spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1759

F5 Networks: Keamanan Prioritas Utama Saat Terapkan Aplikasi

0

Jakarta – Semakin luasnya penggunaan aplikasi di luar sana, apapun aktivitas yang dilakukan, secara tidak langsung telah mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap aplikasi. Jika sebelumnya aplikasi hanya sebagai alat pendukung saja, kini aplikasi mulai menjadi penggerak utama aktivitas.

Adopsi perangkat pintar (smartphone/tablet) yang semakin meningkat, diakui Country Manager F5 Networks Indonesia, Fetra Syahbana, sebagai pendorong meningkatnya ketergantungan terhadap aplikasi.

Pemerintah dan bisnis bahkan mampu mengirimkan layanan mereka ke lebih banyak lagi pengguna melalui platform perangkat pintar,” ungkapnya, ketika ditemui di Jakarta, Rabu, (21/10).

Fetra SyahbanaMenurut hasil survei yang dilakukan F5 Networks terhadap perusahaan di dunia dan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, diketahui bahwa “Mobile Applications” menjadi tren teknologi yang berperan penting bagi perusahaan. Dimana perangkat pintar menjadi media yang tepat bagi bisnis dan pemerintah untuk menyediakan layanan melalui aplikasi Mobile.

Hal ini tak bisa dipungkiri turut berpengaruh pula terhadap tren kedua, yaitu meningkatnya Private cloud. Di sini, cloud memungkinkan perusahaan untuk mempermudah akses ke layanan yang ingin diakses menggunakan aplikasi. Dan tentu saja mampu menyediakan lebih banyak aplikasi untuk beragam layanan dengan lebih cepat.

Lewat sebuah survei bertajuk ‘The State of Application Delivery in APAC 2015’ yang dilakukan terhadap perusahaan baru-baru ini, F5 Networks bahkan turut mengungkap bahwa berbagai macam aplikasi perusahaan kini mulai dipindahkan ke cloud, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menganut filosofi “cloud-first”.

Survei yang diikuti 3.266 responden – terdiri dari para pembuat keputusan dalam bidang IT di wilayah APAC (Asia Pasifik) – ini juga menggali informasi mengenai application service yang sudah dan akan mereka terapkan di dalam sistem IT perusahaan mereka.

Hampir separuh responden (45%) kini menjalankan 1-200 aplikasi, sementara 10% dari responden telah menjalankan lebih dari 3.000 aplikasi di dalam perusahaan. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa setidaknya 41% pengambil keputusan di bidang IT perusahaan mengatakan bahwa hampir seperempat (24%) dari jumlah aplikasi yang terdapat di sistem perusahaan mereka saat ini sedang dipertimbangkan untuk dipindah ke cloud pada tahun 2016 mendatang. Sementara hampir seperempat dari responden lainnya mengatakan bahwa 25%-50% aplikasi akan dipindahkan ke cloud pada tahun 2016.

Tantangan dalam mengadposi hybrid cloud

Meskipun popularitas hybrid cloud meningkat, 29% responden menganggap tingkat adopsinya masih lambat. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam mengenali pengaturan pengelolaan identitas dan akses yang komprehensif. Lebih lanjut, 35% responden mengakui bahwa mereka minim pemahaman untuk tahu kapan saat yang tepat untuk menerapkan cloud publik ataupun privat.

Keamanan aplikasi adalah prioritas utama

Hal yang juga turut diungkap dalam survei adalah keamanan menjadi prioritas utama bagi perusahaan di wilayah Asia Pasifik dalam menerapkan cloud di perusahaan. Keamanan bahkan melampaui pentingnya ketersediaan dan kinerja aplikasi. Faktanya, 42% responden percaya bahwa keamanan merupakan kekhawatiran utama perusahaan ketika menerapkan aplikasi.

Namun yang mengkhawatirkan adalah lebih dari seperempat responden belum memiliki rencana untuk menerapkan application service ‘DDoS protection’. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak perusahaan di wilayah Asia Pasifik yang masih belum dapat mengenali jenis serangan yang secara signifikan dapat mengancam jalannya bisnis mereka, karena DDoS merupakan serangan yang mengeksploitasi aplikasi melalui identitas / akses.

Western Digital Beli Sandisk $ 19 Miliar

0

Nama Western Digital dan Sandisk sudah lama dikenal masyakat karena produk storage nya. Ke dua perusahaan ini sepakat untuk bergabung dengan WD membeli Sandisk. Nilai dari transaksi ini sekitar $19 Miliar.

Western Digital mengatakan kesepakatan itu bertujuan untuk memperkuat positioning di pasar dan memperluas segmen yang lebih tinggi lagi. Sebagai catatan, Sandisk sudah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pasar memori non-volatile sejak 27 tahun lalu.

Dengan adanya kesepakatan ini pula, Western Digital melihat ada peluang untuk mengintegrasikan ke NAND demi

melipatgandakan pasar dialamatkan dan memperluas posisinya di segmen yang lebih tinggi-pertupengamanan akses jangka panjangteknologi solid state dan berbiaya lebih rendah.

“Akuisisi ini sejalan dengan strategi jangka panjang kami untuk menjadi pemimpin yang inovatif di industri storage dengan menyediakan solusi yang menarik, produk berkualitas tinggi dengan teknologi terkemuka,” ujar Steve Milligan, CEO Western Digital menjelaskan.

Lebih lanjut, Steve juga mengatakan bahwa Perusahaan gabungan ini menjadi ideal untuk menangkap peluang diindustri stiorage yang sangat berkembang pesat.

Dengan penggabungan ini juga, lini produk yang ditawarkan oleh Western Digital menjadi lebih lengkap. Termasuk hard disk drive, solid-state drive, solusi penyimpanan Cloud data center, dan solusi penyimpanan flash. Selain itu juga akan memberikan solusi lengkap dan luas. Mulai dari produk dan teknologi dari konsumen ke data center.

Transaksi ini diharapkan selesai pada pada kuartal ketiga 2016.

Industri storge ini, masih memiliki peluang besar. Setidaknya, untuk lima tahun ke depan, akan terjadi pertumbuhan hingga dua digit di SSD dan pertumbuhan 10% untuk pasar Flash NAND global.

Baik SSD dan NAND diharapkan mampu memberi kontribusi sebesar 32% dari penjualan perusahaan gabungan ini. Sementara untuk R & D akan menghabiskan dana sekitar $ 2.3 miliar. Western Digital juga berharap mampu membukukan $ 500 juta di tahunan ‘sinergi’ ini atau sekitar 18 bulan dari kesepakatan.

Western Digital memiliki kapitalisasi pasar hampir $ 22miliar dan awal bulan ini setelah ada berita pembelian ini, menerima investasi $ 3.8 miliar dari China Tsinghua University. Menurut Bloomberg, suntikan dana baru ini diharapkan akan digunakan untuk akuisisi.

SanDisk adalah produsen memori flash terbesar ketiga setelah Samsung dan Toshiba. Sementara SanDisk kuat di pasar chip memori, Western Digital merupakan salah satu pembuat terbesar komputer hard disk drive. Sebuah perpaduan yakni menggabungkan kekuatan yang dominan di pasar hard drive dengan pemimpin dalam penyimpanan flash.

Sebagai bukti dari konsolidasi di pasar: Maret, NXP dan Freescale mengumumkan $ 40 miliar merger; Mei, Avago membeli Broadcom sebesar $ 37 milyar; dan pada bulan Juni, Intel membeli Altera untuk $ 16.7bn. (Icha)

Internet of Thing ala Microsoft

0

Perhatian Microsoft terhadap IoT memang sangat tinggi. Maklum saja, IoT ini memang sebuah masa depan yang menjanjikan. Baik dari sisi hubungan social maupun ekonomi bagi para pebisnis.

Microsoft sendiri sudah mendalami IoT ini sejak lama. Mulai dari Windows CE untuk BizTalk server ke Azure yang baru-baru ini diperkenalkan. Microsoft selalu memiliki cara agar sebuah platform mampu terintegrasi dengan baik ke perangkat maupun system backend. Melihat peluang yang aduhai itulah, Microsof setelah meluncurkan Windows 10 pada tahun ini, mulai memperbesar investasi Azure untuk membuat platform terbaik bagi perusahaan.

