Telko.id – Apple memperingatkan sejumlah pejabat pemerintah dan anggota parlemen Jerman bahwa iPhone mereka kemungkinan besar menjadi sasaran serangan spyware, seperti yang dilaporkan oleh CNN Indonesia pada Selasa, 3 November 2026. Kasus spyware iPhone pejabat Jerman ini menyita perhatian karena hingga kini belum diketahui siapa pelaku di balik serangan tersebut.
Dikonfirmasi Menteri Digital Jerman
Menteri Digital Jerman, Karsten Wildberger, mengonfirmasi bahwa sejumlah anggota Bundestag dan pejabat pemerintah federal menerima pemberitahuan dari Apple. “Kami mendapat notifikasi dari Apple bahwa sejumlah perangkat kemungkinan sudah disusupi Spyware,” ujarnya dalam program Bericht aus Berlin di stasiun televisi ARD pada Minggu (1/11).
Berdasarkan surat dari Kantor Federal untuk Keamanan Informasi Jerman (BSI), peringatan itu mulai diterima pengguna pada 29 Oktober. Wildberger tidak mengungkap jumlah maupun identitas penerima peringatan.
BSI: Anggap Perangkat Sudah Disusupi
Menurut Wildberger, BSI bergerak cepat mengirim pemberitahuan kepada seluruh pihak terdampak, lengkap dengan panduan langkah yang perlu dilakukan. BSI menyarankan penerima peringatan menganggap perangkat mereka telah disusupi sebagai langkah pencegahan, sebab notifikasi Apple tidak memastikan apakah serangan benar-benar berhasil menembus perangkat.
Baca Juga:
- Bitdefender Gandeng PT GIA Hadirkan Keamanan Siber di Indonesia
- Apple Buka Suara soal Layar iPhone Duo Retak, Bisa Minta Ganti
Karena itu, pengguna yang menerima notifikasi tersebut disarankan mengikuti panduan resmi yang menyertainya. Notifikasi ini juga bukan bukti pasti perangkat telah dibobol.
Apa Itu Mercenary Spyware
Sebagaimana dikutip dari Euronews, Apple mengirim notifikasi ancaman ketika yakin seorang pengguna menjadi target serangan spyware komersial secara spesifik, yang dikenal sebagai mercenary spyware. Apple menyebut serangan semacam ini jauh lebih canggih dibanding kejahatan siber pada umumnya, serta lebih sulit dideteksi dan dicegah.
Meski demikian, sebagian besar pengguna perangkat Apple tidak akan pernah menjadi sasaran. Peringatan muncul di layar kunci iPhone dan menu pengaturan, dan juga dikirim lewat email.
Data yang Bisa Diintip
BSI menjelaskan spyware jenis ini dapat memberi pelaku akses untuk membaca pesan, termasuk yang dikirim lewat aplikasi terenkripsi. Pelaku juga berpotensi mengakses riwayat panggilan, daftar kontak, kalender, hingga data lokasi pengguna, bahkan mengaktifkan mikrofon dan kamera ponsel tanpa sepengetahuan pemilik.
Hingga kini, baik Apple maupun otoritas Jerman belum mengungkap dalang di balik serangan ini, sehingga kasus spyware iPhone pejabat Jerman masih menyisakan banyak pertanyaan.


