spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 989

MAXstream Tambah Serial Horor Baru Berjudul “Journal of Terror: Afterlife”

0

Telko.id – Masyarakat Indonesia memang senang dengan film ataupun serial bergenre horor.  Terbukti, setiap ada film atau serial genre horor banyak peminatnya. Itu juga yang mendasari MAXstream menambah serial orisinalnya dengan judul “Journal of Terror: Afterlife”.

Serial ini merupakan serial original bergenre horor terbaru hasil kolaborasi MAXstream dengan penulis Sweta Kartika serta sineas terkemuka Indonesiamulai tayang pada 31 Oktober 2019, eksklusif di aplikasi MAXstream.

Uniknya, Rachel Goh (Director of Marketing Telkomsel) dan Crispin P. Tristram (Head of Digital Lifestyle Telkomsel) ikut terlibat dalam proses produksi, sebagai Executive Producer dan Producer.

“Sebagai layanan video streaming, MAXstream secara konsisten membuka kesempatan untuk berkolaborasidengan para pegiat industri kreatif di Indonesia, mulai dari sineas hingga penulis. Journal of Terror: Afterlife merupakan bukti nyata hasil kolaborasi MAXstream dengan penulis Sweta Kartika dan sineas terkemuka Indonesia yang juga perwujudan dari komitmen kami untuk terus menghadirkan konten yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia sekaligus mendukungpengembangan kreatifitas karya anak bangsa,” ungkap Crispin P. Tristram, Head of Digital Lifestyle Telkomsel yang juga menjadi produser pada serial ini.

Serial Journal of Terror: Afterlife juga merupakan hasil kerja sama antara Telkomsel melalui MAXstream dengan Trinity Optima Production dan Kratoon Pictures. Disutradarai oleh Ceppy Gober, serial tersebut tetap mempertahankan jalan cerita horor yang ditulis oleh Sweta Kartika sesuai dengan komiknya.

Selain itu, CEO Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho, dan aktor kawakan Dennis Adhiswara juga terlibat dalam proses pembuatan serial Journal of Terror: Afterlife sebagai Executive Producer.

Journal of Terror: Afterlife sendiri menceritakan kehidupan tokoh utama, Prana yang berusia 25 tahun yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata di sekitarnya. Prana pun perlahan menyadari bahwa kemampuan tersebut berkaitan dengan meninggalnya saudara kembarnya pada saat ia lahir ke dunia. Aktor sekaligus penyanyi Dikta Wicaksono berperan sebagai Prana dan akan beradu akting dengan aktris Lania Fira.

Ini bukan kali pertama MAXstream Original menghadirkan konten bergenre horor. Sebelumnya, MAXstream Original juga telah menyajikan serial dengan genre horor berjudul Nawangsih karya Melly Goeslaw.

Dalam perkembangannya, MAXstream juga telah memproduksi konten orisinal dari berbagai genre, mulai dari Negeri 5 Menara dan  Cerita Dokter Cinta yang bergenre komedi romantis, Brata dengan cerita penuh aksi di dalamnya, Critical Eleven yang mengangkat kisah drama, dan Pulang Pulang Ganteng yang bergenre komedi. Konsistensi MAXstream Original dalam meluncurkan konten pun sejalan dengan tumbuhnya minat pengguna terhadap tontonan berkonsep serial.

“MAXstream secara konsisten akan membuat series terbaru yang siap diluncurkan setiap bulannya. Beragam konten yang terdapat di dalam MAXstream merupakan upaya kami dalam memenuhi berbagai kebutuhan sesuai minat pelanggan, sesuai dengan semangat transformasi Telkomsel sebagai digital telco company yang fokus menyajikan layanan yang customer-centric. Kami berharap, Journal of Terror: Afterlife dapat menjadi serial yang tidak hanya menghibur, namun juga menginspirasi masyarakat dengan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya,” tutup Crispin.

Hingga kini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 20 juta kali baik melalui Google Play Store maupun App Store. MAXstream memiliki 60 saluran televisi, baik lokal maupun internasional, 13 video partner, dan lebih dari 10.000 koleksi video.

Pada bulan ini, MAXstream juga telah meluncurkan Paket Entertainment MAXstream seharga Rp 69.000 yang dapat diaktifkan oleh pengguna untuk mengakses HBO GO, VIDIO, dan VIU dengan kuota 7 GB melalui aplikasi mytelkomsel, aplikasi MAXstream, atau dengan menghubungi *363*465. (Icha)

 

 

Crewdible Dapat Suntikan Dana Rp21 Milyar dari GFC

0

Telko.id, Jakarta – Platform pergudangan mikro yang ditujukan bagi para pedagang eCommerce, Crewdible, baru-baru ini mendapatkan pendanaan pre-series A sebesar Rp 21 milyar dari Global Founders Capital. Kira-kira buat apa ya?

