spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 2

Gemma 4 Resmi Rilis, Bisa Jalan di Smartphone

Telko.id – Google resmi merilis Gemma 4 pada awal April 2026 ini. Generasi terbaru model AI terbuka (open model) yang dirancang agar bisa berjalan tidak hanya di pusat data, tetapi juga langsung di perangkat seperti smartphone.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan AI, dari yang sebelumnya bergantung pada cloud menjadi AI yang bisa dijalankan langsung di perangkat pengguna (on-device).

Dilansir dari laman perusahaan, Gemma 4 dirancang untuk menangani tugas yang lebih kompleks dibanding dengan generasi sebelumnya, khususnya dalam penalaran tingkat lanjut an alur kerja berbasis agen (agentic workflows). Model ini mampu melakukan perencanaan multi-langkah serta menjalankan instruksi secara lebih mandiri melalui integrasi dengan berbagai alat dan API.

Kemampuan tersebut diperkuat dengan dukungan native untuk pemanggilan fungsi, keluaran terstruktur seperti JSON, hinga instruksi sistem yang memungkinkan pengembang membangun agen otonom berbasis AI.

Secara teknologi, Gemma 4 dikembangkan oleh Google DeepMind sebagai bagian dari keluarga model ringan berbasis arsitektur yang juga digunakan pada Gemini.

Model ini hadir dalam beberapa varian dengan ukuran berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan—mulai dari server hingga perangkat dengan spesifikasi lebih terbatas seperti laptop dan smartphone.

Baca Juga:

Terdapat 4 varian dari Gemma 4 yakni, Effective 2B (E2B), Effective 4B (E4B), 26B Mixture of Experts dan 31B Dense.

Varian terbesar, 31B, disebut mampu menempatai posisi teratas dalam jajaran model terbuka global untuk ukuran kelasnya, bahkan mengungguli model lain yang memiliki parameter hingga 20 kali lebih besar.

Sementara itu, model E2B dan E4B difokuskan untuk perangkat edge seperti smartphone dan perangkat IoT. Kedua model ini dirancang dengan konsumsi memori dan daya yang lebih rendah. Namun, tetap mendukung kemampuan multimodal, termasuk pemrosesan gambar, video dan audio secara langsung.

Keunggulan utama Gemma 4 terletak pada efisiensinya. Model ini dirancang agar tetap mampu menjalankan tugas kompleks seperti penalaran, pembuatan kode, hingga pemrosesan bahasa alami, namun dengan kebutuhan komputasi yang lebih ringan dibanding model AI besar pada umumnya.

Bahkan, dalam beberapa skenario, AI ini bisa berjalan tanpa koneksi internet, karena seluruh proses dilakukan langsung di perangkat.

Selain itu, Gemma 4 juga membawa sejumlah peningkatan teknis seperti dukungan multi-bahasa lebih dari 140 bahasa, kemampuan memahami konteks panjang (hingga ratusan ribu token), serta dukungan multimodal yang memungkinkan pemrosesan teks, gambar, hingga audio.

Hal ini membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aplikasi chatbot, coding assistant, hingga agent AI yang lebih kompleks.

Try Galaxy S26 Series, Coba Fitur Flagship di HP Lama

Telko.id – Samsung menghadirkan pengalaman simulasi Try Galaxy untuk Galaxy S26 Series, memungkinkan pengguna merasakan inovasi flagship terbaru langsung dari ponsel Android atau iOS yang mereka miliki saat ini.

Pembaruan ini menghadirkan simulasi One UI 8.5, fitur Galaxy AI terbaru, dan pengalaman produk 3D interaktif.

Melalui Try Galaxy, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur unggulan Galaxy S26 Series tanpa harus memiliki perangkat fisiknya.

Fitur yang bisa dicoba mencakup Privacy Display, Nightography Video, Super Steady Video, serta integrasi ekosistem perangkat wearable terbaru.

Langkah ini diambil Samsung untuk memenuhi keinginan konsumen yang ingin mencoba langsung sebelum memutuskan upgrade.

“Kami memahami bahwa banyak pengguna ingin merasakan langsung inovasi terbaru sebelum memutuskan untuk beralih ke perangkat baru,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Ia menambahkan, sejak pertama kali dihadirkan pada 2022, lebih dari 84 juta konsumen global telah mengakses Try Galaxy untuk seri Galaxy S dan Foldable.

Update Try Galaxy terbaru menghadirkan pengalaman home screen One UI 8.5 yang diperbarui, lengkap dengan wallpaper hero Galaxy S26 Ultra.

Widget Galaxy AI terbaru juga disematkan, memungkinkan pengguna mencoba fitur seperti Photo Assist dan Creative Studio untuk kreasi konten yang lebih cepat dan intuitif.

Content image for article: Try Galaxy S26 Series Hadir, Coba Fitur Flagship di HP Lama

Pengguna dapat langsung merasakan performa multitasking yang ditingkatkan serta kualitas visual Privacy Display yang dirancang untuk keamanan. Untuk pengalaman kamera, simulasi Nightography Video dan Super Steady Video memberikan gambaran hasil rekaman dalam kondisi cahaya rendah dan pergerakan dinamis.

Samsung juga menyertakan pengalaman interaktif 3D untuk Galaxy S26 Series, memungkinkan eksplorasi detail perangkat secara lebih nyata. Fitur ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif sebelum konsumen melakukan pembelian.

Tidak hanya fitur inti ponsel, pembaruan Try Galaxy turut menyimulasikan integrasi ekosistem yang mulus. Pengguna dapat melihat pembaruan Galaxy Wearable serta fitur terbaru Galaxy Buds4 Pro dan Galaxy Buds4, seperti speaker 2 arah dengan Dual Amp, Audio 360, dan Hi-Fi ANC. Integrasi ini menunjukkan bagaimana Galaxy Buds4 Series mendukung aktivitas sehari-hari.

Galaxy S26 Series sendiri telah resmi dijual di Indonesia. Seri ini, termasuk varian Ultra, dapat dibeli melalui samsung.com/id dan seluruh Samsung Store. Untuk informasi lebih detail mengenai perangkat, termasuk Galaxy S26 Series dan promonya, konsumen dapat mengunjungi situs resmi.

Harga Galaxy S26 Ultra bervariasi berdasarkan konfigurasi memori. Galaxy S26 Ultra 16GB/1TB dibanderol Rp31.999.000, versi 12GB/512GB seharga Rp27.499.000, dan versi 12GB/256GB dijual Rp24.499.000.

Samsung menawarkan promo eksklusif dengan total benefit hingga Rp3,5 juta hingga 12 April 2026, termasuk cashback dan cicilan ringan.

Kehadiran Try Galaxy untuk Galaxy S26 Series memperkuat strategi Samsung dalam memperkenalkan inovasi secara digital. Pendekatan ini relevan dengan tren di industri teknologi, di mana brand seperti NVIDIA juga gencar membawa pengalaman produk langsung ke audiens target melalui berbagai platform. (Icha)  konsumen.

Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal

Telko.id – Dominasi Nvidia di pasar chip AI China mulai tergerus seiring meningkatnya adopsi chip lokal buatan perusahaan dalam negeri. Berdasarkan laporan terbaru, produsen chip China kini berhasil menguasai sekitar 41% pasar AI accelerator server di dalam negeri, menandai pergeseran besar dalam industri semikonduktor global.

Meski Nvidia masih memimpin, pangsa pasarnya turun signifikan menjadi sekitar 55%, jauh dari dominasi sebelumnya yang hampir menyentuh 90%. Penurunan ini terjadi di tengah dorongan kuat pemerintah China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem chip lokal.

Seperti dikutip Reuters (01/04/2026), berdasarkan data dari laporan IDC yang ditinjau oleh Reuters, total pengiriman kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan pembuat cip China mencapai sekitar 4 juta unit di negara tersebut pada tahun 2025.

Sejumlah perusahaan China mulai tampil sebagai pemain utama dalam pasar ini. Huawei memimpin di antara vendor lokal dengan kontribusi terbesar, disusul oleh pemain lain seperti T-Head (Alibaba), Kunlunxin (Baidu), hingga Cambricon.

Baca Juga:

Kehadiran mereka semakin memperkuat posisi chip domestik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI, terutama untuk data center dan pengembangan model AI skala besar.

Salah satu faktor utama yang mempercepat pergeseran ini adalah pembatasan ekspor chip AI dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut membatasi akses China terhadap chip canggih milik Nvidia, sehingga mendorong perusahaan dan pemerintah untuk beralih ke solusi lokal.

Selain itu, adanya kebijakan tidak resmi yang mendorong penggunaan produk dalam negeri juga turut mempercepat adopsi chip buatan China.

