Tag: Indosat

  • Keren, CSR Indosat Ooredoo Di Bidang Pendidikan Dapat Penghargaan

    Keren, CSR Indosat Ooredoo Di Bidang Pendidikan Dapat Penghargaan

    Telko.id – Awal Ahmad Al-Neama, President Director and CEO Indosat Ooredoo menjabat, sempat menyampaikan bahwa dirinya akan sangat peduli dengan pendidikan dan pengembangan komunitas. Sekarang terbukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dicanangkan nya waktu itu, mendapatkan penghargaan dari Iconomics CSR Brand Equity Award 2020 melalui ‘Gold Brand Equity Award in Telecommunication’.

    Katagori penghargaan yang diperoleh Indosat tersebut merupakan penghargaan khusus untuk kategori perusahaan telekomunikasi, yang diserahkan pada akhir pekan lalu di Jakarta. kepada perusahaan-perusahaan terdepan dalam bidang CSR dari masing-masing industri yang berbeda.

    Baca juga: Biar Tambah Jago Coding, Indosat Beri Pendampingan Pada Para Disabilitas

    Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa hal, antara lain melalui survei CSR brand equity di 10 kota terbesar di Indonesia, nilai Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Sustainability Report.

    Sebagai informasi, sebelum penghargaan ini diperoleh, bahkan sejak tahun 2006, program CSR Indosat Ooredoo di pilar Pendidikan dan Pengembangan Komunitas telah memberikan manfaat positif kepada lebih dari 2,5 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

    Diluncurkan pada tahun 2019, program Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) dan HackData di tahun pertamanya telah sukses melatih lebih dari 26 ribu developer muda dan melahirkan hampir 300 proposal inovasi secara nasional, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDG) nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

    “Kami sangat bangga menerima penghargaan Iconomics CSR Brand Equity Award 2020 ini. Program CSR kami di Pendidikan dan Pengembangan Komunitas mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat, terutama di bidang-bidang yang terkait dengan bisnis utama kami dalam teknologi digital,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director and CEO Indosat Ooredoo.

    Melalui program CSR tersebut, indosat selalu berusaha untuk mendorong munculnya talenta digital muda, serta pada saat yang sama membekali komunitas dengan keterampilan digital yang relevan, untuk membawa perbaikan menuju Bangsa Digital Indonesia dan untuk kemajuan ekonomi digital Indonesia.

    Selain Pendidikan dan Pengembangan Komunitas, Indosat Ooredoo memiliki Program CSR penting lainnya yang sejalan dengan UN-SDG yaitu Mobil Klinik yang telah memberikan manfaat kepada hampir 900 ribu masyarakat Indonesia melalui layanan kesehatan reguler dan tanggap darurat bencana sejak 2007, sejalan dengan UN SDG nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). (Icha)

     

     

  • 90% Karyawan Terdampak PHK Indosat Setuju Paket Yang Tawarkan

    90% Karyawan Terdampak PHK Indosat Setuju Paket Yang Tawarkan

    Telko.id – Hari ini (27/02),  Indosat Ooredoo menerima kunjungan Komisi IX DPR-RI dan menyampaikan kepada delegasi wakil rakyat bahwa lebih dari 90% dari 677 karyawan yang terdampak reorganisasi bisnis saat ini telah setuju untuk menerima paket yang diberikan, termasuk paket kompensasi yang signifikan lebih tinggi dari ketentuan yang dipersyaratkan oleh undang-undang.

    “Kami mengapresiasi kunjungan Komisi IX DPR-RI hari ini. Kami juga telah menyampaikan bahwa reorganisasi bisnis telah berjalan dengan lancar sesuai rencana, telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terdampak, mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan telah mengkomunikasikan secara langsung dan transparan kepada semua karyawan selama proses tersebut, ” ungkap Irsyad Sahroni, Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, di Jakarta, Kamis (27/02/2020).

    Lebih lanjut, Irsyad menambahkan: “Semua karyawan yang terdampak telah diberikan waktu untuk mempertimbangkan paket yang diberikan perusahaan, dan manajemen telah mendorong setiap dari mereka untuk mengambil keputusan yang terbaik. Sebagian besar karyawan mengambil kesempatan untuk mempertimbangkan baik-baik penawaran perusahaan secara individual dan dengan keluarganya masing-masing sebelum akhirnya menerima tawaran perusahaan.

    Karyawan yang terdampak juga memiliki kesempatan berkomunikasi dua arah dengan manajemen dan untuk menyampaikan tanggapannya selama acara open house yang digelar pada 17 Februari yang lalu.”

    Operator ini pun, saat ini menjalin kerja sama dengan mitra-mitranya, termasuk mitra  Managed Service untuk memberi kesempatan bagi karyawan yang terdampak agar tetap dapat bekerja di bawah naungan mitra dan juga menyediakan pelatihan paska kerja.

    Irsyad menyimpulkan: “Bagi para karyawan yang memilih untuk tidak menerima paket yang diberikan perusahaan, kami menghargai perbedaan pandangan yang ada dan menghargai hak mereka untuk menempuh jalur sesuai ketentuan yang berlaku”.

    Irsyad juga menyakini bahwa reorganisasi bisnis ini adalah tindakan yang berat namun sangat dibutuhkan agar Indosat Ooredoo tetap bertahan dan bertumbuh. Reorganisasi bisnis ini juga merupakan langkah strategis operator ini untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang terdepan dan terpercaya.

    Baca juga : Karyawan Indosat Ooreodo Yang Tidak Bisa ‘Sprint’ Terancam Di PHK

    Sebagai informasi, Indosat Ooredoo beberapa waktu lalu mengungkapkan persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 677 karyawannya. Hingga saat ini sudah 92% dari 677 karyawan terdampak atau 622 karyawan yang setuju dengan penawaran yang diajukan.

    Sebanyak 622 karyawan yang setuju di-PHK tersebut mendapatkan pesangon hingga 70 bulan gaji, sedangkan yang masa kerjanya paling sebentar yaitu di bawah 1 tahun mendapatkan 14 bulan gaji.

    Namun secara rata-rata, pesangon yang diberikan sebesar 43 bulan gaji. Gaji karyawan terdampak PHK juga sudah dinaikkan 3-6%.

    Keputusan PHK ini pun diakui oleh Irsyad sudah digodok sejak tahun lalu mengingat perusahaan merasa jumlah karyawan yang melebihi batas alias ‘kegemukan’.

    “Tapi ada banyak juga yang kita lihat perusahaan kita ini kurang cukup agile [lincah], kegemukan istilahnya. Di mana kita melihat di sini bukan cuma menjadi lambat tapi decision making lebih kompleks dari seharusnya,” kata Irsyad.

    Untuk membantu karyawan yang di PHK, Indosat  juga menjalin kerja sama dengan mitra-mitranya, termasuk mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi karyawan yang terdampak agar tetap dapat bekerja di bawah naungan mitra dan juga menyediakan pelatihan pascakerja.

    Dia juga membantah jika ada intimidasi dalam penyampaian rencana PHK kepada 677 karyawan. Masing-masing karyawan dipanggil secara terpisah dan dijelaskan hak yang akan didapatkan jika setuju dirumahkan. (Icha)

     

     

     

  • Ini Dia Performa Operator Indonesia versi Opensignal

    Ini Dia Performa Operator Indonesia versi Opensignal

    Telko.id – Baru saja, Opensignal mengumumkan hasil surveinya yang bertajuk Mobile Network Experience. Di mana, survei tersebut diperoleh dari 1,854,821 perangkat, dengan 3,329,229,984 pengukuran dan data tersebut dikumpulkan dari periode 1 Agustus hingga 29 Oktober 2019 lalu. Bahkan untuk mendapatkan data-data ini, Opensignal terjun ke 24 kota terbesar di Indonesia untuk melihat cara performa operator di lingkungan perkotaan.

    Hasilnya,Telkomsel mendominasi penghargaan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut. Bahkan ditemukan beberapa peningkatan yang mengesankan.

    Telkomsel sendiri memenangkan enam penghargaan termasuk penghargaan Jangkauan 4G baru serta penghargaan Pengalaman Aplikasi Suara (Voice App Experience) kami. Sementara Smartfren hanya mendapatkan satu penghargaan yaitu Ketersediaan 4G.

    Dalam hasil survei tersebut, Opensignal pun menyatakan bahwa Indonesia mengalami sejumlah peningkatan besar dalam aspek kecepatan. Di mana, Telkomsel mampu mempertahankan penghargaan yang diperolehnya dalam kategori Kecepatan Unduhan dan Kecepatan Unggahan, dengan skor yang jauh melampaui para pesaingnya.

    Skor unggahan operator tersebut melompat sebesar 46% — kenaikan terbesar pada metrik ini — sedangkan kecepatan unduhan para penggunanya adalah hingga 23%. Akan tetapi, kenaikan tersebut bukanlah kenaikan terbesar dalam hal Pengalaman Kecepatan Unduhan sebab Skor Indosat melompat hampir 37%, sedangkan kecepatan pengguna 3 melaju hingga lebih dari 26%. Dan kita melihat peningkatan kecepatan pada kedua metrik tersebut untuk pengguna di kelima operator.

    Hasil survei ini juga memperlihatkan pertumbuhan yang mengesankan terkait ketersediaan jaringan 4G di Indonesia. Di mana, Smartfren sekali lagi menenangkan penghargaan 4G, dengan skor yang sangat luar bisa yakni 96,4%. Meski begitu, para pengguna Opensignal di kelima operator Indonesia tersebut melihat skor kelima operator tersebut naik, dan negara Indonesia saat ini berbangga atas Ketersediaan 4G setidaknya sebesar 86% di seluruh jaringan, dengan Smartfren dan 3 mempunyai skor lebih dari 90%.

    Sumber: Opensignal – Performa Operator Indonesia versi Opensignal

    Opensignal pun memberikan penghargaan pertama nya untuk kategori Pengalaman Aplikasi Suara di Indonesia. Yang memperoleh skor tertinggi adalah Telkomsel. Operator ini, mencetak skor masih lebih dari 77 (dari 100) dalam Pengalaman Aplikasi Suara, yang memberinya peringkat Berterima, artinya, para pengguna umumnya dapat memahami suara panggilan telepon tanpa mengulang-ulang. Akan tetapi, keempat operator lainnya berada di peringkat Buruk kami, artinya, panggilan telepon kerap dirusak oleh gangguan pada suara, bunyi klik, atau volume yang kecil.

