spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1771

Populerkan Teknologi Mobile Internet, Google Gandeng Provider Rusia

0

JAKARTA – Banyak cara dilakukan perusahaan untuk membuat produknya dikenal oleh orang banyak. Google, dalam hal ini tak terkecuali. Dengan alasan mempopulerkan ‘produk’-nya, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini menggandeng penyedia layanan telekomunikasi Rusia, Mobile Telesystems PJSC (MTS) untuk mempromosikan teknologi internet mobile dan layanan pencarian Google di negara Vladimir Putin tersebut.

Berdasarkan perjanjian tersebut, MTS akan mempopulerkan Google OK, fasilitas pencarian suara Google dalam kampanye iklan dan tokonya. Pencarian Google Voice juga akan pra-instal pada setiap smartphone Android yang dijual melalui toko MTS.

“Kami percaya bahwa kerjasama yang erat antara operator dan perusahaan-perusahaan Internet akan mengarah pada pembangunan telekomunikasi yang efisien dan dinamis. Yang paling penting, pelanggan kami akan mendapatkan keuntungan dari kemitraan ini,” ungkap Vasyl Latsanych, Vice President Marketing MTS seperti dilansir dari Telecomtalk, 92/9/2015).

Beberapa alasan pun diutarakan Latsanych, mulai mulai dari ini merupakan pembesut OS paling populer untuk smartphone, memiliki pencarian interaktif hingga layanan layanan transmisi data yang canggih, yang disinyalir akan membawa perubahan nyata bagi kehidupan pelanggan MTS. “Kami ingin membuat mereka nyaman dan bebas repot,” lanjut Latsanych.

Kemitraan dengan MTS ini sebenarnya bukan hal baru bagi Google. Tahun 2013 lalu, Google juga sempat bermitra dengan MTS untuk mengembangkan solusi untuk pasar korporat. MTS menawarkan pelanggan B2B-nya Google Apps for Business sebagai hasil dari kemitraan ini. [IF]

SK Telecom & Samsung Electronics Berkolaborasi Kembangkan mmWave

0

JAKARTA – Dua raksasa teknologi Korea, yakni SK Telecom dan Samsung Electronics baru-baru ini mengumumkan kolaborasinya dalam mendukung pengembangan teknologi gelombang milimeter (mmWave). Teknologi ini dianggap kedua perusahaan sebagai kunci untuk terwujudnya 5G.

Dipandang sebagai kandidat yang menjanjikan untuk kapasitas baru yang luar biasa untuk jaringan komunikasi nirkabel di masa depan, mmWave menggunakan frekuensi yang lebih tinggi (30GHz +) dari spektrum berlisensi saat ini, yang menawarkan kecepatan data yang lebih cepat. Sisi lainnya adalah bahwa frekuensi tersebut memiliki jangkauan cukup untuk digunakan dalam sel makro dan akan perlu digunakan pada sel dasarl – terutama untuk gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Kedua perusahaan telah berkolaborasi untuk teknologi pra-5G selama beberapa waktu, setelah mendemonstrasikan 3D Beamforming di MWC tahun ini dan penyebaran NFV untuk internet of Things sebelumnya.

SK Telecom sebenarnya telah membangun sistem mmWave di pusat R&D-nya, sehingga sah-sah saja jika mereka mengklaim sebagai operator seluler pertama di Korea yang memasang peralatan 5G di gedung. Demikian dikutip Telko.id dari telecoms, (2/9/2015).

“Melalui kerjasama erat dengan pemain ICT global Samsung Electronics, SK Telecom dengan bangga meluncurkan sistem mmWave di mana kita dapat mengembangkan dan memverifikasi teknologi mmWave,” kata Alex Jinsung Choi, CTO dan Kepala R&D SK Telecom. “SK Telecom dan Samsung Electronics akan lebih memperkuat upaya R&D bersama untuk memimpin era 5G mendatang.”

