Telko.id – RUU PDP atau Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi sangat diharapkan dapat selesai pada semester dua tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Teguh Afriyadi, Plt Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kominfo pada sebuah diskusi virtual hari ini, Kamis (27/01).
“Pemerintah dan DPR sepakat bahwa isu soal pelindungan data pribadi seiring dengan insiden (kebocoran data) yang semakin sering terjadi. Kami sepaham dan kami berupaya. Kalau ditanya kapan targetnya, sudah terlewat. Namun, kami memaksimalkan tahun ini pembahasan RUU PDP diupayakan bisa selesai,” kata Teguh
Teguh sendiri tidak mau disebukan kalau pembahasan RUU PDP ini deadlock. “Dalam setiap pembahasan RUU pasti ada perbedaan konsep dan itu hal yang wajar, tapi bukan berarti diberhentikan. Trimester pertama 2022 akan diatur ulang untuk percepatan pembahasan RUU PDP, karena ini selain menjadi concern masyarakat, dan dari sisi pemerintah juga sudah menjadi perintah, mandatory presiden untuk segera diselesaikan,” kata dia.
Memang, RUU PDP ini sangat dibutuhkan Indonesia. Terlebih saat ini interaksi masyarakat di dunia digital meningkat signifikan. Tentu kebutuhan akan ekosistem digital yang kondusif dan aman semakin dibutuhkan, terutama menyangkut data privasi.
Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang telah melewati uji publik diharapkan mampu menjadi instrumen kebijakan yang menyeluruh untuk meningkatkan pelindungan data pribadi di Indonesia.
Namun, survey Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Katadata Insight Center tahun lalu menunjukkan lebih dari 60% masyarakat masih belum mengetahui keberadaan RUU PDP, bahkan hanya 31,8% perusahaan yang mengetahuinya. Memperingati momentum Hari Privasi Data International yang jatuh setiap tanggal 28 Januari, Kominfo, VIDA, dan ICSF mengajak masyarakat dan pelaku industri digital untuk semakin teredukasi akan keberadaan RUU PDP ini.
“Sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE), sudah menjadi peran dan tanggung jawab kami untuk turut membantu misi Pemerintah menciptakan ekosistem digital yang aman di Indonesia,” ungkap Sati Rasuanto, Co-Founder dan CEO VIDA menjelaskan.
Lewat teknologi dan standar kelas dunia, VIDA menjamin keamanan data pribadi konsumen dalam layanan proses verifikasi identitas online yang kami tawarkan pada klien-klien kami, yang lazimnya dibutuhkan saat proses onboarding ke platform digital maupun dalam tanda tangan elektronik.
“Mengingat misi ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, kami melihat urgensi penerapan aturan pelindungan data pribadi, RUU PDP, demi mengurangi resiko penyalahgunaan identitas lebih jauh dan melindungi identitas digital masyarakat,” kata Sati menambahkan.
Ya. RUU PDP yang kini tengah dalam tahap finalisasi antara Pemerintah dan DPR diharapkan dapat meningkatkan tata kelola sistem elektronik di Indonesia.
“Secara bersamaan, berbagai instrumen kebijakan dalam RUU PDP kami susun aturan implementasinya agar efektif dalam mengurangi insiden keamanan siber dan kebocoran data pribadi,” ujar Teguh menambahkan.
Dalam prosesnya, Kominfo berkomitmen untuk menerapkan transparansi dalam sanksi administrasi berupa denda akibat data breach. Aturan denda atas pelanggaran prinsip PDP yang sedang disusun ini diharapkan menjadi instrumen kebijakan yang ideal untuk pengendalian PDP di Indonesia.
Dalam pembahasan aturan implementasi terbaru, pelanggaran atas pemenuhan kewajiban perusahaan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip PDP akan dikenai sanksi administratif.
Lebih lanjut, larangan dalam penggunaan data pribadi; pembentukan pedoman perilaku pengendali data pribadi; penyelesaian sengketa dan hukum acara; kerja sama internasional; peran pemerintah dan masyarakat; serta ketentuan pidana.
Teguh melanjutkan, RUU PDP diharapkan dapat semakin memperkuat sejumlah dasar hukum pengendalian pelindungan data pribadi di Indonesia yang meliputi UU ITE Pasal 26; PP Nomor 71 Tahun 2019 Pasal 14 tentang Pengawasan untuk Pemrosesan Data Pribadi yang meliputi perolehan dan pengumpulan, pengolahan dan analisis, penyimpanan, perbaikan dan pembaruan, penampilan, pengumuman, transfer, penyebarluasan atau pengungkapan, dan penghapusan dan pemusnahan.
Selanjutnya, PP Nomor 71 Tahun 2019 Pasal 35 tentang Kewenangan untuk Melakukan Pengawasan terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang mencakup pemantauan, pengendalian, pemeriksaan, penelusuran dan pengamanan; dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 Pasal 2 Ayat (2) tentang Pelindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik dilakukan berdasarkan asas pelindungan data pribadi yang baik.
Semoga, RUU PDP ini dapat selesai pada tahun ini juga sehingga masyarakat pun nyaman dana man melakukan interaksi di dunia digital. Semoga! (Icha)
Telko.id – Redmi Note 11 Pro dan Note 11 Pro 5G baru saja diperkenalkan oleh Xiaomi secara global. Selain itu juga ada Redmi Note 11S dan Redmi Note 11.
Peluncuran ini dilakukan untuk menghadapi tantangan untuk menghadirkan spesifikasi dan fitur yang lebih kuat. Di mana seri Redmi Note 11 kembali menghadirkan peningkatan yang kuat pada sistem kamera, kecepatan pengisian daya, tampilan, dan SoC—membuat kinerja ponsel cerdas tingkat unggulan lebih mudah diakses daripada sebelumnya.
Tingkatkan Keunggulan Kamera
Dalam meningkatkan pengalaman kamera unggulan, Redmi Note 11 Pro 5G, Redmi Note 11 Pro, dan Redmi Note 11S sekali lagi menampilkan sensor utama 108MP. Hal ini memungkinkan Anda untuk menangkap dan berbagi momen dalam hidup Anda dalam resolusi tinggi dan detail yang nyata.
Memanfaatkan sensor Samsung HM2 dengan ukuran sensor 1/1,52″, kamera utama memanfaatkan teknologi binning piksel 9-in-1 serta ISO asli ganda untuk menghasilkan gambar luar biasa dengan rentang dinamis dan kinerja warna yang lebih tinggi, dengan hasil yang sangat baik bahkan dalam cahaya redup. Kamera sudut ultra lebar 8MP memperluas perspektif Anda dengan sudut pandang 118 derajat, dan kamera makro 2MP menangkap detail halus dari dekat.
Selain itu, kamera kedalaman 2MP pada Redmi Note 11 Pro, Redmi Note 11S, dan Redmi Note 11 memungkinkan Anda untuk menciptakan efek bokeh alami untuk bidikan potret Anda. Bagian depan Redmi Note 11 Pro 5G, Redmi Note 11 Pro dan Redmi Note 11S memiliki kamera depan 16MP yang dapat menangkap selfie yang jernih dan tampak alami.
Refresh hingga 120Hz
Menawarkan kecepatan refresh tinggi hingga 120Hz dan kecepatan pengambilan sampel sentuh hingga 360Hz, seri Redmi Note 11 meningkatkan pengalaman layar Anda dengan animasi yang lebih halus dan transisi bebas lag, sekaligus mencatat sentuhan jari yang lebih presisi.
Dengan ukuran layar 6,67 inci dan 6,43 inci, seri ini dilengkapi dengan FHD+ AMOLED DotDisplay yang menampilkan gamut warna lebar DCI-P3, memberikan warna dan detail yang lebih hidup, serta mencapai hingga 1200 nits untuk memastikan kejernihan layar. bahkan di siang hari yang cerah.
Tampilan cantik dikemas dalam desain bodi tepi datar yang trendi. Ditambah dengan dual speaker super linier yang terletak di bagian atas dan bawah ponsel, seri Redmi Note 11 menawarkan pengalaman hiburan yang lengkap dengan suara stereo yang imersif untuk bermain game atau menonton video.
Performa cepat dan kuat
Meningkatkan kinerjanya, Redmi Note 11 Pro 5G ditenagai oleh prosesor octa-core canggih Snapdragon® 695. Chipset ini menawarkan konektivitas 5G dan kinerja luar biasa, berkat teknologi 6nm tingkat unggulan dan kecepatan clock hingga 2,2 GHz.
Sedangkan Redmi Note 11 Pro dan Redmi Note 11S menjawab tantangan dengan prosesor MediaTek Helio G96 octa-core canggih dan RAM hingga 8GB.
Redmi Note 11 dilengkapi dengan prosesor Snapdragon® 680 yang dibuat menggunakan proses 6nm tingkat unggulan untuk menghadirkan kinerja superior sekaligus menghemat daya.
Selain itu, keempat perangkat seri Redmi Note 11 membekali Anda dengan baterai berkapasitas besar 5.000mAh. Di samping kapasitas baterai yang luar biasa ini adalah pengisian turbo 67W tingkat unggulan Xiaomi di Redmi Note 11 Pro 5G dan Redmi Note 11 Pro, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk mengisi 50% baterai.
Redmi Note 11S dan Redmi Note 11 memiliki fitur pengisian cepat 33W Pro, memungkinkan Anda mengisi daya hingga 100% dalam waktu sekitar satu jam.
Ini spesifikasi lengkap dari keempat produk Xiaomi terbaru itu.
Telko.id – MIUI 13 baru saja diperkenalkan oleh Xiaomi. Sebuah sistem operasi generasi baru yang diluncurkan bersamaan dengan peluncuran global Redmi Note 11 Series. Pada Q4 2021, pengguna aktif bulanan MIUI melampaui 500 juta.
Sistem operasi generasi terbaru ini menawarkan pemutakhiran menyeluruh dengan fokus pada peningkatan pengalaman inti—termasuk penyimpanan yang lebih cepat, efisiensi proses latar belakang yang lebih tinggi, pemrosesan yang lebih cerdas, dan masa pakai baterai yang lebih lama—di samping fitur-fitur berguna seperti bilah sisi dan widget.
Meningkatkan pengalaman ke tingkat yang baru
MIUI 13 memperkenalkan Liquid Storage, metode tingkat sistem baru untuk mengelola cara file disimpan di perangkat.
Pada perangkat tradisional, karena kami terus-menerus menulis dan menulis ulang data di perangkat kami, seiring waktu penyimpanan perangkat akhirnya terfragmentasi.
Setelah hanya 36 bulan, ini memperlambat kecepatan baca dan tulis hingga 50%. Ini juga memengaruhi seberapa cepat Anda dapat mengakses aplikasi, dan seberapa cepat aplikasi tersebut dapat mengakses sumber daya yang diperlukan — memperlambat segalanya.
Liquid Storage pada MIUI 13 mengurangi fragmentasi dan secara aktif mengelola data yang tersimpan, meningkatkan efisiensi defragmentasi hingga 60%.
Dalam jangka panjang, beberapa OS Android lainnya kecepatan baca dan tulis turun sebanyak 50% setelah 36 bulan, sementara MIUI 13 mempertahankan hingga 95% —memberi pengguna pengalaman “baru” lebih lama, dan memperpanjang umur perangkat.
Untuk lebih meningkatkan kinerja, Atomized Memory MIUI 13, metode manajemen memori ultra-halus, membawa efisiensi RAM ke tingkat yang baru. Fitur ini menganalisis bagaimana aplikasi menggunakan memori dan membagi proses penggunaan RAM satu aplikasi menjadi tugas-tugas penting dan tidak penting.
Sistem ini mampu menutup semua tugas yang tidak penting sehingga memungkinkan aplikasi menggunakan memori hanya untuk hal yang penting bagi Anda saat ini, memungkinkan Anda menjalankan lebih banyak aplikasi tanpa mengorbankan kinerja.
MIUI 13 juga hadir dengan Focused Algorithms, yang secara dinamis mengalokasikan sumber daya sistem berdasarkan skenario penggunaan, membuat MIUI lebih lancar dan responsif. Tanpa Algoritme Terfokus, prosesor ponsel cerdas mendistribusikan sumber daya di semua aplikasi Anda secara relatif sama.
Algoritma Terfokus memprioritaskan aplikasi aktif di atas semua yang lain, memungkinkan CPU untuk fokus pada tugas-tugas penting, memberi Anda kecepatan lebih cepat dan kinerja lebih tinggi di mana dan kapan pun Anda membutuhkannya.
Smart Balance adalah peningkatan pengalaman hebat lainnya di MIUI 13. Ini dirancang untuk secara otomatis menemukan keseimbangan antara kinerja dan konsumsi daya, sehingga Anda bisa mendapatkan daya dan kecepatan yang Anda butuhkan untuk tetap bepergian. Dengan Smart Balance, masa pakai baterai secara keseluruhan dapat diperpanjang hingga 10% di MIUI 13.
Semua fitur baru untuk meningkatkan efisiensi dan mempersonalisasi pengalaman
Selain peningkatan pengalaman inti, MIUI 13 juga memperkenalkan fitur-fitur baru yang keren yang memungkinkan Anda menyesuaikan dan mempersonalisasi pengalaman Anda.
Dengan widget baru pengguna dapat mempersonalisasi ponsel cerdas mereka dengan modul dan notifikasi yang nyaman di App Vault atau di layar beranda. Mereka membuatnya mudah untuk tetap up to date dengan hal-hal seperti pemberitahuan, daftar tugas, cuaca, dan banyak lagi.
MIUI 13 juga mendukung widget dengan ukuran berbeda. Dengan opsi 2×1, 2×2, 2×3, 4×2, dan 4×4 yang tersedia, pengguna dapat memasukkan informasi yang lebih penting pada satu widget dan menempatkan widget di tempat yang mungkin tidak sesuai sebelumnya.
Sidebar adalah alat efisiensi lain di MIUI 13, memungkinkan Anda untuk mengakses semua aplikasi favorit Anda di jendela mengambang hanya dengan menggesek—tanpa meninggalkan aplikasi Anda saat ini. Ini sangat cocok untuk multitasker yang menginginkan cara yang lebih mudah untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus, atau dengan cepat bertukar di antara mereka. Pengguna juga dapat menyesuaikan fitur dengan hingga 10 aplikasi di sidebar.
Ketersediaan
Model-model berikut akan meluncurkan MIUI 13 gelombang pertama pada Q1 2022, dengan jadwal rilis untuk perangkat lain akan dipublikasikan secara bertahap di situs web MIUI. Jadwal peluncuran dapat bervariasi menurut wilayah.
Tecno terus berinovasi dengan meluncurkan HPTecno Pop 5X, untuk menghadirkan teknologi terbaru ke dalam genggaman Anda. Diperkenalkan pada 27 January 2022, HP ini menawarkan kombinasi antara kinerja dan estetika. Tecno Pop 5X menjanjikan pengalaman penggunaan melalui chipset Unisoc SC9832E yang memiliki score Antutu 10 rata-rata di angka dan ditopang oleh RAM berkapasitas 2 GB. Spesifikasi tersebut jadi modal Tecno Pop 5X untuk bersaing dengan Tidak ada post terkait untuk ditampilkan.. Tecno Pop 5X sendiri, menurut data terakhir kami di bulan Juli 2026, belum ada informasi harga dan ketersediaannya di pasar Indonesia.
Selain harga, prosesor, dan memori, variabel penting yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah HP adalah layar. Untuk itu Tecno menanamkan layar IPS LCD berukuran 6.52 inches, 102.6 cm2 (~81.5% screen-to-body ratio) dengan resolusi 720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~269 ppi density) . Pada sektor kamera, spesifikasi kamera utama 8 MP yang didukung perekaman video 1080p@30fps juga jadi andalan Tecno Pop 5X. Dan semua fitur tersebut ditenagai oleh baterai Li-Ion berkapasitas 4000 mAh. Spesifikasi lainnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah , atau cek ulasan lengkapnya dengan membaca artikel Tecno Pop 5X: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui.
Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti
Tidak ada post terkait untuk ditampilkan..
2. Chipset
Di atas kertas, chipset Unisoc SC9832E yang dibawa Tecno Pop 5X mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka . Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 2 GB. Di level performa yang sama,
Tidak ada post terkait untuk ditampilkan.. Sementara untuk performa grafis, GPU Mali-T820 MP1 milik Tecno Pop 5X kami nilai sesuai dengan harganya. Sebagai pembanding, Tidak ada post terkait untuk ditampilkan..
3. Mentok di GSM / HSPA / LTE
Untuk akses data, Anda harus puas dengan teknologi GSM / HSPA / LTE dan dukungan WiFi. Dimana HP di level yang sama seperti
Tidak ada post terkait untuk ditampilkan..
4. Baterai 4000 mAh - charging
Semua fitur yang ada di Tecno Pop 5X ditenagai oleh baterai Li-Ion berkapasitas 4000 mAh. Sementara pesaingnya,
Tidak ada post terkait untuk ditampilkan.,
masing masing dilengkapi
Tidak ada post terkait untuk ditampilkan..
5. Dimensi 166 x 75.9 x 8.5 mm Frame Plastik
Tecno Pop 5X memiliki detail bodi Glass front, plastic frame, plastic back dengan dimensi 166 x 75.9 x 8.5 mm yang memiliki ketebalan 8.5 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bagian belakang. Adapun untuk variasi warna, Tecno Pop 5X menyediakan opsi warna Cosmic Shine, Crystal Blue dan Dazzle Black.
6. Kamera Utama 8 MP
Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Tecno Pop 5X menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 8 MP. Fungsionalitasnya didukung oleh kamera kedua yang memiliki spesifikasi QVGA dan kamera ketiga beresolusi QVGA. Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 5 MP, f/2.0.
7. Opsi Memori
Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Tecno Pop 5X dilengkapi RAM berkapasitas 2 GB dengan opsi memori internal 32GB 2GB RAM.
Telko.id – Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) merupakan salah satu Proyek Strategis nasional (PSN) pemerintah Indonesia sesuai dengan Perpres No. 3/2016. Infrastrukturnya sudah dibangun dan bahkan pada November 2022 mendatang akan dilakukan uji coba.
“Saat ini progres KCJB terus berjalan dan sudah mencapai 79,90%. Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk mewujudkan trial run di akhir tahun 2022,” tutur Presiden Direktur KCJB, Dwiyana Slamet Riyadi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/1/2022).
Namun, dibalik itu semua, masih ada hal yang mengganjal dan sampai saat ini masih belum diketok palu juga. Ya, permasalahan frekuensi yang akan digunakan oleh Kereta Cepat Jakarta–Bandung tersebut.
Pada sistem operasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung ini direncanakan akan menggunakan sistem GSM-R atau Global System for Mobile Communications – Railway dan menggunakan frekuensi 900 Mhz. Dimana sistem itu sudah banyak digunakan oleh banyak negara di Eropa dan negara lain. Sehingga menjadi pilihan yang terbaik bahkan direkomendasikan juga oleh UIC atau International Union of Railway.
Sayangnya, jika di negara lain, frekuensi 900 Mhz itu didecated untuk kereta api cepat, di Indonesia, frekuensi tersebut sejak tahun 1990-an, pita frekuensi radio 900 MHz digunakan untuk keperluan seluler, hingga saat ini melayani ratusan juta masyarakat pelanggan seluler di seluruh Indonesia.
Tapi tetap saja, KCIC berharap pengoperasial kereta apai cepat itu menggunakan GSM-R di frekuensi 900 Mhz. Sempat di Januari 2020, Menkominfo menyampaikan 2 opsi frekuensi alternatif, yaitu 450 MHz (LTE-R) dan frekuensi untuk teknologi 5G. Tapi belum juga mencapai kesepakatan. Bahkan, pada Desember 2021 lalu, Kemkominfo sempat mendukung usul KCIC untuk beralih dari GSM-R ke TETRA.
Jika menilik kondisi pita frekuensi 900 Mhz (869-915 & 925 -960 MHz) yang sekarang ada, sudah terisi penuh oleh mobile operator seluler (smartfren, Telkomsel, Indosat, dan XL) untuk menggelar layanan 2G, 3G, ataupun 4G.
Ada dua alternative yang sempat diusulkan, pertama yang menggunakan 876 – 880 MHz (Uplink) berpasangan dengan 921 – 925 MHz (Downlink). Namun, di sisi Uplink GSM-R bentrok (co-channel) dengan frekuensi Downlink Smartfren yang dipancarkan dengan daya relatif lebih tinggi (BTS). Lalu sisi Downlink GSM-R bentrok (co-channel) dengan frekuensi IoT yang dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat, berbasis izin kelas seperti WiFi.
“Alternatif kedua adalah pada 885 – 889 MHz (Uplink) berpasangan dengan 930 – 934MHz (Downlink). Di mana, pada sisi Uplink GSM-R bentrok (co-channel) dengan frekuensi Uplink Telkomsel dan sisi Downlink GSM-R bentrok (co-channel) dengan frekuensi Downlink Telkomsel.
“Nah, dikarenakan Kereta Cepat Jakarta–Bandung ini merupakan PSN, maka Telkomsel pun merupakan anak perusahaan dari BUMN, maka diharapkan ini jadi lebih mudah,” ungkap Adis Alifiawan, Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo dalam Webinar Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan “Pemanfaatan GSM-R Ditinjau dari Aspek Keselamatan Kereta Api” pada Rabu (26/01/2022).
“Telkomsel mendukung pemerintah dalam menyukseskan proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung,” ungkap Indra Mardiatna, VP Technology Strategy Telkomsel.
Itu sebabnya, Telkomsel bersama KCIC, Kominfo sudah melakukan Pengukuran Jarak Aman. Dimana pada tahap pertama Halim 8 & 9 Juni 2021 dan Karawang 16 & 17 Juni 2021. Lalu untuk tahap II Halim 28Juli 2021 dan Kopo 30 Juli 2021.
Dengan metodologi 2G GSM Telkomsel akan dinon- aktifkan bertahap dalam radius 5 – 60 km dari titik pengukuran dan mencari Jarak aman hingga ditemukan level interference sinyal dibawah -105 dBm. Pengukuran tersebut dilakukan di maintenance window (23.00 – 04.00).
Hasil nya Jarak aman (interference sinyal <-105dbm) di area Halim / Jakarta diperoleh ketika 2G BTS GSM Telkomsel dinon-aktifkan hingga radius 60 Km sedangkan Kopo / Bandung 40 Km.
Ok, masalah teknis sudah ada jalan keluar nya. Kini masalah yang masih mengganjal adalah regulasi atau peraturan.
Ada kekahawatiran akan terjadi seperti kasus Indosat dan IM3. Ternyata pemerintah pun sudah menyesuaikan dengan menghapus potensi “Double Charging” Biaya Hak Penggunaan (BHP) SFR.
Salah satunya tujuannya agar tidak memberatkan saat melakukan kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio antara Pemegang Izin dengan pihak lain (Penyelenggara Jaringan / Telsus).
Apa yang disesuaikan? Ya, Pasal 34 ayat (1) UU 36 Th. 1999 yang isinya tentang Telekomunikasi
“Pengguna spektrum frekuensi radio wajib membayar biaya penggunaan frekuensi yang besarannya didasarkan atas penggunaan jenis dan lebar pita frekuensi”
Undang-undang itu disesuaikan dengan adanya Pasal 71 angka 6 UU 11 Th. 2020 tentang Cipta Kerja.
“Pemegang Perizinan Berusaha dan persetujuan untuk penggunaan spektrum frekuensi radio sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) dan ayat (2) wajib membayar biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio yang besarannya didasarkan atas penggunaan jenis dan lebar pita frekuensi radio”.
Dengan berbekal peraturan itu, Adis yang mewakili kominfo menyebutkan ada dua opsi. Opsi pertama adalah Spectrum Leasing.
Pada opsi ini, dalam masalah Infrastruktur (lahan, Menara, dan shelter perangkan), pihak KCIC Sebagai pihak yang membangun, memelihara, dan memanfaatkan. Pihak Telkomsel hanya sebagai pihak yang memanfaatkan.
Lalu dari sisi Jaringan aktif sistem GSM-R, pihak KCIC sebagai pihak yang memiliki, membangun, dan mengoperasikan jaringan aktif GSM-R. Sedangkan Telkomsel sebagai pihak yang meminjamkan sebagian kanal frekuensi (spectrum leasing) di pita 900 MHz kepada KCIC untuk digunakan pada sistem GSM-R di sepanjang jalur KCJB.
Sedangkan untuk Izin pita frekuensi radio 900 MHz. Pihak KCIC tidak menjadi pemegang izin frekuensi di pita 900 MHz -> tidak bayar BHP Frek. Dan pihak Telkomsel tidak ada perubahan terhadap IPFR di pita 900 MHz -> BHP Frek tetap.
Kemudian untuk Perencanaan pembangunan (network planning) sistem GSM-R, KCIC menjadi pihak yang menentukan frequency planning untuk kebutuhan sistem GSM-R. Lalu Telkomsel berkoordinasi dan bekerjasama dengan KCIC dalam melakukan frequency planning agar terjamin koeksistensi antara sistem GSM-R yang dibangun oleh PT KCIC dengan jaringan seluler publik (2G/3G/4G) milik Telkomsel.
Untuk opsi kedua adalah Managed Service. Pada opsi ini, dalam masalah Infrastruktur (lahan, Menara, dan shelter perangkan), pihak KCIC Sebagai pihak yang membangun, memelihara, dan memanfaatkan. Pihak Telkomsel hanya sebagai pihak yang memanfaatkan.
Lalu dari sisi Jaringan aktif sistem GSM-R, pihak KCIC sebagai pihak yang hanya menggunakan layanan GSM-R (dedicated corporate user). Sedangkan Telkomsel sebagai pihak sebagai pihak yang memiliki, membangun, dan mengoperasikan jaringan aktif GSM-R.
Sedangkan untuk Izin pita frekuensi radio 900 MHz. Pihak KCIC tidak menjadi pemegang izin frekuensi di pita 900 MHz -> tidak bayar BHP Frek. Dan pihak Telkomsel tidak ada perubahan terhadap IPFR di pita 900 MHz -> BHP Frek tetap.
Kemudian untuk Perencanaan pembangunan (network planning) sistem GSM-R, KCIC hanya menyampaikan kebutuhan jumlah kanal untuk sistem GSM-R. Seperti 2 kanal per BTS GSM-R antar section dan 3 kanal per BTS GSM-R untuk posisi di stasiun atau depot EMU. Juga menyampaikan SLA, antara lain: Co-channel C/I value: 12 dB Adjacent-channel C/I value: 6 dB Spasi antar voice channel: 400 kHz Spasi antar control channel: 600 kHz.
Lalu pihak Telkomsel memiliki keleluasaan untuk menentukan frequency planning agar terjamin koeksistensi sistem GSM-R dengan jaringan seluler publik (2G/3G/4G), dengan memperhatikan requirement / SLA yang disampaikan oleh KCIC.
Lalu, opsi mana yang akan diambil pemerintah untuk Kereta Cepat Jakarta–Bandung ini dan ketok palu? Masih ada waktu sampai November 2022, tapi mungkin lebih cepat lebih baik agar Proyek Strategi Nasional ini pun bisa terlaksana dan aspek keselamatan kereta api juga terjamin. (Icha)
Telko.id – XL Axiata dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) menandatangani kerja sama Program Penyediaan Telekomunikasi Selular 4G di Wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) guna mendorong transformasi digital masyarakat Indonesia.
Melalui kerja sama ini, XL Axiata berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan layanan telekomunikasi dan data 4G di 132 titik di Sumatera. Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dan Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, serta disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate di Jakarta, Selasa (25/1).
”Suatu kepercayaan dari pemerintah untuk bersama BAKTI menyediakan layanan telekomunikasi dan data 4G di desa-desa terpencil tersebut. Melalui kerja sama ini kami bisa secara nyata ikut berkontribusi pada pembangunan nasional dan mensukseskan program pemerintah, sesuai dengan bidang keahlian kami,” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.
“Kebanggaan itu akan semakin bermakna lagi jika nanti masyarakat di desa-desa itu bisa menikmati dan manfaatkan secara produktif layanan yang kita bangun di sana, sekaligus membuka akses yang lebih mudah ke dunia luar yang kini serba digital,” ujar Dian menambahkan.
Dian menambahkan, sebagai pelaku industri telekomunikasi, XL Axiata sangat menyadari tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan jaringan dan layanan data sebagai infrstruktur utama transformasi menuju digital di semua bidang tersebut.
Tidak terkecuali, bagi masyarakat di 3T yang sampai saat ini masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan data. Tersedianya layanan data/internet cepat, XL Axiata berharap mereka akan bisa membangun dan meningkatkan literasi digital sehingga siap memasuki era serba digital, termasuk meraih manfaatnya.
Kerja sama dalam Program Penyediaan Telekomunikasi Selular 4G di daerah 3T, yang mencakup 132 titik di Area 1-Sumatera, yang berada di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Riau. Dengan tambahan 132 titik ini, maka semakin bertambah titik lokasi layanan di area 3T yang XL Axiata kelola, termasuk yang melalui program kerja sama dengan BAKTI sebelumnya, yang tersebar di 62 kabupaten dan 17 provinsi, termasuk yang terletak di sejumlah pulau terpencil di Kawasan Timur Indonesia.
Dari daftar titik-titik lokasi jaringan 4G yang akan dikelola oleh XL Axiata di Sumatera, beberapa di antaranya berada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan.
Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada antara lain Pulau Jemur, Kecamatan Rupat Utara (yang berlokasi di Pulau Rupat), dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. Titik lainnya berada di desa-desa terpencil yang tersebar di Kabupaten Singkil (Aceh), Kabupaten Pelalawan (Riau), Kabupaten Rokan Hilir (Riau), Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau), Kabupaten Karimun (Kepulauan Riau), Kabupaten Seluma (Bengkulu), dan Kabupaten Pesisir Barat (Lampung).
Terpilihnya XL Axiata dalam tender pengelolaan jaringan 4G di Sumatera ini memperkuat komitmen perseroan untuk turut membangun jaringan 4G ke daerah terpencil. Di luar program ini, XL Axiata juga sudah menegaskan komitmen kepada pemerintah untuk membangun jaringan 4G ke 861 desa terpencil.
Selain itu, pada program sebelumnya, XL Axiata juga terpilih untuk mengelola ratusan titik desa terpencil yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua dan Papua Barat.
Manajemen XL Axiata berharap, keikutsertaan pihaknya dalam menyediakan jaringan 4G, baik melalui program ini maupun perluasan jaringan secara mandiri, akan mampu ikut menghapus kesenjangan akses internet di area-area terpencil di berbagai daerah. Dengan tersedianya layanan data pita lebar ini, semoga akan memacu roda perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, keberadaan layanan seluler 4G XL Axiata akan bisa menjembatani masyarakat sekitar dalam mengakses informasi yang setara dengan daerah lain. (Icha)
Telko.id – BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata sebagai pemenang mitra kerja sama Program Penyediaan Layanan Seluler Base Transceiver Station (BTS) 4G. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini; Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular, Hendri Mulya Syam; Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif; disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto.
BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini, merupakan langkah lanjut dari seleksi atas mitra kerja sama yang dilakukan pada 27 September 2021 lalu. Dengan hasil seleksi tersebut BTS 4G yang dibangun di 7.904 lokasi sepanjang tahun 2021-2022 oleh BLU BAKTI akan diintegrasikan dengan layanan dari dua pemenang. Perjanjian kerja sama ini akan berlaku sepanjang 10 tahun.
BAKTI gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini memiliki skema, di mana aspek pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur BTS 4G, termasuk di dalamnya untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah pada penyediaan lahan, merupakan tanggung jawab BLU BAKTI Kominfo.
Sedangkan aspek penyediaan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk operasi dan pemeliharaan layanan 4G secara keseluruhan, merupakan tanggung jawab mitra operator seluler terpilih.
“Pagi ini kita menyaksikan satu tahapan lagi dari penugasan yang diberikan oleh negara. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang gampang. BAKTI Kominfo ditugasi oleh negara oleh pemerintah untuk membangun 9113 BTS di 9113 desa atau kelurahan di wilayah terdepan terluar dan tertinggal di Indonesia,” tutur Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika.
Menurut Johnny, tantangannya bisa berupa kondisi geografis, budaya, sampai dengan kondisi keamanan dan ketertiban. Namun dalam tantangan apapun, amanat dan mandat ini harus dilaksanakan dengan baik.
“Pemerintah telah menetapkan kegiatan strategis di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi fokus utamanya adalah membangun infrastruktur digital dan memperluas jangkauan internet ke seluruh Indonesia dan terus mendorong transformasi digital dengan melakukan investasi di bidang infrastruktur digital investasi untuk infrastruktur digital.
Sejak tahun 2019 hingga 2022 saat ini jumlahnya telah mencapai 75 triliun. Mulai tahun 2019 sebesar sekitar 7 triliun, meningkat menjadi 10 triliun di 2020, dan tahun 2022 ini mencapai 25 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan berbagai program pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, memastikan penyediaan akses yang merata mendorong transformasi digital di sektor ekonomi dan pemerintahan, membangun pusat data nasional serta menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
“Anggaran ini dialokasikan ke dalam belanja kementerian/lembaga dan transfer ke daerah dan dana desa. Dukungan APBN menjadi penting untuk mendorong transformasi digital merata secara menyeluruh hingga pelosok negeri,” papar Hadiyanto, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu.
