Kategori: Berita Samsung

  • RunSight: Kacamata AI Tim Labmino Buka Akses Lari Lebih Inklusif

    RunSight: Kacamata AI Tim Labmino Buka Akses Lari Lebih Inklusif

    Telko.id – Tim Labmino, yang baru saja didapuk sebagai Global Ambassador dalam ajang bergengsi Samsung Solve for Tomorrow (SFT), resmi mengungkap detail pengembangan RunSight.

    Ini adalah inovasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang difungsikan sebagai pemandu lari virtual (virtual running guide) bagi penyandang disabilitas visual.

    Pengembangan teknologi ini tidak hanya sekadar proyek kompetisi, melainkan hasil dari riset mendalam dan pendekatan berbasis empati untuk menjawab tantangan mobilitas yang spesifik.

    Melalui program Solve for Tomorrow, ide ini divalidasi dan dikembangkan dari tahap perancangan prototipe hingga uji dampak di lapangan.

    Bagi tim yang berasal dari Universitas Indonesia ini, SFT menjadi ekosistem pembelajaran krusial yang menjembatani riset akademis di kampus dengan solusi nyata yang aplikatif.

    RunSight hadir untuk mengisi celah solusi navigasi yang selama ini lebih banyak berfokus pada mobilitas harian, namun belum menyentuh kebutuhan aktivitas olahraga dengan ritme cepat seperti berlari.

    Dari Navigasi Umum ke Pemandu Lari Virtual

    Perjalanan pengembangan RunSight dimulai dengan eksplorasi solusi navigasi umum. Namun, melalui observasi lapangan dan wawancara langsung, Tim Labmino menemukan kebutuhan yang jauh lebih mendesak, yakni tantangan keselamatan dan kemandirian penyandang disabilitas visual saat berada di lintasan lari.

    Aktivitas lari memiliki karakteristik unik dibandingkan berjalan kaki. Kecepatan yang lebih tinggi dan risiko tabrakan yang lebih besar menuntut adanya arahan yang cepat dan mudah dipahami. Banyak solusi yang tersedia saat ini belum dirancang untuk kebutuhan lane awareness atau kesadaran jalur yang krusial dalam olahraga lari.

    Anthony Edbert Feriyanto, perwakilan dari Tim Labmino, menjelaskan momen penting ketika tim memutuskan untuk mengubah fokus pengembangan mereka.

    “Awalnya kami mengembangkan konsep navigasi umum. Namun kami menyadari bahwa berlari memiliki tantangan yang sangat berbeda, lebih cepat, lebih dinamis, dan membutuhkan respons instan. Dari situlah pivot terbesar kami terjadi,” ungkap Anthony.

    Anthony menambahkan bahwa keputusan untuk fokus pada track running mendorong mereka merancang perangkat wearable yang ringan dan berbasis kamera RGB. Hal ini dilakukan agar perangkat tetap nyaman digunakan saat bergerak aktif dan harganya tetap terjangkau.

    Teknologi AI Multi-Model untuk Akurasi Tinggi

    Secara teknis, RunSight bekerja layaknya pendamping lari manusia. Perangkat ini mampu mengenali objek di sekitar pengguna, membaca garis lintasan lari, serta menyesuaikan arahan berdasarkan kecepatan pengguna. Informasi tersebut kemudian diolah dan disampaikan melalui instruksi suara secara real-time.

    Untuk mencapai tingkat presisi yang dibutuhkan, Tim Labmino melakukan transformasi pada sisi perangkat lunak. Mereka beralih dari penggunaan satu model AI menjadi pipeline multi-model. Pendekatan ini memungkinkan sistem memberikan arahan yang jauh lebih adaptif dan akurat.

    Sistem AI pada RunSight menangkap video dari kamera, memprosesnya untuk mendeteksi hambatan dan garis lintasan, lalu memberikan instruksi agar pengguna tetap berada di tengah jalur dan terhindar dari objek berbahaya. Ini sejalan dengan tren industri yang mulai beralih ke Solusi AI yang lebih responsif dan cerdas.

    “Tantangan terbesarnya adalah menjaga akurasi saat kondisi nyata berubah, sekaligus menjaga model tetap ringan untuk real-time,” ujar Anthony menjelaskan kesulitan dalam optimasi AI tersebut.

    Prioritas Keamanan dan Dampak Inklusif

    Guna memastikan keamanan pengguna, prototipe RunSight telah melalui serangkaian uji coba di berbagai kondisi lintasan, pencahayaan, dan tingkat kepadatan orang. Logika sistem dirancang dengan prinsip safety-first.

    Tim menerapkan penggunaan threshold, frame smoothing, dan aturan konservatif dalam algoritma mereka. Tujuannya adalah agar perangkat tidak memberikan arahan mendadak yang berisik atau membingungkan, yang justru bisa membahayakan pelari.

    Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menilai inovasi ini mencerminkan esensi dari program SFT. Menurutnya, ketika empati dipadukan dengan kapabilitas teknologi seperti Kacamata AI ini, akan lahir solusi yang inklusif.

    “Samsung Solve for Tomorrow bukan hanya tentang kompetisi inovasi, tetapi tentang membangun pola pikir problem-solver di kalangan generasi muda.

    Inovasi seperti inilah yang ingin terus kami dorong, teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak,” tegas Bagus.

    Di panggung global, Tim Labmino membawa semangat untuk terus menyempurnakan RunSight. Mereka berkomitmen memperluas dampak inovasi ini dan membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. (Icha)

  • Galaxy Buds4 Series Hadir, Bawa Fitur AI Hands-Free Canggih

    Galaxy Buds4 Series Hadir, Bawa Fitur AI Hands-Free Canggih

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan Galaxy Buds4 Series, perangkat audio terbaru yang menetapkan standar anyar dalam industri True Wireless Stereo (TWS).

    Mengusung teknologi Seamless Multi AI Agent, perangkat ini dirancang bukan sekadar untuk mendengarkan musik, melainkan sebagai asisten cerdas yang mendukung produktivitas harian pengguna tanpa perlu menyentuh smartphone.

    Peluncuran ini merespons tingginya mobilitas masyarakat modern yang menjadikan TWS sebagai perangkat esensial. Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa Galaxy Buds4 Series menandai evolusi TWS menjadi everyday companion.

    Perangkat ini memungkinkan pengguna beralih aktivitas secara natural, mulai dari rapat daring hingga menerima panggilan di perjalanan, tanpa memutus alur kegiatan.

    Integrasi mendalam dengan ekosistem Samsung, khususnya Galaxy S26 Series, menjadi kunci utama keunggulan perangkat ini. Pengguna dapat menikmati pengalaman AI yang terpadu, di mana konektivitas lintas perangkat berjalan konsisten dan responsif.

    Hal ini memungkinkan interaksi dengan asisten digital maupun pengelolaan notifikasi dilakukan sepenuhnya secara hands-free, menjaga fokus pengguna tetap pada momen yang sedang dijalani.

    Kontrol Intuitif dengan Head Gesture

    Salah satu fitur unggulan yang dibawa oleh Galaxy Buds4 Series adalah Head Gestures. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat hanya melalui gerakan kepala, menghilangkan ketergantungan pada layar ponsel saat tangan sedang sibuk.

    Inovasi ini sangat relevan bagi pengguna yang sering bermobilitas tinggi atau sedang melakukan multitasking.

    Cara kerjanya cukup sederhana namun fungsional. Saat ada panggilan masuk, pengguna hanya perlu mengangguk untuk menerima atau menggelengkan kepala untuk menolak panggilan.

    Kemampuan ini juga terintegrasi dengan asisten suara Bixby, di mana pengguna dapat menjawab pertanyaan “ya” atau “tidak”, bahkan mengakhiri percakapan hanya dengan gerakan kepala tanpa mengeluarkan suara.

    Content image for article: Galaxy Buds4 Series Resmi Hadir, Bawa Fitur AI Hands-Free Canggih

    Kualitas Suara Adaptif dan Ekosistem AI

    Selain fitur cerdas, Samsung tetap memprioritaskan kualitas suara. Galaxy Buds4 Series dilengkapi dengan fitur Enhanced Adaptive EQ. Teknologi ini secara otomatis mengoptimalkan karakter suara agar tetap seimbang di berbagai kondisi.

    Sistem akan menyesuaikan output audio berdasarkan bentuk telinga pengguna dan posisi pemakaian earbuds, memastikan detail serta kejernihan suara tetap terjaga.

    Pengalaman audio ini disempurnakan dengan dukungan Audio Hi-Fi yang mumpuni. Dalam ekosistem Galaxy, peran TWS diperluas menjadi gerbang akses menuju kecerdasan buatan.

    Pengguna dapat mengaktifkan berbagai agen AI seperti Bixby, Google Gemini, hingga Perplexity langsung dari telinga mereka. Dukungan perangkat keras yang kuat, setara dengan performa Chipset Flagship masa kini, memastikan pemrosesan perintah suara berjalan lancar tanpa jeda.

    Integrasi Samsung Ecosystem membuat transisi antar perangkat terasa mulus. Kecerdasan buatan tidak lagi bekerja secara terpisah di masing-masing gawai, melainkan selaras dalam satu sistem.

    Hal ini memberikan pengalaman yang adaptif, di mana TWS mampu memahami konteks aktivitas pengguna dan memberikan respons yang proaktif.

    Content image for article: Galaxy Buds4 Series Resmi Hadir, Bawa Fitur AI Hands-Free Canggih

    Harga dan Ketersediaan di Indonesia

    Samsung menghadirkan dua varian untuk pasar Indonesia, yaitu Galaxy Buds4 dan Galaxy Buds4 Pro. Galaxy Buds4 tersedia dalam pilihan warna Black dan White dengan harga Rp2.999.000.

    Sementara itu, varian tertinggi Galaxy Buds4 Pro dibanderol seharga Rp3.999.000, dengan opsi warna Black, White, dan warna eksklusif online Pink Gold.

    Konsumen dapat memanfaatkan masa pre-order yang berlangsung mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026. Selama periode ini, Samsung menawarkan berbagai keuntungan menarik.

    Pembeli berkesempatan mendapatkan total bonus hingga Rp1,6 jutaan untuk varian Pro dan Rp1,3 jutaan untuk varian reguler. Bonus tersebut mencakup Limited Buds Case, multibuy cashback hingga 25%, serta tambahan cashback bank.

    Kehadiran Galaxy Buds4 Series diharapkan dapat memenuhi ekspektasi konsumen yang kini tidak hanya mencari kualitas audio, tetapi juga kepraktisan teknologi.

    Dengan fitur yang mampu membaca pola kebiasaan dan merespons kebutuhan secara proaktif, perangkat ini siap menjadi pendamping harian yang andal bagi masyarakat digital di Indonesia. (Icha)

  • Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

    Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi menetapkan standar baru dalam keamanan perangkat mobile dengan memperkenalkan fitur Privacy Display Galaxy S26 Ultra.

    Teknologi ini diklaim sebagai inovasi perlindungan privasi layar hingga tingkat piksel yang pertama di dunia, dirancang khusus untuk melindungi data visual pengguna dari intipan orang sekitar saat berada di ruang publik.

    Kehadiran fitur ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data internal, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kasus kebocoran data yang tinggi.

    Sebanyak 67% masyarakat merasa khawatir akan keamanan data mereka di tengah arus digitalisasi yang masif.

    Risiko pencurian data melalui metode shoulder surfing atau mengintip layar korban saat mengakses informasi sensitif, seperti PIN atau data perbankan, menjadi ancaman nyata yang coba diatasi oleh Galaxy S26 Series.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan hasil riset panjang tim engineering Samsung selama lebih dari lima tahun. Tujuannya adalah menciptakan perlindungan yang tidak mengganggu pengalaman pengguna.

    “Privacy Display adalah terobosan revolusioner dari tim engineering Samsung yang mampu mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna saat menggunakan HP. Jadi, pengguna bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani rutinitas dan mobilitas, termasuk dalam bertransaksi dan bekerja di mana saja,” ujar Ilham.

    Content image for article: Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

    Teknologi Layar Tingkat Piksel

    Berbeda dengan solusi anti gores spy konvensional yang sering kali menurunkan kualitas visual, Privacy Display bekerja dengan memanipulasi cahaya pada tingkat piksel.

    Saat fitur ini diaktifkan, tampilan layar dari sudut samping akan menjadi sulit terlihat atau gelap, namun tetap terlihat jernih dan terang bagi pengguna yang menatap lurus dari depan.

    Fitur ini sangat relevan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Misalnya, saat membuka pesan rahasia di transportasi umum seperti MRT, atau mengakses dokumen pekerjaan sensitif saat Work From Cafe (WFC).

    Selain itu, teknologi ini memberikan keamanan ekstra saat pengguna melakukan pembayaran QRIS atau memasukkan PIN mobile banking di kasir minimarket yang ramai.

    Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan mudah melalui Quick Settings. Samsung menyediakan opsi pengaturan tingkat privasi, mulai dari Partial Screen Privacy hingga Maximum Privacy Protection.

    Pada mode maksimum, sistem akan menurunkan area yang terlalu terang dan mengangkat area gelap, membuat layar hampir mustahil dibaca dari samping. Kecanggihan ini melengkapi performa tinggi yang didukung oleh otak Galaxy S26 terbaru.

    Integrasi ini juga memungkinkan perlindungan yang lebih presisi. Pengguna bisa mengatur agar Privacy Display hanya aktif pada notifikasi tertentu atau area spesifik di layar.

    Hal ini memastikan bahwa fitur keamanan ini tidak mengorbankan kenyamanan visual secara keseluruhan, sebuah aspek yang juga disorot dalam peluncuran Galaxy AI tahun ini.

    Content image for article: Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

    Harga dan Ketersediaan

    Samsung Galaxy S26 Series hadir dalam varian warna Black, Cobalt Violet, Sky Blue, dan White. Sementara warna eksklusif Pink Gold dan Silver Shadow hanya tersedia melalui pembelian di situs resmi Samsung. Berikut adalah daftar harga resmi untuk pasar Indonesia:

    Harga Galaxy S26 Ultra:

    • Varian 16GB/1TB: Rp31.999.000
    • Varian 12GB/512GB: Rp27.499.000
    • Varian 12GB/256GB: Rp24.499.000

    Harga Galaxy S26+ dan Galaxy S26:

    • Galaxy S26+ 12GB/512GB: Rp22.499.000
    • Galaxy S26+ 12GB/256GB: Rp19.499.000
    • Galaxy S26 12GB/512GB: Rp19.499.000
    • Galaxy S26 12GB/256GB: Rp16.499.000

    Masyarakat yang ingin merasakan pengalaman privasi visual terbaru ini sudah dapat melakukan pre-order mulai sekarang. Kehadiran Privacy Display di Galaxy S26 Series menegaskan komitmen Samsung dalam memberikan solusi keamanan data yang relevan dengan gaya hidup modern yang serba digital. (Icha)

  • Samsung Uji Coba 6G, Tembus 3Gbps!

    Samsung Uji Coba 6G, Tembus 3Gbps!

    Telko.id – Tidak hanya fokus dalam pengembangan smartphone, belakangan ini Samsung juga aktif dalam pengembangan perangkat jaringan teknologi. Terbaru, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan capaian dalam pengujian teknologi jaringan seluler generasi keenam (6G).

    Melansir dari Kompas Tekno (1/3/2026), uji coba dilakukan bersama operator KT Corporation dan Keysight Technologies, serta digelar secara outdoor di kampus riset dan pengembangan (R&D) milik Samsung di Seoul.

    Dalam simulasi pengujian yang dilakukan bersama mitra riset di Korea Selatan, Samsung berhasil mencapai kecepatan data hingga 3 Gbps pada sistem prototipe 6G yang diuji menggunakan teknologi eXtreme multiple-input multiple-output (X-MIMO) di pita frekuensi 7Ghz.

    Teknologi ini diuji menggunakan prototipe base station 6G yang dibekali dengan 256 port antenna digital. Sebuah angka yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan peak tipikal yang ditawarkan jaringan 5G saat ini di kondisi nyata.

    Baca juga:

    Kombinasi teknologi antena dan spektrum ini menjadi bagian dari pendekatan Samsung untuk menciptakan jalur komunikasi yang lebih efisien dan cepat — langkah awal menuju standar 6G yang diperkirakan baru akan tersedia secara komersial beberapa tahun mendatang.

    Meskipun pencapaian kecepatan ini masih dalam lingkungan uji dan belum dipasarkan secara luas, hasilnya memberi sinyal kuat bahwa perkembangan 6G bergerak lebih cepat dari sekadar konsep akademis.

    Peneliti industri dan akademisi selama ini memproyeksikan bahwa jaringan 6G akan menawarkan keunggulan kecepatan, kapasitas, dan efisiensi yang jauh melampaui 5G, termasuk untuk use case seperti realitas imersif, konektivitas ultra-terhubung, serta komunikasi antar mesin dan kendaraan otonom — yang semuanya membutuhkan throughput data sangat tinggi dengan latensi rendah.

    Bagi pengguna masa depan, terobosan semacam ini berarti potensi layanan digital yang lebih cepat dan mulus, seperti unduhan konten berdefinisi sangat tinggi dalam hitungan detik, pengalaman cloud gaming tanpa lag, serta komunikasi real-time dalam aplikasi industri berat atau kecerdasan buatan terdistribusi.

    Namun, implementasi komersial 6G diperkirakan masih beberapa tahun lagi, karena standar industri harus dibentuk, infrastruktur dibangun, dan perangkat konsumen harus dirancang untuk mendukung teknologi yang jauh lebih kompleks ini.

  • Samsung B2B Display: Transformasi Bisnis Lewat Signage AI dan Layar Raksasa

    Samsung B2B Display: Transformasi Bisnis Lewat Signage AI dan Layar Raksasa

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin inovasi teknologi visual dengan memperkenalkan rangkaian solusi Samsung B2B Display terbaru di Jakarta, pada 2 Maret 2026.

    Melalui unit bisnis B2B Display Solutions, perusahaan menghadirkan jajaran produk digital signage dan panel interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk mentransformasi pengalaman pelanggan di berbagai sektor industri.

    Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap era transformasi digital yang menuntut pelaku bisnis untuk tidak hanya sekadar menampilkan informasi, tetapi juga menciptakan kesan visual yang mendalam.

    Dalam acara intimate gatherings yang digelar eksklusif, Samsung memamerkan bagaimana teknologi display mutakhir mereka mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat citra merek di mata konsumen.

    Joseph, Director of B2B Display Solutions Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa inovasi ini berfokus pada penciptaan “Wow Experience” di setiap titik interaksi.

    Menurutnya, Samsung berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang relevan dan bermakna, bukan sekadar menjual perangkat keras. Dengan mendengarkan langsung kebutuhan pengguna akhir, solusi yang ditawarkan dipastikan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi keberlangsungan bisnis mitra mereka.

    Inisiatif ini juga menjadi bukti konsistensi perusahaan yang telah lama mendominasi pasar. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas, mirip dengan bagaimana mereka mempertahankan prestasi di kancah internasional sebagai pemimpin Global Signage selama belasan tahun.

    Transformasi Visual di Berbagai Sektor Industri

    Dalam sesi talkshow bertajuk “Sustained Excellence”, Samsung menghadirkan para pemimpin industri untuk berbagi testimoni mengenai implementasi teknologi visual dalam operasional mereka.

    Diskusi ini menyoroti bagaimana perangkat display modern mampu mengubah atmosfer ruang bisnis menjadi lebih profesional dan menarik.

