spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Era Baru Belanja Online, AI Gantikan Kolom Pencarian

Telko.id – Cara berbelanja secara online diperkirakan akan mengalami perubahan besar seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Jika selama ini pengguna mencari produk dengan mengetik kata kunci di kolom pencarian.

Perubahan ini didorong oleh berkembangnya teknologi AI agent atau asisten AI yang dapat berdialog layaknya manusia. Alih-alih mengetik kata kunci seperti “sepatu lari pria” atau “hadiah ulang tahun untuk ibu”, pengguna cukup menjelaskan kebutuhan mereka, lalu AI akan memberikan rekomendasi yang lebih personal dan relevan.

Teknologi ini memanfaatkan model AI generatif yang mampu memahami konteks percakapan, preferensi pengguna, hingga riwayat pencarian sebelumnya.

Dengan cara tersebut, proses menemukan produk dengan lebih cepat dan personal dibandingkan metode pencarian tradisional yang hanya mengandalkan kata kunci.

Fenomena tersebut mulai terlihat di industri ritel global. Amazon mengungkapkan bahwa lebih dari 300 juta pelanggan menggunakan fitur asisten belanja berbasis AI mereka sepanjang tahun lalu. Teknologi tersebut bahkan disebut berhasil menghasilkan tambahan penjualan hampir USD 12 miliar atau sekitar Rp 195 triliun.

Melihat tren tersebut, Amazon Web Services (AWS) kini membuka teknologi yang menjadi dasar asisten belanja AI Amazon kepada peritel lain melalui solusi bernama AWS Agentic Shopping Assistant (ASA). Solusi ini memungkinkan perusahaan ritel membangun asisten belanja AI mereka sendiri dengan memanfaatkan data produk, aturan bisnis, dan karakter merek masing-masing.

Baca Juga:

Menurut AWS, pengalaman belanja berbasis percakapan menawarkan keuntungan yang signifikan dibanding metode pencarian tradisional. Sesi belanja menggunakan AI disebut memiliki tingkat konversi hingga 3,5 kali lebih tinggi dibanding pencarian berbasis kata kunci.

Perubahan ini juga menjadi bagian dari tren berkembangnya AI agent, yaitu sistem AI yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga membantu menyelesaikan tugas.

Dalam konteks ini, AI dapat membantu membandingkan produk, mencari harga terbaik, memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan, hingga membantu proses pembelian tanpa pengguna harus menelusuri banyak halaman produk.

Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut datang dari merek fesyen Kate Spade. Perusahaan ini memanfaatkan AWS ASA untuk menghadirkan layanan Kate Spade AI Gift Concierge, asisten AI yang membantu pelanggan memilih hadiah berdasarkan percakapan natural.

Menariknya, layanan tersebut hadir karena lebih dari separuh konsumen mengaku merasa stres ketika harus membeli hadiah. AI kemudian membantu mempersempit pilihan dengan menanyakan berbagai detail yang relevan sebelum memberikan rekomendasi produk.

Yang Lu, Chief Information and Digital Officer Tapestry selaku induk Kate Spade, mengatakan teknologi agentic commerce berpotensi menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan.

“Kami sangat antusias dengan berbagai kemungkinan yang dapat dihadirkan oleh agentic commerce bagi pelanggan kami. AWS menghadirkan resepnya, namun kami mengembangkan penyesuaian yang dibutuhkan oleh konsumen secara bersama-sama,” ujar Yang Lu dalam keterangan resmi yang dikutip dari DetikInet (22/6/2026).

Bagi platform e-commerce, fitur ini berpotensi meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperbesar peluang transaksi karena pelanggan dapat menemukan produk yang sesuai dengan lebih mudah.

Meski demikian, kolom pencarian tradisional kemungkinan tidak akan hilang sepenuhnya. Namun dengan kehadiran AI menunjukkan bahwa pengalaman belanja online mulai bergeser dari sistem berbasis kata kunci menjadi interaksi yang lebih mirip percakapan dengan asisten pribadi digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU