spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 919

Hanya Dalam Waktu 3 Bulan, Dana Tambah 20 Fitur Buatan Anak Negeri

0

Telko.id – Dana, dompet digital ini mampu menambah 20 functionality dan produk dalam aplikasinya hanya dalam waktu 3 bulan saja. Dan semua nya buatan anak negeri. Hal ini dilakukan karena adanya virus corona di Indonesia yang membuat para fintech atau financial technology juga harus bergerak cepat.

“Saat pandemic ini, digitalisasi menjadi sangat penting. Bukan sebagai alternaif lagi, tetapi sudah must be, tidak bisa dielakan lagi. Main straeam, bukan pilihan lagi. Itu sebabnya, dalam jangka waktu akhir Maret sampai akhir Mei, dompet digital Dana sudah menambah atau mendevelop 20 functionality dan produk,” ungkap Vincent Iswara, CEO dan co-founder Dana menjelaskan dalam media update virtual, Jumat (19/6/2020).

Baca juga : Transaksi Dana Naik 15% Saat pendemi Covid-19

Dalam pengembangannya, dompet digital ini terus berupaya mengembangkan teknologi yang tepercaya (trusted), ramah dan mudah digunakan (friendly), serta bisa diakses oleh siapapun (accessible) serta bersinergi dengan mata rantai ekosistem perekonomian digital mulai dari perbankan, dunia usaha (dari UMKM hingga perusahaan besar), dan lembaga-lembaga pemberdayaan perekonomian masyarakat lainnya, guna meningkatkan kontribusi dompet digital Dana terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Vincent, yang dikedepankan oleh dompet digital Dana adalah kolaborasi, kerjasama, gebrakan agar masyarakat dapat memanfaatkan dan membantu masyarakat dalam melakukan kegiatannya pada masa pandemic tersebut. Demikian juga ketika masuk new normal.

Apa sih yang dibutuhkan masyarakat saat new normal? Menurut Vincet yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam new normal adalah interaksi nya harus contact less. “Untuk melakukan transaksi tunai itu sangat riskan terhadap terpapar virus. Di kertas saja, virus bisa bertahan sampai 4-5 hari. Jadi, dengan contact less ini sangat membantu masyarakat untuk move ke new normal”.

Tak heran, pengguna aplikasi fintech ini pun mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai akhir April 2020 lalu saja, sudah ada 40 juta pengguna Dana. Terjadi peningkatan 50% dibandingkan dengan akhir 2019 yang hanya mencapai 20 juta saja.

Transaksinya juga demikian.Transaksi secara online tumbuh sebesar 15%. Sementara transaksi offline tumbuh hanya 6% saja. “Kita melihat peningkatan dari kuartal I-2020 itu 15 persen (transaksi online). Tapi overall sampai pertengahan Mei 2020 ini kita sudah melihat pertumbuhan dari transaksi pengguna di Dana meningkat sampai 50 persen,” ujar Vincent.

Penyumbang terbesar dari kenaikan transaksi tersebut bersumber dari lima layanan. Kelima layanan tersebut yakni pembayaran tagihan, pengisian pulsa, Kirim Dana, Top-up, dan pembayaran e-commerce. Namun fitur yang tumbuh cepat di masa PSBB adalah yakni donasi dan groceries. Padahal, kedua fitur itu terbilang baru hadir di Dana.

“Fitur donasi selama PSBB ini tumbuh hingga enam kali lipat dari masa sebelumnya. Sementara untuk groceries, tumbuh hingga empat kali dibandingkan sebelum PSBB,” ucap Handy Putranto, Senior Product Specialist Dana Indonesia.

Selain untuk pengguna biasa, aplikasi fintech ini juga menghadirkan solusi pemberdayaan pelaku UKM dengan menyediakan solusi Dana Bisnis. Dengan solusi ini, pelaku UKM dapat mengatur alur transaksi secara lebih mudah dan teratur. Ke depan,  Dana menargetkan untuk mendorong pengembangan usaha kecil menengah di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 60 juta unit usaha. (Icha)

VoLTE Telkomsel Diluncurkan Demi Kecukupan Spektrum Buat 5G

0

Telko.id – Baru saja, Telkomsel luncurkan VoLTE atau voice over LTE (VoLTE). Salah satu alasannya adalah untuk kecukup spektrum ketika nanti sudah harus masuk ke teknologi 5G. Bukan apa-apa, 5G ini membutuhkan spektrum yang sangat besar sehingga membutuhkan frekuensi yang lebar juga agar bisa memberikan layanan pada pelanggannya dengan baik.

Secara singkat dijelaskan oleh Adhi Putranto, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel bahwa “Telkomsel luncurkan VoLTE ini ini karena ketika belum ada VoLTE, ketika pelanggan melakukan panggilan suara maka akan turun ke jaringan 3G maupun 2G. Padahal, biaya investasi untuk 3G dan 2G ini sangat mahal. Kami perlu antisipasi yang akhir nya nanti akan dihilangkan ketika pelanggan sudah switch ke 4G”.

Lalu, Adhi menambahkan, kalau pelanggan sedang melakukan koneksi atau akses data, ketika ada panggilan maka akan terputus. Tentu membuat pelanggan tidak nyaman. Di sisi lain, penggunaan data saat ini sudah makin masif, pertahun nya lebih dari 100%. Jadi kami membutuhkan spectrum yang besar untuk 4G ini”.

Baca juga : Telkomsel VoLTE Sebuah Bentuk Perkuat Roadmap Menuju 5G

Implementasi VoLTE ini jadi sebuah ‘jalan keluar’ untuk mengantisipasi perkembangan ke depan tersebut. “Kami jadi bisa memaksimalkan spectrum yang ada, sehingga layanan broadband pun jadi lebih maksimal. Lalu, load di 2G dan 3G juga terus berkurang, sehingga kami juga bisa mengurangi investasinya dan fokus pada pengembangan 4G dan nantinya 5G karena beban nya pindah” ujar Adhi menambahkan.

VoLTE Telkomsel

Namun, jangan khawatir, ungkap Adhi, bahwa layanan 2G dan 3G masih belum akan dikurangi. Hal ini akan dilakukan ketika device VoLTE sudah semakin banyak dan pelanggan sudah banyak juga yang switch ke VoLTE.

Untuk wilayah jangkauan layanan VoLTE, kini Telkomsel telah memperluas ketersediaan layanan VoLTE hingga wilayah Bogor dan Sidoarjo, setelah sebelumnya sudah mengoperasikan layanan VoLTE di wilayah Jadetabek dan Surabaya sejak awal Mei lalu.

Sedangkan untuk ponsel penyedia layanan VoLTE, kini Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan Xiaomi sebagai mitra produsen perangkat yang menyediakan sistem operasi yang akan mendukung keunggulan layanan VoLTE dari Telkomsel. Kehadiran Xiaomi menyusul mitra produsen lainnya seperti Samsung, Huawei, dan Vivo yang sudah terlebih dahulu berpartisipasi.

Pada tahap soft launch ini, layanan VoLTE Telkomsel dapat digunakan secara terbatas oleh pelanggan terpilih (whitelist customer) yang memenuhi beberapa syarat yaitu berada di wilayah jangkauan VoLTE Telkomsel, telah menggunakan kartu yang mendukung jaringan 4G Telkomsel (uSIM), serta menggunakan perangkat yang telah memiliki kapabilitas layanan VoLTE.

VoLTE Telkomsel

Selanjutnya, pelanggan cukup mengaktifkan fitur VoLTE melalui menu pengaturan perangkat, yang kemudian akan diikuti dengan munculnya tulisan “VoLTE” pada status bar. Dengan demikian, pada tahap soft launch diperhitungkan akan ada sekitar 300.000 whitelist customer  yang dapat menikmati keunggulan layanan tersebut.

Setyanto kemudian juga menjelaskan bahwa tahap soft launch juga menjadi momen untuk melakukan uji coba terhadap keandalan layanan VoLTE Telkomsel serta pengalaman pelanggan dalam menikmati layanan tersebut.

“Telkomsel akan terus memperluas ketersediaan VoLTE, baik itu ketersediaan layanan bagi lebih banyak pelanggan, hingga cakupan wilayah maupun jenis dan jumlah perangkat yang mendukung, sehingga layanan tersebut nantinya dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Telkomsel di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pada tahap soft launch ini kami akan terus memonitor kualitas layanan VoLTE Telkomsel serta memantau pengalaman pelanggan sebagai masukan untuk pengembangan layanan VoLTE Telkomsel ke depannya.

Sebagai upaya untuk mengakselerasi adopsi layanan VoLTE sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan dalam menggunakan layanan tersebut, Telkomsel juga akan menghadirkan promo paket kuota VoLTE yang akan tersedia dalam waktu dekat.

Selain itu, pelanggan juga tetap  bisa menikmati paket khusus Talkmania VoLTE, dengan tambahan kuota menit telepon VoLTE pada paket Talkmania bulanan. Bagi pelanggan yang ingin melakukan aktivasi paket-paket tersebut dapat mengakses aplikasi MyTelkomsel. Informasi lebih lanjut mengenai layanan VoLTE dari Telkomsel dapat diakses di www.telkomsel.com/volte. (Icha)

Hanya 40 Hari, Data Center 3 Indonesia Yang Baru Berhasil Didirikan

0

Telko.id – Data center 3 Indonesia yang baru berhasil dibangun dalam waktu 40 hari. Hal ini merupakan hasil bekerja sama dengan Huawei. Data center yang dibangun di Malang tersebut menerapkan solusi modular prefabrikasi yang inovatif hingga mampu memangkas waktu konstruksi 2 kali lebih cepat, dari 3 bulan menjadi 40 hari. Ini adalah penerapan solusi modular pertama untuk data center industri telekomunikasi di Indonesia.

“Pendirian Data Center 3 Indonesia yang baru di Malang merupakan bagian dari pengembangan jaringan yang kami lakukan secara masif untuk meningkatkan kecepatan internet, menekan latency, dan meningkatkan kapasitas jaringan secara keseluruhan,” kata Hutchison 3 Indonesia Chief Technical Officer Desmond Cheung.

Kenapa Malang? Menurut Desmond, lalu lintas data di Jawa Timur kian meningkat pesat dari waktu ke waktu. Dan dengan adanya Data Center 3 Indonesia yang baru tersebut akan membuat operator ini dapat memberikan kinerja jaringan terbaik dan unggul bagi para penggunanya. Jadi pelangganya pun dapat dapat bermain online games lebih lancar dan mengakses internet lebih cepat. Lebih jauh lagi, data center ini akan membantu 3 Indonesia untuk mempersiapkan 5G di masa depan.

Data Center 3 Indonesia

Data center adalah salah satu infrastruktur telekomunikasi terpenting untuk sistem komunikasi jaringan yang mengelola konektivitas pengguna ke internet. Data Center 3 Indonesia yang baru di Malang ini akan mempersingkat proses transmisi data dan membuat koneksi internet yang lebih cepat bagi para pengguna 3 di Jawa Timur.

“Huawei menerapkan solusi prefabrikasi modular yang menghemat waktu konstruksi secara signifikan untuk mendukung upaya 3 dalam pertumbuhan bisnis, core network cloudification, dan mempersiapkan jaringan 5G. Penerapan komersial pertama solusi modular prefabrikasi ini menandai kerja sama yang lebih erat antara 3 Indonesia dan Huawei Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan digital yang siap untuk menyambut 5G,” kata Huawei Indonesia Director of Hutchison Subsidiary Account Department Roy Lu.

Peningkatan jaringan ini menegaskan komitmen 3 Indonesia untuk selalu memenuhi kebutuhan internet para penggunanya yang melek digital. Mengelola lebih dari 10.000TB lalu lintas data dan melayani 32 juta pengguna aktif yang 95% di antaranya adalah anak muda, 3 Indonesia terus meningkatkan jaringannya yang andal di lebih dari 33.000 desa di Sumatera hingga Sulawesi.

Tujuannya adalah menyediakan kesempatan untuk berkembang melalui internet kepada lebih banyak anak muda Indonesia. Dengan pengembangan jaringannya yang terus berlangsung, 3 Indonesia senantiasa mengambil bagian dalam menyetarakan kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan bakat mereka melalui internet. (Icha)

 

Bank Mandiri Gandeng Tableau Untuk Tingkatkan Kemampuan Analitik

0

Telko.id – Bank Mandiri gandeng Tableau untuk membantu mempercepat pengambilan keputusan berbasis data di perusahaan. Sebagai lembaga keuangan terbesar di Indonesia, Bank Mandiri berupaya untuk memberdayakan setiap divisi di bank dengan kemampuan analitik mandiri dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Saat ini Unit Bisnis sudah menggunakan dashboard yang menggunakan platform Tableau dalam memonitor kinerja bisnis, pergerakan transaksi nasabah, potensi cross selling, dan lainnya dan sudah lebih dari 600 dashboard telah dibuat serta digunakan oleh berbagai divisi dalam perusahaan. Hasil kerjasama Bank Mandiri gandeng Tableau ini telah mempermudah proses bisnis secara signifikan dan meningkatkan kecepatan pengiriman informasi dalam bank. Seperti penyediaan informasi transaksi debitur dari 2 minggu menjadi hanya 2 hari.

Proses pengambilan keputusan dalam kegiatan operasional utama seperti pencairan dan perpanjangan kredit, pemetaan profil dan loyalitas nasabah terhadap Bank Mandiri telah dipermudah dengan tersedianya informasi relevan yang dapat diakses melalui Tableau – lebih dari 600 dashboard telah dibuat di banyak divisi dalam perusahaan.

Dashboard self-service Tableau juga mempermudah proses bisnis secara signifikan dan meningkatkan kecepatan pengiriman informasi. Seperti, penyelesaian laporan dari 2 minggu menjadi hanya 2 hari dengan tetap menjamin kerahasiaan data.

“Kebutuhan Top Manajemen dan Unit Kerja dapat menerima informasi tepat waktu menjadi sangat krusial.Kecepatan mengakses informasi dan pemahaman terhadap visualisasi data terus meningkat sehingga keputusan bisnis juga harus bisa menjadi lebih cepat. Kemudian kami juga dapat menyasar nasabah lebih baik lagi melalui penawaran produk dan program yang sesuai dengan selera risiko serta profil nasabah, ujar Billie Setiawan, Senior Vice President Enterprise Data Management (EDM) Bank Mandiri. “Kerjasama dengan Tableau mendukung inisiatif kami untuk lebih fokus pada nasabah, dan membawa kami lebih dekat dalam meraih visi menjadi bank ritel digital modern terkemuka di Indonesia.”

Sebagai bagian dari upaya membangun data-driven culture, Bank Mandiri meningkatkan literasi data dalam organisasi. EDM dan Mandiri University Group menyelenggarakan pelatihan data dan analitik kepada perwakilan pegawai di seluruh unit kerja menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi analitik dalam perusahaan.

Selain itu, untuk mengasah kemampuan dan berbagi pengalaman terkait data analitik, diselenggarakan juga secara rutinsesi Mandiri Tableau User Group (MTUG), sebuah komunitas yang dibentuk sebagai wadah untuk membantu baik pengguna lama maupun baru Tableau dengan berbagi praktik terbaik dan menjawab pertanyaan terkait analisis data. Sesi tersebut menciptakan komunitas pembelajaran dan mempromosikan budaya data-driven di dalam organisasi. Bank Mandiri juga menawarkan training data analitik untuk para pegawai.

“Kami bermaksud menghilangkan keterbatasan pengetahuan terkait data bagi unit kerja lain melalui edukasi. Melalui kemitraan dengan Tableau, kami berharap dapat mengaktifkan self-service analytics dan memberdayakan pegawai kami dengan memberikan pemahaman data yang mereka butuhkan untuk meraih sukses,” tambah Billie Setiawan.

Lembaga keuangan saat ini memang harus memanfaatkan data analitik untuk mentransformasi bisnisnya. Jika tidak maka akan terlibas oleh jaman dan tidak dapat memenangkan persaingannya. (Icha)

 

 

 

Indosat Ooredoo Gelar Wisuda IDCamp 2019 via Online

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Digital Camp 2019 telah berakhir pada Februari lalu, dan karena pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), perayaan wisuda Digital Camp pun harus mengalami penyesuaian. Tanpa mengurangi nilai dari proses yang telah dijalankan para peserta, hari ini Indosat Ooredoo menyelenggarakan acara Wisuda bagi developer muda Indonesia yang mengikuti IDCamp 2019 secara virtual.

Acara wisuda Digital Camp ini menampilkan 10 lulusan terbaik yang menerima sertifikat khusus dari Indosat Ooredoo, yang disaksikan oleh perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2019, seri pertama IDCamp menargetkan untuk menghasilkan 10 ribu talenta digital disertai dukungan kesempatan bekerja, dengan menyediakan beasiswa belajar coding online bersertifikasi global di 3 kelas pemrograman komputer yang paling populer, yaitu Android Developer, Kotlin Developer, dan Progressive Web Apps Developer.

Dengan persyaratan yang mudah yaitu Warga Negara Indonesia dan berusia di bawah 29 tahun, pendaftaran yang ditutup pada pertengahan Oktober 2019 mencatatkan jumlah peserta yang mencapai 26 ribu lebih. Peserta diberi waktu hingga Februari 2020 untuk menyelesaikan semua modul belajar dan proyek tugas akhir tanpa diperbolehkan meniru kode pemrograman milik developer lain, sehingga terpilihlah 5.268 developer muda Indonesia yang mendapatkan sertifikat IDCamp, dimana 4,737 diantaranya mendapat sertifikat level beginner, dan 531 mendapat sertifikat level expert.

“Kami sangat bangga atas besarnya antusias generasi muda Indonesia untuk menguasai dan meningkatkan coding untuk kemampuan programming. Program IDCamp secara konsisten membantu kami terhubung dengan talenta digital dengan cara yang bermakna, bertujuan untuk membantu kesiapan developer muda di masa tingginya permintaan talenta digital. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk melanjutkan dukungan kami dalam pengembangan ekosistem digital dan kami senang melihat munculnya developer muda membuka jalan mereka untuk mulai berkontribusi bagi kemajuan ekonomi digital Indonesia ke depan,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

IDCamp 2019 diikuti paling banyak oleh kelompok usia 16-21 tahun sebanyak 64% dari total peserta. Kelas yang paling banyak diikuti adalah Android Developer dengan 48%, Progressive Web Apps 36%, dan Kotlin 16%. Jumlah peserta perempuan tercatat sebanyak 22%, dimana ini cukup tinggi bagi dunia digital yang biasanya lebih diminati oleh laki-laki. Terdapat sekitar 2% peserta dengan disabilitas, yang menandakan bahwa digital bersifat inklusif.

IDCamp 2019 juga telah menyelesaikan roadshow di 20 kota besar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 20 universitas terkemuka dan 20 komunitas developer dengan total peserta yang menghadiri sekitar 6.100 orang. Selain memberikan beasiswa belajar coding online bersertifikasi global, IDCamp juga menyelenggarakan HackData pada Oktober lalu yang diikuti oleh 600 peserta, serta pendampingan bagi peserta dengan disabilitas bersama komunitas Wonder Koding pada Desember lalu di Bogor.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel A. Pangerapan mengatakan “Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Indosat Ooredoo dalam mendukung perkembangan ekosistem digital di tanah air dengan program IDCamp, yang memfasilitasi generasi muda Indonesia agar siap bersaing dengan talenta global. Kami berharap program seperti ini akan semakin banyak bermunculan agar kebutuhan talenta digital kita bisa terpenuhi oleh tangan-tangan anak bangsa yang berkarya demi kemajuan ekonomi digital Indonesia.”

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Hari Santosa Sungkari mengatakan “Kami turut bahagia untuk generasi muda Indonesia, yang hari ini lulus mengikuti program IDCamp 2019 dan siap meneruskan karya digitalnya bagi kemajuan bangsa. Kami berharap dengan bekal yang diterima, para lulusan ini akan menciptakan banyak inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar mereka. Tahun 2019, Pemerintah, saat itu Bekraf, telah berhasil memperjuangkan Jakarta Great Area sebagai the StartUp Ecosystem Challenger, diharapkan akan membawa makin banyak solusi digital yang kekayaan intelektualnya dimiliki oleh anak bangsa. Kami yakin kreativitas anak bangsa yang diarahkan secara tepat, akan membawa kemajuan bagi Indonesia.”

Baca juga : Indosat Ooredoo Digital Camp Hadir Kembali, Belajar nya Online!

Indosat Ooredoo kembali menyelenggarakan IDCamp yang kedua pada Maret 2020 lalu. Program beasiswa belajar coding online yang telah dianugerahi banyak penghargaan ini kembali dengan tambahan materi belajar yang baru: Android Developer, Front-End Web Developer, iOS Developer, dan Machine Learning Developer. Informasi lebih lengkap mengenai IDCamp 2020 dapat dilihat di idcamp.indosatooredoo.com.

 

 

 

Kini Bayar Tinder Premium Bisa Masuk Tagihan KartuHALO Telkomsel

0

Telko.id – Kini para pelanggan Telkomsel dapat bayar Tinder premium dapat lewat Dunia Games dan Upoint ID. Hal ini dapat dilakukan setelah operator ini melakukan kolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder. Bagi pelanggan pascabayar Telkomsel dapat dimasukan dalam tagihan KartuHALO, sedangkan bagi pelanggan prabayar dapat menggunakan pulsa atau deposit prabayarnya.

“Melalui platform unit bisnis Dunia Games, kami akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan akses ragam platform hiburan digital pelanggan guna melengkapi konsistensi kami menghadirkan aplikasi game dengan ragam genre baru. Hal ini kami lakukan untuk memberikan manfaat bagi setiap lapisan masyarakat dan berbagai aspek dalam menunjang gaya hidup digital mereka sehari-hari. Termasuk untuk Tinder Premium ini,” ungkap Crispin P. Tristram, Head of Digital Lifestyle Telkomsel.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel yang telah didominasi oleh pengguna layanan data yang mencapai lebih dari 110 juta pelanggan. Ke depan, Telkomsel melalui Dunia Games akan terus hadir menginspirasi masyarakat dan industri telekomunikasi dalam pemanfaatan teknologi terkini yang hadir di setiap produk dan layanan digital terdepan yang relevan bagi kebutuhan pelanggan. Hal sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk membentuk masyarakat digital di Indonesia yang mampu menjadi roda penggerak kemajuan ekosistem digital secara berkesinambungan,” tambah Crispin.