    Content image for article: Samsung B2B Display: Transformasi Bisnis Lewat Signage AI dan Layar Raksasa

    Di sektor perbankan, Bank Danamon menekankan pentingnya kesan pertama. Alexandra Ryan Ahmad Dina menjelaskan bahwa kehadiran display Samsung membantu menciptakan nuansa yang elegan dan informatif di kantor cabang. Komunikasi visual yang jernih membuat nasabah merasa lebih yakin dan terlayani dengan baik, menciptakan rasa percaya yang krusial dalam industri keuangan. Hal ini sejalan dengan upaya industri untuk terus meningkatkan standar layanan melalui teknologi.

    Sementara itu, sektor hospitality seperti Swissôtel Living Mega Kuningan memanfaatkan teknologi ini untuk menyempurnakan estetika interior. Novel Andreas mengungkapkan bahwa display Samsung mampu menyatu secara harmonis dengan desain hotel.

    Penyampaian informasi layanan dan promosi dilakukan secara halus tanpa mengganggu kenyamanan visual tamu, menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkelas dan menenangkan.

    Pada industri hiburan, Cinema XXI menyoroti konsistensi visual. Khristianto Herwahyudi menjelaskan bahwa manajemen konten terpusat memungkinkan jaringan bioskop ini menampilkan informasi jadwal dan promosi dengan kualitas superior yang seragam di seluruh lokasi.

    Pengalaman menonton bagi pelanggan kini dimulai bahkan sebelum mereka memasuki studio, berkat tampilan visual yang tajam dan menarik di area lobi.

    Inovasi Produk Berbasis AI dan Cloud

    Untuk menjawab dinamika ruang bisnis modern, Samsung memperkenalkan tiga inovasi unggulan yang menjadi sorotan utama. Produk-produk ini dirancang dengan spesifikasi tinggi untuk memastikan kinerja visual tanpa kompromi.

    Pertama adalah Spatial Signage 85” Ultra-Thin. Layar ini didesain khusus untuk ruang premium dengan ketebalan hanya 52mm, memungkinkannya menempel sempurna di dinding layaknya sebuah karya seni.

    Keunggulan utamanya terletak pada dukungan Samsung VXT berbasis cloud yang memungkinkan pembaruan konten secara real-time. Fitur ini memastikan informasi yang ditampilkan selalu relevan, menjadikan ruang bisnis terasa lebih modern dan rapi.

    Kedua, Samsung menghadirkan Supersized Signage 115” untuk area publik berskala besar. Layar raksasa ini dilengkapi teknologi anti-glare dan kemampuan operasional 24/7, menjamin pesan merek tetap tampil megah dan jelas meski di lingkungan dengan pencahayaan tinggi.

    Visibilitas luar biasa ini membantu pengunjung melihat informasi dari jarak jauh, mengurangi kebingungan navigasi, dan mempercepat pengambilan keputusan.

    Ketiga, terdapat Interactive Flat Panel WAFX-P Series yang telah terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini ditujukan untuk ruang rapat modern guna memfasilitasi kolaborasi yang lebih cerdas.

    Fitur AI memungkinkan interaksi yang lebih intuitif dan responsif, membantu tim bekerja lebih cepat dan efisien. Teknologi ini relevan dengan tren transformasi digital di berbagai bidang, mirip dengan semangat Digitalisasi Pendidikan yang juga mengandalkan perangkat interaktif untuk pembelajaran.

    Penting untuk dicatat bahwa keandalan perangkat keras ini juga didukung oleh komponen berkualitas tinggi. Dalam ekosistem teknologi yang lebih luas, performa perangkat sering kali bergantung pada kecepatan pemrosesan data, sebuah aspek yang juga krusial dalam industri komponen seperti Pasar SSD global yang terus berkembang.

    Membangun Ekosistem Masa Depan

    Komitmen Samsung tidak berhenti pada penjualan produk. Melalui pertemuan strategis bertema “Future Ready: Growing Together” di The Ritz-Carlton Pacific Place, perusahaan memperkuat hubungan dengan lebih dari 100 mitra bisnis. Inisiatif ini bertujuan memastikan dukungan komersial dan teknis yang berkelanjutan bagi para mitra.

    Joseph menekankan bahwa tujuan utama perusahaan adalah memastikan setiap investasi teknologi memberikan dampak jangka panjang. Dengan membangun ekosistem kolaboratif yang solid, Samsung berupaya mendorong bisnis di Indonesia menjadi lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Dukungan terhadap produk lokal juga menjadi perhatian, seiring dengan peningkatan nilai TKDN Samsung pada lini professional display mereka.

    Melalui rangkaian solusi Samsung B2B Display ini, perusahaan berharap dapat membantu pelaku bisnis menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih imersif, efisien, dan berdampak positif bagi pertumbuhan industri di tanah air. (Icha)

  • Samsung Galaxy Buds4 Hadirkan Audio Hi-Fi dan AI

    Samsung Galaxy Buds4 Hadirkan Audio Hi-Fi dan AI

    Telko.id – Samsung Electronics Co., Ltd. hari ini secara resmi memperkenalkan jajaran perangkat audio terbarunya, Samsung Galaxy Buds4 Series, dalam sebuah acara peluncuran di San Francisco, Amerika Serikat.

    Lini produk yang terdiri dari Galaxy Buds4 Pro dan Galaxy Buds4 ini hadir untuk mendefinisikan ulang standar earbud premium melalui kombinasi kualitas audio high-fidelity (hi-fi) superior, desain ergonomis berbasis komputasi, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) yang mendalam.

    Seri terbaru ini dirancang dengan fokus utama pada reproduksi suara yang orisinal dan presisi. Samsung memadukan inovasi audio terkini dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari yang telah disempurnakan melalui analisis data mendalam.

    Galaxy Buds4 Series menjanjikan pengalaman mendengarkan yang seamless, didukung oleh teknologi kontrol adaptif cerdas yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan suara di sekitar pengguna.

    Ikhyun Cho, Corporate VP of Mobile Enhancement R&D Team, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, menegaskan bahwa pengalaman audio premium tidak hanya soal spesifikasi teknis, tetapi juga bagaimana perangkat tersebut dirasakan pengguna sepanjang hari.

    Menurutnya, filosofi desain Samsung pada seri ini sangat tegas, yaitu menghadirkan kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan performa audio.

    Samsung merancang audio hi-fi terkuat mereka dalam balutan desain yang paling aman dan ergonomis untuk menciptakan pengalaman mendengarkan terbaik.

    Peluncuran ini juga menandai langkah maju Samsung dalam mengintegrasikan ekosistem Galaxy dengan teknologi AI.

    Pengguna kini dapat menikmati kontrol hands-free yang lebih intuitif serta akses ke berbagai agen AI populer langsung dari telinga mereka, menjadikan Galaxy Buds4 Series sebagai teman cerdas untuk produktivitas dan hiburan harian.

    Content image for article: Samsung Galaxy Buds4 Series Resmi Meluncur dengan Audio Hi-Fi dan AI

    Desain Komputasi untuk Kenyamanan Sepanjang Hari

    Samsung membawa pendekatan baru dalam merancang bentuk fisik Galaxy Buds4 Series melalui desain komputasi. Bentuk “Buds blade” yang ikonis ini merupakan hasil analisis dari ratusan juta titik data telinga global serta lebih dari 10.000 simulasi digital.

    Hasilnya adalah bentuk yang ultra-sleek dengan kepala earbud yang lebih kecil, memastikan perangkat pas di telinga dan memberikan rasa aman serta nyaman meski digunakan dalam durasi lama.

    Desain blade baru ini tidak hanya estetis tetapi juga fungsional. Dilengkapi dengan sentuhan akhir logam premium, area pinch control dirancang dengan tekstur ukiran (engraved) untuk memudahkan pengguna menemukan titik kontrol dan menyesuaikan pengaturan tanpa perlu melihat.

    Tempat pengisian daya (charging case) juga mendapat penyegaran dengan model clamshell transparan yang intuitif, menonjolkan keeleganan desain blade di dalamnya.

    Terdapat perbedaan arsitektur desain antara kedua model untuk memenuhi preferensi pengguna yang beragam. Galaxy Buds4 Pro mengusung desain canal-fit untuk isolasi suara maksimal dan fungsionalitas tinggi.

    Sementara itu, Galaxy Buds4 standar menawarkan desain Earbud Open-fit yang mengutamakan kenyamanan dan sirkulasi udara. Kedua model tersedia dalam warna White dan Black dengan sentuhan matte, sedangkan warna Pink Gold tersedia secara eksklusif untuk pembelian online bagi varian Galaxy Buds4.

    Content image for article: Samsung Galaxy Buds4 Series Resmi Meluncur dengan Audio Hi-Fi dan AI

    Terobosan Kualitas Audio Hi-Fi

    Kualitas suara menjadi sorotan utama dalam peluncuran ini. Galaxy Buds4 Pro memperkenalkan komponen woofer baru yang lebih lebar dengan desain inovatif untuk efisiensi ruang.

    Dengan meminimalkan tepi speaker dan memaksimalkan area getaran, luas area speaker efektif meningkat hampir 20% dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini dilakukan tanpa membuat bodi earbud menjadi lebih besar atau mengorbankan kenyamanan.

    Kombinasi woofer lebar dan tweeter presisi memungkinkan perangkat menghasilkan audio natural yang imersif. Pengguna dapat menikmati bass yang jernih serta treble yang kaya detail.

    Dukungan audio 24-bit/96kHz memastikan suara yang dihasilkan sangat setia pada rekaman aslinya (High-Fidelity).

    Mulai dari dentuman double bass yang dalam hingga lengkingan biola yang tinggi, detail suara yang sebelumnya sulit direproduksi kini dapat terdengar jelas.

    Penempatan speaker dua arah ini juga dilakukan secara strategis di sisi atas lapisan logam. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi Active Noise Cancellation (ANC) sekaligus meminimalkan feedback gangguan suara dari angin atau faktor eksternal lainnya, memberikan pengalaman mendengarkan yang bersih dan fokus.

    ANC Cerdas dan EQ Adaptif

    Fitur peredam bising pada Galaxy Buds4 Series telah ditingkatkan secara signifikan melalui pembaruan software dan kemampuan suara adaptif.

    ANC yang disempurnakan mampu meredam spektrum kebisingan yang lebih luas, mulai dari suara frekuensi rendah seperti mesin kendaraan dan gemuruh jalan raya, hingga hiruk pikuk transportasi umum.

    Saat pengguna berada di bus, kereta, atau pesawat, perangkat akan secara otomatis mengurangi kebisingan latar belakang namun tetap mempertahankan kekayaan suara musik atau podcast.

    Teknologi ANC dan Equalizer (EQ) Adaptif bekerja dengan menganalisis kondisi pemakaian dan bentuk telinga unik setiap pengguna secara real-time.

    Sistem ini melakukan penyesuaian frekuensi dinamis dan menerapkan algoritma ANC yang paling optimal untuk situasi tersebut. Hal ini meminimalkan kebocoran suara dan memastikan pengguna mendapatkan pengalaman audio yang disetel khusus untuk mereka (personalized).

    Untuk kebutuhan komunikasi, fitur Super Clear Call hadir dengan teknologi panggilan super wideband. Menggunakan model machine learning yang terlatih, fitur ini mampu memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar belakang, seperti keramaian restoran atau suara angin di taman.

    Hasilnya, kualitas panggilan menjadi sangat jernih seolah-olah sedang berbicara tatap muka, dengan bandwidth panggilan yang digandakan dibandingkan Bluetooth konvensional.

    Integrasi AI dan Ekosistem Galaxy

    Sebagai bagian dari ekosistem cerdas Samsung, Galaxy Buds4 Series menawarkan integrasi mendalam dengan berbagai layanan AI.

    Pengguna dapat mengaktifkan asisten cerdas seperti Bixby, Google Gemini, dan Perplexity melalui perintah suara secara hands-free.

    Fitur ini memungkinkan pengguna Galaxy Buds3 FE dan seri terbaru ini untuk tetap terhubung dengan informasi digital tanpa harus menyentuh smartphone mereka.

    Khusus pada Galaxy Buds4 Pro, Samsung menyematkan fitur Head Gesture. Pengguna dapat menganggukkan atau menggelengkan kepala untuk menerima atau menolak panggilan serta berinteraksi dengan Bixby.

    Kontrol tanpa sentuhan ini sangat berguna bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, menjaga aktivitas tetap lancar tanpa distraksi.

    Proses pengaturan perangkat juga dibuat lebih praktis. Pengguna ekosistem Galaxy tidak perlu lagi menginstal aplikasi Galaxy Wearable secara manual.

    Cukup dengan membuka cradle atau casing, earbud akan langsung terdeteksi dan terhubung dengan smartphone atau tablet Galaxy. Pengaturan volume dan EQ juga dapat diakses dengan cepat melalui menu shortcut atau Quick Panel.

    Spesifikasi Teknis dan Ketersediaan

    Secara teknis, Galaxy Buds4 Pro memiliki dimensi earbud 18,1 x 19,6 x 30,9 mm dengan berat 5,1g, sedangkan varian standar sedikit lebih ringan di angka 4,6g.

    Ketahanan baterai menjadi salah satu keunggulan utama. Galaxy Buds4 Pro menawarkan waktu pemutaran musik hingga 6 jam dengan ANC aktif (total 26 jam dengan case), sementara Galaxy Buds4 standar mampu bertahan hingga 5 jam (total 24 jam dengan case).

    Untuk ketahanan fisik, Galaxy Buds4 Pro telah mengantongi sertifikasi IP57 yang membuatnya tahan air dan debu, cocok untuk mendukung Gaya Hidup Aktif pengguna.

    Sementara itu, Galaxy Buds4 memiliki rating IP54. Kedua perangkat ini mendukung konektivitas Bluetooth 6.1 terbaru, Auracast, serta berbagai codec canggih termasuk SSC (Samsung Seamless Codec) HiFi dan SSC UHQ.

    Galaxy Buds4 Series diluncurkan bersamaan dengan Galaxy S26 Series. Masa pre-order telah dibuka di sejumlah negara mulai 25 Februari 2026, dengan penjualan langsung yang dijadwalkan mulai pada 11 Maret 2026.

    Kehadiran seri ini diharapkan dapat memperkuat posisi Samsung di pasar audio premium global dengan menawarkan kombinasi performa suara, kenyamanan, dan kecerdasan buatan. (Icha)

  • Samsung Unpacked 2026 Pamer Galaxy AI dan Galaxy S26 Ultra

    Samsung Unpacked 2026 Pamer Galaxy AI dan Galaxy S26 Ultra

    Samsung menegaskan kembali posisinya sebagai mitra teknologi global pada acara Samsung Unpacked 2026, Rabu 25 Februari 2026, waktu setempat. Dalam ajang tersebut, Samsung menyoroti kolaborasinya bersama International Olympic Committee dalam perhelatan Olimpiade.

    Dalam presentasi tersebut, Samsung menampilkan bagaimana perangkat Galaxy digunakan untuk mendukung kebutuhan penyiaran dan dokumentasi momen-momen penting para atlet di panggung dunia.

    Kamera Galaxy sebagai Perangkat Berkapabilitas Profesional untuk Penyiaran dan Dokumentasi

    Kamera Galaxy diposisikan bukan sekadar alat fotografi konsumen, melainkan perangkat dengan kapabilitas profesional yang mampu menangkap detail, dinamika gerak, serta emosi di tengah atmosfer kompetisi internasional.

    Selain kemampuan kamera, Samsung juga menekankan peran Galaxy AI dalam membantu komunikasi lintas bahasa selama perhelatan olahraga global tersebut. Fitur penerjemahan berbasis AI diklaim mampu menjembatani perbedaan bahasa antara atlet, ofisial, media, dan penonton, menciptakan interaksi yang lebih lancar dan inklusif. Lewat pendekatan ini, Samsung tidak hanya mempromosikan fitur produk, tetapi juga membangun narasi bahwa teknologinya hadir sebagai penghubung manusia dalam momen-momen bersejarah dunia.

    Tiga Prinsip Utama Pengembangan Galaxy AI

    Dalam sesi terpisah, TM Roh selaku pimpinan divisi Device Experience memaparkan filosofi besar di balik pengembangan Galaxy AI. Ia menggambarkan AI bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai infrastruktur yang menopang pengalaman pengguna secara menyeluruh. Konsep tersebut bertumpu pada tiga prinsip utama: jangkauan luas, keterbukaan, dan kompetensi tinggi.

    Galaxy AI dirancang agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin pengguna, terintegrasi secara terbuka dengan berbagai mitra dan ekosistem, serta memiliki kemampuan yang andal untuk menjalankan tugas kompleks. Visi jangka panjangnya adalah menghadirkan “Agentic AI Phone”, yaitu perangkat yang tidak hanya merespons perintah, tetapi mampu mengantisipasi kebutuhan dan bertindak secara proaktif.

    Pendekatan ini menunjukkan ambisi Samsung untuk menjadikan AI sebagai fondasi utama pengalaman smartphone modern, bukan sekadar elemen pelengkap yang bersifat kosmetik.

    Pada aspek implementasi praktis, Samsung mendemonstrasikan berbagai fitur Galaxy AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi keseharian pengguna. Fitur Now Brief, misalnya, diperkenalkan sebagai solusi untuk menyaring notifikasi dan hanya menampilkan informasi yang benar-benar relevan, sehingga membantu mengurangi kelelahan digital akibat banjir pemberitahuan.

    Baca juga:

    Integrasi Ask AI dan Strategi multi-agen

    Selain itu, kemampuan merangkum panggilan telepon secara otomatis memungkinkan pengguna menangkap inti percakapan tanpa harus mencatat secara manual. Di sisi produktivitas dan riset, fitur Ask AI pada browser Samsung yang didukung teknologi Perplexity AI memberikan kemampuan pencarian dan peringkasan informasi secara lebih cerdas.

    Integrasi ini memperlihatkan strategi multi-agen yang memungkinkan Galaxy AI memanfaatkan keunggulan mitra eksternal untuk memperkaya pengalaman pengguna. Seluruh fitur tersebut menegaskan arah pengembangan yang berfokus pada efisiensi kognitif dan optimalisasi waktu.

    Peningkatan Performa Galaxy S26 Ultra

    Untuk sektor performa, Galaxy S26 Ultra diperkenalkan dengan peningkatan signifikan pada kemampuan gaming. Samsung mengklaim adanya peningkatan performa ray tracing sebesar 17 persen, menghadirkan grafis dengan pencahayaan dan bayangan yang lebih realistis mendekati standar konsol.

    Perangkat ini juga dibekali vapor chamber terbesar yang pernah disematkan Samsung pada lini smartphone, guna memastikan manajemen panas yang lebih stabil saat menjalankan beban kerja berat. Dalam hal daya tahan, Galaxy S26 Ultra diklaim mampu memutar video hingga 31 jam, didukung teknologi pengisian daya cepat untuk meminimalkan waktu henti.

    Kombinasi antara performa grafis, stabilitas termal, dan ketahanan baterai memperlihatkan upaya Samsung untuk menarik segmen pengguna yang menuntut kinerja tinggi, termasuk gamer dan kreator konten.

    Di bidang kamera, seri Galaxy S26 membawa peningkatan signifikan melalui pengembangan Nightography untuk perekaman video dalam kondisi minim cahaya. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi noise sekaligus mempertahankan detail tajam, sehingga hasil video malam hari tampak lebih jernih dan natural.

    Khusus untuk varian Ultra, Samsung memperkenalkan dukungan perekaman 8K dengan codec APV serta kemampuan merekam langsung ke penyimpanan eksternal, fitur yang umumnya ditemukan pada perangkat profesional.

    Selain itu, Galaxy AI juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pemindaian dokumen dengan menghaluskan lipatan kertas dan menghapus objek yang tidak diinginkan seperti jari pengguna. Inovasi ini menunjukkan pendekatan komprehensif Samsung dalam menggabungkan kecerdasan buatan dan perangkat keras untuk mendukung kebutuhan kreatif maupun produktif.

