spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 4

Acer Luncurkan TravelMate P6 14 AI dan Tiga Laptop Bisnis Baru

Telko.id – Acer secara resmi memperkenalkan empat laptop bisnis terbaru dari lini TravelMate, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah.

Model flagship dalam jajaran ini adalah TravelMate P6 14 AI, sebuah PC Windows 11 Copilot+ yang diklaim sebagai laptop paling ringan di kelasnya.

Perangkat ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan Intel vPro, yang mampu menghasilkan performa AI platform hingga 150 TOPS.

Acer juga menghadirkan tiga model lain yang menandai debut laptop komersial pertama mereka yang menggunakan prosesor Intel Core Series 3 terbaru, yaitu TravelMate P2 Spin 14, TravelMate X2 15, dan TravelMate X2 14.

“Kami memahami bahwa dunia bisnis terus berubah, dan kebutuhan akan perangkat yang ringan, aman, serta bertenaga AI semakin mendesak. TravelMate P6 14 AI adalah jawaban Acer untuk para profesional yang menuntut mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa,” demikian pernyataan resmi Acer dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Acer TravelMate P6 14 AI

Seluruh jajaran laptop bisnis ini diperkenalkan di ajang Computex 2026 yang berlangsung di Taiwan. Acer menekankan bahwa setiap model memiliki segmen pasar yang berbeda, mulai dari eksekutif perusahaan hingga pelaku UMKM.

TravelMate P6 14 AI: Bobot Ringan, Performa Maksimal

TravelMate P6 14 AI hadir dengan bobot kurang dari 1 kg, menjadikannya salah satu laptop bisnis paling ringan di pasaran. Inovasi desain Acer Comfort Touch diterapkan pada keyboard dan bodi laptop yang memadukan serat karbon dengan paduan magnesium-aluminium.

Laptop ini dibekali baterai 71 Wh yang mendukung pengisian cepat melalui teknologi Power Delivery. Acer mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai 30 jam untuk pemutaran video, cukup untuk menemani pekerjaan seharian penuh tanpa perlu mengisi ulang daya.

Dari segi konektivitas, TravelMate P6 14 AI sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Thunderbolt 4. Pengguna juga bisa menikmati layar 14 inci dengan opsi panel OLED 2,8K yang mencakup gamut warna 100% DCI-P3 dan HDR True Black, serta dilindungi oleh kaca Corning Gorilla Matte Pro untuk mengurangi silau.

Keamanan menjadi salah satu fokus utama perangkat ini. Selain platform Intel vPro yang memberikan perlindungan berbasis perangkat keras, laptop ini juga dilengkapi enkripsi Acer ProShield Plus, Alarm Intrusi Sasis opsional, dan penutup kamera bawaan.

Untuk kebutuhan konferensi video, TravelMate P6 14 AI memiliki kamera IR 5 megapiksel dengan Acer PurifiedView. Fitur Acer Display Lens memungkinkan pengguna memperbesar detail layar hingga empat kali lipat tanpa mengganggu jalannya rapat.

TravelMate P2 Spin 14: Konvertibel untuk Fleksibilitas Maksimal

TravelMate P2 Spin 14 adalah laptop konvertibel 2-in-1 yang ditenagai prosesor Intel Core Seri 3 dengan NPU terintegrasi. Engsel 360 derajatnya memungkinkan pengguna beralih antara mode laptop dan tablet dengan mudah.

Content image for article: Acer Resmi Luncurkan TravelMate P6 14 AI dan Tiga Laptop Bisnis Baru
Acer TravelMate P2 Spin 14

Perangkat ini dilengkapi layar sentuh IPS WUXGA 14 inci dengan rasio aspek 16:10 dan stylus Wacom AES 2.0 yang bisa disimpan di dalam bodi. Konfigurasi kamera ganda dengan kamera 5MP menghadap ke luar memudahkan pengguna berbagi dokumen fisik atau catatan tulisan tangan saat rapat jarak jauh.

Acer PurifiedVoice dengan pengurangan kebisingan AI dan Acer PurifiedView memastikan kualitas panggilan video tetap jernih di berbagai lingkungan. Konektivitas Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 juga menjadi nilai tambah untuk produktivitas tim kerja.

Dari segi ketahanan, TravelMate P2 Spin 14 telah tersertifikasi MIL-STD 810H dan dilengkapi chip TPM 2.0 terpisah. Teknologi Acer DustDefender secara otomatis membersihkan debu dari sistem pendingin setiap enam jam untuk menjaga performa tetap optimal.

TravelMate X2 15 dan X2 14: Solusi Andal untuk UKM

Melengkapi jajaran terbaru, Acer menghadirkan TravelMate X2 15 dan TravelMate X2 14 yang dirancang khusus untuk usaha kecil dan menengah. Kedua model ini ditenagai prosesor Intel Core Seri 3 dengan desain clamshell yang tahan lama.

Acer TravelMate X2 15 dan Acer TravelMate X2 14

TravelMate X2 15 hadir dengan layar IPS 15,6 inci yang lebih luas dan papan angka khusus, cocok untuk pekerjaan akuntansi dan alur kerja berbasis data.

Sementara itu, TravelMate X2 14 mengutamakan portabilitas dengan bobot 1,4 kg dan layar WUXGA 14 inci dengan rasio aspek 16:10.

Kedua model telah bersertifikat MIL-STD 810H dan dilengkapi chip TPM 2.0 terpisah. Fitur keamanan tambahan seperti pembaca sidik jari opsional dan peringatan intrusi chassis juga tersedia.

Acer PurifiedVoice dan Acer PurifiedView hadir untuk meningkatkan pengalaman rapat virtual. Konektivitas Wi-Fi 6E dan rangkaian port lengkap memastikan pengguna dapat terhubung dengan berbagai periferal tanpa hambatan.

Harga dan Ketersediaan

Semua produk Acer terbaru ini diperkenalkan di ajang Computex 2026 di Taiwan. Spesifikasi produk, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di masing-masing kawasan.

Dengan hadirnya jajaran TravelMate terbaru ini, Acer semakin memperkuat posisinya di segmen laptop bisnis di Indonesia.

Selain itu, Acer juga terus berinovasi di segmen lain. Baru-baru ini, mereka meluncurkan mini workstation dengan superchip NVIDIA untuk kebutuhan komputasi yang lebih berat.

Kehadiran prosesor baru dari Qualcomm juga menjadi angin segar bagi pasar laptop entry-level, seperti yang dibahas dalam artikel tentang prosesor entry-level untuk laptop Rp 5 jutaan. (Icha)

TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health, Ini Alasannya!

0

Telko.id – PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli (SPA) dengan Fullerton Health untuk mendivestasi seluruh saham PT Administrasi Medika (AdMedika) dan entitas anaknya, TelkoMedika.

Transaksi yang berlangsung pada Selasa (2/6) ini menjadi langkah strategis dalam penataan portofolio bisnis TelkomGroup.

Langkah ini sejalan dengan arahan Danantara Indonesia untuk memperkuat struktur bisnis BUMN agar lebih fokus dan kompetitif. TelkomMetra, sebagai operating company Telkom, memilih untuk melepas bisnis non-core agar konsentrasi perusahaan tetap pada sektor telekomunikasi dan digital.

Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menyampaikan, “Langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global. Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor healthcare, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Content image for article: TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health, Fokus Bisnis Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menambahkan, “TelkomGroup terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Kami memandang kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan.”

AdMedika Group memiliki fondasi bisnis dan kapabilitas teknologi yang kuat di industri administrasi kesehatan (TPA) di Indonesia. Di bawah kepemilikan Fullerton Health, perusahaan ini diharapkan dapat memperluas skala bisnis dan mengakses ekosistem layanan kesehatan regional.

“Akuisisi ini menegaskan komitmen jangka panjang Fullerton Health di Indonesia serta investasi berkelanjutan kami dalam membangun platform layanan kesehatan yang terintegrasi dan berskala. Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, kami memperkuat kapabilitas operasional di bidang administrasi layanan kesehatan, sekaligus memanfaatkan jaringan regional yang telah kami bangun untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia yang terus berkembang,” ujar Ho Kuen Loon, Group CEO Fullerton Health.

Strategi TLKM 30 dan Penataan Portofolio

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari eksekusi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30. Khususnya pada pilar ketiga, TelkomGroup melakukan penataan portofolio bisnis non-core untuk memperkuat konsentrasi pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo menambahkan, “TelkomMetra memandang langkah ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat nilai tambah AdMedika dalam jangka panjang. Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang solid untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas skala bisnis, serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan fondasi kuat yang telah dibangun di Indonesia.”

TelkomGroup terus menjalankan strategi TLKM 30 secara disiplin. Penataan portofolio ini diharapkan mampu menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Ekspansi Regional AdMedika

Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, perusahaan ini siap memasuki fase pertumbuhan baru. Fullerton Health memiliki pengalaman regional yang luas di kawasan Asia Pasifik, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi AdMedika sebagai pemain healthcare administration terdepan di Indonesia.

Melalui langkah strategis ini, TelkomGroup, TelkomMetra, dan Fullerton Health Group berharap dapat memperkuat ekosistem healthcare dan digital services di Indonesia. Sinergi ini juga menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari transformasi BUMN, Danantara Indonesia terus mendorong efisiensi bisnis Telkom melalui penataan portofolio. Langkah ini juga sejalan dengan upaya memperkuat fundamental perusahaan di tengah persaingan global.

Dengan pendapatan yang terus tumbuh, TelkomGroup optimistis dapat menjalankan strategi bisnis digital secara lebih fokus. Divestasi AdMedika menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan masyarakat.


Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

0

Telko.id – Garmin Indonesia merilis laporan data global aktivitas lari dan bersepeda yang menunjukkan tren positif signifikan di Indonesia. Tepat pada momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, data Garmin Connect periode Januari hingga Mei 2026 mencatat aktivitas lari di Indonesia melonjak 46% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pengguna Garmin di Indonesia melakukan lebih dari 5,1 juta aktivitas lari sepanjang lima bulan pertama 2026.

Angka ini meningkat drastis dari 3,5 juta aktivitas pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, aktivitas bersepeda outdoor juga mencatat pertumbuhan 30% dengan total 359 ribu aktivitas.

“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Peningkatan Latihan Lari Lebih Terstruktur

Data Garmin Connect juga memperlihatkan pergeseran pola latihan pelari Indonesia menuju pendekatan yang lebih terstruktur. Rata-rata pelari Indonesia menempuh jarak 6,8 kilometer per sesi dengan durasi 45,5 menit. Pace rata-rata pelari Indonesia tercatat 6 menit 44 detik per kilometer.

Secara global, rata-rata pelari mencatatkan 7,76 kilometer per aktivitas dengan kelompok usia 50–59 tahun menjadi yang paling konsisten.

Menariknya, bulan Agustus menjadi periode dengan total jarak lari terbanyak secara global, sementara hari Sabtu menjadi puncak aktivitas lari mingguan. Program half marathon menjadi program latihan paling populer melalui Garmin Coach.

Trail running juga menunjukkan pertumbuhan pesat di Indonesia. Pada Januari-Mei 2026, tercatat 58 ribu aktivitas trail run, meningkat 74% dibanding 33 ribu aktivitas di tahun sebelumnya. Fenomena ini menandakan minat pengguna terhadap variasi latihan di alam terbuka semakin tinggi.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Untuk memaksimalkan pengalaman latihan, pengguna bisa memanfaatkan Fitur Tersembunyi di Garmin Connect yang dirancang untuk membuat latihan lebih cerdas dan efektif.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Bersepeda Jadi Latihan Endurance Pilihan

Tidak hanya lari, bersepeda juga menunjukkan tren positif di Indonesia. Data Garmin Connect mencatat rata-rata pesepeda Indonesia menempuh jarak 44,7 kilometer per sesi dengan durasi rata-rata 105,6 menit. Untuk outdoor cycling, durasi rata-rata mencapai 108,6 menit per aktivitas, sementara indoor cycling tercatat 53 menit.

Dari sisi performa, rata-rata VO2 max pesepeda Garmin di Indonesia berada di angka 48,6 dengan rata-rata FTP sekitar 213 watt. Secara global, pesepeda mencatatkan kecepatan rata-rata 24 km/jam dengan elevasi rata-rata 353 meter per ride.

Hari Minggu menjadi puncak aktivitas bersepeda global, sementara Agustus menjadi bulan paling populer.

Temuan ini menegaskan bahwa bersepeda di Indonesia telah bertransformasi dari aktivitas rekreasional menjadi latihan endurance serius. Dengan durasi lebih dari 1 jam 45 menit per ride, pengguna Garmin menunjukkan komitmen terhadap konsistensi dan pemantauan performa.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Garmin menyediakan ekosistem lengkap untuk mendukung kedua olahraga ini. Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu membantu pemantauan metrik kesehatan.

Sementara untuk pesepeda, tersedia Edge GPS cycling computer, Rally power meter, Varia smart lights, dan Tacx indoor trainer. Data dari perangkat ini bisa diintegrasikan dengan Fitur Garmin Connect untuk analisis lebih mendalam.

Secara keseluruhan, laporan Garmin menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang membantu pengguna tetap aktif.

Bagi Garmin, setiap aktivitas adalah kesempatan untuk bergerak dan menjadi lebih baik dari kemarin. Data ini juga memperkuat temuan Laporan Data 2025 yang menunjukkan lari sebagai olahraga terpopuler di ekosistem Garmin.

Content image for article: Garmin Ungkap Data Lari dan Sepeda Indonesia: Konsisten Naik 46%

Melalui pendekatan latihan yang lebih terstruktur dan didukung data akurat, pengguna Garmin di Indonesia semakin memahami pentingnya konsistensi, recovery, dan variasi latihan.

Ekosistem Garmin memungkinkan pengguna melihat perkembangan performa secara menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih.

Dengan tren positif ini, Indonesia menunjukkan potensi besar sebagai pasar olahraga berbasis data. Kombinasi antara kesadaran kesehatan yang meningkat dan dukungan teknologi seperti yang dihadirkan Garmin menjadi kunci utama pertumbuhan aktivitas lari dan bersepeda di tanah air. (Icha)

BDx dan PLN Sepakati Pasokan Listrik 1,2 GW, Terbesar di Indonesia

Telko.id – BDx Data Centers (BDx) resmi menandatangani komitmen pasokan listrik pusat data terbesar di Indonesia sebesar 1,2 GW. Pencapaian ini memperkuat kemitraan strategis dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) untuk pembangunan infrastruktur AI nasional.

Perjanjian tersebut mencakup alokasi 788 MVA untuk kampus AI unggulan BDx, CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selain itu, pengoperasian CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, mendapatkan peningkatan kapasitas listrik signifikan hingga sekitar 60 MVA.

BDx juga memperluas infrastruktur jaringan tegangan tinggi CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat, dengan kapasitas daya mencapai 385 MVA.

Agus Hartono Wijaya, CEO BDx Indonesia mengatakan, “Pasokan listrik yang andal dan scalable merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI dan digital infrastruktur di Indonesia. Profesionalisme dan dukungan operasional PLN berperan penting dalam mendukung perluasan kapasitas kami di Jakarta dan Jawa Barat. Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan, hyperscaler, dan beban kerja digital yang berdaulat.”

Adi Priyanto, Direktur Retail & Niaga, PLN mengatakan, “PLN selalu berkomitmen untuk mendukung industri digital strategis, dengan menyediakan infrastruktur listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan. Kolaborasi kami dengan BDx mencerminkan peran PLN dalam mendorong pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia secara tangguh dan berkelanjutan.”

“Pertumbuhan permintaan terhadap layanan AI dan digital di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara penyedia infrastruktur digital dan ekosistem energi nasional,” kata Martindar Jalu Respati, Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan, PLN UID Jawa Barat.

Ia pun menambahkan bahwa PLN bangga dapat mendukung pengembangan infrastruktur digital berskala besar dan andal, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi regional dan AI.

Komitmen Pasokan Listrik Terbesar

Total portofolio pasokan listrik yang telah disepakati BDx Indonesia dan PLN mencapai 1,2 GW. Angka ini menjadi komitmen pasokan listrik terbesar yang pernah diperoleh operator pusat data di Indonesia. Pencapaian ini memperkuat posisi BDx dalam mendukung pembangunan infrastruktur AI, cloud, dan ekonomi digital nasional.

Perjanjian tersebut diresmikan melalui upacara penandatanganan di Jakarta. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan senior dari PLN dan BDx Indonesia, termasuk Widya Anggoro Putro, Dini Sulistyawati, Agus Hartono Wijaya, Adi Priyanto, Martindar Jalu Respati, dan Joni.

Portofolio BDx di Indonesia merupakan ekosistem infrastruktur AI paling maju di Asia Tenggara. CGK4 menjadi kampus pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi NVIDIA DGX-Ready.

Fasilitas ini menyediakan kapasitas hingga 650 MW yang selaras dengan sumber energi terbarukan. CGK4 telah mendukung penerapan GPU kelas H100 untuk pelatihan AI dan beban kerja cloud mandiri.

CGK3 menghadirkan kemampuan komputasi berdensitas tinggi dengan teknologi liquid cooling di Jakarta. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung platform AI generasi berikutnya, termasuk NVIDIA GB200.

Sementara itu, CGK5 dengan kapasitas 300 MW memperluas rekam jejak hyperscale BDx di Indonesia. Ketiga fasilitas ini menjadi fondasi utama pembangunan infrastruktur digital dan AI nasional yang mandiri.

Dampak bagi Infrastruktur Digital Nasional

Kemitraan strategis antara BDx dan PLN ini menempatkan BDx Indonesia sebagai platform infrastruktur digital dan AI operator netral terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas listrik yang masif, BDx siap memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan, hyperscaler, dan beban kerja digital yang berdaulat.

Sebelumnya, BDx telah meneken kontrak pasokan listrik dengan PLN untuk mendukung pusat data AI. Langkah ini sejalan dengan tren investasi pusat data di Indonesia, termasuk investasi EDGNEX by DAMAC senilai USD 2,3 miliar untuk pusat data AI di Jakarta. Selain itu, Anaplan buka pusat data di Indonesia untuk mempercepat inovasi bisnis.

Langkah BDx juga relevan dengan upaya efisiensi energi di pusat data. Sebelumnya, BDx telah menerapkan standar pusat data tropis Singapura yang mampu menghemat energi hingga 7%. Inovasi ini penting mengingat konsumsi listrik menjadi komponen biaya utama dalam operasional pusat data.

Dengan komitmen pasokan listrik 1,2 GW, BDx dan PLN berkontribusi langsung pada pengembangan ekonomi digital Indonesia. Infrastruktur yang andal dan scalable menjadi prasyarat utama bagi adopsi AI dan komputasi awan di berbagai sektor.

Perkembangan ini juga memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi regional. Dengan dukungan energi yang memadai, Indonesia berpotensi menarik lebih banyak investasi pusat data dari perusahaan global.

Ke depan, kolaborasi antara penyedia infrastruktur digital dan ekosistem energi nasional akan semakin penting. Pertumbuhan permintaan terhadap layanan AI dan digital membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan. Kemitraan BDx dan PLN menjadi model bagi pengembangan infrastruktur digital di negara berkembang lainnya. (Icha)

Telkomsel Gelar Baktiku Negeriku 2026, Perkuat Pemberdayaan Desa

Telko.id – Telkomsel kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan bertajuk Baktiku Negeriku 2026.

Program ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat pembangunan desa dan mendorong transformasi digital yang inklusif di Indonesia.

Pelaksanaan program tahun ini berlangsung di dua lokasi strategis. Pertama, pada 21–23 Mei 2026 di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Kedua, pada 11–13 Juni 2026 di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Pendekatan yang digunakan lebih kuat pada pemberdayaan karyawan sebagai mentor dan penggerak perubahan di masyarakat.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati”. Telkomsel hadir tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra yang memahami kebutuhan masyarakat desa.

“Baktiku Negeriku merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung,” ujar Abdullah Fahmi.

Program ini menjawab tantangan nyata masyarakat seperti keterbatasan akses digital, rendahnya kapasitas pengelolaan usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi desa.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, Baktiku Negeriku juga mengacu pada Asta Cita poin ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Dalam konteks ini, Telkomsel menempatkan komunitas lokal sebagai mitra strategis melalui peningkatan kapasitas SDM, akses teknologi digital, serta pendampingan usaha produktif.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperluas adopsi layanan digital secara inklusif dan berkelanjutan.

Peran Karyawan sebagai Agen Perubahan

Berbeda dari tahun sebelumnya, Baktiku Negeriku 2026 memperkuat implementasi Employee Volunteering Program (EVP). Dalam program ini, karyawan Telkomsel tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga sebagai mentor, fasilitator, serta penghubung akses pengetahuan dan teknologi.

Melalui peran ini, karyawan turut mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi literasi digital, pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan pariwisata.

Program ini juga mengedepankan pemberdayaan anak muda desa sebagai local champion yang dipersiapkan untuk memimpin inisiatif perubahan di daerahnya.

Mereka dilibatkan secara aktif dalam perencanaan hingga pengelolaan program berbasis potensi lokal. Hal ini dilakukan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masing-masing desa.

Aktivitas Utama Program

Program Baktiku Negeriku 2026 mencakup sejumlah aktivitas utama. Pertama, implementasi Integrated Farming Demonstration Plot yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Kedua, pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.

Ketiga, pembangunan Telkomsel Creative Digital Center sebagai pusat literasi digital bagi masyarakat desa. Keempat, rangkaian kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat selama pelaksanaan program.

Melalui rangkaian inisiatif ini, Telkomsel menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Mulai dari peningkatan keterampilan digital, peluang pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Program ini juga memperkuat ekosistem kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan Telkomsel sebagai penggerak dan enabler pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan akses teknologi, tetapi juga dukungan menyeluruh mulai dari penguatan kapasitas, penyediaan sarana pendukung, hingga pendampingan berkelanjutan.

Dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga relevan dan berkelanjutan sesuai kebutuhan lokal. Keberlanjutan program ini juga melanjutkan dampak positif dari pelaksanaan Baktiku Negeriku di tahun-tahun sebelumnya, yang telah menunjukkan peningkatan pada aspek ekonomi, literasi digital, serta partisipasi sosial masyarakat di berbagai wilayah.

Dengan berbagai program dan kolaborasi yang terus diperkuat, Telkomsel optimistis Baktiku Negeriku 2026 dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat desa.

Transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. (Icha)

Xiaomi Rilis Watch S5, Buds 6, dan Smart Band 10 Pro di Indonesia

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi memperkenalkan tiga perangkat anyar yang memperkuat ekosistem AIoT di Tanah Air. Ketiganya adalah Xiaomi Watch S5, Xiaomi Buds 6, dan Xiaomi Smart Band 10 Pro.

Produk-produk ini dirancang untuk mendukung produktivitas, kesehatan, dan hiburan dalam satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis Xiaomi untuk menghadirkan gaya hidup modern yang lebih terintegrasi.

“Bagi Xiaomi, inti dari gaya hidup modern adalah bagaimana kita bisa menjalani setiap aktivitas dengan lebih nyaman menggunakan teknologi yang terintegrasi,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Ia menambahkan bahwa perangkat-perangkat ini diharapkan dapat membantu pengguna meningkatkan kualitas hidup, mulai dari bekerja hingga berolahraga.

Xiaomi Watch S5 hadir dengan tagline “Your style, on time” sebagai smartwatch premium. Perangkat ini mengusung layar AMOLED 1,48 inci dengan resolusi 480×480.

Tingkat kecerahannya mencapai 2.500 nits, sehingga tampilan tetap jelas di bawah sinar matahari. Bezel yang lebih tipis, yakni 2,6 mm, membuat screen-to-body ratio meningkat menjadi 73,8 persen.

Dari segi daya tahan, baterai 815 mAh pada Xiaomi Watch S5 mampu bertahan hingga 21 hari. Teknologi Xiaomi Surge Battery menjaga konsumsi daya tetap efisien.

Meski baterainya lebih besar, bodi smartwatch ini justru lebih ramping, yakni 10,99 mm dengan bobot hanya 46 gram. Frame stainless steel memberikan kesan elegan yang cocok untuk berbagai acara.

Fitur kebugaran menjadi nilai jual utama Xiaomi Watch S5. Perangkat ini menawarkan lebih dari 150 opsi aktivitas fisik, dual-band GNSS yang ditingkatkan, dan ketahanan air 5 ATM.

Khusus bagi pelari, terdapat fitur Personal Running Coach yang memberikan program latihan personal. Pengguna juga bisa mengakses peta dan rute secara online maupun offline langsung dari smartwatch.

Sensor detak jantung dan saturasi oksigen turut melengkapi perangkat ini. Xiaomi Watch S5 juga mampu melacak Heart Rate Variability (HRV) selama tidur untuk membantu pemulihan yang lebih maksimal.

Selanjutnya, Xiaomi Buds 6 menawarkan kualitas audio premium dengan tagline “Pure sound, pure comfort”. TWS ini menggunakan dynamic driver 11 mm dengan triple-magnetic circuit dan diafragma berlapis emas 24K. Hasilnya, performa frekuensi rendah meningkat 40 persen dan frekuensi tinggi meningkat 30 persen.

Tim Harman Golden Ears telah menyetel kualitas audio Xiaomi Buds 6 menggunakan Harman AudioEFX. Pengguna bisa memilih berbagai mode suara, seperti Enhance Voice untuk podcast, Enhance Treble untuk lagu akustik, dan Soothing Bass untuk musik hip-hop. Dukungan Hi-Res Audio dan Snapdragon Sound memungkinkan pengalaman lossless audio.

Fitur Active Noise Cancellation (ANC) pada Xiaomi Buds 6 mampu meredam kebisingan hingga 95 dB. Ini setara dengan suara kendaraan atau perkakas listrik.

Triple-mic AI noise reduction juga mampu meredam suara angin hingga kecepatan 12 m/s, sehingga suara pengguna tetap jelas saat menelepon di luar ruangan.

Desain ergonomis membuat Xiaomi Buds 6 nyaman dipakai seharian. Setiap earbuds hanya berbobot 4,4 gram. Daya tahan baterainya mencapai 6 jam dalam sekali pengisian, dan bisa diperpanjang hingga 35 jam dengan charging case.

Melengkapi jajaran produk, Xiaomi Smart Band 10 Pro hadir dengan layar AMOLED 1,74 inci dan bodi ultra-slim 9,7 mm. Layarnya mendukung refresh rate 60 Hz dan kecerahan hingga 2.000 nits. Perangkat ini menawarkan lebih dari 150 mode olahraga dengan fitur khusus untuk berbagai jenis aktivitas.

Bagi pelari, ada mode Track yang melacak rute di lintasan atletik. Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur running course, smart pacing, serta panduan warm up dan cooling down.

Untuk pesepeda, mode Cycling menampilkan kecepatan, detak jantung, jarak, dan kalori yang terbakar. Perangkat ini juga tahan air hingga 5 ATM, cocok untuk perenang.

Xiaomi Smart Band 10 Pro mendukung lima sistem satelit untuk pelacakan rute yang presisi. Fitur kesehatannya mencakup pemantauan detak jantung, saturasi oksigen, tingkat stres, dan menstrual health tracking.

Perangkat ini juga melacak HRV selama tidur dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas tidur. Baterainya mampu bertahan hingga 21 hari.

Ketiga produk ini akan mulai tersedia pada 6 Juni mendatang. Informasi lebih lanjut mengenai harga dan ketersediaan bisa dilihat di kanal resmi Xiaomi Indonesia.

