spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 920

XL Future Leaders Sosialisasi Via e-Youth Townhall Secara Online

0

Telko.id – Program XL Future Leaders (XLFL) yang diselenggarakan oleh XL Axiata (XL Axiata) saat ini telah memasuki tahun ke-9. Setiap tahun, jumlah pendaftar terus bertambah, seiring dengan semakin meningkatnya reputasi program ini di kalangan mahasiswa Indonesia. Karena kuota peserta yang tidak bertambah, maka dengan sendirinya kompetisi untuk bisa lolos menjadi peserta program ini juga semakin ketat.

Untuk membekali mahasiswa para peminat yang berasal dari Kawasan Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur, XL Axiata menggelar acara seminar e-Youth Townhall secara daring menggunakan fasilitas Zoom Meeting pada Sabtu (13/6) dan Minggu (14/6).

Acara yang diadakan dalam rangka mensosialisasikan program XL Future Leaders kepada mahasiswa ini, mengangkat tema tentang “Personal Branding’ pada Sabtu dan ‘Smart & Smarter’ pada Minggu, dengan menghadirkan beberapa pemateri dari berbagai industri, antara lain Marlon Akay, Industrial Finance Manager PT Unilever Indonesia dan Co-Founder IBS-MTT, Lois Merry Tangel, Putri Pariwisata Indonesia 2016 dan Runner-up 2 Miss Tourism Cosmopolitan International 2017.

Baca juga : XL Axiata Gandeng Google Cloud Demi Keberlanjutan Transformasi Digital

Selain itu, ada pula Fardi Yandi, CEO/Founder and Digital Marketing Officer @socialkreatif Social Media Marketing coach serta Dwi Kartika Sari, XL Future Leaders Program Leader dan Aumi Angreny, Asisten Analis Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulawesi Selatan dan Alumni XLFL Batch 1.

”Tingkat persaingan untuk bisa menjadi bagian dari peserta XLFL setiap tahun semakin berat. Tahun lalu, peserta yang mendaftar tembus angka 17 ribu mahasiswa dari berbagai universitas seluruh penjuru tanah air. Hampir seperti bersaing untuk bisa diterima di perguruan tinggi negeri favorit. Fenomena ini tidak terlepas dari semakin sadarnya kalangan mahasiswa Indonesia atas kualitas materi yang diajarkan dan besarnya manfaat yang bisa peserta dapatkan dari program XLFL. Acara-acara yang bersifat pembekalan bagi peminat XLFL tentu sangat berguna sebagai persiapan untuk mengikuti seleksi yang sangat ketat,” ungkap Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communication XL Axiata.

XL Future Leaders

Tri Wahyuningsih menambahkan, pendaftaran XL Future Leaders telah dibuka sejak 20 Februari 2020 lalu dan akan ditutup ‪pada 30 Juni 2020. Pada tahun ini, kuota yang tersedia di XLFL minimal sebanyak 150 mahasiswa terpilih. Tahapan seleksi meliputi Tahap 1, Tes kelengkapan administrasi (Pengumuman yang lulus Juli 2020). Tahap 2, Online Test – English Test GMAT (Akan dilaksanakan pada Juli 2020.

Pengumuman yang lulus Agustus 2020). Tahap 3, Online/Offline Case Study (Akan dilaksanakan pada Agustus 2020). Pengumuman yang lulus Agustus 2020). Tahap 4, Forum Group Discussion (FGD), Presentasi dan Interview/Wawancara (Akan dilaksanakan pada Agustus – September 2020). Pengumuman peserta yang lolos masuk angkatan 9 akan dilakukan pada Oktober 2020.

Pada webinar ini, semua pembicara akan berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama menekuni bidang masing-masing sesuai tema dalam webinar yakni tentang Managing Change, Personal Branding dan Smart & Smarter. Peserta juga akan mendapatkan informasi lebih detail tentang program XLFL yang akan diberikan langsung oleh Facilitator XLFL, para alumni XLFL dan penerima beasiswa XLFL, termasuk tips untuk bisa lolos seleksi XLFL.

Sampai saat ini, kegiatan sosialisasi XLFL dalam bentuk e-Youth Townhall dan e-University Townhall yang dilakukan secara daring telah berjalan di 14 kota di Indonesia, yakni Banda Aceh, Medan, Palembang, Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, Jatinangor, Yogyakarta, Jawa Timur, Palu, Banjarmasin, dan Indonesia Timur yang diikuti oleh peserta dari Kalimantan, Sulawesi, NTT, sampai Papua. Sebanyak lebih dari 5.300 peserta terdaftar mengikuti kegiatan yang telah berlangsung sejak 11 April lalu hingga kini. (Icha)

 

 

Huawei Mate Xs Sudah 5G dan Punya Triple Camera 40 MP

0

Telko.id – Huawei Mate Xs kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 24. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 5G ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10.0 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei Mate Xs. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei Mate X).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Interstellar Blue) dan memiliki body berdimensi Unfolded: 161.3 x 146.2 x 5.4 mmFolded: 161.3 x 78.5 x 11 mm dengan berat 300 g (10.58 oz). Desainnya dibangun dari komponen Plastic front, aluminum back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei Mate Xs

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei Mate Xs :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF
    8 MP, f/2.4, 52mm (telephoto)
    16 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
    TOF 3D, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor No – uses main camera yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal .

Spesifikasi Huawei Mate Xs

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.36 GHz Cortex-A76 & 4×1.95 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 512GB storage, NM dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 8.0″ Inch dengan jenis Foldable OLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 2200×2480 pixels dan telah dilengkapi dengan Folded cover display: 6.6″, AMOLED, 1148 x 2480 pixels (19.5:9). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei Mate Xs sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A Cat21 1400/200 Mbps, 5G (2+ Gbps DL).

Selain itu ada juga konektifitas USB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei Mate Xs :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 6(900), 7(2600), 8(900), 9(1800), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 20(800), 26(850), 28(700), 32(1500), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A Cat21 1400/200 Mbps, 5G (2+ Gbps DL)
LAUNCH
Announced 2020, February 24
Status Available. Released 2020, March 5
BODY
Dimensions Unfolded: 161.3 x 146.2 x 5.4 mmFolded: 161.3 x 78.5 x 11 mm
Weight 300 g (10.58 oz)
Build Plastic front, aluminum back, aluminum frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Interstellar Blue
DISPLAY
Type Foldable OLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 8.0 inches, 205.0 cm2 (~86.9% screen-to-body ratio)
Resolution 2200 x 2480 pixels (~414 ppi density)
Protection
Folded cover display: 6.6″, AMOLED, 1148 x 2480 pixels (19.5:9)
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10.0
Chipset HiSilicon Kirin 990 5G (7 nm+)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.36 GHz Cortex-A76 & 4×1.95 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot NM (Nano Memory), up to 256GB (uses shared SIM slot)
RAM 8 GB
Internal 512GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF
8 MP, f/2.4, 52mm (telephoto)
16 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
TOF 3D, (depth)
Features Leica optics, dual-LED dual-tone flash, panorama, HDR
Video 2160p@30fps, 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors No – uses main camera
Features
Video
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4500 mAh
Non-removable Li-Po 4500 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

vivo V19 Neo Hadir Dengan Quad Camera 48 MP dan Snapdragon 675

0

Telko.id – vivo V19 Neo kali pertama diperkenalkan pada 2020, June 13. Perangkat bermesin Snapdragon 675 ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie), Funtouch 9.2 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo V19 Neo. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (vivo V19).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Admiral Blue, Crystal White) dan memiliki body berdimensi 159 x 74.2 x 8.5 mm (6.26 x 2.92 x 0.33 in) dengan berat 176 g (6.21 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera vivo V19 Neo

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo V19 Neo :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 13mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (macro), 1/5.0″, 1.75µm
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.5, 23mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi vivo V19 Neo

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 675 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.0 GHz Kryo 460 Gold & 6×1.7 GHz Kryo 460 Silver) dan prosesor grafis / GPU Adreno 612. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.44″ Inch dengan jenis Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo V19 Neo sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi vivo V19 Neo :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 2100
4G bands 1, 3, 5, 7, 8, 38, 40, 41
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2020, June 13
Status Available. Released 2020, June 13
BODY
Dimensions 159 x 74.2 x 8.5 mm (6.26 x 2.92 x 0.33 in)
Weight 176 g (6.21 oz)
Build Glass front, plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Admiral Blue, Crystal White
DISPLAY
Type Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.44 inches, 100.1 cm2 (~84.9% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~409 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie), Funtouch 9.2
Chipset Qualcomm SDM675 Snapdragon 675 (11 nm)
CPU Octa-core (2×2.0 GHz Kryo 460 Gold & 6×1.7 GHz Kryo 460 Silver)
GPU Adreno 612
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 13mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
2 MP, f/2.4, (macro), 1/5.0″, 1.75µm
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 4K@30fps, 1080p@30/60fps
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.5, 23mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
Features HDR
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS
NFC
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4500 mAh
Non-removable Li-Po 4500 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Facebook Developer Circles ‘Rangkul” Developers dari Indonesia Timur

0

Telko.id – Facebook Developer Circles ‘rangkul” developers dari Indonesia Bagian Timur. Hal ini merupakan komitmen Facebook untuk menjangkau para developer tersebut agar mereka dapat saling berhubungan, belajar, dan berkolaborasi bersama baik secara online maupun offline.

“Developer menjadi salah satu komunitas penting bagi perkembangan teknologi di Indonesia dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan pertumbuhan para developer yang berada di seluruh Indonesia melalui beragam program dan pelatihan. Kami di Facebook percaya bahwa para developer di Indonesia dapat membangun beragam produk dan jasa di bidang teknologi yang membawa orang-orang saling berhubungan dengan cara yang bermakna serta membawa mereka lebih dekat melalui platform Facebook,” ungkap Virginia Yang, Director of Developer Partnerships and Programs for APAC at Facebook.

Baca juga : Facebook, Hadirkan Messenger Khusus Buat Anak-anak

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memiliki potensi yang besar pula untuk mengembangkan teknologi yang digawangi oleh para developer yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Facebook berkomitmen untuk menjangkau para developer tersebut agar mereka dapat saling berhubungan, belajar, dan berkolaborasi bersama baik secara online maupun offline.

Para developer tersebut dipertemukan dalam sebuah wadah bernama Developer Circles, sebuah program berbasis komunitas yang didedikasikan untuk para inovator di mana mereka bisa mempelajari keahlian baru serta mengembangkan ide untuk dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi. Dimulai pada tahun 2017, Developer Circle di seluruh dunia telah memiliki lebih dari 320.000 anggota dengan lebih dari 200 circles.

Di Indonesia, Facebook memulai Developer Circles pada akhir 2016 di kota Malang. Kini, sudah memiliki 10 Developer Circles yang tersebar di berbagai kota di Indonesia: Medan, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali dan Makassar. Dari 10 kota itu, sudah ada lebih dari 26.000 developer yang telah bergabung dalam Developer Circles dan hingga tahun 2019, kami sudah melatih sekitar 8.000 developer.

Perhatian Facebook tidak hanya menjangkau para developer yang berada di barat Indonesia, namun dipercaya juga begitu banyak developer yang memiliki potensi besar di bagian timur Indonesia. Untuk itu, selain Bali dan Makassar, juga menjangkau para developer di Pulau Kalimantan, tepatnya di Pontianak, untuk bergabung bersama di komunitas Developer Circles dan bersama-sama berbagi ilmu dengan para developer di kota-kota lainnya. Program Developer Circles di Pontianak akan dipimpin oleh Muhammad Iqbal.

Facebook juga nantinya akan membantu mereka yang telah lulus program pelatihan Developer Circles untuk langsung bertemu dengan perusahaan-perusahaan teknologi yang membutuhkan kemampuan mereka.

Seperti halnya di kota-kota lain, Developer Circles di Pontianak ini nanti akan dapat berhubungan melalui Grup Facebook di mana mereka dapat saling bertukar ide, mengirimkan informasi, video dan lain-lain. Di dalam grup tersebut, Facebook juga akan memberikan berbagai pelatihan secara online bagi para anggota komunitas untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan mereka.

Selain program pelatihan regular yang dilaksanakan untuk para anggota Developer Circles, ada juga beberapa program pelatihan khusus yang digelar:

Developer Circles Javascript training course and bootcamp,program yang ditujukan bagi 2.500 anggota Developer Circles untuk mengikuti pelatihan pengembangan Javascript secara intensif pada tahun 2019. Program ini diberikan secara gratis dan setiap peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat.

Developer Circles mentorship,sebuah program mentorship yang mempertemukan developer senior dan developer junior untuk saling berbagi pengetahuan dan ilmu serta saling mengasah kemampuan.

Pertemuan dilakukan selama tiga bulan sekali dan telah dilaksanakan di Jakarta. Tahun ini, mentorship serupa akan digelar di kota-kota lain di luar Jakarta, termasuk di Pontianak.

Program training untuk para developer berkebutuhan khusus. Tahun lalu, Facebook bekerjasama dengan Hyden Academy untuk memberikan pelatihan kepada para developer berkebutuhan khusus. Tidak hanya itu, kami juga mempertemukan mereka dengan mitra kami dari perusahaan-perusahaan teknologi yang berminat untuk mendengar lebih jauh kemampuan dan pengalaman mereka.

Developer Circles Open Source Immersion, sebuah inisiatif yang dilakukan untuk mendorong para developer berkontribusi pada project-project open source.

Developer Circles global hackathon competition, lewat ajang ini,Facebook memberikan tantangan kepada seluruh developers yang tergabung dalam Developer Circles untuk membuat software aplikasi yang dapat digunakan untuk tiga kategori, yaitu: Gaming and Entertainment, Productivity and Utility, atau Social Good.

Tahun 2019 lalu, pemenang dari kompetisi global ini adalah Frida Dwi, seorang developer asal Yogyakarta yang sebelumnya juga menjadi juara 1 pada Facebook’s Global Developer Circles Community Challenge 2019. Frida berhasil membuat sebuah game yang menyenangkan dan edukatif yaitu “Fun with English” yang mengantarnya menjadi juara pertama pada kompetisi global ini. (Icha)

 

realme Siapkan 4 Produk Ini Untuk Ganggu Pasar Di Semester Kedua 2020

Telko.id – realme siapkan 4 produk terbaru untuk ganggu pasar Indonesia pada semester kedua tahun ini. Produk tersebut adalah realme X3 SuperZoom dan seri terbaru realme Narzo, bersama dengan realme Watch dan realme Buds Air Neo. Lalu apa ‘bekal’ ke empat produk tersebut hingga realme ‘pede’ bakal bisa ganggu pasar?

Pada semester dua ini, realme mengawali dengan meluncurkan seri smartphone terbarunya yakni realme Narzo. Targetnya adalah para pengguna yang cerdas secara digital, tak terkendali, dan ambisius.

realme siapkan 4 produk

“Seri baru Narzo menargetkan pasar anak muda dengan fokus pada performa yang kuat dan hiburan. Generasi pertama dari seri baru realme Narzo akan memenuhi kebutuhan pembeli online muda dan akan tersedia secara eksklusif di online. Pada akhirnya, kami selalu dapat menyesuaikan preferensi pasar sesuai dengan target pengguna. realme Narzo yang akan luncurkan di Indonesia membawa spesifikasi yang lebih canggih daripada di India. realme memiliki ambisi untuk menciptakan realme Narzo sebagai produk online terlaris di segmen harga Rp 2 jutaan. Karena online, harganya juga akan lebih menarik dibandingkan dengan produk yang tersedia secara offline,” ungkap Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.

Baca juga : Realme Masuk Top 5 Pasar Smartphone Asia Tenggara

realme kali ini menggunakan pendekatan yang berbeda untuk memperkenalkan seri baru Narzo di Indonesia. Saat ini, realme bekerja sama dengan rapper terkenal, Tuan Tigabelas & Weird Genius untuk membuat lagu Narzo dengan ritme upbeat dan lirik penuh semangat tentang realme Narzo. Kolaborasi ini mewakili anak muda yang dinamis dan kreatif sehingga cocok untuk mewakili Narzo itu sendiri. Harga produk ini adalah Rp. 2 jutaan.

Dan yang menjadi flagship kali ini adalah realme X3 SuperZoom. Harapannya, produk ini mampu melanjutkan kesuksesan dari seri X flagship sebelumnya dari realme yang bertujuan untuk menjadi produk flagship favorit di rentang harga Rp 6 – 10 juta dan membawanya ke tingkatan yang lebih baru.

realme siapkan 4 produk

Yang menjadi bekal adalah lebih banyak peningkatan di sektor kamera. Selain itu spesifikasi smartphone dari realme X3 SuperZoom yang dapat memberikan performa yang tak kalah super.

“Kami masih terus dan akan selalu memperkenalkan produk flagship karena kami memiliki komunitas penggemar yang semakin besar. Banyak penggemar yang memberikan feedback yang sangat positif setelah kami memperkenalkan realme X2 Pro dan kami ingin terus memperbarui seri flagship untuk menghadirkan teknologi yang paling maju dan pengalaman yang paling kuat. realme X3 SuperZoom hadir dengan performa kamera yang memukau, dengan lensa periskop, mendukung 60x SuperZoom. Terlepas dari kualitas gambar yang luar biasa, juga ada banyak tren teknologi penentu lainnya, seperti 120Hz Ultra Smooth Display dan 30W Dart Flash Charge. Kami sangat yakin bahwa realme X3 SuperZoom akan menjadi smartphone flagship yang paling diskuai oleh anak muda,” tambah Palson.

Produk selanjutnya adalah realme dalam katagori AIoT atau Artificial Intelligence of Things yakni realme Watch. Produk ini hadir sebagai asisten kesehatan pribadi selama 24/7 dengan Heart Rate & SpO2 Monitor, Smart Connect dan layar warna besar – Dengan banderol Rp 799.000, tersedia melalui flash sale di realme.com/id, Shopee, & Akulaku pada 19 Juni.

Produk yang terakhir adalah realme Buds Air Neo. Produk ini hadir dengan warna penuh gaya, 13 mm dynamic bass boost driver dan mode Super Low Latency. Tersedia melalui flash sale pada 19 Juni di realme.com/id, Shopee, & Akulaku dengan harga Rp 499.000.

realme siapkan 4 produk untuk ganggu pasar di Indonesia. Mampu kah? Kita tunggu saja hasil nya! (Icha)

Indosat Ooredoo Raih Penghargaan Dari Frost & Sullivan Indonesia

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Raih Penghargaan Frost & Sullivan Indonesia Excellent 2020. Operator ini memperoleh penghargaan di 2 kategori yaitu In Store Experience dan Contact Center Experience. Penghargaan ini merupakan hasil dari studi yang dilakukan Frost & Sullivan yang menilai pengalaman pelanggan di industri telekomunikasi Indonesia pada customer journey di seluruh touch points.

“Kami merasa bangga menerima Frost & Sullivan Indonesia Excellent Award 2020 ini. Penghargaan tersebut merupakan wujud dari komitmen yang berkelanjutan untuk selalu memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan. Pencapaian ini juga mendorong kami untuk mencari peluang untuk memberikan pengalaman pelanggan terbaik di kelasnya dalam tren yang berubah cepat, terutama di dalam tatanan kehidupan baru ini, Kami menyadari tanggung jawab ini dan akan terus meningkatkan pelayanan pelanggan sesuai dengan kebutuhan masing-masing secara interaktif,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo memiliki beberapa saluran layanan pelanggan yang terintegrasi untuk memudahkan agent mengenali pelanggan lebih baik untuk memberikan layanan yang paling sesuai dengan profil dan kebutuhan digital mereka.

Baca juga : Keren, CSR Indosat Ooredoo Di Bidang Pendidikan Dapat Penghargaan

Pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi MyIM3, menghubungi contact center 185, mention @indosatcare di Twitter, atau mengunjungi gerai yang tersebar di seluruh Indonesia untuk segala kebutuhan terkait layanan Indosat Ooredoo. Berfokus pada engagement pelanggan, Indosat Ooredoo menggunakan dashboard yang interaktif dan terintegrasi untuk mengurangi upaya pelanggan, mempercepat tanggapan agent, dan meningkatkan kualitas layanan.

“Fokus Indosat Ooredoo pada memperkuat fungsi digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan contact center (CX) membedakannya dalam industri telekomunikasi Indonesia yang kompetitif. Peluncuran Digital Experience Platform yang terpadu juga berupaya meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan mengintegrasikan CX interaktif di seluruh interaksi titik penjualan di dalam toko, contact center, aplikasi seluler, dan saluran online,” komentar dari Edurra Talib, Senior Research Analyst Customer Research Frost & Sullivan.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo raih penghargaan Frost & Sullivan juga pada kategori Indonesia Mobile Service Provider of the Year pada 2017, Data Communications Service Provider of The Year di tahun 2015, Infrastructure as a Service Provider of the Year di tahun 2014, Data Center Services Provider of The Year di tahun 2013 dan 2012, serta Telecom Service Provider of the Year dan Mobile Service Provider of the Year di tahun 2011. (Icha)

 

 

Telkomsel Perluas Jaringan 4G LTE di Kabupaten Flores Timur

0

Telko.id – Telkomsel perluas Jaringan 4G LTE di Kabupaten Flores Timur. Caranya dengan mengoperasikan 1 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) berteknologi terdepan 4G LTE di Desa Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di tengah masa darurat pandemi COVID-19 yang turut berdampak pada keterbatasan ruang gerak secara fisik,menjadikan teknologi telekomunikasi terutama berbasis broadband menjadi salah satu solusi utama yang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan perangkat pemerintah daerah dalam menjalankan aktitas keseharian.