Diungkapkan Founder sekaligus CEO Crewdible, Dhana Galindra, dana investasi itu bukan saja akan digunakan untuk memperluas kehadiran Crewdible di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga mendongkrak kegiatan pemasaran dan yang paling penting adalah untuk mengembangkan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pasar yang sangat bervariasi dan jumlah traffic yang sangat banyak.

“Dengan dana yang sangat sedikit yang kami dapatkan saat pendanaan tahap awal, kami tetap dapat menyelesaikan dan melakukan banyak hal. Sekarang dengan dukungan VC sebesar Global Founders Capital atau GFC, kami sangat excited dan optimis bisnis ini dapat tumbuh lebih cepat lagi,” katanya dalam keterangan resmi.

Crewdible sendiri disebut Dhana telah berkembang 40 kali, terhitung sejak mendapatkan pendanaan tahap awal pada 2018 lalu, hingga sekarang. Hal ini jugalah yang membuat Global Founder Capital yakin untuk berinvestasi.

Sebagai aplikasi, misi Crewdible adalah membantu penjual kecil untuk menjadi perusahaan besar dengan menawarkan jasa yang dapat mengatasi masalah operasional (pencatatan penjualan, inventory, stock opname, packing dan kirim ke ekspedisi) tanpa ada biaya sewa harian gudang, biaya hanya akan dikenakan jika terjadi transaksi.

“Tujuannya adalah memberikan waktu lebih banyak kepada para pedagang agar mereka bisa fokus pada pengembangan bisnis, menambah produk dan melakukan pemasaran yang lebih baik,” tambah CTO dan co-founder Crewdible, Sony Gultom.

Untuk mewujudkan misinya, Crewdible memanfaatkan fasilitas-fasilitas kosong seperti rumah, ruko, kantor dan gudang untuk dijadikan gudang-gudang kecil yang menjadi tempat fulfillment untuk pesanan eCommerce. Konsep yang revolusioner ini terbukti membawa keuntungan. Bukan saja gudang-gudang Crewdible dapat ditempatkan dimanapun, harga juga  terjangkau karena Crewdible tidak perlu membayar biaya overhead seperti biaya sewa gudang, biaya setup, biaya pemeliharaan dan lain-lain.

Dengan berbagai keuntungan ini, Crewdible sangat cocok digunakan untuk para pekerja kantoran yang ingin tetap mempunyai bisnis sampingan, Ibu rumah tangga, atau siapapun yang ingin tetap berjualan tanpa menganggu kegiatan utamanya. Pedagang eCommerce yang berlokasi tidak strategis, tidak memiliki lapak berjualan dan yang ingin memperluas bisnisnya keseluruh kota di Indonesia juga dibuat untung dengan kehadiran aplikasi ini.

 

Telkomsel Gelar ‘Umrah Fair’ di 13 Kota Plus di Madinah

0

Telko.id – Telkomsel Umrah Fair hadir sebagai komitmen Telkomsel untuk hadir sebagai teman perjalanan ibadah bagi jamaah yang juga pelanggannya. Acara ini akan digelar di 13 kota hingga bulan Desember 2019, yang meliputi Jakarta, Medan, Pekanbaru, Palembang, Bekasi, Serang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Gresik, Makassar, dan Banjarmasin.

Pada pameran ini, Telkomsel menghadirkan berbagai fasilitas penunjang kelancaran ibadah umrah, seperti layanan medical check-uptalk show dengan Ustad Wijayanto, hingga manasik umrah.

Bukan hanya di Indonesia, Telkomsel Umrah Fair ini juga tersedia di kantor pelayanan GraPARI Arab Saudi. Telkomsel sendiri merupakan satu-satunya operator seluler yang memiliki kantor layanan bagi pelanggan di Arab Saudi, yang terdiri dari GraPARI Mekkah dan GraPARI Madinah.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah tahunan terbesar di dunia. Selain dari itu, sekitar 140.000 pelanggan Telkomsel berkunjung ke Arab Saudi tiap bulannya, yang mayoritas melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah. Maka dari itu, Telkomsel berupaya untuk menjadi teman perjalanan ibadah bagi jamaah di Tanah Suci,” ungkap Ririn Widaryani, Direktur Sales Telkomsel.

Untuk mengakselerasikan pengalaman beribadah pelanggan di Tanah Suci, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan penyedia jasa perbankan dan sejumlah biro perjalanan umrah terpercaya yang dinamakan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).  Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam acara Telkomsel Umrah Fair  pada 30 Oktober 2019 di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Ririn Widaryani kemudian menjelaskan bahwa kolaborasi ini  merupakan bentuk nyata dari komitmen Telkomsel sebagai digital telco company yang mengedepankan nilai customer-centricity dalam berbagai layanan dan produknya.

“Sebagai komitmen memberi nilai tambah dalam menghadirkan kenyamanan mengakses layanan komunikasi yang berkualitas melalui paket roaming di Arab Saudi serta pusat pelayanan GraPARI di Arab Saudi, Telkomsel juga bekerjasama dengan BNI Syariah dan sejumlah PPIU untuk  memenuhi kebutuhan jamaah umrah lainnya seperti pembiayaan umrah dan paket perjalanan yang berkualitas”, ujar Ririn.

Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati lebih lanjut menambahkan, “Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berkomitmen untuk memberikan solusi yang hasanah bagi segenap masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah. Melalui kolaborasi dengan Telkomsel dan perusahaan travel, BNI Syariah siap menyediakan layanan umroh yang terbaik sesuai kaidah.“

Melalui kolaborasi dengan BNI Syariah, Telkomsel  menghadirkan media pembayaran  biaya perjalanan ibadah umrah melalui BNI Syariah untuk pembelian paket bundle yang meliputi Paket Pembiayaan Perjalanan Umrah dengan  Paket Roaming Telkomsel. Sementara layanan keuangan yang disediakan BNI Syariah meliputi Tabungan Umroh BNI Baitullah iB Hasanah dan Pembiayaan Umroh, Fleksi Umrah iB Hasanah dan Hasanah Card.

Sedangkan kolaborasi Telkomsel dengan sejumlah PPIU meliputi kerjasama dengan biro perjalanan umrah yang sudah memiliki lisensi resmi dari pemerintah seperti Maktour, Patuna, NRA, Kanomas, Arrayyan, Tazkia,  Arminareka/Resi, Sahid, Tursina, Sindo, Al Bilad dan Anata Tour, dimana Telkomsel menyediakan paket bundle Paket Perjalanan Umrah dengan Paket Roaming Telkomsel. (Icha)

 

 

Telkomsel Kolaborasi Dengan Pemda Gorontalo Bangun Konsep Smart City 

0

Telko.id – Telkomsel mengumumkan kolaborasi dengan sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Gorontalo untuk bersinergi mengembangkan konsep smart city melalui sejumlah solusi telekomunikasi berbasis digital yang ditawarkan oleh Telkomsel. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh unit Small Medium Enterprise Management Telkomsel bersama Bupati dari Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara di Jakarta (28/10).

“Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen Telkomsel untuk dapat aktif berperan serta membantu pemerintah dalam mengakselerasikan negeri melalui sinergi bersama institusi pembangunan daerah, sekaligus mewujudkan pembangunan nasional, dengan pemanfaatan teknologi tepat guna,” ungkap Seow Chuen Yong Nicholas, Vice President Small Medium Enterprise Management Telkomsel.

Dalam kolaborasi bersama tiga Pemda di Provinsi Gorontalo tersebut, Telkomsel akan menghadirkan sejumlah solusi layanan smart city berbasis digital. Salah satunya adalah solusi fleet management menggunakan produk Telkomsel FleetSight yang merupakan bagian dari layanan solusi berbasis Internet of Things (IoT) dari Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise.

Telkomsel FleetSight merupakan solusi untuk mengendalikan kendaraan operasional dengan menyambungkan perangkat telematika berbasis satelit yang dipasangkan pada kendaraan.

Selain itu, Telkomsel juga berkolaborasi dengan mitra Pemda Provinsi Gorontalo dalam menghadirkan solusi smart tax serta platform pelaporan masyarakat. Melalui solusi-solusi tersebut, nantinya para Pemda di Provinsi Gorontalo yang bertugas dapat lebih efisien dan transparan dalam menjalankan operasional pemerintahan sehingga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah solusi serupa dari Telkomsel juga telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui pilot project dalam pengembangan smart city sejak 2018. Diharapkan, melalui partisipasi aktif dari sejumlah Pemda ini, implementasi solusi smart city di Provinsi Gorontalo akan semakin merata dan berkelanjutan sehingga percepatan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih  luas.

“Menghadirkan solusi smart city yang komprehensif dan memiliki dampak berkelanjutan merupakan harapan Telkomsel dengan didasarkan pada komitmen untuk terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui perluasan implementasi teknologi digital di berbagai lini pemerintahan. Semoga kolaborasi antara Telkomsel dengan sejumlah Pemda di Provinsi Gorontalo ini dapat menginspirasi daerah lainnya untuk dapat menerapkan teknologi digital untuk mewujudkan visi Digital Nation yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” tutupNicholas. (Icha)

 

Kominfo Buka Konsultasi Publik Terkait Formula Penghitungan BHP ISR

0

Telko.id – Kominfo membuka konsultas public terkait rencana untuk mengubah nilai indeks biaya penggunaan lebar pita (Ib) dan indeks biaya daya pancar frekuensi radio (Ip) yang digunakan dalam formula untuk menghitung Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Stasiun Radio (BHP ISR) bagi penyelengaraan penyiaran terestrial televisi siaran tidak berbayar.

“Targetnya adalah untuk mendorong penggunaan spektrum frekuensi radio yang lebih efisien dan mendorong industri penyiaran untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat  melalui penggunaan teknologi yang  mampu memberikan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih (high definition) serta dalam rangka menciptakan level kompetisi yang lebih sehat,” seperti yang disampaikan oleh Kemenkominfo dari pernyataan tertulisnya.

Adapun Nilai Ib dan Ip dimaksud direncanakan untuk diterapkan mulai tahun 2019 dengan perubahan sebagai berikut:

Semula Menjadi
Jenis Penggunaan Frekuensi Radio Ib Ip Jenis Penggunaan
Frekuensi Radio
Ib Ip
Telsus Penyiaran Terestrial Televisi Siaran Tak Berbayar 0,640 8,430 Penyelenggaaan penyiaran
terestrial
Televisi siaran tidak berbayar analog berjaringan 12,800 168,600
Televisi siaran tidak berbayar analog lokal 3,200 42,150

Selain perubahan Ib dan Ip untuk penyelenggaraan penyiaran terestrial televisi siaran tidak berbayar, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga bermaksud untuk menetapkan nilai Ib dan Ip untuk penyelenggaraan penyiaran multipleksing sebagai berikut:

 

Jenis Penggunaan Frekuensi Radio Ib Ip
Penyelenggaraan penyiaran terestrial Penyelenggaraan penyiaran multipleksing 0,640 8,430
       

Untuk memberikan kemudahan kepada penyelenggara penyiaran terestrial televisi siaran tidak berbayar, penerapan nilai Ib dan Ip yang baru tersebut direncanakan akan dilakukan secara bertahap dan akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Petunjuk Pelaksanaan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio sebagai berikut:

A. Penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog berjaringan dikenai Ib dan Ip dengan penerapan secara bertahap sebagai berikut:

 

Jatuh tempo pembayaran tahun ke n Ib(n) = 25% x Ib Ip(n) = 25% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 1 Ib(n+1) = 50% x Ib Ip(n+1) = 50% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 2 Ib(n+2) = 75% x Ib Ip(n+2) = 75% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 3 Ib(n+3) = 100% x Ib Ip(n+3) = 100% x Ip

 

B. Penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog berjaringan yang juga menyelenggarakan televisi siaran digital dikenai Ib dan Ip untuk penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog berjaringan dengan penerapan secara bertahap sebagai berikut:

 

Jatuh tempo pembayaran tahun ke n Ib(n) = 5% x Ib Ip(n) = 5% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 1 Ib(n+1) = 5% x Ib Ip(n+1) = 5% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 2 Ib(n+2) = 50% x Ib Ip(n+2) = 50% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 3 Ib(n+3) = 100% x Ib Ip(n+3) = 100% x Ip

 

C. Penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog lokal dikenai Ib dan Ip dengan penerapan secara bertahap sebagai berikut:

Jatuh tempo pembayaran tahun ke n Ib(n) = 25% x Ib Ip(n) = 25% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 1 Ib(n+1) = 50% x Ib Ip(n+1) = 50% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 2 Ib(n+2) = 75% x Ib Ip(n+2) = 75% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 3 Ib(n+3) = 100% x Ib Ip(n+3) = 100% x Ip

D. Penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog lokal yang juga menyelenggarakan televisi siaran digital dikenai Ib dan Ip untuk penyelenggaraan penyiaran teresterial televisi siaran tidak berbayar analog lokal dengan penerapan secara bertahap sebagai berikut:

Jatuh tempo pembayaran tahun ke n Ib(n) = 5% x Ib Ip(n) = 5% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 1 Ib(n+1) = 5% x Ib Ip(n+1) = 5% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 2 Ib(n+2) = 50% x Ib Ip(n+2) = 50% x Ip
Jatuh tempo pembayaran tahun ke n + 3 Ib(n+3) = 100% x Ib Ip(n+3) = 100% x Ip

Adapun kode n yang dimaksud dalam pentahapan di atas adalah tahun jatuh tempo pembayaran BHP Spektrum Frekuensi Radio yang pertama sejak berlakunya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Petunjuk Pelaksanaan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio.

Terkait Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Petunjuk Pelaksanaan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dapat diinformasikan bahwa sebelumnya RPM dimaksud telah dilakukan konsultasi publik  pada tanggal 26-29 September 2018.

Mengingat adanya tambahan substansi terkait perubahan nilai Ib dan Ip untuk penyelenggaraan penyiaran terestrial televisi siaran tidak berbayar dan untuk penyempurnaan RPM dimaksud perlu adanya masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga perlu dilakukan konsultasi publik kembali. (Icha)

 

XL Axiata Resmikan Jaringan USO di Pelosok NTT

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di daerah-daerah terpencil melalui skema USO (Universal Service Obligation) di tahun 2019 ini. Kali ini, XL membangun di Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan jaringan USO yang dilakukan oleh XL ini berfokus di area-area terpencil ini sebagai dukungan perusahaan kepada pemerintah dalam pemerataan dan penyediaan layanan telekomunikasi di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan telekomunikasi dan data, yang juga selaras dengan rencana XL Axiata untuk terus mengembangkan infrastruktur jaringan ke wilayah di luar Pulau Jawa.

Sampai saat ini, pembangunan jaringan USO oleh XL Axiata tahun ini mencakup 289 titik di berbagai provinsi yang sebagian besar masuk Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guna menandai pembangunan jaringan USO di NTT dan KTI lainnya, manajemen XL Axiata dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meresmikan salah satu BTS USO di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT, pada Senin (28/10).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Aba Maulaka, Direktur Layanan Telekomunikasi & Informasi untuk Badan Usaha Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) KOMINFO, Dhia Anugrah Febriansa,  Kepala Balai Monitoring Propinsi Nusa Tenggara Timur, Moh. Syarif Helmi, SE, SH, MM,  Kepala Bidang TIK Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol. Wahyu Prihatmaka, SH. Sementara itu mewakili XL Axiata, hadir Direktur Teknologi, Yessie D. Yosetya dan Group Head East Region, Bambang Parikesit.

“Semua titik BTS USO yang dibangun XL Axiata tahun ini berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua. Pembangunan jaringan USO di titik-titik tersebut telah mulai dilaksanakan sejak Oktober 2019 dan akan tuntas sebelum akhir tahun ini. XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang on air jaringan USO di 2019. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menjelaskan.

Langkah XL Axiata untuk membangun jaringan USO tidak akan berhenti di tahun ini saja. XL Axiata berharap akan bisa melanjutkannya di tahun 2020 di area yang semakin luas.

Menurut Yessie, XL Axiata juga akan mengelola dan mengembangkan semua jaringan USO yang dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis. Untuk itu, seiring dengan pembangunan jaringan USO ini, juga akan dibangun ekosistem pendukung sehingga masyarakat setempat semakin mudah mengakses dan memanfaatkan semua jenis layanan XL Axiata.

“Area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi. Berdasarkan data APJII, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500%  dari 29 juta menjadi 171 juta, di mana 44% penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah. Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO. “ imbuh Yessie.

Sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018, XL Axiata juga telah mulai membangun jaringan USO di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sambutan masyarakat di semua area titik BTS berada sangat positif. Data trafik yang tercatat di setiap BTS juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak pertama kali beroperasi hingga saat ini, yaitu rata-rata antara 11% – 15%.

Selain itu, jumlah masyarakat yang memanfaatkannya juga terus bertambah. Ini berarti masyarakat telah mendapatkan manfaat dari keberadaan jaringan USO tersebut, termasuk juga aparat pemerintah setempat dalam memberikan layanan kepada warganya. Karena itu, XL Axiata berencana meningkatkan kualitas jaringan menjadi 3G.

Selain jaringan USO, XL Axiata sudah hadir di NTT sejak tahun 2017 dengan jaringan data berkualitas di 22 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur, dengan dukungan total sekitar 1.000 BTS.

Khusus jaringan 4G, sudah masuk ke 19 kota/kabupaten, dengan lebih dari 200 BTS.   Kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan data XL Axiata adalah Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Malaka, dan Sumba Tengah. Total jumlah pelanggan lebih dari 65 ribu dan 90% nya adalah pelanggan yang aktif menggunakan data XL Axiata.

Saat ini XL Axiata memiliki pelanggan sebanyak 56,6 juta pelanggan, dan diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

Setneg Mengembalikan Lagi RUU Perlindungan Data Pribadi Ke Kominfo

0

Telko.id – Duh, perjalanan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi untuk disahkan masih panjang lagi. Pasalnya, Sekretariat Negara (Setneg) mengembalikan kepada kepada Kementerian Kominfo karena ada beberapa poin yang belum disetujui oleh pihak Kementerian Dalam Negeri dan Jaksa Agung.

Padahal, salah satu tugas dari Presiden Joko Widodo pada Johnny G. Plate adalah untuk segera menyelesaikan pembuatan regulasi yang tertunda

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan pembuatan regulasi yang tertunda. Salah satu regulasi yang harus dikebut penyelesaiannya adalah Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

“Bukan ditolak, tapi dikembalikan agar nanti kembali diusulkan saat sudah lengkap,” kata Johnny saat ditemui di kantor Kemenkominfo, Senin (28/10/2019) ketika dikonfirmasi terkait pengembalian RUU PDP tersebut ke Kominfo.

Adapun beberapa poin yang belum disetujui oleh Kemendagri dan Jaksa Agung adalah sebagai berikut:

  • Pasal 7 RUU PDP mengenai hak untuk memperbarui dan atau memperbaiki data prbadi.
  • Pasal 20 mengenai perjanjian yang di dalamnya terdapat permintaan data pribadi.
  • Pasal 1 angka 7 RUU PDP mengenai definisi korporasi.
  • Pasal 10 RUU PDP mengenai hak untuk mengajukan keberatan.
  • Pasal 17 ayat 2 huruf a RUU PDP mengenai prinsip perlindungan data pribadi.
  • Pasal 22 ayat 2 mengenai pengecualian pemasangan alat pemroses atau pengolah data visual. Pasal 44 RUU PDP mengenai pengecualian kewajiban pengendali data pribadi.
  • Perlu dipertimbangkan RUU ini mengatur ketentuan mengenai alat bukti yang sah termasuk alat bukti elektronik.

Sebelumnya, mantan Menkominfo Rudiantara juga sempat menyebut bahwa ia telah dua kali menandatangani RUU PDP. Namun, proses harmonisasi UU PDP di Sekretariat Negara membutuhkan proses dan waktu yang tak singkat sehingga aturan ini belum juga diajukan ke DPR. Harmonisasi ini dilakukan agar UU PDP tak tumpang tindih dengan aturan lain.

Supaya, data pribadi tetap terlindung selama proses RUU PDP ini berjalan, maka Kementerian Kominfo akan menyempurnakan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2016.

“RUU PDP sekarang dikembalikan dan akan dibahas lagi. Permen 20 tahun 2016 akan disempurnakan, untuk prinsip perlindungan data pribadi dalam waktu dekat,” ungkap Semuel Pangerapan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika). (Icha)

Telkomsel Siap Dukung Penerapan Smart City Sumedang

0

Telko.id – Dalam mengakselerasikan negeri, Telkomsel terus berupaya membangun dan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia hingga penjuru negeri. Kali ini Telkomsel berkolaborasi bersama  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui penandatangan nota kesepahaman kedua belah pihak dalam penerapan teknologi masa depan untuk mendukung upaya pembangunan kabupaten ini dengan menguatkan ekosistem perkotaan berbasis konsep Smart City.

“Telkomsel terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui berbagai dukungan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lapisan masyarakat. Saat ini bersama Pemkab Sumedang, Telkomsel hadir untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan teknologi berbasis digital guna  mendorong terwujudnya smart city  di wilayah Sumedang melalui pengembangan ekosistem edukasi dan ekonomi berbasis teknologi melalui peningkatan mutu  dan jenis layanan pemerintah dan  sumber daya manusia setempat,” ungkap Emma Sri Martini, Direktur Utama Telkomsel.

Lebih lanjut Emma menambahkan, sebagai digital telco company Telkomsel memiliki berbagai sarana dan prasarana teknologi digital yang sangat berguna untuk mendukung pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan mutu dan jenis layanan publik untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya

“Telkomsel dan jajaran Pemkab berhasil mengindentifikasi berbagai tantangan serta kebutuhan di Sumedang sehingga diharapkan bersama kami dapat menghadirkan solusi dan layanan teknologi yang tepat guna”, jelas Emma.

Untuk mengakselerasi perwujudan smart city di Sumedang, Telkomsel telah menyiapkan berbagai solusi dan layanan digital yang dapat diimplementasikan di pemerintahan Sumedang, seperti solusi pengelolaan pajak, kesehatan, analisis media, keamanan, dan lain-lain.

Bupati Kabupaten Sumedang H.Dony Ahmad Munir mengatakan “Sumedang siap menjadi laboratorium pengengbangan digital bagi Telkomsel. Sejalan dengan hal itu, Sumedang juga sedang mewujudkan “digital regent” dimana kami ingin memanfaatkan telnologi informasi untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka meningkatkan pembangunan. Oleh karena itu terimakasih banyak kepada Telkomsel yang telah banyak membantu Kabupaten Sumedang dalam mengembangkan ekosistem digital.”

Untuk mendukung ekonomi kerakyatan berbasis digital, Telkomsel menghadirkan layanan 99% Usahaku bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumedang. 99% Usahaku merupakan sebuah platform layanan berbasis aplikasi untuk membantu pelaku bisnis UMKM melalui berbagai konten pembelajaran (digital learning, artikel informasi bisnis, cerita sukses), fitur forum komunikasi antar pelaku UMKM, ragam solusi layanan UMKM dari Telkomsel Enterprise, serta akses cakupan pasar yang lebih luas guna meningkatkan kapasitas penjualan.

“Dukungan ini diharapkan dapat membantu mengakselerasi potensi ekonomi Sumedang, mengingat sektor UMKM merupakan salah satu sarana terpenting untuk penyerapan tenaga kerja dan pemerataan ekonomi masyarakat menengah ke bawah”, jelas Emma.

Inisiatif lain yang dihadirkan Telkomsel bagi warga Sumedang melalui sinergi program Corporate Social Responsibilty (CSR) Telkomsel Baktiku Negeriku, yaitu sebuah program pendampingan wilayah pedesaan Indonesia melalui penyediaan akses informasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Baktiku Negeriku  telah diadakan pada tanggal 25 – 26 Oktober 2019 di Desa Bojong Loa, Kabupaten Sumedang.

Selama dua hari Telkomsel hadir untuk menanamkan gerakan peduli lingkungan (green movement) serta memberikan edukasi kewirausahaan, literasi keuangan juga pemasaran digital, melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang diberi nama Baktiku Negeriku. Selain itu, Telkomsel juga menyediakan fasilitas digital center yang berisi perangkat komputer beserta akses broadband yang dapat dimanfaatkan oleh warga desa untuk mengakses  informasi melalui jaringan internet.

