spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1676

Inilah Pemenang Palapa Ring di Setiap Paketnya

0

Telko.id – Seperti diketahui sebelumnya, Proyek Palapa Ring untuk paket barat dan tengah telah diumumkan pemenangnya. Bukan hanya pengumuman, Para vendor terpilih pun juga telah menandatangani kontrak untuk proyek tersebut.

Sekedar informasi, untuk ruang lingkup proyek Palapa Ring ialah, Melayani daerah non-financially feasible (tidak layak secara bisnis/keuangan), Pemerintah berperan menyediakan penjaminan, Distruktur sebagai PPP/Kerjasama Pemerintah Badan Usaha dan Merupakan proyek PPP pertama di sektor telekomunikasi. Seperti diketahui sebelumnya, Proyek Palapa Ring akan melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia dan terbagi menjadi tiga paket wilayah yakni, Wilayah Barat, Tengah dan Timur.

Untuk paket Barat, dimenangkan oleh konsorsium Moratel – Triasmitra dengan komposisi Moratel memegang 90% dan 10% untuk Trasmitra. Proyek paket barat ini diperkirakan akan menghaiskan biaya sekiar US$ 40,39 Juta. Untuk target penyelesaian proyek ini, pemerintah menargetkan pada akhir ahun 2018 dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2019.

Sementara Untuk Paket Tengah, tender ini dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima. Dengan Presentase sebagai berikut : PT LEN (51 %), PT. Teknologi Riset Global Investama (34 %), PT. Sufia Technologies (5%), PT. Bina Nusantara Perkasa (5%) dan PT Multi Kontro Nusantara (5%). Paket Tengah akan meliputi 17 kabupaten atau kota di Indonesia bagian Barat yang akan terhubung dengan serat optik di darat dan laut sepanjang 1.676 KM. Paket Tengah sendiri nantinya akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Estimasi biaya untuk pembangunan Paket Tengah ini akan mencapai US$47,08 juta.

Baik paket barat dan tengah, para pemenang paket ini telah melakukan penandatangan MoU dan hanya membutuhkan waktu satu minggu saja. Menkominfo, Rudiantara mengungkapkan, “Ini pekan sejarah. Dalam waktu seminggu kita tanda tangan 2 kontrak. Saya berharap financial closing-nya cepat,” ucap Rudiantara.

Beda halnya dengan paket timur. Untuk wilayah ini, Pemerintah haruss melakukan prakualifikasi ulang. Pasalnya, wilayah geografis dari paket Timur lebih kompleks. Selain itu, peserta tender yang terdahulu digugurkan karena belum memenuhi persyaratan.

Untuk kebutuhan proses tender ulang tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomifo) melalui Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana membuka kembali prakualifikasi Tender Palapa Ring untuk Paket Indonesia Timur.

Proses pengadaan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur dan Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Paket Timur ini menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua hingga pedalaman Papua. Sebagai informasi, peserta terdahulu yang mengikuti tender Palapa Ring paket timur ini adalah PT iForte Solusi Infotek, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima-PT Hitachi High Technologies Indonesia-PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima-Huawei, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT Indosat Ooredoo Tbk yang membentuk konsorsium bersama PT XL Axiata Tbk.

Ketika ditemi oleh tim telko.id beberapa waktu lalu, Menkominfo, Rudiantara mengatakan, saat ini ada 7 perusahaan yang sudah ikut pra-kualifikasi proyek Palapa Ring untuk paket Timur.

“Dari ketujuh perusahaan itu, ada yang dari operator besar, ada juga dari pemenang tender barat dan tengah, dan ada juga yang baru,” ujar menteri disela acara peresmian proyek Palapa Ring paket Tengah, di Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekira 6.300 kilometer.

Kominfo juga menargetkan, bahwa penandatanganan paket timur akan rampung pada bulan pertama di kuartal keempat tahun ini. Selain itu, Ia juga berjanji akan memasukan unsur TKDn pada proyek Palapa Ring paket ini, namun Ia belum mau mengungkapkan berapa kadar dari TKDN tersebut.

Menkominfo juga berharap proyek Palapa Ring paket barat dan tengah sudah mulai berjalan sebelum paket timur digulirkan dan diketahui pemenangnya.

Telkomsel Gadeng 5 Merek Smartphone Untuk Lengkapi Ekosistem 4G

0

Telko.id – Penetrasi 4G tidak bakal mulus jika ekosistem tidak lengkap. Ekosistem itu terdiri dari DNA yakni device, Network dan Aplication. Telkomsel, sudah siap dengan jaringan 4G LTE nya, kini giliran device yang perlu dilengkapi. Itu sebabnya, Telkomsel menggelar program TAU 4G dengan skema bundling dan paket data yang menarik. Program ini dijalankan dengan menggandeng 5 merek smartphone global dan lokal untuk menyediakan device 4G untuk masyarakat.

“Layanan Telkomsel 4G LTE saat ini sudah terus digelar ke berbagai kota di Indonesia, dan tidak lupa kami pun terus melengkapi ekosistemnya, seperti dalam hal ketersediaan device (perangkat) berupa smartphone 4G yang berkualitas dengan harga terjangkau. Untuk itu program TAU 4G ini kami hadirkan dengan banyak pilihan device dan paket yang atraktif serta kompetitif bagi pelanggan sehingga layanan 4G LTE dapat dinikmati secara maksimal,” ujar Ririn Widaryani, Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, menjelaskan.

Lebih lanjut Ririn menambahkan bahwa dengan adanya penawaran menarik dari program ini, maka diharapkan ke depannya lebih banyak lagi pelanggan yang dapat segera beralih ke layanan 4G dengan menukarkan simcardnya ke USIM (simcard 4G LTE) dan upgrade untuk menggunakan smartphone Android 4G yang terkenal dengan beragam fiturnya. Pada akhirnya hal ini akan dapat mendukung gaya hidup digital yang saat ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat.

Dalam program TAU 4G ini Telkomsel menggandeng lima mitra device global dan lokal yaitu Samsung, Lenovo, Asus, Evercross, Advan. Dengan begitu, selain memiliki banyak pilihan smartphone Android berkualitas, pelanggan pun dapat dengan mudah melakukan pembelian paket bundling smartphone TAU 4G di berbagai point of sales mitra di seluruh Indonesia.

Selain itu, sebagai point of education Telkomsel pun menghadirkan ‘smartphone corner’ di berbagai mitra distributor Telkomsel, seperti  Erafone Megastore, OkeShop dan Telesindo Shop tertentu di kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Di smartphone corner, selain mendapatkan edukasi mengenai smartphone dan layanan 4G Telkomsel, kedepannya pelanggan juga dapat melakukan migrasi kartu SIM nya dengan uSIM (kartu SIM 4G LTE). Telkomsel pun akan segera memperluas lokasi smartphone corner ini di berbagai kota 4G Telkomsel lainnya.

“Pelanggan dapat segera menukarkan kartu SIM nya dengan uSIM (kartu SIM 4G LTE) dan menikmati pengalaman broadband terbaik di jaringan 4G LTE Telkomsel yang cepat dan stabil. Melalui smartphone corner, kami pun menambah channel migrasi uSIM, sehingga pelanggan akan semakin mudah mendapatkan layanan 4G Telkomsel”, jelas Ririn.

Pelanggan yang membeli smartphone Android 4G yang tergabung di dalam program TAU 4G dapat menikmati benefit khusus dari telkomsel berupa paket data bundling dengan harga khusus dan kuota besar, yang bisa didapatkan para pelanggan pra bayar melalui nomor existing mereka maupun nomor baru. Dengan mengaktifkan paket data mulai dari Rp. 49,000,-per bulan, pelanggan akan mendapatkan data hingga 10 GB (syarat dan ketentuan berlaku). Pelanggan dapat mengaktifkan layanan ini melalui UMB *363*13# dan melakukan pengecekkan melalui UMB *889# atau SMS TAU(spasi)info ke 3636.

Seiring dengan digelarnya layanan Internet cepat 4G LTE dan penambahan kota-kota yang dilayani, Telkomsel juga terus menggenjot penetrasi smartphone 4G di tengah-tengah masyarakat. Selama tahun 2015, porsi smartphone 4G yang beroperasi di jaringan Telkomsel tumbuh sekitar 146% dibandingkan tahun sebelumnya, dimana angka ini didominasi oleh smartphone berbasis Android.

Untuk mendukung layanan 4G LTE, secara nasional Telkomsel memiliki 4.500 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di lebih dari 40 kota. Ketika menggelar jaringan, Telkomsel selalu memastikan bahwa layanan ini dapat dinikmati di sekitar 70% – 80% dari wilayah lokasi tersebut sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman broadband terbaik. Adapun hingga saat ini jumlah pelanggan 4G Telkomsel yang menggunakan smartphone 4G berjumlah sekitar 3 juta. (Icha)

 

Telkomsel, Perkuat 4G LTE di Lokasi KTT LB OKI

0

Telko.id – Perhelatan konfrensi Tingkat Tingga Luar Biasa (KTT LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 6-7 Maret 2016. Untuk itu, Telkomsel melakukan berbagai upaya agar data menjamin kenyamanan berkomunikasi para delegasi peserta KTT LB OKI di lokasi tempat acara berlangsung, khususnya di area indoor Jakarta Convention Center (JCC).

Sejumlah penguatan baik infrastruktur maupun pengamanan kualitas jaringan untuk pengalaman para delegasi peserta KTT LB OKI telah dipersiapkan, terutama ketika menikmati pengalaman Mobile Broadband menggunakan jaringan 4G LTE Telkomsel. Disamping mengandalkan kekuatan 10 BTS Node B jaringan 3G, Telkomsel juga sudah mempersiapkan 5 eNode B jaringan 4G LTE yang tersebar di area indoor JCC.

Kenyamanan pengalaman Mobile Broadband menggunakan jaringan 4G LTE para peserta akan semakin terasa dengan dukungan jaringan yang beroperasi di frekuensi 15 Mhz menggunakan konsep Base Transceiver Station (BTS) indoor terbaru, yaitu Lamp Site. Untuk menjaga realibity (kehandalan performansi jaringan), Telkomsel secara teknis juga sudah menerapkan Dual Homing di setiap BTS yang meng-cover area JCC untuk mengantisipasi dan mengamankan keberlangsungan layanan jaringan Telkomsel selama KTT LB OKI berlangsung

General Manager ICT Operation Region Jabotabek Telkomsel, A. Moelky Furqan, mengatakan “Telkomsel siap menjaga dan menjamin kualitas jaringan 4G LTE Telkomsel untuk kenyamanan pengalaman menggunakan mobile broadband oleh para delegasi KTT LB OKI di Jakarta. Lokasi Jakarta Convention Center yang selama ini selalu menjadi titik berkumpulnya orang dalam sebuah acara memang menjadi perhatian besar untuk kami agar di setiap momen acara besar pelanggan Telkomsel dapat merasakan True Broadband Experience yang berbeda.”

“Belum lama ini, ketika berlangsung music ternama di JCC dengan jumlah penonton hingga ribuan orang, jaringan Telkomsel khususnya 4G LTE tetap stabil dan tanpa ada kendala berarti, yang memberikan pengalaman lebih bagi para penonton ketika mengabadikan momen saat menonton konser, seperti itu dengan mengunggah foto di social media secara real time saat konser berlangsung. Dengan begitu, kami cukup yakin kualitas jaringan akan tetap terjaga di KTT LB OKI dikarenakan jumlah pesertanya jauh lebih sedikit ketimbang saat konser lalu” tambah Moelky.

Tak hanya pengamanan jaringan di lokasi berlangsungnya KTT LB OKI, Telkomsel juga akan memastikan kenyamanan pengalaman mobile broadband para peserta dengan kualitas jaringan 4G LTE di frekuensi 15 MHz sejak kedatangan di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma sudah bisa dirasakan, termasuk meningkatkan kualitas jaringan di 17 Hotel yang menjadi titik penginapan delegasi peserta KTT LB OKI di sekitar wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Guna meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil, saat ini Telkomsel terus konsisten menggelar teknologi generasi selular keempat, yakni layanan 4G LTE di lebih dari 40 kota. Saat ini secara nasional Telkomsel memiliki lebih dari 4500 BTS 4G dan dipercaya oleh 3 juta  pelanggan 4G. Sementara layanan 3G juga akan terus diperluas hingga ke daerah pelosok dan perbatasan.

Kini, Telkomsel fokus untuk memberikan layanan dengan kualitas yang prima, sehingga para pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik ketika menggunakan layanan data Telkomsel. Untuk menyajikan great customer experience dalam memastikan kecepatan akses layanan data dan stabilitas koneksi jaringan tetap terjaga yaitu Coverage, Capacity dan Quality, tutup Moelky. (Icha)

XL Gandeng Alfamart Untuk Muluskan Transformasi

0

Telko.id – Dalam rangka memuluskan salah satu pilar transformasi yang dicanangkan oleh XL yakni untuk naik kelas. Di mana segmentasi pelanggan yang diharapkan bisa naik kelas. Untuk itu diperlukan juga beberapa penunjang agar apa yang ditargetkan tercapai. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Alfamart dalam hal penjualan pulsa.

