spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 97

OPPO dan Google Perkuat AI di Find X9 Series dengan Fitur Baru

0

Telko.id – OPPO mengumumkan fase baru kolaborasi dengan Google untuk meningkatkan pengalaman AI pada ponsel pengguna.

Kerja sama ini berfokus pada tiga area utama: fitur AI yang dipersonalisasi, penyebaran model AI yang lebih baik, dan perlindungan privasi yang lebih kuat.

Kai Tang, President of Software Engineering di OPPO, menyatakan, “Bekerja erat dengan mitra seperti Google memungkinkan kami mengintegrasikan pengalaman AI generasi berikutnya yang tidak hanya kuat tetapi juga sangat dipersonalisasi dan aman.”

Kolaborasi ini menghadirkan aplikasi baru bernama Mind Space yang akan diluncurkan bersama OPPO Find X9 Series pada 28 Oktober mendatang.

Mind Space membantu pengguna mengumpulkan dan mengatur konten di layar, seperti teks, gambar, atau halaman web, menggunakan gesekan tiga jari sederhana.

Semua konten yang disimpan ditempatkan dalam satu lokasi dan diurutkan secara otomatis untuk kemudahan akses.

OPPO telah bekerja sama dengan Google untuk menghubungkan Mind Space ke Gemini. Integrasi ini memungkinkan Gemini mengakses konten dari Mind Space dan membantu pengguna mengambil tindakan dengannya.

Sebagai contoh, seseorang yang merencanakan perjalanan dapat menyimpan artikel dan catatan di Mind Space, kemudian meminta Gemini untuk membuat itinerary detail.

Pengguna dapat memilih secara tepat apa yang dapat dilihat atau digunakan Gemini dari dalam Mind Space, menjaga kendali atas data mereka.

Fitur ini sejalan dengan tren AI personal yang juga berkembang di perangkat lain, seperti yang terlihat pada kacamata AI Meta dan Oakley untuk atlet.

Gemini juga akan bekerja dengan aplikasi OPPO lainnya pada Find X9 Series. Pengguna dapat mengobrol dengan Gemini untuk mendapatkan bantuan, mengedit foto menggunakan model pengeditan gambar Nano Banana, atau mengajukan pertanyaan melalui Gemini Live.

Gemini Live dapat merespons apa yang dilihat pengguna di layar atau melalui kamera mereka, menawarkan bantuan visual seperti menunjukkan langkah-langkah untuk memperbaiki perangkat atau mengatur penyimpanan.

Semua fitur ini didukung oleh AI Private Computing Cloud OPPO, yang menggunakan layanan komputasi rahasia Google Cloud. Pengaturan ini memastikan bahwa semua pemrosesan AI terjadi dalam lingkungan yang aman dan terenkripsi.

Data sensitif tetap bersifat pribadi dan tidak dapat diakses oleh pihak ketiga mana pun, termasuk OPPO.

Rangkaian lengkap fitur AI ini akan tersedia pada OPPO Find X9 Series dan ColorOS 16. Pembeli Find X9 atau Find X9 Pro akan mendapatkan langganan gratis tiga bulan ke Google AI Pro, yang mencakup akses ke alat Gemini premium dan penyimpanan cloud 2TB.

Langganan ini menambah nilai dari program bundling yang sebelumnya ditawarkan OPPO, seperti kerjasama dengan Indosat yang memberikan kuota gratis.

Kolaborasi OPPO dan Google dalam pengembangan AI ini mencerminkan tren industri yang semakin fokus pada integrasi teknologi cerdas.

Seperti halnya Microsoft yang menjual paten kepada Xiaomi, kemitraan strategis antara perusahaan teknologi besar menjadi kunci dalam mempercepat inovasi.

Peluncuran Find X9 Series dengan fitur AI mutakhir ini diharapkan dapat memperkuat posisi OPPO dalam persaingan smartphone premium global.

Dengan pendekatan yang berpusat pada personalisasi dan keamanan, OPPO menawarkan nilai tambah yang signifikan bagi konsumen yang mengutamakan privasi dan kemudahan penggunaan. (Icha)

Xiaomi Portable Photo Printer Pro Rilis Global, Cetak Foto Profesional

0

Telko.id – Xiaomi resmi meluncurkan Portable Photo Printer Pro di pasar global. Printer foto portabel ini hadir dengan teknologi cetak dye-sublimation profesional yang menjanjikan kualitas foto tajam dan detail tinggi bagi pengguna sehari-hari.

Kehadiran perangkat ini memperluas portofolio produk Xiaomi di luar smartphone dan perangkat elektronik lainnya.

Xiaomi mengklaim printer ini mampu menghasilkan foto dengan resolusi 313 dpi, gamut warna 16,7 juta, dan 256 level greyscale.

Kombinasi spesifikasi ini memastikan transisi warna yang halus dan detail realistis pada setiap hasil cetak. Setiap foto juga dilaminasi otomatis selama proses pencetakan untuk melindungi dari kelembapan, sidik jari, dan memudarnya warna.

Xiaomi Portable Photo Printer Pro

Dari segi portabilitas, Portable Photo Printer Pro memiliki dimensi compact 86,8 x 142,5 milimeter dengan ketebalan 26,8 milimeter. Ukuran ini memungkinkan perangkat mudah dibawa dalam saku jaket atau tas ransel.

Printer ini terhubung langsung ke smartphone melalui Bluetooth menggunakan aplikasi Xiaomi Home dan mendukung koneksi multi-pengguna hingga tiga perangkat sekaligus.

Fitur kreatif menjadi nilai tambah perangkat ini. Pengguna dapat mencetak live photos dan AR photos yang menyertakan video pendek hingga 15 detik atau klip audio hingga 60 detik.

Aplikasi pendampingnya juga memungkinkan penambahan border, tanggal, watermark, serta penggunaan template foto untuk kolase, stiker, dan layout kreatif.

Daya tahan baterai menjadi pertimbangan penting untuk perangkat portabel. Portable Photo Printer Pro dilengkapi baterai built-in 880 mAh yang mendukung penggunaan mobile.

Xiaomi menyatakan fitur laminasi pada foto tidak hanya melindungi dari kerusakan fisik, tetapi juga menjaga kecerahan dan kejernihan hasil cetak dalam jangka panjang.

Untuk harga dan ketersediaan, Xiaomi Portable Photo Printer Pro saat ini sudah bisa dipesan di Inggris dengan harga £109,99 dan di Eropa seharga €129,99.

Rencana ekspansi ke region lain akan menyusul sesuai dengan jalur distribusi lokal masing-masing negara. Peluncuran produk ini sejalan dengan strategi ekspansi global Xiaomi yang terus memperluas jangkauan produk-produk inovatifnya.

Inisiatif peluncuran produk teknologi seperti ini turut mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

Seperti yang terlihat dalam program Rumah BUMN Telkom Cetak 1,2 Juta Kemasan UKM, kemajuan teknologi mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor industri.

Pengembangan talenta digital juga menjadi fokus penting dalam menyambut inovasi teknologi baru. Program seperti Telkom Cyberfest Vol.2 yang melatih 50 talenta muda menghadapi ancaman siber menunjukkan kesiapan SDM Indonesia dalam menghadapi era digital.

Peluncuran Portable Photo Printer Pro ini memperkuat posisi Xiaomi dalam pasar perangkat peripheral kreatif.

Produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan solusi pencetakan foto yang praktis dan berkualitas tinggi, sekaligus mendukung tren konten visual yang semakin berkembang di platform digital.

Kolaborasi antara brand teknologi dengan event olahraga juga menunjukkan potensi pasar yang besar, seperti terlihat dalam partnership OPPO dengan BRI Super League.

Sinergi semacam ini membuka peluang bagi produk-produk inovatif seperti printer portabel Xiaomi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (Icha)

Xiaomi 17 Ultra Bocor, Bawa Kamera 200MP dan Teknologi Zoom Baru

0

Telko.id – Xiaomi dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 17 Ultra, yang akan melengkapi jajaran seri 17.

Bocoran terbaru dari Digital Chat Station di Weibo mengungkapkan spesifikasi kamera yang mengesankan, termasuk sensor utama 50MP dengan kemampuan zoom in-sensor yang ditingkatkan dan kamera periskop 200MP dengan fitur telephoto macro.

Menurut sumber tersebut, kamera utama 50MP pada Xiaomi 17 Ultra akan mendukung teknologi zoom in-sensor yang lebih baik di berbagai level zoom.

Kemampuan ini bahkan disebut-sebut hampir menyamai jangkauan focal length kamera zoom periskop. Sementara kamera periskop telephoto sendiri akan menggunakan sensor beresolusi 200MP dengan kemampuan telephoto macro dan multi-focal lossless zoom.

Digital Chat Station juga menyebutkan bahwa kedua kamera baru ini akan memiliki dynamic range yang sangat tinggi.

Informasi ini muncul setelah rumor sebelumnya yang mengklaim Xiaomi 17 Ultra akan memiliki total empat kamera di bagian belakang, dengan semua kamera memiliki resolusi 50MP kecuali kamera periskop telephoto.

Waktu peluncuran resmi Xiaomi 17 Ultra masih belum jelas. Namun sebagai perbandingan, pendahulunya Xiaomi 15 Ultra diluncurkan pada Februari tahun ini.

Perlu dicatat bahwa Xiaomi melewati penomoran 16 untuk menyesuaikan dengan skema penamaan produk Apple.

Xiaomi telah menunjukkan komitmennya dalam inovasi kamera smartphone melalui berbagai pengembangan teknologi.

Sebelumnya, Xiaomi telah mematenkan desain ponsel dengan kamera tunggal yang menunjukkan pendekatan berbeda dalam desain kamera.

Keberhasilan varian sebelumnya dalam seri yang sama menunjukkan antusiasme pasar terhadap produk flagship Xiaomi. Xiaomi 17 Pro Max berhasil mencetak rekor pre-order dengan fitur Magic Back Screen yang menjadi daya tarik utama konsumen.

Seri flagship Xiaomi 17 sudah mencakup beberapa model yang telah diluncurkan, termasuk Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max yang resmi diperkenalkan dengan membawa fitur Magic Back Screen dan chipset Snapdragon 8 Extreme Edition.

Pengembangan Xiaomi 17 Ultra juga menarik perhatian mengingat perusahaan ini baru saja meluncurkan Xiaomi 15T Series secara global yang siap hadir di Indonesia pada 30 September. Ini menunjukkan strategi produk yang komprehensif dari Xiaomi di berbagai segmen pasar.

Dalam persaingan kamera smartphone, resolusi tinggi menjadi tren yang terus berkembang. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy A17 yang dibanderol Rp 2 jutaan juga telah dilengkapi kamera 50MP dengan OIS, meski tentu dengan target pasar yang berbeda.

Masih belum jelas apakah Xiaomi 17 Ultra akan mengadopsi fitur layar belakang (rear screen) yang terdapat pada Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max.

Kemungkinan besar tidak, mengingat Xiaomi 17 Ultra membutuhkan ruang lebih besar untuk menampung kamera yang lebih besar dan canggih.

Bocoran ini memberikan gambaran tentang arah pengembangan teknologi kamera smartphone flagship Xiaomi.

Dengan spesifikasi kamera yang diungkapkan, Xiaomi 17 Ultra diprediksi akan menjadi pesaing kuat di segmen smartphone premium dengan fokus pada kemampuan fotografi yang unggul. (Icha)

Samsung Galaxy Tri-Fold Akan Rilis Pekan Ini di APEC 2025

0

Telko.id – Samsung akhirnya akan meluncurkan smartphone lipat tiga pertamanya dalam waktu dekat.

Menurut laporan terbaru dari The Korea Herald, perangkat revolusioner ini akan diperkenalkan secara resmi pada KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 1 November di Gyeongju, Korea Selatan.

Meskipun Samsung telah mengonfirmasi bahwa ponsel lipat tiga akan diluncurkan tahun ini, perusahaan belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi hingga munculnya laporan ini.

Keputusan untuk meluncurkan di ajang APEC 2025 menunjukkan betapa pentingnya produk ini bagi strategi global Samsung.

Samsung’s Galaxy tri-fold to launch this week

Nama produk resmi untuk smartphone lipat tiga Samsung masih menjadi misteri. Berbagai rumor beredar menyebutkan kemungkinan nama Galaxy G Fold atau Galaxy Z TriFold. Keputusan akhir mengenai penamaan produk ini masih dalam pembahasan internal Samsung.

Yang pasti, ketersediaan perangkat ini akan sangat terbatas. Samsung dilaporkan hanya memproduksi 50.000 hingga 200.000 unit pada fase produksi awal.

Kebijakan produksi terbatas ini menjadikan smartphone lipat tiga Samsung sebagai produk eksklusif yang sulit diperoleh.

Harga yang diprediksi untuk ponsel lipat tiga Samsung mencapai US$2.800 atau sekitar Rp45 juta. Angka ini lebih tinggi US$1.000 dibandingkan harga peluncuran Galaxy Z Fold7.

Dengan harga tersebut, Samsung menempatkan produk ini di segmen premium tertinggi pasar smartphone.

Distribusi smartphone lipat tiga Samsung akan terbatas hanya pada beberapa pasar terpilih. Berdasarkan laporan sebelumnya, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab menjadi negara-negara pertama yang akan mendapatkan akses ke perangkat ini.

Strategi pemasaran selektif ini mencerminkan pendekatan Samsung yang berhati-hati dalam meluncurkan teknologi baru.

Peluncuran di KTT APEC 2025 memberikan konteks strategis yang menarik. Event internasional ini menghadirkan para pemimpin ekonomi dari 21 negara anggota, menciptakan platform yang ideal untuk memperkenalkan inovasi teknologi terbaru Samsung kepada audiens global.

KTT APEC 2025 di Gyeongju menjadi pilihan lokasi yang signifikan mengingat Gyeongju merupakan kota bersejarah yang mewakili warisan budaya Korea Selatan. Kombinasi antara tradisi dan inovasi teknologi dalam peluncuran produk ini menunjukkan positioning Samsung di pasar global.

Sebelumnya, Samsung telah memberikan teaser mengenai kehadiran smartphone lipat tiga tahun ini.

Namun, detail teknis dan spesifikasi resmi masih ditutup rapat. Samsung Siap Luncurkan Ponsel Lipat Tiga Akhir Tahun Ini menjadi berita yang telah mengonfirmasi timeline peluncuran produk ini.

Industri smartphone foldable memang sedang mengalami perkembangan pesat. Persaingan di segmen ini semakin ketat dengan kehadiran berbagai pemain.

Huawei Siapkan Mate XTs, Tri-Fold Smartphone Terbaru dengan Peningkatan Performa menunjukkan bahwa Samsung tidak sendirian dalam mengembangkan teknologi lipat tiga.

Desain smartphone lipat tiga Samsung telah menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar teknologi.

Samsung Galaxy G Fold: Bocoran Desain Tri-Fold Pertama Muncul di One UI 8 memberikan gambaran awal tentang bagaimana perangkat ini akan terlihat dan berfungsi.

Kebijakan produksi terbatas Samsung untuk smartphone lipat tiga ini mencerminkan pendekatan yang berbeda dari peluncuran produk massal biasa.

Dengan hanya memproduksi 50.000 hingga 200.000 unit, Samsung tampaknya ingin menguji respons pasar sebelum melakukan produksi skala penuh.

Harga US$2.800 menempatkan smartphone lipat tiga Samsung di posisi yang sangat premium. Perbedaan harga US$1.000 dengan Galaxy Z Fold7 menunjukkan bahwa Samsung memposisikan produk ini sebagai lini teratas dalam portofolio foldable mereka.

Pasar yang dipilih untuk peluncuran awal—China, Korea Selatan, AS, dan UAE—merepresentasikan wilayah dengan adopsi teknologi tinggi dan daya beli konsumen yang kuat.

Strategi ini memungkinkan Samsung untuk mengumpulkan feedback dari pasar-pasar kunci sebelum melakukan ekspansi lebih luas.

Peluncuran di KTT APEC 2025 juga memiliki makna simbolis yang dalam. Sebagai perusahaan teknologi terkemuka Korea Selatan, Samsung menggunakan platform internasional ini untuk menunjukkan kepemimpinan teknologi negara tersebut di kancah global.

Dengan hanya beberapa hari menuju KTT APEC 2025, komunitas teknologi dunia menanti dengan penuh antisipasi pengumuman resmi dari Samsung.

Peluncuran smartphone lipat tiga ini tidak hanya menjadi milestone bagi Samsung, tetapi juga bagi industri smartphone secara keseluruhan.

  • Perkembangan terbaru ini menandai babak baru dalam evolusi smartphone foldable. Setelah sukses dengan seri Galaxy Z Fold dan Z Flip, Samsung kini siap membawa pengalaman pengguna ke level berikutnya dengan teknologi lipat tiga yang dijanjikan akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat mobile. (Icha)

Samsung Tunda Program Beta One UI 8.5, Galaxy S26 Mundur ke Maret?

0

Telko.id – Samsung dikabarkan menunda peluncuran program beta untuk antarmuka One UI 8.5 yang dinantikan.

Penundaan ini terkait langsung dengan perubahan rencana untuk lini produk Galaxy S26, khususnya kembalinya model S26+ yang sempat dibatalkan.

Menurut informasi dari seorang tipster di platform X, rilis beta pertama One UI 8.5 yang seharusnya dimulai pada November kini sangat kecil kemungkinannya terjadi.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa penundaan ini berhubungan dengan model Galaxy S26+. Model ini awalnya dihapus dari peta jalan Samsung, namun dihidupkan kembali menyusul penjualan Galaxy S25 Edge yang dinilai mengecewakan.

Rencana awal Samsung adalah mengganti S26+ dengan S26 Edge. Namun, setelah S26 Edge dibatalkan, posisi S26+ kembali diaktifkan.

Perubahan strategi produk ini membutuhkan waktu pengembangan tambahan, yang berdampak pada jadwal peluncuran seluruh keluarga Galaxy S26. Kini, kemunculan seri flagship tersebut dikabarkan tertunda hingga Maret.

Samsung berencana menggunakan perangkat Galaxy S26 sebagai pembawa debut resmi One UI 8.5. Dengan penundaan peluncuran perangkat hingga Maret, tidak ada alasan kuat untuk meluncurkan program beta pada November untuk keluarga S25, mengingat pembaruan final baru akan tersedia pada Maret. Hal inilah yang menjadi alasan penundaan program beta.

Perlu dicatat bahwa informasi ini masih berupa rumor yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh Samsung. Meskipun demikian, rangkaian peristiwa ini menunjukkan dinamika dalam pengembangan produk teknologi high-end.

Perubahan rencana produk seperti yang terjadi pada Samsung Galaxy S20 memang dapat mempengaruhi jadwal pengembangan perangkat lunak.

Industri smartphone terus mengalami penyesuaian strategi berdasarkan respons pasar. Seperti yang terjadi dengan Oppo Find X9 Ultra yang juga mengalami penyesuaian spesifikasi, keputusan Samsung terhadap Galaxy S26+ mencerminkan kebutuhan untuk merespons dinamika pasar secara cepat.

Dalam ekosistem teknologi, koordinasi antara pengembangan hardware dan software menjadi kritis. Keterlambatan pada satu aspek seringkali berimbas pada aspek lainnya, seperti yang terlihat dalam kasus penundaan One UI 8.5 ini.

Inovasi dalam pengembangan produk membutuhkan sinergi yang tepat, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai solusi inovatif dalam kompetisi teknologi.

Meskipun penundaan ini mungkin mengecewakan pengguna yang menantikan fitur-fitur baru One UI 8.5, keputusan Samsung untuk menyelaraskan waktu peluncuran software dengan hardware terbarunya dapat dipandang sebagai langkah strategis.

Pendekatan ini memastikan pengalaman pengguna yang optimal sejak pertama kali perangkat diluncurkan.

Sampai saat ini, Samsung belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penundaan program beta One UI 8.5 maupun perubahan jadwal peluncuran Galaxy S26.

Komunitas teknologi masih menunggu konfirmasi langsung dari perusahaan mengenai perkembangan terbaru ini. (Icha)

Samsung Odyssey G5, G6, dan G7, Hadirkan Fitur Dual Mode

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan jajaran monitor gaming terbaru Odyssey G5, G6, dan G7 di Indonesia pada 28 Oktober 2025.

Peluncuran ini memperkuat posisi Samsung sebagai merek monitor gaming nomor satu di dunia selama enam tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang sebelumnya telah dikuasai pasar monitor gaming global.

Ketiga monitor baru ini hadir dengan peningkatan performa signifikan, kualitas visual superior, dan teknologi layar terkini. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan gamer dan kreator konten, seri Odyssey terbaru menawarkan kebebasan dalam bermain, berkreasi, dan bekerja di level tertinggi.

Ario Aditya, Head of Product Marketing LCD Monitor Samsung Electronics Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi tampilan.

“Samsung terus berinovasi untuk menghadirkan teknologi tampilan yang bukan hanya memberikan performa luar biasa, tetapi juga mendukung produktivitas dan kreativitas pengguna di setiap aktivitas mereka,” ujarnya.

Melalui pembaruan lini Odyssey ini, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi gamer dan kreator untuk menikmati pengalaman visual terbaik, sesuai kebutuhan dan gaya hidup digital mereka.

Content image for article: Samsung Odyssey G5, G6, dan G7 Resmi Meluncur di Indonesia

Odyssey G5: Monitor Serbaguna dengan Performa Tangguh

Odyssey G5 (G53F) hadir sebagai opsi mainstream yang menggabungkan performa dan fleksibilitas. Monitor ini menawarkan pengalaman gaming yang mulus dan responsif berkat refresh rate 200Hz dan resolusi QHD yang menghadirkan detail tajam serta visual realistis.

Desain minimalis Odyssey G5 dilengkapi dengan fitur Eye Saver Mode dan Flicker Free Technology yang memastikan kenyamanan mata bahkan setelah sesi penggunaan panjang. Monitor ini tidak hanya ideal untuk gaming, tetapi juga mendukung produktivitas harian dengan kualitas visual yang konsisten.

Odyssey G6: Standar Baru Performa dengan Teknologi OLED 500Hz

Odyssey OLED G6 (G60SF) menetapkan standar performa baru bagi gamer kompetitif dengan menggabungkan teknologi OLED terbaru, refresh rate sangat cepat 500Hz, dan waktu respons ultra-cepat 0,03ms. Kombinasi ini menghadirkan keseimbangan sempurna antara kecepatan, kejernihan, dan akurasi warna.

Didukung teknologi QD-OLED, monitor berukuran 27 inci QHD (2.560 x 1.440) ini menampilkan warna hitam yang sangat pekat dan kontras tinggi.

Odyssey OLED G6 telah mendapatkan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500 yang memungkinkan tingkat kecerahan puncak hingga 1.000 nits, sekaligus validasi Pantone untuk memastikan warna di layar sesuai dengan standar industri kreatif.

Untuk pengalaman bermain yang lebih nyaman dan tahan lama, Odyssey G6 dilengkapi teknologi Glare Free yang meminimalkan pantulan cahaya serta OLED Safeguard+ untuk melindungi layar dari risiko burn-in.

Dukungan NVIDIA G-SYNC Compatible dan AMD FreeSync Premium Pro memastikan sinkronisasi visual yang mulus selama sesi gaming intensif.

Odyssey G7: Pengalaman Sinematik dan Produktivitas Tanpa Batas

Odyssey G7 (G75F) hadir dalam tiga varian ukuran untuk memenuhi beragam kebutuhan pengguna. Varian 40 inci menawarkan layar WUHD dengan rasio ultra-lebar 21:9, sementara varian 37 inci menyuguhkan resolusi 4K UHD (16:9).

Yang tak kalah menarik, Odyssey G70F 27 inci menghadirkan fitur Dual Mode yang memungkinkan pengguna beralih antara resolusi dan rasio layar berbeda sesuai kebutuhan.

Dilengkapi dengan VESA DisplayHDR 600, HDR10+ Gaming, dan AMD FreeSync Premium Pro, Odyssey G7 40 inci menampilkan warna cerah, kontras tinggi, serta detail mendalam untuk tampilan yang realistis.

Rasio layar ultra-lebar 21:9 memberikan area pandang ekstra yang cocok untuk gaming imersif maupun kebutuhan kreatif seperti penyuntingan video atau desain grafis.

Fitur CoreSync lighting dan Auto Source Switch+ memberikan pengalaman yang lebih praktis dan personal, sementara desain ergonomis memungkinkan penyesuaian tinggi, kemiringan, dan rotasi layar dengan mudah.

Inovasi ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menghadirkan monitor gaming Odyssey yang terus berkembang.

Teknologi OLED yang diusung seri G6 juga mencerminkan perkembangan teknologi display Samsung yang sebelumnya telah meraih sertifikasi Real Black dari VDE untuk produk TV OLED 2025.

Ketersediaan dan Harga

Samsung Odyssey G5 sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp 3.109.000, sementara Odyssey G6 dibanderol Rp 14.499.000. Odyssey G7 hadir dengan harga mulai dari Rp 7.999.000 hingga Rp 11.999.000 tergantung varian yang dipilih.

Selama periode promosi 27 Oktober hingga 11 November 2025, pembeli berkesempatan mendapatkan hadiah headset, mouse, atau totebag Odyssey.

Peluncuran seri Odyssey terbaru ini menandai babak baru dalam pengalaman gaming dan kreasi konten di Indonesia. Dengan kombinasi performa tinggi, visual imersif, dan fitur canggih yang mendukung produktivitas, Samsung terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di segmen monitor gaming premium. (Icha)

Telkom Kembali Jadi Perusahaan Indonesia Terbaik di World’s Best Employers 2025

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali mencatatkan prestasi internasional dengan menduduki peringkat pertama di antara perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar World’s Best Employers 2025 versi Forbes.

Ini merupakan kali kelima secara berturut-turut Telkom meraih pengakuan bergengsi ini, memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang berdaya saing global.

Dalam daftar World’s Best Employers 2025, Telkom menempati peringkat #345 dari 900 perusahaan terpilih di seluruh dunia. Pencapaian ini sekaligus mengungguli perusahaan Indonesia lainnya yang juga masuk dalam daftar peringkat.

Selain itu, Telkom juga menduduki peringkat kesembilan di dunia pada kategori telecommunication services, mengalahkan perusahaan telco ternama seperti Vodafone UK, Telenor Norway, Etisalat UEA, SingTel Singapore, China Mobile, Telstra Australia, dan BT Group UK.

Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan menyatakan, “Kembali mendapat penghargaan dari institusi internasional seperti Forbes merupakan bentuk pengakuan yang sangat berarti bagi Telkom”.

Willy menambahkan bahwa Telkom bangga dapat berada di jajaran perusahaan terbaik dunia, yang menjadi bukti bahwa Telkom terus berada pada jalur yang tepat dalam menciptakan lingkungan kerja yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada pengembangan talenta.

