spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 3

ITSEC Asia IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) merayakan ulang tahun ke-16 dengan meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise.

Solusi keamanan siber mobile buatan Indonesia ini dirancang untuk melindungi perangkat pribadi karyawan, siswa, dan aparatur pemerintah di dalam suatu institusi tanpa biaya pribadi.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan peluncuran ini mewujudkan visi perusahaan bahwa keamanan siber yang kuat tidak hanya untuk organisasi besar.

“Selama 16 tahun terakhir, ITSEC tumbuh seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

IntelliBron Aman Enterprise menjawab celah keamanan organisasi dari perangkat mobile pribadi yang digunakan sehari-hari. Ancaman seperti malware, penipuan berkedok bank, pencurian data finansial, hingga aplikasi judi online semakin nyata di Indonesia.

Satu perangkat yang tidak terlindungi dapat menjadi pintu masuk ancaman ke sistem organisasi.

Solusi ini menggunakan model berlangganan institusi. Sekolah, instansi pemerintah, atau perusahaan yang berlangganan akan mendapatkan kode aktivasi khusus untuk dibagikan kepada anggotanya.

Setiap individu dapat mengunduh aplikasi melalui platform resmi dan mengaktifkannya tanpa biaya. Perlindungan dari berbagai ancaman digital langsung aktif setelah diaktifkan.

Content image for article: ITSEC Asia Luncurkan IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

Patrick Dannacher menekankan urgensi solusi ini. “Ancaman yang dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. Tapi merupakan penipuan finansial yang dapat mengosongkan rekening bank, malware yang membajak dompet digital dan platform yang mengeksploitasi pengguna yang rentan,” jelasnya.

“IntelliBron Aman Enterprise adalah jawaban kami: institusi Anda melindungi Anda, dan tidak dipungut biaya apa pun,” ujar nya menambahkan.

Produk ini merupakan pengembangan dari IntelliBron Aman versi individu yang sudah tersedia untuk masyarakat luas. Versi enterprise ini disebut sebagai solusi pertama buatan Indonesia yang mampu berjalan di dua skala sekaligus: individu berlangganan mandiri dan institusi melindungi anggota secara kolektif.

Pencapaian ini dibangun di atas fondasi bisnis yang matang. Pada 2025, ITSEC mencatatkan pendapatan Rp527,1 miliar, tumbuh sekitar 62 persen secara tahunan.

Laba bersih perusahaan mencapai Rp65,4 miliar, menandai transformasi menjadi bisnis keamanan siber yang terukur dan berkelanjutan.

Content image for article: ITSEC Asia Luncurkan IntelliBron Aman Enterprise, Solusi Keamanan Mobile Buatan Indonesia

Didirikan pada 2010 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023, ITSEC Asia kini memiliki operasi di Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius. Perusahaan didukung lebih dari 400 profesional dan telah menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber. Klien aktifnya mencakup sektor layanan keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.

Selain peluncuran produk, ITSEC Asia juga terus berfokus pada pengembangan talenta keamanan siber lokal. Pada 2025, perusahaan mendirikan ITSEC Cyber dan AI Academy sebagai inisiatif strategis menjawab kesenjangan talenta di Indonesia.

Academy ini berfokus pada penguatan kapabilitas praktis institusi dalam manajemen risiko siber, tata kelola, dan adopsi AI.

Patrick Dannacher menutup pernyataannya dengan komitmen jangka panjang. “Masa depan digital Indonesia adalah milir seluruh masyarakat Indonesia dan keamanan sibernya juga harus demikian. Selama enam belas tahun kami telah membangun keahlian teknologi dan fondasi organisasi untuk menjalankan tanggung jawab ini. IntelliBron Aman Enterprise adalah cara kami mewujudkannya.”

Peluncuran IntelliBron Aman Enterprise menandai babak baru ITSEC Asia dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor. (Icha)

Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT ke-10, Fokus Siapkan Talenta AI Muda

0

Telko.id – Telkomsel secara resmi membuka pendaftaran program pengembangan talenta digital IndonesiaNEXT untuk tahun kesepuluh.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges” dan dirancang untuk menjawab kebutuhan industri akan talenta yang mahir dalam teknologi Artificial Intelligence (AI). Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026 melalui situs tsel.id/10indonesiaNEXT.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan komitmen perusahaan dalam kontribusi pengembangan talenta digital.

“Telkomsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui IndonesiaNEXT. Program ini kami rancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten dan terarah,” ujar Fahmi dalam keterangan resmi, Senin (14/4/2026).

Program ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital berbasis AI. Data dari laporan industri menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan di Asia/Pasifik telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnis.

Sementara itu, Indonesia masih membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahunnya. IndonesiaNEXT ke-10 hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri yang cepat berubah dengan kesiapan lulusan perguruan tinggi.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Program ini juga telah berhasil mencetak lebih dari 9.000 talenta digital bersertifikat berstandar industri.

Untuk edisi kesepuluh, Telkomsel memperkuat kurikulum dengan empat pilar enhacement yang dirancang mempercepat kesiapan karier peserta.

Keempat pilar tersebut adalah Hackathon, yaitu tantangan menyelesaikan masalah digital secara kreatif menggunakan teknologi. Kedua, Role-Oriented Tutoring berupa sesi praktik langsung merasakan ritme kerja nyata sesuai peran karier.

Ketiga, Career Coaching yang memberikan bimbingan persiapan karier dan akses jaringan industri. Terakhir, 1-on-1 Mentoring, sesi pendampingan intensif bersama pakar industri berpengalaman.

Fahmi menambahkan, memasuki satu dekade, pihaknya ingin memastikan program terus relevan dan berdampak.

“Kami ingin memastikan program ini terus relevan dan berdampak dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran menyeluruh, dari penguatan kompetensi AI hingga kesiapan karier, agar talenta muda Indonesia mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang,” tambahnya.

IndonesiaNEXT memiliki pendekatan unik berbasis peran, di mana peserta akan dibina sesuai spesialisasi. Tiga peran utama yang dikembangkan adalah Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer).

Pengembangan kompetensi dilakukan secara terstruktur melalui rangkaian TechBased Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.

Program tahun ini dirancang untuk menyeleksi dan membina individu terbaik di setiap peran melalui penilaian sertifikasi lanjutan, capaian dalam proses seleksi, perkembangan kompetensi berkelanjutan, serta tingkat komitmen tinggi terhadap industri digital.

Pada tahap akhir, peserta terbaik akan ditetapkan sebagai The Best Hustler, The Best Hipster, The Best Hacker serta The Team with The Most Innovative Solution.

Pelaksanaan program diawali dengan roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus yang menyambangi empat kampus nasional. Roadshow pertama digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 April 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Universitas Gadjah Mada pada 30 April 2026, BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026, dan ditutup di Universitas Brawijaya pada 12 Mei 2026.

Inisiatif roadshow merupakan bagian dari upaya mendekatkan program pengembangan talenta digital secara langsung ke lingkungan kampus.

Upaya serupa juga terlihat dari inisiatif operator lain, seperti kerja sama strategis Telkom dengan UGM untuk mengembangkan talenta AI nasional.

Kebutuhan akan talenta AI yang masif mendorong berbagai pelaku industri untuk turun tangan. Selain program dari Telkomsel, upaya penyiapan talenta juga dilakukan melalui program seperti Telkom Athon #10 yang fokus menyiapkan AI Engineer.

Capaian IndonesiaNEXT selama sembilan tahun sebelumnya menjadi kontribusi nyata Telkomsel dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di era digital yang terus bertransformasi. (Icha)

Anthropic Kaji untuk Kembangkan Chip AI Sendiri

Telko.id – Perusahaan AI Anthropic dilaporkan tengah mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan chip AI (AI chip) sendiri sebagai respons terhadap kelangkaan pasokan semikonduktor global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat infrastruktur komputasi yang dibutuhkan dalam pengembangan model AI skala besar.

Rencana ini dilaporkan masih berada pada tahap awal, di mana perusahaan pada akhirnya mungkin tetap memutuskan untuk hanya membeli cip AI dan tidak merancangnya.

Hal tersebut disampaikan oleh dua orang yang mengetahui masalah tersebut dan satu orang yang diberi pengarahan tentang rencana perusahaan.

Seperti dikutip Reuters (10/04/2026), manuver eksplorasi ini berbanding lurus dengan permintaan untuk model AI Claude yang terus mengalami akselerasi sepanjang tahun 2026.