“Transformasi digital tidak mungkin terjadi kalau belum terjadi pemerataan aksesibilitas jaringan internet di sebagian wilayah Indonesia terutama di wilayah terluar, tertinggal dan terdepan. ini diharapkan mampu mendorong 9133 desa di wilayah 3T dapat terkoneksi dengan jaringan internet,” lanjut Hadiyanto.
“Kami mengucapkan apresiasi mendalam atas keterlibatan dan peran aktif para mitra sekalian dalam mendukung program pemerintah berupa pembangunan layanan seluler BTS 4G oleh BAKTI Kominfo ini,” ungkap Anang Latif, Direktur Utama BAKTI.
Namun, Anang pun menambahkan bahwa BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini tidak bisa berhenti sampai di sini. Pasalnya, setelah infrastruktur selesai dibangun dan layanan sudah dinikmati masyarakat, masih ada pekerjaan rumah lanjutan yang menanti. ”Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan layanan ini dengan produktif, secara khusus dalam pemanfaatannya di bidang usaha,” harap Anang.
“Tugas itu selaras dengan salah satu pilar transformasi digital nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kominfo, yakni ekonomi digital. Jika masyarakat mau memanfaatkan teknologi dan mampu melakukan on-boarding usahanya ke ranah digital, akan semakin memperkuat perekonomian serta daya saing bangsa Indonesia,” lanjut Anang Latif.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BAKTI Kominfo telah dapat bekerja sama dalam penyediaan program penyediaan program telekomunikasi di daerah 3T di mana kami mendapat cakupan 132 titik di area 1 Sumatera. Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin sehingga bisa terlaksana semuanya di 132 titik tersebut dengan baik,” tutur Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini.
“Kami menyambut baik keputusan Menteri Kominfo yang telah menetapkan Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasional dalam program penyediaan layanan 4G pada area 2 sampai 9 yang mencakup 7772 desa. Ini melengkapi layanan Telkomsel di seluruh penjuru Tanah Air yang didorong oleh semangat kami yang terpanggil menghadirkan kesetaraan akses atas jaringan broadband yang merata hingga ke pelosok negeri,” papar Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam.
Telkomsel sebelumnya juga telah menggelar sebanyak 1158 BTS di wilayah 3T dengan harapan agar dapat memastikan kehadiran akses jaringan di wilayah tersebut dapat mendukung perputaran percepatan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi berbasis digital.
Seluruh rangkaian proses BAKTI Gandeng Telkomsel dan XL Axiata ini telah dimulai sejak bulan Juni 2021 dan diselenggarakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 129/2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI dan Aset Pihak Lain di Lingkungan Badan Layanan Umum BAKTI.
BLU BAKTI Kominfo membagi pembangunan BTS 4G di 7.904 lokasi ke dalam 9 paket area kerja, yaitu: Area 1: Sumatera; Area 2: Nusa Tenggara; Area 3: Kalimantan; Area 4: Sulawesi; Area 5: Maluku, Area 6: Papua Barat; Area 7: Papua Tengah Barat; Area 8: Papua Tengah Utara; Area 9: Papua Timur Selatan.
Area 1 dimenangkan oleh PT XL Axiata, Tbk; sementara Area 2 hingga Area 9 dimenangkan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Proses pemilihan pemenang mitra di setiap area paket kerja sama ditentukan berdasarkan rekam jejak dalam menyediakan layanan seluler pada publik, serta kemampuan untuk menyediakan layanan seluler 4G yang berkelanjutan pada cakupan wilayah sekitar area paket kerja sama tersebut. (Icha)
Telko.id – Darwinbox, platform teknologi SDM (Sumber Daya Manusia) mendapatkan pendanaan sebesar US$72 juta sehingga meningkatkan posisinya menjadi unicorn karena mencapai valuasi lebih dari US$1 miliar. Pendanaan tersebut diperoleh dari beberapa investor tetap dan dipimpin oleh Technology Crossover Ventures (TCV).
Investor tetap itu terdiri dari Salesforce Ventures, Sequoia, Lightspeed, SCB 10X, JGDEV, Endiya Partners, dan 3One4Capital.
Sejak penggalangan dana terakhir dari Salesforce Ventures 12 bulan yang lalu, Darwinbox telah bertumbuh sebesar 300% di Indonesia. Perusahaan tersebut memperkirakan untuk bertumbuh lebih besar lagi tahun ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah permintaan untuk solusi-solusi digital di tempat kerja pasca pandemi.
Didirikan pada akhir tahun 2015, platform Human Capital Management (HCM) berbasis cloud milik Darwinbox melayani kebutuhan SDM di seluruh siklus hidup pengelolaan karyawan. Produk mutakhir mereka mendukung SDM digital bagi lebih dari 1,5 juta karyawan dari 650+ perusahaan di seluruh dunia.
Termasuk sekelompok perusahaan terkemuka dan perusahaan yang berkembang pesat di Indonesia seperti Tokopedia, Kopi Kenangan, Mitra Adiperkasa, Indorama, Chandra Asri (Barito Pacific Group), Sari Roti (Salim Group), Protelindo (Djarum Group), Pyridam Farma, Gunung Raja Paksi (GRP), Astra Life, Bina Karya Prima, dan STP Tower. Mereka juga melayani brand global terkemuka seperti Nivea, Starbucks, Dominos, T-Systems, AXA, Tokio, Cigna, dan lain-lain.
Saat ini, Darwinbox adalah perusahaan termuda dan satu-satunya yang berasal dari Asia di Gartner’s Magic Quadrant for HCM yang melayani 1000+ perusahaan karyawan. Darwinbox juga mendapat peringkat tertinggi (4.8) secara global di Peer Insights, platform ulasan pelanggan Gartner; menyaingi raksasa global seperti SAP, Oracle, dan Workday – sebuah pencapaian yang mereka raih dengan teknologi inovatif, pemahaman mendalam akan konteks pasar, pengalaman pengguna yang intuitif, dan daya tarik pelanggan yang luar biasa.
“Kami senang melakukan investasi kepada para pendiri visioner yang secara fundamental dapat mentransformasi industri besar dengan produk yang hebat,” kata Gopi Vaddi, General Partner di TCV.
TCV dikenal dengan investasi mereka pada beberapa brand teknologi yang bersifat disruptif seperti Netflix, Facebook, Spotify, Airbnb, GoDaddy, dan Zillow.
“Selama dua tahun terakhir, produk kami telah dikenal luas pada di dunia kerja; yang juga terus berubah karena perusahaan harus memikirkan kembali bagaimana mereka dapat menarik, mempertahankan, dan mengelola karyawan mereka,” kata Jayant Paleti, Co-Founder Darwinbox.
Pendanaan baru kali ini mendukung rencana ekspansi global Darwinbox dan mempercepat inovasi platform, memperkuat internal, serta memperkuat kehadiran di berbagai sektor pasar. Darwinbox bertujuan untuk berinvestasi secara agresif dan mengembangkan kantor mereka di Jakarta sehingga memiliki lebih dari 100 anggota tim selama enam bulan ke depan.
“Berinvestasi pada teknologi pengelolaan SDM adalah strategi vital untuk kesuksesan perusahaan. Kemampuan Darwinbox untuk membangun solusi yang cepat, inovatif, dan mudah serta mengerti akan kebutuhan penggunanya membuat mereka dipercaya oleh berbagai perusahaan terkemuka,” tambah Jessica Neal, mantan Chief Talent Officer di Netflix dan Venture Partner di TCV.
Tahun 2021 merupakan salah satu tahun paling menantang dan penting dalam menentukan masa depan cara karyawan bekerja. Konsep “remote working” dan “hybrid working” sudah seringkali diterapkan di seluruh dunia, serta banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja mempengaruhi banyak perusahaan dan memaksa mereka untuk memikirkan ulang strategi pengelolaan SDM mereka.
Hasilnya adalah pergeseran tiga sampai lima tahun lebih awal dalam pengadopsian pengelolaan karyawan berbasis digital. Darwinbox bergerak dan berada di pusat perubahan tersebut.
Mengenai strategi investasi produk mereka, Chaitanya Peddi, Product Head dan salah satu co-founderDarwinbox menjelaskan – “Membangun produk yang cepat dan dapat memberikan pengalaman karyawan yang luar biasa adalah faktor utama yang menentukan kesuksesan bagi pengguna Darwinbox. Kami akan terus berinvestasi dalam teknologi baru dan inovatif untuk memberikan pengalaman yang mudah bagi karyawan yang bekerja dari mana saja.” (Icha)
Telko.id – Huawei P50 Pro, bawa kecanggihan sistem kamera dual-Matrix. Di mana, kamera utama dirakit dari dua lensa – satu lensa RGB, satu lensa monokrom, dan sensor multi-spektrum yang disesuaikan dengan kemajuan konsep AI-Raw. Semua itu memungkinkan untuk mempertahankan keaslian warna dari foto yang dihasilkan.
Sebagian besar masyarakat bingung saat harus memilih kamera yang tepat untuk mengambil foto. Meskipun banyak smartphone yang menghadirkan kamera dengan jumlah piksel yang sangat besar, namun ketika diperbesar, foto yang dihasilkan justru terlihat buram.
Bahkan, kemampuan pencitraan (imaging) malam hari juga lebih buruk. Hal inilah yang membuat foto menjadi kurang realistis, bahkan cenderung mirip dengan lukisan cat minyak akibat jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera tidak mencukupi.
Sebagai contoh, sensor warna yang terdapat pada sebagian besar kamera smartphone di pasaran pada dasarnya menggunakan pengaturan Bayer dengan 4 warna piksel sebagai satu kesatuan. Cahaya terdiri dari 3 warna utama yaitu Red (merah), Green (hijau), dan Blue (biru).
Dalam hal ini, pengaturan Bayer menggunakan format RGBG (red, green, blue, green). Namun, jenis filter warna ini hanya memungkinkan satu warna cahaya untuk dapat masuk. Misalnya untuk sensor warna cahaya putih, maka hanya sepertiga intensitas cahaya yang dapat merambat ke setiap piksel. Jika hanya ada cahaya hijau yang masuk, maka piksel R (merah) dan B (biru) tidak akan menerima foton apapun agar cahaya yang masuk tersebut dapat disaring oleh warna filter.
Cara ini tidak hanya membatasi sebagian besar intensitas cahaya yang diterima oleh tiap piksel, tetapi juga tidak menghasilkan perbedaan berarti yang seharusnya dihasilkan oleh dua warna lainnya saat menampilkan satu warna.
Piksel yang tidak menerima foton akan menampilkan pencitraan gambar hitam. Oleh karena itu, banyak kamera menggunakan algoritma interpolasi selama pencitraan gambar untuk mengisi piksel yang hilang dengan warna yang ada di sekitarnya.
Seharusnya hal seperti ini tidak menjadi masalah. Namun, kecerahan dari piksel yang terisi dengan algoritma interpolasi bersifat tidak pasti, dan dapat bersifat konsisten terhadap warna sekitar yang menyebabkan hasil gambar seperti lukisan dengan cat minyak.
Selain itu, banyak foto smartphone yang terlihat bagus saat dilihat sekilas, tetapi ketika diperbesar, detail piksel akan menunjukkan hasil yang buruk seperti berminyak.
Permasalahan ini makin terlihat jelas saat pengambilan foto pada malam hari. Brightness atau kecerahan yang relatif rendah saat suasana malam hari dan kecerahan filter yang terbatas menyebabkan sensor menerima lebih banyak piksel tanpa foton, sehingga menghasilkan gambar yang terlihat kurang nyatabahkan lebih buruk.
Untuk menghindari situasi ini secara langsung adalah dengan meningkatkan jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Meskipun dengan menggunakan sensor warna RGB yang sama, hal ini hanya dapat meningkatkan sensitivitas sensor piksel terhadap cahaya atau mengurangi waktu shutter-nya, sehingga memungkinkan sensor menerima lebih banyak foton dengan melewati filter warna.
Di sisi lain, hal ini justru menimbulkan dua masalah lagi. Meningkatnya sensitivitas juga akan meningkatkan sensor noise (gangguan), sehingga menghasilkan gambar dengan titik-titik merah seperti bintik. Selain itu, jika ingin memperlama waktu shutter-nya, maka harus memerlukan stabilitas sensor yang baik agar objek foto yang dihasilkan bisa lebih nyata.
Ciptakan kemampuan pencitraan (imaging) baru
Hal yang kerap dikeluhkan terkait smartphone adalah penggunaan lensa tunggal di dalam perangkatnya. Oleh karena itu, untuk menjadikan efek imaging yang lebih baik, maka area sensor pada lensanya perlu ditingkatkan. Banyak yang menganggap semakin besar sensor maka pencitraan akan lebih baik nyatanya sulit diterapkan pada smartphone dengan ruang yang terbatas.
Sehingga Huawei memperkenalkan solusi untuk permasalahan ini dengan menambah jumlah lensa kamera secara teoritis dapat melipatgandakan cahaya yang masuk, dan Huawei telah mengadopsinya melalui kombinasi lensa monokrom dan lensa warna. Mengapa Huawei menggunakan solusi ini dan tidak menggunakan solusi kamera dua warna?
Filter warna RGB dapat mengurangi tingkat kecerahan, jadi untuk mengumpulkan kecerahan yang hilang, filter ini hanya mengumpulkan sinyal kecerahan warna monokrom. Lensa monokrom dapat mengumpulkan sinyal kecerahan dari tiga warna RGB sekaligus, maka beberapa cahaya yang masuk juga lebih tinggi dibandingkan sensor RGB dalam pengaturan Bayer sebelumnya.
Namun, algoritma ini rupanya masih menemukan sedikit permasalahan. Meskipun kedua lensa pada smartphone lebih dekat dengan kinerja mata manusia, tetap ystemi perbedaan sudut pandang. Menjawab tantangan tersebut, Huawei telah mengusulkan konsep AI-Raw sejak beberapa tahun lalu. Saat menekan tombol shutter, sensor akan mengambil beberapa foto untuk melakukan pemrosesan fusi, sementara detail gambar sedang diproses melalui sensor. Dengan ystemi, hilangnya konversi sinyal elektrik saat proses menghasilkan gambar dapat berkurang.
Sistem Kamera Dual-Matrix pertama
Tidak ketinggalan, Huawei P50 Pro memperkenalkan sistem kamera Dual-Matrix pertama. Kamera Utama pada Huawei P50 Pro dirakit dari dua lensa – satu lensa RGB, satu lensa monokrom, dan sensor multi-spektrum yang disesuaikan dengan kemajuan konsep AI-Raw.
Sistem kamera tersebut memungkinkan warna RGB dan sensor monokrom untuk melakukan pemrosesan fusi dengan beberapa foto sekaligus pada level sinyal elektrik. Modul fusi dapat memanfaatkan kedua sensor sepenuhnya, terutama dengan menggunakan lebih banyak cahaya yang diambil melalui sensor monokrom dengan noise gambar yang lebih sedikit untuk mempertahankan keaslian warna.
Selain itu, Huawei P50 Pro juga memiliki skema warna khusus untuk fusi monokrom yang secara dinamis dapat memperbarui white balance dan koreksi warna pada foto, sehingga dapat meningkatkan fitur adaptasi scene foto yang lebih baik.
Terintegrasi dengan mesin pemrosesan gambar dengan resolusi tinggi, Huawei P50 Pro dapat menghasilkan gambar yang lebih cerah dan mampu membidik objek dengan lebih banyak cahaya yang masuk, sehingga menghasilkan foto yang lebih jernih.
Kemampuan zoom in berkali-kali lipat
Ketika kita mengambil foto grup dengan kamera ponsel, biasanya jarak pemotretannya akan relatif jauh, sehingga wajah yang ditampilkan di foto terlihat kecil. Sebuah foto yang diambil oleh smartphone rata-rata memiliki perbedaan kecil dalam hal kecerahan dan kegelapannya, bahkan tidak terlihat seperti tiga dimensi, yang justru terkesan datar.
Namun, lensa monokrom Huawei P50 Pro dapat menghasilkan gambar dengan kontras terang dan gelap yang lebih akurat serta exposure yang sesuai. Bayangan wajah manusia pun terlihat lebih natural dan terlihat seperti tiga dimensi.
Saat Anda menekan tombol shutter untuk mendapatkan foto dalam waktu singkat, sejumlah besar informasi cahaya ditangkap oleh lensa mekanis dan diteruskan ke sensor semi konduktor, yang kemudian diubah menjadi sinyal elektrik.
Kedua lensa bertanggung jawab atas kecerahan dan warna untuk menggandakan cahaya yang masuk. Meskipun terdapat sekelompok orang yang sedang makan atau berkumpul, Huawei P50 Pro sejatinya mampu menunjukkan kejernihan image seseorang dengan hasil yang lebih realistis terhadap fitur tiga dimensi hingga tekstur kulitnya.
Selain foto grup, keuntungan dari adanya asupan cahaya yang tinggi dari lensa monokrom juga dapat direfleksikan untuk pengambilan foto di malam hari.
Masalah yang sering muncul dalam pengambilan foto di malam hari biasanya berhubungan dengan kontras terang dan gelap yang begitu jelas, hal ini membuat kamera tidak dapat menekan area terang, dan area yang agak gelap tidak memiliki detail atau bahkan penuh dengan noise merah.
Karena tiga warna pengaturan sensor di RGBG tidak dalam proporsi yang sama, jumlah sensor yang diterima di malam hari bahkan lebih sedikit dari yang diharapkan. Hal ini menyebabkan pengolesan gambar pada malam hari lebih signifikan daripada siang hari, sehingga lebih membuatnya seperti lukisan cat minyak.
Sementara itu, cahaya yang ditangkap oleh kamera Huawei P50 Pro dapat diubah sebagai sinyal digital. kemudian dikirim ke NPU dan prosesor sinyal gambar (ISP) untuk diproses. Dengan cara ini, kontras sinyal kecerahan dalam gambar lebih mendekati pemandangan yang sesungguhnya, dan tidak akan mudah mengalami kelebihan atau kekurangan cahaya.
Terlebih lagi, karena pembagian kerja yang jelas antara kedua kamera dan kecerahan yang lebih tinggi yang diambil dalam toleransi lensa monokrom, detail gambar menjadi lebih jelas. Perbedaan kecerahan juga dinilai akurat hingga tingkat piksel, tanpa mengkhawatirkan masalah yang disebabkan oleh peningkatan eksposur atau sensitivitas.
Fitur Kolaborasi Multi-Kamera
Selain mengandalkan monokrom dan kamera utama untuk membuat detail pemotretan biasa menjadi lebih jelas, Huawei juga memanfaatkan fitur kolaborasi multi-kamera pada P50 Pro untuk memanfaatkan kombinasi kamera lainnya. Saat menggunakan telefoto atau bidikan sudut ultra lebar, kamera utama juga berkontribusi untuk menangkap lebih banyak gambar.
Untuk cahaya latar, kamera dengan fokus ganda dapat menangkap gambar dengan eksposur berbeda pada saat yang sama, bahkan di lingkungan dengan cahaya latar sekalipun. Gambar beresolusi HD dengan cahaya latar memiliki toleransi yang lebih luas tanpa kehilangan kualitas eksposurenya dengan detail cahaya gelap. Mesin algoritmik bekerja seperti sulap, memungkinkan smartphone dalam menciptakan kembali warna dunia nyata, tidak terikat oleh keterbatasan hardware maupun ketebalan perangkat, dan menghadirkan warna yang nyata dengan kualitas gambar yang tinggi bagi pengguna.
Tidak seperti pabrikan lain yang berfokus pada peningkatan berulang pada setiap generasi hardware kamera smartphone, Huawei memilih pendekatan yang lebih terintegrasi yang tidak seperti kebanyakan industri smartphone lensa tunggal pada umumnya, menyatukan kemampuan dan kecanggihan beberapa lensa, sensor multi-spektrum 10-channel, HUAWEI XD Optics, mesin yang menghasilkan gambar dengan kualitas super tinggi, dan True-Chroma Image Engine untuk menciptakan solusi pencitraan gambar yang serbaguna yang dikemas dalam smartphone mungil ini.
Hal ini sekali lagi menjadi langkah maju yang penting di bab berikutnya dalam dunia fotografi smartphone. (Icha)