Sekitar seminggu sebelum Amazon mengeluarkan AWS re, Microsoft memperkenalkan AzureCon yang merupakan langkah strategis terkait IoT yakni Azure IoT Suite dan Azure IoT Hub. Kedua layanan ini menjadikan Microsoft lebih dipehitungkan lagi dalam pasar IoT dunia.

Seperti apa Microsoft melihat IoT dan apa langkah strategis yang sudah dan akan dilakukan?

Windows 10

Dengan Windows 10, Anda dapat mudah mengerjakan berbagai jenis kegiatan. Tidak peduli device apa yang digunakan. Bahkan operating system ini dapat berjalan di PC yang berbentuk seperti kartu kredit seperti Rasbberry Pi 2 dan Minnowboroad Max. Begitu juga ketika Windows 10 ini dibawa ke lingkungan industry. Tetap dapat dimaksimalkan untuk menjalankan berbagai perangkat produksi. Itu sebabnya, Windows 10 ini menjadi landasan strategi Microsoft dalam mengembangkan IoT.

Azure IOT Suite

Sejak diluncurkan pada tahun 2010, Azure mampu menjadi penyelaras berbagai kasus yang ditemukan dalam sebuah perusahaan. Microsoft pun secara terus menerus melakukan penambahan kemampuan IoT untuk Azure sehingga dapat menjadi platform yang layak dipilih.

Beberapa waktu lalu, Microsoft pun meluncurkan Azure IoT Suite. Sebuah blue print yang akan menjadi acuan sebuah perusahaan jika akan memulai mengaplikasikan IoT di perusahaannya. Anda dapat menggunakan Azure IoT Suite untuk manajemen aset dan skenario pemantauan jarak jauh. Di belakang layar, Microsoft menyediakan Cloud akan akan berfungsi sebagai penyimpanan dan layanan data.

Sedangkan Azure IoT Hub adalah pintu gerbang untuk menghubungkan perangkat ke Cloud. Layanan ini menggunakan protokol AMQP dan HTTP untuk komunikasi dari perangkat ke Cloud maupun sebaliknya. Azure IoT Hub pun akan menjadi pemulus bagai semua hubungan yang terintegrasi.

Cortana Analytics Suite

Microsoft Big Data stack adalah sebuah platform yang begitu komplek dengan banyak komponen. Untuk memanfaatkan dengan maksimal diperlukan keahlian untuk menghubungan berbagai titik sehingga dapat terbangun solusi yang dibutuhkan secara vertical. Nah, Cortana Analytics Suite merupakan upaya untuk menyederhanakan Big Data dengan memberikan solusi vertikal yang menangani kasus penggunaan tertentu. Kasus penggunaan utama seperti deteksi penipuan, manajemen risiko, peramalan permintaan, atau optimasi rantai pasokan. Semua disediakan dalam blue print Microsoft IoT tersebut.

Azure IoT Suite menjadikan Cortana Analytics Suite menjadi sebuah layanan tertinggi dari Microsoft yang ada sekarang. Dengan menawarkan arsitektur dalam membangun atau mempelajari tentang manajemen dan consumer dengan memanfaatkan analisis dari Big Data dengan lebih cepat.

Office 365 dan Power BI

Untuk banyak pelanggan. Microsoft Office melanjutkan kisah suksesnya. Microsoft Excel pun menjadi tool favorit untuk slicing dan dicing datasets. Microsoft pun akan membangun tool yang dapat menghubungkan antara Excel dan Big Data. Misalnya, pelanggan ingin menggunakan Hive ODBC connector untuk pull data dari HDInsifgty ke Excel.

Meskipun Power BI merupakan bagian dari Cortana Analitics Suite, tetap dapat digunakan secara mandiri untuk visualisasi. Langkah Microsoft decoupling dari Office 365 sudah benar. Dengan demikian, aplikasi Power BI dapat digunakan juga di desktop, Web, Windows Phone, iOs dan Android. Data IoT sensor yang masuk ke Azure melalui Envent Hubs dapat di channelized Power BI melalui Streaming Analytics. Kombinasi teknologi ini membentuk platform yang kuat untuk memberikan solusi end-to-end IOT.

Kesimpulannya, Microsoft sudah memiliki strategi IoT yang baik untuk perusahaan. Track record pengiriman beberapa versi Windows Embedded selama dua dekade terakhir ini memposisikan Microsoft sebagai pemain yang perlu diperhitungkan. Strategi yang dilakukan pun sudah bergerak pada arah yang benar dengan Azure. Azure IoT Suite dan Cortana Analytics Suite memungkinkan perusahaan untuk jumpstart strategi IoT mereka dengan Microsoft.

4 Perusahaan Besar Bersatu Hadirkan Solusi Pembuatan Anggur

0

Jakarta – Tim ahli dari Ericsson, Sistem MyOmega Technologies, Intel dan Telenor Connexion telah membangun solusi layanan Internet pertama di dunia untuk pembuatan anggur.

Sebuah sistem sensor mengumpulkan data pada semua variabel seperti kelembaban, suhu udara & tanah,  serta intensitas cahaya matahari melalui gateway berbasis Intel ke layanan cloud.

Pemantauan lingkungan kebun anggur dan analisis prediktif dari data kemudian memungkinkan pembuat anggur untuk mengambil tindakan “pre-emptive” untuk mencegah kondisi berbahaya dan sistem ini ternyata membantu meningkatkan kualitas panen, memotong biaya dan mengurangi dampak lingkungan.

Solusi layanan yang dinamakan TracoVino ini akan ditawarkan oleh MyOmega kepada para pembuat anggur. Sebagai informasi, saat ini sudah empat pembuat anggur di lembah Mosel, Jerman yang berpartisipasi dalam uji coba lapangan.

Dilansir dari Telecoms, (21/10), layanan ini didasarkan pada Device Connection Platform (DCP) milik Ericsson  yang terintegrasi dengan Authentication Federasi Gateway. Teknologi ini dibangun pada 3GPP dengan standar arsitektur Generik Bootstrap  untuk LTE.  Sementara untuk solusi keamanan secara end-to-end diatasi dengan mentransfer data sensor ke cloud untuk pengolahan dan analisis.

Ericsson DCP adalah platform IoT berbasis cloud yang menangani manajemen konektivitas, manajemen subscription dan OSS / BSS yang memungkinkan otomatisasi proses bisnis antara operator dan perusahaan.

Sementara Intel akan memasok prosesor dan modem LTE untuk gateway IoT, MyOmega Technologies, yang berkantor pusat di Nuremberg, Jerman akan memberikan sensor dan gateway hardware serta software.

Anders Olin, VP dari Ericsson Unit Bisnis Cloud & IP. IOT menyebutkan, “solusi ini mengurangi risiko para pembuat anggur dan meningkatkan hasil mereka dan tentunya akan meningkatkan pemasukan mereka.”

Menurut penelitian dari organisasi Internasional Vine dan Anggur (OIV) menyebutkan saat ini jumlah ekspor industri anggur secara global adalah €26.000.000.000.

 

 

Indosat Dukung Gamer via CipikaPlay

0

Jumlah pemain game online di Indonesia tidak sedikit. Tidak sedikit juga game online yang membutuhkan voucher untuk pembelian content via internet. Itu sebabnya, perlu ada banyak alternative untuk memperoleh voucher tersebut. Indosat melalui e-marketplace Cipika.co.id meluncurkan CipikaPlay. Sebuah layanan pembayaran mikro dengan menggunakan poin i-Pay (iPoint) untuk pembelian content di internet seperti fulltrack, voucher game online, dan voucher hotspot/internet.

“Indosat selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada para pelanggan terutama penggemar game online dengan menghadirkan CipikaPlay. Gamer tidak perlu repot lagi untuk membeli token di tengah permainannya karena dengan CipikaPlay mereka dapat melakukannya melalui pemotongan pulsa yang sangat aman, dengan verifikasi berlapis yang kami terapkan,” ujar Carlos Karo Karo, Division Head E-Commerce Indosat.

Peluncuran kembali CipikaPlay ditandai dengan kompetisi DOTA2, Kompetisi Final Bullet dan Cosplay serta IT Expo. Puluhan voucher game seperti Final Bullet, Ragnarok, Cabal, DOTA2, BlackSquad, CounterStrike dan HearthStone telah tersedia. Sebagian pemain besar dalam bidang game online pun telah bergabung menjadi partner Cipikaplay, seperti MOL, QEON, Gemscool dan IndoMog.

Saat ini CipikaPlay telah memiliki lebih dari 50 SKU (Stock Keeping Unit – jumlah produk yg tersedia) dengan 100.000 orang pengguna. Selain melalui pemotongan pulsa atau Carrier Billing, para pengguna CipikaPlay pun telah dapat melakukan pembelian token melalui transfer bank dan internet banking. (Icha)

Hikvision Hadirkan Solusi Surveillance berbasis IP

0

Jakarta – Internet Of Things, tak bisa dipungkiri sedikit banyak telah merubah gaya hidup serta kebiasaan masyarakat di hampir seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Berbagai vendor pun mulai beramai-ramai  menyediakan produk pendukung bagi kehidupan masyarakat terutama untuk sektor keamanan.

Perusahaan yang bergerak di industri surveillance juga mengalami peningkatan dari segi produk yang ditawarkan guna menyambut era Internet Of Things.

Hikvision contohnya, perusahaan cctv ini menghadirkan produk untuk sistem keamanan  yang terintegrasi satu sama lain, yaitu Access Control, Alarm Instrusion dan Turbo HD Series.

Access Control meliputi Reader 32bit ARM Processor, Mifare-1 CPU, RS485 Wiegand, IP64 Dust Proof, dan Controller. Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur Multidoor Interlocking, Anti-passback, Support GPRS, TCP/IP, RS485, 4-zones Alarm Input, duress alarm, tamperproof design, SMS remote door control.

Fitur lainnya meliputi IP Based Standalone Terminal, HD Camera, face detection and capture, 2.8 inch LCD Screen, Optical fingerprint module, dan Lock & Button.

Sementara Alarm Intrusion dilengkapi dengan Control Panel dengan fitur three alarm reporting modules dan simple configuration. dual technology detector, infra red dengan gelombang mikro, serta shock detector. Kelengkapan lainnya adalah remote control dan keypad.

Sementara Turbo HD Camera Series memiliki fitur unggulan POC (Power Over Coaxial), yang membuat kamera tidak lagi membutuhkan adapter sebagai sumber listriknya.

Keunggulan lain dari Turbo HD Kamera terbaru ini adalah memiliki HD Input/Output, support hingga resolusi 4K, more resolution & less bandwidth, substream hingga WD1. 1080p Lite, 1080 x 960, transmisi hingga mencapai 1200 meters (RG6), dan auto checking for TVI/CVBS/IPC accessing.

Berdasarkan keterangan rilis yang kami terima, (21/10), produk dari Hikvision ini telah diimplementasikan pada sebuah penjara di bagian utara kota Lens, Perancis. Pihak Hikvison pun mengklaim kalau solusi surveillance mereka menjadi yang terbaik di Perancis saat ini.

Alcatel Bangun Layanan Internet 10Gig Pertama di Chattanooga

0

Jakarta – Namanya internet cepat, tentu menjadi idaman setiap masyarakat yang sudah keranjingan akses internet. Belum lagi merasakan kecepatn 5G, di Chattanooga, Amerika serikat, Alcatel sudah mengumumkan penggunaan TWDM-PON. Teknologi ultra-broadband yang didukung jaringan optik dan dapat mendukung kecepatan hingga 10 Gbps.