“Untuk mendukung transformasi itu, diperlukan tempat yang sesuai juga dengan karakter pelanggan yang disasar XL. Itu sebabnya, XL bekerjasama dengan alfamart sebagai tambahan modern channel,” ujar Dian Siswarini, Direktur Utama XL Axiata menjelaskan. Lebih lanjut, Dian juga menyebutkan bahwa objektif dari kerjasama ini adalah kepuasan pelanggan XL.

Di sisi lain, operator saat ini sangat sulit untuk mengendalikan harga di pasar. Untuk itu, dengan Alfamart dilakukan kerjasama dengan cara Host to Host direst connection secara langsung. Tidak menggunakan jasa pihak ketiga lagi. Plus, kerjasama promosi selama 1 tahun untuk program diskon 20% setiap tanggal 8. Di mana, potongan harga tersebut dapat diperoleh jika pelanggan membeli pulsa 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu dan 500 ribu. Program ini disebut dengan XL Day.

“Melalui kerjasama ini, XL melihat peluang yang cukup baik  untuk  mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan penjualan pulsa hingga 2 kali  lipat  dari  hasil  yang diperoleh sepanjang 2015, ujar Danny Chew Kar Wai,Chief Commercial Officer XL. Sebelumnya, XL dan Alfamart  telah menjalin kerjasama melalui pihak ketiga. Target XL tersebut berdasarkan  pada  perkembangan  bisnis  Alfamart yang cukup pesat dan kini merupakan  salah  satu  retail terkemuka di Indonesia.

Saat  ini,  jumlah  gerai Alfamart di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 11.300  gerai  yang  tersebar  di Indonesia. Lokasi yang tersebar dan dekat dengan masyarakat, menjadikan Alfamart sebagai salah satu alternatif tempat berbelanja yang sesuai dengan berbagai kalangan.

Distribusi moden channel seperti dengan Alfamart ini melalui cukup menggembirakan hasilnya. Setidaknya, sampai akhir tahun 2015 lalu, ada peningkatan 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja, kontribusi untuk modern channel ini masih kecil. Masih lebih besar tradisional market. Mungkin ini juga dengan semakin banyak XL bekerjasama secara langsung dengan modern channel, para dealer XL yang menguasai tradisional market belum “teriak”. (Icha)

Mengenal Lebih Jauh Tentang Palapa Ring dan Apa Manfaatnya

0

Telko.id – Proyek Palapa Ring merupakan proyek yang sedang di garap oleh Pemerintah dalam melakukan penyebaran sert fiber nasional. Proyek Palapa Ring sendiri juga sebagai inisiasi dari Pemerintah pusat untuk penyebaran akses internet ke seluruh wilayah di Indonesia, baik itu Barat, tengah maupun wilayah Indonesia bagian Timur.

Lalu, apa itu Palapa Ring dan Bagaimana Latar Belakang dari Proyek yang menelan dana Triliunan rupiah ini ?

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Pemerintah Indonesia menggunakan ‘Palapa Ring’ sebagai nama proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung bagi telekomunikasi nasional. Cikal bakal dari Palapa Ring sendiri adalah ‘Nusantara 21’ yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998. Namun, krisis ekonomi yang melanda Indonesia membuat proyek tersebut tidak berjalan. Januari 2005, pada ajang Infrastructure Summit I, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi kembali mencuat ke permukaan.

Setelah Nusantara 21 tenggelam, muncul ide Cincin Serat Optik Nasional (CSO-N) yang diprakarsai oleh PT Tiara Titian Telekomunikasi (TT-Tel). Aplikasi tersebut merupakan jaringan kabel kasar bawah laut berbentuk cincin terintegrasi yang berisikan frekuensi pita lebar yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian barat dengan perkiraan panjang sekitar 25.000 km. Setiap cincin akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 gbps hingga 1.000 gbps di daerah tersebut.

Pemerintah kemudian memopulerkan gagasan tersebut dengan nama Palapa O2 Ring. Akan tetapi karena mirip dengan merek dagang salah satu ponsel, pemerintah mengubah nama proyek serat optik ini menjadi Palapa Ring.

Palapa ring sendiri akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan.

Proyek Palapa ring sendiri dibagi menjadi tiga paket, yakni paket Barat, Tengah serta Timur. Dengan masing-masing paket memiliki wilayah dan anggaran yang bereda pula.

Lantas, apa manfaatnya bagi masyarakat Indonesia secara luas ?

Seperti diketahui, tujuan utama dari Palapa Ring adalah membuat biaya di operator selular, fixed broadband dan internet secara umum menjadi lebih murah yang pada akhirnya, pelanggan juga yang bisa menikmati murahnya biaya internet atau pun komunikasi lainnya. Iklim kompetisi sebaiknya tidak hanya di operator selular dengan kampanye-kampanye agresif seperti Rp. 10/detik, Rp. 1000 per jam , Rp 47 per menit dan lainnya.

Namun juga harus di terapkan di operator backbone bandwidth. Saat ini, iklim kompetisi belum sampai ke operator backbone bandwidth sehingga mengakibatkan masih mahalnya biaya internet di Indonesia.

Hadirnya Palapa ring juga akan memberikan peluang bisnis baru bagi industri UKM di pelosok daerah, serta dapat juga meningkatkan taaf hidup masyarakat lewat kegiatan ekonomi digital.

Sekedar informasi, Menkominfo juga sedang giat-giatnya melakukan kapanye untuk pertumbuhan e-commerce dan startup lokal. Dengan aliran internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia, tentunya cita-cita Pemerintah dan Presiden Jokowi untuk menciptakan 1000 startup akan segera terealisasi.

Alfamart Sudah Bersiap Untuk Hadapi Era IoT

0

Telko.id – Era Internet of Things tidak bisa dipersiapkan dalam waktu yang dekat. Harus dipersiapkan dengan matang sehingga nantinya tidak akan mengganggu kenyamanan para pelanggannya. Demikian juga dengan Alfamart. Toko retail yang kini berada di seluruh penjuru Indonesia ini juga sudah mempersiapkannya. Hanya saja, memang masih panjang perjalanannya.

“Era big data dan Internet of Thing memang masih lama, tetapi persiapannya harus dilakukan dari sekarang. Dan, untuk menghadapi itu semua bukan menjadi tugas Negara saja, tetapi juga kami sebagai perusahaan. Itu sebabnya, kami melakukan transformasi IT untuk menghadapinya,” ujar Himawan Setiadi, IT Direktor Alfamart menjelaskan.

Lebih lanjut, Himawan menyebutkan bahwa dana yang dipersiapkan untuk transformasi IT ini sekitar 20% dari total investasi yang dipersiapkan untuk 3 tahun. Mulai dari 2015 hingga 2017 nanti. Namun, setelah itu akan ada investasi lanjutan lagi karena untuk transfromasi IT ini tidak bisa berhenti. Apalagi, untuk big data dan IoT sendiri masih belum jelas standarnya sehingga Alfamart akan terus menerus melakukan transfromasi IT.

Dalam waktu dekat, Alfamart sendiri sudah persiapkan diri untuk menjadi market place. Hanya saja, dalam tahap awal yang akan dikembangkan adalah Alfa online.

Saat ini, Alfamart sudah memiliki 11.300 outlet di seluruh Indonesia. Untuk jawa sendiri sudah hampir ada di daerah kabupaten. Sedangkan di Kalimantan sudah masuk ke Pontianak dan Samarinda. Untuk wilayah Sulawesi sudah masuk ke Menado dan Makasar. Setiap harinya, di Alfamart terjadi 4 juta transaksi. (Icha)

Permudah Pelanggan Korporat, Bharti Airtel Hadirkan Paket Unik

0

Telko.id – penawaran terbaru Airtel tawaran yakni ‘Prabayar di Pascabayar’ akan membuat hidup lebih sederhana bagi pelanggan korporat yang dipaksa untuk menggunakan dua SIM atau bahkan dua perangkat mobile karena pembatasan dalam penggunaan koneksi perusahaan untuk kebutuhan pribadi.

Paket ‘Prabayar di Pascabayar’ ini menawarkan paket data secara prabayar di tiap program pasca bayar perusahaan mereka.

Sekedar informasi, hal ini merupakan inisasi pertama pada industri telekomunikasi. Paket prabayar di pascabayar milik Airtel ini akan memberikan tuntutan untuk konektivitas data kecepatan tinggi guna mengakses media sosial, film, video, e-commerce dan aplikasi gaya hidup lainnya.

Untuk mengakses layanan terbaru ini, setiap pelanggan pada suatu perusahaan membutuhkan Airtel untuk melakukan pengisian data yang dibayar di muka berdasarkan nomor telepon mereka. Setelah itu, data yang kemudian digunakan merupakan data dari paket prayabar tadi, sehingga tidak mengganggu paket pascabayar si pengguna.

Selain itu, pengguna juga dapat melakukan isi ulang prabayar ini di semua saluran ritel prabayar, online atau langsung dari ponsel mereka sendiri.

Nantinya, Pelanggan hanya perlu melakukan isi ulang data yang digunakan dan tidak akan menjadi bagian dari tagihan Pascabayar mereka. Sementara untuk harga paket data standar prabayar mulai dari Rs. 99.

Mengomentari produk baru ini, Srinivasan Gopalan, direktur Bisnis Consumer, Bharti Airtel-India & Asia Selatan, mengatakan, “Fleksibilitas adalah inti dari proposisi pasca bayar kami, dengan Airtel myPlan menawarkan pilihan yang tak terbatas kepada pelanggan untuk membuat ‘data plan’ mobile mereka sendiri, dan sekarang dengan ‘Prabayar di Pascabayar’, kami menawarkan peningkatan fleksibilitas kepada pelanggan korporat kami untuk menyederhanakan pengalaman data mereka,” ujarnya seperti dilaporkan dari laman TelecomLead (7/3).

Gopalan menambahkan, untuk paket terbaru ini, Airtel telah menerima respon yang sangat positif dari para pelanggan korporat mereka di India.

Hadirnya paket unik dan inovatif seperti ini, nampaknya perlu diimplementasikan oleh para operator seluler di Indonesia. Mengingat, jumlah pelanggan korporat yang menggunakan paket pascabayar di Indonesia yang juga cukup besar.

AT & T Juga Berikan Dukungannya Untuk Apple

Telko.id – Mungkin mengejutkan, dua operator terkemuka AS yang mendukung Apple pada penolakannya untuk membuat backdoor ke iOS.

Sekedar informasi, AT & T mengikuti rival mereka Verizon dalam mendukung Apple dan menentang FBI yang bulan lalu memperoleh perintah pengadilan yang meminta raksasa smartphone berlogo buah ini untuk membuat backdoor ke dalam iPhone yang digunakan oleh salah satu pelaku penembakan di San Bernardino, California.

Dalam sebuah pernyataan, senior Eksekutif Wakil Presiden dan penasihat umum AT & T, David McAtee, mengatakan perintah pengadilan mengharuskan Apple untuk ‘mengambil beberapa langkah yang cukup luar biasa’ untuk membantu FBI.

McAtee pun langsung menentang keputusan yang diminta oleh hakim ini dan mendukung Kongres untuk menyediakan kerangka kerja yang jelas, yakni sebuah hukum bagi semua pemain dalam ekonomi digital.

“Solusinya adalah untuk Kongres untuk meloloskan undang-undang baru yang memberikan kejelasan nyata bagi warga negara dan juga perusahaan teknologi tentunya,” katanya seperti dilaporkan MobileWorldLive (7/2).

Reuters juga melaporkan bahwa komentar dari McAtee merupakan referensi bagi Communications Assistance for Law Enforcement Act (CALEA) dari tahun 1994, yang meliputi operator, namun tidak termasuk pada “layanan informasi”, yang merujuk pada perusahaan internet.

Sementara itu, Quartz mencatat bahwa posisi AT & T pada kasus ini mungkin mengejutkan, mengingat catatan masa lalu dari dukungan untuk pengawasan pemerintah. Sekedar informasi, Edward Snowden pernah mengungkapkan bahwa AT & T bersedia untuk membantu Badan Keamanan Nasional AS selama bertahun-tahun, termasuk menawarkan bantuan teknis dalam penyadapan pelanggan dan memasang peralatan pengawasan di hub mereka. Tentunya dengan dukungan yang diberikan kepada Apple jelas memberikan sedikit kejutan bagi masyarakat di Amerika Serikat.

Selain AT & T, sejumlah perusahaan teknologi juga membuat pengajuan yang mereka berinama ‘amicus briefs’ untuk  mendukung Apple. amicus briefs sendiri merupakan bentuk pengajuan yang dibuat dengan minat khusus dalam subyek kasus pengadilan.

Sekedar informasi, beberapa perusahaan teknologi yang ikut mendukung Apple pada kasus ini adalah Google, Facebook, Microsoft, Mozilla, Twitter, LinkedIn dan tentunya dua operator raksasa di Amerika Serikat yakni AT & T dan Verizon.

Seperti diletahui, akses backdoor yang diminta oleh FBI merupakan akses pembukaan kode PIN pada iPhone, yang mengunci perangkat secara otomatis setelah beberapa upaya penggunaan PIN yang salah.

Sinar Mas Land Siap Jadikan BSD City Integrated Smart Digital City

0

Telko.id – Sinar Mas Land terus berupaya untuk menjadikan BSD City sebagai Integrated Smart Digital City. Sebagai langkah awal, pengembang properti inipun bekerjasama dengan PT Kresna Graha Investama Tbk, sebuah perusahaan jasa keuangan dan teknologi digital yang nantinya akan mengembangkan platform digital yang terintegrasi.

Platform ini sendiri rencananya akan dirancang khusus agar dapat digunakan untuk menunjang aktivitas keseharian warga penghuni BSD City dan berlaku di seluruh kawasan.

Menurut Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja, pengembangan aplikasi ini merupakan awal kerjasama yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua perusahaan dan diharapkan dapat dikembangkan lebih jauh di masa depan.

“Aplikasi mobile yang terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan informasi dan kemudahan dalam segala bentuk transaksi bagi para penghuni BSD City, mulai dari pembayaran IPL, pembayaran sewa bagi para tenant, hingga melakukan pemesanan tempat di berbagai restoran yang ada di BSD City,” katanya.

Ia menambahkan, aplikasi ini nantinya akan mencakup layanan e-Wallet, community platform, loyalty programs serta business performance management solutions. 

BSD City, kota mandiri dengan total luas lahan mencapai 6.000 hektar yang dikembangkan Sinar Mas Land kini telah dihuni sekitar 200.000 jiwa penduduk. Laju perkembangan teknologi digital di dunia turut mengubah pola kehidupan para penghuni di BSD City yang kini terbiasa dengan penggunaan smart phone dengan beragam perangkat aplikasinya.

Hal ini tak luput dari perhatian Sinar Mas Land sebagai pengembang yang ingin memberikan kemudahan serta memanjakan para penghuni di BSD City, sekaligus mengembangkan beragam aspek di kawasan tersebut. Karena itu, Sinar Mas Land berupaya menjadikan BSD City sebagai Integrated Smart Digital City dengan memaksimalkan peran teknologi digital yang mudah diakses dan banyak digunakan  masyarakat,  yakni aplikasi mobile.

“Sinar Mas Land berupaya agar semua masyarakat yang menghuni wilayah BSD City memiliki sarana dan prasarana berkualitas, mendapatkan kualitas kehidupan terbaik serta kemudahan dalam berbagai macam hal, salah satunya dalam konteks kali ini yaitu dalam hal bertransaksi dengan aplikasi mobile yang terintegrasi,” lanjut Michael Widjaja.

Sementara itu, Michael Steven, Presiden Direktur PT. Kresna Graha Investama Tbk mengaku bangga telah mendapatkan kepercayaan dari Sinar Mas Land untuk ikut berperan dalam mengembangkan BSD City sebagai Integrated Smart Digital City. “Untuk itu, kami akan berusaha memberikan hasil terbaik untuk mewujudkan impian tersebut,” ungkapnya.

Langkah BSD City menuju Integrated Smart Digital City juga semakin mudah dengan beragam kelebihan di kawasan tersebut, yakni dari sisi teknologi dan geografi. Dari sisi teknologi, BSD City telah dilengkapi koneksi fiber untuk mendukung akses internet dan kecepatan pengiriman data, high resiliencies fiber backbone, keterbukaan akses untuk fleksibilitas, pengembangan kota yang terintegrasi, serta  kesiapan pelayanan Cloudkelas dunia.

Dari sisi geografi, BSD City juga memiliki lokasi yang berdekatan dengan Jakarta dan bandara internasional Soekarno Hatta, kemudahan akses wilayah ditunjang 2 jalur tol  utama serta stasiun kereta api. Tak hanya itu, BSD City memiliki kelengkapan infrastruktur, kombinasi perkantoran, retail dan kawasan residensial yang dikembangkan dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan dan pelestarian alam.

 

Ini Tanggapan Regulator Tentang TKDN

0

Telko.id – Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang saat ini belum juga menemukan skema final nampaknya masih dalam penggodokan pihak regulator.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian mengeluarkan setidaknya lima skema yakni, skema 100 persen hardware, skema 100 persen software, kemudian komposisi 75 persen hardware dan 25 persen software, skema rasio rata dimana baik software maupun hardware memiliki masing-masing 50 persen, dan yang terakhir adalah hardware 25 persen serta software 75 persen.

