spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 215

OPPO Reno14 Series, Desain Mermaid berbekal AI Fotografi Setara Profesional 

Telko.id – OPPO resmi meluncurkan seri ponsel AI terbarunya, OPPO Reno14 Series. Terdiri dari Reno14 Pro 5G, Reno14 5G, dan Reno14 F 5G.

Ketiga nya menggabungkan teknologi AI Flash Photography dari OPPO dengan desain memukau Iridescent Mermaid yang menghadirkan harmoni sempurna antara teknologi dan estetika.

Dilengkapi AI Livephoto 2.0, fitur AI canggih untuk pengeditan dan produktivitas, serta bodi tahan banting dengan sertifikasi IP69, Reno14 Series dirancang untuk mendukung gaya hidup aktif penggunanya di berbagai situasi.

Pada tipe tertinggi, Reno14 Pro 5G hadir dengan spesifikasi kelas flagship, mulai dari MediaTek Dimensity 8450, tiga kamera belakang 50MP, layar OLED 1.5K 120Hz dengan bezel ultra tipis, serta baterai besar 6.200mAh dengan dukungan pengisian daya cepat kabel dan wireless.

Baca juga :

Melanjutkan komitmen desain yang berorientasi pada gaya hidup anak muda, Reno14 Series menghadirkan tren estetika “mermaidcore” melalui Desain Iridescent Mermaid terbaru.

Untuk mewujudkan tampilan premium ini, OPPO mengembangkan proses Iridescent Glow, sebuah teknik rumit yang melibatkan 12 lapisan coating khusus.

Melalui lima tahap manufaktur presisi, tekstur optik ultra halus diukir secara mikroskopik, menciptakan pantulan cahaya yang indah dan menghasilkan tampilan belakang yang berkilau.

Baik Reno14 Pro 5G maupun Reno14 5G menggunakan desain belakang One-piece Sculpted Glass yang mulus, dipadukan dengan bingkai aluminium kelas aerospace untuk ketahanan ekstra.

Seluruh model Reno14 Series memiliki sertifikasi IP66, IP68, dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air, serta dilengkapi port USB dengan lapisan anti korosi platinum grade, menjamin ketahanan jangka panjang meski dalam penggunaan ekstrem.

Ketiga model Reno14 Series hadir dengan layar AMOLED datar berbezel tipis, mendukung fitur eksklusif OPPO seperti Splash Touch dan Glove Mode, sehingga layar tetap responsif meski dalam keadaan basah, berminyak, atau saat mengenakan sarung tangan.

Reno14 Pro 5G memiliki layar 6,83 inci beresolusi 1.5K, refresh rate hingga 120Hz, kedalaman warna 10-bit, dan sertifikasi HDR10+ untuk tampilan visual yang jernih, sementara Reno14 5G dan Reno14 F 5G masing-masing hadir dengan layar lebih ringkas berukuran 6,59 inci dan 6,57 inci.

Dari segi warna, Reno14 Series juga tampil penuh ekspresi. Reno14 Pro 5G hadir dalam warna Opal White dan Titanium Grey, Reno14 5G dalam Opal White dan Luminous Green, sementara Reno14 F 5G tersedia dalam varian Opal Blue, Glossy Pink, dan Luminous Green.

Tangkap Keindahan Cahaya dengan AI Flash Photography

Reno14 Series memperkenalkan teknologi AI Flash Photography terbaru yang membuka ruang kreativitas tanpa batas.

Reno14 Pro 5G dan Reno14 5G dilengkapi sistem triple-flash revolusioner. Kamera utama dan ultra wide masing-masing memiliki dua unit flash untuk pencahayaan jarak dekat yang optimal.

Serta satu flash fokus khusus untuk kamera telefoto, yang menjadi yang pertama di industri. Sistem flash ini menghasilkan kecerahan hingga 10 kali lebih terang dibanding generasi sebelumnya, memastikan pencahayaan tetap maksimal bahkan saat memperbesar objek.

Sementara Reno14 F 5G dilengkapi dual-flash bertenaga tinggi yang memiliki tingkat kecerahan dua kali lipat dari pendahulunya.

Dengan peningkatan mode flash terbaru, pengguna Reno14 Series dapat menangkap foto terang dengan efek tiga dimensi yang dramatis, namun tetap mempertahankan warna kulit yang alami dalam kondisi minim cahaya.

Reno14 Pro 5G juga dibekali sistem kamera Ultra-Clear Low-Light dengan tiga kamera belakang 50MP, memungkinkan pengambilan gambar jernih dari ultra wide hingga telefoto 3,5x periskop.

Yang menarik, Reno14 5G kini juga mengadopsi kamera telefoto flagship 50MP 3,5x seperti pada Reno14 Pro 5G, memberikan pengalaman fotografi portrait dan zoom yang fleksibel.

Terobosan Fotografi dengan Tenaga AI

Melanjutkan tradisi OPPO dalam menghadirkan teknologi pencitraan berbasis AI, Reno14 Series dibekali fitur-fitur AI canggih yang membantu pengguna menangkap momen secara hidup dan detail.

Fitur Livephoto kini ditingkatkan menjadi AI Livephoto 2.0. Dengan teknologi Dual Exposure Fusion di level hardware, Reno14 5G dan Reno14 Pro 5G secara bersamaan mengambil eksposur pendek untuk membekukan gerakan dan eksposur panjang untuk menyerap lebih banyak cahaya, lalu menggabungkannya secara real-time. Hasilnya, pengguna bisa mendapatkan momen terbaik tanpa jeda dan bebas blur.

AI Editor 2.0 di Reno14 Series juga memperkenalkan berbagai alat yang mengubah foto biasa menjadi hasil yang tampak profesional. Adapun fitur terbarunya yaitu:

●      AI Recompose: Menganalisis rasio aspek, mengatur ulang komposisi, dan memperbaiki distorsi berdasarkan data fotografi profesional.

●      AI Perfect Shot: Memperbaiki ekspresi wajah yang tidak diinginkan, mata tertutup, atau rambut yang menutupi wajah, dengan membandingkan referensi foto dari galeri.

●      AI Eraser: Menghapus objek atau orang yang tidak diinginkan dalam satu ketukan.

●      AI Reflection Remover: Menghilangkan pantulan kaca dalam foto.

●      AI Clarity Enhancer: Menajamkan detail pada gambar setelah foto di-crop.

●      AI Unblur: Menjadikan foto buram lebih jernih lewat satu langkah mudah.

Selain itu, Reno14 Pro 5G dan Reno14 5G mendukung AI-Enhanced 4K HDR Video, menghadirkan resolusi 4K yang jernih dengan rentang dinamis lebih luas dan warna yang lebih natural, memungkinkan pengguna menghasilkan video berkualitas sinematik langsung dari smartphone mereka.

Produktivitas Maksimal dengan Bantuan AI

Menggunakan ColorOS 15 terbaru, Reno14 Series menghadirkan serangkaian fitur AI yang dirancang untuk mengatur informasi secara cerdas, menerjemahkan percakapan, dan memproses dokumen secara otomatis, meningkatkan produktivitas secara signifikan.

●      AI Mind Space: Informasi jadi jauh lebih tertata. Di Reno14 5G dan Reno14 Pro 5G, cukup lakukan swipe tiga jari ke atas saat menemukan info penting, dan konten akan langsung tersimpan ke aplikasi Mind Space. Semua data bisa dicari dengan mudah melalui AI Search.

●      AI Call Summary & Translator: Merekam dan merangkum percakapan penting secara otomatis, bahkan menyediakan terjemahan dua arah secara langsung selama panggilan

●      AI VoiceScribe: Merekam, merangkum, dan menerjemahkan percakapan, rapat, hingga konten streaming, mendukung lebih dari 20 bahasa dan kompatibel dengan berbagai platform favorit.

●      Aplikasi Translate: Menyediakan terjemahan real-time melalui kamera, mode split-screen, maupun percakapan suara dua arah.

Performa Tinggi untuk Pengalaman Gaming Maksimal

Didukung MediaTek Dimensity 8450, Reno14 Pro 5G menghadirkan peningkatan performa signifikan. Dengan CPU all-big-core, performa multi-core meningkat hingga 41% dan konsumsi daya berkurang 44% dibandingkan pendahulunya.

GPU Arm Mali-G720 juga meningkatkan performa grafis sebesar 24% dengan efisiensi daya 42% lebih baik.

Seluruh varian Reno14 Series dibekali sistem pendinginan Vapor Chamber (VC), sementara Reno14 5G dan Reno14 Pro 5G dilengkapi AI Nano Dual-Drive Cooling System.

Dikombinasikan dengan AI HyperBoost 2.0, smartphone tetap dingin dan stabil saat bermain game berat. Bahkan dalam simulasi suhu 35°C, suhu maksimum tetap di bawah 43°C selama tiga jam bermain game favorit.

OPPO juga memperkenalkan AI LinkBoost 3.0, teknologi jaringan yang lebih kuat dan stabil di berbagai kondisi.

Sistem ini menganalisis performa jaringan, secara cerdas beralih ke opsi lebih cepat, dan memprioritaskan data penting untuk pengalaman online yang mulus.

Reno14 Pro 5G dibekali baterai besar 6.200mAh dengan pengisian cepat 80W SUPERVOOC kabel dan 50W AIRVOOC nirkabel.

Hanya 10 menit pengisian dapat menghasilkan waktu bicara 13,2 jam, pemutaran musik 14 jam, atau menonton video 7 jam.

Reno14 5G dan Reno14 F 5G memiliki baterai 6.000mAh dan mendukung pengisian cepat 45W SUPERVOOC, menghadirkan daya tahan dan efisiensi terbaik di kelasnya.

Seluruh Reno14 Series berjalan dengan ColorOS 15 berbasis Android 15, lengkap dengan Trinity Engine dan Luminous Rendering Engine untuk performa yang lancar dan animasi yang halus.

Reno14 Series akan mendapatkan lima kali pembaruan besar ColorOS, memastikan dukungan jangka panjang dan keandalan sistem.

Harga dan Ketersediaan

OPPO Reno14 Pro 5G dengan konfigurasi 12GB/512GB resmi dijual seharga Rp10.999.000. Untuk perangkat Reno14 5G varian 12GB/512GB dan 8GB/256GB masing-masing dibanderol seharga Rp7.999.000 dan Rp7.499.000.

Lalu perangkat Reno14 F 5G dijual dengan harga Rp6.999.000 untuk varian 12GB/512GB, Rp5.999.000 untuk varian 12GB/256GB, dan Rp5.599.000 untuk varian 8GB/256GB.

OPPO membuka masa pemesanan perangkat Reno14 Series mulai 7-24 Juli 2025. Konsumen akan mendapatkan total keuntungan hingga Rp 5 Juta.

Termasuk gratis OPPO Enco Air4 dan 3 bulan Google AI Pro untuk pembelian Reno14 Pro 5G & Reno14 5G, Gratis Magnetic Case & Card Holder untuk pembelian Reno14 F 5G, OPPO Care selama 2 tahun, Gratis Tiket Lalala Fest 2025, Cashback hingga Rp750.000 dan cicilan 0% dari bank partner.

Ada juga penawaran khusus dari operator pilihan, hingga berbagai voucher eksklusif dari partner yang dapat ditukarkan di aplikasi My OPPO.

OPPO Reno14 Series sudah dapat dipesan secara offline di seluruh OPPO Store, OPPO Gallery, OPPO Experience Store, dan toko rekanan resmi OPPO di Indonesia.

Sedangkan untuk pemesanan secara online, Reno14 Pro 5G dan Reno14 5Gdapat dipesan secara exclusive hanya di Blibli, sedangkan perangkat Reno14 F 5G dapat dipesan di e-commerce melalui Blibli, Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, Lazada, dan Akulaku.

Khusus untuk perangkat Reno14 F 5G varian 8GB/128GB, perangkat ini tersedia secara Online Exclusive di Blibli, Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, Lazada, dan Akulaku.

Selain itu konsumen Reno14 F 5G varian 8GB/128GB akan mendapatkan hadiah tambahan berupa Baseus Powerbank dan cashback spesial hingga Rp300.000. (Icha)

OpenAI Siapkan Browser dengan AI, Saingan Google Chrome

Telko.id – OpenAI sebagai induk perusahaan dari ChatGPT sedang mempersiapkan untuk meluncurkan sebuah browser web berbasis Artificial Intteligence atau kecerdasan buatan (AI) yang digadang – gadang akan menjadi pesaing kuat Google Chrome.

Browser ini dijadwalkan akan rilis dalam waktu dekat, dan bertujuan untuk merevolusi cara konsumen menjelajahi internet dengan memanfaatkan teknologi AI, menurut laporan Reuters.

Dirancang agar sebagian interaksi pengguna tetap berada dalam antarmuka percakapan seperti ChatGPT alih – laih sekedar mengklik dan berpindah ke situs – situs lain.

Hal ini akan memungkinkan untuk terintegrasi langsung dengan produk – produk AI buatan OpenAI, seperti Operator, ke dalam pengalaman menjalajah pengguna. Dengan begitu browser dapat menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna.

Chromium yang merupakan kode sumber terbuka dari browser buatan Google digunakan untuk membangun browser ini.

Chromium juga menjadi dasar bagi beberapa browser pesaing lainnya seperti Edge milik Microsoft, dan Opera.

Tahun lalu, OpenAI dikabarkan merekrut dua wakil presiden Google yang dulunya terlibat dalam pengembangan awal Chrome.

Media The Information menjadi yang pertama melaporkan perekrutan tersebut, serta mengungkap bahwa OpenAI sempat mempertimbangkan untuk membangun browser sejak lama.

Namun, salah satu sumber Reuters menyebutkan bahwa OpenAI akhirnya memutuskan untuk membangun browser sendiri, alih-alih sekadar membuat plug-in untuk browser lain, sehingga mereka memiliki kendali penuh atas data yang dapat mereka kumpulkan.

Baca juga:

Chrome yang merupakan salah satu pilar utama bisnis iklan Alphabet, yang menyumbang hampir tiga perempat dari total pendapatan perusahaan, tidak hanya mengumpulkan informasi pengguna, namun juga untuk mengarahkan lalu lintas pencarian secara default ke mesin pencari Google.

Seorang eksekutif OpenAI bahkan sempat bersaksi pada bulan April lalu bahwa mereka akan tertarik membeli Chrome jika regulator antimonopoli berhasil memaksa Alphabet menjualnya.

Pesan Chrome dalam mengumpulkan data pengguna untuk mendukung bisnis iklan Alphabet terbuktu sangat menguntungkan-hingga Departemen Kehakiman AS pun menuntut agar unit bisnis tersebut dipisahkan, setelah seorang hakim menyatakan bahwa Alphabet menjalankan monopoli illegal.

Menurut perusahaan analitik web StatCounter, Google Chrome saat ini digunakan oleh lebih dari 3 miliar orang dan menguasai lebih dari dua pertiga pangsa pasar browser secara global.

Sementara, bulan lalu, OpenAI mengatakan bahwa mereka memiliki 3 juta pelanggan bisnis berbayar Chatgpt.

Jika browser baru rilisan OpenAI ini diadopsi oleh 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, maka posisi dominan Google dalam bisnis iklan online bisa tergoyahkan.

Sejak kemunculan ChatGPT di akhir 2022, OpenAI yang dipimpin oleh Sam Altman telah mengubah lanskap industri teknologi secara drastis.

Namun, kesuksesan awalk itu juga memunculkan persaingan sengit dari para rival seperti Google maupun startup seperti Anthropic.(Icha)

Allo Bank dan Advance.AI Kolaborasi, Hadapi Ancaman Deepfake

Telko.id – Allo Bank yang bekerjasama dengan ADVANCE.AI untuk menanggapi tingginya potensi ancaman penipuan berbasis deepfake AI terutama pada sektor keuangan nasional. Terutama pada proses verifikasi identitas digital dan onboarding nasabah.

Kedua perusahaan ini tengah mendorong kesadaran penggunanya terhadap keamanan digital. Dimana penggunaan konten berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mulai dapat menyerupai nasabah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Konten penipuan Deepfake AI ini dapat menirukan seperti wajah, suara, hingga dokumen palsu yang dapat digunakan untuk membuat akun perbankan hingga melakukan penipuan kepada orang lain.

Mulai dari serangan berbasis electronic Know-Your-Customer (eKYC) sinteteis hingga penipuan melalui panggilan video dengan target utama adalah bank digital dan platform fintech.

Dalam kurun waktu tiga bulan, antara bulan November 2024 hingga Februrari 2025, Sektor keuangan Indonesia sudah mengalami kerugian lebih dari Rp700 miliar (sekitar USD 44 juta).

Menurut laporan dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) kasus kerugian ini mencakup sejumlah kasus penipuan berbasis deepfake.

Hasil laporan tersebut OJK menyatakan bahwa deepfake merupakan ancaman nyata bagi industri keuangan di Indonesia, serta menekankan pentingnya edukasi publik yang berkelanjutan

Munculnya alat Scams-as-a-Service kini memungkinkan siapapun termasuk pelaku non-teknis maupun sindikat kejahatan untuk dengan mudah membuat konten deepfake, sehingga semakin memperbesar potensi serangan terhadap sektor keuangan.

Baca juga:

“Proses onboarding digital memang memberikan kenyamanan dan efisiensi lebih bagi pengguna. Namun, kemudahan ini juga membuka celah baru bagi aksi penipuan, termasuk penyalah gunaan teknologi deepfake’, ujar Ganda Raharja Rusli, Director of Risk, Compliance and Legal at Allo Bank Indonesia Tbk.

“Bank digital perlu menerapkan strategi optimasi risiko yang mampu menyeimbangkan antara pengalaman nasabah dan aspek keamanan, guna menjaga kepuasan serta loyalitas jangka panjang,” tambahnya.

Ganda menambah kan bahwa kemitraan jangka panjang nya dengan ADVANCE.AI, yang telah terjalin selama tiga tahun, memungkinkan Allo Bank untuk terus menghadirkan visi sebagai platform perbankan digital yang aman, sepenuhnya digital, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna di Indonesia.

Integrasi teknologi deteksi multidimensi dan sistem verifikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci untuk memastikan perlindungan optimal bagi nasabah.

Dengan meningkatnya kasus dan kompleksnya modus penipuan deepfake, bank digital perlu mengadopsi langkah – langkah antisipatif yang seimbang.

Allo bank dan ADVANCE.AI mendorong pelaku industri untuk menerapkan pendekatan “security-by-design”, dimana sistem deteksi penipuan diintegrasikan sejak awal dan diterapkan secara menyeluruh sepanjang siklus hidup akun nasabah.

Metode deteksi dan pencegahan penipuan ini mencakup: deteksi liveness dan biometrik wajah, verifikasi multimodal yang menggabungkan biometrik, perilaku pengguna dan kecerdasan perangkat, autentikasi adaptif, dan pengembangan produk yang berkelanjutan.

“Evolusi teknologi deepfake yang begitu cepat dan dampaknya terhadap sektor keuangan menjadi ancaman serius bagi fondasi utama kepercayaan konsumen dalam perbankan digital,” Anggraini Rahayu, Country General Manager ADVANCE.AI.

Anggraini menambahkan bahwa pendekatan keamanan yang proaktif tidak hanya penting untuk melindungi pengguna dari potensi kerugian pribadi, tetapi juga krusial dalam menjaga reputasi institusi keuangan.

Itu sebabnya, ADVANCE.AI, berkomitmen mendukung bank digital seperti Allo Bank dalam menerapkan langkah – langkah keamanan yang inovatif sepanjang perjalanan nasabah, serta menetapkan standar baru dalam pengalaman perbankan digital.

Google Resmi Gabungkan Chrome OS dan Android Jadi Satu Platform

Telko.id – Google secara resmi mengumumkan rencana penggabungan Chrome OS dan Android menjadi satu platform terpadu. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi software perusahaan.

Pengumuman disampaikan oleh Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android di Google, dalam wawancara dengan TechRadar di sebuah acara media baru-baru ini.

Samat mengungkapkan hal ini secara tidak langsung saat bertanya kepada seorang jurnalis mengapa mereka menggunakan Apple Watch, iPhone, dan MacBook. Ketika diminta klarifikasi, ia menjawab:

“Saya bertanya karena kami akan menggabungkan Chrome OS dan Android menjadi satu platform. Saya sangat tertarik melihat bagaimana orang menggunakan laptop saat ini dan apa yang mereka kerjakan.”
— Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android di Google.

Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari inisiatif yang telah lama beredar sebagai rumor. Menurut laporan sebelumnya, termasuk artikel yang pernah kami bahas di berita teknologi terbaru, Google tidak membangun sistem operasi baru dari nol.

Sebaliknya, perusahaan akan memigrasi fitur dan fungsionalitas Chrome OS langsung ke dalam Android.

Artinya, Android akan menjadi inti sistem, dengan komponen Chrome OS diintegrasikan secara bertahap.

Pendekatan ini memungkinkan Google menyatukan upaya pengembangan tanpa harus memulai dari awal, sekaligus sejalan dengan upaya Android untuk meningkatkan pengalaman layar besar.

Android sendiri sudah mulai bergerak ke arah ini. Google telah merilis serangkaian pembaruan khusus untuk meningkatkan produktivitas di tablet dan laptop, seperti mode desktop, multitasking berbasis jendela, dukungan layar eksternal yang lebih baik, serta perilaku aplikasi yang dioptimalkan untuk layar besar.

Ketertarikan Samat pada penggunaan laptop saat ini mengindikasikan proyek ini masih dalam pengembangan, dengan masukan pengguna berperan penting dalam menentukan hasil akhir.

Meski belum ada timeline rilis yang diumumkan, pernyataannya menunjukkan bahwa pekerjaan sudah dimulai.

Penggabungan ini juga bisa memperkuat posisi Google dalam bersaing dengan ekosistem iPadOS dan macOS milik Apple, terutama bagi pengguna yang sering beralih antar perangkat.

Dengan pengalaman yang lebih konsisten di ponsel, tablet, dan laptop, Google berpotensi mengatasi salah satu tantangan terbesar Android: fragmentasi antar platform.

Meski detailnya masih terbatas, ini adalah sinyal paling jelas bahwa Google ingin menyederhanakan ekosistemnya.

Penyatuan Chrome OS dan Android dapat membantu konsolidasi pengembangan, meningkatkan pengalaman pengguna, dan memperkuat posisi Android untuk produktivitas.

Namun, sejarah Google dalam konsolidasi platform (seperti Fuchsia) menunjukkan bahwa eksekusi adalah kunci utama. Semoga strategi ini membuahkan hasil. (Icha)

ShopeePay Kini Jadi Dompet Digital Serba Bisa untuk Kebutuhan Finansial

0

Telko.id – ShopeePay kini memperkuat posisinya sebagai dompet digital serba bisa dengan menghadirkan beragam fitur transaksi finansial dalam satu aplikasi.

Pengguna bisa menikmati kemudahan kirim uang, isi saldo, tarik tunai tanpa biaya admin, hingga pembayaran QRIS di ratusan ribu merchant di seluruh Indonesia.

Fitur lengkap ShopeePay mencakup pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, pembelian pulsa dan paket data dengan harga lebih murah, serta transfer saldo ke e-wallet lain.

Pengguna juga bisa memanfaatkan SPayLater untuk transaksi fleksibel dan SPinjam untuk pengajuan dana tunai. Selain itu, tersedia layanan pesan makanan via ShopeeFood, asuransi kecelakaan diri gratis, dan pengiriman paket instan.

“Kami ingin ShopeePay menjadi solusi keuangan sehari-hari yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Eka Nilam Dari, Director of Business and Partnership ShopeePay Indonesia.