Selain fokus mengakselerasi potensi UMKM di Sumedang, kolaborasi Telkomsel dan Pemkab Sumedang juga bertujuan untuk menekan angka prevalensi stunting (kerdil) di Sumedang. Telkomsel mendukung upaya ini dengan menyediakan tablet phone dengan aplikasi edukasi kesehatan yang akan digunakan perwakilan desa untuk mendapatkan informasi terkait penanganan dan pencegahan stunting.

Dengan didukung lebih dari 820 BTS di Kabupaten Sumedang, termasuk 324 BTS 4G, jaringan Telkomsel akan siap melayani kebutuhan komunikasi dan akses broadband masyarakat Sumedang, sekaligus mengakselerasi adopsi ekosistem digital di Sumedang.

Pembangunan jaringan Telekomunikasi yang prima menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung smart city. Pembangunan infrastruktur Telekomunikasi BTS di wilayah ini juga meningkat 12.5% dibandingkan dengan tahun 2019. Pemanfaatan layanan broadband di wilayah Sumedang pun meningkat hingga 55% dibanding tahun lalu. Hal ini menunjukan keseriusan Telkomsel dalam melayani serta mengembangkan ekosistem digital masyarakat di Kabupaten Sumedang.

”Ke depannya Telkomsel akan terus menghadirkan berbagai pemanfaatan teknologi digital yang mendukung kemajuan masyarakat di Kabupaten Sumedang, yang juga menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam membangun tentu Telkomsel tidak bisa sendiri, kami perlu menggandeng berbagai stakeholder untuk berkolaborasi dengan baik.” Ungkap Emma. (Icha)

 

 

Tak Lama Lagi, Huawei Mate 30 Series Siap Hadir Di Pasar Indonesia

Telko.id – Bulan lalu, Huawei kembali menggemparkan pasar smartphone dengan meluncurkan seri Mate terbarunya di ajang Global Launch di Jerman. Huawei Mate 30 Series masih melanjutkan tradisi keluar Mate, yaitu smartphone yang dilengkapi dengan teknologi terbaru dari Huawei, dan akan menentukan roadmap produk smartphone Huawei berikutnya.

Jika membicarakan seri Mate dari Huawei, fitur pertama yang biasanya dibahas adalah teknologi kameranya yang memang terbukti unggul dari seri Mate sebelumnya. Tapi sebelum pasar bisa merasakan dan mengalami sendiri kecanggihan seri Mate terbaru dari Huawei, inilah perjalanan seri Mate hingga bisa menjadi penentu teknologi smartphone Huawei sepanjang tahun.

Huawei Mate Series – diciptakan untuk segmen high-end

Seri Mate merupakan seri flagship kedua dari Huawei yang biasanya diluncurkan di akhir tahun. Seri flagship lainnya, yaitu seri P, biasanya diperkenalkan di awal tahun. Produk pertama dari seri Mate diberi nama Huawei Ascend Mate dan diluncurkan pada tahun 2013, mengusung layar 6.1 inci dan display LCD, ukuran yang dianggap cukup besar pada masa tersebut. Saat itu teknologi kameranya adalah satu kamera 8MP yang ada di belakang ponsel, dan kamera 1MP di bagian depan.

Penerusnya, Ascend Mate2 4G diperkenalkan di tahun 2014. Dengan mengusung konektivitas 4G sebagai fitur utama, ponsel ini merupakan smartphone pertama yang menawarkan fitur konektivitas tersebut. Dengan ukuran layar masih tetap sama, bezel di Ascend Mate3 4G lebih tipis dan dilengkapi dengan on-screen button untuk menggantikan tombol besar di generasi sebelumnya. Produk selanjutnya dari seri Mate mulai memakai bahan metal unibody, dan seri Ascend Mate7 bahkan menjadi smartphone pertama yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari.

Mulai seri Mate 8, Huawei memutuskan untuk menghilangkan kata Ascend dan konsisten menggunakan kata Mate sebagai seri produk. Sedangkan mulai seri Mate 9, Huawei memperkenalkan tiga varian sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.

Terdapat Mate 9, Mate 9 Pro, dan Mate 9 Porsche Design yang memiliki fitur unggulan masing-masing dan menargetkan kelas segmen yang berbeda. Kamera di ponsel ukuran 5,9 inci ini mulai menggunakan lensa Leica  untuk pertama kalinya, dan dilengkapi resolusi kamera 12MP dan 20MP di belakang. Seri Mate 10 juga menawarkan hal serupa.

Yang mulai menarik perhatian publik yang lebih luas adalah Mate 20 dengan varian Mate 20, Mate 20 Pro, Mate 20 X dan Mate 20 RS Porsche Design. Keempat varian ini memiliki ukuran dan keunggulan yang berbeda, sama seperti pendahulunya.

Mate 20 Pro yang dianggap sebagai varian teratas, melengkapi teknologi kameranya dengan tiga kamera Leica di belakang dengan formasi wide, ultra-wide, dan tele. Menurut DXOMARK, Mate 20 Pro menduduki salah satu peringkat teratas untuk skornya, karena mampu menangkap gambar dan video dengan warna yang apik, exposure yang akurat dan detail, dan berkat 3x optical zoomnya, bisa mengambil gambar zoom dengan baik.