    Baca juga: Riset 2019: Ini Dia Operator dengan Koneksi Internet Tercepat

    Untuk katagori mengelola Pengalaman Video Seluler yang Baik, lagi-lagi Telkomsel mampu mempertahankan penghargaan nya untuk kategori Pengalaman Video, dengan kenaikan 4,5 poin pada skornya yang membuatnya masuk ke dalam peringkat Baik.

    Indosat mengalami lompatan terbesar hampir 7 poin yang memasukkannya ke dalam peringkat Sedang, bersama-sama dengan 3 dan XL. Akan tetapi, Smartfren tidak mengalami peningkatan, artinya, para penggunanya masih mengalami Pengalaman Video yang Buruk.

    Analisis Regional

    Dalam pandangan regional, Opensignal menganalisis pengalaman jaringan seluler pengguna di 24 kota di seluruh Indonesia. Hasil secara nasional digaungkan di tingkat regional, karena satu operator tetap bersinar di antara mayoritas kategori penghargaan.

    Telkomsel memenangkan penghargaan Pengalaman Kecepatan Unduhan sekaligus di setiap kota, kecuali Balikpapan dan Kota Cirebon, karena di kedua kota tersebut Telkomsel berbagi urutan pertama dengan Smartfren dan XL secara berurutan. Operator tersebut berada di urutan puncak di Pekanbaru, tempat para pengguna Opensignal di jaringannya mengalami kecepatan unduhan tercepat yakni rata-rata 17,8 Mbps, memecahkan skor tertingginya sendiri dari laporan terakhir.

    Telkomsel juga mendominasi kategori Kecepatan Unggahan regional dengan memenangkan penghargaan sekaligus di 19 kota masing-masing, dan mengukir urutan pertama bersama dengan Indosat di Surabaya. Kecepatan Unggahan terbesar dirasakan oleh pengguna kami di jaringan Telkomsel di Denpasar — rata-rata sebesar 9.9 Mbps. XL memenangkan penghargaan sekaligus di 4 kota tersisa — Batam, Kota Cirebon, Makassar dan Manado.

    Dengan melihat Pengalaman Latency, skor Telkomsel 32.4 mili detik di Pekanbaru merupakan skor tercepat di seluruh 24 kota pada kategori ini. Operator tersebut memenangkan penghargaan secara terpisah di 21 kota, sementara 3 merupakan satu-satunya operator lainnya yang memenangkan penghargaan pada kategori ini, di Banjarmasin dan dengan Telkomsel di Balikpakan dan Cirebon.

    Sampai ke metrik unik Opensignal — Pengalaman Aplikasi Video dan Suara. Para pengguna kami menikmati Pengalaman Video terbaik di jaringan Telkomsel di Pekanbaru, karena operator tersebut yang mempunyai skor 66,9 poin dalam mengumpulkan peringkat Sangat Baik. Telkomsel meraih kemenangan dengan memenangkan penghargaan di 20 kota, dan mengukir urutan pertama dengan XL di empat kota selanjutnya yakni Batam, Cimahi, Kota Cirebon, dan Kota Yogyakarta. Secara umum, di seluruh 24 kota, skor untuk Telkomsel berkisar dari Peringkat Baik hingga Sangat Baik.

    Telkomsel menang tipis pada kategori Pengalaman Aplikasi Suara , tetapi Telkomsel memimpin hasil regional dengan meraih kemenangan di tiap satu kota dari seluruh 24 kota tersebut — secara terpisah di 19 kota dan berbagi urutan pertama dengan XL di Cimahi dan Kota Cirebon, serta dengan Indosat di Pekanbaru dan Kota Yogyakarta.

    Para pengguna jaringan Telkomsel kami di Balikpapan merasakan Pengalaman Aplikasi Suara terbaik di seluruh Indonesia: skor 82 poin operator tersebut mencapai peringkat Baik, artinya secara rata-rata, para pengguna kami di jaringan ini puas dan mengalami sangat sedikit kualitas yang buruk, sekali-sekali disertai dengan bunyi klik atau gangguan.

    Pada kategori Ketersediaan 4G, Smartfren mendominasi klien kami di setiap lokasi tersebut. Para pengguna kami di jaringan Smartfren yang tersambung ke layanan 4G paling sedikit 96% sepanjang waktu di 24 kota, termasuk Cilegon, kota tempat Smartfren tersebut terikat bersama 3 di urutan pertama. (Icha)

     

     

     

  • IM3 Ooredoo Kembali Gelar Acara Collabonation

    IM3 Ooredoo Kembali Gelar Acara Collabonation

    Telko.id – Memulai tahun 2020, IM3 Ooredoo kembali melanjutkan kampanye “Collabonation” yang telah sukses dimulai pada tahun 2019. Collabonation merupakan sebuah gerakan nasional untuk mendorong generasi muda Indonesia menciptakan konten dan karya positif dengan cara berkolaborasi, baik dengan pembuat konten yang berpengalaman, maupun dengan teman sendiri. Melalui kolaborasi, anak muda diharapkan dapat berkembang dan belajar lebih cepat.

    Kali ini acara Collabonation hadir di Jakarta bertempat di M Bloc Space, Jakarta Selatan dengan menghadirkan kolaborasi musik dari Sal Priadi, Pamungkas, dan Disko Pantera. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan Live Podcast seru dari BKR Brothers serta Collaborative Talkshow oleh Instagrammer @madariyanhadi dan penyair muda Adimas Imanuel.

