spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 990

Generasi muda Inspirasi Transformasi Digital Telkomsel

0

Telko.id – Tidak mudah mengikuti ‘mau’ nya generasi muda sekarang. Telkomsel perlu menyelami langsung dan mempelajari nya agar dapat relevan dengan kebutuhan anak muda dan sesuai dengan perkembangan zaman. Itu sebabnya, dalam melakukan transformasi digitalnya, operator ini banyak mendapatkan inspirasi dari para generasi muda.

Soalnya, generasi muda kerap menghadirkan nafas dan semangat baru dalam berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa. Seperti melalui peringatan Sumpah Pemuda  yang menjadi momen dalam perjuangan mempersatukan bangsa, kini anak muda juga berperan sebagai generasi digital native yang menjadi agen perubahan mewujudkan pemerataan ekosistem digital positif di Indonesia. Semangat ini menginspirasi Telkomsel untuk terus bergerak maju bertransformasi menjadi digital telco company yang senantiasa mengakselerasikan negeri.

“Generasi muda selalu menjadi inspirasi Telkomsel dalam mengembangkan produk dan layanan berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman,” ungkap Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel menjelaskna.

Lebih lanjut, Emma juga menyatakan bahwa segmen yang kini dikenal dengan Generasi Millennial dan Gen Z, juga menjadi insipirasi Telkomsel dalam merancang inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus dalam mempersiapkan talenta muda Indonesia menjadi sumber daya unggul melalui pemanfaatan teknologi. Hal tersebut merupakan upaya nyata dari transformasi Telkomsel menjadi digital telco company secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

Komitmen transformasi bisnis berbasis digital diwujudkan Telkomsel dengan menghadirkan produk dan layanan yang inovatif dan sesuai dengan karakter generasi muda saat ini. Salah satunya dengan menghadirkan produk by.U, sebuah layanan seluler  prabayar digital pertama di Indonesia yang dikembangkan dengan terinspirasi dari karakter segmen Gen Z yang mandiri, kreatif, selalu online, dan sangat mengutamakan kebebasan.

Dalam prosesnya, platform layanan by.U juga dirancang oleh talenta-talenta muda Telkomsel, dengan harapan agar dapat konsisten pada tiga nilai utama yang relevan dengan kebutuhan Gen Z yaitu digitalisasi, personalisasi, dan transparansi.

Selain proses bisnis, inspirasi dari generasi muda juga dituangkan melalui berbagai program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel.

Seperti program The NextDev yang hadir sebagai bentuk respon atas tingginya semangat anak muda Indonesia dalam menghadirkan solusi untuk berbagai tantangan di masyarakat melalui pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi. Sejak 2015, program The NextDev telah menempatkan diri sebagai platform yang mendukung perkembangan early stage startup untuk memperkuat solusi positif berdampak sosial bagi masyarakat.

Pada 7 Desember 2019, The NextDev juga akan mengadakan The NextDev Summit, sebuah ajang berisi seminar-seminar yang ditujukan untuk mendorong generasi muda Indonesia agar menjadi generasi pembawa perubahan dengan mengakselerasikan pemanfaatan teknologi digital yang berdampak sosial, sekaligus untuk menjembatani kolaborasi antara komunitas startup Indonesia dengan para investor dan stakeholder lainnya.

Karakter kuat generasi muda Indonesia juga yang menginspirasi Telkomsel meluncurkan inisiatif program IndonesiaNEXT dan Creative Millenials Telkomsel. Kedua program yang juga bagian dari aktivitas CSR Telkomsel tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan semangat siap kerja dan kewirausahaan di kalangan anak muda selaku salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. IndonesiaNEXT berfokus pada program sertifikasi sejumlah bidang kerja tertentu bagi segmen anak muda khususnya pelajar dan mahasiswa, sedangkan Creative Millenials merupakan program pelatihan bisnis secara digital bagi generasi muda yang antusias dalam memulai aktivitas kewirausahaannya.

Selain itu, dalam mempersiapkan talenta yang siap mendukung proses transformasi perusahaan, Telkomsel juga secara konsisten melakukan transformasi organisasi perusahaan yang berfokus pada penguatan budaya digital dan peningkatkan kapabilitas seluruh SDM Telkomsel sebagai aset terbesar perusahaan untuk lebih siap dalam bersaing di era digital saat ini dan di masa yang akan datang.

Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir menyampaikan, “Semangat dan karakteristik generasi muda di Indonesia menginspirasi Telkomsel untuk mengembangkan kapabilitas seluruh SDM di lingkungan kerja Telkomsel, terutama talenta-talenta muda yang menjadi aset masa depan Telkomsel untuk tetap menjadi yang terdepan di industri telekomunikasi dan layanan digital. Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan SDM sebagai salah satu fokus pembangunan bangsa ke depan agar dapat bersaing di kancah global.”

Irfan menambahkan, untuk mewujudkan komitmen tersebut, Telkomsel melakukan pembekalan mengenai future skills bagi seluruh SDM. Salah satunya melalui program bernama InnoxTion yang merupakan wadah bagi karyawan untuk mencetuskan ide-ide terbaik bagi kelangsungan bisnis Telkomsel.

Tak ubahnya generasi muda yang senang mempelajari hal baru dan terus meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan seiring perkembangan zaman, berbagai inisiatif internal tersebut merupakan upaya Telkomsel dalam mentransformasi talenta-talentanya untuk senantiasa meningkatkan kapabilitas dengan menguasai kemampuan yang diperlukan di era digital.

“Momentum Sumpah Pemuda selalu menjadi momen pelecut semangat kami dalam berkarya menghadirkan layanan yang terbarukan. Generasi muda Indonesia telah dan akan selalu menjadi inspirasi kami terus bergerak maju mengakselerasikan negeri dengan mewujudkan pemerataan ekosistem gaya hidup berbasis digital di Tanah Air. Telkomsel berkomitmen untuk selalu menjadi enabler bagi generasi muda guna mendorong mereka senantiasa berkontribusi menjadi roda penggerak bangsa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital ini”, tutup Emma. (Icha)

 

 

XL ‘Pede’ Bisa Garap Pasar Paskabayar Lebih Optimal

0

Telko.id – pasar paska bayar di Indonesia memang terus menurun setiap tahunnya. Tahun ini saja sudah mencapai 8%, menurun dibandingkan beberapa tahun lalu yang sempat mencapai 10%. Tapi dalam kondisi tersebut, XL Axiata malah lebih pede untuk menggarap pasar paskabayar ini. Yang oleh operator lain, hampir tidak disentuh.

“Sampai saat ini baru 8% saja, konsumen Indonesia yang menggunakan layan pasakabayar, artinya pasar ini masih sangat besar,” ungkap Octavia Kurniawan, Chief Premium Segment XL Axiata.

Lalu, untuk menggarap pasar yang sangat besar itu, Octavia pun sangat yakin bahwa dua produk yang diluncurkannya ini akan diminati oleh pasar. Kedua produk itu adalah “MyPRIO Talk+” dan“PRIO DEAL”.

Sebenarnya agak lucu juga ketika XL meluncurkan “MyPRIO Talk+” ini. Pasalnya, di jaman data ini, XL masih mengeluarkan paket bicara atau Talk. Ternyata, berdasarkan survei yang dilakukan XL, masih banyak konsumennya, terutama yang menjadi targetkan oleh XL ini yang masih sering menelpon.

“Di antara pelanggan XL PRIORITAS, ternyata banyak juga yang menggunakan layanan telepon tetapi tetap menggunakan data. Dari sekitar 630 ribu pelanggan yang kami miliki, setidaknya 80% dari mereka intens menggunakan layanan telepon untuk aktivitas keseharian mereka,” ungkap Octavia.

Octavia Kurniawan menambahkan, meskipun saat ini layanan data semakin dominan, bahkan juga sudah umum aplikasi berbasis data yang menyediakan layanan suara, namun pada kenyataannya terdapat segmen pelanggan XL PRIORITAS yang lebih nyaman menggunakan layanan telepon. Mereka antara lain pengusaha muda atau pekerja kantoran dengan rentang usia 20-30 tahun.

Itu sebab nya, XL Axiata menawarkan produk inovatif bagi pengguna layanan telepon ini. Paket inovatif ini sekaligus sebagai upaya XL Axiata untuk menarik pelanggan baru yang membutuhkan layanan telepon dengan kualitas prima.

Dalam paket myPRIO Talk+ terbaru ini ada 4 pilihan berserta manfaat yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pelanggan. Di masing-masing paket terdapat kuota yang bisa digunakan oleh pelanggan untuk menelepon ke operator lain dan sesama XL, mengakses data di semua jaringan XL Axiata, dan worry free SMS ke semua operator.

  • myPRIO Silver Talk+, 150 menit bicara ke operator lain, seharga Rp 100ribu,
  • myPRIO Gold Talk+, 250 menit bicara ke operator lain, Rp 150ribu,
  • myPRIO Platinum Talk+, 450 menit bicara ke operator lain, Rp 250ribu,
  • myPRIO Diamond Talk+, 700 menit bicara ke operator lain, Rp 450ribu.

Sementara itu, layanan myPRIO DEAL dan myPRIO DEAL Plus sebagai layanan bundling pasca bayar menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelanggan PRIORITAS maupun calon pelanggan baru yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta lifestyle.

Bagi pelanggan yang memilih layanan myPRIO DEAL, maka pelanggan akan mendapatkan cashback besar yang dapat ditukarkan dengan smartphone merk apapun yang ada di toko serta mendapatkan paket bunding lengkap dengan quota unlimited nelpon dan SMS ke sesama XL, serta unlimited chatting dan streaming untuk penggunaan aplikasi musik, video, seperti Netflix, Hooq, Viu, Iflix dan Joox serta aplikasi parental apps seperti Kaspersky, Bosco dan Magical English.

Sedangkan bagi Pelanggan yang selalu ingin upgrade smartphone setiap tahun maka layanan myPRIO DEAL Plus adalah yang paling tepat. Dengan layanan ini memungkinkan pelanggan untuk upgrade smartphone impian setiap tahun. (Icha)

Bingung Bantu Anak Buat PR? Tenang Ada Fitur Tanya Dalam Kelas Pintar

0

Telko.id – Anda bingung membantu anak untuk mengerjakan PR? Tenang, sekarang ada fitur Tanya dalam solusi Kelas Pintar. Kelas pintar ini merupakan sebuah solusi belajar online kembangan dari PT. Extramarks Education Indonesia. Fitur tanya dalam Kelas Pintar tersebut dapat membantu para siswa dalam menjawab soal-soal yang sulit. Siswa yang bertanya adalah siswa dari kelas 1 sampai kelas 12.

Layanan ini didedikasikan untuk menjadi tempat bertanya bagi para siswa, untuk memberikan solusi atas pertanyaan yang muncul saat mereka melanjutkan proses belajar di luar jam sekolah.

“Selepas sekolah dan melanjutkan proses belajarnya di rumah, siswa terkadang mengalami kesulitan untuk mencari tempat bertanya karena orang tua terkadang sibuk, guru les tidak ada setiap saat dan semakin bingung ketika mencoba mencari jawaban di internet. Inilah mengapa kami meluncurkan Tanyadari Kelas Pintar, sebagai tempat bertanya yang bisa diandalkan para siswa,” jelas Fernando Uffie, Country Manager PT. Extramarks Education Indonesia.

Untuk itu, Tanya dari Kelas Pintar difasilitasi oleh para Guru Ahli di masing-masing bidang pendidikan yang dialokasikan secara khusus untuk menjawab pertanyaan siswa dan memastikan setiap jawaban sudah tepat serta sesuai dengan standar pendidikan yang berlaku.

“Tenaga pengajar atau Guru Ahli di Kelas Pintar merupakan bagian dari tim akademik Kelas Pintar, yang selalu siap untuk menjawab pertanyaan siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 12. Dimana masing-masing tingkat dan bidang pendidikan, dikelola oleh guru-guru yang berbeda, sesuai dengan kompetensinya masing-masing, ” terang Uffie.

Itu semua dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, secara benar, cepat dan dijawab oleh guru yang tepat.

Tanya dari Kelas Pintarakan mulai tersedia di aplikasi Kelas Pintar pada 1 November 2019 yang bisa di downloaddi Google Play dan akan segara hadir di Apple Store. Fitur ini bisa dimanfaatkan secara gratis atau tanpa pungutan biaya.

Untuk mulai mengirimkan pertanyaan, siswa hanya perlu membuka aplikasi Kelas Pintar lalu memilih menu Tanya. Setelah itu akan tampil pilihan subjek sesuai dengan kelas atau tingkat pendidikan. Selanjutnya siswa bisa mengirimkan pertanyaan berupa gambar atau foto dan akan menerima jawaban dalam kurun waktu maksimal 15 menit.

Untuk tahap awal, Tanya dari Kelas Pintar akan melayani pertanyaan yang dikirimkan pada rentang waktu jam 18.00 sampai 21.00 jam, di hari Senin sampai Jumat.

 

 

Menkominfo Baru Tegaskan Infrastruktur TIK Harus Mendukung Komunikasi Publik

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019 – 2024, Johnny Gerard Plate, mengatakan bahwa infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dibangun Kementerian Kominfo selama lima tahun terakhir akan terus ditingkatkan untuk mendukung fungsi komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik.

“Agar rakyat tahu capaian-capaian negara. Jangan sampai ngga tahu dan ngga bisa memanfaatkannya. Kita punya infrastruktur informatika, platform, baik fixed broadband maupun mobile broadband. Rakyat perlu tahu ada di mana itu, sehingga bisa digunakan. Jangan sampai infrastruktur besar yang sudah kita bangun tadi, tidak bisa secara optimal digunakan oleh bangsa Indonesia,” jelas Menteri Johnny dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut Menteri Johnny menegaskan, komunikasi kebijakan merupakan salah satu fungsi utama dari Kementerian Kominfo yang harus berjalan seimbang. “Sangat dibutuhkan agar rakyat tahu arah kebijakan pemerintah, jadi bisa ambil bagian langsung, bukan sebagai penonton. Jangan sampai rakyat jalan sendiri ke kiri, pemerintah ke kanan. Kita ingin pemerintah dan rakyat ketemu di satu simpul,” lanjut Menteri Johnny.

Dalam hal komunikasi tersebut, Menteri Johnny menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dalam mengkomunikasikan kebijakan negara. “Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan itu memberi efek berkelanjutan, rakyat tindak lanjuti dan ambil bagian di dalamnya. Saya akan minta kita bekerja sama dengan Setneg (Kementerian Sekretariat Negara), KSP (Kantor Staf Presiden), Jubir Presiden, untuk peran-peran aktif dalam komunikasi kebijakan negara,” jelasnya.

Disambut jajaran pejabat Kemkominfo, mitra stakeholder, serta rekan-rekan media, Menteri Johnny turut menyampaikan apresiasinya atas kinerja Kementerian Kominfo di bawah kepemimpinan Rudiantara, sekaligus menegaskan bahwa ia akan melanjutkan kerja yang telah dibangun selama 5 tahun terakhir.

“Terima kasih Kominfo yang telah bekerja luar biasa dalam 5 tahun terakhir. Periode di kabinet ini bukan awal, tapi lanjutan, masa jabatan incumbent, petahana. Jadi saya ngga perlu ditanya program 100 hari, 1000 hari. Yang akan saya lakukan adalah kontinuitas program yang sudah dibangun dalam rangka hal-hal yang harus ditindaklanjuti, tentu yang diminta adalah akselerasinya. Penyesuaian-penyesuaian yang perlu kita koreksi, untuk kepentingan masa kini dan masa depan,” ujar Menteri Johnny.

Di samping itu, Menteri Johnny menjelaskan payung hukum terkait perlindungan data pribadi pun harus segera diselesaikan. “Baik data pribadi maupun gabungan bank data nasional, dengan best practice yang ada atau yang berlaku di negara-negara lain. Di bidang informatika, di bidang digital, borderless itu sudah tidak terhindarkan lagi. Karenanya kita harus menghubungkan diri, menghubungkan bangsa dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 Rudiantara berpesan agar Kominfo ke depannya terus melakukan pembangunan infrastruktur di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Saya titip membangun infrastruktur TIK. Palapa Ring selesai tapi belum jadi solusi, harus dibangun aksesnya. Satelit satu akan selesai di tahun 2022, tapi harus ada satelit kedua, ketiga. Kita harus terus membangun infrastruktur-infrastruktur TIK berikutnya,” kata Rudiantara.

Rudiantara juga berpesan bahwa peran pemerintah saat ini sudah berubah bukan hanya sebagai regulator, tapi fasilitator bahkan akselerator. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa ada fungsi humas pemerintah yang melekat pada Kominfo. “Di sisi lain ada fungsi GPR (Government Public Relations). Bagaimana berkomunikasi kepada publik atas nama pemerintah. Kita punya Jubir Presiden, tapi kita ngga punya Jubir Pemerintah,” katanya.

Dalam prosesi Sertijab ini, Rudiantara menyerahkan buku DAMO (discovery, adventure, momentum, output) Memori Jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika kepada Menteri Johnny. “Biasanya kalau serah terima jabatan itu ada tanda tangan, saya rasa ngga usah lah. Kominfo itu harusnya jadi kementerian yang milenial, jangan kolonial. Saya ngga menjamin, tapi insyaAllah kalau baca buku ini 2-3 jam itu serasa sudah jadi Menteri. Isinya angka-angka, capaian, karena Bapak Presiden selalu menegaskan apa objektifnya, apa outputnya. Kita harus terapkan itu, kalau mau berpikir bukan hanya out of the box tapi no box,” jelas Rudiantara.

