spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1663

Debut di Indonesia, HOOQ Sediakan Lebih dari 35.000 Jam Judul Film

0

Telko.id – Ranah video-on-demand tanah air kembali kedatangan pemain baru. Kali ini adalah dia yang menyebut dirinya pertama dan terbesar di Asia, HOOQ. Layanan streaming video ini hadir secara resmi Kamis lalu, dan memungkinkan semua orang bisa berlangganan hanya dengan membayar Rp. 49,500 per bulan.

HOOQ yang merupakan perusahaan start-up antara Singtel, Sony Pictures Television, dan Warner Bros., bertujuan untuk membawa revolusi di dunia hiburan, dan mengubah cara orang Asia menikmati hiburan mereka.

Ini adalah pertama kalinya di Asia, tiga perusahaan media raksasa bergabung untuk menghadirkan akses online streaming tanpa batas untuk film dan serial TV dari Hollywood dan Indonesia terbaik, yang dapat dinikmati kapanpun, dimanapun, dengan menggunakan perangkat apapun termasuk komputer, smartphones, tablet, dekoder dan smart TV melalui Google Chromecast.

“Dengan misi membawa sejuta cerita untuk semilyar orang, kami berupaya untuk mengubah cara masyarakat Indonesia mendapatkan hiburan mereka, dan menantikan saat dimana semua menggunakan HOOQ,” kata CEO HOOQ, Peter Bithos melalui keterangan resminya, (15/4).

Sebelum masuk ke Indonesia, HOOQ telah lebih dulu hadir di Filipina, Thailand dan India. Dengan menghadirkan lebih dari 35.000 jam hiburan terbaik dari film dan serial TV Hollywood dan lokal.

Di Indonesia, HOOQ bermitra dengan beberapa studio papan atas Indonesia seperti 13 Entertainment, MNC Contents, Multivision Plus dan TRANSMEDIA.

Pelanggan dapat menikmati film-film Indonesia terlaris seperti AADC dan Petualangan Sherina, film penerima penghargaan seperti Sang Penari dan Laskar Pelangi, juga film klasik legendaris seperti Catatan Si Boy dan Warkop. HOOQ juga akan menghadirkan secara eksklusif sejumlah film, FTV dan serial TV pada saat peluncurannya , dimana penggemar film Indonesia dapat menantikan film box office Indonesia terbaik di 2016, Surat dari Praha, yang secara eksklusif akan bisa dinikmati di HOOQ mulai akhir April ini.

Solusi MySDN Cloud VPN dari MyRepublic Akhirnya Sambangi Indonesia

0

Telko.id – Setelah sukses dengan peluncuran perdananya di Singapura, MySDN Cloud VPN dari MyRepublic akhirnya hadir di Indonesia. MySDN akan menjadi standard baru untuk jaringan bisnis yang simple, fleksibel, dan mudah dikontrol sehingga dapat meningkatkan produktivitas bisnis.

Kehadiran MySDN Cloud VPN ini bisa dikatakan menjadi langkah baru pada penggunaan Software- Defined Networking (SDN). Seperti telah diketahui, industri hardware saat ini mulai terganggu dengan dialihkannya server-server fisik menjadi server virtual yang jauh lebih praktis dan ekonomis. SDN dalam hal ini berupaya untuk menggantikan WAN yang rumit dan mahal dengan cloud terpusat yang berbasis VPN solution.

CEO MyRepublic, Malcom Rodriguez mengurai rasa bangganya bisa menghadirkan MySDN Cloud VPN ke Indonesia. Solusi ini dinilainya telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi para pelaku usaha. “Perusahaan kini dapat mengkoneksikan kantornya dalam hitungan hari, dimana sebelumnya hal ini tidak mungkin dilakukan. Dengan MySDN Cloud VPN sangat mudah untuk memperluas bisnis kapanpun dan dimanapun tanpa hambatan,” katanya melalui keterangan tertulis.

Hal senada diungkapkan CEO sekaligus Founder Nuage Network, Sunil Khandekar. Menurutnya MySDN Cloud VPN akan memudahkan para pelanggan MyRepublic untuk menghubungkan cabang- cabang yang mereka miliki dimana saja dengan fitur on-demand control, fleksibilitas, serta keamanan data yang mereka butuhkan selama ini.

Generasi terbaru dari WAN ini dibangun oleh Nuage Network dari Virtualized Network Services (VNS) milik Nokia, MySDN Cloud VPN mempermudah infrastruktur jaringan yang kompleks, memberikan para IT manager gambaran secara holistic pada jaringan mereka dengan perangkat self-service yang dapat dikontrol penuh.

Dengan MySDN Cloud VPN, pelaku usaha dapat menentukan lokasi yang spesifik atau memperluas jaringan hanya dalam hitungan menit tanpa perlu kunjungan langsung ke site.

Cara pengoperasian layanan MySDN Cloud VPN juga terbilang mudah, cukup plug-and-play, bahkan tanpa tim IT support dedicated sekalipun. Pengguna hanya butuh perangkat MySDN ditambah koneksi internet, baik fiber, copper, maupun mobile broadband, untuk melakukan setting dan mengkoneksikan lokasi baru.

Implementasinya yang mudah dan praktis melalui koneksi internet provider manapun tak lantas membuat layanan ini rentan, karena provisioning dan pengaturan engine dikontrol penuh oleh MyRepublic. Selain itu MySDN Cloud VPN juga mendukung IP Security (IP Sec) dan dilengkapi oleh fitur dual WAN port uplink di masing-masing perangkat untuk menambahkan redudansi.

MySDN Cloud VPN kini tersedia untuk pelanggan lintas Negara, termasuk Indonesia, Singapura, dan New Zealand. Untuk memastikan para pelanggan akan mendapatkan kualitas produk yang baik serta layanan purna jual yang prima, MyRepublic telah menggandeng ACA Pacific Technology, dengan reputasinya yang tak diragukan lagi dalam industri IT solution, sebagai partner kerja sama.

Smartfren Mulai Ujicoba Roaming VoLTE

0

Telko.id – Sebagai penyedia layanan VoLTE, Smartfren mulai mencoba melebarkan sayap untuk layanan mereka ke skala internasional. Dengan Menggandeng LG U+, yakni salah satu operator seluler di Korea selatan, Smartfren saat ini tengah mencoba layanan roaming internasional untuk VoLTE.

Sekadar informasi, untuk roaming internasional sendiri smartfren telah bekerjasama dengan 245 negara di dunia, sehinga para pengguna Smartfren masih bisa menggunakan jaringan voice dan internet di luar negeri. Namun untuk VoLTE, layanan roaming ini baru pada tahap ujicoba dan belum diluncurkan secara komersial.

Ditemui pada Media Update tentang VoLTE, pihak Smartfren mengatakan, mereka memerlukan waktu 3 bulan untuk persiapannya. Alasan Smartfren memilih LG U+ sebagai rekan adalah karena LG U+ merupakan salah satu operator asing yang terlebih dahulu menerapkan jaringan 4G dan VoLTE.

Melihat cara kerjanya, uji coba ini dilakukan dengan menghubungi salah satu pengguna Smartfren di Korea Selatan. Jadi, nomor Smartfren memanfaatkan jaringan LG U+ untuk komunikasi roaming. Pihak Smartfren menjelaskan, tidak ada perbedaan kualitas antara VoLTE di jaringan nasional dan roaming VoLTE. Roaming VoLTE juga sudah bisa dipakai untuk panggilan video.

“Ini masih dalam tahap uji coba,” ujar Novi Lestari, Departmen Head of International Service Smatfren. Namun, Novi belum dapat memberikan tanggal pasti peluncuran layanan ini secara komersil. Rencananya, Smartfren juga akan menggandeng operator asing lainnya. Salah satunya adalah Starhub dari Singapura.

Sekadar informasi, Voice Over LTE atau VoLTE adalah teknologi komunikasi suara yang menggunakan jaringan data. Beda dengan layanan OTT lain seperti WhatsApp atau Skype, VoLTE bisa diterapkan tanpa aplikasi, dan memiliki jalur tersendiri untuk mencegah intervensi data.

Dalam pengujian tersebut, terlihat bahwa panggilan voice melalui VoLTE ke Korea Selatan, sangat mulus sementara untuk layanan video call VoLTE mereka juga berjalan halus dan begitupun sebaliknya.

Sekadar informasi, hadirnya layanan VoLTE ada Smartfren diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna voice dari operator tersebut. Sampai dengan saat ini saja, jumlah pegguna VoLTE mereka di Indonesia sekitar 70 ribu penguna.

Aplikasi Ini Bisa Hadirkan VoLTE di Smartphone Mu

0

Telko.id – Layanan VoLTE (Voice over LTE) penetrasinya di Indonesia memang belum terlalu luas, praktis hanya Smartfren lah operator di Indonesia yang telah mendeploy layanan ini. Kurangnya ketersediaan perangkat menjadi salah satu alasan utama dari lambatnya penyebaran layanan ini di Indonesia.

Berkaca dari hal tersebut, Smartfren menghadirkan sebuah aplikasi yang dinamakan ‘Smart VoLTE’. Sekadar informasi, aplikasi ini ditujukan untuk pelanggan OMH (Open Market Handset) Smartfren, yakni pelanggan smartfren diluar Andromax.

Sama seperti VoLTE pada umum nya, aplikasi Smart VoLTE milik Smartfren mengikuti tarif voice atau panggilan telepon biasa, sehingga pengguna dapat melakukan video call tanpa perlu mengkhawatirkan kuota data. Harga tarif VoLTE akan tetap ekonomis meskipun VoLTE menggunakan teknologi tinggi yang menjamin kejernihan kualitas suara dan video.

Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren Telecom,”Aplikasi yang kami beri nama Smart VoLTE ini merupakan aplikasi komunikasi dengan basis teknologi VoLTE yang telah kami luncurkan pertama kali secara komersial di Indonesia beberapa waktu lalu. Dengan hadirnya aplikasi ini para pengguna perangkat smartphone Andromax 4G dan smartphone Android 4G dengan merek umum yang tersedia di pasaran, dapat menikmati semua layanan VoLTE yang kami sediakan. Cukup unduh di Google Play Store dan nikmati cara baru berkomunikasi,” ujarnya.

Para pengguna nantinya hanya perlu menginstal aplikasi ini di play store, serta harus juga memastikan bahwa simcard smartfren mereka sudah VoLTE Ready. Meski belum diluncurkan secara resmi, namun jumlah pengunduh aplikasi ini di play store sudah mencapai lebih dari 5000 orang.

Namun sangat disayangkan, bahwa aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh pelanggan smartfren VoLTE karena operator lain di Indonesia belum ada yang mendevelope layanan ini. Mengenai Hal tersebut, Roberto mengungapkan, “Kedepannya akan menjadi umum, dan saya yakin teman-teman operator sudah melakukan uji coba. Yang terpenting adalah Bagaimana hedaset itu available, dengan teknologi dan ekosistem yang juga sudah siap,” tambah Roberto.

Hal Senada juga diutarakan oleh Hartadi Novianto, Head of Smartphone Product Bundling Smartphone yang mengaku terbuka jika ada kerjasama dengan operator lain di Indonesia terkait VoLTE. “Karena saat ini mereka blm siap, nanti kalau mereka sudah siap, kita sih terbuka saja,” sebut Hartadi.

Hartadi juga menjelaskan, saat ini pengguna VoLTE Smartfren sudah mencapai sekitar 70 ribu user di Indonesia. Dengan hadirnya aplikasi ini, sekaligus menjadi salah strategi Smartfren untuk meningkatkan volume penggunaan layanan voice mereka.

Berikut adalah daftar smartphone yang sudah teruji kompatibel dengan aplikasi Smart VoLTE: Andromax EC, Andromax ES, Andromax R, Andromax R2, Andromax Q, Andromax Qi, LG G4, Wiko Ridge 4G Fever, Samsung J2, Samsung J5, Lenovo A6010, Samsung Tab S2 T715Y, Samsung Tab S2 T815Y, Sony Experia Z3 Compact D5833, One Plus One A1001, Hisense Pureshot, Motorola Nexus 6, Samsung J1 Ace, Samsung J7 dan Asus Zenfone 2.

Huawei Perkenalkan Strategi Ultra Broadband 2020 untuk Atasi Tantangan Bisnis di Indonesia

Telko.id – Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi informasi global dan komunikasi teknologi (TIK) terkemuka, memperkenalkan Strategi Ultra Broadband 2020 (UBB 2020) bagi industri, bisnis, dan pengembang jaringan pada acara konferensi Annual Broadband TV Connect Asia ke-12 di Jakarta. Strategi ini bertujuan untuk mendukung para operator telekomunikasi agar mendapatkan peluang bisnis yang lebih besar dan mampu mengatasi tantangan selama lima tahun ke depan.