Transisi pangsa pasar ini semakin diakselerasi oleh manuver pemerintah pusat yang meluncurkan gelombang baru pengeluaran infrastruktur AI pada tahun 2025.

Kebijakan ini memicu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi cerdas (intelligent computing centers) di berbagai provinsi, di mana banyak di antaranya membawa arahan implisit dari pemerintah untuk secara ketat membeli produk buatan China (buy Chinese).

Meski demikian, dari sisi teknologi, chip lokal China masih belum sepenuhnya menyamai performa Nvidia. Namun, dengan dukungan pemerintah dan investasi besar-besaran, kesenjangan tersebut perlahan mulai dipersempit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah peta persaingan industri AI global, dari yang sebelumnya didominasi perusahaan Barat menjadi lebih multipolar.

China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI

Telko.id – Kota Hefei di China mulai menguji sistem robotik terintegrasi di jaringan metro sebagai bagian dari transformasi transportasi berbasis AI. Sistem ini disebut sebagai salah satu implementasi pertama “robot cluster” penuh (full-space) di transportasi publik, di mana berbagai jenis robot bekerja secara terkoordinasi dalam satu platform terpusat.

Sistem ini melibatkan penggunaan robot anjing, drone, hingga robot humanoid yang kini ditempatkan di jaringan metro untuk meningkatkan efisiensi operasional. Inisiatif ini menandai perkembangan penting dalam otomatisasi layanan publik di sektor perkeretaapian perkotaan.

Dilansir dari eWeek, inovasi futuristik ini sedang diterapkan dalam tahap uji coba di sistem metro Kota Hefei. Kota Hefei sendiri merupakan bagian dari Provinsi Anhui di China yang menjadi lokasi percontohan proyek ini.

Uji coba tersebut secara spesifik dilaksanakan pada hari Rabu (8/4/2026) untuk mengukur kapabilitas robot dalam lingkungan operasional nyata. Fokus utama pengujian adalah melihat bagaimana robot dapat berinteraksi dengan staf manusia.

Baca Juga:

Dalam implementasinya, sistem ini tidak hanya mengandalkan satu jenis robot, tetapi menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti robot humanoid, robot anjing (quadruped), drone, hingga robot inspeksi bawah kereta.

Semua robot tersebut dikendalikan melalui satu sistem dispatch berbasis AI yang mampu mengatur tugas secara real-time di seluruh area metro, mulai dari stasiun, jalur rel, hingga terowongan.

Secara fungsi, tiap robot memiliki peran berbeda. Robot humanoid digunakan untuk melayani penumpang, seperti memberikan informasi arah dan membantu navigasi di dalam stasiun. Sementara itu, robot anjing bertugas melakukan patroli keamanan di area peron, dan drone digunakan untuk memantau kondisi di area yang sulit dijangkau.

Di sisi lain, robot inspeksi khusus dapat masuk ke bagian bawah kereta untuk melakukan pengecekan teknis menggunakan sensor dan kamera beresolusi tinggi, sehingga mampu mendeteksi kerusakan lebih cepat dibanding metode manual.

“China mulai menguji sistem transportasi masa depan dengan menghadirkan robot anjing, drone, hingga robot humanoid di jaringan metro,” demikian dikutip dari laporan tersebut mengenai implementasi teknologi baru ini.

Lebih lanjut, laporan tersebut menegaskan klaim penting mengenai terobosan teknologi ini. “Teknologi ini bahkan diklaim sebagai sistem robot cluster pertama yang mampu bekerja di seluruh area stasiun dan jalur kereta,” ujar sumber berita tersebut.

Meski sudah diuji dalam kondisi nyata, sistem ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan. Ke depan, pemerintah setempat berencana menambahkan model AI yang lebih canggih agar robot dapat memahami situasi kompleks dan merespons kondisi darurat secara lebih akurat.

MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Telko.id – MODENA mengukuhkan posisinya di pasar kompor listrik Indonesia dengan produk yang telah teruji dalam kompetisi memasak bergengsi dan meraih penghargaan nasional. Portofolio kompor listrik MODENA, mulai dari model portable hingga tanam, dirancang untuk menjawab kebutuhan dapur modern dengan performa tinggi dan teknologi stabil.

Verina Winata, Head of Product Marketing MODENA, menegaskan komitmen brand terhadap kualitas yang terbukti. “Kami ingin memastikan setiap kompor listrik MODENA, baik portable maupun tanam, benar-benar bisa menjawab kebutuhan memasak yang beragam dengan fitur yang sudah terbukti,” ujarnya. Buktinya, Portable Induction MODENA digunakan dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy yang diikuti chef rumahan hingga profesional.

