spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Awas, Pola Ransomware Berkembang Sebelum Enkripsi Dimulai

Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber dan AI di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, merilis whitepaper terbaru bertajuk From Sample to Signal: Uncovering the GodDamn Ransomware Operation.

Riset ini menunjukkan bahwa ancaman ransomware perlu dipahami sebagai rangkaian aktivitas yang dapat berkembang jauh sebelum korban melihat tanda paling jelas berupa file yang terenkripsi.

Analisis Tim Threat Intelligence ITSEC Asia terhadap GodDamn Ransomware menemukan sejumlah perilaku yang dapat menjadi sinyal serangan, mulai dari eksekusi mencurigakan, perubahan Registry dan service, ARP scanning, SMB probing, modifikasi file dalam jumlah besar hingga pembuatan ransom note.

Sampel yang dianalisis juga menunjukkan kemampuan pemrosesan dan enkripsi pada lingkungan Windows dan Linux.Dalam salah satu insiden yang dikaji, aktivitas sebelum ransomware dijalankan mencakup penggunaan remote access, pengumpulan kredensial, network discovery serta lateral movement. Sedikitnya sepuluh host telah terdampak sebelum tahap ransomware deployment berlangsung.

Baca juga :

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, mengatakan bahwa organisasi perlu melihat ransomware sebagai proses intrusi, bukan sekadar malware yang mengenkripsi file.

“Ransomware sering kali baru terlihat ketika file sudah terenkripsi dan operasional mulai terganggu. Padahal sebelum itu, penyerang bisa saja sudah memperoleh akses, mengumpulkan kredensial dan bergerak di dalam jaringan. Karena itu, kemampuan mendeteksi aktivitas yang tidak wajar sejak tahap awal menjadi sangat krusial,” ujar Patrick.

Riset ini juga mencatat laporan penggunaan PoisonX, malicious kernel driver yang digunakan untuk mengganggu proses produk keamanan sebelum enkripsi. ITSEC Asia mengklasifikasikan temuan tersebut sebagai Reported karena berasal dari investigasi eksternal dan tidak direkayasa balik secara independen dalam penelitian ini.

Sebagai bagian dari metodologinya, ITSEC Asia membedakan setiap temuan menjadi Observed, Reported dan Assessed. Pendekatan ini digunakan agar satu sampel, satu insiden atau satu laporan eksternal tidak langsung digeneralisasi sebagai pola seluruh operasi ransomware.

Berdasarkan penelitian tersebut, ITSEC Asia merekomendasikan organisasi untuk memperkuat behavioral detection, endpoint dan network visibility serta perlindungan terhadap backup dan recovery infrastructure.

Tim keamanan juga perlu memonitor aktivitas seperti remote access yang tidak biasa, SMB probing, lateral movement, perubahan file dalam volume tinggi dan upaya mengganggu endpoint protection.

“Semakin cepat organisasi dapat menghubungkan sinyal dari identitas, endpoint dan jaringan, semakin besar kesempatan untuk menghentikan serangan sebelum mencapai sistem yang lebih kritis. Fokus pertahanan perlu bergeser dari sekadar mencari indikator malware menjadi memahami perilaku yang muncul sepanjang rangkaian serangan,” tutup Patrick.

Whitepaper From Sample to Signal: Uncovering the GodDamn Ransomware Operation disusun berdasarkan bukti teknis dan informasi yang tersedia dalam periode penelitian hingga 10 Agustus 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU