spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Nintendo, Sony, Microsoft Protes Kebijakan Tarif Import AS

Telko.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menaikkan tarif import barang dari China menjadi 25 persen. Tujuannya untuk menekan pemerintah China agar menuruti kebijakan AS. Namun kebijakan tersebut diprotes oleh tiga produsen game, yakni Nintendo, Sony, dan Microsoft.

Kebijakan impor AS mendapat penolakan karena aturan baru Donald Trump dinilai berdampak buruk terhadap industri game. Nintendo, Sony, dan Microsoft meminta kepada pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu.

Menurut laporan Tech Crunch, tiga perusahaan pembuat game tersebut mengirim surat setebal tujuh halaman ke Gedung Putih. Isinya membahas tentang potensi dampak negatif bagi industri game.

{Baca juga: Bertemu Presiden China, Trump Cabut Aturan Embargo Huawei}

Surat ditulis oleh General Counsel Nintendo, Sony, dan Microsoft. Surat ditembuskan kepada Joseph Barloon, General Counsel Departemen Perdagangan AS. Ada beberapa poin penting di dalamnya.

Nintendo, Sony, dan Microsoft meminta supaya pemerintah AS memberi pengecualian terhadap konsol. Sebab, kenaikan tarif impor berpotensi membuat angka penjualan menurun drastis.

“Ada dampak negatif yang bisa disebabkan oleh kebijakan itu ke konsumen.  Tak hanya pembuat komponen atau konsol Jepang, industri pengembangan game di AS akan terdampak,” begitu isinya.

{Baca juga: Waduh, Perusahaan AS Cueki Titah Trump untuk Embargo Huawei}

Jika pemerintah AS tak menuruti perminataan mereka, perusahaan akan menaikkan harga konsol. Dampaknya, pengguna konsol bakal menurutn drastis. Demikian pula orang yang membeli game. [BA/HBS]

Sumber: Techcrunch 

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU