spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Belgia Masih Selidiki Perangkat Huawei Jadi Alat Mata-mata

Telko.id, Jakarta – Pusat keamanan siber Belgia tidak menemukan bukti bahwa perangkat Huawei digunakan untuk memata-matai para pengguna. Meski begitu, Belgia tetap akan terus melakukan penyelidikan.

Menurut Reuters, pusat keamanan siber Belgia telah diminta untuk menganalisa potensi ancaman keamanan siber ketika sebuah negara menggunakan perangkat telekomunikasi buatan Huawei.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (16/4/2019), saat ini tiga operator Belgia menggunakan perangkat buatan Huawei. Tiga operator itu adalah Proximus, Orange Belgium, dan Telenet.

“Sampai sekarang, kami tidak menemukan bukti soal ancaman mata-mata di perangkat Huawei. Meski demikian, kami akan melanjutkan penyelidikan,” kata badan keamanan siber Belgia.

{Baca juga: Dianggap Tidak Aman, Inggris akan Cekal Perangkat 5G Huawei}

Beberapa waktu lalu, Massachusetts Institute of Technology (MIT) stop kerja sama dengan Huawei dan ZTE. MIT mempertimbangkan penyelidikan federal AS terkait dugaan pelanggaran Huawei.

“MIT tidak menerima kerja sama baru atau memperbarui kerja sama dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya,” kata Wakil Presiden MIT, Maria Zuber.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang kolaborasi dengan lembaga asal Rusia dan Arab Saudi. “Kami akan meninjau kembali kolaborasi dengan entitas-entitas itu,” terang Zuber.

MIT bergabung dengan lembaga pendidikan kondang lain asal AS yang “membuang” peralatan komunikasi buatan Huawei. MIT juga melakukan hal serupa untuk perusahaan lain asal China.

{Baca juga: Lagi Bermasalah, MIT Stop Kerja Sama dengan Huawei}

Hubungan perusahaan teknologi asal China dengan AS memang kian panas. ZTE bahkan terpaksa menghentikan sebagian besar bisnis antara April dan Juli tahun lalu karena sanksi. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU