spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 5

AI dan 5G Menjadi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia 2045

Telko.id – Kecerdasan Buatan (AI) dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Pemanfaatan Ai dalam jaringan 5G tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan analysis data secara real-time, otomatisasi sistem, hingga kemampuan self-healing pada jaringan sebelum gangguan dirasakan pengguna.

Aplikasi Ai juga mendorong kebutuhan akan jaringan dengan performa lebih tinggi, sementara jaringan yang semakin cangghih memungkinkan penerapan Ai yang lebih kompleks dan dapat diskalakan.

Keduanya berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi (economic multiplier), dengan potensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB dalam satu dekade ke depan.

Untuk merealisasikan potensi ini, dibutuhkan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur, pengembangan kapabilitas tenaga kerja, serta kolaborasi ekosistem antara pemangku kepentingan publik dan swasta.

Baca Juga:

AI dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Google menghadirkan sejumlah pembaruan besar untuk ekosistem game di layanan Google Play dalam ajang Game Developers Conference 2026 (GDC), yang turut memperlihatkan bagaimana teknologi AI dan konektivitas semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan industri digital global.

Infrastruktur dan platform memang penting, tetapi dua hal ini hanya bagian dari cerita keseluruhan. Untuk mewujudkan Visi Digital 2045, Indonesia perlu membangun ekosistem inovasi yang kuat dan mengembangkan talent pool digital yang kuat. Bonus demografi Indonesia akan mencapai puncaknya pada 2045 dengan 65% populasi berada pada kelompok usia produktif.

Situasi ini mencerminkan kekuatan Indonesia, dan karenanya Indonesia perlu meningkatkan upaya peningkatan keterampilan dan pelatihan keterampilan baru secara cepat dan terukur.

Ericsson membantu mendorong proses ini melalui serangkaian hackathon 5G + AI di tingkat nasional yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan institusi pemerintahan serta pemimpin di bidang teknologi seperti Qualcomm.

Dengan memberikan pengalaman langsung kepada ribuan mahasiswa dan profesional muda dalam pemanfaatan 5G, cloud, dan AI, inisiatif ini secara langsung mendukung target nasional untuk mencetak 9 juta talenta digital pada 2030.

Di saat yang sama, upaya ini juga membangun jembatan kolaborasi antara akademisi, startup, korporasi, dan instansi pemerintah, sehingga jaringan tidak lagi dipandang sebagai infrastruktur tertutup, melainkan sebagai platform terbuka yang mendorong inovasi.

Ericsson telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia lintas generasi teknologi seluler, mulai dari jaringan GSM awal hingga 4G yang lebih canggih, dan kini 5G.

Saat ini, kemitraan tersebut melampaui penyediaan perangkat radio dan core, mencakup arsitektur cloud-native, jaringan berbasis AI, platform monetisasi digital, serta program inovasi yang mempertemukan operator, pemerintah, akademisi, dan startup. Secara bersama-sama, ekosistem digital ini beserta teknologi pendukungnya akan menjadi fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia 2045.

Meta Bentuk Tim Khusus Untuk Kembangkan Hardware AI

Telko.id – Meta mulai memperkuat ambisinya dalam industri kecerdasan buatan dengan membentuk tim khusus untuk mengembangkan perangkat keras (hardware) berbasis AI.

Langkah ini dilakukan melalui divisi internal yang fokus pada pengembangan AI generatif berikutnya, sekaligus menandai pergeseran strategi Meta dari sekedar software menuju integrasi hardware dan AI.

Meta sebenarnya sudah dikenal dengan produk kacamata pintar dan headset realitas virtual buatan divisi Reality Labs. Namun upaya baru ini merupakan bagian dari Meta Superintelligence Labs atau MSL yang diumumkan pada tahun lalu.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan pembuatan jenis hardware AI lainnya di luar lini produk yang sudah ada. Beberapa engineer dari divisi Reality Labs kabarnya telah dipindahkan ke MSL untuk mulai merancang prototipe software di atas hardware.

Secara teknologi, Meta tidak hanya mengembangkan model AI, tetapi juga mulai merancang device khusus yang terintegrasi langsung dengan AI assistant. Perangkat ini diproyeksikan mampu memahami konteks pengguna secara real-time, termasuk melalui input visual dan audio, sehingga dapat berfungsi sebagai asisten digital yang selalu aktif dan lebih personal dibanding teknologi saat ini.

Untuk mempercepat pengembangan, Meta merekrut Rui Xu, mantan petinggi ByteDance, yang memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Xiaomi, Lenovo, dan Tencent. Kehadiran Xu diharapkan dapat memperkuat kapabilitas Meta dalam merancang dan memproduksi perangkat berbasis AI yang siap digunakan secara massal.

Di ByteDance, ia memimpin laboratorium yang berhasil memproduksi jutaan unit perangkat di pasar China. Pria ini juga memiliki rekam jejak kepemimpinan di pabrikan ponsel pintar Xiaomi, produsen laptop Lenovo, dan raksasa internet Tencent, demikian mengutip dari Business Insider, Jumat (10/4/2026).

Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI saat ini memang sedang berlomba membangun perangkat pribadi AI yang bukan sekadar ponsel pintar.

Bos MSL Alexandr Wang menyebutkan bahwa perusahaannya ingin memperluas jangkauan produk mereka melampaui perangkat genggam biasa.

Baca Juga:

Ia membayangkan sebuah dunia di mana setiap orang memiliki agen cerdas pribadi yang terhubung dengan berbagai jenis perangkat.

Agen ini dirancang agar selalu aktif untuk melihat serta mendengar apa yang dialami oleh penggunanya sehari-hari.

Wang menjanjikan bahwa publik akan melihat inovasi yang luar biasa dari perusahaannya dalam beberapa bulan ke depan. Pihak Meta masih menolak memberikan komentar terkait detail dari pembentukan tim baru ini.

Langkah Meta ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana pengembangan AI tidak lagi hanya berfokus pada software, tetapi juga mulai mengarah pada kombinasi AI dan hardware dalam satu ekosistem terintegrasi.

Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi inti dari cara perangkat beroperasi.

Samsung Galaxy A37 5G, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan smartphone terbaru untuk segmen mid-range, Galaxy A37 5G, pada Selasa (9/4/2026).

Ponsel ini diposisikan sebagai solusi lengkap bagi generasi muda yang aktif membuat konten, dengan mengandalkan peningkatan kemampuan Nightography pada kamera, performa tangguh, dan daya tahan baterai seharian.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa Galaxy A37 5G hadir untuk memenuhi kebutuhan generasi yang selalu terhubung dan ekspresif.

“Dengan dukungan wide kamera 50MP, Ultra Wide 8MP, makro 5MP dengan peningkatan kemampuan Nightography, konten lebih nyata dan detail meskipun dalam kondisi low light,” ujarnya.

Perangkat ini juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5000mAh yang didukung Super Fast Charging 2.0 dan sertifikasi ketahanan air serta debu IP68. Hal ini dirancang untuk mendukung aktivitas pembuatan konten pengguna dari pagi hingga malam dalam berbagai kondisi.

Kamera Nightography untuk Konten Low-Light

Fokus utama Galaxy A37 5G terletak pada kemampuannya menangkap momen dalam pencahayaan minim. Samsung mengklaim peningkatan kualitas foto dan video low-light dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Galaxy A36 5G.

Triple kamera yang terdiri dari lensa utama 50MP, ultra-wide 8MP, dan makro 5MP memungkinkan eksplorasi berbagai gaya konten, mulai dari landscape, portrait, hingga close-up.

Content image for article: Samsung Galaxy A37 5G Resmi, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Fitur Advanced Portrait berbasis AI juga disematkan untuk menghasilkan efek bokeh yang lebih baik. Peningkatan ini sejalan dengan tren Nightography Samsung yang terus dikembangkan, bahkan untuk segmen menengah.

Dukungan AI dan Fitur Produktivitas

Galaxy A37 5G menjalankan One UI 8.5 dengan sejumlah fitur Awesome Intelligence. Fitur Circle to Search with Google memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari objek yang dilingkari di layar.

Untuk proses editing, tersedia Edit Suggestion yang dapat memberikan rekomendasi efek instan, seperti menambah atau menghilangkan bokeh, serta meremaster foto agar lebih jernih.

Fitur AI Select memungkinkan pengguna mengambil gambar langsung dari konten yang dilihat di layar, lalu menyeret dan menjatuhkannya (Drag & Drop) ke aplikasi Notes untuk membuat moodboard. Kemudahan ini dirancang untuk memperlancar alur kerja kreatif pengguna.

Content image for article: Samsung Galaxy A37 5G Resmi, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Dari sisi keamanan data dan konten, ponsel ini dilindungi oleh Samsung Knox Vault. Fitur Private Album pada aplikasi Galeri memungkinkan pengguna menyimpan draft foto atau video secara privat sebelum dipublikasikan. Fitur ini dapat diakses dengan menekan tombol menu di Galeri.

Spesifikasi dan Harga

Galaxy A37 5G ditenagai oleh chipset Exynos 1480 yang diklaim membawa peningkatan signifikan pada Neural Processing Unit (NPU), CPU, dan GPU. Dukungan vapor chamber yang lebih besar bertujuan menjaga suhu perangkat tetap optimal selama penggunaan intensif.

Smartphone ini tersedia dalam dua varian: 8GB RAM dengan memori internal 128GB seharga Rp 6.599.000 dan varian 8/256GB seharga Rp 7.299.000.

Warna yang ditawarkan adalah Awesome Lavender, Awesome Charcoal, Awesome Gray Green, dan Awesome White. Samsung memberikan jaminan pembaruan software hingga enam generasi dan update keamanan selama enam tahun, serta garansi pabrik (extended warranty) dua tahun.

Pada periode promo bulan April 2026, Samsung menawarkan potongan harga khusus. Varian 8/128GB mendapat potongan Rp 500.000 menjadi Rp 6.099.000.

Program trade-in juga tersedia, dengan jaminan harga terbaik. Sebagai contoh, pemilik Galaxy A36 5G 128GB akan mendapatkan nilai tukar tambah hingga Rp 2.500.000.

Dengan skema cicilan 0% bunga selama 12 bulan, biaya yang harus dibayar konsumen bisa menjadi sekitar Rp 299 ribu per bulan untuk varian dasar.

Untuk varian 8/256GB, harga promo di bulan April adalah Rp 6.599.000. Dengan memanfaatkan program trade-in dan cicilan, pembayaran bulanan dapat ditekan hingga sekitar Rp 300 ribu.

Promo juga meliputi cashback Rp 300.000 untuk pembelian aksesori tambahan dan diskon untuk pembelian Galaxy Buds FE.

Kehadiran Galaxy A37 5G ini menjadi bagian dari strategi Samsung memperkuat segmen mid-range di tengah pasar smartphone yang kompetitif.

Peluncuran ini juga menunjukkan komitmen Samsung dalam membawa fitur-fitur unggulan, seperti yang ada di seri flagship, ke jangkauan yang lebih luas.

Pengguna smartphone lama pun dapat merasakan pengalaman terbaru melalui program seperti Try Galaxy. Galaxy A37 5G kini telah tersedia di seluruh toko offline Samsung di Indonesia. (Icha)

Kemkomdigi Siapkan Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Cepat

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi mengumumkan rencana seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun 2026. Langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas akses internet cepat dan meningkatkan kualitas layanan seluler secara merata di seluruh Indonesia, termasuk hingga ke wilayah pelosok.

Pelaksanaan seleksi yang dijadwalkan tahun depan ini bertujuan memberikan tambahan spektrum frekuensi radio yang dapat dioptimalkan oleh para penyelenggara jaringan bergerak seluler. Kehadiran kedua pita frekuensi ini diharapkan menjadi pendorong utama akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan, sekaligus mendukung pencapaian target kecepatan rata-rata mobile broadband nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital telah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026. Keputusan ini menjadi landasan hukum bagi proses seleksi yang akan berlangsung.

Selanjutnya, persiapan dan pelaksanaan teknis seleksi akan ditangani oleh Tim Seleksi khusus yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 176 Tahun 2026. Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas di setiap tahapan proses.

Fungsi dan Keunggulan Dua Pita Frekuensi

Alokasi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki fungsi yang saling melengkapi bagi industri telekomunikasi nasional. Pita frekuensi 700 MHz merupakan pita low-band yang dikenal sebagai “digital dividend”, hasil dari migrasi siaran televisi analog ke digital (Analog Switch Off/ASO).

Frekuensi ini memiliki keunggulan pada cakupan sinyal yang sangat luas dan kemampuan menembus hambatan fisik seperti bangunan. Karakteristik ini menjadikannya tulang punggung utama untuk memperluas jangkauan akses internet mobile broadband ke wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal, baik di area outdoor maupun indoor.

Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz adalah pita mid-band yang ideal untuk menopang kapasitas saluran dan kecepatan transmisi data skala besar, seperti yang diperlukan untuk teknologi 5G. Fokus pemanfaatan frekuensi ini adalah mengakomodasi kepadatan lalu lintas data tinggi di wilayah perkotaan serta menghadirkan pengalaman internet seluler berkecepatan tinggi yang lebih stabil.

Dampak bagi Perluasan Jangkauan dan Kualitas Layanan

Proses seleksi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah menyediakan layanan akses internet jaringan pita lebar bergerak (mobile broadband) minimal dengan teknologi 4G yang lebih merata. Sasaran utamanya adalah desa dan kelurahan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan telekomunikasi.

Selain perluasan jangkauan, penyedia jaringan seluler juga didorong untuk melakukan peningkatan kualitas internet berkecepatan tinggi melalui penyediaan dan penguatan layanan 5G di berbagai wilayah. Langkah ini sejalan dengan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Strategis Kemkomdigi 2025–2029.

Upaya optimalisasi spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang terbatas terus menjadi prioritas. Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan berbagai seleksi frekuensi untuk mendukung ekosistem digital. Seperti pada seleksi frekuensi 1,4 GHz yang diikuti oleh sejumlah operator. Proses lelang frekuensi serupa, termasuk di mana Surge lolos seleksi administrasi, menunjukkan dinamika industri dalam memperebutkan spektrum pendukung jaringan.

Hasil dari berbagai lelang frekuensi sebelumnya, seperti lelang 1,4 GHz 2025, turut membentuk peta persaingan dan kolaborasi di industri telekomunikasi tanah air.

Kemkomdigi secara resmi mengundang seluruh pemangku kepentingan, pelaku industri telekomunikasi, dan masyarakat luas untuk mendukung langkah strategis pemerintah ini. Optimalisasi pemanfaatan spektrum frekuensi radio diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi digital Indonesia ke depan.

Ancaman Baru, Malware AI Makin Sulit Dideteksi di Windows

Telko.id – Ancaman keamanan siber di sistem operasi Windows kini memasuki fase baru dengan munculnya malware berbasis kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.

Berbeda dengan malware konvensional, jenis baru ini mampu beradaptasi, belajar dari lingkungan sistem, serta menghindari deteksi antivirus tradisional yang selama ini menjadi pertahanan utama pengguna.

Salah satu contoh malware berbasis AI, yang dilaporkan PCWorld, adalah “DeepLoad”. Malware ini beroperasi dengan metode serangan tanpa file (fileless), sebuah pendekatan yang tidak mengandalkan berkas mencurigakan yang biasanya menjadi target identifikasi antivirus.

Modus operandi serangan malware ini dimulai dengan menipu pengguna agar menjalankan perintah yang tampak tidak berbahaya. Perintah tersebut dapat diaktifkan melalui Command Prompt atau PowerShell, memungkinkan infeksi terjadi tanpa disadari oleh pengguna.

Baca Juga:

Setelah berhasil masuk ke dalam sistem, malware tersebut dapat memanipulasi sistem operasi dan membangun komunikasi dengan server penyerang.

Ia memanfaatkan alat bawaan Windows untuk mencuri informasi sensitif, baik dari pengguna pribadi maupun dalam lingkungan korporat.

Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi.

Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi. Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

Pada pertengahan Maret lalu, Microsoft telah meluncurkan pembaruan keamanan penting untuk Windows 11, khususnya untuk versi Enterprise seperti 24H2, 25H2, dan varian LTSC. Pembaruan ini bertujuan untuk mengatasi kerentanan kritis.

Celah keamanan yang diperbaiki terletak pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS). Kerentanan ini berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh.

Isu keamanan ini tidak hanya terbatas pada sistem operasi saja, melainkan meluas ke berbagai aplikasi lain. Dalam pembaruan Patch Tuesday bulan Maret, Microsoft dilaporkan menutup lebih dari 80 celah keamanan, termasuk pada aplikasi Excel dan berbagai produk Office lainnya.

Ada skenario tertentu yang menunjukkan bahwa kode berbahaya bisa dieksekusi hanya dengan membuka panel pratinjau di aplikasi Outlook. Ini menggambarkan kerentanan yang dapat dimanfaatkan melalui interaksi sederhana.

Untuk meminimalisir risiko yang ada, pengguna disarankan untuk segera menginstal semua pembaruan Windows yang tersedia. Penting juga untuk tidak sembarangan menjalankan perintah di PowerShell atau Command Prompt.

Kehati-hatian terhadap instruksi mencurigakan yang beredar di internet atau melalui email menjadi langkah preventif yang krusial.

Secara keseluruhan, kemunculan malware berbasis AI menandai evolusi baru dalam dunia keamanan siber. Jika sebelumnya ancaman datang dari kode statis, kini serangan menjadi lebih dinamis, adaptif, dan sulit diprediksi—menjadikan perlindungan data dan sistem semakin menantang di era AI.

Gemma 4 Resmi Rilis, Bisa Jalan di Smartphone

Telko.id – Google resmi merilis Gemma 4 pada awal April 2026 ini. Generasi terbaru model AI terbuka (open model) yang dirancang agar bisa berjalan tidak hanya di pusat data, tetapi juga langsung di perangkat seperti smartphone.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan AI, dari yang sebelumnya bergantung pada cloud menjadi AI yang bisa dijalankan langsung di perangkat pengguna (on-device).

Dilansir dari laman perusahaan, Gemma 4 dirancang untuk menangani tugas yang lebih kompleks dibanding dengan generasi sebelumnya, khususnya dalam penalaran tingkat lanjut an alur kerja berbasis agen (agentic workflows). Model ini mampu melakukan perencanaan multi-langkah serta menjalankan instruksi secara lebih mandiri melalui integrasi dengan berbagai alat dan API.

Kemampuan tersebut diperkuat dengan dukungan native untuk pemanggilan fungsi, keluaran terstruktur seperti JSON, hinga instruksi sistem yang memungkinkan pengembang membangun agen otonom berbasis AI.

Secara teknologi, Gemma 4 dikembangkan oleh Google DeepMind sebagai bagian dari keluarga model ringan berbasis arsitektur yang juga digunakan pada Gemini.

Model ini hadir dalam beberapa varian dengan ukuran berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan—mulai dari server hingga perangkat dengan spesifikasi lebih terbatas seperti laptop dan smartphone.

Baca Juga:

Terdapat 4 varian dari Gemma 4 yakni, Effective 2B (E2B), Effective 4B (E4B), 26B Mixture of Experts dan 31B Dense.

Varian terbesar, 31B, disebut mampu menempatai posisi teratas dalam jajaran model terbuka global untuk ukuran kelasnya, bahkan mengungguli model lain yang memiliki parameter hingga 20 kali lebih besar.

Sementara itu, model E2B dan E4B difokuskan untuk perangkat edge seperti smartphone dan perangkat IoT. Kedua model ini dirancang dengan konsumsi memori dan daya yang lebih rendah. Namun, tetap mendukung kemampuan multimodal, termasuk pemrosesan gambar, video dan audio secara langsung.

Keunggulan utama Gemma 4 terletak pada efisiensinya. Model ini dirancang agar tetap mampu menjalankan tugas kompleks seperti penalaran, pembuatan kode, hingga pemrosesan bahasa alami, namun dengan kebutuhan komputasi yang lebih ringan dibanding model AI besar pada umumnya.

Bahkan, dalam beberapa skenario, AI ini bisa berjalan tanpa koneksi internet, karena seluruh proses dilakukan langsung di perangkat.

Selain itu, Gemma 4 juga membawa sejumlah peningkatan teknis seperti dukungan multi-bahasa lebih dari 140 bahasa, kemampuan memahami konteks panjang (hingga ratusan ribu token), serta dukungan multimodal yang memungkinkan pemrosesan teks, gambar, hingga audio.

Hal ini membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aplikasi chatbot, coding assistant, hingga agent AI yang lebih kompleks.

Try Galaxy S26 Series, Coba Fitur Flagship di HP Lama

Telko.id – Samsung menghadirkan pengalaman simulasi Try Galaxy untuk Galaxy S26 Series, memungkinkan pengguna merasakan inovasi flagship terbaru langsung dari ponsel Android atau iOS yang mereka miliki saat ini.

Pembaruan ini menghadirkan simulasi One UI 8.5, fitur Galaxy AI terbaru, dan pengalaman produk 3D interaktif.

Melalui Try Galaxy, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur unggulan Galaxy S26 Series tanpa harus memiliki perangkat fisiknya.

Fitur yang bisa dicoba mencakup Privacy Display, Nightography Video, Super Steady Video, serta integrasi ekosistem perangkat wearable terbaru.

Langkah ini diambil Samsung untuk memenuhi keinginan konsumen yang ingin mencoba langsung sebelum memutuskan upgrade.

“Kami memahami bahwa banyak pengguna ingin merasakan langsung inovasi terbaru sebelum memutuskan untuk beralih ke perangkat baru,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Ia menambahkan, sejak pertama kali dihadirkan pada 2022, lebih dari 84 juta konsumen global telah mengakses Try Galaxy untuk seri Galaxy S dan Foldable.

Update Try Galaxy terbaru menghadirkan pengalaman home screen One UI 8.5 yang diperbarui, lengkap dengan wallpaper hero Galaxy S26 Ultra.

Widget Galaxy AI terbaru juga disematkan, memungkinkan pengguna mencoba fitur seperti Photo Assist dan Creative Studio untuk kreasi konten yang lebih cepat dan intuitif.

Content image for article: Try Galaxy S26 Series Hadir, Coba Fitur Flagship di HP Lama

Pengguna dapat langsung merasakan performa multitasking yang ditingkatkan serta kualitas visual Privacy Display yang dirancang untuk keamanan. Untuk pengalaman kamera, simulasi Nightography Video dan Super Steady Video memberikan gambaran hasil rekaman dalam kondisi cahaya rendah dan pergerakan dinamis.

Samsung juga menyertakan pengalaman interaktif 3D untuk Galaxy S26 Series, memungkinkan eksplorasi detail perangkat secara lebih nyata. Fitur ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif sebelum konsumen melakukan pembelian.

Tidak hanya fitur inti ponsel, pembaruan Try Galaxy turut menyimulasikan integrasi ekosistem yang mulus. Pengguna dapat melihat pembaruan Galaxy Wearable serta fitur terbaru Galaxy Buds4 Pro dan Galaxy Buds4, seperti speaker 2 arah dengan Dual Amp, Audio 360, dan Hi-Fi ANC. Integrasi ini menunjukkan bagaimana Galaxy Buds4 Series mendukung aktivitas sehari-hari.

Galaxy S26 Series sendiri telah resmi dijual di Indonesia. Seri ini, termasuk varian Ultra, dapat dibeli melalui samsung.com/id dan seluruh Samsung Store. Untuk informasi lebih detail mengenai perangkat, termasuk Galaxy S26 Series dan promonya, konsumen dapat mengunjungi situs resmi.

Harga Galaxy S26 Ultra bervariasi berdasarkan konfigurasi memori. Galaxy S26 Ultra 16GB/1TB dibanderol Rp31.999.000, versi 12GB/512GB seharga Rp27.499.000, dan versi 12GB/256GB dijual Rp24.499.000.

Samsung menawarkan promo eksklusif dengan total benefit hingga Rp3,5 juta hingga 12 April 2026, termasuk cashback dan cicilan ringan.

Kehadiran Try Galaxy untuk Galaxy S26 Series memperkuat strategi Samsung dalam memperkenalkan inovasi secara digital. Pendekatan ini relevan dengan tren di industri teknologi, di mana brand seperti NVIDIA juga gencar membawa pengalaman produk langsung ke audiens target melalui berbagai platform. (Icha)  konsumen.

Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal

Telko.id – Dominasi Nvidia di pasar chip AI China mulai tergerus seiring meningkatnya adopsi chip lokal buatan perusahaan dalam negeri. Berdasarkan laporan terbaru, produsen chip China kini berhasil menguasai sekitar 41% pasar AI accelerator server di dalam negeri, menandai pergeseran besar dalam industri semikonduktor global.

Meski Nvidia masih memimpin, pangsa pasarnya turun signifikan menjadi sekitar 55%, jauh dari dominasi sebelumnya yang hampir menyentuh 90%. Penurunan ini terjadi di tengah dorongan kuat pemerintah China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem chip lokal.

Seperti dikutip Reuters (01/04/2026), berdasarkan data dari laporan IDC yang ditinjau oleh Reuters, total pengiriman kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan pembuat cip China mencapai sekitar 4 juta unit di negara tersebut pada tahun 2025.

Sejumlah perusahaan China mulai tampil sebagai pemain utama dalam pasar ini. Huawei memimpin di antara vendor lokal dengan kontribusi terbesar, disusul oleh pemain lain seperti T-Head (Alibaba), Kunlunxin (Baidu), hingga Cambricon.

Baca Juga:

Kehadiran mereka semakin memperkuat posisi chip domestik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI, terutama untuk data center dan pengembangan model AI skala besar.

Salah satu faktor utama yang mempercepat pergeseran ini adalah pembatasan ekspor chip AI dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut membatasi akses China terhadap chip canggih milik Nvidia, sehingga mendorong perusahaan dan pemerintah untuk beralih ke solusi lokal.

Selain itu, adanya kebijakan tidak resmi yang mendorong penggunaan produk dalam negeri juga turut mempercepat adopsi chip buatan China.

Transisi pangsa pasar ini semakin diakselerasi oleh manuver pemerintah pusat yang meluncurkan gelombang baru pengeluaran infrastruktur AI pada tahun 2025.

Kebijakan ini memicu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi cerdas (intelligent computing centers) di berbagai provinsi, di mana banyak di antaranya membawa arahan implisit dari pemerintah untuk secara ketat membeli produk buatan China (buy Chinese).

Meski demikian, dari sisi teknologi, chip lokal China masih belum sepenuhnya menyamai performa Nvidia. Namun, dengan dukungan pemerintah dan investasi besar-besaran, kesenjangan tersebut perlahan mulai dipersempit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah peta persaingan industri AI global, dari yang sebelumnya didominasi perusahaan Barat menjadi lebih multipolar.

China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI

Telko.id – Kota Hefei di China mulai menguji sistem robotik terintegrasi di jaringan metro sebagai bagian dari transformasi transportasi berbasis AI. Sistem ini disebut sebagai salah satu implementasi pertama “robot cluster” penuh (full-space) di transportasi publik, di mana berbagai jenis robot bekerja secara terkoordinasi dalam satu platform terpusat.

Sistem ini melibatkan penggunaan robot anjing, drone, hingga robot humanoid yang kini ditempatkan di jaringan metro untuk meningkatkan efisiensi operasional. Inisiatif ini menandai perkembangan penting dalam otomatisasi layanan publik di sektor perkeretaapian perkotaan.

Dilansir dari eWeek, inovasi futuristik ini sedang diterapkan dalam tahap uji coba di sistem metro Kota Hefei. Kota Hefei sendiri merupakan bagian dari Provinsi Anhui di China yang menjadi lokasi percontohan proyek ini.

Uji coba tersebut secara spesifik dilaksanakan pada hari Rabu (8/4/2026) untuk mengukur kapabilitas robot dalam lingkungan operasional nyata. Fokus utama pengujian adalah melihat bagaimana robot dapat berinteraksi dengan staf manusia.

Baca Juga:

Dalam implementasinya, sistem ini tidak hanya mengandalkan satu jenis robot, tetapi menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti robot humanoid, robot anjing (quadruped), drone, hingga robot inspeksi bawah kereta.

Semua robot tersebut dikendalikan melalui satu sistem dispatch berbasis AI yang mampu mengatur tugas secara real-time di seluruh area metro, mulai dari stasiun, jalur rel, hingga terowongan.

Secara fungsi, tiap robot memiliki peran berbeda. Robot humanoid digunakan untuk melayani penumpang, seperti memberikan informasi arah dan membantu navigasi di dalam stasiun. Sementara itu, robot anjing bertugas melakukan patroli keamanan di area peron, dan drone digunakan untuk memantau kondisi di area yang sulit dijangkau.

Di sisi lain, robot inspeksi khusus dapat masuk ke bagian bawah kereta untuk melakukan pengecekan teknis menggunakan sensor dan kamera beresolusi tinggi, sehingga mampu mendeteksi kerusakan lebih cepat dibanding metode manual.

“China mulai menguji sistem transportasi masa depan dengan menghadirkan robot anjing, drone, hingga robot humanoid di jaringan metro,” demikian dikutip dari laporan tersebut mengenai implementasi teknologi baru ini.

Lebih lanjut, laporan tersebut menegaskan klaim penting mengenai terobosan teknologi ini. “Teknologi ini bahkan diklaim sebagai sistem robot cluster pertama yang mampu bekerja di seluruh area stasiun dan jalur kereta,” ujar sumber berita tersebut.

Meski sudah diuji dalam kondisi nyata, sistem ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan. Ke depan, pemerintah setempat berencana menambahkan model AI yang lebih canggih agar robot dapat memahami situasi kompleks dan merespons kondisi darurat secara lebih akurat.

MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Telko.id – MODENA mengukuhkan posisinya di pasar kompor listrik Indonesia dengan produk yang telah teruji dalam kompetisi memasak bergengsi dan meraih penghargaan nasional. Portofolio kompor listrik MODENA, mulai dari model portable hingga tanam, dirancang untuk menjawab kebutuhan dapur modern dengan performa tinggi dan teknologi stabil.

Verina Winata, Head of Product Marketing MODENA, menegaskan komitmen brand terhadap kualitas yang terbukti. “Kami ingin memastikan setiap kompor listrik MODENA, baik portable maupun tanam, benar-benar bisa menjawab kebutuhan memasak yang beragam dengan fitur yang sudah terbukti,” ujarnya. Buktinya, Portable Induction MODENA digunakan dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy yang diikuti chef rumahan hingga profesional.

MODENA juga meraih Indonesia Customer Experience (ICX) Award sebagai kompor listrik paling diminati konsumen di enam kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Penghargaan ini berdasarkan survei customer experience oleh Majalah SWA pada 2025, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

Salah satu produk andalan yang diuji langsung adalah MODENA Portable Induction PI 1316. Kompor listrik portable ini menjadi perangkat utama dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy di Kota Kasablanka awal April 2026. Para peserta, dari home cook hingga chef profesional, mengandalkannya untuk memasak beragam menu, dari kue hingga hidangan utama dengan teknik kompleks.

Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Muhammad Ramdani, seorang pastry cook yang berpartisipasi, membagikan pengalamannya. “Saya pakai kompor listrik MODENA untuk buat mango sauce. Dipakai untuk simmering dengan tingkatan api di level 6, panasnya cepat banget. Nggak sampai lima menit, sudah simmer dengan baik. Saus nggak cepat gosong, karena panasnya stabil dan merata,” kata Ramdani.

Keunggulan utama kompor portable ini terletak pada 10 Level Adjustable Power yang memungkinkan pengaturan panas presisi. Rentang daya dari 100 hingga 2.000 watt memberikan fleksibilitas konsumsi energi. Desainnya yang ringkas dan compact menjadikannya solusi ideal untuk dapur minimalis seperti apartemen, serta praktis untuk aktivitas di luar ruang.

Di sisi kompor listrik tanam, MODENA menghadirkan tiga pilihan model: Built-in Induction Hob BI 3321 EBBK, BI 3721 EBBK, dan BI 4725 EBBK. Produk ini dilengkapi teknologi Low Power Constant Heat yang menjawab kekhawatiran umum tentang kestabilan panas pada daya rendah. Teknologi ini memastikan input panas stabil dan konsisten, mendukung penggunaan energi yang lebih efisien tanpa fluktuasi.

Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Seluruh induction hob MODENA memiliki panel Touch Control yang intuitif. Model BI 4725 EBBK bahkan dilengkapi Slide Control untuk pengaturan suhu yang lebih halus dan akurat. Fitur Stop & Go memungkinkan proses memasak dijeda sementara tanpa kehilangan pengaturan suhu sebelumnya. Beberapa model juga memberikan jaminan garansi seumur hidup untuk ceramic glass, menambah nilai kepercayaan konsumen.

Kombinasi inovasi, kemudahan penggunaan, dan kualitas teruji ini menjadi alasan MODENA meraih penghargaan ICX Award. Produk kompor listrik MODENA tersedia melalui MODENA Experience Center, MODENA Home Center, situs resmi www.modena.com, mitra dealer resmi, serta berbagai platform e-commerce. Keberhasilan MODENA ini sejalan dengan tren perangkat rumah tangga cerdas yang semakin diadopsi, mirip dengan visi teknologi AI untuk kemudahan hidup.

Dengan portofolio yang kuat dan pengakuan dari konsumen maupun kompetisi, MODENA memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam kategori kitchen appliances di Indonesia. Produk yang telah teruji di lapangan menjadi bukti nyata komitmen brand menghadirkan solusi memasak yang andal untuk rumah tangga modern.