 

Sebagai pionir untuk layanan akses internet dengan kecepatan 1gigabit, berdasarkan Tennessee EPB Fiber Optik, layanan ini merupakan yang pertama di dunia dan tersedia untuk wilayah yang lebih luas. Walaupun, dalam instalasi komersial point-to-point akan memerlukan waktu. Layanan ini diklaim mampu mencapai setiap rumah maupun kawasan bisnis dengan radius 600 mil persegi. Dengan adanya layanan 10 Gig ini maka manfaat investasi fiber pun jadi lebih terasa.

Dalam sebuah studi yang dirilis pada bulan Juni oleh University of Tennessee, profesor keuangan Bento Lobo mengklaim bahwa ‘Satu Gig Jaringan’ akan membantu daerah Chattanooga untuk menghasilkan 2.800 pekerjaan baru dan $ 865.300.000 benefit secara ekonomi maupun sosial. Studi ini juga menemukan bahwa smart grid EPB akan mampu menghindari 124.700.000 menit dari gangguan layanan listrik dan melakukan routing otomatis.

Sejak pertama kali diluncurkan Fibre optic network pada bulan September 2010 lalu, Chattanooga mampu menarik para perusahaan baru dan merangsang budaya entrepreneur. Chattanooga mengklaim sebagai kota kelas menengah pertama yang menjadi innovation district dan sebagai inkobator ketiga di Amerika untuk business home accelerator.

Kondisi tersebut yang membuat Chattanooga siap bersaing pada abad 21 dalam Innovation Economy dan menjadi pusat teknologi dan penemuan.

Layanan 10 Gig ini akan dikenakan biaya $ 299 per bulan dengan instalasi gratis. Tidak ada kontrak dan tidak ada biaya pembatalan. Fiber Optic Network ini juga akan meluncurkan akses internet dengan kecepatan 5 Gig dan 10 varian produk lainnya yang diperuntukan pengusaha kecil seperti 3 Gig, 5 Gig dan 10 produk lagi yang diperuntukan perusahaan besar dan professional. (Icha)

Apple ‘Cut Off’ 250 Aplikasi dari App Store Demi Keamanan

0

Untuk masuk ke Apple Store, bukan main sulitnya. Perlu proses panjang. Hal tersebut dilakukan demi keamanan dan kenyaman para pengguna Apple. Namun, ternyata masih kecolongan juga. Ada 250 aplikasi tambang yang disinyalir ‘mengusik’ keamanan para pengguna Apple. Yang kemudian dihapus dari app Store Apple. Ini merupakan kali ketiga dalam dua bulan, perusahaan asal Amerika ini melakukan ‘bersih-bersih’.

Pelakunya kali ini adalah Culprit, pengiklan Youmi asal negeri Bambu yang menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dikembangkan dengan perangkat lunak untuk aplikasi tambang. Selebihnya, aplikasi dari Cina lainnya yang dihapus. Padahal, yang mendownload aplikasi tersebut rata-rata 1 juta. Angka yang cukup besar untuk sebuah aplikasi.

Berdasarkan dari SourceDNA, aplikasi tersebut dapat mengakses dan menyimpan informasi pribadi, seperti ID Apple, perangkat nomor seri, alamat email pengguna dan data rute ke Server perusahaannya. Blog keamanan menemukan 256 program tercemar, yang semuanya telah menggunakan software development kit (SDK) yang disediakan oleh Youmi, pengiklan asal Cina. Youmi diduga juga melakukan pengambilan berbagai informasi dari pengguna Apple. Sebagian besar tanpa diketahui oleh pengembang sebenarnya dari aplikasi tersebut.

Hal tersebut merupakan pelanggaran pedoman keamanan dan privasi kami. Aplikasi menggunakan SDK Youmi akan dihapus dari App Store dan setiap aplikasi baru diserahkan ke App Store menggunakan SDK ini akan ditolak. Kami bekerja sama dengan pengembang untuk membantu mereka mendapatkan versi update dari aplikasi mereka yang aman bagi pelanggan dan sesuai dengan pedoman kami kembali di App Store cepat.

Ada nya kasus ini membuat Apple menjalankan pertahanan untuk App Store lebih dari biasanya selama beberapa bulan terakhir. Bahkan pada bulan September terdapat lebih dari dua lusi aplikasi Cina yang terinfeksi. Tercatat oleh Palo Alto Networks, sebelum bulan September, pelanggaran Xcode hanya terjadi pada lima aplikasi yang terinfeksi oleh malware. (Icha)

Apresiasi Persib Bandung, Indosat Keluarkan Rp 400 Juta

0

Jakarta – Indosat memberikan apresiasi kepada seluruh pemain Persib Bandung atas keberhasilannya membawa pulag Piala Presiden 2015.

Dalam keterangan tertulisnya, (19/10), CEO Indosat Alexander Rusli mengurai rasa bangganya atas pencapaian ini.

“Kami bangga dan mengucapkan selamat atas kemenangan Persib di Final Piala Presiden 2015, serta mengapresiasi para bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh kepada para pemain secara tertib dan aman selama pertandingan berlangsung,” katanya.

Hadir dalam bentuk hadiah sebesar Rp 400 juta rupiah, apreasiasi Indosat kepada tim Persib Bandung ini diberikan oleh President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli secara simbolis kepada Umuh Muchtar selaku Manager Persib Bandung dan Atep Rizal, Kapten Tim Persib Bandung.

“Kami berharap apresiasi ini akan terus mendorong Persib untuk terus berprestasi semakin baik ke depan. Indosat juga senantiasa mendukung kemajuan persepakbolaan nasional dan mendukung kegiatan positif komunitas seperti yang dilakukan para pendukung Persib dengan teknologi informasi dan telekomunikasi yang kami miliki,” tambah Alexander Rusli.,

Sebagai informasi, Indosat telah menjalin kerja sama dengan Persib Bandung sejak 2013 lalu dengan menjadi salah satu sponsor mereka. Logo IM3 milik Indosat juga terpampang di seragam (jersey) pemain Persib Bandung.

Pada awal tahun Indosat juga menyediakan kartu perdana IM3 Persib yang memungkinkan para bobotoh dapat berinteraksi satu sama lain secara gratis baik SMS maupun panggilan suara.

Selain Persib, Indosat juga menjadi sponsor bagi klub Arema Cronus dan Bali United. Sementara induk perusahaan mereka, yakni Ooredoo mendukung klub berlevel worldwide seperti Paris Saint Germain (PSG), dengan melakukan event activation Fans Do Wonders bersama PSG, dan Simply Do Wonders bersama Lionel Messi.

Belum lama ini, Indosat juga menghadirkan layanan VAS Content bagi komunitas penggemar Barcelona, Inter Milan, dan Arsenal.

 

Gandeng América Móvil, Ericsson Bawa 5G ke Brazil

0

Jakarta – Brazil disebut-sebut akan menjadi negara Amerika Latin pertama yang akan menjalani uji coba jarigan 5G dan IoT. Direncanakan mulai bergulir tahun 2016 mendatang, uji coba ini digelar menyusul kemitraan bersama antara Ericsson dan operator seluler América Móvil.

Dilansir dari Telecoms, Selasa (19/10), Ericsson yang sudah berkomitmen untuk penelitian radio 5G dengan Universitas Federal Ceará (UFC), kini memperluas kerja mereka dengan program tambahan Universitas São Paulo (USP) dan University of Campinas (UNICAMP) yang akan dilakukan pada tahun 2017.

Proyek-proyek yang akan dilakukan oleh Ericcson diantaranya adalah menciptakan sebuah sistem komunikasi untuk otiritas jalan raya. Hal tersebut dapat mengotomisasi layanan darurat, menciptakan laporan cuaca terkini di jalan raya tersebut serta kemungkinan untuk melakukan self driving.

Selain itu, Ericsson dan América Móvil juga akan membuat sistem tes untuk Internet of Things (IoT), dengan fokus pada aplikasi konsumsi baterai yang rendah, seperti sensor daya rendah untuk daerah-daerah terpencil.

“Ericsson bermitra dengan América Móvil untuk pengujian pertama sistem 5G di Brazil dengan rencana untuk memberikan jaringan komersial pada pada tahun 2020,” tutur CEO Ericsson, Hans Vestberg.