Dengan peluncuran ini, Xiaomi semakin memperkuat posisinya di pasar perangkat wearable dan audio. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menghadirkan ekosistem yang saling terhubung.

Pengguna bisa merasakan pengalaman yang lebih seamless antara smartphone, smartwatch, dan TWS dalam menjalani aktivitas sehari-hari. (Icha)

Xiaomi 17T Series Hadirkan Leica 5x Telephoto

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan Xiaomi 17T Series yang terdiri dari Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro pada 2 Juni 2026 di Jakarta.

Seri ini menjadi T Series pertama yang membawa Leica 5x Telephoto di seluruh modelnya, menjawab tren fotografi mobile yang semakin dinamis.

“Di Xiaomi, kami selalu berpegang pada komitmen Innovation for Everyone dengan menghadirkan inovasi yang relevan dan dapat dinikmati oleh semakin banyak masyarakat Indonesia,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Pertumbuhan penjualan smartphone Xiaomi di Indonesia meningkat 64% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan T Series sebagai lini yang paling dinantikan setiap tahunnya.

Xiaomi 17T Series hadir sebagai The Telephoto Master dengan kemampuan zoom hingga 120x AI Ultra Zoom. Perangkat ini juga memperkenalkan Leica Live Moment, fitur yang membuat setiap foto menjadi lebih hidup dengan konteks, emosi, dan ‘nyawa’ pada gambar.

Fotografi Telephoto dan Leica Live Moment

Xiaomi 17T Series dibekali kamera utama 50 MP dalam sistem triple camera hasil kolaborasi dengan Leica. Leica 5x Telephoto hadir perdana di seluruh model T Series, didukung OIS untuk menghasilkan foto 50 MP profesional di berbagai focal length.

Content image for article: Xiaomi 17T Series Resmi di Indonesia, Bawa Leica 5x Telephoto

Beberapa cara memaksimalkan Leica 5x Telephoto antara lain: capture foto close-up ekspresi hewan peliharaan dengan 30cm macro photography, tangkap foto human interest dengan 10x optical-grade zoom, dan abadikan landmark ikonik dari jarak jauh dengan 120x AI Ultra Zoom.

Sistem telephoto ini juga meningkatkan kualitas video, termasuk perekaman 4K 60 fps di Xiaomi 17T Pro.

Leica Live Moment dirancang dengan estetika foto khas Leica dan bisa digunakan di seluruh focal length kamera belakang. Untuk mendapatkan efek bokeh natural, pengguna bisa menggunakannya pada mode Portrait.

Fitur ini juga mendukung watermark Leica khusus dan template kolase untuk media sosial. Khusus di Xiaomi 17T Pro, tersedia live cinematography dengan Ultra-HD Live Moment 4K serta efek zoom seamless dari mode Freestyle atau Portrait.

Sensor ultra besar di Xiaomi 17T Pro (1/1,31 inci) dan Xiaomi 17T (1/1,55 inci) dipadukan dengan desain lensa optik Leica UltraPure dan struktur lensa hybrid Leica Summilux 1G + 6P, menghasilkan gambar dengan detail lebih hidup dan rentang warna lebih luas.

Layar Vision Care dan Performa Baterai

Xiaomi 17T Series menandai debut Xiaomi Vision Care, teknologi yang dikembangkan berdasarkan riset medis untuk menjaga kenyamanan mata. Layar mampu beradaptasi otomatis terhadap cahaya sekitar, mengurangi paparan blue light, flicker, dan motion blur.

Perangkat ini menjadi smartphone pertama yang meraih empat sertifikasi perlindungan mata dari TÜV Rheinland, termasuk TÜV Rheinland Intelligent Eye Care.

Layar AMOLED 1.5K menawarkan refresh rate 144 Hz di Xiaomi 17T Pro dan 120 Hz di Xiaomi 17T. Tingkat kecerahan mencapai 3.500 nits untuk visibilitas di bawah sinar matahari dan serendah 1 nit untuk kenyamanan di kondisi gelap. Bezel ultra tipis 1,29 mm berpadu dengan bodi compact dan ringan untuk kenyamanan genggaman satu tangan.

Xiaomi 17T Pro memiliki baterai 7.000 mAh (naik 27% dari generasi sebelumnya) dengan dukungan 100W HyperCharge wired dan 50W wireless charging. Xiaomi 17T hadir dengan baterai 6.500 mAh (naik 18%) dan 67W HyperCharge. Keduanya kompatibel dengan charger pihak ketiga melalui dukungan PPS.

Dari sisi prosesor, Xiaomi 17T Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9500 (3 nm), sementara Xiaomi 17T menggunakan MediaTek Dimensity 8500-Ultra (4 nm). Performa tinggi diimbangi dengan Xiaomi 3D IceLoop System untuk manajemen suhu optimal.

Konsumen bisa membeli Xiaomi 17T Series secara online dan offline mulai 6 Juni 2026. Detail harga dan ketersediaan dapat dilihat di situs resmi Xiaomi Indonesia. (Icha)

Acer Swift Air 14 dan Swift Spin 14 AI Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya

Telko.id – Acer resmi meluncurkan dua laptop Swift terbaru, yakni Acer Swift Air 14 dan Acer Swift Spin 14 AI, di ajang Computex 2026 di Taiwan.

Kedua perangkat ini membawa peningkatan signifikan pada sektor performa berkat dukungan prosesor Intel generasi terbaru yang dibekali Neural Processing Unit (NPU) khusus.

Laptop berbasis Windows 11 ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman kecerdasan buatan (AI) secara langsung di perangkat. Baik Swift Air 14 maupun Swift Spin 14 AI mengusung desain tipis dan ringan yang menjadi ciri khas keluarga Swift, namun dengan daya komputasi yang lebih mumpuni untuk menangani tugas-tugas AI modern.

James Lin, General Manager Notebooks Acer Inc., mengatakan bahwa pihaknya bangga meluncurkan Swift Air 14 yang tipis dan ringan dengan prosesor Intel Core Seri 3 terbaru.

Menurutnya, laptop ini siap memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menghadirkan kemampuan canggih dan fitur AI dalam paket yang terjangkau namun tetap elegan dan bertenaga.

“Swift Air 14 mempertegas komitmen Acer untuk membuat teknologi mutakhir tersedia secara lebih luas, dan dikemas dalam sasis elegan yang menjadi ciri khas keluarga Swift,” ujar James Lin (2/6/2026).

Josh Newman, General Manager and Vice President of Consumer PC di Intel, menambahkan bahwa prosesor Intel Core Series 3 menawarkan keseimbangan antara performa, daya tahan baterai, dan kemampuan AI ready.

Ia mencontohkan Acer Swift Air 14 sebagai bukti bagaimana kolaborasi dengan mitra dapat menghadirkan perangkat yang meningkatkan pengalaman komputasi bagi pelajar, keluarga, dan usaha kecil.

Acer Swift Air 14: Ultra-tipis dengan Bodi Full Metal

Acer Swift Air 14 (SFA14-I31) dirancang untuk mendukung gaya hidup dinamis. Laptop ini hanya memiliki ketebalan 12,9 mm dengan bobot 1,25 kg, menjadikannya salah satu laptop paling portabel di kelasnya.

Content image for article: Acer Swift Air 14 dan Swift Spin 14 AI Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
Acer Swift Air 14

Sasis full aluminium yang tersedia dalam warna sage green atau frost blue memastikan durabilitas tinggi tanpa mengorbankan estetika.

Performa ditenagai oleh prosesor Intel Core Seri 3 terbaru yang menawarkan hingga 40 TOPS (trillion operations per second) secara keseluruhan, dengan NPU khusus yang menghasilkan hingga 17 TOPS.

Angka ini cukup untuk menangani akselerasi AI pada aplikasi sehari-hari seperti efek latar belakang video dan pengeditan foto ringan.

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama. Acer mengklaim Swift Air 14 mampu bertahan hingga 19 jam untuk pemutaran video. Teknologi pengisian cepat juga disematkan, memungkinkan baterai terisi hingga 50 persen hanya dalam 30 menit.

Layar WUXGA 14 inci dengan refresh rate 120 Hz dan reproduksi warna sRGB 100 persen menjadi andalan untuk konsumsi konten visual. Pengalaman multimedia semakin imersif berkat konfigurasi empat speaker yang mendukung audio spasial 3D DTS X:Ultra.

Untuk urusan konektivitas, Swift Air 14 dibekali Intel Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3. Port yang tersedia meliputi dual Thunderbolt 4 Type-C, satu USB Type-A, dan HDMI 2.1.

Kamera IR 1080p dengan privacy shutter dan dukungan Windows Hello memastikan keamanan dan kualitas panggilan video tetap optimal, diperkuat oleh teknologi PurifiedVoice dan PurifiedView dari Acer.

Acer Swift Spin 14 AI: Performa Maksimal dalam Desain Konvertibel

Bagi pengguna yang menginginkan performa AI lebih tinggi, Acer Swift Spin 14 AI (SFSP14-I51T) hadir sebagai solusi.

Laptop konvertibel ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 386H dengan NPU yang mampu menghasilkan hingga 50 TOPS, dan total platform TOPS mencapai 100. Angka ini memungkinkan laptop menangani tugas berat seperti editing video, multitasking intensif, hingga gaming ringan dengan lebih lancar.

Desain convertible dengan engsel 360 derajat memungkinkan empat mode penggunaan: laptop, presentasi, display, dan tablet. Sasis aluminium berwarna platinum silver telah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan standar militer.

Layar sentuh anti-silau 14 inci juga mendukung Acer Active Stylus berbasis Wacom AES 2.0 dengan 4.096 tingkat tekanan.

Daya tahan baterai mencapai 26 jam untuk pemutaran video, lebih unggul dari saudaranya. Konektivitas yang ditawarkan juga lebih modern dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, serta port Thunderbolt 4, USB Type-A, dan HDMI 2.1.

Kamera IR 5 megapiksel dengan sensor kehadiran pengguna (Acer User Sensing) dan pembaca sidik jari biometrik melengkapi fitur keamanan.

Fitur AI Eksklusif dan Ketersediaan

Kedua laptop ini dibekali rangkaian fitur AI eksklusif dari Acer melalui AcerSense dan Acer Intelligence Space. Fitur-fitur seperti Acer QR Capture, Acer AI Image Generator, dan Acer Video Speed Controller dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Melalui tombol khusus Copilot, pengguna dapat mengakses berbagai tools AI dengan cepat.

Swift Spin 14 AI juga hadir sebagai Windows 11 Copilot+ PC, menawarkan integrasi AI yang lebih canggih. Sebelumnya, Acer telah menghadirkan inovasi serupa lewat seri Swift AI lainnya yang mengubah cara kerja dan kreativitas pengguna.

Kedua produk ini diperkenalkan di ajang Computex 2026. Spesifikasi, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di masing-masing kawasan.

Peluncuran ini menandai langkah Acer untuk menjadikan teknologi AI lebih mudah diakses. Dengan dua pilihan yang berbeda—Swift Air 14 untuk pengguna umum yang mencari keseimbangan harga dan performa, serta Swift Spin 14 AI untuk profesional dan kreator yang membutuhkan daya komputasi maksimal—Acer memberikan opsi yang jelas bagi konsumen. (Icha)

Google Search Kini Makin Mirip ChatGPT

Telko.id – Google terus mengubah cara kerja mesin pencarinya dengan menghadirkan pengalaman yang semakin mirip chatbot AI seperti ChatGPT.

Melalui fitur terbaru berbasis kecerdasan buatan, Google Search kini lebih fokus memberikan jawaban langsung kepada pengguna, sehingga daftar tautan website yang selama ini menjadi ciri khas mesin pencari mulai bergeser ke posisi yang kurang dominan.

Perubahan besar ini diumumkan dalam ajang Google I/O 2026 yang berlangsung Selasa (20/5/2026) di markas Google, dan disebut sebagai salah satu transformasi terbesar sejak mesin pencari ini pertama kali hadir pada akhir 1990-an.

Kotak pencarian yang selama ini dikenal dengan desain sederhana kini dibuat lebih panjang dan lebih canggih untuk mendukung pencarian berbasis AI. Google menyebut desain barunya ini sebagai “Intelligent Search Box”.

Perubahan ini terlihat melalui pengembangan fitur AI Mode dan AI Overviews, yang memungkinkan Google merangkum informasi dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam bentuk jawaban percakapan.

Alih-alih menampilkan deretan link sebagai hasil utama, pengguna kini dapat memperoleh ringkasan informasi secara instan tanpa harus membuka banyak halaman web terlebih dahulu.

Baca Juga:

Sistem ini ditenagai model AI Gemini yang mampu memahami pertanyaan lebih kompleks dan menampilkan jawaban yang lebih kontekstual.

Google juga mulai mendukung pencarian multimodal, sehingga pengguna dapat mencari informasi menggunakan kombinasi teks, gambar, suara, maupun video.

Pendekatan ini membuat pengalaman pencarian terasa lebih natural dan menyerupai percakapan dengan asisten AI.

Pengguna kini bisa mengunggah foto dan meminta Google menjelaskan isinya, mencari lokasi, membandingkan produk, hingga meringkas dokumen, semua tanpa perlu mengetik kata kunci secara manual. Google juga mengintegrasikan kotak pencarian baru ini dengan model AI Gemini 3.5 Flash.

VP Search Google, Elizabeth Reid, menyebut pembaruan ini sebagai evolusi besar yang menyesuaikan diri dengan cara pengguna modern mencari informasi. “Ini adalah peningkatan terbesar pada search box ikonik kami sejak debutnya lebih dari 25 tahun lalu,” kata Reid.

Perubahan ini menandai transformasi besar dalam evolusi mesin pencari. Jika dulu Google berperan sebagai gerbang menuju berbagai website di internet, kini platform tersebut mulai beralih menjadi penyedia jawaban langsung berbasis AI.

TechCrunch menilai perubahan ini sebagai tanda bahwa “Google Search seperti yang dikenal selama ini telah berakhir”, karena pengalaman pencariannya kini semakin menyerupai chatbot AI dan asisten digital.

Bagi pengguna, pengalaman pencarian menjadi lebih praktis. Namun bagi industri web dan media digital, perubahan ini berpotensi mengubah cara konten ditemukan dan dikonsumsi di internet.

China Perketat Perjalanan Peneliti AI ke Luar Negeri

Telko.id – Pemerintah China dikabarkan mulai membatasi perjalanan ke luar negeri bagi sejumlah peneliti yang bekerja di perusahaan AI terkemuka seperti DeepSeek dan Alibaba.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan, yang kini dipandang sebagai teknologi strategis dengan nilai ekonomi dan keamanan nasional yang tinggi.

Melansir dari Bloomberg, badan pemerintahan China mulai memberlakukan pembatasan bepergian untuk individu yang terlibat dalam industri AI dan dianggap penting bagi negara.

Artinya, orang-orang yang dianggap penting dan strategis harus mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang sebelum bepergian ke luar negeri, kata sumber Bloomberg yang tidak ingin namanya disebut.

Otoritas China khawatir pengetahuan, riset, dan teknologi yang dikembangkan perusahaan AI domestik dapat bocor ke pihak asing.

Karena itu, sejumlah peneliti yang dianggap memiliki akses ke teknologi penting disebut harus melalui proses persetujuan khusus sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama untuk menghadiri konferensi, pertemuan bisnis, atau kegiatan akademik internasional.

Baca Juga:

Langkah tersebut mencerminkan semakin pentingnya AI dalam persaingan teknologi global.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan China seperti DeepSeek berhasil menarik perhatian dunia melalui model AI yang mampu bersaing dengan produk dari perusahaan Amerika Serikat.

Di saat yang sama, pemerintah China juga terus mendorong pengembangan teknologi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing, terutama setelah berbagai pembatasan ekspor chip dan teknologi canggih dari AS.

Negara-negara besar semakin berupaya menjaga talenta, data, dan inovasi teknologi yang dianggap krusial bagi daya saing di masa depan.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengembangan AI kini tidak lagi sekadar urusan bisnis atau penelitian, tetapi juga telah menjadi bagian dari strategi nasional.

Akibatnya, mobilitas peneliti dan pertukaran pengetahuan internasional yang selama ini menjadi bagian penting dunia teknologi mulai menghadapi tantangan baru.

Pembatasan ini berisiko melemahkan kemampuan perusahaan AI di China untuk merekrut dan mempertahankan talenta. Hal ini juga dapat menambah kekhawatiran tentang sejauh mana intervensi pemerintah di industri AI.

Namun disisi lain, kondisi ini berpotensi memperkuat tren fragmentasi ekosistem teknologi global, di mana pengembangan AI semakin terpusat pada blok atau wilayah tertentu.