    Komitmen Keberlanjutan dan Lingkungan

    Sebagai penutup, Samsung turut menyoroti komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan mengumumkan berbagai inisiatif, termasuk proyek restorasi waduk dan peningkatan akses air bersih di sejumlah wilayah.

    Salah satu kolaborasi yang mendapat perhatian adalah kerja sama dengan SeaTrees dan Scripps Institution of Oceanography dalam mendukung restorasi terumbu karang. Melalui fitur “Ocean Mode” pada kamera Galaxy, pengguna didorong untuk berkontribusi dalam dokumentasi dan pemantauan ekosistem laut.

    Langkah ini memperlihatkan upaya Samsung untuk mengintegrasikan teknologi produknya dengan misi sosial dan lingkungan yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra sebagai perusahaan teknologi yang bertanggung jawab secara global.

  • Galaxy S26 Series Resmi Rilis, Ultra Paling Ganas?

    Galaxy S26 Series Resmi Rilis, Ultra Paling Ganas?

    Telko.id – Samsung kembali menaikkan standar pasar flagship lewat peluncuran Samsung Galaxy S26 Series. Tiga model langsung digelontorkan: Samsung Galaxy S26, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26 Ultra.

    Namun satu hal langsung jadi sorotan: Galaxy S26 Ultra tampil terlalu dominan.

    Kamera 200MP generasi terbaru, performa kelas atas, hingga dukungan S Pen membuat model ini seperti “mengerdilkan” dua saudaranya sendiri. Pertanyaannya, apakah S26 dan S26+ masih relevan? Atau Ultra memang sengaja diposisikan sebagai pusat gravitasi seri tahun ini?

    Di tengah persaingan flagship 2026 yang makin brutal, Samsung tidak lagi sekadar menjual spesifikasi. Mereka menjual diferensiasi yang makin tegas — dan itu terlihat jelas sejak hari pertama peluncuran.

    Lalu, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari strategi ini? Dan model mana yang benar-benar paling masuk akal untuk dibeli?

    Mari kita bedah satu per satu.

    Spesifikasi Galaxy S26 Series

    FiturGalaxy S26Galaxy S26+Galaxy S26 Ultra
    Layar6,3″ FullHD+ AMOLED6,7″ QHD+ AMOLED6,9″ QHD+ AMOLED
    Refresh Rate120Hz120Hz120Hz
    Kamera Utama50MP + 10MP + 12MP50MP + 10MP + 12MP200MP + 50MP + 50MP + 10MP
    Baterai4.300 mAh4.900 mAh5.000 mAh
    Pengisian Cepat~25W~45W~60W
    S Pen
    AI & SoftwareOne UI 8 (Android 16)One UI 8 (Android 16)One UI 8 (Android 16)
    Target hargaEntry premiumMid-premiumUltra flagship

     

    Samsung Galaxy S26 – Kompak & Serba Guna

    Keunggulan dari seri ini adalah dimensi ringkas dan nyaman digenggam, Kamera kuat untuk kebutuhan harian dan konten sosial, Efisiensi daya baik untuk aktivitas sepanjang hari dan harus nya memiliki harga yang paling “masuk akal” di seri ini.

    Galaxy S26 ini menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin flagship tanpa harus bayar ekstra besar — cocok untuk kaum milenial, pekerja kreatif, hingga pelajar.

    Pas untuk pengguna harian yang mengutamakan keseimbangan performa–kamera–baterai, Social media creator pemula dan First-time flagship upgrader.

    Samsung Galaxy S26+ – Kekuatan Portabel dengan Durasi Extra

    Untuk Galaxy S26+ memiliki keunggulan layar lebih luas untuk streaming & gaming, baterai lebih besar dibanding S26 untuk penggunaan lama dan Kamera setara yang tetap kuat di segala kondisi

    Kekuatan itu lah yang membuat Galaxy S26+ pas untuk work & play pakai satu perangkat saja. Layout layar yang pas untuk multitasking, sembari tetap mempertahankan portabilitas yang nyaman.

    Jadi bagi Anda yang merupakan pengguna aktif mobile (konten + kerja), gamers kasual yang butuh baterai lebih lega dan pencinta multimedia dan streaming. Pas menggunakan smartphone dari Samsung yang terbaru ini.

    Samsung Galaxy S26 Ultra – Flagship Tertinggi & Kamera Terbaik

    Nah, ini adalah perangkat yang tertinggi spesifikasi nya pada Galaxy S26 series. Tentu masyarakat juga banyak berharap pada seri ini memberikan kejutan-kejutan teknologi.

    Lalu, apa keunggulannya? Kamera 200-MP super tajam dengan setup quad yang kuat, Performa kelas atas + S Pen bawaan, Baterai tahan lama + fast charging tertinggi di seri, Fitur eksklusif seperti Privacy Display dan memiliki Kapasitas RAM & Storage terbesar (hingga 16 GB/1 TB).

    Jadi, smartphone versi tertinggi di Galaxy S26 ini bukan sekadar ponsel. Ini perangkat yang sekaligus menjadi studio multimedia portabel. Kamera super detail + S Pen membuatnya ideal untuk profesional konten, fotografer, hingga pebisnis kreatif.

    Jadi bagi Anda yang berprofesi Fotografer/videografer mobile, Content creator profesional & streamer dan Eksekutif & pengguna yang ingin “flagship tanpa kompromi”, perangkat ini cocok.  (Icha)

  • Samsung Integrasikan Perplexity AI ke Galaxy AI

    Samsung Integrasikan Perplexity AI ke Galaxy AI

    Telko.id – Samsung terus mengembangkan Galaxy AI menjadi lebih dari sekadar asisten pintar tunggal di ponsel, kini berubah menjadi ekosistem multi-agen yang memberi pilihan kepada pengguna untuk menggunakan berbagai AI yang saling melengkapi.

    Pendekatan ini menghadirkan Perplexity AI sebagai salah satu agen AI yang terintegrasi dalam Galaxy AI, sehingga pengguna Samsung tidak hanya bergantung pada satu asisten baru seperti sebelumnya.

    Kolaborasi ini membuat perangkat Galaxy — khususnya seri andalan terbaru seperti Galaxy S26 yang akan diumumkan dalam acara Unpacked — mampu menjalankan Perplexity langsung dari sistem.

    Pengguna cukup mengucapkan “Hey Plex” atau menekan lama tombol samping untuk memanggil Perplexity, mirip dengan cara kita memanggil asisten suara lain seperti Bixby atau Google Assistant.

    Perplexity berfungsi di tingkat sistem, bukan hanya di dalam aplikasi tersendiri, sehingga bisa membantu tugas lintas aplikasi seperti mencari informasi, mengatur catatan, atau mengatur jadwal tanpa harus membuka banyak aplikasi satu per satu.

    Baca juga:

    Pendekatan multi-agen ini lahir dari kecenderungan pengguna yang kini sering memakai beberapa AI berbeda sesuai kebutuhan , sehingga Samsung memilih untuk memberi harapan lebih daripada mengunci satu AI saja.

    Dengan integrasi ini, Galaxy AI dapat “mengetahui konteks” perangkat dan aktivitas pengguna secara keseluruhan, sehingga respon dan bantuan yang diberikan terasa lebih natural dan relevan.

    Secara teknis, integrasi Perplexity berarti AI ini tidak hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana, tetapi juga berperan dalam alur kerja kompleks — seperti menelusuri data dari foto, kalender, pengingat, atau acara, lalu menghubungkannya dalam satu alur yang logistik tanpa perlu dipindahkan aplikasi. Ini menunjukkan bahwa Samsung ingin Galaxy AI berfungsi sebagai “orchestrator” kecerdasan buatan di seluruh ponsel , bukan sekadar chatbot biasa.

    Bagi pengguna biasa, dampaknya terasa dalam bentuk kemudahan dan pilihan. Ketimbang dicakup pada satu asisten AI, pengguna bisa memilih agen yang dirasa paling cocok untuk setiap tugas, mulai dari mencari jawaban cepat hingga membantu langkah kerja yang lebih kompleks. Strategi ini juga menunjukkan arah Samsung dalam menjadikan AI bukan hanya fitur tambahan, melainkan bagian integral dari pengalaman sehari-hari di perangkat Galaxy.

  • Samsung Galaxy A07 5G Hadir Berbekal Baterai 6.000mAh dan AI

    Samsung Galaxy A07 5G Hadir Berbekal Baterai 6.000mAh dan AI

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan smartphone 5G terbaru, Galaxy A07 5G, pada Kamis (20/2/2026).

    Perangkat ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan hiburan digital seharian dengan menghadirkan baterai berkapasitas besar 6.000mAh, layar refresh rate 120Hz, serta dukungan fitur kecerdasan buatan (AI) seperti Circle to Search dan Gemini AI, semua dihargai Rp2.799.000.

    Peluncuran ini menandai komitmen Samsung untuk memperluas akses teknologi 5G yang lebih nyata dan terjangkau di Indonesia. Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa perangkat ini dirancang untuk menemani setiap momen digital pengguna.

    “Galaxy A07 5G dirancang untuk menemani setiap momen, mulai dari scrolling, streaming, hingga terhubung dengan orang-orang terdekat, dengan layar yang mulus, baterai yang tahan lama, dan performa yang konsisten, agar manfaat 5G bisa dirasakan secara nyaman dan nyata oleh lebih banyak orang, dengan harga terjangkau,” ujarnya dalam siaran pers resmi.

    Kehadiran Galaxy A07 5G ini sebelumnya telah diam-diam muncul dalam berbagai registrasi, memberikan sinyal akan posisinya di segmen harga menengah. Kini, spesifikasi dan harga resminya telah terungkap, menawarkan paket lengkap untuk pengguna yang aktif secara digital.

    Salah satu sorotan utama adalah integrasi fitur AI yang praktis. Galaxy A07 5G membawa kemampuan Circle to Search, yang memungkinkan pengguna mencari informasi secara instan tentang objek, teks, atau gambar di layar hanya dengan melingkarinya, tanpa perlu keluar dari aplikasi yang sedang digunakan.

    Selain itu, perangkat ini juga menghadirkan integrasi Gemini AI yang dapat diakses cepat melalui tombol samping (side button). Fitur ini membantu pengguna dalam mencari informasi, mendapatkan ide, atau merangkum jawaban melalui teks maupun percakapan suara.

    Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi, Bawa Baterai 6.000mAh dan AI dengan Harga 2 Jutaan

    Untuk mendukung kebiasaan konsumsi konten yang intens, Samsung membekali Galaxy A07 5G dengan baterai berkapasitas 6.000mAh, yang diklaim sebagai yang terbesar di lini Galaxy A Series.

    Baterai besar ini dirancang untuk menopang aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video, dan streaming sepanjang hari.

    Ketika perlu diisi ulang, dukungan fast charging 25W memungkinkan pengisian daya yang lebih efisien. Perangkat ini juga sudah dilengkapi dengan Travel Adapter 25W di dalam kotaknya.

    Pengalaman visual ditangani oleh layar PLS LCD berukuran 6,7 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Layar ini bertujuan memberikan pengalaman scrolling yang lebih mulus di media sosial dan perpindahan antar aplikasi yang responsif, serta menikmati konten video dengan lebih nyaman.

    Performa perangkat didukung oleh chipset MediaTek Dimensity 6300 yang dioptimalkan untuk efisiensi dan stabilitas, dilengkapi dengan konektivitas 5G untuk streaming dan browsing yang lebih lancar di area yang telah terjangkau.

    Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi, Bawa Baterai 6.000mAh dan AI dengan Harga 2 Jutaan

    Dari sisi ketahanan, Galaxy A07 5G telah mengantongi sertifikasi tahan debu dan cipratan air (IP54). Bagian belakang perangkat menggunakan material Glass Fiber Reinforced Polymer yang membantu melindungi dari goresan dan benturan ringan.

    Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang, termasuk 6 kali pembaruan OS utama dan update keamanan selama 6 tahun. Perangkat ini berjalan pada One UI 8.0 dengan perlindungan berlapis Samsung Knox Vault untuk keamanan data.

    Galaxy A07 5G telah tersedia di berbagai channel penjualan resmi Samsung dalam dua pilihan warna: Black dan Light Violet. Hingga 31 Maret 2026, pembeli dapat mendapatkan promo spesial berupa bundling travel adapter 25W, garansi pabrik diperpanjang menjadi 2 tahun, serta diskon 30% untuk layanan Samsung Care+.

    Tersedia juga kemudahan pembayaran melalui program Finance+ dan multi-finance, serta diskon 10% untuk pembelian Galaxy Buds Core. Langkah ini memperkuat portofolio Samsung di segmen smartphone terjangkau yang kaya fitur.

    Kehadiran Galaxy A07 5G memperlihatkan strategi Samsung dalam menjawab pola penggunaan smartphone masyarakat Indonesia yang semakin intens, di mana perangkat telah menjadi pusat hiburan dan produktivitas harian.

    Dengan kombinasi baterai besar, fitur AI praktis, dan jaminan update jangka panjang, Samsung berupaya menawarkan nilai lebih di segmen harga sekitar dua jutaan. Peluncuran ini juga sejalan dengan perluasan infrastruktur 5G di Indonesia, yang membutuhkan perangkat akses yang lebih banyak dan terjangkau. (Icha)