Baca juga : Telkomsel Perkuat Jaringan di Sebaru Dukung Proses Observasi WNI

“Itu sebabnya, Telkomsel terpanggil untuk selalu hadir menemani masyarakat dengan memaksimalkan upaya perluasan jangkauan jaringan broadband berteknologi terdepan seperti 4G LTE, sebagai solusi untuk menghubungkan remote area yang memiliki struktur geografis yang cukup menantang,” ujar Samuel Pasaribu, VP Network Operation and Quality Management Area Jawa Bali Telkomsel.

Desa Wokoklibang sendiri terletak di bagian barat Pulau Adonara yang masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggata Timur. Menuju Desa yang dikelilingi lahan hutan kemiri tersebut harus dijangkau menggunakan kapal laut untuk memudahkan penyeberangan dari Kota Larantuka ke Pulau Adonara. Butuh waktu sekitar satu jam penyeberangan menggunakan kapal, dan tiga jam perjalanan darat untuk sampai di Desa Woloklibang.

Telkomsel Perluas Jaringan

Beberapa waktu lalu, Telkomsel mendapatkan masukan dari masyarakat setempat tentang adanya kebutuhan akses jaringan broadband oleh masyarakat guna mendukung aktivitas keseharian dan koordinasi kerja perangkat desa. Untuk itu, dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang cukup menantang, Telkomsel perluas jaringan dengan mengoperasikan 1 unit COMBAT dengan teknologi 4G, guna memastikan perluasan jangkauan dan pemerataan akses telekomunikasi berbasis broadband di Desa Woloklibang, yang juga merupakan Kawasan wilayah 3T di Kabupaten Flores Timur.

“Dengan dipasangnya Combat layanan 4G di desa Woloklibang kami berharap koordinasi antara perangkat Pemerintah Desa denganPemerintahKabupaten dapat berjalan lebih efektif dengan kehadiran pemanfaatan teknologi broadband.Saat ini 1279 BTS Telkomsel telah hadir melayani lebih dari 90% wilayah populasi di Provinsi Nusa Tengara Timur. Kami juga berharap layanan broadband 4GLTE ini juga dapat turut mendorong peningkatan potensi perekonomian desa, serta membantu para pelajar dalam melakuka proses belajar secara daring”tutup Samuel.

Komitmen Telkomsel dalam mengupayakan pemerataan akses broadband di seluruh Indonesia akan terus terjaga seiring dengan makin tingginya tingkat adopsi layanan berbasis digital yang tentunya membutuhkan akses dan kualitas layanan broaband yang prima. Telkomsel memaknai usia ke-25 tahun sebagai upayauntuk terusbergerak maju, bertransformasi, dan tumbuhbersamaseluruh lapisan masyarakatdi setiap fase kehidupan,dengan menghadirkan kemudahan pemanfaatan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). (Icha)

 

Ini Dia 3 Platform Ideal untuk Belajar di Era New Normal

0

Telko.id – Sebagian dari kita pasti tak asing lagi dengan istilah New Normal. Setidaknya, istilah itu telah cukup sering digembar-gemborkan selama beberapa pekan terakhir, sebagai jawaban dari pandemi virus corona yang belum juga menampakkan tanda-tanda akan berakhir, setidaknya di Indonesia. Kini, semua sektor bersiap menjalani tatanan kehidupan baru yang dimaksud, tidak terkecuali dunia pendidikan.  Mulai dari bagaimana cara melakukan aktivitas di luar rumah hingga menciptakan sebuah atmosfer yang menyenangkan saat belajar.

Pun demikian, penerapan social distancing sebagai faktor utama New Normal bagaimana pun menciptakan tantangan tersendiri bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, yang biasanya mempertemukan guru dengan murid sebagai upaya melangsungkan proses belajar mengajar yang menyenangkan.

Karena itu, para pelaku dunia pendidikan wajib mencari solusi terkait bagaimana proses belajar mengajar bisa tetap dilangsungkan, tanpa mengabaikan peran guru sebagai pengajar. Dengan kata lain, dibutuhkan media untuk memfasilitasi para guru agar tetap bisa menunaikan tugasnya sebagai pengajar. Sementara siswa, menunaikan kewajibannya untuk belajar dengan baik. Walaupun tanpa kehadiran guru di hadapannya, dan hanya dari rumah.

Inilah mengapa sebuah platform pembelajaran jarak jauh idealnya tidak untuk menggantikan peran masing-masing stake-holder yang ada di ekosistem sekolah, baik itu guru, orang tua dan sekolah itu sendiri. Karena sejatinya, pendidikan lebih dari sekadar perpustakaan literasi. Pendidikan butuh sistem yang tidak hanya akan membuat siswa pintar secara akademis, tapi juga berkarakter. Dan lebih dari itu, siswa butuh interaksi untuk mendapatkan bimbingan, agar proses belajarnya lebih terarah.

Jadi, jika kita bicara New Normal di dunia pendidikan, maka idealnya adalah bagaimana institusi pendidikan formal seperti sekolah bisa tetap menjalankan fungsinya dengan segala keterbatasan yang ada. Sehingga jikapun keadaan mengharuskan siswa tetap belajar dari rumah, maka payung utamanya harus tetap sekolah. Siswa harus tetap bisa belajar dengan guru-gurunya di sekolah, belajar sesuai dengan kurikulum dan standar sekolahnya masing-masing, hingga mendapatkan evaluasi pembelajaran (rapor).

Nah, berikut adalah beberapa platform yang menurut kami ideal atau paling tidak bisa membantu sekolah dan ekosistem yang ada di dalamnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dimasa New Normal sekarang ini.

Kelas Pintar

Platform ini pas digunakan untuk pembelajaran jarah jauh dimasa New Normal seperti saat ini karena menawarkan solusi belajar lengkap untuk siswa SD, SMP, sampai SMA yang bisa diakses setiap hari. Siswa bisa belajar sesuai dengan karakter masing-masing, baik secara visual, audio, maupun kinestetik.

Secara sederhana, platform ini menawarkan literasi yang lengkap. Semua materi dan jumlah mata pelajaran sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku. Dan menariknya, materi pelajaran tersebut juga tidak hanya disediakan dalam bentuk buku elektronik, tapi juga disajikan dalam format presentasi, audio, dan video.

Dan karena platform ini memang khusus dikembangkan untuk pendidikan, di dalamnya terdapat metode pembelajaran yang sistematis. Mereka menyebutnya metode LPT atau Learning, Practice danTest. Dengan metode ini, proses belajar siswa dimulai dengan mempelajari materi, lalu dilanjutkan dengan berlatih soal, dan kemudian mengikuti test. Outputnya adalah siswa akan mendapatkan nilai, dan nilai tersebut akan tercantum di dalam rapor.

Menariknya, sistem pembelajaran mandiri yang dikembangkan oleh Kelas Pintar ini juga dilengkapi fungsi yang memungkinkan ekosistem pendidikan di sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, dengan fitur yang punya nama sama yaitu “sekolah”, siswa bisa belajar dari guru-nya di sekolah dengan pengalaman belajar layaknya di sekolah, demikian juga dengan guru.

Sederhananya, platform ini memungkinkan proses pembelajaran di sekolah berlangsung seperti biasa. Disini guru bisa mengajar di kelas dan berinteraksi dengan muridnya, murid bisa bertatap muka dengan guru dan murid lainnya, guru bisa memonitor murid-muridnya, memberikan catatan melalui whiteboard, menggelar ujian dan me-rekap hasil ujian, sampai memberikan rapor. Hampir semua aktifitas yang biasa dilakukan di sekolah, bisa dilakukan melalui platform ini secara online. Secara umum, platform ini cocok untuk model pembelajaran jarak jauh dimana siswa belajar dari rumah, dan guru mengajar dari sekolah.

Baca juga : Kelas Pintar Bawa “Pengalaman” Belajar di Sekolah ke Belajar Online

Selain menawarkan literasi lengkap dan sistem pembelajaran, platform ini juga dilengkapi fitur TANYA untuk membantu siswa saat mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Ada juga produk SOAL yang khusus didedikasikan untuk membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Google Classroom

Dikembangkan oleh Google, platform ini bisa digunakan untuk pembelajaran jarah jauh di masa New Normal seperti saat ini karena memang ditujukan untuk menyederhanakan, mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara virtual, alias tanpa kertas. Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Dimana Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, serta Google Calendar untuk penjadwalan.

Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh guru. Jadi, alih-alih meninggalkan peran guru dalam proses belajar mengajar, platform ini sebaliknya, memfasilitasi tugas guru sebagai pengajar.

Meski begitu, Google Classroom bukannya tidak punya kekurangan. Jika bicara tentang kuis dan tes, platform ini belum bisa memberikan itu secara otomatis untuk murid. Pun begitu, google menyiapkan google form yang bisa digunakan untuk melakukan test secara online.

Secara umum, Google Classroom lebih cocok untuk pengalaman belajar campuran daripada program sepenuhnya online. Atau paling tidak bisa jadi solusi sementara saat Sekolah membutuhkan platform untuk menggelar pembelajaran jarak jauh.

Zoom

Zoom merupakan sebuah platform yang bermanfaat untuk pembelajaran jarah jauh di masa New Normal seperti saat ini karena dapat melakukan konferensi jarak jauh dengan menggabungkan konferensi video, pertemuan online, obrolan, hingga kolaborasi seluler. Platform ini banyak digunakan sebagai media komunikasi jarak jauh. Bukan saja untuk perkantoran, tetapi juga kampus dan sekolah.

Dibuat oleh Eric Yuan, Zoom sendiri sebenarnya telah dirilis sejak 2013, serta dapat diakses melalui website, baik untuk OS Mac, Windows, Linux, iOS, maupun Android. Baru pada tahun 2020, seiring merebaknya pandemi virus corona, yang mengharuskan bukan saja para pekerja untuk bekerja dari rumah, tetapi juga siswa belajar dari rumah, platform ini populer.

Sebagai media pembelajaran online, Zoom memungkinkan guru dan murid bertatap muka secara virtual, dan menggelar proses belajar mengajar. Menariknya lagi, fitur terbaru dari platformbahkan dapat membatu pelajar untuk menyalin percakapan selama konferensi dalam dalam bentuk teks transkrip. Hal tersebut tentunya membantu murid ketika ada beberapa hal yang terlewat atau ketika ingin mencatat hal yang penting.

Meski begitu, menggunakan platform ini tidak lantas membukanya dan belajar. Baik guru maupun murid perlu mendaftar akun dengan menggunakan email sekolah. Kabar baiknya, ini gratis. Alamat itu kemudian akan diverifikasi oleh Zoom.