MODENA juga meraih Indonesia Customer Experience (ICX) Award sebagai kompor listrik paling diminati konsumen di enam kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Penghargaan ini berdasarkan survei customer experience oleh Majalah SWA pada 2025, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

Salah satu produk andalan yang diuji langsung adalah MODENA Portable Induction PI 1316. Kompor listrik portable ini menjadi perangkat utama dalam kompetisi Indonesia Memasak by Yummy di Kota Kasablanka awal April 2026. Para peserta, dari home cook hingga chef profesional, mengandalkannya untuk memasak beragam menu, dari kue hingga hidangan utama dengan teknik kompleks.

Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Muhammad Ramdani, seorang pastry cook yang berpartisipasi, membagikan pengalamannya. “Saya pakai kompor listrik MODENA untuk buat mango sauce. Dipakai untuk simmering dengan tingkatan api di level 6, panasnya cepat banget. Nggak sampai lima menit, sudah simmer dengan baik. Saus nggak cepat gosong, karena panasnya stabil dan merata,” kata Ramdani.

Keunggulan utama kompor portable ini terletak pada 10 Level Adjustable Power yang memungkinkan pengaturan panas presisi. Rentang daya dari 100 hingga 2.000 watt memberikan fleksibilitas konsumsi energi. Desainnya yang ringkas dan compact menjadikannya solusi ideal untuk dapur minimalis seperti apartemen, serta praktis untuk aktivitas di luar ruang.

Di sisi kompor listrik tanam, MODENA menghadirkan tiga pilihan model: Built-in Induction Hob BI 3321 EBBK, BI 3721 EBBK, dan BI 4725 EBBK. Produk ini dilengkapi teknologi Low Power Constant Heat yang menjawab kekhawatiran umum tentang kestabilan panas pada daya rendah. Teknologi ini memastikan input panas stabil dan konsisten, mendukung penggunaan energi yang lebih efisien tanpa fluktuasi.

Content image for article: MODENA Kompor Listrik Raih Penghargaan, Teruji di Kompetisi Masak Nasional

Seluruh induction hob MODENA memiliki panel Touch Control yang intuitif. Model BI 4725 EBBK bahkan dilengkapi Slide Control untuk pengaturan suhu yang lebih halus dan akurat. Fitur Stop & Go memungkinkan proses memasak dijeda sementara tanpa kehilangan pengaturan suhu sebelumnya. Beberapa model juga memberikan jaminan garansi seumur hidup untuk ceramic glass, menambah nilai kepercayaan konsumen.

Kombinasi inovasi, kemudahan penggunaan, dan kualitas teruji ini menjadi alasan MODENA meraih penghargaan ICX Award. Produk kompor listrik MODENA tersedia melalui MODENA Experience Center, MODENA Home Center, situs resmi www.modena.com, mitra dealer resmi, serta berbagai platform e-commerce. Keberhasilan MODENA ini sejalan dengan tren perangkat rumah tangga cerdas yang semakin diadopsi, mirip dengan visi teknologi AI untuk kemudahan hidup.

Dengan portofolio yang kuat dan pengakuan dari konsumen maupun kompetisi, MODENA memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam kategori kitchen appliances di Indonesia. Produk yang telah teruji di lapangan menjadi bukti nyata komitmen brand menghadirkan solusi memasak yang andal untuk rumah tangga modern.

IM3 dan Tri Hadirkan Akses Google Gemini via Paket Data

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi menghadirkan akses ke Google Gemini AI Plus bagi pelanggan IM3 dan Tri.

Akses ini diberikan melalui pembelian paket data bundling khusus di aplikasi myIM3 dan BIMA+, dengan masa berlaku hingga enam bulan. Kolaborasi ini merupakan kemitraan pertama di Indonesia yang menawarkan akses premium asisten AI Google melalui paket operator seluler.

Setelah sukses diuji perkenalkan kepada sebagian pengguna sejak Februari lalu, inisiatif ini kini diperluas untuk menjangkau seluruh basis pelanggan Indosat dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengerjakan tugas, mencari informasi, dan membuat konten.

