dari fitur Nightography generasi sebelumnya.

    Kualitas gambar dalam kondisi minim cahaya tetap menjadi prioritas. Dengan klaim sebagai sistem kamera paling terang yang pernah dibuat Samsung, perangkat ini diharapkan mampu menangkap detail foto yang kaya bahkan di lingkungan yang sangat gelap. Hal ini sejalan dengan tren fotografi 2026 yang semakin menuntut kapabilitas low-light yang mumpuni tanpa noise berlebih.

    Pengalaman Pengguna yang Lebih Mengalir

    Samsung menekankan bahwa kamera mobile kini telah melampaui fungsi sekadar alat dokumentasi. Perangkat Galaxy terbaru diposisikan sebagai alat kreasi menyeluruh (end-to-end). Pengguna dapat mengambil, mengedit, dan membagikan konten dalam satu antarmuka yang terintegrasi.

    Proses kreatif yang ditawarkan dirancang untuk menjadi lebih “cair”. Tanpa perlu menavigasi menu yang bertingkat atau alat yang kompleks, pengguna dapat fokus pada visi artistik mereka. Cukup jelaskan apa yang diinginkan dalam beberapa kata, dan biarkan kecerdasan buatan Galaxy mengeksekusi visi tersebut.

    Peluncuran teknologi ini di Galaxy Unpacked Februari 2026 sangat dinantikan oleh para pengamat industri dan penggemar gadget.

    Acara tersebut diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi Samsung dalam mempertahankan dominasinya di pasar smartphone premium, terutama di sektor kamera yang semakin kompetitif.

    Kehadiran fitur-fitur ini juga memberikan sinyal kuat bahwa Samsung semakin serius menggarap segmen kreator konten. Kemudahan yang ditawarkan berpotensi mengubah cara orang berinteraksi dengan media sosial, di mana kualitas konten tinggi dapat diproduksi dengan frekuensi yang lebih cepat dan usaha yang lebih minim.

    Bagi konsumen yang menantikan perangkat terbaru ini, Samsung menjanjikan pengalaman kamera yang paling mudah dan intuitif sejauh ini.

    Detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan ketersediaan perangkat akan diungkap secara lengkap minggu depan. (Icha)

  • RunSight: Kacamata AI Buatan Mahasiswa UI Jadi Duta Global Samsung

    RunSight: Kacamata AI Buatan Mahasiswa UI Jadi Duta Global Samsung

    Telko.id – Inovasi teknologi aksesibilitas karya anak bangsa kembali mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) resmi terpilih sebagai satu dari sepuluh tim terbaik dunia yang menyandang gelar Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador.

    Prestasi ini diraih berkat pengembangan RunSight, sebuah perangkat kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra berolahraga lari dengan lebih aman.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi teknologi dan empati dapat melahirkan solusi yang berdampak luas.

    President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa kehadiran Tim Labmino sebagai perwakilan Indonesia merupakan pengakuan dunia atas pendekatan inovasi yang berangkat dari konteks lokal.

    Solusi ini dinilai berhasil dirancang dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan nyata para penggunanya di lapangan.

    Samsung Solve for Tomorrow sendiri diposisikan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide berdasarkan pengalaman riil.

    Program ini mendorong peserta untuk membangun keterampilan digital sekaligus memanfaatkan teknologi guna menjawab tantangan di masyarakat. Harry Lee menyebutkan bahwa di Samsung, AI dipandang sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia, sebuah visi yang selaras dengan pengembangan kacamata AI canggih seperti RunSight.

    Teknologi Inklusif untuk Pelari Tunanetra

    RunSight lahir dari kepedulian Tim Labmino terhadap pelari dengan keterbatasan penglihatan. Sebagai pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025, tim ini mengembangkan perangkat yang mampu memberikan panduan suara secara real-time.

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berlari dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi karena sistem akan memantau lingkungan sekitar dan memberikan instruksi navigasi yang akurat.

    Pemanfaatan fitur AI pada RunSight menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuka akses yang lebih luas dalam ruang olahraga. Selama ini, komunitas pelari dengan gangguan penglihatan sering kali kurang terlayani oleh inovasi teknologi wearable yang ada di pasaran.

    Dengan adanya solusi ini, hambatan mobilitas saat berolahraga dapat diminimalisir secara signifikan melalui dukungan teknologi yang intuitif.

    Content image for article: RunSight: Kacamata AI Buatan Mahasiswa UI Jadi Duta Global Samsung

    Harry Lee menambahkan bahwa perubahan teknologi saat ini membentuk ekspektasi baru terhadap pengalaman digital. Teknologi diharapkan bekerja konsisten, responsif, dan menyatu dengan keseharian tanpa menuntut perhatian berlebih dari penggunanya.

    Prinsip inilah yang diterapkan dalam RunSight, di mana teknologi bekerja di latar belakang untuk memberikan rasa aman bagi pelari, mirip dengan konsep kacamata atlet profesional namun dengan fokus pada aksesibilitas.

    Dampak Global dari Inovasi Lokal

    Perjalanan RunSight tidak berhenti setelah memenangkan kompetisi tingkat nasional. Tim Labmino harus melewati proses seleksi ketat di tingkat regional hingga akhirnya menembus panggung global.

    Keberhasilan mereka masuk dalam jajaran SFT Global Ambassador membuktikan bahwa ide yang berangkat dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan memiliki potensi dampak yang masif.

    Samsung melihat SFT sebagai titik temu antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Program ini dirancang sebagai proses belajar yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pematangan ide hingga siap diimplementasikan.

    Harry Lee menekankan pentingnya menjaga ruang inovasi ini tetap terbuka agar generasi penerus dapat terus membentuk masa depan yang relevan dan inklusif. Kehadiran RunSight mempertegas posisi Indonesia sebagai kontributor aktif dalam peta inovasi global, membawa solusi dari Indonesia untuk dunia. (Icha)

  • Samsung Galaxy A07 dan A17 Hari Raya Package, Bertabur Bonus Logam Mulia

    Samsung Galaxy A07 dan A17 Hari Raya Package, Bertabur Bonus Logam Mulia

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan kehadiran paket khusus menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, yakni Galaxy A07 dan Galaxy A17 Hari Raya Package.

    Paket bundling spesial ini dirancang sebagai opsi peningkatan perangkat pintar yang menawarkan nilai lebih bagi konsumen, lengkap dengan berbagai aksesori pendukung ibadah serta hadiah langsung berupa Logam Mulia untuk menemani aktivitas pengguna mulai dari sahur hingga momen kemenangan.

    Peluncuran paket ini didasari oleh tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia selama bulan puasa, mulai dari memantau jadwal imsakiyah, bekerja, hingga berbagi momen berbuka puasa.

    Samsung merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan perangkat yang didukung ekosistem aksesori lengkap dalam satu kotak penjualan. Program ini tersedia mulai tanggal 13 Februari hingga 31 Maret 2026 di seluruh kanal penjualan resmi Samsung, baik daring maupun luring.

    MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi konsumen dalam menjalani ritme bulan puasa yang padat.

    “Ramadan selalu menjadi momen yang istimewa, waktu untuk kembali terhubung, berbagi cerita saat buka puasa bersama, sekaligus tetap aktif sepanjang hari. Melalui Galaxy A07 dan Galaxy A17 Hari Raya Package, kami ingin menghadirkan pilihan pasti untuk momen spesial,” ujar Annisa.

    Ia menambahkan bahwa kombinasi smartphone yang gesit dengan paket penunjang ibadah diharapkan dapat membuat keseharian pengguna lebih lancar dan bermakna hingga Hari Raya tiba.

    Kelengkapan Paket dan Bonus Eksklusif

    Daya tarik utama dari Hari Raya Package ini terletak pada kelengkapan aksesori yang disertakan, yang jarang ditemukan pada paket penjualan standar. Pembeli Galaxy A07 maupun Galaxy A17 edisi khusus ini akan langsung mendapatkan Travel Adaptor 25W untuk memastikan pengisian daya cepat, serta Clear Case untuk perlindungan fisik perangkat.

    Selain itu, Samsung menyertakan perlengkapan ibadah berupa Travel Prayer Mat (sajadah travel) dan Digital Tasbih yang praktis dibawa bepergian.

    Perbedaan isi paket terdapat pada aksesori tambahan penunjang mobilitas. Konsumen yang memilih Galaxy A07 Hari Raya Package akan mendapatkan Portable Fan, sebuah aksesori yang sangat relevan untuk menjaga kenyamanan saat beraktivitas di cuaca panas atau saat antre membeli takjil.

    Sementara itu, bagi pembeli Galaxy A17 Hari Raya Package, Samsung menyertakan Power Bank sebagai solusi daya cadangan untuk pengguna dengan intensitas penggunaan gawai yang sangat tinggi seharian.

    Sebagai nilai tambah yang signifikan, Samsung juga memberikan hadiah Logam Mulia dalam paket penjualan ini. Hadiah ini menjadikan paket tersebut tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga memiliki nilai investasi kecil yang bermakna sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) bagi diri sendiri maupun orang terkasih.

    Spesifikasi Pendukung Aktivitas Ramadan

    Secara spesifikasi, kedua perangkat ini memang dipersiapkan untuk menangani durasi penggunaan yang panjang. Galaxy A07 dan Galaxy A17 sama-sama mengusung layar luas berukuran 6,7 inci.

    Dimensi layar ini memberikan kenyamanan visual yang optimal bagi pengguna saat melakukan browsing resep menu sahur, membaca Al-Qur’an digital, hingga menikmati konten hiburan sembari menunggu waktu berbuka puasa.

    Perpindahan antar aplikasi juga diklaim mulus, mendukung produktivitas kerja atau kuliah yang tetap berjalan selama puasa.

    Sektor daya menjadi sorotan utama mengingat mobilitas yang seringkali meningkat saat Ramadan, mulai dari sahur hingga salat Tarawih. Kedua smartphone ini dibekali Baterai 5.000 mAh yang menjanjikan ketahanan dari pagi hingga malam hari tanpa perlu sering mencari colokan listrik.

    Hal ini sangat krusial bagi pengguna yang sering berada di luar rumah untuk kegiatan ngabuburit atau buka puasa bersama.

    Untuk urusan dokumentasi momen, kamera pada kedua seri Galaxy A ini telah dioptimalkan untuk kemudahan berbagi. Pengguna dapat merekam keseruan kumpul keluarga dan membagikannya secara instan melalui fitur QuickShare ke perangkat sesama ekosistem Samsung, atau langsung mengunggahnya ke media sosial dengan kualitas yang terjaga.

    Aspek keamanan data juga tidak luput dari perhatian. Samsung membenamkan fitur keamanan berlapis Samsung Knox Vault untuk melindungi data pribadi pengguna dari berbagai ancaman digital.

    Selain itu, terdapat fitur Secure Folder yang memungkinkan pengguna menyimpan file pribadi, foto keluarga, atau dokumen penting secara private, memberikan ketenangan pikiran meski perangkat dipinjam oleh kerabat saat kumpul Lebaran.

    Bagi Anda yang tertarik dengan Fitur One UI dan ekosistem yang ditawarkan, Galaxy A07 Hari Raya Package tersedia dalam empat pilihan varian RAM dan penyimpanan.

    Paket ini dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp 1.399.000. Harga ini menjadikan Galaxy A07 sebagai opsi menarik bagi konsumen yang mencari perangkat andal dengan anggaran terjangkau.

    Sementara itu, untuk pengguna yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi, Galaxy A17 Hari Raya Package hadir dalam dua pilihan konfigurasi memori. Paket untuk seri A17 ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 3.099.000. Dengan rentang harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan paket lengkap termasuk Power Bank dan Logam Mulia, yang jika dibeli secara terpisah tentu akan memakan biaya lebih besar.

    Penawaran Harga Sejutaan untuk paket A07 dan tiga jutaan untuk A17 ini menjadi strategi Samsung untuk mendominasi pasar smartphone kelas menengah ke bawah selama periode belanja Ramadan tahun ini.

    Ketersediaan paket ini di seluruh jaringan toko online dan offline Samsung memudahkan konsumen di berbagai daerah untuk mendapatkannya sebelum Hari Raya tiba. (Icha)

  • Samsung Buka Pre-Register Galaxy Unpacked 2026, Ada Cashback Rp2 Juta

    Samsung Buka Pre-Register Galaxy Unpacked 2026, Ada Cashback Rp2 Juta

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Galaxy Unpacked 2026 yang akan diselenggarakan pada 26 Februari 2026 mendatang.

    Menyambut peluncuran global tersebut, perusahaan membuka periode registrasi awal bagi konsumen di Indonesia mulai tanggal 11 hingga 25 Februari 2026 untuk mendapatkan akses prioritas kepemilikan HP Samsung terbaru.

    Langkah ini diambil Samsung untuk menjawab tingginya antusiasme pasar terhadap perangkat flagship yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa setiap gelaran Galaxy Unpacked selalu menjadi momentum lahirnya standar baru di industri smartphone. Menurutnya, antusiasme konsumen tahun ini sudah terlihat bahkan sebelum peluncuran resmi digelar.

    “Melalui pre-register, kami membuka akses prioritas bagi konsumen untuk berada di barisan terdepan saat next Galaxy diperkenalkan dan menjadi yang pertama merasakan evolusi Galaxy AI yang akan membawa pengalaman mobile ke level berikutnya,” ujar Ilham melalui keterangan resminya.

    Kebutuhan konsumen akan perangkat yang andal memang terus meningkat seiring dengan dinamika aktivitas sehari-hari.

    Mulai dari merekam momen konser dengan pencahayaan minim, menangkap detail objek di malam hari, hingga kebutuhan stabilitas ekstra untuk objek bergerak cepat.

    Di sisi lain, ekspektasi terhadap sistem keamanan yang kuat dan fitur AI yang cerdas turut mendorong minat konsumen untuk melakukan Pre-Order Samsung generasi terbaru ini.

    Keuntungan Eksklusif Pre-Register

    Bagi konsumen yang berpartisipasi dalam periode registrasi awal ini, Samsung menawarkan sejumlah nilai tambah yang signifikan.

    Dengan mendaftarkan diri sebelum tanggal peluncuran, konsumen berhak mengamankan keuntungan eksklusif yang dapat diklaim selama masa Pre Order Galaxy yang berlangsung mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026.

    Benefit yang disiapkan meliputi bank cashback hingga Rp2.000.000 untuk pembelian produk serta e-voucher senilai Rp500.000 yang dapat digunakan untuk pembelian aksesori perangkat.

    Selain itu, pendaftar juga berkesempatan mendapatkan surprise box yang berisi berbagai hadiah menarik sebagai apresiasi bagi pelanggan setia yang ingin melakukan upgrade ke perangkat tercanggih.

    Cara Melakukan Registrasi

    Mekanisme untuk mengikuti program ini dirancang cukup sederhana. Konsumen hanya perlu mengakses situs resmi Samsung.com/id dan memilih tombol “daftar sekarang” yang tersedia di halaman utama. Selanjutnya, calon pembeli diminta mengisi data diri serta daftar pertanyaan yang tersedia.

    Setelah menyetujui persyaratan dan menekan tombol daftar, konsumen akan menerima email konfirmasi sebagai bukti registrasi berhasil. Langkah ini memastikan konsumen mendapatkan informasi terkini dan akses prioritas saat produk resmi diluncurkan.

    Peluncuran resmi jajaran produk Galaxy terbaru sendiri dapat disaksikan secara langsung melalui tayangan Galaxy Unpacked 2026 pada hari Rabu, 26 Februari 2026, pukul 01.00 WIB.

    Acara ini diprediksi akan menjadi babak baru inovasi revolusioner Samsung, melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya seperti Galaxy A51 8GB dan seri S lainnya. (Icha)

  • Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

    Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi memperkenalkan jajaran smartphone terbarunya untuk segmen entry-level, yakni Samsung Galaxy A07 5G. Perangkat ini hadir dengan membawa peningkatan signifikan pada kapasitas daya, konektivitas 5G yang cepat, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) yang jarang ditemukan di kelas harganya. Dibanderol dengan harga Rp2 jutaan, ponsel ini dirancang untuk mendukung produktivitas dan hiburan pengguna yang semakin mobile.

    Peluncuran ini menjawab kebutuhan pasar akan perangkat terjangkau namun memiliki spesifikasi mumpuni untuk penggunaan jangka panjang. Galaxy A07 5G menonjolkan baterai berkapasitas jumbo 6.000mAh, layar dengan refresh rate tinggi, serta jaminan pembaruan perangkat lunak yang panjang. Sebelumnya, kabar mengenai perangkat ini sempat resmi terdaftar dalam berbagai sertifikasi yang mengindikasikan kehadirannya di pasar tanah air.

    MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, menyatakan bahwa Galaxy A07 5G ditujukan untuk pengguna yang aktif menikmati konten digital. Menurutnya, kombinasi konektivitas 5G dan baterai besar menjadi nilai jual utama untuk memastikan kenyamanan pengguna dalam beraktivitas seharian tanpa hambatan.

    “Mendukung para pengguna yang aktif menikmati konten digital, kami menghadirkan Galaxy A07 5G sebagai smartphone 5G dua jutaan yang menggabungkan konektivitas cepat dengan baterai 6000mAh yang tahan lama, refresh rate layar 120Hz untuk pengalaman visual yang lebih mulus, serta ketahanan IP54 yang siap menemani aktivitas harian,” ujar Annisa melalui keterangan resminya.

    Baterai Jumbo untuk Aktivitas Seharian

    Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan oleh Samsung Galaxy A07 5G adalah kapasitas baterainya yang mencapai 6.000mAh. Samsung mengklaim kapasitas ini 120% lebih besar, memungkinkan pengguna untuk melakukan streaming film, menonton acara TV, hingga menikmati konten favorit sepanjang hari tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Tren penggunaan baterai 6000mAh memang sedang marak di segmen ini untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang semakin intens.

    Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

    Dengan daya tahan yang ditingkatkan, pengguna dapat lebih leluasa menggunakan ponsel untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja hingga hiburan, dengan waktu putar video yang lebih panjang. Hal ini mengurangi frekuensi pengisian daya yang seringkali mengganggu mobilitas pengguna aktif.

    Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

    Integrasi AI Canggih di Kelas Entry-Level

    Langkah menarik yang diambil Samsung adalah menyematkan fitur kecerdasan buatan (AI) pada perangkat di rentang harga dua jutaan ini. Galaxy A07 5G dilengkapi dengan fitur AI populer seperti Google Gemini dan Circle to Search with Google. Fitur ini biasanya ditemukan pada seri flagship, namun kini dapat dinikmati oleh pengguna seri Galaxy A.

    Pengguna dapat mengakses Gemini melalui tombol samping untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mencari ide, menulis, hingga merencanakan aktivitas. Selain itu, terdapat fitur Gemini Live yang memungkinkan interaksi suara secara alami layaknya bercakap-cakap untuk mendapatkan jawaban instan.

    Fitur Circle to Search juga hadir untuk mempermudah pencarian informasi. Pengguna cukup melingkari objek pada layar—baik itu gambar, teks, atau video—untuk langsung mendapatkan hasil pencarian tanpa perlu berpindah aplikasi. Kemudahan ini menawarkan pengalaman penggunaan yang intuitif dan efisien.

    Layar Imersif dan Performa Responsif

    Dari sektor visual, Samsung Galaxy A07 5G mengusung layar berukuran 6,7 inci yang luas. Layar ini didukung oleh refresh rate 120Hz yang menjamin transisi visual lebih halus saat scrolling media sosial atau navigasi menu. Pengalaman menonton juga ditingkatkan dengan fitur High Brightness Mode yang mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 800 nits.

    Tingkat kecerahan ini memastikan layar tetap terlihat jelas dan cerah meskipun digunakan di luar ruangan di bawah paparan sinar matahari langsung. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering beraktivitas di lapangan atau area outdoor.

    Untuk dapur pacu, ponsel ini ditenagai oleh prosesor dengan fabrikasi 6 nm. Chipset ini dirancang untuk memberikan performa yang responsif sekaligus efisiensi daya yang baik, mendukung konektivitas 5G yang super cepat. Kombinasi ini memastikan multitasking berjalan lancar, baik saat membuka aplikasi berat maupun bermain game kasual.

    Kamera 50MP dan Fitur Fotografi

    Bagi penggemar fotografi mobile, Galaxy A07 5G dibekali konfigurasi dua kamera belakang. Kamera utama memiliki resolusi 50MP (Wide) yang mampu menghasilkan foto tajam dan jernih dengan detail yang kaya. Pemrosesan gambar yang canggih membantu menyeimbangkan cahaya dan bayangan untuk hasil optimal di berbagai kondisi pencahayaan.

    Kamera utama tersebut didampingi oleh kamera depth 2MP yang berfungsi untuk menciptakan efek bokeh alami pada foto potret. Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 8MP yang diklaim mampu menghasilkan tampilan fokus dan minim noise.

    Desain Tangguh dan Jaminan Update Panjang

    Samsung merancang Galaxy A07 5G dengan mempertimbangkan ketahanan fisik. Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP54, yang artinya tahan terhadap debu dan cipratan air. Bagian belakang ponsel menggunakan material Glass Fiber Reinforced Polymer yang memberikan perlindungan ekstra terhadap goresan dan benturan ringan.

    Meski memiliki baterai besar dan konstruksi tangguh, ponsel ini tetap tampil cukup ramping dengan ketebalan 8,2 mm dan bobot 199 gram. Tersedia dua pilihan warna yang stylish, yakni Black dan Light Violet.

    Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Samsung adalah komitmen pembaruan perangkat lunak. Galaxy A07 5G dijanjikan akan mendapatkan enam generasi pembaruan OS dan pembaruan keamanan selama enam tahun. Ini merupakan jaminan yang sangat jarang ditemukan di kelas harga ini, memastikan perangkat tetap aman dan relevan untuk penggunaan jangka panjang.

    Ponsel ini sudah menjalankan antarmuka One UI 8.0 yang menawarkan pengalaman intuitif dan opsi personalisasi luas. Keamanan data pengguna juga dijaga ketat oleh Samsung Knox Vault, solusi keamanan hardware yang melindungi informasi sensitif dari upaya peretasan.

    Harga dan Ketersediaan

    Samsung Galaxy A07 5G mulai tersedia di pasar Indonesia pada tanggal 13 Februari 2026. Konsumen dapat membeli varian RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB dengan harga resmi Rp2.799.000. Harga ini menempatkannya sebagai opsi menarik dibandingkan Samsung Galaxy A07 versi reguler atau model sebelumnya.

    Selama periode promo mulai 13 Februari hingga 31 Maret 2026, Samsung menawarkan berbagai keuntungan pembelian, antara lain:

    • Bundling travel adapter 25W.
    • Garansi pabrik selama 2 tahun (extended warranty).
    • Diskon 30% untuk Samsung Care+ (full protection atau crack screen).
    • Kemudahan pembayaran melalui program Finance+.
    • Diskon 10% untuk pembelian Galaxy Buds Core (purchase with purchase).

    Kehadiran Galaxy A07 5G menambah ketat persaingan di pasar smartphone 5G terjangkau, memberikan lebih banyak opsi bagi konsumen yang menginginkan teknologi terkini tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

  • One UI 8.5 Hadir dengan Direct Voicemail di Galaxy

    One UI 8.5 Hadir dengan Direct Voicemail di Galaxy

    Telko.id – Februari 2026 diprediksi menjadi periode yang dinantikan para penggemar Samsung. Selain kehadiran seri andalan Galaxy S26, perhatian juga tertuju pada sistem operasi terbaru yang akan menopangnya, yakni One UI 8.5.

    Berdasarkan update beta terbaru, Samsung tampaknya sedang melakukan polesan terakhir sebelum peluncuran besar-besaran di akhir bulan ini. Update ini membawa fitur yang sudah lama dinanti-nanti pengguna Android yang dapat menyaingi pesaingnya (iOS).

    Highlight utama di pembaruan kali ini adalah Direct Voicemail. Fitur ini mirip dengan fitur Live Voicemail di iPhone, One UI 8.5 menghadirkan kemampuan transkripsi pesan suara secara real-time.

    Cara kerjanya adalah ketika ada telepon yang masuk, dan dibiarkan masuk ke kotak suara (voicemail), pengguna bisa melihat transkrip teks secara langsung (live) di layar saat penelepon sedang berbicara.

    Pengguna dapat langsung memutuskan untuk mengangkat telepon di tengah-tengah rekaman kalau ternyata isinya penting atau darurat. Semua proses ini dilakukan on-device menggunakan AI, jadi privasi percakapan akan tetap aman di dalam HP.

    Baca juga:

    Di versi Beta 4 ini, Samsung juga melakukan sejumlah perbaikan teknis. Beberapa bug yang sebelumnya dikeluhkan pengguna seri Galaxy S25 kini telah diatasi, di antaranya pergeseran posisi jam di layar kunci serta masalah smartphone yang menyala otomatis meskipun perangkat terhubung ke headset Bluetooth.

    Bagi pengguna setia Samsung, khususnya seri Galaxy S25, perangkat ini menjadi prioritas utama dalam distribusi pembaruan One UI 8.5. berdasarkan pantauan Mureks, performa Galaxy S25 Ultra masih tergolong sangat mumpuni untuk menjalankan berbagai fitur kecerdasan buatan dengan kebutuhan komputasi tinggi yang akan dihadirkan dalam One UI 8.5.

    Samsung juga telah menyiapkan peta jalan pembaruan untuk sejumlah perangkat Galaxy lainnya. Informasi yang diterima Mureks menyebutkan, pembaruan One UI 8.5 akan digulirkan secara bertahap mulai akhir Februari hingga beberapa bulan kedepan pada tahun 2026.

    Gelombang pertama yang dijadwalkan berlangsung akhir Februari hingga Maret 2026, pembaruan ini akan hadir secara bawaan pada Samsung Galaxy S26 Series, serta tersedia untuk Samsung Galaxy S25, S25+, S25 Ultra, dan perangkat layar lipat Samsung Galaxy Z Fold 7 serta Z Flip 7.

    Gelombang kedua akan menyusul pada Maret hingga April 2026, menyasar Samsung Galaxy S24 Series serta Samsung Galaxy Fold 6 dan Z Flip 6. Sementara itu, pada gelombang ketiga, Samsung juga berencana menghadirkan One UI 8.5 untuk lini menengah seperti Galaxy A56, A55, serta sejumlah seri mid-range terpilih lainnya.

  • Fotografi 2026 : Samsung Fokus Kembangkan AI Kamera On-Device

    Fotografi 2026 : Samsung Fokus Kembangkan AI Kamera On-Device

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia menegaskan komitmennya dalam memimpin tren industri fotografi seluler dengan memfokuskan pengembangan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat atau on-device AI.

    Langkah ini diambil untuk menyambut pergeseran tren pada tahun 2026, di mana AI diprediksi akan mengambil alih peran utama dalam pembuatan konten, mulai dari pemrosesan gambar hingga penyuntingan generatif yang aktif.

    Pergeseran teknologi ini didorong oleh kebutuhan pengguna di Indonesia yang semakin mengutamakan hasil tangkapan stabil, foto portrait natural, serta kemampuan fotografi di kondisi minim cahaya.

    Samsung merespons permintaan tersebut dengan memperkuat integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak pada lini Galaxy S Series, memastikan pengalaman fotografi yang lebih responsif dan intuitif bagi pengguna.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa kualitas foto smartphone kini tidak hanya bergantung pada lensa atau sensor semata.

    Menurutnya, kombinasi hardware mumpuni dengan kecerdasan perangkat lunak menjadi kunci untuk menghasilkan konten visual berkualitas profesional secara instan. Samsung berupaya agar inovasi ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pembuat konten hingga pengguna kasual.

    Evolusi Computational Photography Samsung

    Perjalanan inovasi kamera Samsung telah melewati berbagai fase penting sejak diperkenalkannya fitur deteksi pemandangan cerdas atau scene detection pada tahun 2018.

    Pengembangan ini membuktikan bahwa AI merupakan solusi jangka panjang dalam ekosistem HP Samsung Terbaru untuk menyempurnakan pengalaman pengguna.

    Content image for article: Samsung Fokus Kembangkan AI Kamera On-Device untuk Tren Fotografi 2026Samsung memperkaya pengalaman Kamera untuk pengguna dengan AI yang canggih saat merekam, sekaligus memudahkan saat proses penyuntingan konten.

    Pada era awal, Samsung menjawab tantangan menangkap objek bergerak cepat melalui fitur Super Slow-mo di Galaxy S9. Inovasi berlanjut ke Galaxy S20 Ultra yang menghadirkan AI Space Zoom 100x, memungkinkan pengguna melihat detail yang sebelumnya tidak terjangkau mata telanjang.

    Fokus kemudian beralih ke stabilisasi video dan subjek manusia pada era Galaxy S21 dan S22 Series. AI dimanfaatkan untuk fitur Super Steady dan penyempurnaan skin tone agar foto profil terlihat lebih profesional layaknya hasil dari smartphone kamera terbaik.

    Memasuki era Nightography dan ProVisual, Samsung menghadirkan sensor 200MP pada Galaxy S23 Ultra yang didukung pemrosesan AI untuk detail maksimal di malam hari.

    Puncaknya, Galaxy S24 Series dan Galaxy S25 Series kini dibekali ProVisual Engine, sebuah mesin AI komprehensif yang dilatih dengan lebih dari 400 juta dataset.

    Teknologi ini mendukung fitur canggih seperti Photo Assist dan Generative Edit, memberikan kebebasan penuh bagi pengguna dalam proses penyuntingan.

    Fokus Pengembangan AI di 2026

    Menatap tahun 2026, Samsung memprediksi tren mobile photography akan didominasi oleh kemampuan Generative AI.

    Fokus pengembangan akan diarahkan pada tiga aspek utama: kecepatan untuk kebutuhan real-time, kemudahan melalui proses editing yang intuitif, serta personalisasi hasil yang sesuai keinginan pengguna.

    Content image for article: Samsung Fokus Kembangkan AI Kamera On-Device untuk Tren Fotografi 2026Integrasi teknologi fungsi AI pada Kamera Samsung menghadirkan keleluasaan bagi pengguna untuk mengeksplorasi berbagai dimensi kreativitas dalam pembuatan konten visual.

    Fungsi AI kini bergerak dari pemrosesan pasif seperti HDR otomatis menjadi kemampuan generatif aktif. Hal ini memungkinkan perangkat untuk memahami pemandangan dan subjek secara lebih mendalam guna menyempurnakan hasil akhir.

    Ilham menambahkan bahwa seiring meluasnya fungsi AI, Samsung akan terus meningkatkan kapabilitas fitur-fitur di dalam smartphone mereka agar tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen.

    Dengan menggabungkan warisan inovasi optik dan kekuatan pemrosesan cerdas, Samsung Galaxy S Series siap memfasilitasi pengguna untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas.

    Integrasi teknologi ini diharapkan memberi keleluasaan penuh bagi pengguna untuk menangkap momen, berkreasi, dan menginspirasi melalui konten visual berkualitas tinggi. (Icha)