    Baca juga : IM3 Ooredoo dan Snap, Berikan Keseruan Saat Mengekspresikan Diri

    “IM3 Ooredoo memahami generasi muda Indonesia memiliki banyak ide kreatif dan dinamis. Untuk itu, IM3 Ooredoo membuat kampanye Collabonation sebagai ruang yang membebaskan mereka melakukan kolaborasi untuk menciptakan konten yang berkualitas, dan kali ini giliran kami mengajak masyarakat Jakarta untuk bergabung di Collabonation, menikmati kolaborasi dari penampilan musik, podcaster dan juga talkshow dari para content creator,” ujar Fahroni Arifin, Senior Vice President – Head of Brand Management & Strategy of Indosat Ooredoo.

    Harapannya IM3 Ooredoo Collabonation ini dapat menginspirasi anak muda, karena IM3 Ooredoo percaya bahwa dengan kolaborasi kita dapat membuat konten seru dengan tema apapun sesuai yang diinginkan.”

    Lebih dari itu, di acara ini IM3 Ooredoo juga akan meluncurkan collabonation.id ,tempat untuk menyaksikan keseluruhan rangkaian IM3 Ooredoo Collabonation, mulai dari kolaborasi musik, konten video YouTube, artikel, hingga Podcast dengan mengkombinasikan lifestyle juga edukasi. Lebih dari itu, di collabonation.id ini nantinya publik juga bisa mengikuti beragam online challenge atau kompetisi yang memungkinkan mereka untuk berkolaborasi dengan idolanya dan memenangkan hadiah serta pengalaman menarik lainnya.

    Akankah IM3 Ooredoo mampu menarik perhatian anak muda Indonesia sehingga akan menambah jumlah pelanggannya? Coba saja terus kita pantau perkembangannya. (Icha)

     

  • HP Jadul Pun Kini Mudah Dapat Informasi Lho!

    HP Jadul Pun Kini Mudah Dapat Informasi Lho!

    Telko.id – Siapa bilang HP jadul susah dapat informasi? Berkat kolaborasi IM3 Ooredoo dan Google, pelanggan yang masih menggunakan ponsel jadul karena masih 2G tetap diberikan kemudahan dalam mengakses informasi melalui panggilan telepon gratis.

    Setidaknya, Indosat Ooredoo mencatat, pada 2019 lalu saja, sebanyak 20% dari total 60 juta pelanggannya di seluruh Indonesia, masih menggunakan featured phone (non android). Karena ini pula, banyak pelanggan masih mengalami keterbatasan akses internet.

    Namun, dengan kerjasama tersebut, ada fasilitas untuk pencarian informasi sebagai penghubung digital dengan menelpon 696 dan dapat langsung bertanya pada Asisten Google.

    Baca juga : IM3 Ooredoo 696 Hadirkan ‘Mbah Goggle’ Lewat Suara

    Sebenarnya, layanan ini sudah pernah diluncurkan. Hanya saja masih pilot project bertajuk Phone Line 696 Google Assistant sejak Juli sampai hingga Desember 2019 di lima kota, yakni Medan, Kediri, Karawang, Sukabumi, dan Jombang. “Tapi sekarang layanan asisten ini sudah bisa digunakan oleh seluruh pelanggan Indosat Ooredoo secara nasional,” ujar Hendry Saputra, Vice President Head of Mobile Financial Services Indosat Ooredoo menjelaskan.

    Hari ini, layanan asisten tersebut bisa digunakan oleh seluruh pelanggan Indosat Ooredoo secara nasional. “Pengguna bisa mengakses fitur ini dengan menelepon nomor 696. Melalui telepon bebas pulsa tersebut, pengguna bisa mendapatkan pengalaman yang sama ketika mengakses fitur asisten Google,” ujar Hendry saat ditemui usai launching di kantor Indosat di Jakarta Pusat, Senin (10/2).

    Pelanggan pun bisa menggali berbagai informasi dari layanan telepon bebas pulsa dan kuota tersebut. Mulai dari mencari lokasi suatu tempat, melihat jadwal beribadah, hingga membantu anak-anak sekolah di pedesaan dalam mengerjakan PR dapat diperoleh melalui teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dari Google tersebut.

    Selama pilot project, Indosat mencatat ada sekitar 1 juta menit panggilan interaksi yang terjadi melalui fitur asisten Google. Ada sekitar 300.000 panggilan yang dilakukan oleh 150.000 pelanggan. “Dengan demikian, rata-rata satu pelanggan melakukan dua kali panggilan dengan rata-rata waktu telepon selama 3 menit. Tapi ada juga yang melakukan panggilan hingga 50 kali,” lanjut Hendry.

    Hal ini tentu dapat mengurangi gab atau kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaaan. Sebab, menurut data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan di Indonesia masih terdapat gap atau kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaaan, sekitar 45% masyarakat tinggal di area pedesaan, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain di Asia Pasifik.

    Hal ini juga terkait kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Kondisi itu menyebabkan akses informasi digital belum mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Untuk menjawab keterbatasan tersebut, layanan IM3 Ooredoo  ‘Phone Line’ dengan Asisten Google hadir sebagai solusi penghubung ke dunia digital.