Smartphone dengan skor DXOMARK tertinggi

Sebentar lagi, Huawei Indonesia akan memboyong seri terbaru dari Mate, yaitu Mate 30 Series. Sama seperti pendahulunya, Mate 30 Pro yang akan dibawa ke Indonesia merupakan varian dengan segmen paling atas. Mengusung sub tagline “Rethink Photography and Videography”, Mate 30 Series dilengkapi dengan Supersensing Cine Camera untuk menghasilkan gambar dan video yang mengesankan.

Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

Keempat kamera ini memiliki tugas masing-masing. 40MP Cine Camera memungkinkan pengguna untuk menghasilkan video layaknya di film dengan fitur Ultra Low-light, Ultra-slow Motion, dan Ultra Wide Angle Time-lapse video. 40MP SuperSensing Camera memberikan detail dan kejernihan yang kaya di tiap foto, baik dalam kondisi gelap ataupun terang. 8MP Telephoto Camera memberikan fitur 3x Optical Zoom, 5x Hybrid Zoom, dan 30x Digital Zoom untuk menangkap gambar yang lebih jelas. Sedangkan 3D Depth Sensing Camera memberikan efek Bokeh yang profesional untuk foto dan video portrait.

Mengutip dari DXOMARK sebagai penentu benchmark kamera smartphone, Huawei Mate 30 Pro meraih skor 121, tertinggi sampai saat ini. Fitur kamera belakang dengan empat modul, termasuk time-of-flight sensor untuk bokeh mode yang lebih baik merupakan satu hal yang disorot. Begitu pula dengan fitur ultra-wide camera ukuran 18mm, yang merupakan terluas dibandingkan dengan smartphone lain di kelasnya.

“Kehadiran Mate 30 Series dengan segala keunggulan teknologi kamera yang sudah diakui oleh berbagai pihak tentunya akan semakin meramaikan pasar smartphone Indonesia,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Consumer Business Group Indonesia.

Lo juga menambahkan, “Kami sendiri tidak sabar memberikan kesempatan kepada konsumen di Indonesia untuk merasakan kembali kecanggihan produk smartphone flagship kami melalui Mate 30 Series.” (Icha)

 

 

Sepanjang 2019, Huawei Klaim Berhasil Jualan 200 Juta Smartphone

Telko.id – Belum juga berakhir tahun 2019, Huawei sudah boleh berbangga karena sudah mampu menjual smartphone sebanyak 200 juta unit di seluruh penjuru dunia. Hal ini, baru saja diumumkan Huawei.

Total angka penjualan ini disampaikan 64 hari lebih awal dibandingkan dengan pengumuman penjualan dengan jumlah yang sama tahun lalu.

Fokus Huawei adalah untuk selalu menghadirkan teknologi terdepan dan desain smartphone yang inovatif, dengan berdasar pada komitmen Huawei pada konsumen diseluruh dunia. Hal itu juga yang dipercaya bahwa konsumen sehingga terus mendukung Huawei.

Tahun 2019 telah menjadi saksi akan sejumlah acara peluncuran smartphone Huawei dengan teknologi terdepan, termasuk didalamnya seri P30 yang telah mendapatkan banyak penghargaan bergengsi, yang secara luas dinilai sebagai ponsel kamera terbaik yang ada saat ini, juga pada kategori ponsel teratas lainnya.

Di antara sekian banyak penghargaan dan pujian, European Image and Sound Association (EISA), organisasi yang terdiri dari 55 majalah elektronik konsumen paling dihormati di dunia, menjadikan Huawei P30 Pro sebagai “Smartphone Terbaik di Tahun 2019 – 2020 versi EISA” (“EISA Best Smartphone 2019-2020”), yang mana menjadi tahun kedua bagi Huawei dinobatkan pada kategori smartphone terbaik.

Baru-baru ini, serial HUAWEI Mate 30 jug telah diluncurkan dengan banyak pujian kritis. Produk ini menghadirkan chipset andalan Kirin 990 5G SoC, sistem quad kamera DxOMark yang unggul dengan terobosan SuperSensing Cine Camera dan desain Halo ring yang futuristik, HUAWEI Mate 30 Pro telah disebut sebagai “ponsel flagship unggulan yang tidak membuat menyesal” oleh Android Authority.

Sementara GSMArena menyatakan bahwa “smartphone ini memiliki beberapa kamera terbaik yang pernah ditemukan pada smartphone”, dan hal ini menjadi pembuktian akan reputasi Huawei sebagai pemimpin di industri smartphone.

Dalam perayaan sejarah ini, Huawei mencatat hal penting untuk HUAWEI Mate 30 Pro 5G. Unit ini akan tersedia terbatas dengan 8GB RAM 512GB ROM dan akan tersedia dengan warna Forest Green dan Orange with vegan leather. Smartphone ini akan mulai dijual pada Huawei Vmall mulai tanggal 1 November 2019 di pasar Cina. (Icha)