Usai prosesi Sertijab, Menteri Johnny menggelar rapat perdana dengan jajaran Eselon I Kementerian Kominfo. Rapat tersebut merupakan momen kali pertama Menteri Johnny berkenalan sekaligus berkoordinasi dengan para pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Kominfo. (Icha)

 

 

Selain 64MP Quad Camera Xpert Apalagi Keunggulan realme XT?

Telko.id – Kehadiran realme memang selalu ingin mengganggu pasar. Kali ini, yang dihadirkan adalah realme XT. Produk ini merupakan bagian dari seri X premium realme yang dikenal sebagai ‘leap of imaging’ untuk menghadirkan pengalaman quad camera terbaik bagi konsumen yang cerdas dan dijadikan produk untuk mengganggu pasar di Indonesia.

Bagaimana tidak mengganggu pasar, realme XT dengan 64MP Quad Camera Xpert hanya dijual mulai dari Rp.3 juta sampai Rp.4 jutaan saja.

“Filosofi ‘Dare to Leap’ kami telah menjadi pionir dengan membawa pengalaman flagship ke dalam segmen menengah dan realme XT merupakan bukti filosofi kami, dengan pengalaman kamera utamanya. Lini produk terbaru kami, realme 5, realme 5 Pro dan realme XT adalah satu-satunya lini smartphone quad camera terlengkap mulai dari segmen Rp 2 Juta hingga Rp 4 Juta. Dan saya yakin 64MP Quad Camera di realme XT akan memimpin pasar, mendapatkan dukungan dari realme Fans,” ujar Josef Wang, Marketing Director realme SEA saat peluncuran 64MP Quad Camera di realme XT di jakarta (23/10).

Keunggulan kamera nya tersebut karena pengaturan quad camera dapat mengambil foto berukuran 9216×6912 dengan resolusi sangat tinggi dan sangat tajam melalui mode Ultra 64MP. Quad camera realme XT juga dilengkapi lensa ultra-wide angle, lensa ultra-macro dan lensa potret, serta kamera depan 16MP AI.

Sedangkan untuk kamera ultra-wide angle sanggup mengambil foto dengan bidang pandang 119° yang 50% lebih luas, bersama dengan mesin DLDC realme yang secara cerdas mengoreksi distorsi pada tepi foto. Lensa ultra-macro memungkinkan pengguna untuk menemukan keindahan dunia mikro dengan jarak pemotretan 4cm untuk memberikan detail yang kaya.

Lalu seperti apa detail keunggulan produk ini? Penasaran kan? Berikut keunggulannya 64MP Quad Camera Xpert realme XT.

realme XT: Pengalaman Fotografi Terbaik

Sensor 64MP adalah sensor kamera resolusi tertinggi yang pernah ada di smartphone. Sensor 1/1,72″ GW1 64MP ultra-besar hingga 34% lebih besar dari sensor 48MP dan memiliki fitur 4-in-1 intelligent pixel binning, aperture besar f/1,8, dan lensa 6P dengan kemampuan light-gathering yang superior – mengadirkan pengalaman fotografi setingkat flagship di realme XT.

Teknologi ISOCELL Plus, sensor Samsung GW1 64MP dan teknologi HDR 3D akan memungkinkan pengguna mengambil foto lebih jelas dan detil dalam kondisi apa pun. Pengaturan quad camera menghasilkan foto beresolusi lebih tajam, lebih berwarna, dan sangat detail dalam mode Ultra 64MP.

Mode Chroma Boost memastikan efek fotografi yang lebih baik dan lebih banyak pilihan untuk warna dan gaya. Mesin AI memungkinkan realme XT untuk mengenali data pemandangan dan gambar layaknya manusia yang unik untuk mengembalikan detail nyata, kecerahan, finishing, dan warna di mata penggunanya. Algoritma pemetaan warna level-pixel kemudian digunakan untuk membentuk gambar yang lebih jelas dan berkualitas tinggi.

realme XT membawa mode Nightscape yang ditingkatkan, sebuah algoritma pemandangan malam yang lebih mengoptimalkan gambar yang diambil dalam mode malam sambil memberikan warna kulit yang lebih cerah dan lebih alami. Fitur ini secara efektif mengontrol eksposur pada bagian yang disorot dan menawarkan gambar terperinci bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sangat lemah.

realme XT: Layar Full Screen Super AMOLED dengan Dewdrop Yang Cerah dan Berkualitas Tinggi

realme XT menggabungkan elemen 3D hot bending Gorilla Glass 5, menjadikan layar FHD 6,4 inci memiliki desain visual yang fantastis dan menarik. realme XT dilengkapi dengan layar Super AMOLED yang tajam dan jelas sehingga menawarkan lebih banyak kejernihan tampilan kepada pengguna dalam hal menonton video dan melihat gambar.

Teknologi dispensing presisi tinggi dan pengemasan COF memungkinkan ponsel untuk mencapai rasio screen-to-body hingga 91,9%. Mode malam bawaannya juga memberikan pengalaman bermain game dan membaca yang baik dalam kondisi cahaya redup.

realme XT: Sensor In-Display Fingerprint Tercepat

realme XT hadir dengan sensor sidik jari optik Goodix 3.0 terbaru dengan sistem identifikasi multi-monitor yang dapat mengidentifikasi warna untuk pengalaman membuka kunci yang lebih aman.