Pemeringkatan World’s Best Employers dibuat oleh Forbes bekerja sama dengan lembaga riset pasar global Statista melalui survei yang melibatkan lebih dari 300.000 karyawan dari 50 negara yang bekerja di berbagai perusahaan multinasional.

Para responden diminta memberikan penilaian dan tingkat rekomendasi terhadap perusahaan mereka berdasarkan sejumlah aspek penting, seperti pengembangan talenta, kesejahteraan karyawan, hingga fleksibilitas kerja.

Sebagai upaya memperkuat daya saing dan menjaga relevansi di tengah dinamika industri yang terus berubah, Telkom menerapkan Digital Ways of Working BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility) untuk menanamkan budaya kerja digital yang adaptif dan berorientasi pada hasil.

Inisiatif ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan agar dapat terus bertahan dan tumbuh dalam situasi bisnis yang sangat dinamis.

Digital Ways of Working ini mendorong setiap karyawan Telkom untuk berani mengambil risiko yang terukur, menjunjung tinggi integritas, memberikan layanan prima kepada seluruh pemangku kepentingan, serta bergerak cepat, solutif, dan inovatif dalam menghadapi setiap perubahan.

Pendekatan ini sejalan dengan berbagai inisiatif strategis perusahaan, termasuk proses spin-off fiber senilai Rp35,7 triliun yang baru saja ditandatangani.

Willy menambahkan, “Pencapaian ini merupakan buah dari sinergi dan dedikasi seluruh karyawan TelkomGroup yang telah mendukung terciptanya lingkungan kerja positif”.

Dengan menerapkan Digital Ways of Working BISA, kami optimis Telkom akan terus tumbuh sebagai perusahaan yang mampu menarik dan mengembangkan talenta unggul Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi di TelkomGroup.

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Telkom sebagai perusahaan yang konsisten dalam membangun ekosistem kerja berkualitas.

Sebelumnya, Telkom juga telah meraih berbagai pengakuan serupa, termasuk masuk dalam daftar LinkedIn Top Companies 2025 dan berbagai inisiatif dalam rangka perayaan 60 tahun perusahaan.

Komitmen Telkom dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung juga tercermin dari berbagai program pendukung, termasuk fasilitas daycare bersertifikasi Kementerian PPPA RI yang menjadi bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.

Selain itu, kolaborasi strategis dengan mitra teknologi global seperti Google Cloud juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi karyawan di era digital.

Pengakuan dari Forbes ini tidak hanya memperkuat brand Telkom di kancah global, tetapi juga menjadi bukti nyata implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Dengan konsistensi selama lima tahun berturut-turut meraih penghargaan ini, Telkom semakin mempertegas komitmennya dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas. (Icha)

AI Campus Telkom Hadir di UNP, Cetak Talenta Digital Unggul

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi menghadirkan AI Campus di Universitas Negeri Padang (UNP) melalui acara Seminar Telkom AI Connect dengan tema “Building Next-Generation AI Talents for Indonesia’s Future” pada Senin (27/10).

Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan AI antara kedua institusi, memperkuat komitmen Telkom dalam membangun ekosistem AI nasional.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan bahwa ketersediaan talenta menjadi tantangan besar dalam industri telekomunikasi.

“Industri bisa membantu universitas dalam mempersiapkan talenta-talenta terbaik. Universitas merupakan leader dan sumber utama penghasil generasi muda yang siap mengadopsi AI di masa mendatang,” ujarnya dalam sesi kuliah umum di UNP.

Acara ini juga dihadiri Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan, EVP Telkom Regional 1 Dwi Pratomo Juniarto, dan Rektor UNP Krismadinata, Ph.D.

AI Campus merupakan bagian dari inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang bertujuan menyatukan riset, talenta, infrastruktur, dan use case dalam satu ekosistem kolaboratif.

Melalui platform ini, Telkom telah mengembangkan lebih dari 50 use case AI yang membantu industri dan pemerintahan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, mulai dari digitalisasi dokumen, hukum, efisiensi bisnis, hingga pengembangan layanan publik.

Dalam pemaparannya, Dian Siswarini menekankan pentingnya learning agility bagi generasi muda. “Dengan learning agility, generasi muda dapat belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan berbagai perkembangan industri. AI CoE memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai proyek di industri yang beragam,” tuturnya.

Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis karena memungkinkan mahasiswa dan akademisi melakukan riset langsung dengan industri terkait.

Empat Pilar AI Center of Excellence

AI Center of Excellence Telkom berdiri pada empat pilar utama yang saling mendukung. Pertama, AI Campus sebagai ruang kolaborasi antara kampus dan industri untuk memperkuat kurikulum dan kapasitas talenta.

Kedua, AI Playground yang berfungsi sebagai laboratorium eksplorasi tempat mahasiswa dan peneliti dapat menguji berbagai model AI secara aman dan bertanggung jawab.

Ketiga, AI Connect menjadi jembatan antara praktisi dan bisnis untuk berbagi praktik terbaik dan mempercepat inovasi.

Keempat, AI Hub berperan sebagai tempat pembuktian nilai, di mana lebih dari 50 proof of concept telah dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan industri. Keempat pilar ini membentuk ekosistem komprehensif yang mendukung pengembangan talenta AI di Indonesia.

Rektor UNP Krismadinata, Ph.D menyambut positif kolaborasi ini dengan menyatakan bahwa acara yang diadakan Telkom sangat cocok dengan momentum transformasi teknologi yang sedang dijalankan UNP.

“Dengan adanya konektivitas dari Telkom sangat membantu proses dan perkembangan transformasi teknologi yang sedang kami implementasikan. UNP siap menjadi mitra bagi Telkom,” tegasnya.