Baca Juga:

Awal pekan ini, pihak Anthropic menyatakan bahwa tingkat pendapatan tahunan (run-rate revenue) perusahaan rintisan (startup) tersebut kini telah melampaui angka US$30 miliar, melonjak dari sekitar US$9 miliar pada akhir tahun 2025.

Selama ini, pengembangan AI sangat bergantung pada chip dari vendor seperti NVIDIA, yang mendominasi pasar GPU untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi model AI.

Namun, tingginya permintaan membuat pasokan menjadi terbatas dan biaya semakin meningkat, sehingga mendorong perusahaan seperti Anthropic untuk mencari alternatif yang lebih mandiri.

Meski masih dalam tahap kajian awal, langkah ini mencerminkan tren besar di industri AI, di mana perusahaan mulai mengintegrasikan software dan hardware dalam satu ekosistem. Strategi ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh perusahaan teknologi lain untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga sekaligus meningkatkan kontrol terhadap performa produk mereka.

Diskusi internal Anthropic mengenai perancangan cip ini nyatanya mencerminkan upaya serupa yang sedang berlangsung di perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Meta dan OpenAI.

Meski menggiurkan untuk kemandirian ekosistem, ambisi pembuatan cip AI tingkat lanjut dapat menelan biaya sekitar setengah miliar dolar, menurut sumber industri.

Hal ini mengingat perusahaan perlu mempekerjakan barisan insinyur yang sangat terampil serta mengalokasikan pengeluaran ekstra untuk memastikan proses manufaktur tidak memiliki cacat produksi (defects).

Secara teknologi, pengembangan chip sendiri memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan hardware sesuai kebutuhan model AI mereka, baik dari sisi efisiensi, performa, maupun konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, sistem AI dapat berjalan lebih optimal dibandingkan menggunakan chip umum yang diproduksi massal.

Nvidia & MediaTek Kembangkan Chip N1, Setara RTX 5070!

Telko.id – NVIDIA bekerja sama dengan MediaTek untuk mengembangkan chip baru bernama N1, sebuah system-on-chip (SoC) yang dirancang khusus untuk laptop generasi berikutnya.

Chip N1 ini digadang akan memiliki performa grafis setara dengan RTX 5070. Chip ini menjadi langkah Nvidia untuk masuk ke pasar prosesor laptop yang selama ini didominasi oleh Intel, AMD, dan Apple.

Bocoran wujud asli perangkat keras ini muncul melalui daftar penjualan di platform barang bekas asal China, Goofish, yang menampilkan unit motherboard purwarupa. Dilansir dari Detik iNET, papan sirkuit tersebut sempat ditawarkan seharga 1.400 dolar AS atau sekitar Rp 22,4 juta sebelum akhirnya dihapus oleh penjual.

Secara teknologi, chip N1 menggabungkan CPU berbasis ARM, GPU, dan NPU (AI processor) dalam satu paket terpadu. Pendekatan ini memungkinkan perangkat memiliki performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik, mirip dengan strategi yang digunakan Apple pada chip seri M.

Baca Juga:

Data spesifikasi menunjukkan chip N1 dikelilingi oelh delapan modul memori SK Hynix LPDDR5X dengan total kapasitas mencapai 128GB.

Komponen utama in imemerlukan pasokan daya tinggi yang didukung oleh pengaturan daya masih serta ruang khusus untuk sistem pendingin kipas pada perangkat laptop atau tablet.

Berdasarkan keterangan CEO Jensen Huang, chip N1 berbagi pondasi silicon yang sama dengan perangkat GB10 Superchip. Prosesor tersebut mengandalkan 20 inti CPU berbasis Arm rancangan MediaTek yang terbagi dalam dua kluster khusus untuk mengoptimalkan pemrosesan.

Chip ini juga dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi modern, termasuk AI, gaming, dan pembuatan konten. Dengan integrasi GPU berbasis arsitektur terbaru Nvidia, performanya diklaim mampu menyaingi kelas GPU diskrit tertentu, namun dengan konsumsi daya yang lebih rendah sehingga cocok untuk laptop tipis dan ringan.

Pada sektor visual, chip ini mengintegrasikan GPU berarsitektur Blackwell yang memiliki 6.144 inti CUDA di dalamnya. Kekuatan grafis bawaan yang sangat tinggi ini diklaim mampu menyaingi performa kartu grafis kelas atas untuk menangani beban kerja berat dan kebutuhan gaming.

Papan sirkuit purwarupa tersebut juga dilengkapi berbagai konektivitas modern seperti port HDMI, USB Type-A, USB-C, serta dua slot M.2. Selain itu, terdapat antena terintegrasi untuk mendukung jaringan nirkabel pada perangkat yang menggunakan modul sampel engineer Nvidia N1 AI Book ini.

Beberapa produsen seperti Dell dan Lenovo disebut sudah mulai menguji perangkat berbasis chip ini, dengan target peluncuran di sekitar tahun 2026, kemungkinan bertepatan dengan ajang teknologi seperti Computex.

Langkah ini menunjukkan arah baru industri laptop, di mana arsitektur ARM mulai semakin kompetitif dibandingkan x86. Jika berhasil, chip N1 berpotensi mengubah pasar dengan menghadirkan laptop yang lebih ringan, baterai lebih awet, namun tetap mampu menjalankan tugas berat seperti AI dan gaming.

Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkolaborasi dengan Katadata Indonesia dalam program Data Unboxed @Campus untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional.

Kegiatan bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” ini digelar di Auditorium Universitas Udayana, Bali, Jumat (10/4).

Forum ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan AI dalam penguatan talenta dan pengembangan inovasi melalui sinergi kampus dan industri.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia dengan pendekatan end-to-end. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menekankan bahwa AI kini telah menjadi fondasi strategis.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan enabler utama yang menentukan daya saing bangsa. Telkom memandang penguatan ekosistem AI harus dilakukan secara kolaboratif, dengan kampus sebagai pusat inovasi dan talenta, serta industri sebagai akselerator implementasi,” pungkas Andri dalam sambutannya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutan pembuka menyoroti pentingnya pemanfaatan AI yang inklusif di semua bidang.

Ia menekankan bahwa upaya ini harus berakar pada kearifan lokal untuk memperkuat identitas bangsa dan memerlukan kolaborasi terintegrasi antara industri, pemerintah, dan akademisi.

Pada sesi panel discussion, diskusi menghadirkan Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa, serta Dosen dan Praktisi AI I Putu Agus Eka Darma Udayana.

Diskusi mengupas implementasi nyata AI di industri, kesiapan talenta digital, dan integrasi antara riset kampus dengan kebutuhan pasar.

Content image for article: Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

Komang Budi Aryasa menjelaskan implementasi konkret AI oleh Telkom yang didukung oleh Telkom AI Center of Excellence (AI CoE).

“Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data,” jelas Komang.

Ia menambahkan bahwa melalui AI CoE, kapabilitas dibangun secara end-to-end agar AI memberikan nilai nyata.

AI CoE Telkom ditopang lima pilar dengan pendekatan kolaborasi pentahelix. Pilar pertama adalah AI Campus yang berfokus pada riset dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik sebagai “hulunisasi”.

Empat pilar lainnya berfungsi sebagai “hilirisasi”, yaitu AI Playground untuk pengembangan prototipe, AI Connect untuk jejaring kolaborasi, AI Hub sebagai pusat berbagi solusi, dan AI Native untuk penerapan AI dalam internal TelkomGroup.

Keterlibatan aktif mahasiswa menjadi fokus utama acara. Selain mengikuti sesi diskusi, mahasiswa juga berpartisipasi dalam tanya jawab interaktif dan eksplorasi studi kasus implementasi AI di industri. Mereka juga mendapatkan akses ke platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Telkom bersama Katadata menyalurkan bantuan satu unit desktop di perpustakaan Universitas Udayana dengan akses penuh Databoks Premium selama satu tahun.

Bantuan juga mencakup akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan mendukung kegiatan riset dan pengembangan kapabilitas AI di kalangan civitas akademika.

Program ini merupakan wujud nyata dari strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan sejalan dengan upaya perusahaan dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif dan berdaya saing untuk kebutuhan industri masa depan.

Inisiatif serupa juga tercermin dalam program AdXelerate Executive Connect yang menjalin kemitraan strategis di sektor media.

Ke depan, Telkom berkomitmen terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Langkah ini tidak terlepas dari penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi utama.