V.P. Business Development, Match Group, Gaurav Girotra mengatakan, “Dalam kemitraan baru kami dengan Telkomsel, voucher berlangganan atau bayar Tinder premium sekarang akan tersedia untuk pelanggan Telkomsel di Indonesia melalui portal game dan layanan digital populernya yaitu Dunia Games and Upoint, yang disediakan oleh DOCOMO Digital,”.

Tinder merupakan aplikasi mempertemukan orang-orang baru secara global yang terkemuka dengan 6 juta pelanggan di dunia dan Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Tinder di wilayah Asia Tenggara yang popular di kalangan anak muda terutama Gen Z. Kemitraan dengan Telkomsel ini akan memungkinkan kedua institusi ini untuk menawarkan kepada orang dewasa muda di Indonesia cara menarik untuk mengeksplorasi pengalaman sosial baru di Tinder.

Pada kolaborasi ini, Telkomsel menyediakan voucher yang dapat digunakan akses berlangganan Tinder Plus, yaitu salah satu jenis keanggotaan premium yang dimiliki oleh Tinder selain Tinder Gold. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport.

Selain itu, Tinder juga membebaskan aplikasinya dari iklan bagi pengguna Tinder Plus. Pengguna bisa mendapatkan voucher Tinder Plus yang dapat dibayar menggunakan fasilitas deposit prabayar (pulsa) untuk pelanggan prabayar atau tagihan untuk pelanggan pasca bayar, guna memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya akan gaya hidup digital.

Pelanggan bisa mendapatkan voucher untuk berlangganan Tinder Plus tersebut melalui aplikasi Dunia Games dan Upoint ID yang tersedia secara gratis di Google Play Store maupun App Store. Pengguna juga bisa melakukan pembelian atau mendapatkan informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.

Sebagai informasi, Tinder merupakan aplikasi kencan online. Penggunanya saat ini di Indonesia, untuk Tinder Gold mencapai 4,1 juta dan saat adanya pandemi ini terjadi kenaikan percakapan 23 persen dan rata-rata durasi percakapan meningkat 19 persen lebih lama. (Icha)

 

 

XL Axiata Sosialisasikan Aplikasi Laut Nusantara Di Indonesia Timur

0

Telko.id – Aplikasi Laut Nusantara secara terus menerus diperkenalkan ke seluruh Indonesia. Kali ini sosialisasi aplikasi Laut Nusantara diberikan pada masyarakat di Indonesia Timur. Tidak hanya mahasiswa, kalangan pelajar, nelayan dan para pemangku kepentingan terkait di berbagai pelosok Nusantara pun dilakukan sosialisasi. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), sosialisasi juga diberikan kepada ratusan siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ambon dan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong, di mana sebagian besar dari mereka merupakan keluarga nelayan. Mereka mengikuti acara sosialisasi pemanfaatan teknologi digital untuk membantu para nelayan kecil meningkatkan produktivitas tersebut secara daring pada hari Rabu (17/6).

Melalui para pelajar dan mahasiswa tersebut, transfer teknologi diharapkan bisa dilanjutkan ke para orang tua mereka di kampung halaman.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Prof. R. Syarief Widjaja, Ph.D, FRINA, dengan narasumber Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta, Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Eko Susilo, dan Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

“Sesuai dengan tema, kami menyasar melakukan sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada para siswa SUMP Ambon dan mahasiswa Poltek KP, Sorong, karena sebagian besar mahasiswa di sini berasal dari keluarga nelayan. Sehingga, kami berharap sosialisasi ini selain bisa menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa tentang urgensi transformasi dan adopsi teknologi digital pada sektor perikanan, juga terjadi transfer pengetahuan kepada keluarga mahasiswa yang menjadi nelayanan di kampung. Bagaimana pun juga, adopsi teknologi digital harus kita lakukan kepada para nelayanan agar mereka bisa lebih produktif dan lebih aman selama mencari nafkah di laut,” ungkap Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

Baca juga : Wow! 100 Nelayan Banyuwangi Sudah Gunakan Aplikasi Laut Nusantara

Selain pelajar dan mahasiswa, sosialisasi Laut Nusantara juga diikuti oleh para pengajar di kedua lembaga pendidikan perikanan tersebut, juga para penyuluh kelompok nelayan, serta ratusan nelayan dari berbagai desa di area Sorong dan Ambon, dan komunitas perikanan lainnya di berbadai daerah di Indonesia.

Bersamaan dengan acara ini, XL Axiata dan BROL juga menyerahkan seperangkat aplikasi Laut Nusantara, termasuk smartphone dan paket data untuk mengoperasikannya. Di Sorong, paket donasi perangkat tersebut diserahkan kepada 42 taruna Poltek KP, 65 nelayan, dan 13 penyuluh. Sementara itu di Ambon, paket donasi diserahkan kepada 20 siswa SUPM dan 20 nelayan.

Sorong dan Ambon dipilih menjadi lokasi sosialisasi ini karena memiliki komunitas nelayan tradisional yang cukup besar. Komunitas nelayan Papua Barat tersebar di 13 kota atau kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Rensiki, Kumurkek, Anggi, Waisai, Kaimas, Teminabuan Fef, Bintuni, Rasiei, dan Kota Sorong.

Jenis-jenis ikan tangkapan mereka antara lain Kakap dan Kerapu. Sebagian besar dari mereka saat ini masih mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi wilayah laut Halmahera yang berada di arah Barat dari daratan Papua Barat.