Ketika domain sekolah memiliki akses dengan Zoom, maka Zoom bisa digunakan untuk pertemuan secara daring, dengan hingga 100 partisipan. Zoom juga memungkinkan penggunanya menjadwalkan hingga merekam keseluruhan konferensi. Memang, hanya 40 menit video conferenceuntuk rapat kelompok yang tersedia, namun pengguna, dapat mengulang lagi jika durasi sudah habis. (Telkoid)

 

Saat Pandemi, Transaksi LinkAja Naik 64% Di Pasar Tradisional

0

Telko.id – Peran LinkAja untuk mendorong peningkatan transaksi UMKM secara digital sejalan dengan langkah Bank Indonesia untuk memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional di tengah situasi COVID-19 ini. Tercatat, terjadi peningkatan transaksi LinkAja di ekosistem lokal sebesar 19,5% pada bulan April hingga Mei 2020. Peningkatan terbesar terjadi pada pasar tradisional yang mengalami kenaikan transaksi sebesar 64%, diikuti dengan modern retail sebesar 12,8%.

Peningkatan transaksi LinkAja di tengah pandemi COVID-19 ini terjadi karena adanya perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih bertransaksi secara digital dibandingkan tunai karena dirasakan lebih aman.

“Peningkatan transaksi LinkAja pada ekosistem lokal kami, khususnya pasar tradisional, mengindikasikan bahwa masyarakat sudah lebih sadar mengenai pentingnya uang elektronik dalam pemenuhan kebutuhan esensial. Kebijakan pemerintah dalam menerapkan jarak sosial dan fisik tentu juga berimbas pada perubahan preferensi tata cara transaksi masyarakat. Tak hanya bagi konsumen, transaksi digital memang sangat penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat bertahan di tengah tekanan akibat pandemi COVID-19,” ungkap Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja.

Baca juga : LinkAja dan Kominfo, Sediakan Kemudahan Belanja dan Bayar Online

“Untuk itu, LinkAja, termasuk di dalamnya Layanan Syariah LinkAja, akan terus meningkatkan layanan, fitur, dan keamanan bertransaksi, sehingga seluruh masyarakat, khususnya para pengguna mendapatkan pengalaman terbaik ketika menggunakan LinkAja. Hal ini juga sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani terutama kebutuhan masyarakat kelas menengah/aspiran dan UMKM di Indonesia, untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang tinggi, maju, sejahtera, serta mandiri,” tambah Haryati.

Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang menerapkan adanya relaksasi bagi para pelaku ekonomi sebagai dampak penyebaran COVID-19,  dimana penggunaan non tunai melalui uang elektronik, mobile banking, internet banking dan QRIS, mendukung program WFH dan social distancing melalui perpanjangan masa berlakunya MDR QRIS, khusus usaha mikro, LinkAja pun turut menerapkan biaya 0% untuk transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori usaha mikro yang diperpanjang sampai dengan 30 September 2020.

Pemberdayaan dan pengembangan UMKM memang merupakan salah satu misi besar LinkAja dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Hingga akhir Mei 2020, LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 208.830 merchant lokal dan telah mendigitalisasi 451 pasar di Indonesia.

Lebih dari itu, guna semakin mendorong adopsi penggunaan uang elektronik di ekosistem lokal, LinkAja menyediakan program cashback sebesar 20% bagi seluruh pengguna Full Service untuk pembelanjaan di pasar tradisional serta cashback 10% untuk transaksi di modern retail dan merchant lokal.

Dalam rangka mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian sekaligus memberdayakan UMKM setempat, LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga telah bekerja sama dengan beberapa aplikasi belanja online, seperti arterifarm.com dan Inang inang di Medan, pasarpedia.id di Lampung, Tukusayur.co dan Bellfarm di Jakarta, Beceer di Purwokerto, Nujek di Cirebon, tumbasin.id di Semarang, Wayo Strawberry di Yogyakarta, titipku.com di Malang, Tuku Sayur di Solo, IndoFarm, Tokota, dan Sayurbaba di Pontianak, dan Panganku di Makassar.

Metode pembayaran yang digunakan adalah dengan melakukan scan kode QR statis yang diberikan kurir ketika mengantarkan barang belanjaan ke rumah pelanggan. Bagi yang berada di area Jakarta, LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga menyediakan solusi pembayaran pembelanjaan secara online di 18 pasar tradisional yang tersebar di Jakarta.

“Kami melihat bahwa UMKM merupakan pilar penting bagi peningkatan perekonomian Indonesia, oleh karena itu edukasi mengenai pentingnya transaksi elektronik dan kemudahan akses terhadap keuangan digital sangat penting bagi kelangsungan bisnis mereka, terutama di masa pandemi ini,” tutup Haryati. (Icha)

 

 

Penerapan Aturan IMEI Longgar? Kok Banyak Importir  BM ‘Main Lagi’

0

Telko.id – Coba surfing di e-commerce, pasti Anda akan menemukan banyak penjualan ponsel-ponsel illegal. Terutama tipe iPhone SE 2020 yang jelas-jelas masih belum diluncurkan secara resmi di Indonesia. Bukan hanya satu e-commerce saja. Hampir semua nya ada merchant atau lapak yang jualan tipe ponsel tersebut. Lalu, bagaimana dengan penerapan aturan IMEI di Indonesia, yang sudah mulai diberlakukan sejak 18 April 2020lalu oleh pemerintah dengan  skema white list?