Krismadinata menambahkan bahwa dengan berbagai jurusan yang terdapat di UNP, kedua institusi dapat saling mendukung dalam membangun negeri.

Kolaborasi ini sejalan dengan visi Telkom untuk menyiapkan ribuan talenta AI generasi baru menuju Indonesia Emas 2045.

Inisiatif AI Campus sebelumnya juga telah diluncurkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menunjukkan konsistensi Telkom dalam memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah.

Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan kurikulum, tetapi juga mendorong terciptanya startup berbasis AI yang dapat berkontribusi pada ekosistem digital Indonesia.

Dampak Strategis bagi Pengembangan Talenta

Kehadiran AI Campus di UNP diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih intensif antara akademisi dan industri. Melalui platform ini, ide-ide segar dari kampus dapat diimplementasikan ke dalam dunia nyata, menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan komitmen Telkom untuk membangun ekosistem AI nasional melalui talenta muda yang unggul, kolaboratif, dan dapat memberikan kontribusi nyata.

Dian Siswarini menutup pernyataannya dengan harapan bahwa melalui kolaborasi ini, Telkom dapat bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk universitas, untuk menghasilkan berbagai inovasi dan generasi pemimpin global di masa depan.

“Tanpa adanya kolaborasi tidak akan terbentuk kerja sama dan akselerasi inovasi AI,” pungkasnya.

Telkom akan terus menghadirkan program-program AI Campus di berbagai universitas di Indonesia untuk menciptakan peluang dan memperkuat partisipasi aktif generasi muda dalam pengembangan dan inovasi AI.

Upaya serupa juga dilakukan Telkom dalam mendukung pembelajaran coding dan AI di sekolah-sekolah berbagai daerah, membentuk pipeline talenta digital sejak dini.

Kolaborasi antara Telkom dan UNP ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan akademik, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kompetisi dan riset nasional seperti yang diselenggarakan Telkomsel.

Sinergi antara pendidikan tinggi dan industri telekomunikasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia menuju masa depan yang berdaulat. (Icha)

ITDC dan Signify Kolaborasi Wujudkan Destinasi Wisata Hijau

Telko.id – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Signify Commercial Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) untuk penerapan teknologi pencahayaan berkelanjutan di kawasan wisata.

Kerja sama strategis ini bertujuan memperkuat pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia melalui infrastruktur pencahayaan modern dan efisien energi.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, dan Direktur PT Signify Commercial Indonesia, Lucas Ardhana, di Wantilan ITDC, The Nusa Dua, pada Sabtu (25/10/2025).

Kolaborasi lintas sektor ini mempertemukan kekuatan pengembangan pariwisata dengan teknologi pencahayaan mutakhir untuk menciptakan destinasi yang berdaya saing global.

“Bagi ITDC, pencahayaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang bagaimana cahaya menghadirkan kehidupan di destinasi,” ujar Troy Warokka.

Menurut Troy, Ia ingin setiap kawasan ITDC memiliki atmosfer yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan rasa nyaman, aman, dan meninggalkan kesan hangat bagi siapa pun yang datang.

Lucas Ardhana dari Signify menambahkan, “Kemitraan strategis dengan ITDC ini merupakan wujud nyata komitmen Signify untuk mendukung pariwisata di Indonesia. Kami bangga dan yakin bahwa Signify selaku pemimpin dunia di bidang pencahayaan dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata, mendorong ekonomi dan efisiensi energi.”

Kerja sama non-komersial ini akan memanfaatkan teknologi pencahayaan inovatif dan cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengembangan tiga kawasan pariwisata ITDC: The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.

Signify akan membagikan pengetahuan dan keahlian terkait aplikasi teknologi pencahayaan yang estetik, efisien energi, pintar, dan berkelanjutan.

Implementasi awal kolaborasi ini telah dimulai dengan dukungan Signify dalam menghadirkan pencahayaan dinamis pada Patung Mandala di kawasan ITDC The Nusa Dua.

Penerangan khusus ini bertepatan dengan pelaksanaan The Nusa Dua Festival pada 25-26 Oktober 2025, menunjukkan komitmen nyata dalam menerapkan teknologi pencahayaan berkelanjutan.

Kolaborasi ITDC dan Signify menjadi contoh sinergi positif antara sektor teknologi dan pariwisata. Pendekatan ini sejalan dengan tren global dimana teknologi menjadi enabler utama dalam menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga ramah lingkungan dan efisien energi.

Penerapan teknologi pencahayaan cerdas berbasis IoT di kawasan wisata dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman pengunjung.

Sistem pencahayaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan pengunjung akan menciptakan atmosfer yang lebih personal dan berkesan, sekaligus mengoptimalkan konsumsi energi.

Inisiatif ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Seperti yang dilakukan perusahaan teknologi lainnya, termasuk Acer dengan laptop Copilot+ PC yang mengutamakan efisiensi energi, kolaborasi ITDC-Signify menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi solusi untuk tantangan keberlanjutan.

ITDC sebagai bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam mengelola kawasan pariwisata terintegrasi.

Keberhasilan pengelolaan The Nusa Dua sebagai destinasi internasional menjadi fondasi kuat untuk penerapan inovasi teknologi di kawasan lainnya.

Signify, sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, membawa portofolio teknologi mutakhir termasuk sistem pencahayaan Philips, Philips Hue, WiZ, dan Interact.

Perusahaan yang mencatat penjualan EUR 6,1 miliar pada 2024 ini telah mendapatkan pengakuan internasional untuk komitmen keberlanjutannya, termasuk peringkat Platinum dari EcoVadis.