Sementara itu, di Maluku, termasuk Ambon, komunitas nelayan Maluku tersebar di 11 kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon dan Kota Tual.

Jenis-jenis ikan tangkapan mereka antara lain Tuna, Tongkol dan Cakalang. Sebagian besar dari mereka saat ini masih mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi wilayah laut Seram dan Laut Banda.

Syarief Widjaja menyampaikan, aplikasi Laut Nusantara ini merupakan wujud dukungan terhadap program dan arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan 2020-2024. Persisnya dalam hal penguatan SDM dan inovasi riset kelautan dan perikanan, melalui hilirisasi riset berbasis transformasi digital. Program tersebut juga bertujuan meningkatkan produksi perikanan tangkap, selain juga mendorong pertumbuhan nilai tukar nelayan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan mentargetkan pertumbuhan produksi perikanan tangkap menjadi 10,10 juta ton dan nilai tukar nelayan menjadi 120,60 pada tahun 2024. Laut Nusantara, menghadirkan kemudahan dan kecepatan akses  informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dilengkapi informasi cuaca laut dalam genggaman nelayan sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien,” lanjut Syarief Widjaja.

Sementara itu, I Nyoman Radiarta menyebut aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi hari riset unggulan yang telah dilakukan oleh BROL untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan. Menurutnya, saat ini aplikasi Laut Nusantara sudah diunduh sebanyak 27 ribu pengguna.

Melihat perkembangan ini, Laut Nusantara terus mengembangkan fitur-fitur yang ada, yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nelayan, tentunya didukung juga dengan informasi penting dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang dapat mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan.

XL Axiata dan BROL telah melaksanakan sosialisasi penerapan aplikasi Laut Nusantara sejak 2018 lalu, dan total telah menjangkau tidak kurang dari 27 ribu nelayan di 23 kota atau kabupaten seluruh Indonesia. Aplikasi Laut Nusantara, yang saat ini telah sampai pada tahap pengembangan Fase 3, merupakan aplikasi digital yang ditujukan bagi kalangan nelayanan tradisional yang biasa menggunakan peralatan tradisional dan beroperasi tidak lebih dari 20 mil dari garis pantai.

Aplikasi Laut Nusantara memberikan data-data yang akurat mengenai berbagai kebutuhan nelayan selama melaut, termasuk lokasi keberadaan ikan, data cuaca terkait kecepatan angin dan kondisi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar. (Icha)

 

 

Ini Aturan Market Place Harus Ikut Tanggung Jawab Terkait Ponsel BM

0

Telko.id – Ponsel black market atau ponsel BM masih beredar. Padahal, aturan blokir ponsel BM lewat IMEI (International Mobile Equipment Identity) sudah diberlakukan sejak 18 April 2020.

Menyikapi hal tersebut, Ojak Manurung, Direktur Pengawasan Barang dan Jasa Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua peraturan menteri untuk menangkal ponsel BM masih beredar tersebut.

“Pertama, peraturan menteri nomor 78 tahun 2019 tentang petunjuk penggunaan layanan jaminan purna jual untuk produk elektronika dan telematika. Di situ terkait dengan pasalnya yang menjamin bahwa produk yang diperdagangkan itu sudah tervalidasi atau teregistrasi. Kemudian yang kedua adalah Permendag No. 79 Tahun 2019 terkait dengan kewajiban pencatatan label berbahasa Indonesia pada barang,” ungkap Ojak.

Menurut Ojak bagi pelaku usaha, bagi produsen importir wajib mencantumkan IMEI pada kemasan. Terkait dengan peraturan ini tentunya akan ada sanksinya. Misalnya jika tidak memberikan jaminan tertentu, maka ada konsekuensi pernyataan jaminan sehingga pelaku usaha harus memberikan jaminan apabila nanti produknya tidak tervalidasi. Di samping itu juga nanti produk itu harus ditarik dari peredaran. Kemudian sanksi yang lainnya apabila tidak diindahkan itu nanti ada pencabutan perizinan, tentu melalui peringatan satu dan dua. Misalnya jika tidak mencantumkan label IMEI atau tidak sesuai pada kemasan, nanti akan ada pencabutan perizinan.

“Mengapa kita wajibkan label di PP 79 itu di kemasan, karena untuk mempermudah Konsumen mengecek apakah IMEI sudah terdaftar. Juga mempermudah petugas pengecek memeriksa tanpa membuka kemasan,” tandas Ojak.

Jika mengacu pada UU perlindungan konsumen pasal 8 huruf i, terkait pelanggaran label ini bisa mengacu ke pidana. Terkait label ini harus jelas juga seperti ada mereknya, frekuensinya, ada ketentuan di peraturannya.

“Peraturan yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang membeli ponsel secara daring atau online melalui market place. Para market place ini juga harus turut bertanggung jawab terhadap ponsel atau produk HKT (Handphone / telepon seluler, Komputer Genggam, dan Tablet) yang diperjualbelikan oleh merchant-nya,” tandas Ojak.

Baca juga : Penerapan Aturan IMEI Longgar? Kok Banyak Importir  BM ‘Main Lagi’

Itu sebabnya menurut Ojak para market place harus meminta surat pernyataan dari para merchant bahwa tidak akan menjual produk HKT yang illegal atau ponsel BM.

Sementara itu Tulus Abadi, Ketua YLKI mengatakan bahwa masalah kebijakan validasi IMEI ini harus memprioritaskan aspek perlindungan pada konsumen, bukan semata masalah kerugian negara akibat telepon seluler ilegal tersebut. Sebab menurut Tulus aspek perlindungan konsumen pengguna telepon seluler jauh lebih penting daripada kerugian negara.  Beberapa waktu lalu, lanjut Tulus pemerintah mengklaim bahwa ponsel BM masih beredar mencapai 20 persen dari total telepon seluler yang beredar, dan kerugian negara mencapai lebih dari Rp. 2 triliun per tahunnya.

