spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 7

ASUS TUF Gaming F16 dan A16: Laptop Gaming Paling Worth It 2026

Telko.id – ASUS TUF Gaming F16 (FX608) dan TUF Gaming A16 (FA608) resmi menjadi rekomendasi laptop gaming paling worth it di 2026. Kedua laptop ini menawarkan kombinasi performa tinggi, ketangguhan berstandar US Military Grade MIL-STD-810H, dan fitur lengkap yang sulit ditandingi di kelasnya.

Ditenagai oleh prosesor Intel dan AMD generasi terkini serta GPU NVIDIA GeForce RTX 50-Series, seri TUF Gaming ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gamer yang tidak ingin berkompromi.

Performa gaming tanpa hambatan menjadi nilai jual utama, didukung oleh RAM DDR5-5600 yang dapat di-upgrade hingga 64 GB dan penyimpanan PCIe 4.0 NVMe M.2 SSD hingga 2 TB.

ASUS TUF Gaming F16 (FX608)

Performa Tanpa Kompromi

Kedua laptop ini ditenagai oleh GPU NVIDIA GeForce RTX 50-Series, dengan opsi hingga RTX 5070 yang memiliki VRAM 8 GB GDDR7 dan TGP hingga 115W.

GPU ini memastikan gamer dapat menikmati game AAA terbaru dengan kualitas visual tinggi dan frame rate stabil. Fitur MUX Switch dan Advanced Optimus juga hadir untuk mengoptimalkan performa gaming dan daya tahan baterai secara otomatis.

Dua Platform, Satu Standar Kualitas

TUF Gaming F16 (FX608) hadir dengan prosesor Intel Core i7-14650HX (16 core, 24 thread, boost hingga 5,2 GHz) dan port USB 3.2 Gen 2 Type-C yang mendukung DisplayPort dan power delivery.

Sementara itu, TUF Gaming A16 (FA608) dibekali prosesor AMD Ryzen 7 260 (8 core, 16 thread, boost hingga 5,1 GHz) dengan NPU AMD XDNA yang mampu menghadirkan performa AI hingga 16 TOPS. Keduanya berbagi DNA yang sama, termasuk layar 16 inci dengan rasio aspek 16:10 dan bodi tangguh.

Dukungan AI untuk Gaming dan Kreativitas

Berkat 5th Gen Tensor Cores dari GPU NVIDIA RTX 50-Series, pemrosesan AI menjadi lebih cepat. Teknologi DLSS 4 meningkatkan FPS game berat, sementara AI Tensor Accelerated SDK mempercepat rendering video 4K/8K.

Laptop ini juga mendukung pengembangan AI lokal seperti Stable Diffusion dan Ollama, memproses miliaran parameter langsung di perangkat.

Ketangguhan Kelas Militer

Kedua laptop telah lulus uji standar militer AS MIL-STD-810H, mencakup ketahanan terhadap benturan, getaran, suhu ekstrem, dan kelembaban tinggi. Konstruksi metal lid dan chassis durable plastic dengan finishing tahan sidik jari membuatnya ideal untuk dibawa ke kampus, kantor, atau perjalanan jauh.

ASUS TUF Gaming A16 (FA608)

Sistem Pendingin Canggih

Sistem pendingin TUF Cooling mengandalkan Arc Flow Fans generasi kedua dengan 84 bilah per kipas dan ujung setebal 0,1 mm. Desain ini memungkinkan aliran udara lebih besar dengan tingkat kebisingan lebih rendah, menjaga performa tetap optimal saat sesi gaming panjang.

Layar dan Fitur Lengkap

Layar 16 inci WUXGA (1920 x 1200) dengan refresh rate 165Hz dan rasio aspek 16:10 memberikan area pandang lebih luas. Fitur audio Dolby Atmos dengan sertifikasi Hi-Res dan AI Noise-Canceling memastikan suara imersif. Keyboard backlit 1-Zone RGB dan Copilot Key menunjang produktivitas, sementara kamera 1080P FHD dengan IR Camera mendukung Windows Hello.

Konektivitas dan Daya Tahan

Port lengkap meliputi HDMI 2.1, RJ45 LAN, Wi-Fi 6E triple-band, dan Bluetooth 5.4. Baterai berkapasitas 70 WHrs (F16) dan 90 WHrs (A16) memastikan daya tahan mumpuni. Bobot hanya 2,20 kg membuatnya ringkas untuk dibawa bepergian. ASUS juga menyertakan paket perlindungan 2 Tahun Garansi Internasional dan 2 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty.

Dengan semua keunggulan ini, TUF Gaming F16 (FX608) dan TUF Gaming A16 (FA608) menjadi investasi jangka panjang yang paling worthit bagi gamer.

Kedua laptop ini sudah tersedia di ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, ROG Exclusive Store, dan partner resmi ASUS di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi ASUS.

ASUS Zenbook A14 OLED, Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama

Telko.id – ASUS resmi memperkenalkan ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) di Indonesia, menandai kehadiran laptop pertama di Tanah Air yang menggunakan prosesor Snapdragon X2 Elite dari Qualcomm. Perangkat ini membawa lompatan generasi pada platform ARM untuk komputasi mobile.

Dengan bobot hanya 0,99 kg dan ketebalan 1,59 cm, Zenbook A14 OLED menjadi salah satu laptop paling ringan di kelasnya. Perangkat ini dirancang untuk profesional modern yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa.

“Kami bangga menjadi yang pertama membawa Snapdragon X2 Series ke Indonesia. ASUS Zenbook A14 OLED bukan sekadar laptop tipis dan ringan — ini adalah pernyataan bahwa masa depan komputasi mobile yang cepat, efisien, dan cerdas kini akan segera bisa dirasakan pengguna Indonesia,” ujar Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia.

Content image for article: ASUS Zenbook A14 OLED Resmi di Indonesia, Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama

Material Ceraluminum™ menjadi salah satu keunggulan utama laptop ini. Teknologi eksklusif ASUS tersebut menggabungkan estetika keramik dengan ketangguhan logam, menjadikannya 3x lebih kuat dari aluminium biasa.

Bodi ini juga tahan goresan hingga lebih dari 18.000 kali gesekan serta telah mengantongi sertifikasi militer US MIL-STD 810H.

Dari sisi daya tahan, Zenbook A14 OLED dibekali baterai 70Wh yang mampu bertahan hingga 24 jam untuk pemutaran video lokal.

Teknologi fast charging 100W memungkinkan pengisian daya 50% hanya dalam 30 menit. Ini menjadikannya laptop rekomendasi bagi pengguna yang sering bepergian.

Performa Snapdragon X2 Elite dan Kemampuan AI

Sektor performa menjadi daya tarik utama Zenbook A14 OLED. Prosesor Snapdragon X2 Elite dengan konfigurasi 18 core dan 18 thread mampu mencapai kecepatan boost hingga 4,7 GHz. Performa CPU meningkat 41% dibandingkan generasi sebelumnya.

Memori 32GB LPDDR5X onboard dengan kecepatan 9523 MT/s dan bandwidth 152 GB/s menjamin multitasking yang sangat lancar. Dari sisi kecerdasan buatan, Qualcomm Hexagon NPU di dalam chip ini mampu memuntahkan performa AI hingga 80 TOPS.

Kapasitas ini memungkinkan berbagai fungsi AI seperti transkripsi otomatis dan real-time image enhancement dijalankan secara lokal tanpa membebani baterai.

Sektor grafis ditopang oleh Qualcomm Adreno GPU yang 130% lebih kencang dari pendahulunya. Sistem pendingin ASUS Lightweight Thermal Solution mampu meningkatkan tekanan udara kipas hingga 15% lebih besar, menjaga stabilitas performa dengan kebisingan di bawah 25 dB. Kompatibilitas aplikasi juga semakin matang dengan lebih dari 6.200 aplikasi tervalidasi pada ekosistem Windows on ARM.

Layar ASUS Lumina OLED 14 inci WUXGA (1920×1200) dengan rasio 16:10 menyajikan reproduksi warna akurat berkat color gamut 100% DCI-P3 dan rasio kontras 1.000.000:1. Dengan kecerahan puncak 600 nits pada mode HDR serta sertifikasi VESA Display HDR True Black 600, laptop ini mampu menampilkan warna hitam pekat dan detail bayangan tajam. Bezel tipis NanoEdge menghasilkan rasio layar-ke-bodi 90%.

ASUS juga telah menghadirkan banyak inovasi sepanjang tahun lalu, termasuk inovasi AI di CES 2026 yang berfokus pada tiga skenario utama komputasi.

Harga dan Ketersediaan

ASUS Zenbook A14 OLED (UX3407NA) dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp40.999.000. Paket penjualan sudah mencakup lisensi penuh Microsoft Office Home 2024 serta layanan Microsoft 365 Basic dengan cloud storage 100 GB.

Sebagai jaminan kualitas premium, ASUS memberikan proteksi berupa Garansi Internasional 3 Tahun serta 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty yang melindungi perangkat dari kerusakan akibat kelalaian pengguna.

Pengguna juga mendapatkan akses ke ASUS Premium Services, termasuk layanan Laptop Spa, Free Round-Trip Shipping, serta Fastlane Priority Service. Produk ini tersedia melalui ASUS Online eStore dan jaringan retail resmi ASUS di seluruh Indonesia.

Dengan dominasi ASUS di pasar laptop AI, perusahaan tercatat menguasai 60% pasar Copilot+ PC di Indonesia. Zenbook A14 OLED menjadi bukti komitmen ASUS dalam menghadirkan perangkat dengan kecerdasan buatan terdepan. (Icha)

Xiaomi Resmi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo

Telko.id – Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan dua produk anyar, yakni REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, pada Senin (1/6/2026).

Kedua perangkat ini dirancang untuk memperkuat ekosistem REDMI dan menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan gadget pendukung aktivitas sehari-hari.

Peluncuran ini dilakukan di tengah tren peningkatan konsumsi digital. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 76% konsumen kini memiliki setidaknya empat perangkat terhubung.

Menjawab hal tersebut, Xiaomi Indonesia menghadirkan solusi berupa tablet dan headphone yang terintegrasi secara seamless.

“Gaya hidup digital membuat konsumen semakin membutuhkan gadget yang terintegrasi dan saling melengkapi. Maka dari itu, kami memperkaya ekosistem produk REDMI yang terhubung secara seamless dengan merilis REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Keduanya disebut dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi, memungkinkan pengguna tetap aktif dan produktif; bekerja, belajar, dan menikmati hiburan di mana saja tanpa batas.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk terus memimpin pasar, seperti yang terlihat pada dominasi mereka di segmen smartphone dan tablet di Indonesia.

REDMI Pad 2 9.7: Tablet Compact Andal untuk Produktivitas

REDMI Pad 2 9.7 hadir dengan konsep “Simply Smart, Simply Fun”. Tablet ini mengusung layar 9,7 inci beresolusi 2K yang super jernih.

Tampilan luas ini memungkinkan pengguna leluasa saat mengedit dokumen, sementara ketajaman warna siap memanjakan mata saat streaming konten.

Layar tersebut juga responsif berkat refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 600 nits. Dengan spesifikasi ini, pengguna bisa browsing dengan nyaman di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk di bawah terik matahari.

Tablet ini juga telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland untuk Low Blue Light, Flicker Free, dan Circadian Friendly, sehingga mata tetap nyaman meski digunakan dalam waktu lama.

Performa REDMI Pad 2 9.7 ditenagai oleh Snapdragon® 6s 4G Gen 2 Mobile Platform. Prosesor octa-core 6 nm ini memiliki skor AnTuTu lebih dari 400.000 dan clock speed hingga 2,9 GHz, membuatnya mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivitas maupun game dengan lancar.

Tablet ini juga mendukung memori eksternal hingga 2 TB, memberikan ruang penyimpanan yang lega untuk berbagai file.

Dari segi daya tahan, REDMI Pad 2 9.7 dibekali baterai 7.600 mAh yang mampu bertahan lebih dari sehari dalam satu kali pengisian daya.

Tablet ini sudah menjalankan Xiaomi HyperOS 3 dan Android 16, yang menawarkan user interface intuitif serta fitur Circle to Search by Google. Desain unibody metal yang ramping hanya 7,4 mm membuatnya kokoh namun tetap stylish.

REDMI Headphone Neo: Over-Ear Perdana dengan ANC Unggulan

REDMI Headphone Neo menjadi over-ear headphone pertama dari REDMI yang hadir di Indonesia. Perangkat ini dibekali powerful dynamic driver 40 mm dengan titanium diaphragm yang mampu menghasilkan bass powerful dan treble detail. Pengguna juga bisa mengatur equalizer sesuai preferensi melalui aplikasi Xiaomi Earbuds.

Fitur unggulan lainnya adalah Active Noise Cancellation (ANC) yang mampu meredam kebisingan hingga 42dB dengan tiga mode yang bisa disesuaikan.

Headphone ini juga dilengkapi triple-mic AI noise reduction untuk memastikan suara pengguna tetap jernih saat menelepon, bahkan di lingkungan bising.

Dari segi daya tahan, REDMI Headphone Neo menawarkan baterai hingga 72 jam (ANC mati). Fitur fast charging juga tersedia, di mana pengisian daya selama 10 menit dapat digunakan untuk mendengar musik hingga 5 jam.

Headphone ini juga mendukung koneksi kabel via port USB-C dengan dukungan Hi-Res Audio untuk pengalaman lossless listening.

Harga dan Ketersediaan

REDMI Pad 2 9.7 (4GB/64GB) tersedia dalam warna Graphite Gray dan Silver dengan harga Rp2.399.000. Konsumen sudah bisa membelinya mulai 6 Juni 2026.

Sementara itu, REDMI Headphone Neo hadir dalam pilihan warna Obsidian Black dan Sand White. Perangkat ini dibanderol dengan harga spesial Rp1.499.000 yang berlaku mulai 6 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Setiap pembelian REDMI Headphone Neo juga akan disertai bonus berlangganan Spotify Premium Standar selama 2 bulan bagi pengguna baru Spotify.

Dengan harga yang kompetitif, kedua produk ini menjadi pilihan menarik bagi anak muda yang ingin melengkapi ekosistem perangkat mereka. Seperti yang telah kami ulas sebelumnya, tren pengiriman smartphone global memang menunjukkan dinamika pasar yang menarik, namun Xiaomi terus berinovasi dengan produk-produk pendukung seperti tablet dan headphone ini.

Bagi yang penasaran dengan jajaran tablet Xiaomi lainnya, Anda juga bisa menyimak informasi mengenai Xiaomi Pad 8 Series yang hadir dengan spesifikasi lebih tinggi untuk kebutuhan profesional.

Telkomsel Angkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Baru

Telko.id – Telkomsel resmi mengangkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris perusahaan, efektif mulai 1 Juni 2026. Keputusan ini diambil oleh pemegang saham, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (Singtel), dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 29 Mei 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan strategis di tengah dinamika industri telekomunikasi yang terus berubah. Dengan pengangkatan ini, diharapkan perusahaan dapat menjaga profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik bergabungnya Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Telkomsel. Kehadiran beliau diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan memberikan arahan strategis bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri ke depan,” ujar VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, dalam pernyataan resminya.

Susunan Komisaris Telkomsel saat ini adalah sebagai berikut:

  • Komisaris Utama: Diaz F.M. Hendropriyono
  • Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh
  • Komisaris: Ahmad Riza Patria
  • Komisaris: Irfan Wahid
  • Komisaris: Chandra Arie Setiawan
  • Komisaris: Rico Rustombi
  • Komisaris: Yuen Kuan Moon
  • Komisaris: Yip Anna

Adapun untuk posisi direksi dan komisaris lainnya tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, susunan pengurus Telkomsel tetap solid dan siap menjalankan strategi perusahaan ke depan.

Langkah Strategis di Tengah Pemulihan Industri

Pengangkatan Muhammad Yusuf Ateh sebagai komisaris baru ini sejalan dengan arah pemulihan sektor telekomunikasi pasca konsolidasi. Kompetisi di industri ini telah bergeser dari pendekatan berbasis volume ke pendekatan berbasis nilai, inovasi, dan pengalaman pelanggan.

Telkomsel akan terus mengakselerasi pertumbuhan dan kepemimpinannya di tengah industri dengan memperkuat core connectivity. Salah satu fokus utama adalah investasi berkelanjutan di jaringan 5G yang menjadi tulang punggung layanan digital masa depan.

Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas layanan konvergensi dan solusi digital untuk segmen consumer dan enterprise. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks dan menginginkan layanan yang terintegrasi.

“Kami akan mengoptimalkan kapabilitas berbasis teknologi dan AI untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien,” tambah Abdullah Fahmi.

Transformasi Digital dan Ekosistem Sehat

Dengan strategi ini, Telkomsel bertekad menciptakan ekosistem yang sehat dan mendukung transformasi digital nasional. Perusahaan ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan melalui inovasi yang berkelanjutan.

Langkah ini juga relevan dengan RUPST Telkom yang sebelumnya telah menyetujui sejumlah kebijakan strategis untuk memperkuat bisnis broadband. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara induk perusahaan dan anak usaha dalam menghadapi era digital.

Dengan susunan komisaris yang baru, Telkomsel diharapkan semakin gesit dalam merespons perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan. Industri telekomunikasi Indonesia pun akan semakin kompetitif dan inovatif.

Ke depan, Telkomsel akan terus berfokus pada pengembangan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga akan terus berinvestasi pada infrastruktur jaringan untuk memastikan konektivitas yang andal dan cepat.

Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026.

Capaian itu tumbuh 1,5% secara tahunan (YoY) di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi.

Perusahaan pelat merah itu juga mencatat EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin 48,3%. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum akselerasi eksekusi strategi TLKM 30.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, tekanan pada laba bersih bersifat transisional dan non-cash. Hal itu dipengaruhi percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Secara fundamental, kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional bahkan tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

Segmen B2C Tumbuh Berkat Perbaikan Pasar

Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan Rp27,6 triliun atau naik 1,3% YoY. Pertumbuhan itu didorong oleh pendapatan bisnis digital dan peningkatan payload data sebesar 2,3% YoY.

Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendongkrak ARPU menjadi Rp45.100, naik 6,4% YoY. Dian optimistis industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan,” katanya.

B2B Infrastructure Catat Pertumbuhan 6,8%

Segmen B2B Infrastructure menjadi motor pertumbuhan lain. Pendapatan segmen ini mencapai Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8% YoY. Ekspansi Fiber-to-the-Tower (FTTT) menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

Mitratel, anak usaha Telkom di bidang menara, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4% YoY. EBITDA margin Mitratel tetap stabil di 82,7%.

Sepanjang kuartal pertama, Mitratel memperluas jaringan fiber optik sepanjang 1.080 km, sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km.

Bisnis data center juga menunjukkan perkembangan. Pendapatan diperoleh dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Konsolidasi aset data center menjadi langkah strategis untuk membuka peluang perluasan layanan dan monetisasi aset.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun. Layanan interkoneksi tumbuh 18,9% QoQ berkat peningkatan aktivitas international wholesale voice business.

Sementara itu, segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp3,1 triliun. Restrukturisasi yang sedang berlangsung membuat aktivitas bisnis melandai. Namun, langkah itu dinilai perlu untuk mendorong margin yang lebih sehat dan memperkuat posisi kompetitif jangka panjang.

Transformasi Berjalan Sesuai Rencana

Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti. Efisiensi operasional terus dilakukan melalui streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo.

Content image for article: Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

Salah satu progres yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis. Proses itu ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026. Divestasi diharapkan membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group.

Di sisi unlock value, Telkom tengah mempersiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia. Proses itu ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Langkah ini sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal.

Saat ini kontribusi bisnis fiber masih di kisaran 15%. Perusahaan menargetkan peningkatan menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur dan operasional yang berjalan penuh.

Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International untuk menangkap potensi kebutuhan industri di tengah adopsi teknologi berbasis AI.

Dian menutup pernyataannya dengan optimisme. “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan mengutamakan prinsip disiplin operasi,” pungkasnya. (Icha)

KBank dan Ant International Perkuat Pembayaran Lintas Negara

0

Telko.id – KASIKORNBANK (KBank) dan Ant International resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan infrastruktur keuangan terintegrasi.

Kerja sama ini bertujuan menghadirkan pengalaman pembayaran yang lebih cepat, andal, dan mudah dikembangkan bagi Ant International beserta para pelanggannya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini akan menggabungkan kapabilitas layanan keuangan teregulasi milik KBank dengan solusi AI finansial dari Ant International.

Kolaborasi ini memungkinkan transaksi lintas negara dalam mata uang USD secara real-time selama 24/7. Inisiatif ini akan memanfaatkan Blockchain Deposit Accounts dari Kinexys by J.P. Morgan, unit bisnis blockchain terdepan di bawah J.P. Morgan Payments, guna mendukung pergerakan likuiditas USD secara real-time.

Dr. Karin Boonlertvanich, Executive Vice President of KASIKORNBANK, mengatakan, “Kolaborasi ini mengatasi kendala utama dalam sistem keuangan lintas negara saat ini, di mana pergerakan likuiditas masih terhambat oleh infrastruktur yang terfragmentasi”.

Ia menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan blockchain ke dalam sistem keuangan teregulasi, kami menciptakan arus dana yang lebih berkelanjutan, transparan, dan mudah dikembangkan antara jaringan global dan ekonomi lokal.

Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan transaksi secara signifikan sekaligus memungkinkan operasional tanpa henti selama 24/7.

KBank dan Ant International juga akan mengupayakan pengembangan solusi menyeluruh yang mencakup penerimaan pembayaran, proses kliring, hingga penyelesaian transaksi. Seluruh pengembangan ini tetap bergantung pada persetujuan hukum dan regulasi yang berlaku.

Kolaborasi ini akan meningkatkan efisiensi transaksi dan settlement Ant International, sehingga arus kas para pelaku usaha menjadi lebih lancar. Inisiatif ini merupakan lanjutan dari kolaborasi yang telah berjalan antara KBank dan layanan pembayaran global Ant International.

Melalui Alipay+, platform dompet digital dari Ant International, aplikasi mobile banking KPLUS milik KBank kini terhubung dengan ekosistem global yang mencakup 150 juta pelaku usaha dan 1,8 miliar akun konsumen di seluruh dunia.

Integrasi dengan Antom pun turut memperkuat posisi KPLUS sebagai salah satu opsi pembayaran di Google Pay bagi pelaku usaha di Thailand.

Solusi Fintech untuk Pelaku Usaha Kecil

Kelvin Li, General Manager of Platform Tech and Senior Vice President at Ant International, mengatakan, “Di berbagai pasar berkembang, pemimpin industri seperti KBank tengah mendorong kesiapan masyarakat menghadapi ekonomi global yang semakin terhubung melalui adopsi teknologi AI dan blockchain yang aman dan lebih luas. Kami bangga dapat mendukung KBank melalui solusi fintech ini guna memberdayakan merchant di Thailand, khususnya pelaku usaha kecil, dengan solusi pembayaran yang lebih efisien agar dapat berkembang di pasar global.”

MoU ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan sistem keuangan lintas negara yang terintegrasi dan mudah dikembangkan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi serta keandalan sistem pembayaran global mendukung perdagangan internasional.

Kolaborasi ini sejalan dengan tren global perluasan sistem pembayaran lintas negara. Di Indonesia, misalnya, Bank Indonesia terus memperluas QRIS ke delapan negara untuk memfasilitasi transaksi antarnegara. Sementara itu, Alipay+ juga telah memperluas jangkauan ke 100+ negara untuk mendukung pariwisata global.

Pengembangan serta kemungkinan penerapan inisiatif ini nantinya akan dilakukan dengan berkonsultasi bersama regulator terkait. Inisiatif baru dapat dijalankan setelah memperoleh seluruh persetujuan yang dibutuhkan.

Komitmen Jangka Panjang

KBank mengusung visi sebagai “Bank of Sustainability” dengan komitmen menghadirkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi, tata kelola yang kuat, dan pertumbuhan yang bertanggung jawab.

KBank juga terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin perbankan digital melalui berbagai inisiatif strategis yang mendorong inklusi keuangan dan interoperabilitas lintas negara, termasuk pengembangan infrastruktur berbasis blockchain serta ekosistem pembayaran on-chain yang teregulasi bersama para inovator global.

Sementara itu, Ant International merupakan perusahaan penyedia layanan pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial global terkemuka.

Melalui kolaborasi lintas sektor, baik swasta maupun publik, platform techfin terintegrasi milik Ant International mendukung institusi keuangan dan merchant dari berbagai skala untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif melalui beragam solusi pembayaran digital dan layanan keuangan berbasis teknologi terkini.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem keuangan lintas negara yang lebih efisien di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan AI, KBank dan Ant International berupaya menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah.

Di kawasan Asia Tenggara, inovasi pembayaran lintas negara terus berkembang pesat. Flip mempermudah pembayaran rumah sakit di Malaysia untuk wisata medis, sementara QRIS antar negara resmi masuk Jepang melalui Netzme. Semua ini menunjukkan bahwa integrasi sistem pembayaran lintas negara menjadi prioritas utama bagi berbagai pihak.

Dengan adanya kolaborasi antara KBank dan Ant International, ekosistem pembayaran digital di Thailand dan kawasan Asia Tenggara diprediksi akan semakin terintegrasi.

Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan bisnis mereka ke pasar global dengan lebih mudah dan efisien. (Icha)

Qualcomm Snapdragon C, Prosesor Entry-Level untuk Laptop Rp 5 Jutaan

Telko.id – Qualcomm Technologies resmi mengumumkan Snapdragon C Platform, prosesor entry-tier terbaru yang dirancang khusus untuk laptop entry-level.

Prosesor ini menyasar pelajar, keluarga, dan bisnis skala kecil dengan harga mulai dari US$300 atau sekitar Rp 4,8 juta.

Platform ini menawarkan kombinasi performa responsif, desain perangkat yang tetap dingin dan senyap, serta ketahanan baterai sepanjang hari.

Snapdragon C mendukung berbagai aktivitas harian seperti browsing, streaming video, hingga produktivitas dan video call.

“Di tengah meningkatnya biaya dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang, Snapdragon C menghadirkan kombinasi komputasi bernilai tinggi, ketahanan baterai sepanjang hari, kemampuan AI, dan performa responsif dalam perangkat yang tetap dingin dan senyap untuk memperluas pilihan platform,” ujar Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming, Qualcomm Technologies, Inc.

Kedar menambahkan bahwa pihaknya menawarkan pengalaman komputasi modern yang membantu ekosistem menjangkau audiens baru sekaligus memperluas akses terhadap teknologi yang andal dan hemat daya. Perangkat yang ditenagai Snapdragon C diperkirakan mulai tersedia di pasaran pada akhir tahun ini.

Content image for article: Qualcomm Rilis Snapdragon C, Prosesor Entry-Level untuk Laptop Rp 5 Jutaan

Performa AI di Segmen Entry-Level

Salah satu keunggulan Snapdragon C adalah kehadiran integrated NPU. Fitur ini memungkinkan kemampuan AI di segmen laptop entry-level yang sebelumnya jarang ditemui. Dengan NPU terintegrasi, pengguna bisa menikmati pengalaman komputasi yang lebih cerdas tanpa harus merogoh kocek dalam.

Snapdragon C dirancang untuk memberikan performa yang konsisten untuk berbagai tugas harian. Prosesor ini memastikan laptop tetap dingin dan senyap saat digunakan, bahkan untuk penggunaan dalam waktu lama. Efisiensi daya yang mutakhir menjadi kunci utama ketahanan baterai sepanjang hari.

Platform ini mendukung pengalaman browsing dan streaming video yang lancar. Pengguna juga bisa melakukan produktivitas ringan hingga menengah tanpa hambatan. Dengan harga yang terjangkau, Snapdragon C menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan perangkat andal untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemitraan dengan OEM Terkemuka

Qualcomm telah menjalin kemitraan dengan OEM terkemuka seperti Acer, HP, dan Lenovo. Perangkat dari vendor-vendor ini akan menjadi yang pertama menggunakan Snapdragon C. Kolaborasi ini memastikan ketersediaan laptop dengan prosesor baru di berbagai pasar global.

Laptop entry-level dengan Snapdragon C menawarkan nilai lebih dibandingkan kompetitor di kelas yang sama. Dengan harga mulai US$300, pengguna mendapatkan perangkat dengan performa modern, efisiensi daya tinggi, dan fitur AI yang biasanya hanya ada di perangkat lebih mahal.

Snapdragon C menjadi pilihan tepat bagi pelajar yang membutuhkan laptop untuk belajar online dan mengerjakan tugas. Keluarga juga bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan komputasi sehari-hari seperti browsing dan streaming. Sementara bisnis skala kecil yang berinteraksi langsung dengan pelanggan bisa mengandalkan perangkat ini untuk produktivitas.

Qualcomm terus memperluas portofolio prosesornya di segmen komputasi. Sebelumnya, perusahaan telah merilis Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 untuk kelas menengah. Mereka juga meluncurkan Snapdragon Wear Elite Platform untuk perangkat wearable.

Di segmen flagship, Qualcomm baru saja merilis Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang menjadi otak Galaxy S26. Ada juga Vivo Pad 6 Pro dan Xiaomi Pad 8 Series yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Dengan hadirnya Snapdragon C, Qualcomm kini memiliki lini prosesor yang lengkap dari entry-level hingga flagship. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyediakan solusi komputasi bagi semua segmen pasar.

Laptop dengan Snapdragon C diharapkan bisa menjembatani kesenjangan akses teknologi bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau.

Kehadiran Snapdragon C juga menjadi angin segar bagi industri laptop entry-level yang selama ini didominasi oleh prosesor dari Intel dan AMD.

Dengan efisiensi daya yang lebih baik dan dukungan AI, Qualcomm menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang mencari laptop dengan performa modern namun tetap terjangkau.

Perangkat perdana dengan Snapdragon C diperkirakan akan hadir di pasaran pada akhir tahun 2026. Konsumen bisa menantikan produk dari Acer, HP, dan Lenovo sebagai pionir penggunaan platform ini.