Berdasarkan hasil investigasi pasar yang dilakukan Indonesia Technology Forum (ITF), ternyata benar, ponsel Black Market masih beredar dan masih dapat layanan selular.

Terbukti, di salah satu e-commerce secara terang-terangan ada merchant yang menjual  iPhone SE 2 2020 dengan deskripsi : “NEW iPhone 64GB, 128 GB, 256 GB SE 2 2020 Black – White. Ready Stock sesuai variant Ya!

Q & A masalah IMEI :

  1. Imei international luar negeri.
  2. Tidak terdaftar di kemenperin.
  3. Mobile data , telp & sms bisa dipakai ( bisa lgsg anda tes ketika barang sampai )
  4. Tidak ada jaminan dr seller bisa permanen selamanya ( tergantung kebijakan dr pemerintah )
    Membeli = Setuju” .

Mereka menjual  iPhone 256GB SE 2 2020 Black – White,  dibanderol dengan harga Rp11.499.000 dan sudah terjual sekitar 6 produk. Sedangkan iPhone 128GB SE 2 2020 Black – White , dibanderol dengan harga Rp.9.999.000 dan sudah terjual terjual sekitar 16 produk. Untuk  iPhone 64GB SE 2 2020 Black – White dijual dengan harga Rp.8.750.000 dan sudah laku sekitar  18 produk . Umumnya satu merchant membuka di beberapa e-commerce. Padahal pelaku bisnis ponsel Black Market ini lebih dari satu merchant.

Bahkan beberapa youtuber dan konsumen pun mencoba untuk membeli iPhone SE 2 2020 Black Market. Sejatinya ponsel BM tak bisa mendapat layanan selular karena IME-nya tak terdaftar di Kemenperin. Nyatanya tetap saja dapat layanan selular.

“Saya kemarin beli iPhone SE 2 2020 yang 64 GB di salah satu e-commerce. Dan itu kita tahu barang illegal. Tapi dengan iklan dan jaminan ponsel bisa dapat layanan selular saya tertarik dan ketika barangnya sampai, tetap dapat layanan selular,” ungkap salah satu konsumen dengan nama samaran Andri.

Melihat realitas tersebut, kalangan Industri heran, kok hal itu bisa terjadi?.  “Mestinya ponsel Black Market sudah tak bisa beredar lagi dan  tak dapat layanan selular. Kan, penerapan aturan IMEI sudah diberlakukan. Kami jadi bingung, kebijakan ini akan dibawa kemana arahnya?” ungkap Andi Gusena, Direktur Marketing Advan.

Senada dengan Andi Gusena, Manajer Pemasaran Evercoss, Suryadi Willim, ia menilai jika ponsel Black Market masih beredar dan masih mendapat tempat, tidak akan baik untuk iklim industri dan kepentingan konsumen maupun pendapatan negara.

“Sebagai produsen tentunya kami berharap pula agar pemerintah terus memperketat penerapan aturan IMEI maupun aturan lainnya yang akan melindungi produsen yang sudah berinvestasi di dalam negeri. Jangan diberi jalan para pelaku bisnis ponsel Black Market,” papar Suryadi.

CEO Mito, Hansen mendesak agar pihak pemerintah benar-benar merealisakan aturan tersebut yang sudah ditetapkan pada 18 April 2020 lalu.

“Kami selalu mengikuti arahan dan peraturan yang ditetapkan pemerintah. Jika aturan validasi IMEI ini benar-benar dilakukan akan berdampak positif bagi konsumen, industri dan pemerintah. Jika benar ponsel Black Market masih beredar dan masih mendapat layanan operator selular, kami jadi bertanya, ada problem apa dengan validasi IMEI ini?” ungkap Hansen.

Intinya, lanjut Hansen, sebagai pelaku industri legal ia berharap ketika aturan itu sudah resmi diberlakukan, agar bersama-sama mengawal implementasinya di lapangan.

“Kami bukan dalam posisi menyudutkan pihak tertentu, tapi kami berharap aturan tersebut bisa berjalan dengan semestinya. Jika ada problem dan kendala teknis semestinya dipaparkan secara gamblang ke publik. Publik jangan dibuat bertanya-tanya dan berasumsi liar,” ungkap Hansen.

Saran kami, harus ada tindakan yang konkrit kepada para pelaku bisnis ponsel Black Market dan diberi efek jera. Jika tidak dibarengi itu, kami ragu ketika system belum siap, produk illegal akan marak kembali.

“Saya yakin tadinya mereka coba-coba. Kok, nggak diblokir. Masukin terbatas. Lama-lama aman, IMEI tak diblokir. Akhirnya mereka masukinlah dengan unit lebih banyak. Saya dapat informasi di sosmed dan di beberapa platform e-commerce sudah secara agresif mereka menawarkan ponsel Black Market. Seolah-olah mereka mendapat angin segar.Mohon ini menjadi perhatian dari pihak terkait dan di dicek kebenarannya.” ungkap Hansen.

Hansen menyadari banyak kendala yang dihadapi oleh pihak terkait, mungkin saja menurutnya masalah sinkronisasi antar kementerian, mungkin juga software IMEI-nya belum siap. Ditambah dengan situasi yang serba terbatas karena wabah pandemic Covid-19.

Tapi, lanjutnya itulah tantangannya. “Ketika pluit sudah ditiup, sejak itu pula aturan harus ditegakkan. Jika offside dan melakukan pelanggaran, maka akan ada funishment yang menyertainya,” ungkap Hansen. (Icha)