“Kini pelanggan IM3 dan Tri bisa lebih mudah memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari membantu menyelesaikan pekerjaan, mengerjakan tugas sekolah atau kuliah, hingga mencari inspirasi untuk membuat konten. Cukup dengan satu paket layanan, pelanggan bisa langsung mengakses AI yang membantu mereka lebih produktif tanpa perlu berlangganan platform AI secara terpisah,” ujar Bilal Kazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Paket bundling yang ditawarkan memiliki detail dan harga berbeda untuk pelanggan IM3 dan Tri. Pelanggan IM3 dapat membeli paket IM3 SATSPAM+ dengan kuota 150GB yang berlaku 28 hari seharga Rp150.000.

Paket ini dilengkapi upgrade ke Google Gemini AI Plus untuk enam bulan, akses streaming premium, serta layanan telepon dan SMS.

Content image for article: IM3 dan Tri Hadirkan Akses Google Gemini via Paket Data

Sementara itu, pelanggan Tri dapat mengakses paket Isi Ulang Happy dengan kuota 65GB/28 hari seharga Rp100.000.

Paket ini juga menyertakan akses Google Gemini AI Plus selama enam bulan, benefit telepon dan SMS yang lebih besar, akses ke Vidio Premium, serta perlindungan dari fitur Tri AI: Anti Spam & Scam Plus+.

Google Gemini yang dihadirkan melalui kolaborasi ini dilengkapi berbagai fitur, salah satunya Deep Research untuk membantu pengguna mencari informasi, merangkum materi, dan mengeksplorasi ide dengan cepat.

Asisten AI ini juga terintegrasi dengan layanan Google seperti Gmail, Drive, dan Photos, memudahkan pengguna dalam belajar, bekerja, dan berkreasi.

Sebagai nilai tambah, pelanggan yang membeli paket bundling juga akan mendapatkan bonus penyimpanan cloud sebesar 200GB di Google Cloud Storage.

Ruang penyimpanan ini dapat digunakan untuk menyimpan berbagai file penting seperti dokumen, tugas, foto, dan video.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan mitra industri untuk terus memperluas manfaat AI yang inovatif agar dapat diakses secara inklusif.

Melalui kolaborasi ini, Indosat dan Google menjalin kemitraan pertama di jenisnya di Indonesia,” ujar Rohan Tiwary, Director Global Platform & Device Partnerships, Google APAC.

Rohan menambahkan bahwa Gemini dirancang sebagai asisten AI yang personal, andal, dan proaktif untuk membantu tugas sehari-hari. Kolaborasi dengan Indosat diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat Indonesia di era digital.

Kehadiran Google Gemini melalui IM3 dan Tri merupakan bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat untuk menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Indosat tidak hanya fokus pada penyediaan konektivitas, tetapi juga membantu pelanggan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Kolaborasi operator dengan penyedia AI besar seperti Google menunjukkan tren integrasi layanan yang semakin dalam.

Sebelumnya, perangkat Samsung juga telah mengintegrasikan Gemini untuk fungsi pendamping perjalanan.

Di sisi lain, persaingan di pasar AI global terus memanas, di mana pertumbuhan ChatGPT dilaporkan mulai melambat sementara pesaing seperti Gemini terus mengejar.

Inisiatif serupa juga terlihat dari perusahaan teknologi lain. Apple dikabarkan akan memamerkan Siri yang ditenagai oleh Google Gemini dalam waktu dekat.

Sementara itu, inovasi Gemini terus berkembang, termasuk kemampuan untuk membuat musik dari teks, yang memperluas fungsionalitasnya di luar tugas konvensional.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu semakin banyak masyarakat memanfaatkan AI dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, kami ingin teknologi ini dapat mendukung masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkarya dengan cara yang lebih mudah, kreatif, dan produktif,” tutup Bilal Kazmi.

Dengan kemitraan ini, Indosat dan Google membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi AI premium di Indonesia.

Pelanggan seluler kini dapat menikmati manfaat asisten AI canggih tanpa perlu berlangganan terpisah, sekaligus mendapatkan paket data dan benefit tambahan lainnya dalam satu transaksi. (Icha)

Kaspersky Ungkap Bisnis dan Adopsi SOC di Indonesia

Telko.id – Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran keamanan siber.

Perusahaan keamanan siber global ini mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 3% year-on-year (YoY) di Indonesia pada 2025, dengan segmen B2C melonjak 48% YoY.

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyatakan komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia.

“Tahun lalu, kami menunjuk Country Manager pertama kami di Indonesia, Defi Nofitra, sebagai tanda keseriusan kami. Tahun 2025 merupakan awal yang baik baginya dan timnya yang semakin berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kematangan keamanan siber Indonesia yang semakin maju, Kaspersky mengharapkan tahun yang lebih kuat ke depannya.

Lanskap ancaman di Indonesia memang semakin kompleks. Data Kaspersky menunjukkan 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu.

Selain itu, 20% perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan. Situasi ini mendorong banyak organisasi untuk beralih ke pendekatan keamanan yang lebih proaktif.

Secara global, Kaspersky mencatat penjualan bersih mendekati USD 836 juta pada 2025, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh portofolio produk B2B yang naik 16% YoY.

Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan secara keseluruhan juga +4% YoY, dengan segmen enterprise meroket 22% YoY dan segmen non-endpoint tumbuh impresif 40% YoY.

Adopsi SOC dan Tantangan Integrasi AI

Sebagai respons terhadap lanskap ancaman yang dinamis, banyak perusahaan Indonesia mulai melihat pentingnya membangun Pusat Operasi Keamanan atau Security Operations Center (SOC).

SOC adalah unit khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI secara berkelanjutan.

Menurut penelitian Kaspersky, 58% pemimpin TI di Indonesia percaya bahwa SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.

Lebih lanjut, 65% perusahaan mengakui kemungkinan berencana meningkatkan SOC dengan integrasi Kecerdasan Buatan (AI), dengan 53% menyatakan alasan utamanya adalah meningkatkan efektivitas deteksi ancaman.

Namun, jalan menuju SOC yang diperkuat AI tidak tanpa hambatan. Studi yang sama mengungkap tantangan utama, termasuk kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi (47%), kurangnya spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal (37%), dan kurangnya solusi yang sesuai di pasaran (29%).

Tantangan ini selaras dengan upaya lebih luas untuk meningkatkan talenta keamanan siber di tanah air.

Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan terpadu.

“Organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk deteksi dini dan respons insiden yang cepat,” komentarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan siber Indonesia secara menyeluruh.

Solusi dan Rekomendasi Kaspersky

Untuk menjawab kebutuhan pasar, Kaspersky telah membangun SOC generasi berikutnya yang mengintegrasikan AI untuk deteksi, respons, dan otomatisasi yang lebih baik.

Implementasinya diperkuat dengan integrasi sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan intelijen ancaman real-time.

Solusi ini bertujuan meningkatkan visibilitas, mengurangi waktu deteksi (MTTD) dan waktu respons (MTTR), serta mendukung kepatuhan regulasi.

Bagi perusahaan yang ingin mulai membangun SOC, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi kunci. Pertama, penting untuk memastikan karyawan memiliki keterampilan teknis yang memadai melalui pelatihan rutin yang fokus pada keamanan sistem industri.

Kedua, melakukan penilaian keamanan secara berkala dan pembaruan tepat waktu pada komponen jaringan.

Kaspersky juga menyarankan perusahaan untuk berinteraksi dengan layanan Kaspersky SOC Consulting selama penyiapan awal.

Selain itu, meningkatkan kinerja keamanan dengan solusi seperti Kaspersky SIEM yang didukung AI, serta melindungi perusahaan dengan lini produk Kaspersky Next yang menyediakan kemampuan EDR dan XDR.

Upaya kolaborasi semacam ini sejalan dengan inisiatif lain seperti sinergi keamanan siber yang dilakukan oleh pemain industri.

Dengan pertumbuhan bisnis yang tercatat dan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan melalui SOC, Kaspersky menegaskan posisinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih aman.

Adrian Hia menyatakan bahwa posisi strategis perusahaan di Asia Pasifik siap untuk mengamankan perluasan digital di kawasan, termasuk Indonesia, yang tengah gencar melakukan transformasi digital dan adopsi cloud. (Icha)

Pabrik Robot Humanoi d di China, Produksi Hanya Butuh 30 Menit!!

0

China kembali menunjukkan ambisinya di industri robotika dengan mengoperasikan pabrik yang mampu memproduksi robot humanoid hanya dalam waktu sekitar 30 menit per unit. Fasilitas ini berlokasi di Guangdong dan menjadi salah satu lini produksi robot humanoid paling efisien di dunia saat ini.

Pabrik robot humanoid pertama di China ini memiliki kapasitas produksi besar, hingga 10.000 robot humanoid per tahun. Pabrik ini dibuat hasil kerja sama antara perusahaan robot Leju Robotics dengan Dongfang Precision Science and Technology ini.

Bagi Leju Robotics, kemampuan memproduksi hingga 10.000 unit robot menjadi nilai penting untuk menarik investor sekaligus membuktikan bahwa bisnis mereka layak dan serius dikembangkan.

Untuk merakit robot humanoid, pabrik ini mengintegrasikan 24 tahap perakitan dan 77 titik inspeksi. Dengan dukungan tersebut, pabrik ini mampu mencetak satu robot dalam 30 menit, 50 persen lebih efisien ketimbang metode perakitan konvensional.

Baca Juga:

Sebelum meninggalkan jalur produksi, setiap robot juga menjalani 41 uji simulasi kondisi kerja, guna memastikan bahwa setiap robot humanoid mampu bergerak melampaui demonstrasi dan masuk ke operasi industri.

Tren ini juga terlihat pada perusahaan robotika China lainnya yang sama-sama mengejar skala produksi besar. Agibot, misalnya, baru saja mengumumkan robot humanoid ke-10.000 mereka.

Sementara itu, Unitree Robotics tengah mencari pendanaan sekitar 580 juta dollar AS untuk mendukung pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi hingga 75.000 unit per tahun.
Di sisi lain, UBTech Robotics menargetkan produksi 5.000 unit robot per tahun dengan tujuan menekan harga agar bisa di bawah 20.000 dollar AS per unit.a

Ini menunjukkan bahwa tantangan industri robot humanoid saat ini bukan hanya soal produksi massal, tetapi juga memastikan kemampuan AI dan software di dalam robot benar-benar matang.

Perkembangan ini menegaskan bahwa China sedang mendorong percepatan besar di sektor robot humanoid, dengan fokus pada produksi massal dan efisiensi biaya.
Jika tren ini berlanjut, robot humanoid berpotensi menjadi lebih terjangkau dan mulai digunakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan.

OS Super Aman Dibobol AI, Tanpa Bantuan Manusia

Telko.id – Dunia keamanan siber diguncang setelah sebuah sistem AI dilaporkan berhasil mebobol salah satu sistem operasi yang dikenal sangat aman, yaitu FreeBSD, tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan AI kini sudah melampaui fungsi sebagai alat bantu, dan mulai bertindak sebagai ‘peretas’, mandiri dalam skenario nyata.

Mengutip dari Tekno Kompas, kabar mengejutkan ini diungkapkan oleh pakar teknologi siber, Amir Husain, dalam sebuah laporan analisis yang diterbitkan di Forbes. Insiden peretasan ini menjadi sebuah sinyal peringatan keras bahwa kemampuan AI telah berevolusi jauh.

AI kini telah bertransformasi menjadi aktor utama yang mampu meluncurkan operasi siber penyerangan tingkat tinggi terhadap sistem produksi yang sangat kompleks.

Dalam laporannya, Husain memaparkan bahwa model AI yang dibangun menggunakan Claude besutan Anthropic, berhasil menemukan pada celah kerentanan kritis di kernel FreeBSD (kode CVE-2026-4747).

Claude tersebut mampu menemukan celah kritis pada sistem, lalu menyusun serangan secara lengkap hingga berhasil mendapatkan akses tingkat tinggi (root).

Yang mengejutkan, proses yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu bagi peretas profesional bisa diselesaikan AI hanya dalam hitungan jam sekitar 4 hingga 8 jam saja.

Baca Juga:

Lebih sekedar dari menyalin kode, AI ini mampu bekerja layaknya ahli keamanan siber. Ia dapat menguji berbagai skenario, memperbaiki kesalahan saat eksploitasi gagal, hingga membangun rantai serangan kompleks secara mandiri. Bahkan, AI juga bisa membuat lingkungan uji sendiri untuk memastikan serangan berjalan efektif sebelum diterapkan ke sistem target.

Meski disebut ‘tanpa bantuan manusia’, tetap ada peran manusia di tahap awal, seperti memberikan tujuan dan menyiapkan sistem. Namun setelah itu, AI dapat menjalankan seluruh proses teknis secara mandiri.

Inilah yang membuat banyak ahli mulai khawatir, karena batas antara alat bantu dan pelaku serangan kini semakin tipis.

Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam lanskap keamanan digital. Jika sebelumnya serangan tingkat tinggi hanya bisa dilakukan oleh kelompok dengan keahlian khusus, kini AI berpotensi menurunkan hambatan tersebut, membuat serangan menjadi lebih cepat, murah, dan mudah diulang.

Dampaknya, ancaman siber di masa depan bisa berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan pertahanan yang ada saat ini.

Ke depan, para ahli menilai dunia siber akan memasuki fase baru, di mana pertarungan tidak lagi hanya antara manusia, tetapi juga antara sistem AI yang saling menyerang dan bertahan.
Kondisi ini memaksa perusahaan dan organisasi untuk memperkuat sistem keamanan mereka, karena pendekatan lama mungkin tidak lagi cukup menghadapi ancaman berbasis kecerdasan buatan.

Motorola Umumkan Moto G Stylus dan Moto Pad 2026

Telko.id – Motorola secara resmi mengumumkan kehadiran dua perangkat baru, yaitu Moto G Stylus (2026) dan Moto Pad (2026). Pengumuman ini menandai kembalinya lini G Stylus serta masuknya Motorola ke pasar tablet dengan nama Moto Pad.

Kedua produk ini diumumkan langsung oleh Motorola melalui saluran komunikasi resminya. Kehadiran Moto Pad (2026) menjadi langkah strategis Motorola untuk memperluas portofolio perangkatnya di luar smartphone, sementara Moto G Stylus (2026) melanjutkan warisan seri G yang dilengkapi stylus.

Meskipun pengumuman telah dilakukan, detail spesifikasi teknis, harga, dan tanggal rilis resmi untuk kedua perangkat ini belum diungkap lebih lanjut oleh Motorola. Informasi yang beredar masih terbatas pada nama dan keberadaan produk tersebut.

Peluncuran Moto G Stylus (2026) ini mengikuti tren perangkat yang mendukung input stylus, yang semakin populer untuk produktivitas dan kreativitas. Sebelumnya, bocoran Moto G Stylus telah beredar, mengisyaratkan minat pasar yang tetap tinggi terhadap fitur ini.

Kehadiran Moto Pad (2026) menandai babak baru bagi Motorola. Perusahaan ini sebelumnya lebih fokus pada pasar smartphone, termasuk seri lipat dan flagship. Dengan meluncurkan tablet, Motorola memasuki arena yang telah diisi oleh pemain seperti Apple, Samsung, dan vendor Android lainnya.

Lanskap pasar tablet sendiri terus berkembang dengan hadirnya perangkat-perangkat baru yang menawarkan performa tinggi. Baru-baru ini, Vivo Pad 6 Pro juga diluncurkan dengan membawa chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, menunjukkan persaingan yang ketat di segmen tablet premium.

Strategi Motorola dengan Moto Pad (2026) akan menarik untuk disimak, mengingat perusahaan ini memiliki sejarah panjang dalam perangkat mobile. Integrasi ekosistem antara smartphone Motorola, seperti seri Razr yang inovatif, dengan tablet baru ini mungkin menjadi nilai jual yang ditawarkan.

Motorola sendiri telah aktif memamerkan inovasi terbarunya di berbagai ajang teknologi. Seperti pada Lenovo Tech World 2026, perusahaan memperkenalkan konsep perangkat futuristik dan teknologi AI. Pengalaman tersebut mungkin akan diterjemahkan ke dalam fitur-fitur di Moto Pad dan Moto G Stylus (2026).

Fokus pada AI juga menjadi tren yang tidak terelakkan. Dalam bocoran perangkat lain, seperti Motorola Razr 70 Ultra, disebutkan adanya tombol AI khusus. Bisa jadi, kemampuan AI juga akan menjadi bagian dari pengalaman pengguna di dua perangkat yang baru diumumkan ini.

Pengumuman Moto G Stylus (2026) dan Moto Pad (2026) ini menunjukkan komitmen Motorola untuk tetap relevan di pasar perangkat mobile yang dinamis. Perusahaan tidak hanya mengandalkan lini smartphone lipat andalannya, tetapi juga berani berekspansi ke kategori produk baru.

Para penggemar dan konsumen kini menunggu informasi lebih detail dari Motorola mengenai spesifikasi, harga, dan kapan kedua perangkat ini akan tersedia secara global. Keberhasilan Moto Pad (2026) di pasar akan sangat bergantung pada proposisi nilai yang ditawarkannya dibandingkan dengan pesaing yang telah mapan.

Sementara itu, untuk seri Moto G Stylus (2026), tantangannya adalah menghadirkan nilai tambah stylus dengan harga yang kompetitif di segmen mid-range, di mana persaingan juga semakin ketat. Kedua peluncuran ini akan menjadi ujian bagi strategi produk Motorola di tahun 2026.