Menurutnya, aplikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial yang semakin dinamis dengan pengalaman transaksi mudah dan aman.

Keamanan transaksi di ShopeePay dilengkapi dengan proteksi berlapis termasuk PIN dan OTP. Aplikasi ini juga menawarkan berbagai promo menarik seperti diskon, cashback, dan voucher eksklusif. Program “Serba Gratis” menghapus biaya admin untuk kirim uang, isi saldo, dan tarik tunai.

ShopeePay saat ini bisa digunakan di merchant offline seperti Indomaret, Alfamart, Point Coffee, Solaria, serta merchant online seperti Google Play, App Store, MyTelkomsel, dan Alfagift. Pengguna juga bisa menikmati promo eksklusif seperti cashback 30% untuk pembelian pulsa Telkomsel.

Aplikasi ShopeePay tersedia untuk diunduh di Google Play Store dan Apple App Store. Informasi promo terbaru bisa diikuti melalui Instagram resmi @shopeepay_id. (Icha)

Telkomsel dan WeTV Hadirkan Akses Langganan WeTV via Paket SIMPATI

0

Telko.id – Telkomsel menggandeng platform streaming WeTV untuk menghadirkan akses langganan gratis selama 30 hari melalui paket kartu perdana SIMPATI #TerbaikUntukmu.

Pelanggan cukup membeli kartu perdana seharga Rp35.000 di aplikasi MyTelkomsel dan memilih benefit SIMPATI Nonton untuk menikmati konten eksklusif WeTV.

Kartu perdana Paket SIMPATI Nonton WeTV ini dilengkapi kuota internet 3GB, 30 menit telepon, dan 30 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari.

Selain WeTV, pelanggan bisa memilih lima benefit lain seperti SIMPATI GameOn, Musik, Pintar, Aman, atau Belanja sesuai kebutuhan gaya hidup digital mereka.

Cara Klaim Akses WeTV

Berikut langkah klaim benefit Paket SIMPATI Nonton WeTV ini sebagai berikut:

  1. Buka tautan SMS setelah aktivasi atau akses menu “Pilih Keuntunganmu” di MyTelkomsel, lalu pilih WeTV.
  2. Klik “Beli Paket” dan “Bayar” hingga muncul notifikasi “Transaksi Berhasil”.
  3. Login ke aplikasi WeTV menggunakan nomor Telkomsel untuk mulai menonton.

Komitmen Hiburan Digital Terjangkau

Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, menjelaskan, “Kolaborasi dengan WeTV memperkuat komitmen kami menyediakan hiburan digital inklusif. Pelanggan bisa menikmati konten premium tanpa biaya tambahan.”

Febriamy Hutapea, Country Head WeTV, menambahkan, “Kami ingin memudahkan akses konten original lokal, drama Tiongkok, dan hiburan Asia lainnya melalui kerja sama ini.”

Sebagai apresiasi, Telkomsel dan WeTV mengadakan meet and greet dengan boy group Thailand Next1de di Bandung pada 12 Juli 2025, dihadiri 300 pelanggan.

Inisiatif ini sejalan dengan strategi Telkomsel memperluas layanan digital, seperti paket bundling perangkat Samsung dan 24 benefit SIMPATI #TerbaikUntukmu. (Icha)

ATSI Kirim Surat ke Presiden Prabowo Minta Turunkan Biaya Regulasi

0

Telko.id – Industri telekomunikasi tidak sedang baik-baik saja. Terbukti, Asosiasi Penyelenggaraan Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) kembali mengirim kan surat ke Presiden. Jika dulu ke Presiden Joko Widodo, kali ini melayangkan surat untuk Presiden Prabowo.

Langkah ini dilakukan bersama APJII, Apjatel, dan Askalsi yang isi suratnya merupakan sebuah permohonan khusus untuk meminta peninjauan ulang beban biaya regulasi yang mencapai lebih dari 12% dari pendapatan operator.

Ketika era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, pelaku industri telah mengirimkan surat serupa tanpa respon memadai. Kini, di bawah kepemimpinan baru, mereka kembali bersuara lantang.

“Industri telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Presiden sendiri ingin membangun pendidikan digital, tapi bagaimana mungkin tercapai jika industrinya terjepit?” tegas Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI saat ditemui Telko.id.

Biaya regulasi yang dimaksud mencakup BHP frekuensi dan kontribusi USO 1,25%—dua komponen yang dinilai terlalu berat di tengah gempuran layanan OTT (seperti Netflix atau Zoom) yang tak terbebani aturan serupa.

Padahal, menurut standar GSMA (asosiasi operator global), batas wajar biaya regulasi seharusnya di bawah 10%.

Dilema Regulasi vs Inovasi Digital

Persoalan ini ibarat lingkaran setan. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan pendapatan dari sektor telekomunikasi untuk membangun infrastruktur. Di sisi lain, beban tinggi justru menghambat operator berinovasi atau menurunkan harga layanan.

“Kami ingin industri yang sehat dan kuat, tapi prinsip perpajakan harus dipertimbangkan ulang,” tambah Marwan.

Faktanya, tantangan tak hanya datang dari dalam negeri. Pelaku industri dalam Selular Award 2025 mengungkap, gempuran teknologi AI dan layanan digital asing semakin mempersempit margin keuntungan operator lokal.

Tanpa kebijakan yang mendukung industri telekomunikasi, bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan daya saing di kancah global.

Harapan di Era Prabowo-Gibran

Surat tersebut bukan sekadar protes, melainkan warning keras dari industri telekomunikasi. Jika tak ada perubahan kebijakan, bisa dipastikan harga layanan telekomunikasi—termasuk paket data—akan semakin mahal.

Padahal, seperti diungkapkan dalam trend industri telco 2023, kebutuhan masyarakat akan konektivitas justru meningkat eksponensial pasca-pandemi.

Pertanyaannya kini: akankah Prabowo mendengarkan keluhan ini? Atau Indonesia akan terus terjebak dalam paradigma lama yang memandang telekomunikasi sebagai “sapi perah” ketimbang tulang punggung transformasi digital?.

Satu hal yang pasti: tanpa langkah nyata, mimpi pendidikan digital dan pemerataan internet cepat hanyalah utopia. Dan masyarakat—termasuk Anda—yang akan menanggung konsekuensinya melalui tagihan yang semakin membengkak. (Icha)

Pemerintah Rencanakan Pembatasan Panggilan WhatsApp, Apa Dampaknya?

0

Telko.id – Bayangkan, suatu hari Anda tidak bisa lagi melakukan panggilan suara atau video melalui WhatsApp. Hanya teks yang bisa dikirim.

Itulah skenario yang mungkin terjadi jika rencana pemerintah untuk membatasi layanan dasar telekomunikasi di aplikasi seperti WhatsApp, Skype, dan Facetime benar-benar diterapkan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang mempertimbangkan aturan baru yang akan membatasi layanan panggilan berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, menyebut Uni Emirat Arab sebagai contoh negara yang sudah menerapkan kebijakan serupa. Di sana, layanan teks WhatsApp tetap berjalan, tetapi panggilan suara dan video diblokir.

Lantas, mengapa pemerintah ingin membatasi layanan yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari jutaan orang ini?

Jawabannya terletak pada ketidakseimbangan kontribusi antara operator seluler dan penyedia layanan over-the-top (OTT) seperti WhatsApp dan Instagram.

Mengapa WhatsApp Call dan Video Call Jadi Sorotan?

Denny Setiawan menjelaskan bahwa operator seluler telah mengeluarkan biaya besar untuk membangun infrastruktur telekomunikasi.

Namun, penyedia layanan OTT seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook tidak berkontribusi secara finansial, meski menikmati keuntungan dari meningkatnya penggunaan internet.

“Sekarang kan nggak ada kontribusi dari teman-teman OTT itu, berdarah-darah yang bangun investasi itu operator seluler,” ujarnya.

ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) juga mendukung langkah ini. Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI, mengatakan bahwa regulasi terhadap OTT diperlukan karena bisnis model mereka harus disesuaikan. “Dulu itu nyaris diwajibkan, sekarang kita dukung (aturan OTT),” ungkapnya.

Bagaimana Nasib Pengguna WhatsApp?

Meski rencana ini masih dalam tahap wacana, dampaknya bisa sangat luas. WhatsApp, yang selama ini menjadi andalan untuk komunikasi murah, mungkin tidak lagi bisa digunakan untuk panggilan suara atau video.

Namun, Denny menegaskan bahwa pemerintah akan mencari jalan tengah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Kita cari jalan tengah, bagaimana (memenuhi) layanan masyarakat, tetap butuh kan WA ini,” jelasnya.

Jika aturan ini benar-benar diterapkan, pengguna mungkin harus kembali mengandalkan layanan telepon tradisional atau beralih ke aplikasi lain yang belum terkena pembatasan.

Namun, seperti yang terjadi saat pembatasan akses WhatsApp selama demo 22 Mei, kebijakan ini bisa menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Selain itu, regulasi ini juga bisa memengaruhi penyebaran informasi. Seperti yang pernah dilakukan WhatsApp dengan membatasi fitur berbagi pesan untuk mengurangi hoax, pembatasan panggilan bisa berdampak pada cara orang berkomunikasi.

Proses Panjang Menuju Regulasi

Denny menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal dan memerlukan diskusi panjang dengan berbagai pihak. “Masih wacana, masih diskusi,” ujarnya. Artinya, belum ada kepastian kapan atau apakah kebijakan ini benar-benar akan diterapkan.

Jika melihat pengalaman sebelumnya, seperti pembatasan akses WhatsApp dan Facebook di masa lalu, kebijakan semacam ini bisa berubah tergantung pada respons publik dan pertimbangan ekonomi.

Yang jelas, rencana ini membuka diskusi tentang bagaimana seharusnya pembagian keuntungan dalam ekosistem digital.

Di satu sisi, operator seluler merasa dirugikan karena harus menanggung biaya infrastruktur. Di sisi lain, pengguna mengandalkan layanan OTT untuk komunikasi yang terjangkau.

Apakah Indonesia akan mengikuti jejak Uni Emirat Arab? Ataukah akan ditemukan solusi lain yang lebih adil bagi semua pihak? Jawabannya masih harus menunggu hasil diskusi dan kajian lebih lanjut. (Icha)

Google Perkenalkan Fitur AI Baru di Search: Panggilan Bisnis Otomatis

Telko.id – Google secara resmi meluncurkan serangkaian fitur berbasis AI terbaru untuk layanan Search, termasuk kemampuan memanggil bisnis lokal secara otomatis.

Pembaruan ini ditujukan untuk pengguna langganan premium, dengan fokus pada efisiensi dan penelitian mendalam.

Fitur utama yang diperkenalkan adalah integrasi model Gemini 2.5 Pro dalam AI Mode. Model ini menawarkan kemampuan lebih canggih dibanding versi standar, seperti pemecahan masalah matematika, bantuan pemrograman, dan analisis kompleks. Pengguna dapat beralih antara asisten default dan Gemini 2.5 Pro melalui menu drop-down baru di Search.

AI mode Gemini models

Selain itu, Google memperluas akses ke fitur Deep Search, yang sebelumnya hanya tersedia untuk segelintir pengguna. Deep Search menggunakan Gemini 2.5 Pro untuk melakukan ratusan pencarian terkait, memindai web, dan menghasilkan ringkasan mendalam dengan sumber terpercaya.

Fitur ini ideal untuk riset mendalam seperti perencanaan karier atau analisis keuangan.

Fitur lain yang mencuri perhatian adalah panggilan bisnis otomatis. Ketika mencari layanan seperti “toko cuci kering terdekat” atau “salon hewan di daerah saya”, Google akan menawarkan opsi “Minta AI memeriksa harga”.

Sistem kemudian menghubungi bisnis tersebut untuk menanyakan harga dan ketersediaan, lalu menyajikan hasilnya dalam bentuk ringkasan.

Fitur ini saat ini tersedia untuk semua pengguna di AS, dengan batas penggunaan lebih tinggi bagi pelanggan Pro dan Ultra. Bisnis tetap memiliki kendali atas cara mereka dihubungi melalui pengaturan Business Profile.

Pembaruan ini menandai langkah Google dalam mengintegrasikan AI lebih dalam ke Search, mengubahnya dari sekadar mesin pencari menjadi asisten pribadi yang cerdas.

Meski beberapa fitur masih terbatas untuk pengguna berbayar, Google berencana memperluas akses secara bertahap. (Icha)

Samsung Galaxy Z Flip 7 Pakai Exynos 2500, Harga Tetap Stabil

Telko.id – Samsung resmi menggunakan chipset Exynos 2500 untuk Galaxy Z Flip 7, keputusan yang membuat harga ponsel lipat terbaru ini tetap stabil dibandingkan pendahulunya, Galaxy Z Flip 6.

Langkah ini kontras dengan Galaxy Z Fold 7 yang mengalami kenaikan harga signifikan karena menggunakan Snapdragon 8 Elite.

Exynos 2500 adalah chipset 3nm yang awalnya direncanakan untuk seri Galaxy S25. Namun, masalah produksi memaksa Samsung beralih ke Snapdragon 8 Elite untuk lini flagship-nya tahun ini.

Dengan memanfaatkan Exynos 2500 di Galaxy Z Flip 7, Samsung berhasil menekan biaya produksi tanpa mengurangi performa inti.

Samsung Galaxy Z Flip 7 phones face down

Menurut sumber internal, penggunaan chipset ini juga memungkinkan Samsung meluncurkan varian lebih terjangkau, Galaxy Z Flip 7 FE.

Langkah ini memperluas jangkauan pasar foldable yang sebelumnya didominasi harga premium.

Meski demikian, preferensi pengguna masih terbelah. Survei menunjukkan 50% responden kurang puas dengan Exynos, sementara 40% menerima asalkan harga tidak naik.

Performa historis Exynos yang kerap di bawah Snapdragon menjadi alasan utama.

Samsung saat ini fokus menyempurnakan Exynos 2600 berbasis 2nm untuk Galaxy S26. Kesuksesan produksi chip ini bisa menjadi kejutan harga positif mengingat Qualcomm dikabarkan akan menaikkan harga chipset mereka. (Icha)