Untuk itu lanjut Tulus kepada konsumen saat membeli ponsel baru, pastikan bahwa ponsel tersebut adalah legal bukan ponsel BM. Ciri utama ponsel legal atau bukan ponsel BM, adalah pada aspek jaminan yang diberikan. Jika jaminan yang diberikan hanya jaminan toko, maka bisa dipastikan bahwa ponsel tersebut adalah ponsel ilegal/BM. Sebab secara regulasi (Permendag) jaminan harus dari produsen secara langsung, bukan hanya jaminan toko saja.

“Dengan adanya kebijakan validasi IMEI, seharusnya sudah selesai nasib ponsel Black Market. Jika ditengarai masih dijual secara online dan masih mendapat layanan selular maka YLKI menghimbau kepada semua pihak terkait untuk memiliki komitmen bersama dan bersinergi untuk mengawal kebijakan ini yang sudah diterapkan sejak 20 April 2020 lalu,” ungkap Tulus.

Tulus juga sepakat dengan kebijakan yang diterapkan Kemendag bahwa pihak Market Place harus ikut bertanggung jawab mengawasi merchant yang diduga menjual ponsel Black Market.

“Kami kira jika semua berkomitmen untuk menjalankan regulasi untuk kepentingan kita bersama, baik itu  konsumen maupun ekosistem industri. Pemerintah harus konsisten jangan maju mundur kayak undur-undur,  masyarakat perlu ketegasan,” ungkap Tulus

Tulus juga berharap agar para pemangku kebijakan dalam masa transisi validasi IMEI ini perlu melakukan monitoring. “Sebaiknya lakukan sweeping terhadap peredaran dan penjualan ponsel Black Market. Sangat gampang kok, tinggal cek ke website E-commerce cari produk yang kita tuju. Saya dengar katanya yang lagi heboh iPhone SE 2 2020. Jika sudah didata, tinggal ditegur saja e-cormmerce-nya. Ini salah satu cara membangun komitmen bersama agar peredaran ponsel BM berhenti sembari menunggu software penegndali IMEI berjalan secara optimal,”ungkap Tulus.

Sebagaimana diketahui kebijakan validasi IMEI diterapkan sejak 18 April 2020 lalu karena selama ini ponsel BM masih beredar Indonesia bahkan cukup deras, sehingga berpotensi merugikan negara antara Rp 2 triliun sampai Rp 5 triliun setahun, langsung atau tidak langsung.

Derasnya penyelundupan ponsel yang menurut kalangan industri ponsel terjadi sejak empat tahun terakhir ini yang membuat persaingan tidak sehat dan merugikan konsumen dan negara. (Icha)

 

Advan Tab Sketsa, Tablet 10 Inch Cocok Buat Yang Hobi Gambar

0

Telko.id – Advan baru saja meluncurkan produk tablet terbarunya yakniAdvan Tab Sketsa. Tablet berlayar 10 Inch ini dilengkapi dengan stylus sehingga penggunanya dapat menggambar serta menulis langsung. Stylus ini juga dapat digunakan layaknya pulpen atau pensil yang bisa dipakai langsung di atas layarAdvan Tab Sketsa. Stylus ini pun di desain dengan matang, sehingga mudah untuk digunakan.

Mengusung layar 10.1”, Advan Tab Sketsa memiliki layar terbesar di jajaran tablet sekelasnya. Layar ekstra besar ini membuat pengguna bisa bebas berkreasi, serta bersantai dengan menonton video atau memainkan game favorit.

Tak hanya melukis atau menggambar, tablet ini juga nyaman digunakan untuk bermain game-game berat karena didukung oleh RAM 4 GB dan memori 32 GB serta prosesor octa-core 1.6 GHz, membuat Advan Tab Sketsa siap menemani Anda bermain game-game yang tengah hits seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan lain-lainnya tanpa terasa lemot atau nge-lag. Memori eksternal tablet ini juga bisa juga bisa diperluas dengan menggunakan slot micro-SD hingga kapasitas 32 GB.

“ADVAN menghadirkan Tab Sketsa sebagai tablet berkelas premium yang terjangkau. Desain high quality serta teknologi canggih yang dibenamkan Advan membuat tablet ini sangat cocok menemani berbagai aktivitas pengguna,” ujar CEO ADVAN Indonesia Chandra Tansri, dalam keterangannya, Senin (15/6/2020).

Guna memenuhi kebutuhan video call atau telekonferensi virtual yang kerap digunakan pada saat ini, ADVAN telah membenamkan kamera depan dengan resolusi 5 MP. Sementara untuk fotografi tablet ini juga sudah dilengkapi kamera beresolusi 8.0 MP AF.

Advan Tab Sketsa  juga memiliki fitur pengamanan berupa FaceID sehingga pengguna bisa mengakses tablet ini dengan menggunakan fitur pengenalan wajah.

Di era streaming seperti saat ini, Advan Tab Sketsa siap menyajikan aneka hiburan berupa film atau video dengan mulus serta lancar. Apalagi produk ini mengusung teknologi Super Wifi 5G 802.11 a/b/g/n/ac yang akan memberikan pengalaman streaming yang menyenangkan tanpa hambatan.

Menonton film atau bermain game juga lebih menyenangkan karena tablet ini memiliki speaker stereo. Suara akan terdengar lebih keras dan jernih serta efek stereo yang lebih terasa berkat keberadaan dua speaker.