Dengan harga mulai US$300, laptop Snapdragon C menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih ke komputasi modern tanpa menguras kantong. (Icha)

Huawei Kembangkan Chip Baru di Tengah Sanksi AS

Telko.id – Huawei klaim tetap mampu mengembangkan chip canggih ditengah sanksi dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.

Perusahaan asal China tersebut bahkan menyebut tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menembus keterbatasan industri semikonduktor modern tanpa bergantung pada teknologi milik AS.

Meskipun sudah masih daftar hitam (entity list) dengan dalih mengancam keamanan nasional, Huawei tentu tidak hanya diam, kini perusahaan itu semakin percaya diri dengan merancang teknologi chip canggih baru.

Huawei juga mengklaim akan membuat chip setara proses fabrikasi 1,4 nanometer (nm) pada tahun 2031.

Melansir dari Kompas Tekno, dalam sebuah acara Internasional Symposium of Circuits and Systems (ISCAS) di Shanghai, Huawei menyampaikan dalam presentasinya bahwa sejumlah terobosan yang telah dikembangkan perusahaan selama enak tahun terakhir ini termasuk pendekatan baru dalam desain semikonduktor yang diklaim mampu mengatasi keterbatasan industri chip saat ini.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam presentasi tersebut adalah konsep baru bernama “Tau (𝜏) Scaling law”, yang digadang-gadang sebagai penerus dari Moore’s Law atau hukum Moore.

Hukum Moore sendiri sudah digunakan selama puluhan tahun sebagai acuan utama dalam perkembangan industri semikonduktor.

Baca Juga:

Jika pendekatan lama berfokus pada mengecilkan ukuran transistor, Huawei  kini mencoba pendekatan berbasis efisiensi waktu dan alur sinyal di dalam chip agar performa tetap meningkat tanpa harus selalu bergantung pada fabrikasi paling kecil.

Huawei juga memperkenalkan arsitektur baru bernama LogicFolding, yang dirancang untuk meningkatkan kepadatan transistor sekaligus mempercepat komunikasi data di dalam chip.

Teknologi ini diklaim dapat menjadi solusi saat industri semikonduktor mulai menghadapi batas fisik dan biaya produksi yang semakin tinggi untuk mengecilkan transistor ke ukuran ekstrem seperti 1,4 nm.

Teknologi LogicFolding akan diadopsi pada chip Kirin generasi berikutnya yang dijadwalkan meluncur musim gugur China 2026 atau sekitar September-November mendatang. Chip ini diklaim menawarkan peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Langkah Huawei ini menunjukkan bagaimana persaingan industri chip kini tidak lahi hanya soal performa, tetapi juga soal ketahanan rantai pasok dan kemandirian teknologi.

Meta Resmikan WhatsApp Plus, Produk Ini Ikut Berbayar.

Telko.id – Meta resmi memperkenalkan layanan berlangganan baru bernama WhatsApp Plus, sekaligus memperluas model monetisasi berbayar ke ekosistem media sosial mereka seperti Instagram dan Facebook.

Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Meta yang kini tidka lagi hanya mengandalkan iklan digital sebagai sumber pendapatan utama.

Melalui layanan WhatsApp Plus, pengguna akan mendapatkan sejumlah fitur tambahan yang tidak tersedia di versi gratis.

Beberapa fitur yang hadir antara lain seperti, kapasitas unggahan yang lebih besar, opsi personalisasi lebih luas, hingga fitur AI dan tools produktivitas tambahan yang terintegrasi langsung ke aplikasi.

Meta juga disebut mulai menghubungkan layanan premium ini dengan akun Instagram dan Facebook agar pengalaman pengguna lebih terintegrasi dalam satu ekosistem.

Baca Juga:

Melansir dari Kompas Tekno, Facebook Plus dan Instagram Plus menawarkan kemampuan untuk melihat seberapa banyak orang yang menonton ulang Story. Layanan berbayar ini juga memungkinkan pelanggan untuk membuat daftar audiens tanpa batas, di luar daftar Close Friends.

Pelanggan layanan berbayar ini juga bisa menampilkan Stories tertentu seminggu sekali agar dapat lebih banyak penonton. Fitur lainnya yaitu memperpanjang durasi tayang lebih dari 24 jam, hingga mengunggah posting langsung ke profil sekaligus membuat highlight, tanpa muncul di feed follower.

Meta juga menyediakan fitur seperti Super Heart yaitu animasi reaksi khusus untuk memberikan reaksi pada sebuah Stories, ikon aplikasi custom, font bio profil tambahan, serta pin profil ekstra.

 Menurut Meta, fitur-fitur ini ditujukan untuk kreator dan mereka yang ingin mengembangkan serta memahami audiens dengan lebih baik.

Kepala Produk Meta, Naomi Gleit juga menjanjikan lebih banyak fitur ke media sosial berbayarnya, yang akan ditambahkan di waktu mendatang.

Untuk harganya, Instagram Plus dan Facebook Plus dibanderol 3,99 dollar AS per bulan (sekitar Rp 71.073). WhatsApp Plus dipatok seharga 2,99 dollar AS per bulan (sekitar Rp 53.260).

Menurut Meta, paket Plus ditujukan bagi pengguna aktif yang menginginkan fitur tambahan di aplikasi.

Selain membuka sumber pendapatan baru di luar iklan, layanan ini juga menjadi cara Meta memaksimalkan basis pengguna yang sudah mencapai miliaran orang di seluruh dunia.

Meta menegaskan bahwa paket Plus tidak menggantikan layanan Meta Verified yang sebelumnya sudah tersedia.

Bagi pengguna, perubahan ini bisa menghadirkan pengalaman alikasi yang lebih kaya fitur, tetapi juga membuka kemungkinan bahwa beberapa kemampuan baru hanya tersedia lewat sistem langganan. Artinya, ekosistem media sosial ke depan kemungkinan akan semakin mirip seperti layanan streaming atau software subscribtion yang mengandalkan model pembayaran bulanan.

Xiaomi YU7 Jadi Seri EV Terlaris, Laba Q1 2026 Anjlok 43%

Telko.id – Seri Xiaomi YU7 resmi menjadi jajaran kendaraan listrik (EV) paling populer perusahaan, mengungguli model lainnya di tengah tekanan finansial yang signifikan.

Meskipun meraih sukses di segmen EV, Xiaomi justru melaporkan penurunan laba yang tajam pada kuartal pertama tahun fiskal 2026.

Secara keseluruhan, Xiaomi membukukan laba sebesar CNY 6,1 miliar pada Q1 2026 dengan pendapatan mencapai CNY 99,1 miliar.

Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar 43,1% dibandingkan laba CNY 10,7 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan pun turun dari posisi CNY 111,3 miliar pada Q1 2025.

Penurunan ini terjadi di tengah menurunnya pengiriman ponsel pintar Xiaomi secara volume. Namun, kabar baiknya adalah harga jual rata-rata (average selling price/ASP) perangkat justru meningkat. Strategi premiumisasi yang diusung Xiaomi mulai membuahkan hasil, meskipun belum mampu menopang laba secara keseluruhan.

Keberhasilan seri YU7 menjadi titik terang di tengah laporan keuangan yang lesu. Model EV andalan Xiaomi ini berhasil menarik minat konsumen di pasar domestik, China, yang merupakan medan pertempuran paling sengit bagi industri mobil listrik dunia. Popularitas YU7 disebut-sebut melampaui ekspektasi awal analis.

Meski demikian, peningkatan biaya riset dan pengembangan, serta investasi besar-besaran di sektor manufaktur EV, diperkirakan menjadi faktor utama yang menggerus margin keuntungan Xiaomi secara keseluruhan.

Perusahaan harus menyeimbangkan antara pertumbuhan agresif di segmen baru dengan profitabilitas bisnis inti.

Dari sisi ponsel, Xiaomi melaporkan volume pengiriman yang lebih rendah pada Q1 2026. Namun, tren premiumisasi terlihat jelas. Konsumen mulai beralih ke model-model flagship yang lebih mahal, seperti seri Xiaomi 17.

Hal ini membantu meningkatkan pendapatan per unit yang terjual.

Lonjakan penjualan seri Xiaomi 17 sebelumnya telah tercatat pada kuartal sebelumnya. Bahkan, Xiaomi 17 Pro Max mencetak rekor pre-order berkat fitur Magic Back Screen yang inovatif. Momentum ini diharapkan dapat berlanjut untuk menopang pendapatan perusahaan ke depannya.

Secara historis, Xiaomi telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang impresif. Pada Q2 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp261 triliun dengan lonjakan laba bersih hingga 75,4%.

Namun, fluktuasi ini menunjukkan betapa dinamisnya industri teknologi, terutama ketika perusahaan melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor otomotif.

Komitmen Xiaomi terhadap keberlanjutan juga terus berjalan. Laporan ESG 2025 yang baru dirilis menekankan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam seluruh lini produk dan proses produksi. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Xiaomi untuk menjadi pemain global yang bertanggung jawab.

Kendati laba menurun, Xiaomi masih memiliki kas yang cukup besar untuk mendanai ekspansi. Investor akan mencermati apakah perusahaan dapat mengubah popularitas YU7 menjadi profitabilitas yang berkelanjutan dalam waktu dekat.

Persaingan di pasar EV China yang dipimpin oleh BYD dan Tesla membuat margin keuntungan semakin tipis.

Analis memperkirakan bahwa kuartal-kuartal mendatang akan menjadi ujian bagi Xiaomi. Jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya rantai pasok, bukan tidak mungkin laba akan kembali pulih. Kunci utamanya ada pada keberhasilan monetisasi basis pengguna setia Xiaomi di segmen ponsel dan ekosistem.

Sementara itu, pasar global ponsel pintar masih menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lambat. Tekanan inflasi di berbagai negara membuat daya beli konsumen menurun. Xiaomi harus pintar-pintar menyusun strategi harga dan distribusi untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Kesuksesan Xiaomi YU7 menjadi bukti bahwa merek asal Beijing ini mampu bersaing di industri yang sama sekali baru. Dengan rekam jejak inovasi yang kuat, Xiaomi berpotensi mengulangi kesuksesan yang pernah diraihnya di pasar ponsel. Namun, jalan menuju profitabilitas di sektor EV masih panjang dan penuh tantangan. (Icha)