Komitmen terhadap keandalan infrastruktur juga ditunjukkan melalui kesiapan operasional, seperti yang dilakukan anak usahanya dalam menjaga konektivitas selama momen penting dan mengerahkan teknisi untuk menjaga jaringan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Telkom dan Katadata mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi dan peluang karier di era digital.

Program Data Unboxed @Campus diharapkan dapat mereplikasi sinergi serupa di perguruan tinggi lain, mempercepat hilirisasi inovasi dari kampus untuk dampak nasional yang lebih luas. (Icha)

Galaxy S26 Series Resmi Rilis, Sorotan Media dan Kreator SEAO

Telko.id – Samsung secara resmi meluncurkan Galaxy S26 Series dalam acara Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco. Peluncuran ini menandai era baru ponsel berbasis AI yang lebih cerdas dan intuitif.

Antusiasme tidak hanya terasa di lokasi acara, tetapi juga tertangkap melalui perspektif para kreator dan media dari Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) yang hadir langsung.

Carl Nordenberg, VP & Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung, menyoroti peningkatan signifikan pada Galaxy AI.

“Galaxy S26 Series bukan sekedar perangkat untuk berkomunikasi, tetapi kini semakin menjadi pendamping kamera andalan bagi para kreator,” ujarnya dalam ulasan bersama Adam Lobo.

Ulasan lengkap mengenai peningkatan AI dan fitur-fitur baru perangkat ini dapat disimak untuk memahami bagaimana teknologi membantu pengguna beraktivitas lebih efisien.

Bagi yang tidak hadir langsung, kreator seperti @volix.media berhasil menghadirkan energi acara Unpacked ke layar penonton.

Konten mereka menangkap momen pengenalan Galaxy S26 Series, sesi hands-on, hingga reaksi pertama dan momen ‘wow’ saat kemampuan Galaxy AI dirasakan langsung. Semangat Unpacked berhasil diterjemahkan dari San Francisco hingga ke khalayak di kawasan SEAO.

Dari sisi fotografi, Galaxy S26 Series menawarkan pendampingan kamera kelas dunia. Kreator @droidlime mendemonstrasikan fitur Super Steady terbaru dengan horizontal lock yang menjaga video tetap stabil sempurna meski terjadi goyangan.

Sistem kamera ini, seperti ditampilkan @fuzzchannel, membuka banyak kemungkinan kreatif mulai dari tangkapan wide-angle yang luas hingga detail close-up yang tajam.

Kombinasi sistem kamera mutakhir dengan Galaxy AI memberikan kontrol lebih pada setiap frame. Hal ini memungkinkan para kreator merekam, mengedit, dan membagikan konten dengan kualitas setara studio langsung dari ponsel. Inovasi ini semakin mengukuhkan posisi seri ini sebagai flagship terbaru Samsung.

Kreativitas juga diwujudkan melalui fitur Photo Assist berbasis AI yang telah ditingkatkan. @geek_culture menampilkan bagaimana fitur canggih pada Galaxy S26 Series ini membantu menyempurnakan gambar dan mengekspresikan ide dengan lebih mudah. Fitur ini sejalan dengan tools kreatif lain seperti Creative Studio yang membuat konten makin personal.

Privasi menjadi prioritas utama dalam Galaxy S26 Series. Fitur Privacy Display mendapat pujian karena mampu melindungi informasi sensitif pengguna.

“Baik itu pesan pribadi, email pekerjaan, maupun informasi perbankan, fitur Privacy Display menjadi terobosan yang membantu menjaga privasi Anda, bahkan saat beraktivitas di mana saja,” jelas pernyataan resmi Samsung.

Tim Schannel dari Vietnam memaparkan dan mendemonstrasikan cara kerja fitur terbaru ini. Sementara itu, @chill_with_dan membagikan kesan pertama tentang kemampuan menyesuaikan tingkat privasi sesuai kebutuhan.

Berkat lapisan piksel cerdas, layar ini mengontrol apa yang bisa dilihat orang di sekitar, memberikan rasa percaya diri baru saat mengakses informasi sensitif.

Peluncuran Galaxy S26 Series ini memperlihatkan komitmen Samsung dalam menghadirkan perangkat yang tidak hanya powerful tetapi juga aman dan mendukung produktivitas.

Seri ini dirancang untuk menjadi partner andalan, termasuk untuk momen-momen spesial seperti yang dihadirkan pada konten malam hari.

Galaxy Unpacked 2026 telah menampilkan momen-momen menonjol dari inovasi terbaru Samsung. Bagi yang ingin menyaksikan kembali keseluruhan acara, tayangan ulang Unpacked tersedia untuk diakses.

Galaxy S26 Series resmi hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan perangkat mobile yang cerdas, kreatif, dan menjaga privasi penggunanya. (Icha)

Telkom dan PGN Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan mendukung operasional green data center berkelanjutan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta pada Jumat (10/4). Kehadiran sejumlah direksi dari kedua BUMN menguatkan komitmen sinergi lintas sektor untuk akselerasi transformasi digital dan transisi energi nasional.

Dalam kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi.

Sementara itu, PGN bertugas menyediakan pasokan energi tersebut, khususnya biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri.

Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto menyatakan kolaborasi ini merupakan momentum penting.

“Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujar Bhimo.

Content image for article: Telkom dan PGN Kolaborasi Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan langkah strategis ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional.

“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ungkap Dian. Ambisi ini sejalan dengan upaya TelkomGroup menjadi digital infrastructure powerhouse.

Lima wilayah strategis pengembangan data center TelkomGroup telah teridentifikasi berpotensi didukung pasokan energi PGN. Lokasi tersebut adalah Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

Wilayah-wilayah ini telah terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, memungkinkan optimalisasi infrastruktur sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyoroti peran strategis biomethane sebagai motor penggerak transformasi bisnis.

“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” jelas Arief.

Kolaborasi domestik dengan PGN ini berjalan seiring dengan perluasan kemitraan global TelkomGroup dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure. Salah satu mitra utama adalah Sembcorp Development Ltd.

Kemitraan melalui entitas data center NeutraDC tersebut telah terjalin sejak 2025 dan fokus pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.

Kerja sama global ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional dan kebutuhan pelanggan enterprise.

Pendekatan end-to-end ini bertujuan memperkuat strategi dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu hingga pengembangan solusi terintegrasi di sisi hilir.

Sinergi antara kolaborasi domestik dan global diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih komprehensif. Hal ini khususnya untuk mendukung pengembangan AI-ready green data center dan memperkuat positioning TelkomGroup sebagai pemain kunci di ekosistem digital regional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan reformasi regulasi digital.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi TelkomGroup dalam membuktikan perannya sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Bagi PGN, langkah ini memperkuat posisinya dalam pengembangan dan penyediaan energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan. Integrasi kekuatan infrastruktur digital dan energi berkelanjutan diharapkan dapat menghadirkan solusi inovatif yang scalable dan berkelas dunia. (Icha)

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

0

Telko.id – Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah inisiatif yang mengubah data biometrik dari perangkat wearable menjadi strategi latihan berbasis data untuk menaklukkan kompetisi Hybrid Race.

Program ini menghadirkan pengalaman latihan hybrid yang dipandu langsung oleh podium finisher dari #TeamGarmin di 20FIT Arena Menteng.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menekankan pergeseran paradigma dalam kompetisi fitness modern.

“Di kompetisi Hybrid, performa tidak lagi hanya soal seberapa kuat Anda berlatih, tetapi seberapa cerdas Anda membaca tubuh sendiri. Melalui data biometrik yang akurat dari Garmin, setiap keputusan, mulai dari kapan berlatih, bagaimana mengatur pace, hingga kapan harus recovery, menjadi lebih terukur, presisi, dan berdampak langsung pada hasil akhir,” ujarnya.

Hybrid Race merupakan format kompetisi kompleks yang menggabungkan intensitas anaerobic di setiap functional workout station dengan aerobic endurance pada sesi lari berulang.

Kombinasi ini menuntut pengelolaan energi yang sangat presisi. Dalam kondisi tersebut, perangkat konvensional dinilai tidak lagi memadai. Atlet membutuhkan wearable integration yang mampu menyajikan metrik performa komprehensif secara real-time.

Di Garmin Hybrid Lab, peserta memanfaatkan data sebagai panduan utama. Metrik seperti Training Readiness, Heart Rate Variability (HRV), dan Recovery Time menjadi dasar untuk menentukan intensitas latihan.

Jika indikator menunjukkan kondisi tubuh rendah, perangkat Garmin akan menyarankan beban latihan lebih ringan atau istirahat guna menghindari overtrain.

Sesi latihan dapat dirancang secara custom melalui aplikasi Garmin Connect, menggabungkan lari dan High-Intensity Interval Training (HIIT) hingga 16 segmen.

Selama latihan, pemantauan Heart Rate Zones memberikan insight mendalam mengenai respons tubuh, memungkinkan atlet tetap berada dalam zona optimal untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi.

Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Garmin juga menyediakan analisis performa mendalam melalui pengukuran VO2 Max untuk kapasitas aerobik dan Lactate Threshold untuk mengetahui batas keletihan.

Untuk memastikan efektivitas program jangka panjang, atlet dapat memantau Training Load dan Training Status usai setiap sesi. Pendekatan ini membantu memitigasi risiko sekaligus menjaga performa tetap optimal.

Program ini didukung oleh Sunpride, Lactasoy, dan Strive untuk memastikan asupan nutrisi dan energi peserta terjaga selama latihan intensitas tinggi.

Setelah sesi latihan hybrid berakhir, seluruh data secara otomatis terintegrasi ke dalam Garmin Connect Ecosystem untuk evaluasi komprehensif. Salah satu indikator kunci adalah Training Effect, yang membedakan dampak latihan terhadap sistem aerobic dan anaerobic. Data ini membantu atlet memahami respons tubuh dan menentukan langkah selanjutnya.

Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Proses ini juga mencakup recovery time optimization, di mana pengguna dapat mengetahui waktu terbaik untuk kembali berlatih tanpa meningkatkan risiko cedera.

Dengan histori data yang tersimpan rapi, progres performa dapat dipantau secara berkelanjutan, mirip dengan prinsip platform pelatihan interaktif lainnya.

Melalui kombinasi biometric data tracking, performance metrics, dan wearable integration, Garmin menghadirkan solusi yang melampaui fungsi perangkat wearable biasa.

Ekosistem terintegrasi ini tidak hanya mencatat aktivitas, tetapi mengolah data menjadi insight yang dapat langsung diterapkan dalam strategi latihan dan kompetisi.

Pendekatan berbasis data ini memungkinkan setiap pengguna, dari atlet profesional hingga penggemar olahraga, untuk mengoptimalkan potensi mereka dengan cara yang lebih cerdas dan terukur.

Garmin Indonesia mengajak pengguna mengeksplorasi fitur advanced seperti HRV Status dan Training Readiness pada perangkat mereka.

Dengan sinkronisasi rutin ke Garmin Connect, setiap sesi latihan dapat diubah menjadi strategi berbasis data yang berkelanjutan.

Inisiatif seperti Garmin Hybrid Lab dan program pelatihan talenta olahraga lainnya menandakan semakin pentingnya pendekatan teknologi dan data dalam pengembangan performa atletik di berbagai cabang. (Icha)

Youtube Shorts Hadirkan Fitur Kloning Kreator Berbasis AI

Telko.id – YouTube mulai mendorong kreator untuk memanfaatkan teknologi AI dengan menghadirkan fitur yang memungkinkan mereka “mengkloning diri” secara digital. Fitur ini memungkinkan kreator membuat versi AI dari suara maupun wajah mereka, sehingga dapat digunakan untuk memproduksi konten secara lebih efisien.

Langkah ini diambil di tengah upaya platform menyeimbangkan kehadiran fitur generatif dengan maraknya masalah konten tiruan. Perusahaan menyebut fitur ini memungkinkan pengguna membuat versi digital dari diri mereka sendiri yang disebut avatar.

Avatar pintar ini nantinya bisa disisipkan ke dalam video Shorts yang sudah ada sebelumnya. Pengguna juga bebas memanfaatkannya untuk membuat sebuah klip video yang benar-benar baru dari awal.

Secara teknologi, fitur ini memanfaatkan model AI generatif yang mampu meniru suara, ekspresi, hingga gaya komunikasi kreator. Dengan begitu, kreator bisa membuat video tanpa harus selalu tampil langsung di depan kamera, karena AI dapat membantu menyampaikan pesan atau narasi dengan karakter yang serupa.

Cara membuat tiruan digital ini rupanya tidak semudah menekan satu tombol. Pengguna harus merekam video swafoto langsung untuk menangkap wajah dan suara mereka sambil mengikuti serangkaian instruksi dari sistem.

Baca Juga:

Agar hasilnya maksimal, perekaman wajib dilakukan di tempat dengan pencahayaan yang bagus dan lingkungan yang tenang. Perangkat ponsel juga harus dipegang sejajar dengan tinggi mata dan pastikan tidak ada orang lain di latar belakang.

Setelah avatar selesai dibuat, pengguna bisa langsung memerintahkan sistem untuk membuat klip pendek berdasarkan teks. Klip hasil olahan kecerdasan buatan ini memiliki durasi maksimal hingga delapan detik.

YouTube juga menekankan bahwa penggunaan teknologi ini tetap harus melalui izin dan kontrol penuh dari kreator. Artinya, proses kloning digital tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa persetujuan, guna menghindari penyalahgunaan seperti deepfake atau pencurian identitas digital.

Pengguna berhak menghapus avatar maupun video yang memuat tiruan tersebut kapan pun mereka mau. Jika tiruan digital ini dibiarkan menganggur selama tiga tahun berturut-turut, sistem akan menghapusnya secara otomatis.

Semua video yang menggunakan avatar ini akan ditandai dengan jelas sebagai hasil buatan kecerdasan buatan. Penandaan ini mencakup tanda air visual serta label digital seperti SynthID dan C2PA, dikutip dari 9to5Google, Senin (13/4/2026).

Ketersediaan fitur ini akan dilakukan secara bertahap dan belum bisa dinikmati oleh semua orang secara serentak. Syarat utamanya adalah kreator harus berusia minimal 18 tahun dan sudah memiliki saluran YouTube yang aktif.


Waspadalah Modus Juice Jacking, Data Bisa Dicuri dari Charger

Telko.id – Munculnya modus kejahatan siber bernama juice jacking menjadi ancaman baru bagi pengguna smartphone, terutama saat mengisi daya di fasilitas umum. Teknik ini memanfaatkan port USB publik yang telah dimodifikasi untuk mencuri data atau menyisipkan malware ke perangkat tanpa disadari pengguna.

Dilansir dari laman American Association of Retired Persons, Juice jacking adalah istilah untuk modus kejahatan siber yang memanfaatkan port USB publik sebagai celah untuk menyerang perangkat pengguna.

Modus ini dikhawatirkan terjadi saat seseorang mengisi daya ponsel, tablet, atau perangkat lain di stasiun pengisian daya umum yang tersedia di bandara, hotel, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lain. Dalam skenario ini, port USB yang tampak seperti charger biasa ternyata juga bisa dipakai untuk mentransfer data, bukan sekadar menyalurkan listrik.

Ancaman ini biasanya ditemukan di tempat umum seperti bandara, stasiun, hotel, atau pusat perbelanjaan yang menyediakan fasilitas charging gratis. Karena terlihat normal, banyak pengguna tidak menyadari bahwa port tersebut bisa saja telah disusupi perangkat berbahaya.

Istilah ini kembali ramai dibahas setelah FBI melalui kantor lapangan Denver pada April 2023 mengingatkan masyarakat agar menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis di tempat umum.

Baca Juga:

FBI menyebut pelaku kejahatan siber telah menemukan cara untuk memakai port USB publik guna menyisipkan malware dan perangkat lunak pemantau ke perangkat korban. Peringatan serupa juga pernah diperbarui oleh Federal Communications Commission (FCC) yang menyebut juice jacking sebagai salah satu taktik pencurian siber yang perlu diwaspadai.

Selain pencurian data, juice jacking juga dapat digunakan untuk menanam malware ke dalam smartphone. Malware ini bisa berjalan di latar belakang, memantau aktivitas pengguna, hingga mencuri informasi secara berkelanjutan tanpa terdeteksi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah sederhana. Pengguna disarankan untuk menggunakan charger pribadi, membawa adaptor sendiri (bukan langsung colok USB publik), atau menggunakan perangkat tambahan seperti USB data blocker yang hanya mengizinkan aliran listrik tanpa transfer data.

Perkembangan modus seperti juice jacking menunjukkan bahwa ancaman siber kini tidak hanya datang dari internet, tetapi juga dari perangkat fisik di sekitar kita. Seiring meningkatnya ketergantungan pada smartphone, kesadaran terhadap keamanan digital menjadi semakin penting dalam aktivitas sehari-hari.