    “Kami sangat senang bisa bekerja bersama Google untuk memberdayakan masyarakat. Kerjasama dengan Google sebagai salah satu perusahaan teknologi paling inovatif di dunia ini, selaras dengan komitmen kami untuk mewujudkan inklusi digital di Indonesia,” ungkap Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo.

    “Kedepannya kami berharap dapat bekerja sama dan membantu Indonesia memperkuat potensinya dengan teknologi baru,” tambah Neama.

    Kini pelanggan IM3 Ooredoo terutama yang menggunakan feature phone dan berada di wilayah dengan keterbatasan akses internet, tidak perlu bingung jika ingin mengetahui berita terkini, informasi cuaca, hingga menerjemahkan Bahasa Indonesia ke bahasa asing.

    Semua informasi ini bisa diakses melalui IM3 Ooredoo Asisten Google, semudah melakukan panggilan telpon ke 696 langsung dari ponsel mereka. Layanan ini sudah hadir dan bisa dinikmati oleh pelanggan IM3 Ooredoo di seluruh Indonesia.

    “Di Google, kami merasa berkewajiban untuk turut memastikan agar setiap orang Indonesia memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang hebat bagi diri mereka sendiri dan nusa bangsa, melalui teknologi,” ujar Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia.

    Itu sebabnya, Google sadar betul bahwa dibutuhkan kerja sama dengan berbagai kalangan, saling bahu-membahu untuk dapat mewujudkan misi tersebut dan maju bersama. (Icha)

     

  • Apes, Lagi Liburan, Rekening Dibobol Gegara Simcard Dibajak

    Apes, Lagi Liburan, Rekening Dibobol Gegara Simcard Dibajak

    Telko.id – Awal tahun 2020, industri telekomunikasi dihebohkan dengan adanya kasus pembobolan rekening bank dikarenakan simcard dibajak. Hal ini menimpa wartawan senior sekaligus pendiri Cek & Ricek, Ilham Bintang. Kartu SIM (SIM card) Indosat miliknya dibajak oleh oknum tak bertanggung jawab. Akibatnya, uang senilai ratusan juta rupiah di rekening banknya dikuras.

    Ilham Bintang mengaku bahwa kejadian tersebut terjadi karena simcard Indosat yang dibawa nya liburan ke Australia tidak bisa digunakan. Muncul tulisan ‘SOS’ diponsel waktu di bandar Sabtu (4/1). Padahal, dari Indonesia, ia sudah membeli paket roaming untuk digunakan sejak hari pertama di Sydney (30/12/19).

    Dua hari kemudian, Senin (6/1) siang, pihak Bank Commonwealth mengonfirmasi terjadi pembobolan rekeningnya. Ia juga dikirimi data penarikan uang selama 4-5 Januari.

    “Pencuri menguras saldo saya dengan cara mentransfer ke hampir seratus rekening. Tidak masuk akal sama sekali. Menunjukkan betapa lemahnya pengawasan bank asing ini: hasil curian leluasa dilayani transfernya seperti membayar cara pay roll gaji karyawan,” ungkap Ilham, (Kumparan, 21/1).

    Ilham juga meminta stafnya untuk menelusuri kantor Indosat. Saat stafnya bertemu petugas Indosat, ia hanya diarahkan untuk mengganti SIM card-nya namun harus datang sendiri.

    Ilham lalu mencoba menghubungi VIP Customer Care Indosat, Shavira. Usut punya usut, rupanya ada seorang pria yang mengaku sebagai Ilham Bintang datang ke gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange.

    Pria yang kini belum diketahui identitasnya itu meminta mengganti SIM card dengan nomor 081680xxxx, yang kemudian dipenuhi petugas di gerai Indosat.

    Penggantian SIM card ini juga dibenarkan oleh Shavira, dan terjadi pada Jumat (3/1) pukul 21.02 WIB. Namun sayangnya, Ilham tidak mendapat penjelasan terkait mekanisme verifikasi dan validasi penggantian SIM card.

    Sehubungan penggantian SIM Card secara melawan hukum tersebut, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah meminta penjelasan dari pihak Indosat sehubungan dengan kasus penggantian kartu seluler tanpa hak dan/atau melawan hukum. Dari pertukaran kartu seluler tanpa hak dan/atau melawan hukum ini, berdasarkan informasi yang diperoleh, akun perbankan dari seorang pelanggan Indosat dibobol dan terjadi kerugian hingga ratusan juta rupiah.

    Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika sekaligus merangkap sebagai Wakil Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Semuel A. Pangerapan dan Anggota BRTI I. Ketut Prihadi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (22/01/2020) siang.

    Permintaan penjelasan ini disampaikan karena menurut BRTI semestinya penggantian kartu seluler tanpa hak dan/atau melawan hukum ini tidak akan terjadi jika mekanisme dan prosedur operasional standar (standard operational procedure/SOP) penggantian kartu seluler yang ada di Indosat dijalankan dengan baik.

    Berdasarkan kasus ini, BRTI akan meminta operator seluler untuk menerapkan mekanisme penggantian kartu seluler/SIM card dengan baik. Mekanisme yang dimaksud adalah bahwa penggantian kartu seluler (subscriber identity module/SIM card) hanya dapat dilakukan berdasarkan mekanisme SOP yang diberlakukan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi berdasarkan Prinsip Mengenal Pelanggan (Know Your Customer/KYC).

    Selain itu penggantian SIM card yang diterapkan untuk mengetahui identitas pelanggan adalah benar dan digunakan oleh orang yang berhak.

    BRTI menekankan hal itu sebagai langkah untuk perlindungan kepada masyarakat, khususnya yang terkait dengan penggantian kartu seluler/ SIM card. Untuk itu, BRTI akan segera berkoordinasi dengan semua operator seluler untuk mencermati SOP penggantian SIM card yang diberlakukan pada masing-masing operator seluler beserta implementasinya.

    Jika terdapat SOP yg masih belum dapat melindungi pelanggan, akan dirumuskan bersama SOP yang memang dapat mencegah penyalahgunaan identitas pelanggan tanpa hak dan/atau melawan hukum.

    Selanjutnya, terkait dengan data atau identitas nasabah layanan keuangan yg melekat pada nomor seluler pelanggan yg ada pada SIM card, BRTI telah dan masih berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Koordinasi ini dilakukan untuk dapat mengantisipasi celah-celah prosedur keamanan yang ada jika dikaitkan dengan layanan keuangan.

    BRTI bersama dengan penyelenggara seluler dan instansi terkait seperti OJK akan terus melakukan literasi kepada masyarakat agar masyarakat selalu berhati-hati menjaga data pribadi termasuk data untuk layanan perbankan dan keuangan lain yang tersimpan pada perangkat seluler maupun tersimpan pada pihak lain secara online.

    Langkah ini juga ditempuh dalam rangka mempersempit ruang gerak dari akibat yang dapat ditimbulkan dari tindakan penggantian kartu seluler tanpa hak dan/atau melawan hukum.

    Tentunya pertama yg perlu dilakukan adalah meyakini bahwa SOP penggantian SIM card yang diterapkan oleh para operator seluler sudah baik, ketat dan diimplementasikan dengan benar. Jika SOP sudah dilakukan dengan baik oleh para operator seluler, tentunya akan mengurangi celah tindakan penggantian SIM card tanpa hak dan/atau melawan hukum.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir bahwa ATSI meyakini masing-masing operator sudah memiliki SOP dalam penanganan penggantian kartu. Seluruh perusahaan anggota ATSI telah memiliki sertifikasi ISO 27001, maka SOP tersebut pasti sudah mencakup aspek keamanan, kerahasiaan dan proses verifikasi yang akuntabel.

    “ATSI akan terus mengingatkan agar semua operator anggota ATSI melakukan pengawasan ketat atas seluruh garda depan yang melayani pelanggan untuk selalu melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan,” ungkap Marwan.

    Di samping itu ATSI juga siap mendukung Kominfo  dan  BRTI untuk melakukan review atau peninjauan ulang atas SOP pergantian kartu dan layanan pelanggan yang lain, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

    Uang Sudah Kembali? Kabarnya, Ilham Bintang sudah mendapatkan dana yang kebobolan tersebut dari beberapa bank yang digunakan oleh si pencuri untuk mentrasfer uang. Yang terakhir adalah dari bank Bank Commonwealth.

    Hanya saja, si pencuri masih belum tertangkap. Ada beberapa pihak yang menduga bahwa si pencuri tersebut merupakan orang dalam atau orang dekat dari Iham Bintang. Pasalnya, setiap pertanyaan yang diajukan oleh customer service, semua nya bisa dijawab dengan cepat. Tak heran, si customer service nya juga cepat melayani. Hanya 7 menit saja, simcard baru sudah berada ditangan pencuri.

    Padahal, yang ditanyakan oleh customer service juga tidak sembarangan karena sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Misalnya, data yang diminta adalah 7 nomor yang sering dihubungi.

    Sayang, semua itu tidak ada buktinya karena formulir yang harus diisi oleh pelanggan ketika akan mengganti kartu tidak ada yang ‘centang’. Artinya memanng ada SOP yang tidak dijalankan oleh customr service yang berada di Bintaro X change tersebut. Entah karena sudah larut malam? Karena kejadian berlangsung pada Jumat (3/1) pukul 21.02 WIB atau alasan lainnya?

    Atas kejadian ini, Indosat mengeluarkan statement nya: “Kami berkomitmen mendukung pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap SOP guna memperbaiki bisnis proses pada keamanan data pelanggan,” ungkap Turina Farouk, SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

    “Indosat Ooredoo akan mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku guna memberikan standar perlindungan tertinggi terhadap data dan privasi pelanggan kami. Kami juga sejalan dengan pemerintah untuk mendorong  pelanggan agar lebih berhati-hati dengan data pribadi mereka untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Turina.

    BRTI pun mengajak operator untuk melakukan evaluasi mekanisme pergantian SIM Card.

    “Dalam waktu dekat kami akan mengundang semua operator untuk mengevaluasi SOP dan mekanisme pergantian SIM Card,” kata Ketut di Kantor Kominfo, Rabu (22/1/2020).