Dari kelima skema ini, skema 100 persen software dirasa cukup merugikan bagi beberapa vendor smartphone yang telah menginvestasikan dana yang tidak bisa dibilang sedikit untuk membangun pabrik di Indonesia. Pasalnya, jika menggunakan 100 persen software, berarti mereka tidak perlu membangun pabrik disini.

Lantas, bagaimana menurut pandangan pihak regulator mengenai ‘tarik ulur’ skema TKDN ini.

Rudiantara selaku Menkominfo, saat ditemui pada penandatangan Palapa Ring paket tengah mengungkapkan, sangat mendukung roadmap dari Kementrian Perindustrian mengenai adanya unsur software didalam perhitungan TKDN.

“Artinya, jangan jadikan indonesia sebagai basis industri, Indonesia harus punya nilai tambah yaitu di software,” ujar pria yang sering disapa Chief RA (4/3).

Lebih lanjut, Ia menegaskan, “Saya sebagai menteri kominfo mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian untuk hardware dan juga software.”

Sementara itu, I Gusti Putu Suryawirawan selaku dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian mengungkapkan terus mendorong hadirnya unsur software di dalam kandungan TKDN tadi.

Ia menyebut, “makanya kita memberikan solusi, untuk mencapai TKDN juga membutuhkan industri softwarenya, dengan industri software itu anak-anak Indonesia akan lebih banyak terlibat di dalam industri ponsel ini,” ujarnya ketika ditemui di acara penandatanganan proyek Palapa Ring paket Tengah (4/3).

Ia juga menambahkan, dengan adanya software lokal dalam skema TKDN, nantinya akan lebih banyak startup company yg bisa lebih berkreasi. Ia juga menambahkan, dalam era Jokowi-JK ini kita berencana menumbuhkan 1000 startup dalam waktu lima tahun. Dengan hadirnya unsur software ini akan banyak anak-anak Indonesia yang menjadi developer.

Sekali lagi, ia menekankan jika berfikir tidak hanya membuat pabrik, melainkan membuat industri, “pabrik itu bagian dari industri”.

Putu juga mengungkapkan, kalau pihak nya juga masih perlu berbicara lagi dengan industri ponsel untuk membuat rencana pengembangan industri ponsel di Indonesia.

Mengenai industri dan manufaktur, ia menyebutkan bahwa semua bahan masih diimpor dan belum benar-benar dibuat disini.

Sekedar informasi, saat ini total TKDN para vendor smartphone baru menyentuh angka 20% dan harus ditingkatkan menjadi 30% pada awal 2017 mendatang.

Mengenai hal tersebut, Putu mengungkapkan, “untuk naik dari 20 ke 30 kan gak mudah, makanya kami mengusulkan unsur software untuk menaikan itu, unsur software sendiri itu berupa aplikasi dan bukan platform.” Dengan harapan, nanti  aplikasi lokal buatan Indonesia sudah langsung  ‘embedded’ didalam sebuah ponsel 4G.

“Kita berharap kalau smartphone memiliki lokal konten, ketika baru dibuka dari kardusnya, maka yang akan muncul adalah aplikasi lokal kita yang berasal dari developer kita, jadi smartphone ini benar-benar menggunakan aplikasi buatan developer kita dan smartphone ini benar-benar menciptakan trafik buat internet yang ada di dalam republik Indonesia,” jelas Putu.

Disinggung soal apakah vendor smartphone seperti Apple mau memasukan konten lokal Indonesia, beliau menjawab dengan santai, “Ya harus mau, kalau gak mau ya gak usah masuk sini,” ujarnya.

Ia meminta agar semua stakeholder untuk optimis terhadap skema ini. “Kita harus optimis agar banyak anak-anak dengan aplikasi lokal Indonesia yang bermain di industri smartphone ini,” pungkasnya.

Sejatinya, para vendor smartphone boleh memilih skema-skema yang sudah disediakan oleh Kemenperin dan bukan harus mengikuti satu skema saja.

Kemudian, disinggung mengenai Proyek Palapa Ring, Putu menjawab, sejatinya terdapat 10 industri pembuat serat optik dan lokal konten di Indonesia. Dan selanjutnya, Kemenperin akan memanggil mereka untuk tahap lebih lanjutnya.