Teknologi layar IPS yang dibenamkan dalam layar ini, membuat penggunanya bisa menggunakan tablet ini dalam sudut pandang yang lebih luas. Teknologi IPS ini juga dapat mereproduksi warna-warna dengan lebih baik dalam layar.Advan Tab Sketsa memiliki tingkat kecerahan layar, yang memungkinkan penggunanya untuk menatap laya yang tetap terlihat cerah kendati digunakan di luar ruangan pada siang hari.

Tablet ini juga telah disematkan baterai berkapasitas sebesar 6.000 mAh, yang sudah dilengkapi dengan smart power saving. Keberadaan baterai ini memungkinkan pengguna menonton video selama 72 jam, bermain game selama 12 jam, atau mendengarkan musik 12 jam tanpa khawatir kehabisan daya.

Dibanderol seharga Rp 2.099.000, pengguna akan mendapatkan free stylus, case premium (seharga Rp 500.000) serta paket data unlimited internet selama satu tahun penuh dari Indosat Ooredoo. Tersedia dalam warna blue, paket spesialAdvan Tab Sketsa ini tersedia secara terbatas saat dirilis pada hari Senin (15/6) di e-commerce Tokopedia. (Icha)

 

 

Smartfren 5G Batal Uji Coba, Terhadang Pandemi Covid-19

0

Telko.id – Smartfren 5G batal uji coba,  seharusnya jika tidak ada pandemic covid-19, bulan April 2020 lalu, operator ini melakukannya. Rencananya, uji coba Smartfren 5G itu untuk aplikasi pada konsumen individu langsung. Beda dengan uji coba tahun lalu yang ditujukan pada industri atau pabrik.

“Kami tunggu hingga Covid-19 mereda. Soalnya, peralatan untuk uji coba juga tidak bisa masuk ke Indonesia,” kata Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren saat konferensi pers secara virtual, Rabu (17/6).

Baca juga : Smartfren Berharap BHP 5G Tidak Disamakan Dengan 2G, 3G dan 4G

Seperti diketahui, beberapa negara sudah menerapkan teknologi internet generasi kelima (5G). Bahkan, Jepang dan Tiongkok mulai mengkaji 6G. Namun, Smartfren mengatakan, ada empat tantangan dalam mengembangkan 5G di Tanah Air.

Pertama, nilai investasinya besar. Sebab, teknologi 5G tak menggantikan 4G, melainkan sebagai infastruktur pelengkap. Pemerintah pun menyarankan operator seluler untuk berbagi infrastruktur guna menekan biaya. Riset McKinsey menunjukkan, berbagi fasilitas dapat mengurangi biaya investasi 5G hingga 40%.

“Investasi memengaruhi apakah kami bisa gunakan 5G atau tidak. Kami harus cek,” ujar Munir menjelaskan.

Kedua, regulasi. Pemerintah masih mengatur frekuensi yang tepat untuk adopsi 5G di Indonesia. “Kami tunggu dulu. Sebab, tidak mudah mengalokasikan frekuensi 5G dengan yang sedang digunakan saat ini. Butuh kajian mendalam,” katanya.

Lalu, tantangan Ketiga adalah masalah infrastruktur yang kuat dan besar. Tidak seperti 4G dan 3G, teknologi 5G membutuhkan kapasitas data yang besar.  Bukan hanya Base Transciever Station (BTS), tetapi juga perangkat pendukung. Oleh karena itu, butuh kolaborasi antarperusahaan telekomunikasi dalam penyediaan infrastruktur.

Terakhir, penyesuaian produk layanan. Jenis produk dan harga untuk pelanggan perorangan harus disesuaikan. Ia mencontohkan, saat ini kuota data seluler yang dijual di kisaran 60 GB. Saat 5G diterapkan, kuota data yang dijual minimal 100 GB.

Namun, Munir tetap menyakini, walaupun terdapat empat tantangan, industri telekomunikasi Indonesia tetap akan mendapat manfaat besar jika menerapkan 5G.

Sebab, teknologi ini membuat proses digitalisasi menjadi lebih cepat. Namun, perusahaan memang harus cermat berhitung dalam menjual layanan berbasis 5G.

“Harga kuota, besaran datanya, dan kelayakan pakai pada konsumennya harus dihitung,” ujar Munir.

Memang untuk masalah 5G ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seperti masalah frekuensi yang sampai saat ini masih dikaji terus.

Kementerian berencana menggunakan frekuensi 3,5 Ghz, yang juga dipakai untuk satelit.

Harapannya, frekuensi untuk 5G tersebut bisa diuji coba pada awal tahun ini. Tetapi, “terpaksa dibatalkan,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SPPI) Kementerian Kominfo Ismail.

Pandemi virus corona membuat adopsi 5G oleh perusahaan maupun perumusan kebijakannya terganggu. Proses pematangan standar teknis 5G oleh lembaga global seperti The Third Generation Partnership Project (3GPP) dan The ITU Telecommunication Standardization Sector (ITU-T) pun terhambat.

Penyebabnya, pertemuan yang melibatkan banyak orang tidak diperbolehkan akibat pandemi Covid-19. “Dengan dibatalkannya sejumlah pertemuan karena corona, maka pengembangan standar teknisnya dipastikan mengalami delay,” kata Ismail.

Meski demikian, internal Kominfo tetap menyusun kebijakan implementasi 5G. kementerian juga terus mendorong fiberisasi oleh seluruh operator seluler.  Selain itu, Kominfo sedang menyiapkan payung hukum pembentukan gugus tugas (task force) adopsi 5G. Gugus tugas akan merumuskan rekomendasi kebijakan terkait penerapan 5G di Indonesia.

“Secara paralel, diskusi-diskusi terus kami jalankan untuk terus menyempurnakan konsep dokumen White Paper Roadmap 5G di Indonesia,” ujar Ismail pada April lalu. (Icha)