Telko.id – Samsung memperingatkan bahwa krisis pasokan RAM (DRAM) global diperkirakan akan semakin parah pada 2027 dan berlanjut hingga setidaknya 2028. Menurut perusahaan, lonjakan ini terkait dengan permintaan memori untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi penyebab utama terbatasnya pasokan DRAM bagi industri perangkat konsumen, termasuk smartphone.
Pandangan Samsung ini sejalan dengan peringatan CEO SK hynix, Kwak Noh-jung, yang memprediksi bahwa permintaan di industri memori akan terus melampaui kapasitas produksi hingga melewati tahun 2030.
Di sisi lain, membangun fasilitas produksi baru membutuhkan investasi besar dan waktu yang lama, sehingga pasokan diperkirakan tidak akan mampu mengejar permintaan dalam waktu dekat.
Meski memperingatkan adanya krisis pasokan, Samsung justru mencatat kinerja keuangan yang sangat kuat berkat tingginya permintaan memori untuk AI. Perusahaan kini lebih banyak mengamankan pasokan melalui kontak jangka panjang dengan pelanggan pusat data untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah tingginya permintaan
Lonjakan harga memori justru memberikan keuntungan besar bagi Samsung; divisi Device Solutions (DS) perusahaan mencatatkan laba operasional sebesar 89,2 triliun won pada kuartal terakhir, yang didorong oleh tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI).
Namun, situasi ini berdampak pada divisi Mobile Experience (MX) dan divisi jaringan perusahaan, yang mencatatkan kerugian operasional kuartalan sebesar 0,7 triliun won akibat kenaikan biaya memori.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi smartphone. Produsen ponsel diperkirakan harus menghadapi harga komponen memori yang lebih mahal, sehingga mereka dapat memilih untuk menaikkan harga jual perangkat atau mengurangi spesifikasi pada model tertentu agar tetap kompetitif di pasaran.
Dampaknya, diperkirakan paling terasa pada segmen ponsel kelas menengah dan entry-level, yang memiliki margin keuntungan lebih kecil.
Sejumlah analis menilai produsen akan semakin sulit mempertahankan harga murah di tengah kenaikan biaya komponen, sementara perangkat premium diperkirakan akan lebih mudah menyerap kenaikan biaya tersebut.
Baca Juga:
- Samsung Galaxy A27 5G: Upgrade Performa, AI, dan Ketahanan
- Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9, Pahami Sinyal Tubuh
Apabila kondisi ini tetap berlanjut, konsumen kemungkinan akan menghadapi harga smartphone yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Selain dipengaruhi biaya memori, kenaikan harga juga dapat diperparah oleh meningkatnya biaya chipset dan komponen lain yang terdampak pesatnya perkembangan industri AI.


