spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

ARTIKEL TERKAIT

Belgia Masih Selidiki Perangkat Huawei Jadi Alat Mata-mata

Telko.id, Jakarta – Pusat keamanan siber Belgia tidak menemukan bukti bahwa perangkat Huawei digunakan untuk memata-matai para pengguna. Meski begitu, Belgia tetap akan terus melakukan penyelidikan.

Menurut Reuters, pusat keamanan siber Belgia telah diminta untuk menganalisa potensi ancaman keamanan siber ketika sebuah negara menggunakan perangkat telekomunikasi buatan Huawei.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (16/4/2019), saat ini tiga operator Belgia menggunakan perangkat buatan Huawei. Tiga operator itu adalah Proximus, Orange Belgium, dan Telenet.

“Sampai sekarang, kami tidak menemukan bukti soal ancaman mata-mata di perangkat Huawei. Meski demikian, kami akan melanjutkan penyelidikan,” kata badan keamanan siber Belgia.

{Baca juga: Dianggap Tidak Aman, Inggris akan Cekal Perangkat 5G Huawei}

Beberapa waktu lalu, Massachusetts Institute of Technology (MIT) stop kerja sama dengan Huawei dan ZTE. MIT mempertimbangkan penyelidikan federal AS terkait dugaan pelanggaran Huawei.

“MIT tidak menerima kerja sama baru atau memperbarui kerja sama dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya,” kata Wakil Presiden MIT, Maria Zuber.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang kolaborasi dengan lembaga asal Rusia dan Arab Saudi. “Kami akan meninjau kembali kolaborasi dengan entitas-entitas itu,” terang Zuber.

MIT bergabung dengan lembaga pendidikan kondang lain asal AS yang “membuang” peralatan komunikasi buatan Huawei. MIT juga melakukan hal serupa untuk perusahaan lain asal China.

{Baca juga: Lagi Bermasalah, MIT Stop Kerja Sama dengan Huawei}

Hubungan perusahaan teknologi asal China dengan AS memang kian panas. ZTE bahkan terpaksa menghentikan sebagian besar bisnis antara April dan Juli tahun lalu karena sanksi. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU