Telko.id – Raksasa teknologi dunia mulai dari Apple, Nvidia, AMD, Google, Microsoft, Amazon, Tesla, hingga Qualcomm dikabarkan tengah mengevaluasi node 14A terbaru buatan Intel, melansir dari TechSpot, Sabtu, 26 September 2026. Evaluasi masif ini menjadi angin segar sekaligus pengujian paling krusial bagi lini bisnis pabrikan (foundry) Intel untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pesaing utama pabrikan asal Taiwan, TSMC.
Kondisi Pasar Chip Global Jadi Faktor Pendorong
Laporan riset dari firma analis Piper Sandler mengungkap bahwa daya tarik node 14A milik Intel dipicu oleh terbatasnya kapasitas produksi chip canggih global. Piper Sandler menyebut bahwa minat delapan perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat ini muncul karena hasil teknis Intel terlihat terus membaik, kapasitas produksi TSMC yang sudah sangat padat hingga 2028, serta keinginan para produsen chip untuk memiliki opsi manufaktur di luar Taiwan.
Ancaman Penghentian Jika Gagal Gaet Klien Besar
Chief Executive Intel, Lip-Bu Tan, memperingatkan bahwa perusahaan tidak segan untuk menghentikan pengembangan node 14A dan generasi penerusnya jika gagal menggaet klien eksternal skala besar.
“Jika kami tidak berhasil mengamankan pelanggan eksternal yang signifikan dan memenuhi target penting bagi Intel 14A, kami menghadapi kemungkinan bahwa tidak ekonomis untuk mengembangkan dan memproduksi Intel 14A serta node-node canggih generasi berikutnya,” ujar Tan.
Baca Juga:
- Snapdragon vs Dimensity, Mana Lebih Worth It di 2026?
- ASUS ExpertBook P3 G1 Berbekal Intel Core Ultra Mulai Rp14 Jutaan
Ia menegaskan bahwa masa depan proses ini bergantung langsung pada kontrak yang ditandatangani, bukan sekadar minat yang diungkapkan.
Suntikan Dana Rp312 Triliun dan Target Produksi 2028
Intel dilaporkan telah mengaitkan penawaran saham senilai 20 miliar dolar AS dengan upaya pengembangan node 14A ini. Dana tersebut diperkirakan dapat membantu membangun pabrik fabrikasi 14A dengan kapasitas 20.000 wafer per bulan, dengan biaya perkakas sekitar 10 miliar dolar AS. Intel menargetkan node 14A memasuki tahap risk production pada awal 2028 untuk menguji validasi chip sebelum diproduksi secara massal.
Peluang Merebut Pasar dari Dominasi TSMC
Jika berhasil mengonversi evaluasi Apple hingga Nvidia menjadi kontrak produksi nyata, Intel berpeluang besar merebut pangsa pasar manufaktur semikonduktor canggih yang selama ini didominasi oleh node N2 dan A16 milik TSMC.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun dari delapan perusahaan tersebut yang secara resmi berkomitmen menggunakan teknologi Intel 14A, sehingga isu krusialnya bukan lagi soal bagaimana Intel melabeli node tersebut, melainkan apakah perusahaan mampu mengubah evaluasi pelanggan menjadi kontrak nyata.