Penerapan teknologi pencahayaan berkelanjutan ini tidak hanya akan meningkatkan estetika kawasan wisata, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan jejak karbon.

Efisiensi energi yang dihasilkan dari sistem pencahayaan cerdas dapat signifikan, terutama di kawasan wisata berskala besar yang membutuhkan penerangan ekstensif.

Kolaborasi ini juga mencerminkan bagaimana kemajuan teknologi, seperti yang terlihat pada OPPO Find X9 Series dengan chipset MediaTek Dimensity 9500, dapat diintegrasikan dalam pengembangan infrastruktur pariwisata.

Teknologi AI dan IoT yang semakin canggih memungkinkan terciptanya solusi pencahayaan yang lebih responsif dan efisien.

Pengembangan destinasi wisata berkelanjutan menjadi semakin penting dalam era dimana kesadaran lingkungan terus meningkat.

Wisatawan modern tidak hanya mencari keindahan alam dan fasilitas mewah, tetapi juga nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek pengalaman berwisata mereka.

Dengan kolaborasi ini, ITDC dan Signify berkomitmen untuk menciptakan standar baru dalam pengembangan destinasi pariwisata Indonesia.

Integrasi teknologi pencahayaan mutakhir diharapkan dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di kancah global, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Inisiatif serupa dalam penerapan teknologi berkelanjutan juga dapat dilihat pada Oppo Find X9s dengan inovasi kamera dan performa unggul, yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di berbagai sektor.

Kolaborasi ITDC dan Signify diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Pendekatan berbasis teknologi dan keberlanjutan ini dapat direplikasi di berbagai kawasan wisata untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih hijau dan berdaya saing tinggi. (Icha)

AI Berdaulat Tambah PDB Indonesia USD140 Miliar pada 2030

0

Telko.id – Penerapan kecerdasan artifisial (AI) berdaulat diproyeksikan menambah kontribusi hingga USD140 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030.

Potensi ini diungkap dalam Empowering Indonesia Report 2025 yang diluncurkan Indosat Ooredoo Hutchison bersama Twimbit, dengan tema “Building Bridges of Tomorrow”.

Laporan ini menegaskan sovereign AI sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital menuju Indonesia Emas 2045.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menekankan bahwa AI bukan sekadar persoalan teknologi.

“AI bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kemandirian bangsa. Kedaulatan AI berarti kita membangun teknologi yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujarnya dalam peluncuran laporan tersebut.

Adopsi strategis AI berdaulat juga berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia hingga 6,8%.

Laporan tersebut menguraikan lima pilar utama menuju kedaulatan AI. Kelima pilar itu mencakup infrastruktur digital andal, tenaga kerja AI berkelanjutan, industri AI yang tumbuh, riset dan pengembangan mumpuni, serta regulasi dan etika yang kokoh.

Penerapannya dapat mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi menjadi 2041, atau bahkan 2038 dalam skenario terbaik.

Sektor jasa diproyeksikan mengalami peningkatan produktivitas hingga 18%, disusul manufaktur 15–20%, dan pertanian 5–8%.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Indonesia memerlukan investasi sebesar USD3,2 miliar hingga 2030 untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional.

Saat ini, AI data center di Indonesia baru mencakup kurang dari 1% dari pasar global. Percepatan pembangunan pusat data bertenaga energi terbarukan dan jaringan 5G yang lebih luas menjadi kebutuhan mendesak. Inisiatif seperti kemitraan Indosat dengan NVIDIA dan kolaborasi dengan Accenture untuk pengembangan cloud AI berdaulat menjadi langkah strategis menjawab tantangan ini.

Content image for article: AI Berdaulat Tambah PDB Indonesia USD140 Miliar pada 2030

Laporan juga menyoroti kebutuhan pengembangan 400 ribu talenta AI pada 2030, dengan investasi pendidikan dan pelatihan mencapai USD968 juta.

Indonesia saat ini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan USD1,08 miliar. Inovasi lokal seperti Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar yang mendukung bahasa Indonesia dan daerah, menunjukkan peralihan Indonesia dari pengguna menjadi pembentuk teknologi AI global.

Sahabat-AI bahkan memecahkan rekor MURI dengan 5.000 puisi untuk HUT ke-80 RI, menandakan adopsi AI yang kian meluas.

Manoj Menon, Founder and CEO Twimbit, menyatakan Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat.

“Dengan membangun fondasi digital yang kuat dan menciptakan ekosistem yang inklusif, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia, mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Pernyataan ini sejalan dengan upaya pembentukan AI Application Cooperation Center oleh Indosat yang menargetkan pengembangan solusi AI aplikatif.

Content image for article: AI Berdaulat Tambah PDB Indonesia USD140 Miliar pada 2030

Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan sebagai mitra bangsa dalam mempercepat kedaulatan digital.

“Kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri,” ujarnya.

Melalui kolaborasi strategis dan inovasi berkelanjutan, Indosat berkomitmen menghadirkan konektivitas inklusif dan solusi AI beretika untuk memberdayakan masyarakat.

Empowering Indonesia Report 2025 ditutup dengan seruan tindakan lintas sektor untuk mewujudkan ekosistem AI berdaulat.

Dengan memperkuat fondasi infrastruktur, membangun talenta masa depan, dan menegakkan tata kelola AI beretika, Indonesia siap melangkah dari pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital yang berdaulat.

Laporan ini menjadi peta jalan penting bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memanfaatkan momentum AI untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Icha)