Hal yang tak jauh berbeda diungkapkan pewakilan Samsung, Cheun Kyung-whoon, Executive Vice DMC R&D Center Samsung Electronics. “Melalui kerjasama ini, Samsung Electronics telah mengembangkan sistem telekomunikasi yang paling maju. Dan kami akan terus bekerja sama dengan SK Telecom untuk memimpin pengembangan teknologi 5G,” pungkasnya.

Sebagai salah satu negara yang telah ‘mendaftarkan’ dirinya dalam hegemoni teknologi 5G, Korea Selatan jelas sangat tertarik untuk mempertahankan posisinya dalam hal penggunaan teknologi jaringan mobile terbaru. Hal ini, konon juga menjadi salah satu pendorong dari terciptanya banyak kegiatan dan kolaborasi di area ini dari perusahaan besar Korea. [IF]

Survei Membuktikan, Orang Lebih Suka Wi-Fi Ketimbang Sarapan Gratis

0

JAKARTA – Sebagian besar dari Anda, khususnya yang hobi traveller tentu tidak asing lagi dengan nama Agoda.com. Baru-baru ini, salah satu situs akomodasi terkemuka di dunia itu mengumumkan hasil survei Smarts Travel yang digelarnya beberapa waktu lalu. Menurut hasil, diketahui bahwa wisatawan lebih memilih gratis Wi-Fi di kamar ketimbang gratis sarapan.

Survei yang dilakukan pada bulan Juli 2015 lalu itu diiuti lebih dari 5.000 pelanggan Agoda.com dari seluruh dunia yang menguraikan apa yang mereka inginkan di kamar hotel.

Ketika ditanya mana yang lebih mereka suka untuk digratiskan, wisatawan lebih memilih Wi-Fi daripada sarapan. Wi-Fi mendapat 55% suara dan sarapan 45%.

“Kami tahu keduanya penting untuk pelanggan kami,” kata John Brown,Chief Operating Officer Agoda.com seperti dilansir dari Telecomasia. “Kebanyakan pelaku bisnis perhotelan memahami itu, dan sebagian besar properti di Agoda.com menawarkan harga kamar termasuk Wi-Fi, sarapan atau keduanya,” katanya.

Namun wisatawan memiliki preferensi yang jelas ketika bicara tentang tempat tidur yang besar. Ketika ditanya apakah mereka lebih memilih tempat tidur lebih besar atau kamar mandi besar, 75% memilih tempat tidur lebih besar. [IF]

Multi-Cloud Connect, Integrasikan Cloud Publik dengan MPLS

0

JAKARTA – NTT Com, sebuah perusahaan telekomunikasi asal Jepang baru-baru ini telah meluncurkan sebuah fitur opsional untuk layanan Arcstar Universal One miliknya. Mengusung nama Multi-Cloud Connect, fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses layanan cloud publik pihak ketiga melalui jaringan MPLS berkinerja tinggi untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas.

Sementara perusahaan terus mempercepat adopsi layanan cloud, di mana sebagian besar layanan ini berbasis cloud publik dan harus diakses melalui internet, kinerja internet yang tidak konsisten menjadi hambatan utama untuk melakukan aktivitas ini. Terutama untuk perusahaan-perusahaan multinasional dengan pengguna akhir yang sangat terdistribusi.

Multi-Cloud Connect akan mengatasi masalah kinerja tersebut dengan menghubungkan jaringan MPLS Arcstar Universal One langsung ke platform penyedia layanan cloud publik, seperti Microsoft Azure dan Amazon Web Services (AWS).

Di sini, seperti disampaikan NTT Com dalam keterangan tertulisnya, Multi-Cloud Connect dihubungkan ke Microsoft Azure dan platform cloud AWS melalui keamanan yang ditingkatkan, koneksi private Layer 3, dan bukannya melalui internet.

Tak hanya itu, dengan memanfaatkan 130 pusat data yang dimilikinya di seluruh dunia, NTT Com juga dapat menyediakan pelangan solusi hibrid yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang berbeda: entah itu campuran on-premise, cloud private (Enterprise Cloud) dan/atau cloud publik.

Saat ini Multi-Cloud Connect telah menawarkan akses langsung ke Microsoft Azure dan platform cloud AWS di Tokyo, dan rencananya akan diikuti oleh London akhir tahun ini. Sebelum akhirnya terus berkembang secara global ke bagian lain dari Asia dan Amerika Utara. [IF]

Pelanggan 4G Global  Sentuh Angka 740 juta pada Q2 2015

0

JAKARTA – Tumbuhnya pangsa pasar smartphone dengan kemampuan 4G – lebih dari 50% pada kuartal pertama 2015 menurut data Gfk – secara tidak langsung berimbas pada meningkatnya jumlah pelanggan 4G. Menurut data Ericsson, pelanggan global 4G mencapai 740 juta pada akhir kuartal kedua, atau naik 460 juta dari total 280 juta pelanggan di tahun sebelumnya.

Sementara jumlah pelanggan mobile di seluruh dunia mencapai 7,2 miliar pada akhir Juni, naik dari 6,8 miliar di tahun sebelumnya. Dengan jumlah sebenarnya pelanggan individu naik menjadi 4,9 miliar dari 4,6 miliar.

Pelanggan global mobile broadband tumbuh sebesar 140 juta pada kuartal kedua mencapai 3,1 miliar, naik 25% pada Q2 2014, kata Ericsson, seperti dikutip Telko.id dari Totaltele.

Pelanggan 3G meningkat 50 juta dalam tiga bulan sampai 30 Juni, sedangkan pelanggan 4G naik 115 juta. Pelanggan GSM turun 80 juta.

Secara regional, Asia Pasifik – tidak termasuk China dan India – menyumbang 1,42 miliar pelanggan mobile dunia, diikuti oleh China dengan 1,30 miliar dan India dengan 985 juta.

Yang agak mengherankan adalah tingkat pertumbuhan data mobile yang mengalami sedikit perlambatan menjadi 55% dalam 12 bulan antara Q2 2014 dan Q2 2015, dari 60% antara Q2 2013 dan Q2 2014.

“Pertumbuhan trafik data didorong oleh munculnya pelagganan data mobile, bersama dengan terus meningkatnya rata-rata volume data per pelanggan,” pungkas Ericsson, dalam laporannya. [IF]

Intel: Dengan 5G, Semua Orang Bisa Jadi Terminator

0

JAKARTA – Di saat sebagian orang – termasuk kita di Indonesia – belum bisa merasakan seutuhnya kenikmatan teknologi 4G LTE, beberapa orang di luar sana telah dihadapkan pada teknologi 5G. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan Korea Selatan bahkan telah memberikan sinyal untuk menggelar secara komersial terbatas teknologi tersebut.

Intel, dalam Forum Developer tahunan yang digelar baru-baru ini menyoal sedikit gambaran tentang teknologi 5G. Menurut perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini, seluruh 5G nantinya akan bekerja seperti jaringan besar dan bahkan benda-benda seperti mobil, skuter serta lemari es akan bekerja pada 5G.

5G sendiri, seperti diungkapkan eksekutif Intel, berarti kecepatan data yang lebih tinggi – setidaknya 100 kali dan kadang-kadang 1.000 kali lebih tinggi – dengan latensitas ultra-rendah dan faktor bentuk yang benar-benar berbeda.

Dalam hal ini, mereka menggambarkan 5G sebagai sesuatu yang akan didorong oleh ‘Internet of Things’ (IOT). Dengan versi yang lebih canggih dari augmented reality, virtual reality, real-time, streaming video Ultra HD dan lain-lain menjadi hal lainnya yang ditawarkan.

Paul McNamara, Wakil Presiden Ericsson Corporate Strategy Group menggambarkan 5G dengan aktivitas mengemudi mobil di jalanan dan memanggang roti. “Bayangkan bahwa kita sedang mengemudi mobil dan jaringan mendeteksi bahwa satu detik di depan kita, ada perlambatan tiba-tiba dan airbag menggelembung. Jaringan ini memiliki 20 milidetik untuk mengirim pesan ke mobil kita yang mengatakan bahwa kita harus menginjak rem. Di saat yang bersamaan, pemanggang roti yang terkoneksi mendeteksi bahwa roti telah matang. Kedua hal yang sangat, sangat berbeda dan mereka membutuhkan jenis karakteristik jaringan yang sangat, sangat berbeda,” katanya.

Sementara petinggi Intel Sandra Rivera memprediksi bahwa perangkat wearable, chip yang tertanam di dalam tubuh dan lain-lain dapat menjadi tren seiring dengan hadirnya 5G nantinya. “Siapapun bisa menjadi Terminator,” ungkapnya.

Saat ini, selain memperkenalkan sebuah program bertajuk Intel Networks Builders Fast Track untuk mempercepat inovasi jaringan dan interoperabilitas, Intel juga disebut-sebut telah bekerja sama dengan Nokia Networks, NTT DoCoMo dan SK Telecom, serta institusi akademik untuk pengembangan standar 5G.

Singkat kata, IDF 2015 melihat 5G sebagai jaringan ‘cerdas’, di mana jaringan akan memungkinkan perangkat untuk terhubung dan berkomunikasi dengan lebih efisien. Jaringan akan memprioritaskan tindakan berdasarkan tingkat kepentingan dan akan mampu untuk mengakomodasi sejumlah perangkat. Perangkat juga akan berkembang dalam hal ukuran, bentuk dan fungsi. Agar hal ini bisa terjadi, perubahan harus terjadi di jaringan inti, yang akan dirancang untuk menjadi lebih fleksibel dan bisa diukur. “Jaringan akan lebih virtual dan interaktif,” pungkas Intel seperti dilansir telecomtalk, Senin (31/8/2015). [IF]

Indosat Ajak Programer “Cilik” untuk Kembangkan Aplikasi

0

JAKARTA – Indosat kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia teknologi. Kali ini, dengan menggelar Kids & Teens Hackathon, sebuah coding competition sebagai bagian dari rangkaian Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-9. Penyelenggaraan coding competition yang pesertanya berusia 7 hingga 15 tahun ini bertujuan untuk mendorong lahirnya para developer aplikasi mobile cilik di Indonesia.

“Indosat menyadari bahwa teknologi kini sudah diperkenalkan kepada anak sejak usia dini sebagai alat yang mendidik serta sebagai sumber informasi. Dengan diadakannya coding competition ini, kami berharap dapat mempercepat terciptanya ekosistem digital Indonesia yang dibesarkan oleh anak bangsa sendiri. Pada akhirnya semua upaya tersebut akan dapat meningkatkan  kualitas hidup masyarakat dan mendorong kemajuan bangsa kita,” demikian diungkapkan Trisula Dewantara, Group Head Corporate Communications Indosat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2015).

Pada pelaksanaan Kids & Teens Hackathon, Indosat bekerja sama dengan Cody’s App Academy yang merupakan tempat belajar pemrograman komputer yang difokuskan untuk anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.

Ada dua kategori yang diperlombakan pada hackathon ini, yaitu Pro yang ditujukan untuk murid-murid Cody’s App Academy, dan kategori Rookie yang ditujukan untuk pemula selain murid Cody’s App Academy. Para peserta akan memperebutkan hadiah berupa laptop, smartphone, dan voucher untuk kursus di Cody’s App Academy. Sementara juara pertama juga akan mendapatkan piala dari Walikota Tangerang Selatan.

IWIC adalah ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang diselenggarakan Indosat sejak tahun 2006 yang merupakan program tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat (Corporate Social Responsibility) dengan pilar Inovasi.

Kompetisi tahunan ini hadir kembali dengan menawarkan konsep unik dan berbeda dalam penyelenggaraannya. Selain penajaman kepada inovasi, IWIC ke-9 juga secara konsisten akan mengasah jiwa entrepreneurship peserta dengan menggandeng Jakarta Founder Institute dan Crowdtivate sebagai mitra. Tak hanya itu, penyelenggaraan IWIC ke-9 juga didukung oleh Internet.org by Facebook, Founder Institute, Kompas Gramedia, Harukaedu, Crowdtivate, i Aplikazone, Yayasan Cendekia Indosat, dan Dicoding. [IF]

UCWeb Pilih Indonesia Sebagai Markas Besar Wilayah Asia Tenggara

0

JAKARTA – Dalam Global Mobile Internet Conference yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini, UCWeb Inc., pemimpin penyedia layanan mobile dunia dan anak perusahaan Alibaba Group, Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan Indonesia sebagai markas besar UCWeb untuk wilayah Asia Tenggara.

Menurut Director, International Business Development, UCWeb, Kenny YE, faktor utama yang menentukan pilihan ini adalah popularitas UC Browser yang kian meningkat pesat.

Tercatat popularitas browser mobile ini di Indonesia yang berhasil mendapatkan pangsa pasar sebesar 38% per bulan Juli 2015, menurut layanan analisa lalu lintas pihak ketiga StatCounter.

Kenny YE menghubungkan peningkatan pesat UCWeb di pasar ini dengan kombinasi yang luar biasa akan berbagai kekuatan UCWeb, termasuk kekuatan teknologi, mentalitas “Going Glocal” dan juga sebuah platform ekosistem yang terus berkembang, menarik bagi para mitra lokal.

UC Browser dikenal dengan fitur cloud browsing yang khas, tersedia lewat percepatanpageload dan teknologi kompresi data, menjadikan browsing web mobile lebih cepat dan ekonomis. Di saat yang sama, mentalitas “Going Glocal” UCWeb untuk ekspansi internasionalnya juga berkontribusi dalam peningkatan populeritasnya di pasar-pasar seperti India dan Indonesia.

“Glocal” merefleksikan pola pikir UCWeb dalam maju ke dunia (global) dan bekerja secara lokal di negara-negara tempatnya beroperasi. Dibimbing strategi ini, UCWeb telah mengumpulkan tim staf lokal untuk menyediakan pengetahuan dan wawasan lokal serta berpartisipasi dalam keputusan-keputusan penting dari operasional harian di Indonesia. UCWeb juga bekerja sama dengan para penyedia konten dan layanan lokal untuk melengkapi UC Browser dengan informasi lokal yang kaya dan beragam.

Jonathan ZHONG, Managing Director, UCWeb Indonesia, juga berbicara di GMIC, memperkenalkan Open Platform UCWeb di pasar-pasar Asia Tenggara. UC Open Platform pertama kali diperkenalkan tahun lalu di India, dan mendapatkan respon hangat dari para pengembang India.

“Kami senang bisa memperkenalkan platform ini di sini untuk melayani para pengembang Indonesia,” kata Jonathan ZHONG dalam keterangan pers-nya hari ini, (24/8/2015). “Selain UC Browser, browser mobile kami, yang membantu para mitra kami menjangkau para pengguna, kami juga memiliki UC Union, sebuah platform komersialisasi dan promosi bagi para pengembang aplikasi.”

Diperkenalkannya platform ini ke pasar Indonesia memperlihatkan komitmen UCWeb dalam upayanya untuk meningkatkan kehadirannya di pasar internet mobile Indonesia. [IF]

Tingkatkan Minat Baca, Indosat Kenalkan Cipikabookmate 

0

JAKARTA – Smartphone telah menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari berkomunikasi, bekerja hingga membaca, semua dilakukan lewat smartphone. Tak heran, jika kemudian sejumlah pihak berlomba-lomba untuk lebih memaksimal penggunaannya. PT Indosat Tbk (Indosat), salah satunya. Dengan alasan meningkatkan minat baca pengguna smartphone di tanah air, operator ini menghadirkan sebuah aplikasi bertajuk Cipikabookmate.

Cipikabookmate merupakan layanan aplikasi buku digital pertama di Indonesia yang menyajikan konsep berlangganan layaknya perpustakaan dengan membayar satu kali dan bisa membaca sepuasnya. Kehadiran aplikasi ini, selain untuk meningkatkan minat baca juga ditujukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pecinta buku di Indonesia.

“Menggunakan Cipikabookmate, para pecinta buku di Indonesia kini dapat menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan via mobile,” demikian diungkapkan Prashant Gokarn, Chief Digital Services Officer Indosat hari ini, Senin (24/8/2015).

Dalam penyelenggaraan layanan buku digital ini, Indosat – dalam hal ini Cipika, berkolaborasi dengan platform aasal Amerika Serikat yang dikelola oleh Bookmate. Aplikasi Bookmate sendiri sudah digunakan di beberapa negara di dunia dan lebih dari 9 bahasa. Itu artinya, banyak negara yang akan mengakses buku-buku di dalam perpustakaannya. Termasuk buku-buku lokal.

“Di sini kita bekerja dengan beberapa penerbit, di antaranya Mizan, Bentang Pustaka, Rosda Publishing, Zikrul Lestari, Noura, dan Trimuvi. Selain itu kita juga sedang dalam pembicaraan dengan beberapa universitas di Indonesia, tentang bagaimana kita menyediakan buku sekolah nantinya,” ujar Carlos D. Karo Karo, Division Head Digital Commerce Indosat.

Saat ini, Cipikaboomate telah memiliki setidaknya 4000 pelanggan, di mana 2800 berasal dari Android, 1200 dari iOS. Hingga akhir tahun, seperti diungkapkan Carlos lagi, Indosat menargetkan akan bisa merangkul setidaknya 20.000 pelanggan Cipikabookmate. “40 persen untuk yang premium, sisanya yang standar,” kata Carlos lagi. [IF]

Buka Kantor Baru di Filipina, Anabatic Siap Rajai Pasar Asia

0

JAKARTA – PT Anabatic Technologies Tbk, perusahaan publik yang bergerak di bidang teknologi informasi,  terus melanjutkan langkah pengembangan bisnisnya ke pasar manca negara.

Setelah sebelumnya masuk ke pasar India dengan mendirikan kantor di Chennai dan Bangalore, Anabatic kini resmi memasuki pasar Filipina dengan membuka kantor baru melalui Anabatic International (ATI PL).

“Filipina dipilih sebagai negara yang memiliki potensi pengembangan tinggi. Kondisi ekonomi dan permintaan jasa TI dari bank-bank lokal disana terus meningkat,” ujar Regional Director & Country Manager Anabatic Technologies Daniel Viray di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Langkah ekspansi ke Phillipina merupakan bagian dari strategi Anabatic menjadi pemain TI yang makin kokoh di level regional. Ke depannya, Anabatic mengaku akan semakin ekspansif di sejumlah negara Asia, dengan memberikan berbagai layanan dan solusi TI yang menjadi keunggulannya.

“Kehadiran Anabatic di Filipina membuat kami sangat optimistis terhadap masa depan  pengembangan bisnis. Kami melihat adanya kebutuhan besar untuk segmen yang masih  unbanked di Phillipina. Proses implementasi CBS dilakukan dengan sangat baik,” jelas Daniel Viray lagi.

Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk Handojo Sutjipto mengatakan, Era Ekonomi Asia telah datang. Aspek budaya, sosial, dan ekonomi kini telah terintegrasi, dan Anabatic melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk memperluas bisnis di Asia Tenggara.

“Harapan kami, dengan langkah ini Anabatic bisa lebih luas menjangkau pasar keuangan dan mengoptimalkan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Di Filipina, Anabatic menawarkan layanan perbankan di wilayah yang belum terjangkau (banking the unbanked). Dalam ekspansi ke negeri tetangga itu, Anabatic juga menggandeng  salah satu perusahaan penyedia core banking system (CBS) asal Swiss, Temenos,  terutama dengan mengimplementasikan produk Temenos CBS T24.

Meski kantor baru resmi dibuka, namun sebelumnya ATI PL telah sukses mengimplementasikan softawre CBS Temenos di sejumlah bank komersial dan thrift bank di Filipina. (IF)