Solusi terbaru menggandakan area sensitivitas, meningkatkan intensitas sinyal hingga 40%, dan hanya membutuhkan rata-rata 334ms untuk membuka kunci ponsel. Ini adalah salah satu pengalaman membuka kunci melalui in-display fingerprint tercepat di pasar saat ini.

realme XT: Kecepatan dan Performa Yang Mengagumkan

Berbicara sektor performa, realme XT menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 712 fabrikasi 10nm dengan arsitektur delapan inti Kryo, kecepatan clocking hingga 2.3GHz yang meningkatkan kinerja hingga 10% dan peningkatan kinerja grafis hingga 35% jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Selain itu, mesin AI 3.0 mampu meningkatkan efisiensi dalam pengenalan suara, pemrosesan gambar, dan optimisasi. Ditambah dengan Qualcomm® Adreno™ 616 GPU, realme XT menjamin visual nyata dan rendering gambar 3D yang lebih efisien dan canggih. Modem Snapdragon X15 yang dipakai juga membantu mengunduh file lebih cepat dan memberikan peningkatan signifikan pada kapasitas jangkauan Wi-Fi-nya.

Hyperboost 2.0 dan Game Boost 2.0 yang dipadukan dengan Frame Boost dan Touch Boost akan menurunkan latensi game hingga 73,7%. Fitur-fitur tersebut juga memprediksi status real-time dari smartphone dan secara efisien mengalokasikan sumber daya yang relevan, sehingga menghindari kemungkinan adanya jeda.

Tentunya hal tersebut akan mengurangi lag secara signifikan dan memberikan pengalaman gaming yang lebih baik kepada pengguna. Selain itu, UFS 2.1 Flash Storage memungkinkan pengguna memuat dan memainkan game dengan lancar dan menyimpan semua data game ke dalam Game Space untuk menikmati pengalaman gaming yang lebih mendalam.

Lebih jauh, mode Do-Not-Disturb dan pop-up semi-transparan dapat membantu menghindari gangguan notifikasi yang masuk.

realme XT: Memanfaatkan teknologi AI freezer

Teknologi AI freezer yang digunakan dalam realme XT mampu membekukan aplikasi secara otomatis untuk penghematan daya dan memaksimalkan masa pakai baterai. VOOC Flash Charge 3.0 sebesar 20W bawaan hanya perlu 80 menit untuk mengisi daya realme XT hingga penuh.

Selain itu, teknologi ini mendinginkan ponsel dengan secara signifikan sehingga dapat mengurangi panas yang dihasilkan selama penggunaan intensitas tinggi. Fitur hemat daya layar dan pendinginan AI semakin mengurangi konsumsi daya dan memperpanjang usia baterai.

realme XT: ColorOS 6.0 pada Android 9.0 Pie dengan fitur khusus

ColorOS 6.0 terbaru yang digunakan dalam realme XT adalah hasil kerja sama yang mendalam dengan penggemar dan komunitas. ColorOS 6.0 sendiri berbasis Android 9.0 Pie dengan UI baru yang menyegarkan dan memberikan estetika tanpa batas.

Clone Apps dapat mendukung lebih banyak aplikasi daripada sebelumnya; dan pengguna dapat lebih lanjut menyesuaikan pengalaman visual mereka dengan mengubah font sistem. realme juga menambahkan Google Digital Wellbeing bagi pengguna untuk melacak waktu yang mereka habiskan untuk aplikasi dan menemukan keseimbangan yang paling sesuai untuk mereka.

Harga dan ketersediaan

realme XT memiliki dua varian – varian 4+128GB seharga Rp 3.799.000 dari Rp 3.999.000 pada flash sale dan varian 8+128GB seharga Rp 4.499.000 dan anak muda di Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk segera memiliki realme XT 64MP Quad Camera Xpert.

realme XT 4+128GB akan tersedia mulai HARI INI pukul 18.00 WIB melalui program flash sale perdana di Shopee & website resmi realme Indonesia dengan tambahan bonus cashback Rp 200.000 + Kartu Perdana Smartfren + Headphone Sennheiser.

Flash sale kedua akan diselenggarakan pada 25 Oktober mulai dari 13:00 WIB dan penjualan ketiga akan diselenggarakan pada 31 Oktober mulai dari 13:00 WIB. Anak muda di Indonesia juga dapat melakukan pre-order offline realme XT 8+128GB mulai dari tanggal 24 Oktober hingga 1 November 2019 dan dapat mengambil unitnya pada 2 November. realme XT tersedia dalam dua warna – Pearl White & Pearl Blue.(Icha)

Pada Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Percepat Bangun Infrastruktur Broadband

0

Telko.id – Memasuki kuartal 4 tahun 2019, Telkomsel akan fokus melakukan percepatan bangun infrastruktur broadband di seluruh Indonesia. Targetnya sendiri di tahun 2019 ini sudah terlampaui.

Dimana pada awal tahun 2019, operator ini berkomitmen untukmembangun sekitar 20.000 unit base transceiver station (BTS) 4G di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebagai perwujudan komitmen dalam menciptakan akses jaringan yang merata di Tanah Air.

Namun, pada kenyataannya, sebelum tahun berlalu, pada akhir September 2019 lalu saja, operator ini telah berhasil menyelesaikan pembangunan sekitar 22.000 unit BTS 4G. Catatan ini menjadikan Telkomsel mampu mempercepat serta melampaui target jumlah BTS atau telah mencapai 109% yang dibangun untuk tahun 2019.

“Kami bersyukur atas pencapaian tersebut yang semakin memantik semangat kami untuk terus mempercepat pemerataan jaringan berkualitas dan berteknologi terdepan di seluruh Indonesia,” ungkap Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel senang.

Pembangunan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan layanan dan solusi digital berbasis jaringan terdepan dan terluas dari Telkomsel sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh pelanggan dan masyarakat.

