spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1783

Project Loon Tidak Akan Dapat Ijin Nomor dari Pemerintah

0

Beberapa hari lalu, tiga operator besar di Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama dengan Google untuk Project Loon. Penandatanganan ini ternyata menuai banyak protes karena dianggap tidak berpihak pada teknologi murah dan hasil karya anak bangsa yakni Open BTS.

Project Loon ini juga membuat ketar-ketir para pemain tower. Soalnya, konsep teknologinya adalah balon udara yang memuat ‘BTS’, sehingga tidak membutuhkan lagi tower untuk menaruh peralatan lain. Padahal, industry tower ini cukup banyak menyerap tenaga kerja. Baik yang formal maupun tidak, yang berada di lapangan.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika pun menyatakan bahwa tidak ada keberpihakan terhadap pihak mana pun. “Keberpihakan kami adalah pada masyarakat Indonesia. Kalau itu memberikan dampak yang positif dan memberikan layanan yang murah tentu akan dioperasikan. Tapi, untuk project Loon ini sendiri masih dalam rangka uji coba”.

Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan bahwa, Indonesia harus membuka lebar terhadap teknologi yang ada supaya mengerti, mana yang baik dan memang dibutuhkan. Jadi, kalau open BTS mau melakukan uji coba atau teknologi lainnya mau uji coba silahkan saja.

Project Loon memang ketika uji coba harus melakukan interkoneksi dengan tiga operator yakni Telkomsel, XL Axiata dan Indosat. Pasalnya, Google sebagai pembawa teknologi ini tidak akan diberikan ijin nomor. Dan hanya diijinkan untuk wilayah yang terpencil dan belum terjangkau oleh operator.

Dalam prakteknya, Project Loon akan menggunakan balon udara bertenaga matahari yang akan mengudara di ketinggian sekitar 20 km di atas permukaan laut yang befungsi layaknya menara pemancar.

Masa percobaan Project Loon sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2016 mendatang. Frekuensi yang digunakan untuk project Loon ini melalui 4G LTE di frekuensi 900 Mhz. (Icha)

 

Emerson Network Power Tunjuk Distibutor Baru di Indonesia

0

JakartaEmerson Network Power kembali menunjukkan dukungannya terhadap pertumbuhan pasar usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dengan menunjuk PT. Sarana Energi Internusa sebagai distributor terbaru Emerson di Indonesia. PT SEI menjadi bagian dari distributor Emerson dalam menawarkan teknologi dan solusi terbaik di kelas dalam hal daya, panas, dan manajemen infrastruktur bagi UKM di Indonesia dan memungkinkan mereka untuk menjadi lebih kompetitif di tengah tren teknologi yang terus berkembang.

Solusi utama yang ditawarkan oleh PT SEI adalah Liebert GXT4, solusi uninterruptible power supply (UPS) on-line yang memberikan daya AC terus menerus dengan kualitas tinggi ke peralatan yang terkoneksi dengannya dan tidak memiliki gangguan saat ditransfer ke baterai. Liebert GXT4 melindungi peralatan penting dari seluruh gangguan daya yang diakibatkan oleh pemadaman, penurunan dan pengurangan daya, lonjakan daya atau gangguan suara.

Laporan terbaru dari Frost & Sullivan memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar di Asia Tenggara dengan adopsi Internet of Things (IoT) tertinggi; dan pertumbuhan pelanggan telepon selular yang semakin meningkat berarti semakin semakin banyak aplikasi komputasi yang digunakan pada jaringan.

Di Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu pengadopsi tercepat dalam hal teknologi. Perusahaan menyadari pentingnya manfaat TI demi pertumbuhan karena semakin banyak masyarakat Indonesia yang tahu bahwa masuk ke dalam jaringan (online) itu mudah. Agar tetap kompetitif, UKM perlu berinvestasi pada infrastruktur penting yang bisa diandalkan untuk mendukung dan memungkinkan pengadopsian tren teknologi terbaru,” ungkap Susilo Hadi Sumarsono, Country Manager, Emerson Network Power, Indonesia dalam keterangan resminya, Kamis (5/11).

PT. SEI adalah distributor peralatan listrik dan TI terdepan di Indonesia dan mereka bermitra dengan vendor-vendor global untuk mendistribusikan produk-produk berkualitas tinggi. Mereka didukung oleh tim penjualan dan layanan berpengalaman sehingga mampu menjadi distributor pilihan.

Kami sangat senang PT SEI bisa menjadi distributor Emerson. Pengalaman mereka yang mendalam ditambah dengan portofolio produk kami yang komprehensif memungkinkan kami menjangkau lebih banyak lagi pelanggan di Indonesia dan mendukung lebih banyak kebutuhan dari peralatan penting,” ujar Mario Tjandra, Regional Manager of the Channel Business for Emerson Network Power in Asia.

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Andre Kohardinata, Manager PT. SEI. Menurutnya, kerjasama terbaru dengan Emerson Network Power ini tidak hanya meningkatkan penawaran produk dan layanan PT SEI, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam memberikan layanan kelas dunia kepada pelanggannya di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari Emerson, kami akan membawa solusi mereka lebih dekat ke lebih banyak pelanggan dan memenuhi permintaan dari UKM,” katanya.

Selain memberikan akses penuh terhadap seluruh portofolio produk mereka, Emerson Network Power juga mendukung distributornya, baik lokal maupun di Asia, dengan memberikan dukungan teknis dan penjualan agar mereka bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Green Manufacturing ala Foxconn

0

 Foxconn sudah lama menjadi partner bagi Apple dalam memproduksi device untuk produsen asal Amerika tersebut. Sejalan dengan itu, kedua perusahaan secara berkesinambungan terus meningkatkan lagi kerjasamanya. Salah satu program kemitraan yang saat ini sedang dijalankan berkaitan dengan energy.

Saat ini, Foxconn sedang membangun pembangkit energi  tenaga surya 400 megawatt .  Lokasi proyek ini di Henan, China. Rencananya akan selesai pada tahun 2018. Sebagai proyek pertama di program ini, Foxconn berkomitmen untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di Zhengzhou. Di mana, produksi final iPhone dilakukan.

Sebagai pemain terbesar di manufaktur elektronik skala global, keberlangsungan usaha penjadi pilar penting bagi Foxconn. Hal itu yang membuat Foxconn harus melakukan investasi yang signifikan menuju green manufacture. Teknologi inovatif pun diterapkan sehingga standar tertinggi untuk mendukung tujuan tersebut dapat  tercapai. Termasuk juga efisiensi energi, perlindungan terhadap lingkungan dan mempromosikan greener ecosystem di industri saat ini dan ke depan.

“Kami sangat antusias untuk memulai inisiatif ini dengan Apple. Perusahaan kami berbagi  visi untuk  keberlanjutan bisnis ke depannya dan saya berharap bahwa ini proyek energi  terbarukan akan berfungsi sebagai katalis bagi upaya terus mempromosikan ekosistem hijau dalam industri kami dan di luar, ” ujar Terry Gou, pendiri dan CEO Foxconn Technology Group menjelaskan.

“Keberlanjutan bisnis ini merupakan pilar inti dalam strategi Foxconn dan Apple berkomitmen untuk berinvestasi di bidang manufaktur hijau. Foxconn juga merasa harus bertanggung jawab, melindungi udara dan air, dan mengembangkan terus  energi bersih. Semua itu menjadi jantung dari komitmen Apple ke China,” ujar Lisa Jackson,  Wakil President Apple bidang Lingkungan, Kebijakan dan Inisiatif Sosial.

Selanjutnya, Lisa juga menyatakan bahwa sebenarnya proyek yang dilakukan tersebut akan lebih membantu kesinambungan proyek Apple di Cina sehingga diperlukan untuk adopsi energi yang terbarukan tersebut.

Apple telah mengambil langkah-langkah yang signifikan untuk melindungi lingkungan dengan transisi dari bahan bakar fosil ke energi bersih. Saat ini perusahaan powering 100 persen dari operasinya di China dan Amerika Serikat, dan lebih dari 87 persen dari operasi di seluruh dunia, dengan energi terbarukan.

Selain itu, Foxconn juga akan melakukan integrasi server ke dalam bisnis produk telekomunikasinya. Hal ini di dorong oleh kondisi di mana cloud computing data center saat ini sudah berkembang pesat. Dari murni server menjadi full system integration yang meliputi server, storage dan switch jaringan. Bahkan sudah banyak suplier yang upgrade lini produk nya untuk memenuhi permintaan pasar yang baru. Langkah ini juga mengurangi kemungkinan klien untuk minta potongan harga.

Selain Foxconn, perusahaan  ODM lain seperti Quanta dan Inventec, kemudian vendor server Dell pun sudah mengintegrasikan storage dan network serta mengalihkan ke server solution. Targetnya adalah layanan small cloud computing.

Foxconn baru-baru bermitra dengan Hewlett-Packard (HP) untuk mendirikan perusahaan patungan dan berharap mendapat order dari Facebook, Amazon dan penyedia layanan komputasi awan lapis kedua. Saat ini, Foxconn baru mendapatkan pesanan dari Microsoft untuk platform Azure nya. (Icha)

Lenovo Hadirkan Device 4G Harga Sejutaan

0

Proses refarming 4G di 1800 Mhz yang di gelar oleh pemerintah bersama beberapa operator selular akan selesai pada akhir bulan ini. Beberapa vendor smartphone pun sedang berlomba-lomba guna menghadirkan smartphone berteknologi 4G yang berjalan di 1800 Mhz dengan harga yang terjangkau.

Seperti diketahui, ekosistem 4G meliputi Network, Device dan Application. Untuk Network, bisa dipastikan hampir selesai. Sementara device, Lenovo tampaknya mengambil start lebih dulu dengan menghadirkan Lenovo seri A2010.

Lenovo A2010 adalah smartphone teranyar seri A milik Lenovo yang menyasar kalangan Entry Level. Smartphone 4G ini adalah hasil dari rakitan Lenovo di pabrik barunya di Serang, Banten.

Ini adalah wujud dari Lenovo guna menghadirkan device 4G yang terjangkau bagi kalangan masyarakat Indonesia.

Smartphone ini di banderol dengan harga Rp.999.000. Harga ini khusus bagi pembeli di channel e-commerce JD. Salah satu raksasa e-commerce asal Tiongkok yang mulai merambah pasar Indonesia.

Seperti biasa, Lenovo menggunakan strategi penjualan Online To Offline untuk penjualan smartphonenya. Dengan menerapkan harga offline lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga online dari produk teranyar Lenovo ini.

Selain A2010, Lenovo juga memperkenalkan varian lain dari smartphone Affordable mereka yakni, Lenovo A6010. Smartphone ini juga di rakit di Pabrik yang sama dengan A2010.

Adrie Suhadi, Country Lead Smartphone Division Lenovo Indonesia mengungkapkan, “Indonesia merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di di Dunia dan kami berkomitmen untuk melayani pasar dalam negeri dengan produk yang di buat di Indonesia agar teknologi dan fitur kelas dunia dapat dijangkau dengan cepat oleh konsumen di Indonesia,” tuturnya.

Kedepannya pabrik perakitan di Indonesia tidak hanya merakit smartphone seri entry level saja, namun juga akan merakit smartphone High End dengan standarisasi Lenovo. Hanya saja Adrie belum dapat memprediksikan kapan waktunya. Sebab, saat ini proses perakitan di Indonesia ini masih dalam tahap belajar. Nanti akan dievaluasi untuk kemudian ditingkatkan untuk perakitan smartphone.

Mengenai device 4G dengan harga satu jutaan, sebenarnya di Indonesia telah tersedia beberapa jenis headset seperti, Polytron ZAP, Lenovo A6000, keluarga Andromax 4G, serta Powerphone milik Bolt. Namun dua nama belakang tersebut hanya bisa digunakan oleh simcard Smartfren dan Bolt saja. Praktis hanya Polytron selaku vendor lokal yang berani menghadirkan headset 4G dengan harga yang terjangkau.

Hadirnya dua varian entry Level terbaru dari Lenovo ini nantinya akan semakin memperkaya pilihan konsumen dalam hal smartphone 4G dengan harga satu jutaan. Yang membedakan hanyalah spesifikasi dan brand awareness yang masih melekat di benak para konsumen. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan semakin mudah untuk menikmati pengalaman berinternet dengan teknologi generasi keempat itu.(AK/Icha)

Demi Muluskan TKDN, Lenovo Hadirkan Pabrikasi di Indonesia

0

Aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN mewajibkan setiap produsen yang mau berjualan smartphone 4G setidaknya memiliki 30% kandungan dalam negeri.  Memang sejatinya mulai berlaku pada 1 Januari 2017 mendatang. Namun, beberapa vendor smartphone tengah melakukan proses guna memenuhi target aturan tersebut.

Seperti di ketahui, refarming 4G pada 1800 Mhz yang di gelar oleh beberapa operator selular di perkirakan selesai pada akhir November ini, Hal itulah yang menjadi salah satu alasan dari Lenovo untuk segera memenuhi standar TKDN guna dapat memasarkan smartphone 4G mereka di Indonesia.

Sebagai informasi, upaya Lenovo ini bukanlah membangun sebuah pabrik di Indonesia, melainkan hanya melakukan pabrikasi atau perakitan device 4G saja di Indonesia. Langkah ini dilakukan bekerjasama dengan Tridharma Kencana (TDK). Jadi, beberapa tipe produk sudah dirakit di pabrik milik TDK ini yang terletak di Serang, Banten. Sisanya, masih mengimpor produk dari Taiwan.

Adrie Suhadi, Country Lead Smartphone Division Lenovo Indonesia menjelaskan, “Menurut laporan IDC, Lenovo menjadi nomor 1 untuk kategori smartphone 4G LTE di Indonesia, Disisi lain, pemerintah juga saat ini telah mengelurakan regulasi TKDN guna mendorong pabrikasi produk TIK di Indonesia dan kami bangga menjadi vendor smartphone pertama yang mematuhi regulasi tersebut,”jelasnya.

Pada tahap awal, proses perakitan ini baru menggunakan 20% kandungan lokal dan secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 30% pada awal 2017.

Kandungan lokal tersebut saat ini baru meliputi charger, kabel, earphone, SDM, dan peralatan yang diinvestasikan oleh Lenovo dan TDK di dalam negeri. Tahap selanjutnya akan masuk desain atau adaptasi lokal bersama, preload aplikasi – terutama yang dikembangkan bersama dan terakhir adalah pembuatan Toko dan cloud. Semua proses itu diharapkan sudah dapat terealisasi maksimal 3 tahun ke depan.

Dalam pabrikasi ini, Lenovo menyumbangkan sistem dan stadarisasi produksi. Sisanya, tenaga kerja, lahan dan bangunan berasal dari pihak TDK.

Adrie juga menjelaskan proses perakitan di Indonesia baru berjalan selama 1 Bulan dengan kapasitas produksi di pabrik tersebut sekitar 75 ribu hingga 150 ribu unit perbulannya atau 1.5 juta pertahun.

Sementara itu, Menteri Kominfo Rudiantara mengungkapkan saat ini Indonesia sedang menuju Broadband Country. Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari laporan operator, saat ini sudah ada 10 juta smartphone 4G yang tercatat. Hal ini bagus karena ketika network belum siap, device sudah tersedia banyak.

Terkait dengan pabrikasi Lenovo, Rudiantara mengungkapkan, “Saya mengucapkan selamat kepada Lenovo dalam hal membangun pabrikasi di Indonesia, walaupun baru 20% TKDN, namun pada tanggal 1Januari 2017 diharapkan sudah 30%,”

Rudiantara juga mengharapkan kedepannya headset 4G Lenovo akan berada pada harga di bawah 1 juta.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah inisiasi dari Lenovo ini bertujuan untuk memajukan industri di Indonesia dan membuka banyak tenaga kerja disini atau hanya sebagai “pemulus” dari TKDN saja.(AK/Icha)

Smartfren Targetkan Migrasi Sejuta Pengguna di Akhir Tahun

0

Pengguna Smartfren saat ini tercatat sekitar 12 juta pelanggan. Dari kesemua pelanggan tersebut hanya sedikit sekali yang telah melakukan migrasi ke jaringan 4G LTE. Seperti diketahui, saat ini para pengguna Smartfren baik voice maupun data masih menggunakan jaringan EVDO.

Untuk voice sejatinya terjadi beberapa masalah, karena pada jaringan 4G nantinya fitur voice akan sangat sulit di lakukan pasalnya belum banyak device yang mendukung teknologi VoLTE. Hal itulah yang membuat, saat ini banyak pelanggan yang menggunakan aplikasi untuk mengakses voice melalui jaringan data.

Roberto Saputra selaku Direktur Smartfren mengungkapkan, “challange masih ada di sisi ekosistem spektrum dan saat ini device VoLTE  masih terlalu sedikit,” tuturnya pada sesi doorstop.

Sementara itu berbicara mengenai migrasi, Roberto menyebut saat ini baru sekitar 100 ribu pengguna yang beralih ke jaringan 4G dari total 12 juta pengguna EVDO mereka.

Ia juga menjelaskan, selama masih ada permintaan dari pengguna untuk EVDO mereka masih terus menjaga EVDO.

“Selama ada demand dari pengguna, smartfren tidak akan meninggalkan EVDO, Tantangan kami saat ini masih dari sektor edukasi 4G,” jelasnya.

Mereka juga menargetkan, sebanyak 1 juta pelanggan bermigrasi ke jaringan 4G hingga akhir tahun ini.

Roberto menyebutkan bahwa improve jaringan, device dan service adalah tiga cara Smartfren untuk merangsek ke pasar 4G mengingat 3 Operator besar mulai bisa menyelenggarakan 4G di 1800 Mhz pada akhir tahun ini akan semakin gencar pada tahun 2016 mendatang.

Untuk merealisasikan target migrasi mereka, Smartfren menghadirkan beberapa device seri Andromax dengan harga terjangkau, Lalu menghadirkan paket 4G murah serta masih menggelar program Trade in di Galeri Smartfren.

Untuk program Trade In sendiri, para pengguna lama akan di berikan potongan harga khusus yang bervariasi tergantung dari total pemakaian mereka pada jaringan EVDO.

Mengenai jumlah pengguna 4G, terlihat ada peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini saja Smartfren telah mengantungi sekitar 300 sampai 400 ribu pengguna baru jika dilihat dari device mereka yang dijual.

Roberto menegaskan, Target Smartfren sendiri sekitar 800 ribu pengguna baru hingga akhir tahun ini. (AK/Icha)

Samsung Galaxy J2 Perkaya Ekosistem 4G Smartfren

0

Jakarta – Smartfren yang sedang gencar-gencarnya untuk mengajak penggunanya bermigrasi ke 4G, kembali hadir dengan pilihan handset berkualitas. Kali ini, pabrikan ponsel yang digandengnya adalah Samsung, dengan smartphone bertajuk Galaxy J2 besutannya.

Kerjasama ini juga sekaligus menunjukan keseriusan Smartfren dalam pasar OMH (Open Market Handset). Sebagai informasi, sebelumnya Smartfren juga telah menghadirkan beberapa pilihan Andromax 4G dengan harga yang cukup terjangkau.

“ini adalah sebuah langkah dimana Smartfren bekerjasama dengan brand global dan saya yakin ini akan menjadi strategi yang sangat baik dimana teknologi 4G dari Smartfren bertemu dengan handset canggih milik Samsung,” ungkap Roberto Saputra, Direktur Smartfren di Jakarta, Rabu (4/11).

Roberto juga mengungkapkan kerjasama ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam hal penetrasi jaringan 4G.

Samsung Galaxy J2 juga dilengkapi dengan program bundling dari Smartfren. Paket bundling tersebut meliputi bonus kuota data sebesar 4,5 GB yang terbagi menjadi dua yakni 1.5 GB kuota reguler dan 3GB internet malam. Bonus kuota ini hanya bisa dinikmati para pengguna sampai dengan 7 hari setelah aktivasi.

Sukoco Purwokardjono, Head Of Device Smartfren menyebutkan, “Semua produk Samsung 4G yang hadir di Indonesia sudah compile dengan peraturan TKDN dari Pemerintah.”

Samsung Galaxy J2 hadir dengan dua slot sim card, yakni slot 1 untuk smartfren dan slot kedua untuk kartu GSM. Sejatinya, Samsung Galaxy J2 ini belum mendukung Carier Agregation(CA) milik Smartfren. Pun demikian dengan layanan suara (voice), sehingga pengguna hanya bisa menikmati jaringan data saja. Itupun bukan paket internet “True Unlimited” yang belum lama ini diluncurkan oleh Smartfren.

Samsung Galaxy J2 dibamderol dengan harga Rp. 1.999.000 dan sudah tersedia di galeri Smartfren dan tradisional market.

Program Trade in

Masih dalam rangka mendorong para penggunanya untuk bermigrasi ke jaringan 4G, Smartfren juga tetap membuka kesempatan bagi pengguna CDMA-nya dengan memberikan potongan harga. Hal ini sejatinya juga menjadi salah satu strategi Smartfren dalam hal migrasi pengguna ke jaringan 4G.

Erik Meijer Jadi Presiden Direktur Baru telkomtelstra

0

Jakarta – Telkomtelstra, Joint Venture antara Telkom Indonesia dan Telstra yang berbasis di Jakarta, hari ini secara resmi mengumumkan Erik Meijer sebagai Presiden Direktur yang baru, efektif per 1 Desember 2015.

Erik Meijer telah bekerja di Indonesia selama 22 tahun terakhir dan telah menjabat berbagai posisi manajemen senior di industri teknologi informasi dan komunikasi Indonesia. Ia akan menggantikan Phill Sporton yang telah memimpin telkomtelstra sejak awal berdirinya perusahaan ini dan akan kembali ke Australia untuk menduduki posisinya di Telstra.

“Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, kami sangat senang bisa mendapatkan seorang kandidat dengan kemampuan sekaliber Erik Meijer, yang kami yakini dapat mendukung upaya kami dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan sejak telkomtelstra didirikan,” ungkap David Burns, Group Managing Director Telstra Global Service dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11).

Burns menambahkan, perusahaan juga sangat berterima kasih kepada Phill Sporton untuk kinerja luar biasa yang telah ia lakukan, membawa telkomtelstra dari sebuah start-up menjadi sebuah bisnis yang tumbuh pesat.

“Di masa kepemimpinan Phill, kami telah membangun tim lokal yang kuat dalam memberikan berbagai managed solutions di Indonesia dan saat ini kami dengan senang hati menyambutnya kembali di Telstra,” kakatanya.

Hal senada diutarakan Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Services Telkom Indonesia. Selain mengapresiasi kontribusi Phill yang luar biasa di telkomtelstra sejak awal didirikan, Awaluddin juga menyambut Erik Meijer yang dianggapnya akan mampu membantu pertumbuhan bisnis perusahaan berkat pengalaman yang dimilikinya.

“Telkom Indonesia komitmen akan bekerjasama yang intens dengan Erik serta tim telkomtelstra, sejalan dengan pertumbuhan dan kesuksesannya di Indonesia,” katanya.

telkomtelstra kini memiliki lebih dari 70 karyawan profesional kompeten yang berbasis di Jakarta dan telah mengoperasikan binisnya secara menyeluruh, dengan sejumlah pelanggan dari berbagai perusahaan terkemuka dan mengelola pelanggan lebih dari 200 lokasi tersebar di Indonesia.

Saat ini binis telkomtelstra berfokus pada tahap pertama, yakni meningkatkan layanan jasa dan produk (Managed Network Services, Integrated Service Management and Professional Services), untuk pelanggannya di Indonesia. Perusahaan ini akan meluncurkan fase kedua dari produk-produknya antara lain Managed Cloud, Unified Communications, serta rangkaian komunikasi yang terintegasi dari Managed Security Products di tahun 2016.

telkomtelstra juga telah membuka Customer Experience Center pertama dan satu-satunya di Indonesia yang merupakan pusat terbesar yang dimiliki oleh Telstra di luar Australia.

Modernisasi Jaringan, Vodafone Qatar Siapkan Rp 2.4 Triliun

0

Jakarta – Vodafone Qatar baru-baru ini mengumumkan modernisasi lebih lanjut atas jaringannya dengan investasi sebesar QR650m atau sekitar Rp 2.4 Triliun. Pada bulan Januari tahun ini, Vodafone mulai melakukan upgrade pada semua situs jaringannya dan kini perusahaan berada di garis depan untuk urusan teknologi.

Menurut laporan The Peninsula Qatar, Rabu (4/11), lebih dari 200 situs outdoor dan indoor baru telah dipasang dan pelanggan kini menikmati 300 persen lebih kapasitas data, 300 persen lebih cakupan 4G dan 30 persen lebih cakupan 3G.

Sebuah fokus khusus pun telah ditekankan pada peningkatan kapasitas di daerah yang paling padat penduduknya di Qatar dengan Wakra dan Shahaniya menjadi daerah terbaru yang mendapatkan keuntungan dari tambahan 30 persen peningkatan kapasitas.

Selain itu, bertepatan dengan datangnya musim berkemah di gurun, 21 situs juga telah diaktifkan di daerah berkemah paling populer termasuk Sealine dan Fuwairit.

“Kami berkomitmen untuk menawarkan penduduk di Qatar yang terbaik dari salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia, Vodafone Group Plc. Pada tahun lalu saja, kami telah menginvestasikan lebih dari QR650m untuk infrastruktur jaringan kami dan berkomitmen untuk terus berinvestasi di sektor ICT Qatar yang akan memainkan peran kunci dalam mewujudkan ambisi besar bangsa ini,” kata Kyle Whitehill, CEO, Vodafone Qatar.

Vodafone sangat percaya diri dengan modernisasi jaringan yang mereka lakukan. Pun demikian dengan cakupan di gurun yang semakin luas. Tak heran, jika janji muluk pun berani mereka lontarkan pada pelanggannya.

“Dengan modernisasi jaringan Vodafone, browsing internet, jejaring sosial, menonton video dan mengunduh file dari ponsel Anda tidak akan pernah secepat ini, mulus dan menyenangkan di mana pun Anda berada,” ungkap Ramy Boctor, Chief Technology Officer, Vodafone Qatar.

Tak tanggung-tanggung, Vodafone Qatar bahkan berjanji untuk mengembalikan uang para pelanggannya apabila mereka tidak merasa puas dengan kenyataan yang diberikan di lapangan. Dan itu berlaku selama kurun waktu 30 hari sejak bergabung.

“Janji uang kembali adalah yang pertama di Qatar dan itu adalah sebuah keputusan berani yang dibuat oleh operator tapi itu adalah janji yang kami yakin bisa ditepati,” pungkas Boctor.

T-Mobile Tawarkan Menara Mini Gratis Pada Pelanggannya

0

Jakarta – Perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat, T-Mobile, baru-baru ini mengumumkan 4G LTE CellSpot untuk indoor yang akan membantu usaha kecil dan masyarakat guna menghubungkan hingga 16 panggilan atau data secara langsung. 4G LTE CellSpot ini sendiri, pada dasarnya berguna untuk meningkatkan cakupan selular yang ada di dalam ruangan.

Dilansir dari computerworld, Rabu (4/11), perangkat ini akan diberikan secara gratis untuk pengguna pasca bayar T-Mobile sebagai penghargaan selama mereka tetap dengan operator tersebut. Para pengguna juga harus memberikan deposit sebesar USD25 untuk mendapatkan perangkat, yang mulai tersedia hari ini di T-Mobile customer care.

John Legere, CEO T-Mobile menyebut CellSpot adalah menara mini pertama yang tersedia di Amerika Serikat. Operator lain tidak membiarkan pelanggan bebas memutuskan dimana harus menempatkan perangkat sel kecil untuk cakupan selular yang lebih baik.

“Mereka akan melakukan segala hal yang mereka bisa agar bisnis Anda menurun,” tutur Legere pada sebuah video di Twitter untuk menanggapi para pesaing T-Mobile.

Mini tower memerlukan sambungan listrik serta koneksi internet broadband. Broadband bertindak sebagai backhaul untuk jaringan T-Mobile, koneksi kabel atau serat optik didasar menara sel akan terhubung ke jaringan operator.

Menara ini dirancang untuk meningkatkan cakupan nirkabel dalam ruangan seluas 3.000 kaki persegi untuk pelanggan dengan sinyal dalam ruangan terbatas. CellSpot akan bekerja pada jaringan 3G atau 4G LTE T-Mobile.

Perangkat ini akan bekerja dimana saja selagi tersedia jaringan nirkabel dari T-Mobile. Selama sinyal nirkabel tersedia, CellSpot mendukung voice HD, voice over LTE, panggilan video dan pesan antara layanan lainnya. [AK/IF]