    Ia mengatakan, pihaknya akan mencermati parameter-parameter apa yang kemungkinan masih ada celah. “Ini nanti yang bersama-sama akan kita rumuskan kira-kira bisa distandarkan semua operator itu seperti apa,” ujarnya. (Icha)

     

     

  • Trafik Data Indosat Naik 12.8% Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Trafik Data Indosat Naik 12.8% Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Telko.id – Libur Natal dan Tahun Baru 2020, semua jaringan operator meningkat trafik nya. Terutama untuk layanan data nya. Demikian juga di jaringan Indosat Ooredoo. Untuk tahun ini terjadi kenaikan trafik data sebesar 26.352 TB, atau lebih tinggi 36% dari trafik Data harian.

    Dan paling tinggi tercatat sebesar 11.406 TB atau meningkat 19.9% dibandingkan hari normal, pada tanggal 1 Januari 2020.

    “Keberhasilan dalam melayani kebutuhan digital pelanggan ini juga merupakan hasil dari pembangunan BTS 4G secara masif sejak akhir tahun lalu,” ungkap Agus Sulistio, SVP-Head of Network Operations Indosat dalam pernyataan tertulisnya.

    Agus menambahkan bahwa “Inisiatif perusahaan untuk melakukan penggelaran jaringan 4G juga telah menunjukkan hasilnya sebagaimana yang terlihat di laporan salah satu perusahaan independen yang melakukan analisis terhadap pengalaman jaringan seluler, dimana Indosat Ooredoo menjadi operator dengan peningkatan throughput paling signifikan di Indonesia.”

    Pada perayaan Natal, Indosat Ooredoo mencatatkan peningkatan trafik data tertinggi terjadi pada hari H sebesar 16.50% sementara trafik Voice dan SMS terjadi pada H-2 sebesar 5% dan 29% dibandingkan hari normal.

    Sementara itu, saat perayaan pergantian tahun baru, trafik data tercatat mengalami kenaikan 19.91%, trafik Voice menurun 5.73%, dan trafik SMS meningkat 17.54%. Aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pelanggan untuk mengisi waktu liburan adalah Facebook, Instagram, Line, WhatsApp, dan Youtube.

    Kenaikan trafik layanan telekomunikasi tercatat terjadi di beberapa kota besar seperti Bogor, Tangerang, Karawang, Bekasi dan Magelang.

    Untuk memastikan semua layanan Indosat Ooredoo dapat melayani masyarakat dan pelanggan dengan baik, kegiatan monitoring jaringan juga dilakukan secara intensif melalui i- NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitas monitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk semua layanan Indosat Ooredoo.

    i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoring kontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional. (Icha)

  • Indosat Ooredoo Bari Bantuan Pengobatan dan Komunikasi Gratis

    Indosat Ooredoo Bari Bantuan Pengobatan dan Komunikasi Gratis

    Telko.id – Hujan yang mengguyur tanpa henti wilayah Jabodetabek tepat pada momen pergantian tahun, telah mengakibatkan banjir di berbagai wilayah di Jabodetabek dan Banten. Kondisi banjir yang datang secara mendadak telah melumpuhkan berbagai aktifitas kehidupan masyarakat yang terimbas, merusak berbagai sarana publik, bahkan mengakibatkan korban jiwa. Beberapa wilayah dengan banjir cukup parah belum pulih hingga hari ini.

    Membantu meringankan beban masyarakat terimbas bencana banjir di kedua propinsi ini, Indosat Ooredoo hari ini menurunkan berbagai aktifitas kepedulian sosialnya dengan mendirikan Posko di lokasi pengungsian warga yang masih belum maksimal mendapatkan bantuan di Jakarta dan Banten.

    Posko pertama di dirikan di Depan kantor Kecamatan Pancoran, Jl. Pengadegan Timur II 2, RW.1, Pengadegan, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan. Posko yang sama juga didirikan di  kecamatan Sajira, Cipanas, Cilada dan kampung Banjar Parigi, propinsi Banten.

    Di Posko-posko tersebut, Indosat Ooredoo menyediakan bantuan utama pengobatan gratis dan fasilitas komunikasi gratis bagi masyarakat. Pengobatan gratis diberikan dengan menurunkan Mobil Klinik Indosat Ooredoo yang menyediakan layanan pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan bagi anak-anak dan juga trauma healing/psiko sosial bagi anak-anak, serta kebutuhan darurat hygiene kit seperti peralatan mandi dan kebersihan keluarga. Posko juga menyediakan makanan siap santap 3x sehari dan dapur air.

    Indosat Ooredoo juga menyediakan paket komunikasi gratis berupa kartu SIMcard IM3 Freedom Internet 2GB dengan paket pulsa dan paket data yang bisa digunakan untuk menelpon, SMS dan komunikasi data di lokasi mana saja. Kuota dapat digunakan selama 24 jam penuh tanpa adanya pembagian waktu, sehingga memberikan kemudahan berkomunikasi bagi masyarakat untuk menghubungi sanak keluarga serta kebutuhan komunikasi lainnya kapan saja.

    “Kami sangat prihatin dengan bencana banjir yang melanda sebagian masyarakat Jabodetabek dan Banten. Sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang terimbas bencana ini, kami sejak hari pertama kejadian langsung ke lapangan melihat kondisi kemudian mempersiapkan bantuan yang kami wujudkan hari ini di posko depan kantor kecamatan Pancoran Jakarta Selatan dan posko di beberapa titik kecamatan di propinsi Banten,” ungkap Hendri Mulya Syam, Chief Sales & Distribution Officer Indosat Ooredoo.