Denny menambahkan, dari jumlah BTS yang berhasil dibangun Telkomsel sepanjang 2019, seluruhnya telah mendukung teknologi jaringan 4G. Lebih lanjut, Telkomsel juga menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan 4G LTE yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler, mengembangkan infrastruktur untuk teknologi NB-IoT, trial VoLTE untuk mengoptimalkan kualitas voice pada jaringan 4G, serta di seluruh infrastruktur BTS 4G LTE telah mengaktifkan teknologi Carrier Agregation yang semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakes internet di jaringan 4G Telkomsel.

Selain itu untuk mempercepat penambahan coverage jaringan 4G di Indonesia, Telkomsel mengimplementasikan teknologi LTE ini di seluruh BTS di frekuensi 900Mhz. Sehingga dengan implementasi tersebut, Telkomsel kini memperluas jangkauan layanan 4G mencapai 95% populasi yang telah menjangkau hampir di seluruh kota/kabupaten yang ada di Indonesia.

Pendorong utama keseriusan Telkomsel melakukan upgrade jaringan dari sisi kapasitas maupun kecepatan yaitu semakin tingginya adopsi serta minat masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gaya hidup digital masyarakat, seperti akses layanan sosial media, video streaming serta mobile gaming.

Telkomsel juga mempermudah dan menyediakan berbagai metode yang dapat dipilih oleh pelanggan untuk dapat menikmati konektivitas 4G ini. Bagi pelanggan yang belum menikmati jaringan 4G, pelanggan dapat melakukan ganti kartu 4G Telkomsel dengan cara yang sangat mudah.

Pelanggan dapat menukarkan kartu 4G di GraPARI terdekat.Permintaan ganti kartu 4G pun dapat dilakukan melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center 188, Facebook dan Twitter yang selanjutnya kartu 4G tersebut akan dikirimkan ke alamat pelanggan. Informasi lengkap dapat mengunjungi www.telkomsel.com/4g.

Lalu, sejumlah penawaran menarik juga Telkomsel tawarkan bagi pelanggan untuk menikmati layanan 4G terdepan, antara lain bagi pelanggan yang menukarkan kartu ke 4G mendapatkan bonus kuota internet 4G hingga 30Gb, selain itu Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel yang dapat digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi favorit dan sosial media sesuai minat pelanggan.

Upgrade jaringan 4G LTE Telkomsel ini semakin memberikan pelanggan pengalaman mobile digital lifestyle yang sesungguhnya, dimana pelanggan akan dapat merasakan layanan data yang lebih cepat dan stabil. Untuk itu, bagi pelanggan yang belum menukarkan kartu ke 4G agar segera memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan bonus kuota internet 4G hingga 30Gb ini.

Ke depannya, Telkomsel akan senantiasa mengakselerasikan negeri dengan menghadirkan akses terhadap teknologi jaringan terdepan yang disertai dengan produk dan layanan digital yang inovatif yang dapat dinikmati seperti aplikasi layanan video MAXstrean, Langit Musik dan Dunia Games,” tutup Denny. (Icha)

 

 

LinkAja ‘Blusukan’ Ke Pasar Mayestik Implementasikan QRIS 

0

Telko.id – Saat ini, pemerintah dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, sedang dalam tahap sosialisasi dan adaptasi QRIS atau QR Code Indonesia di Indonesia. LinkAja sebagai uang elektronik nasional yang bergabung dalam working group perumusan QRIS dan salah satu anggota Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), LinkAja terus berupaya secara progresif mengganti semua standar QR Code pada seluruh merchant menjadi QRIS.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh LinkAja adalah menerapkan QRIS pada ekosistem pembayaran Pasar Mayestik yang berlokasi di Jakarta Selatan. Terdapat ratusan merchant yang telah menggunakan QRIS hingga saat ini. Kemudahan transaksi elektronik ini memungkinkan para penjual yang menyediakan layanan pembayaran dengan QR Code untuk memiliki satu QR Code saja, yang bisa digunakan untuk lebih dari satu operator pembayaran.

“Digitalisasi Pasar merupakan upaya kami dalam memperkenalkan inovasi pembayaran nontunai pada seluruh ekosistem merchant. Kehadiran QRIS di Pasar Mayestik tentunya memberikan keuntungan kompetitif kepada para pedagang karena dapat memberikan kemudahan transaksi yang dirasakan langsung oleh pihak penjual dan pembeli,” ungkap Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja.

Danu juga mengaku bahwa sampai saat ini sudah mengimplementasikan QRIS di sekitar 100,000 merchant nya di seluruh Indonesia. Harapannya, pada akhir tahun ini seluruh merchant LinkAja di seluruh Indonesia telah mengadopsi metode ini.

Percepatan implementasi ini dilakukan oleh LinkAja mengingat masih banyaknya tantangan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai dewasa ini. Dahulu, setiap operator pembayaran harus menyediakan QR Code nya masing – masing agar konsumen dapat memindai sesuai dengan operator yang dimiliki.

Kini dengan hadirnya QRIS  memberi kemudahan berarti bagi para penjual maupun pembeli ketika bertransaksi secara digital, untuk itu, LinkAja berkomitmen dalam melakukan akselerasi penerapan QRIS pada mitra pedagang yang bekerja sama, dalam rangka meningkatkan realisasi program pemerintah dalam digitalisasi keuangan.

Sesuai dengan arahan Bank Indonesia dan Kesepakatan ASPI, pada tahap awal implementasi QRIS difokuskan pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.

Sebagai informasi, LinkAja juga saat ini berpartisipasi aktif dalam working group yang mengujicobakan model Customer Presented Mode (MPM) bersama pemain uang elektronik lain dan ASPI di bawah pengawasan Bank Indonesia, untuk memastikan keamanan dan kelancaran implementasi model ini ke depannya.

