spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 4

Warga AS Gelar Tolak Pembangunan Data Center AI

Telko.id – Gelombang penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center) kecerdasan buatan (AI) semakin meluas di Amerika Serikat. Warga menggelar aksi demonstrasi serentak di 142 lokasi pada Sabtu (18/7) sebagai bentuk protes terhadap pesatnya pembangunan fasilitas AI yang dinilai mulai mengganggu lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kelompok HumansFirst mengoordinasikan aksi tersebut. Kelompok ini didirikan bersama oleh Amy Kremer, mantan pemimpin gerakan Tea Party modern.

Kremer membandingkan meningkatnya penolakan terhadap data center dengan gerakan populis sayap kanan yang muncul pada 2009 untuk memprotes kebijakan yang dianggap membebani masyarakat melalui pajak berlebihan dan campur tangan pemerintah.

Para demonstran memprotes pembangunan data center yang disebut HumansFirst sebagai pembangunan yang tidak akuntabel dan sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kebebasan mereka.

Di Fredericksburg, Virginia, seorang pemuda membawa poster bertuliskan, “Kami hidup dari air, bukan data.”

Sementara itu, sejumlah kecil demonstran di Atlanta membawa poster bertuliskan, “Georgia tidak pernah memilih data center AI hyperscale.”

Chris Barron, Presiden Right Turn Strategies yang menangani hubungan media HumansFirst, mengatakan jumlah demonstran secara nasional maupun di masing-masing kota belum dapat segera dipastikan.

Baca Juga:

Sejumlah pengorganisasi aksi mengatakan jumlah peserta di beberapa wilayah pedesaan dan kota besar seperti Atlanta berada di bawah perkiraan. Meski demikian, HumansFirst tetap memuji aksi para aktivis komunitas.

“Kami sangat senang dengan jumlah peserta yang hadir,” kata Barron, dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2026).

Penolakan juga muncul karena sebagian masyarakat merasa pembangunan data center lebih menguntungkan perusahaan teknologi dibandingkan warga sekitar.

Meski proyek-proyek tersebut menjanjikan investasi dan lapangan kerja, banyak warga menilai manfaat ekonominya tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang harus mereka tanggung.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Juni, hanya sekitar sepertiga warga AS yang menyetujui laju pembangunan data center di negara tersebut.

Bahkan, hanya 14% responden yang mendukung pembangunan data center di komunitas mereka untuk menopang proyek AI perusahaan teknologi seperti Meta, Alphabet, Amazon, Microsoft, dan xAI milik Elon Musk.

Meningkatnya protes ini menunjukkan bahwa perlombaan membangun infrastruktur AI kini tidak hanya menghadapi tantangan teknologi dan investasi, tetapi juga persoalan sosial serta lingkungan. Di tengah lonjakan kebutuhan kebutuhan komputasi AI, perusahaan teknologi dituntut mencari cara agar pembangunan data center dapat berjalan lebih berkelanjutan dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Samsung PHK Ratusan Karyawan, Fokus Perkuat Strategi AI

Telko.id – Samsung Electronics kembali melakukan restrukturisasi bisnis di Amerika Serikat dengan memangkas ratusan karyawan.

Langkah tersebut dilakukan seiring relokasi kantor pusat Samsung Electronics America (SEA) dari Englewood Cliffs, New Jersey, ke Plano, Texas, sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penguatan bisnis kecerdasan buatan (AI).

Sekitar 739 Posisi Terdampak

Mengutip dari laporan Reuters, Samsung mengurangi sekitar 739 posisi di fasilitas Englewood Cliffs, New Jersey. Mayoritas karyawan terdampak ditawari untuk pindah ke kantor baru di Texas, sementara sebagian lainnya harus mengakhiri hubungan kerja.

Di saat yang sama, sekitar 100 karyawan di kantor Plano, Texas, termasuk dari divisi mobile, juga dilaporkan terkena PHK.

Media teknologi Tom’s Hardware, menyebut pemangkasan tersebut terutama menyasar unit Samsung Electronics America yang menangani penjualan dan pemasaran smartphone, televisi, monitor, layar, serta perangkat elektronik rumah tangga di Amerika Serikat.

Relokasi ke Texas Demi Efisiensi

Dalam pernyataannya kepada Reuters, Samsung mengatakan pemindahan kantor pusat dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antar tim dan mengoptimalkan organisasi dengan menempatkan lebih banyak divisi di kawasan yang memiliki ekosistem teknologi dan AI yang berkembang pesat.

Perusahaan juga mengakui bahwa relokasi tersebut berdampak pada struktur tenaga kerja karena tidak semua karyawan bersedia atau dapat berpindah ke Texas.

Texas sendiri dalam beberapa tahun terakhir menjadi tujuan berbagai perusahaan teknologi berkat biaya operasional yang lebih rendah, regulasi yang lebih ramah bisnis, dan pajak perusahaan yang lebih kompetitif.

Divisi Konsumen Terdampak, Bisnis Chip Justru Melonjak

Menurut Reuters, restrukturisasi ini hanya mencakup bisnis elektronik konsumen Samsung di Amerika Serikat dan tidak mencakup divisi semikonduktor.

Di sisi lain, bisnis chip Samsung justru sedang menikmati pertumbuhan yang signifikan berkat meningkatnya permintaan semikonduktor untuk kebutuhan AI.

Samsung sebelumnya juga mengisyaratkan lonjakan laba kuartalan yang didorong oleh bisnis memori dan chip AI, sementara divisi mobile diperkirakan menghadapi tekanan akibat tingginya biaya komponen dan persaingan yang semakin ketat.

Selain Samsung Electronics America, afiliasi perusahaan di bidang layanan TI, Samsung SDS America, juga melaporkan rencana pengurangan sekitar 179 posisi terkait relokasi kantor pusat regionalnya di Amerika Utara.

Namun Samsung menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari perpindahan lokasi operasional, bukan restrukturisasi bisnis secara menyeluruh.

Bagian dari Tren Industri Teknologi

Gelombang efisiensi yang dilakukan Samsung mencerminkan tren yang juga ditempuh sejumlah perusahaan teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan besar mengalihkan investasi dari bisnis yang pertumbuhannya melambat ke pengembangan infrastruktur AI, pusat data, dan semikonduktor.

Meski berdampak pada ratusan pekerja di Amerika Serikat, restrukturisasi ini diperkirakan tidak akan memengaruhi ketersediaan produk Samsung di pasar global.

Sebaliknya, langkah tersebut menunjukkan perusahaan semakin memprioritaskan bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi, terutama di sektor AI dan semikonduktor.

HONOR X6c Hadirkan Fitur AI Button, Cerdas dan Inovatif

Telko.id – Laporan terbaru dari Google menunjukkan fenomena yang luar biasa: masyarakat Indonesia kini tercatat sebagai pengguna kecerdasan buatan (AI) paling aktif di Asia Tenggara, salah satunya dengan penciptaan hingga 9 juta konten visual setiap harinya melalui Google Gemini.

Fakta ini membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan sudah menjadi asisten harian masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar, dan berkarya.

Menjawab tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kepraktisan AI, HONOR X6c resmi menghadirkan AI Button, sebuah fitur cerdas inovatif yang dirancang untuk memberikan akses secepat kilat ke berbagai aplikasi favorit, termasuk Google Gemini, hanya lewat satu sentuhan jari.

Satu Klik Akses Google Gemini dan Aplikasi Favorit

Lewat kehadiran AI Button yang terletak di sisi kanan ponsel, pengguna tidak perlu lagi repot membuka kunci layar dan mencari ikon aplikasi satu per satu.

Cukup dengan menekan dan menahan (press and hold) tombol tersebut, pengguna bisa langsung terhubung dengan Google Gemini untuk mencari ide, merangkum dokumen, atau menanyakan informasi apapun secara instan.

Selain Google Gemini, AI Button juga dapat dikustomisasi untuk membuka berbagai fungsi pendukung produktivitas harian secara kilat, mulai dari Kalkulator, Kalender, hingga HONOR Notes.

Fitur ini menjadi solusi tepat bagi konsumen yang menyukai kecepatan, efisiensi, dan multitasking antar layar tanpa hambatan.

“Data terbaru Google membuktikan masyarakat Indonesia adalah pengguna AI paling antusias di Asia Tenggara. HONOR memahami bahwa masyarakat modern saat ini membutuhkan perangkat yang serba cepat dan tanggap dalam mendukung setiap aktivitas mereka Kami merancang khusus AI Button di HONOR X6c agar asisten cerdas seperti Google Gemini dapat diakses langsung dalam hitungan detik, membuat produktivitas harian pengguna jadi jauh lebih praktis dan efisien,” ujar Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, selaku Distributor Resmi HONOR di Indonesia.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini. Kehadirannya semakin mempermudah produktivitas, mulai dari mencari informasi sampai mendukung kreativitas.

Menjawab kebutuhan tersebut, HONOR X6c hadir dengan AI Button, sebuah fitur cerdas yang dirancang untuk memberikan akses instan ke berbagai fitur dan aplikasi favorit dalam satu sentuhan.

Satu kali tekan, pengguna bisa menjalankan pintasan ke fitur-fitur favorit, salah satunya Google Gemini.

Saat menekan dan menahan AI Button yang berada di samping kanan HONOR X6c, pengguna bisa langsung memilih aplikasi apa saja sesuai kebutuhan saat itu.

Misalnya saat menekan Google Gemini, pengguna akan langsung dibawa ke halaman depan tanpa harus mencari. Tak hanya memberikan akses cepat ke berbagai fitur AI, AI Button bisa memudahkan pengguna mengakses berbagai fungsi pendukung aktivitas. Misalnya kalkulator, kalender, hingga HONOR Notes.

Hadirnya fitur AI Button tersebut bisa memberikan solusi untuk pengguna yang ingin lebih efisien dan cepat ketika mencari aplikasi.

“HONOR memahami bahwa teknologi AI tak bisa lepas dari keseharian masyarakat modern saat ini. Untuk itu, kehadiran fitur AI Button HONOR X6c diharapkan bisa membantu para pengguna mengakses aplikasi favorit maupun Google Gemini. Sehingga produktivitas pun menjadi lebih efisien dan cepat,” kata Aryo menambahkan.

Foto Sempurna Tanpa Repot: Hapus Objek Mengganggu dengan AI Eraser

Tak hanya mempercepat efisiensi kerja, HONOR X6c juga memanjakan kebutuhan visual konsumen lewat fitur AI Eraser.

Sering kali, momen foto estetis saat liburan kurang maksimal karena adanya objek yang tidak diinginkan di latar belakang.Melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan ini, pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi editing foto pihak ketiga yang memberatkan sistem.

Cukup dengan satu kali klik menggunakan fitur AI Eraser pada galeri bawaan, objek yang mengganggu akan terhapus secara otomatis.

Kehadiran kombinasi AI Button dan AI Eraser pada HONOR X6c menjadi bukti nyata komitmen HONOR dalam menghadirkan teknologi canggih agar bisa dinikmati oleh semua kalangan.

HONOR tidak hanya menawarkan perangkat dengan spesifikasi tangguh, tetapi juga menghadirkan inovasi fitur cerdas yang benar-benar relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi gaya hidup digital masyarakat Indonesia.

Kabel Laut NCC Resmi Mendarat di Batam

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bersama BW Digital dan Nongsa Digital Park (NDP) berhasil melakukan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di NDP, Batam, pada Senin (20/7).

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia dengan kawasan regional.

Prosesi pendaratan kabel NCC dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, serta jajaran direksi Telkom, Telin, BW Digital, dan NDP. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek strategis ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, “Transformasi digital Indonesia perlu didukung oleh infrastruktur nyata dan konektivitas yang semakin kuat. NCC menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia.”

NCC merupakan salah satu dari dua kabel bawah laut Batam–Singapura yang dikembangkan TelkomGroup, bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA). Sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE), NCC akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro menambahkan, “Investasi strategis seperti NCC menjadi penting karena penguatan kedaulatan dan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri.”

Kabel bawah laut ini memiliki panjang sekitar 50 kilometer dengan kapasitas 24 fiber pairs. NCC dibangun untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah seiring pesatnya perkembangan layanan cloud, hyperscaler, kecerdasan artifisial (AI), serta interkoneksi data center di Asia Tenggara.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan, “Melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional.”

Dampak bagi Ekosistem Digital

Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menilai NCC sebagai bagian penting dari strategi TelkomGroup melalui Telin dalam membangun konektivitas digital internasional yang andal.

“NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, hyperscaler, serta interkoneksi pusat data yang menjadi fondasi transformasi digital kawasan,” jelas Budi.

Chief Executive Officer BW Digital Ludovic Hutier mengatakan kolaborasi antara BW Digital dan Telin merupakan langkah strategis dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia di kawasan. NCC juga menjadi bagian penting dari ekosistem digital terintegrasi BW Digital yang mencakup jaringan fiber optik darat Citra Connect serta kampus pusat data NDP1 berkapasitas 144MW di Batam.

Posisi Batam sebagai Hub Digital

Keberhasilan proses pendaratan NCC di titik labuh paling strategis di Batam merepresentasikan dukungan nyata Pemerintah Indonesia dalam membuka koridor digital baru.

Infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong percepatan pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui peningkatan investasi infrastruktur digital.

CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan menutup dengan pernyataan, “Pendaratan kabel hari ini bukan sekadar penyelesaian sebuah infrastruktur digital, tetapi merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem digital. Di Nongsa Digital Park, kami menyatukan konektivitas, pusat data, platform cloud, inovasi AI, talenta digital, serta perusahaan-perusahaan global ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi.”

Pencapaian pendaratan kabel NCC menjadi landasan penting untuk kolaborasi yang lebih luas dalam membangun ekosistem digital regional yang semakin terhubung. TelkomGroup juga terus memperkuat kapabilitas melalui pengembangan pusat data dan layanan digital lainnya.

Strava Hadirkan Fitur AI Claude, Event Lari, dan Club Messaging Terbaru

Telko.id – Strava meluncurkan serangkaian pembaruan fitur yang mencakup integrasi kecerdasan buatan, pencarian event lari, serta ruang obrolan khusus klub. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman atlet dalam melacak, memahami, dan berbagi aktivitas olahraga mereka.

Dalam pengumuman resminya, Strava menyatakan setiap pembaruan yang dihadirkan berangkat dari satu pertanyaan utama: bagaimana cara terus meningkatkan cara para atlet melacak, memahami, dan membagikan aktivitas mereka. Bulan ini, perusahaan fokus pada pembaruan data latihan, peta jalur, dan pengalaman berkomunitas.

“Setiap pembaruan yang kami hadirkan selalu berangkat dari satu pertanyaan yang sama: bagaimana kami bisa terus meningkatkan cara para atlet melacak, memahami, dan membagikan aktivitas mereka?” tulis Strava dalam pernyataan resminya.

Integrasi AI Claude untuk Analisis Latihan

Salah satu fitur yang paling menarik adalah integrasi dengan Claude, asisten AI buatan Anthropic. Kini pengguna dapat menghubungkan akun Strava ke Claude dan mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Contohnya, “Bagaimana latihan saya bulan ini dibandingkan tahun lalu?” atau “Apa pengaruh cross-training terhadap performa lari saya?”

Fitur ini memungkinkan pengguna memahami progres latihan mereka dengan lebih mendalam tanpa perlu menganalisis data secara manual. Strava ingin membuat pengguna lebih mudah merencanakan rencana latihan selanjutnya berdasarkan data historis yang tersimpan.

Event Lari dan Reward Khusus

Tab Events di aplikasi Strava kini menampilkan berbagai aktivitas klub di sekitarnya, lengkap dengan puluhan ribu event lari dari seluruh dunia. Pengguna bisa menemukan lebih banyak pilihan event dan langsung menambahkannya ke kalender pribadi.

Khusus bagi pengguna di Amerika Serikat dan Kanada, merekam aktivitas lari, jalan kaki, bersepeda, atau hiking menggunakan GPS kini berpeluang mendapatkan reward. Caranya dengan menghubungkan akun adiClub dan Strava melalui halaman Adidas Strava Club. Hadiahnya mencakup perlengkapan Adidas, potongan harga, hingga langganan Strava selama satu tahun.

Bagi pengguna Runna, seluruh sesi latihan kini dapat langsung terintegrasi dengan aktivitas lainnya di Strava. Dari pemanasan hingga pendinginan, setiap tahap latihan akan ditampilkan di Strava Activity Details. Ini memungkinkan pengguna melihat keseluruhan sesi dalam satu platform tanpa perlu berpindah antar aplikasi.

Club Messaging dan Fitur Komunitas

Melalui Club Messaging, setiap klub di Strava kini memiliki ruang khusus untuk tetap terhubung di luar sesi latihan. Anggota klub dapat berbagi rute, foto, dan pembaruan, membuat polling, serta mengatur diskusi melalui berbagai kanal sesuai kebutuhan komunitas.

Fitur Activity Replays juga diperkenalkan untuk membantu membagikan cerita di balik perjalanan olahraga. Alih-alih hanya menampilkan peta statis, fitur ini memutar kembali rute yang ditempuh sehingga teman-teman dapat mengikuti setiap langkah perjalanan dari awal hingga akhir.

Bagi pencinta strength training, kini ada lebih banyak pembaruan yang bisa dinikmati. Befit masuk dalam daftar mitra latihan Strava yang terus berkembang, sehingga pengguna dapat menyinkronkan latihan secara langsung ke Strava. Fitur edit terbaru juga memudahkan pengguna memperbarui beberapa latihan sekaligus dan memilih informasi apa saja yang ingin ditampilkan di aktivitas, mulai dari Muscle Map hingga total beban yang diangkat.

Semua pembaruan ini sudah bisa dinikmati pengguna. Cukup perbarui aplikasi Strava ke versi terbaru, lalu eksplorasi berbagai fitur barunya. Jangan lewatkan informasi pembaruan selanjutnya di Strava Stories.

Sebelumnya, Strava juga telah melakukan berbagai pembaruan signifikan, termasuk fitur terapi fisik untuk pemulihan cedera dan penambahan 10 bahasa baru. Di Indonesia, Strava juga menurunkan harga langganan hingga 40 persen untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Dengan pembaruan ini, Strava terus memperkuat posisinya sebagai platform sosial bagi para atlet dan penggemar olahraga. Integrasi AI, fitur komunitas, dan kemudahan akses event menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengguna setia aplikasi ini.

Telkomsel Hadirkan Paket Bundling CapCut di MyTelkomsel

0

Telko.id – Telkomsel resmi menghadirkan paket bundling CapCut di aplikasi MyTelkomsel, memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengakses aplikasi penyuntingan video populer tersebut.

Melalui kolaborasi ini, pengguna bisa mendapatkan akses fitur premium CapCut lengkap dengan kuota internet dalam satu paket praktis.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan pelanggan yang semakin aktif membuat konten digital.

“Kami memahami semakin banyak pelanggan yang aktif membuat dan membagikan konten di media sosial, termasuk content creator, yang memanfaatkan CapCut sebagai bagian dari proses kreatif mereka,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Paket bundling ini menawarkan dua varian: CapCut Standard dan CapCut Pro. Untuk CapCut Standard 30 hari, pelanggan hanya perlu membayar Rp68.000 yang sudah termasuk kuota 1,5GB.

Sementara itu, CapCut Pro 30 hari dibanderol Rp130.000 dengan kuota yang sama. Bagi yang membutuhkan masa aktif lebih panjang, tersedia opsi 365 hari dengan harga Rp400.000 untuk Standard dan Rp800.000 untuk Pro, masing-masing dengan kuota 2GB.

Pelanggan yang mengaktifkan paket ini bisa langsung menikmati berbagai fitur editing premium CapCut. Mulai dari efek visual, audio, teks, hingga fitur berbasis AI yang membantu proses pembuatan konten menjadi lebih praktis dan efisien. Tak hanya itu, akses ke ribuan template video siap pakai juga menjadi nilai tambah yang signifikan.

Content image for article: Telkomsel Hadirkan Paket Bundling CapCut di MyTelkomsel

Proses aktivasi pun dirancang semudah mungkin. Pelanggan cukup membuka aplikasi MyTelkomsel, masuk ke menu Beli Paket, lalu memilih tab Digital Lifestyle dan memilih CapCut.

Setelah memilih paket sesuai kebutuhan, pelanggan tinggal menyelesaikan pembayaran dan paket langsung aktif. Khusus pelanggan Telkomsel Halo, tersedia opsi subscription dengan auto renewal untuk kenyamanan lebih.

“Karena itu, Telkomsel menghadirkan paket bundling CapCut di MyTelkomsel agar pelanggan dapat mengakses CapCut dengan lebih mudah, praktis, dan dalam satu aplikasi. Harapannya, pelanggan bisa lebih fokus berkreasi tanpa perlu melalui proses pembelian yang berbelit,” tambah Kemas M Fadhli.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Telkomsel memperkuat ekosistem digital yang relevan dengan gaya hidup pelanggan. Sebelumnya, operator ini juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai platform digital lainnya. Misalnya, paket bundling spesial untuk kebutuhan ibadah dan platform streaming iQIYI dengan harga spesial.

Paket bundling CapCut tersedia untuk pelanggan Telkomsel Prabayar dan Telkomsel Halo. Harga yang tertera sudah termasuk PPN, dan masa berlaku kuota mengikuti masa aktif paket yang dipilih.

Pelanggan Prabayar bisa membeli secara one-time purchase, sementara pelanggan Halo memiliki fleksibilitas memilih antara one-time purchase atau subscription.

Kehadiran paket ini menjawab tren kreasi konten digital yang terus meningkat di Indonesia. Dengan akses yang lebih mudah dan terintegrasi, pelanggan tidak perlu lagi repot membeli paket data dan langganan CapCut secara terpisah. Semua bisa dilakukan dalam satu aplikasi MyTelkomsel.

Telkomsel juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra digital. Paket bundlingMAX dengan perangkat dan layanan digital lainnya menjadi bukti komitmen operator ini dalam menghadirkan solusi lengkap bagi pelanggan.

Ke depan, pengguna bisa mengharapkan lebih banyak lagi kemitraan strategis yang memudahkan aktivitas digital sehari-hari.

Bagi para kreator konten, paket bundling ini menjadi angin segar. Dengan biaya yang relatif terjangkau, mereka bisa mendapatkan alat editing profesional dan koneksi internet yang stabil dalam satu paket. Ini tentu membantu proses produksi konten menjadi lebih efisien dan efektif.

Telkomsel berkomitmen untuk terus melayani sepenuh hati dengan menghadirkan ekosistem digital yang semakin relevan. Kolaborasi dengan CapCut adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, mendukung kebutuhan para kreator konten di Indonesia.

OpenAI: Developer Tak Cukup Hanya Bisa Coding di Era AI

Telko.id – OpenAI menilai kemampuan menulis kode saja tidak lagi cukup bagi pengembang perangkat lunak di era kecerdasan buatan (AI).

Seiring semakin canggihnya AI dalam menghasilkan kode, peran developer diperkirakan akan bergeser dari sekedar membuat program menjadi mengarahkan, mengevaluasi, dan memastikan solusi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Menurut Gabriel Chua, DX Engineer OpenAI, perkembangan AI kini telah memasuki fase baru. Jika sebelumnya AI lebih banyak berfungsi sebagai alat pelengkap penulisan kode (autocomplete), kini teknologi tersebut mulai mampu menerima tugas yang lebih kompleks dan menyelesaikannya secara mandiri.

 “Pergeseran ini sebenarnya sudah berlangsung. Kita sedang beralih dari AI sebagai sekadar pengisi teks otomatis (autocomplete), menuju era AI yang mampu menerima tugas spesifik dan menuntaskannya,” ujar Gabriel kepada detikINET, Minggu (19/7/2026).

OpenAI menilai developer masa depan perlu memiliki kemampuan yang lebih luas, termasuk memahami kebutuhan pengguna, memecahkan masalah, serta merancang solusi yang tepat dengan memanfaatkan bantuan AI.

Kehadiran AI bukan untuk menggantikan programmer, melainkan membantu meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses pengembangan perangkat lunak.

Baca Juga:

“Developer yang andal tidak menerima hasil kerja AI begitu saja. Mereka tahu apa yang harus diminta, bagaimana memecah alur kerja, apa yang layak dibangun, dan kapan hasilnya siap diluncurkan,” katanya.

Ia melihat hubungan antara developer dan AI juga akan berubah. Jika sebelumnya AI berperan sebagai copilot yang membantu proses coding, ke depan AI akan menjadi collaborator atau rekan kerja yang mampu menangani sebagian pekerjaan teknis, tetapi tetap berada di bawah kendali manusia.

“Oleh karena itu, saya melihat hubungan ini pun berkembang: dari copilot, menjadi collaborator, tetapi tetap berada di bawah kendali penuh manusia,” ujarnya.

Menurut Gabriel, developer tetap bertanggung jawab meninjau, menguji, serta memahami konsekuensi dari kode yang dihasilkan AI. Karena itu, fondasi teknis seperti memahami sistem, debugging, keamanan, data, dan arsitektur perangkat lunak masih menjadi keterampilan penting.

Di saat yang sama, developer juga dituntut mampu memberikan konteks kepada AI, mengevaluasi hasil pekerjaannya, serta menentukan kapan sebuah produk siap dirilis.

“Fondasi teknis tetap penting: memahami sistem, debugging, keamanan, data, arsitektur, dan cara kerja perangkat lunak. Namun, developer juga perlu mampu merumuskan masalah dengan jelas, memberikan konteks kepada agen AI, mengevaluasi hasil kerja teknologi tersebut, serta menentukan kapan produk siap diluncurkan,” jelas Gabriel.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi AI tidak hanya mengubah produk teknologi, tetapi juga mengubah produk teknologi, tetapi juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga kerja di sektor digital.

Ke depan, kemampuan bekerja bersama AI diperkirakan akan menjadi bagian penting dari profesi pengembang perangkat lunak.

Jepang Bangun AI Factory Raksasa dengan Dukungan Nvidia

Telko.id – Nvidia bersama perusahaan teknologi baru, Noetra Corp. Untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatam (AI) berksala nasional di Jepang.

Proyek yang disebut sebagai AI factory ini memiliki nilai investasi sekitar 350 miliar yen atua setara Rp 38 triliun dan ditujukan untuk memperkuat pengembangan AI, robotika, serta industri manufaktur pintar di Jepang.

Pabrik AI berkapasitas 140 megawatt ini akan menjadi tulang punggung komputasi bagi program FRONTia milik pemerintah Jepang. Pabrik AI berskala raksasa ini akan beroperasi menggunakan platform pusat data Nvidia DSX dan memanfaatkan rak server Vera Rubin NVL72.

Untuk menangani pelatihan model AI dengan triliunan parameter, fasilitas ini akan dijejali dengan infrastruktur perangkat keras yang sangat masif:

  • Membutuhkan total 27.500 GPU Rubin dan 13.750 CPU Vera.
  • Seluruh komponen tersebut akan didistribusikan ke dalam 382 rak Vera Rubin NVL72 yang saling terhubung melalui jaringan Spectrum-X Ethernet.
  • Setiap rak server tersebut mengintegrasikan secara rapat 72 GPU Rubin dan 36 CPU Vera untuk menghadirkan komunikasi bandwidth tinggi NVLink.
  • Estimasi pasar menunjukkan harga satu sistem VR200 NVL72 berkisar antara USD 5 juta hingga USD 7 juta, yang berarti total nilai perangkat keras raknya saja mencapai USD 1,9 miliar hingga USD 2,7 miliar sebelum menghitung biaya memori dan sistem pendingin.

Sistem berbasis arsitektur chip Rubin ini baru akan memasuki tahap produksi massal pada paruh kedua tahun ini, sehingga pembangunan pabrik AI diprediksi akan berjalan secara bertahap.

Berbeda dengan proyek superkomputer swasta pada umumnya, pabrik AI ini diposisikan sebagai platform penuh yang mencakup chip, jaringan, sistem, dan perangkat lunak untuk melatih model fondasi multimodal terbuka. Model AI ini dirancang khusus agar dapat berinteraksi langsung dengan robot dan sistem fisik, bukan sekadar memproses teks atau gambar.

Baca Juga:

Noetra merupakan perusahaan yang didukung oleh sejumlah raksasa teknologi dan industri Jepang, termasuk SoftBank, Sony, NEC, Honda, Mitsubishi UFJ Finansial Group, dan beberapa perusahaan lainnya.

Langkah ini sejalan dengan Strategi Robotik AI Jepang yang dirilis Maret lalu, yang membidik penguasaan lebih dari 30 persen pasar robotik AI global pada tahun 2040 dengan potensi nilai mencapai USD 133 miliar. Melalui investasi masif ini, pemerintah Jepang menegaskan komputasi AI fisik skala besar sebagai aset nasional yang wajib dikendalikan secara mandiri, demikian dikutip dari Tom’s Hardware, Senin (20/7/2026).

Infrastruktur ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, otomotif, telekomunikasi, hingga pengembangan robot cerdas.

Google AI Mode Kini Bisa Terhubung ke Canva dan YouTube Music

Telko.id – Google menghadirkan pembaruan pada AI Mode di Google Search dengan kemampuan menghubungkan layanan pencarian langsung ke aplikasi pihak ketiga.

Fitur ini memungkinkan pengguna menyelesaikan berbagai tugas, seperti membuat desain di Canva atau membuat playlist di YouTube Music, tanpa perlu membuka aplikasi tersebut secara manual.

Melansir dari TechCrunch, pada tahap awal, Google menghadirkan integrasi dengan tiga layanan, yaitu Canva, YouTube Music, dan Instacart. Pengguna cukup memberikan perintah dalam bentuk percakapan AI Mode, kemudian AI akan meneruskan tugas ke aplikasi yang terhubung. Google menyebut akan menambah lebih banyak mitra aplikasi pada pembaruan berikutnya.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI Mode membuat desain undangan atau brosur di Canva, lalu AI akan menampilkan template yang relevan untuk diedit. Sementara itu, integrasi dengan YouTube Music memungkinkan AI membuat playlist berdasarkan suasana, aktivitas atau preferensi musik pengguna, kemudian langsung menyimpannya ke akun mereka.

Apabila pengguna sedang merencanakan acara barbeku dan meminta AI mode membuat daftar bahan makanan, akun Instacart yang telah ditautkan dapat langsung menerima daftar tersebut ke dalam keranjang belanja.

Pengguna kemudian hanya perlu melanjutkan proses pembayaran melalui aplikasi atau situs Instacart. 

Dengan sistem ini, AI mode tidak lagi hanya memberikan rekomendasi atau tautan, tetapi juga membantu menyelesaikan tugas melalui aplikasi yang telah terhubung.

Baca Juga:

Melalui pembaruan ini, Google semakin mengubah mesin pencarinya menjadi asisten digital yang lebih aktif. Sebelumnya, pengguna umumnya menerima daftar hasil pencarian berupa tautan yang harus dibuka satu per satu.

Kini, AI mode dapat memahami permintaan pengguna, meneruskannya ke aplikasi yang relevan, lalu membantu menyelesaikan pekerjaan tanpa perlu berpindah-pindah halaman.

Pendekatan tersebut dinilai dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai aktivitas digital, mulai dari berbelanja, mencari inspirasi desain, hingga mengatur hiburan. Kemampuan ini juga memperluas pengalaman yang sebelumnya telah tersedia pada aplikasi Gemini.

Selama beberapa waktu terakhir, pengguna Gemini telah dapat menghubungkan sejumlah layanan Google maupun aplikasi pihak ketiga untuk menyelesaikan tugas secara lebih cepat. Kini, konsep serupa dihadirkan langsung ke Google Search melalui AI mode.

Bagi pengguna, integrasi ini berpotensi membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis karena berbagai layanan dapat diakses langsung melalui Google Search. Disisi lain, langkah ini menunjukkan persaingan AI tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan menyelesaikan berbagai tugas lintas aplikasi secara otomatis.

StepX Neo, Smartphone AI Agentic Pertama Resmi Diperkenalkan

Telko.id – Startup kecerdasan buatan asal China, StepFun, memperkenalkan StepX Neo, smartphone yang diklaim sebagai perangkat AI agentic pertama.

Peluncuran dilakukan dalam sebuah acara di Shanghai pada Senin (13/7). StepFun, yang didukung Tencent Holdings, memperkenalkan StepX Neo, smartphone yang menggunakan sistem operasi Step AOS, yakni platform yang dirancang khusus untuk agen AI. Perusahaan juga meluncurkan StepX, yang diklaim sebagai merek terminal AI pertama di dunia yang dibangun secara native berbasis large language model (LLM).

Berbeda dengan ponsel pintar konvensional, perangkat ini dirancang agar AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu memahami perintah, mengambil keputusan, dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri atas nama pengguna.

Konsep AI agentic memungkinkan ponsel bertindak layaknya asisten pribadi yang dapat mengelola aktivitas sehari-hari. Pengguna cukup memberikan tujuan atau instruksi, kemudian AI akan menyusun langkah-langkah yang diperlukan, membuka aplikasi yang dibutuhkan, hingga menyelesaikan tugas tanpa harus dikendalikan secara manual.

Baca Juga:

Pendekatan ini dinilai berbeda dari pengalaman Android maupun iPhone yang masih mengandalkan pengguna untuk berpindah antar aplikasi.

HP tersebut dibekali asisten AI pribadi bernama Amoo, yang terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi Step AOS.

StepFun juga mengumumkan integrasi dengan sejumlah layanan digital terbesar di China, seperti Alipay untuk pembayaran, Trip.com untuk pemesanan perjalanan, Didi Chuxing untuk layanan transportasi online, serta Meituan untuk berbagai layanan on-demand. Integrasi tersebut memungkinkan Amoo menyelesaikan berbagai aktivitas lintas platform tanpa campur tangan pengguna.

Peluncuran ini menunjukkan makin sengitnya persaingan global di industri AI. Sejumlah perusahaan kini berlomba menguasai seluruh ekosistem AI, mulai dari model bahasa besar, sistem operasi, hingga perangkat keras.

Di tengah persaingan para raksasa teknologi AS, StepFun justru ingin membuktikan bahwa masa depan perangkat lunak mobile akan dipimpin oleh ekosistem AI yang berdiri sendiri.

Pendiri sekaligus CEO StepFun, Yin Qi, mengatakan agen AI membutuhkan sistem operasi yang dibangun dari nol, bukan sekadar menambahkan fitur AI ke platform seluler yang sudah ada.

“Agen AI membutuhkan sistem operasi yang dirancang dari awal, bukan fitur AI yang ditambahkan ke platform seluler yang sudah ada,” kata Yin, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (15/7/2026).

Hingga saat ini StepX Neo belum dipasarkan secara luas sehingga performa independen. Selain itu, Android dan iPhone telah memiliki ekosistem aplikasi yang sangat besar, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemain baru untuk menarik pengguna beralih ke platform yang berbeda.

Perusahaan belum mengungkapkan jadwal peluncuran komersial maupun harga StepX Neo. Sebagai gantinya, StepFun akan terus mengeksplorasi model monetisasi baru untuk perangkat AI-native.