    Hendri menambahkan, “Kami berharap apa yang kami lakukan dapat meringankan beban masyarakat, membantu mereka melewati situasi tanggap darurat sekaligus masa pemulihan paska bencana”. (Icha)

     

     

     

  • Akhirnya, Penjualan Menara Indosat Selesai Juga

    Akhirnya, Penjualan Menara Indosat Selesai Juga

    Telko.id – Hari ini, 20 Desember 2019, Indosat Ooredoo menyatakan bahwa telah menyelesaikan transaksi 2.100 penjualan menara telekomunikasi ke Mitratel. Penandatangannya dilaksanakan di Jakarta.

    “Hal ini sekaligus menandai penyelesaian transaksi secara keseluruhan dari 3.100 menara milik perusahaan kepada Protelindo dan Mitratel yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo dalam pernyataan tertulisnya.

    Penyelesaian transaksi ini juga mengikuti persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo yang diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal Kamis, 21 November 2019 di Jakarta.

    Sebagai informasi, Indosat Ooredoo menjual menaranya PT Mitratel sebanyak 2.100 menara dan 1.000 menara pada PT Protelindo dengan total nilai transaksi hingga sebesar Rp 6,39 triliun.

    Secara rinci, nilai pembelian oleh Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) yang merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia yang mencapai Rp 4,44 triliun. Sementara itu, nilai pembelian menara oleh Protelindo (PT Profesional Telekomunikasi Indonesia) yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara sebesar Rp 1,95 triliun.

    Seluruh transaksi tersebut diharapkan selesai paling lambat 16 Desember 2019. Pembayaran transaksi akan dilakukan dalam bentuk tunai pada saat penyelesaian.

    Selain itu, ISAT juga mengadopsi model transaksi sale and leaseback yang terbagi menjadi dua paket yang seimbang, yakni 2.100 dan 1.000 menara. Dengan begitu, ISAT akan menyewa menara-menara tersebut ke kedua perusahaan untuk waktu sepuluh tahun. Jangka waktu sewa ini dapat diperpanjang dengan sesuai kesepakatan para pihak.

    Dana yang diperoleh dari penjualan Menara tersebut, Indosat akan menggunakannya untuk kebutuhan investasi perusahaan, terutama peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G.

    “Kami menginisiasi rencana investasi yang cukup signifikan di tahun 2019–2021 dalam rangka mendukung pertumbuhan pasar dan tujuan transformasi perusahaan,” kata Ahmad beberapa waktu lalu.

    Transaksi ini juga dinilai dapat berdampak positif terhadap keuangan perusahaan karena dapat menaikkan tingkat likuiditas dan solvabilitas keuangan yang kemudian meningkatkan kemampuan pinjaman ISAT. Dengan penjualan ini, sisa menara telekomunikasi milik ISAT adalah sebanyak 5.000 unit. (Icha)

     

     

     

     

  • Indosat Siap Hadapi Lonjakan Trafik Di Libur Natal dan Tahun Baru 2020

    Indosat Siap Hadapi Lonjakan Trafik Di Libur Natal dan Tahun Baru 2020

    Telko.id – Indosat Ooredoo menyatakan kesiapan jaringan dan layanannya untuk mendukung aktivitas komunikasi pelanggan selama masa-masa libur perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Indosat Ooredoo terus melakukan pembangunan BTS 4G secara masif sejak akhir tahun lalu, guna meningkatkan kapasitas untuk layanan Data, serta melakukan pemantauan intensif melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC) dan Indosat Ooredoo Service Operation Center (ISOC) untuk memastikan pengalaman komunikasi digital pelanggan tetap lancar selama masa-masa liburan.

    “Indosat Ooredoo dengan strategi LEAD yang telah dicanangkan sejak akhir tahun lalu, berkomitmen untuk melakukan eksekusi pembangunan jaringan berkualitas video yang kompetitif. Jelang masa liburan Natal dan tahun baru ini, pelanggan sudah bisa merasakan perkembangan kualitas jaringan dan layanan kami untuk mengisi waktu liburan,” ungkap Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoodalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi Telko.id.

    Vikram juga menyatakan akan kapasitas layanan telekomunikasi, serta melakukan pemantauan intensif melalui INOC dan ISOC untuk memastikan pelanggan menikmati pengalaman digital terbaik bersama Indosat Ooredoo.

    Saat ini, Indosat Ooredoo saat mengoperasikan 95.190 BTS dimana 29.317 merupakan BTS 4G. Penambahan 12.267 BTS 4G (selama sembilan bulan 2019) telah siap melayani kebutuhan digital pelanggan di masa liburan Natal dan tahun baru mendatang.

    Melihat tingginya tren penggunaan Data, Indosat Ooredoo melakukan peningkatan kapasitas layanan Data menjadi 26.352 TB per hari, lebih tinggi 36% dari trafik Data harian. Sementara untuk layanan suara dan SMS, kami memastikan bahwa kapasitas kami selalu tersedia secara memadai untuk memenuhi peningkatan trafik yang biasanya terjadi selama periode tersebut.

    Untuk memastikan semua layanan Indosat Ooredoo dapat melayani masyarakat dan pelanggan dengan baik, kegiatan monitoring jaringan akan dilakukan secara intensif melalui i-NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitas monitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk semua layanan Indosat Ooredoo.

    i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoring kontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional. (Icha)