QRIS ini resmi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Rencananya, akan diimplementasikan secara nasional dimulai pada tanggal 1 Januari 2020. (Icha)

 

 

 

 

 

Infinix Smart 4 Hadir Dengan Dual-LED flash dan kamera 8 MP

0

Telko.id – Infinix Smart 4 kali pertama diperkenalkan pada 2019, October. Perangkat bermesin MT6761 Helio A22 ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 Pie (Go edition) dan dibekali dengan RAM berkapasitas 1 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Infinix memang belum secara resmi merilis harga Infinix Smart 4. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Infinix Smart 3 Plus).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Infinix Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Quetzal Cyan, Cosmic Purple) dan memiliki body berdimensi 167 x 76 x 8.3 mm (6.57 x 2.99 x 0.33 in) dengan berat 183 g (6.46 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Infinix Smart 4

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Infinix Smart 4 :

  • 8 MP.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Infinix Smart 4

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset MT6761 Helio A22 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Quad-core 2.0 GHz Cortex-A53 dan prosesor grafis / GPU PowerVR GE8320. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 1 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 16GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.6″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Infinix Smart 4 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 21.1/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, GPS(Yes, with A-GPS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Infinix Smart 4 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 8(900), 38(2600), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 21.1/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
LAUNCH
Announced 2019, October
Status Available. Released 2019, October
BODY
Dimensions 167 x 76 x 8.3 mm (6.57 x 2.99 x 0.33 in)
Weight 183 g (6.46 oz)
Build Glass front, plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Midnight Black, Quetzal Cyan, Cosmic Purple
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.6 inches, 105.2 cm2 (~82.9% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~266 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 Pie (Go edition)
Chipset Mediatek MT6761 Helio A22 (12 nm)
CPU Quad-core 2.0 GHz Cortex-A53
GPU PowerVR GE8320
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 1 GB
Internal 16GB 1GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 8 MP
Features Dual-LED flash
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 5 MP
Features
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS
NFC
Radio FM radio
USB microUSB 2.0
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4000 mAh
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Revisi PP no.82 Sudah Ditandatangi Tapi Ada 7 Asosiasi Kecewa

0

Telko.id – Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik (PP PTSE) telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh sempat disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pengerapan Rabu (16/10/2019) seperti dilansir dari laman resmi Dirjen Aptika Kemenkominfo, Kamis (17/10/2019).

“Kemenkominfo sedang menyiapkan PP No. 71/2019 mengenai PSTE. PP tersebut merupakan perubahan dari PP No. 82/2012. Di PP PSTE yang baru, salah satunya dibahas mengenai keamanan siber. Saat ini PP tersebut sudah ditandatangani oleh Presiden,” ujar Semuel.

Namun, disisi lain, ada 7 asosiasi yang merasa kecewa dengan kehadiran PP No.71/2019 tersebut. Kelima asosiasi itu menyebutkan bahwa PP yang baru tersebut kontradiktif dengan dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam berbagai pidato kenegaraan/kepresidenan.

Kelima asosiasi tersebut adalah Indonesia Data Center Provider Organizaton (IDPRO), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), Indonesia ICT Institute, dan induk asosiasi sektor ICT Indonesia dan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Menurut mereka, kontradiksi isi Draft Revisi PP 82/2012 dengan Perintah Presiden untuk melindungi data masyarakat Indonesia terletak pada Pasal 21 ayat (1) yang berbunyi:

“Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dapat mengelola, memproses dan/atau menyimpan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia dan/atau di luar wilayah Indonesia.”

Dengan bunyi ayat di atas, maka yang akan terjadi adalah negara tidak akan dapat melindungi “data kita” (data masyarakat Indonesia) karena Pemerintah memberikan lampu hijau kepada Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dan aplikasi-aplikasi yang berasal dari negara lain untuk bisa menyimpan data di luar wilayah Indonesia, dan itu berarti isi Revisi PP 82/2012 sangat bertentangan dengan arahan Presiden.

Lebih lanjut, ke lima asosiasi ini juga menjabarkan tiga implikasi lain dengan memperbolehkan Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat untuk memproses dan menyimpan data di luar wilayah Indonesia.

Pertama, ada potensi 90% data di Indonesia akan lari ke luar wilayah Indonesia, ini akan berimplikasi besar dari aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM Indonesia di era ekonomi data, mengingat sampai saat ini Indonesia belum mempunyai aturan perlindungan data yang memadai. Ini adalah sebuah kemunduran besar bagi negara Indonesia, disaat negara maju menerapkan perlindungan data di negaranya secara ketat seperti Uni Eropa lewat aturan EU GDPR, kita malah melakukan relaksasi tanpa perlindungan sama sekali.

Kedua, Dengan memperbolehkan data Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat memproses dan menyimpan data diluar wilayah Indonesia, maka penyedia layanan pusat data (data center), cloud computing, OTT (Over The TOP) asing tidak lagi berkewajiban melakukan investasi di Indonesia karena mereka sudah bisa melayani masyarakat Indonesia diluar wilayah Indonesia, dan ini sangat merugikan secara ekonomi.

Ketiga, penegakan hukum akan mengalami kesulitan manakala proses penegakan hukum tersebut membutuhkan data yang tersimpan di luar wilayah Indonesia, karena masingmasing negara mempunyai aturan dan yuridiksinya masing-masing.

Menurut Hendra Suryakusuma, Ketua Umum IDPRO, “Isu PP-82 adalah masalah kedaulatan data, penegakan hukum, dan sekaligus jalan masuk persamaan perlakuan dalam pajak. Isu ini mestinya pemerintah-lah yang lebih concern menjaganya. Ini kebalik, asosiasi dan komunitas yang malah concern dan berulangkali mengingatkan Pemerintah. IDPRO mendesak Pemerintah menunda pengesahan draft tersebut karena mayoritas komunitas TIK di Indonesia belum sepakat dengan draft isi tersebut, Isi revisi masih banyak yang perlu diperbaiki karena sebenarnya revisi PP 82/2012 bisa menjadi jalan masuk untuk memperbaiki ekosistem ekonomi digital di Indonesia”.

Sedangkan Andi Budimansyah, Ketua Umum FTII menyebutkan bahwa “Revisi PP 82 justru menutup kesempatan bagi warga negaranya untuk mendapatkan perlindungan data. dan Kedaulatan negara sangat dipertaruhkan apabila revisi PP 82/2012 diundangkan tanpa kita memiliki regulasi perlindungan data yang memadai”.

Djarot Subiantoro, sebagai Ketua Umum ASPILUKI pun menyebutkan kalau dirinya bukan anti perubahan karena perubahan-lah yg membawa kemajuan. Namun, menurutnya substansi perubahan yang di awal sudah diketahui akan memberikan dampak negatif secara jangka panjang dan skala lebih besar-lah yang sebaiknya kita hindari. Semoga dapat dikaji dahulu dari perspektif dan kepentingan lebih besar sebelum diputuskan, yang kami tidak rasakan dalam proses revisi PP82 kali ini.

Heru Sutadi, Executive Director Indonesia ICT Institute juga memberikan alasa, mengapa revisi PP 82 ini kontradiktif. Menurutnya, PP 82 menjadi acuan beberapa sektor. Selama ini aturan tersebut memberikan banyak kontribusi positif, terutama investasi. Kalau direvisi harus diperhitungkan konsekuensinya karena revisi akan berdampak kepada infrastruktur ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan bisa beralih ke luar negeri. Australia, Singapura dan Uni Eropa bisa dijadikan contoh yang menerapkan kebijakan yang mengharuskan data center ditempatkan di dalam negeri.

“Di saat negara maju sangat ketat melindungi data negaranya untuk tetap di wilayahnya seperti yang dilakukan oleh Uni Eropa lewat EU GDPR, Indonesia malah membuat aturan yang bertolak belakang. Kami menyampaikan masukan yg bertujuan untuk dapat mempertahankan Kedaulatan Digital Bangsa dan memastikan bahwa Ekonomi Digital yang tumbuh dapat dinikmati bangsa kita sendiri, bukan untuk sebagian besar dimanfaatkan bangsa lain seperti yg terjadi sekarang ini. Rencana revisi PP 82/2012 ini, selain merugikan dari sisi ekonomi nasional, tentu juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi penegakan kedaulatan negara dan penegakan hukum. Mohon dengan sangat perhatikanlah masukan kami sebagai rakyat digital Indonesia”. (Jamalul Izza, Ketua Umum APJII).

“Jangan sampai infrastruktur Palapa Ring yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi malah menguntungkan pihak asing untuk mengambil data dari masyarakat Indonesia dengan lebih cepat dan mudah, kita harus melindungi data sebagai sebuah kekayaan negara. Kami berharap Presiden Jokowi dalam kabinet barunya bisa mempunyai pembantu yang bisa menterjemahkan keinginan Presiden dengan lebih baik, bukan malah membuat aturan yang bertolak belakang dengan kemauan Presiden,” ungkap Alex Budiyanto, Ketua Umum ACCI berdalih.

Demikian juga Kristiono, Ketua Umum MASTEL yang berharap, Revisi PP 82/2012 itu seharusnya bukan melemahkan posisi Indonesia namun harus mampu menguatkan dan meneguhkan kedaulatan negara dalam melindungi semua jenis data yang dimiliki bangsa dan rakyat Indonesia karena data adalah the new oil. Ketiadaan regulasi dan kebijakan yang dapat melindungi kekayaan nasional dimaksud berakibat terlepasnya kesempatan kita membangun kekuatan dan kedaulatan digital ekonomi Indonesia”.

Tapi, kekecewaan tersebut disampaikan usai Revisi PP 82 tahun 2012 tersebut dicabut dan diganti dengan PP 71 tahun 2019 yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 4 Oktober 2019 dan diundangkan pada tanggal 10 Oktober 2019 yang djuga ditandatangani oleh Plt Kemkumham Tjahyo Kumolo. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

Infinix Hot 8 Lite Hadir Dengan Memori Besar dan Baterai Tahan lama

0

Telko.id – Infinix Hot 8 Lite kali pertama diperkenalkan pada 2019, October. Perangkat bermesin MT6580 ini hadir dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo (Go edition) dan dibekali dengan RAM berkapasitas 2 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Infinix memang belum secara resmi merilis harga Infinix Hot 8 Lite. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Infinix Hot 8).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Infinix Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Quetzal Cyan, Cosmic Purple, Shark Grey, Midnight Black) dan memiliki body berdimensi 165 x 76.3 x 8.7 mm (6.50 x 3.00 x 0.34 in) dengan berat 175 g (6.17 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Infinix Hot 8 Lite

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Infinix Hot 8 Lite :

  • 8 MP, f/1.8, PDAF
    QVGA (Low light sensor).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur LED flash dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Infinix Hot 8 Lite

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset MT6580 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Quad-core 1.3 GHz dan prosesor grafis / GPU . Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 2 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.6″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan ,450 nits typ. brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Infinix Hot 8 Lite sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps.

Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Infinix Hot 8 Lite :

NETWORK
Technology GSM / HSPA
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
LAUNCH
Announced 2019, October
Status Available. Released 2019, October
BODY
Dimensions 165 x 76.3 x 8.7 mm (6.50 x 3.00 x 0.34 in)
Weight 175 g (6.17 oz)
Build Glass front, plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Quetzal Cyan, Cosmic Purple, Shark Grey, Midnight Black
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.6 inches, 105.2 cm2 (~83.5% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~266 ppi density)
Protection
450 nits typ. brightness (advertised)
PLATFORM
OS Android 8.1 Oreo (Go edition)
Chipset Mediatek MT6580
CPU Quad-core 1.3 GHz
GPU
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 2 GB
Internal 32GB 2GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 8 MP, f/1.8, PDAF
QVGA (Low light sensor)
Features Quad-LED flash, panorama, HDR
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 8 MP
Features LED flash
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND Dirac sound
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS
NFC
Radio FM radio
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 5000 mAh
Non-removable Li-Po 5000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life