Melihat tren perkembangan industri ultra broadband di dunia dan strategi operasional bisnis operator telekomunikasi, strategi UB 2020 mampu mendukung kematangan industri TIK di Indonesia, seiring dengan pemerintah yang mulai fokus pada pengembangan jaringan pita lebar di kota maupun daerah pinggiran kota, serta meningkatkan pengalaman pengguna seperti 4K video streaming.

“Huawei percaya akan pentingnya pembangunan pita lebar baru ( New Broadband ) yang dapat membantu operator telekomunikasi untuk terus tumbuh sesuai dengan peningkatan permintaan, menyediakan solusi pita lebar berkapasitas giga-bit di mana saja, mendukung inovasi model bisnis baru, dan menciptakan layanan cepat (Agile Service). Solusi New Broadband mampu memberikan pengalaman yang dapat menginspirasi pengguna melalui video beresolusi tinggi, kebebasan pelanggan untuk menggunakan dan mengubah layanan sesuai dengan kebutuhan, dan menghubungkan pengguna dengan komunitas kami,” ujar Nigel Bruin, Principal Consultant Huawei.

Lim Chee Siong, Chief Marketing Officer (CMO) Huawei Pasifik Selatan, mengatakan “Pengembangan industri UBB mampu memberikan peluang besar untuk para operator karena saat ini pelanggan mengharapkan layanan internet yang real-time, on-demand, all-online, do-it-yourself, dan social (ROADS). Hal ini juga didukung dengan adanya kegiatan operasional industri berbasis internet dan kompetisi dari penyedia OTT (Over the Top) yang memaksa para operator untuk mempercepat transformasi TIK. Sebagai penyedia solusi TIK, Huawei memiliki tanggung jawab utama untuk mendorong perkembangan industri UBB secara berkelanjutan, tertib dan sehat, melayani operator telekomunikasi di Indonesia secara efektif, serta menyediakan bisnis end-to-end dan solusi jaringan yang optimal untuk mendukung operator dalam mencapai kesuksesan.”

Sejalan dengan Rencana Pita Lebar Nasional Indonesia, saat ini Indonesia mengalami transformasi TIK dan bersiap untuk menuju era ekonomi digital. Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur pita lebar, semua operator telekomunikasi, perusahaan, dan pemerintah harus bekerja sama dalam membangun jalur bebas hambatan untuk informasi, menciptakan gaya hidup yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia, dan memajukan dunia bisnis.

“Untuk mewujudkan visi kami dalam mencapai ekonomi digital di Asia Tenggara, kami melihat kebutuhan untuk membentuk Indonesia Fiber-To-The-Home Alliance (IFA). IFA akan memiliki peranan penting dalam ekosistem dengan merumuskan agenda FTTH ke arah ekonomi digital. Kami juga mengajak para pelaku industri untuk bergabung dan bersama-sama meningkatkan pelayanan TIK melalui FTTH,” ujar Arief Mustain, Executive General Manager, Telekomunikasi Indonesia, Divisi Pelayanan Digital. TELKOM Indonesia merupakan anggota utama Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL). (Icha)

GraPARI Telkomsel Emporium Pluit Mall Berkonsep Modern dan Digital

0

Telko.id – Untuk perusahaan yang memberikan pelayanan jasa, seperti Telkomsel memang harus hadir lebih dekat dengan para pelanggannya. Untuk itu,GraPARI Telkomsel hadir di Emporium Pluit Mall untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pada para pelanggan nya di Jakarta Utara.

GraPARI ini merupakan salah satu pusat layanan pelanggan (customer touch point) walk-in dengan konsep layanan modern dan digital ini merupakan wujud komitmen Telkomsel untuk lebih mendekatkan dan memudahkan akses bagi pelanggan untuk mendapatkan pelayanan menyeluruh tentang produk Telkomsel.

Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Venusiana Papasi, mengatakan “Telkomsel kini mentransformasi konsep kehadiran pusat layanan pelanggan GraPARI ke lokasi tempat berkumpulnya orang banyak, khususnya di titik pusat perbelanjaan guna memudahkan akses pelanggan. Melalui GraPARI Emporium Pluit Mall ini diharapkan dapat menjangkau dan membantu pelanggan di sekitar wilayah Jakarta Utara dalam mendapatkan pelayanan Telkomsel secara lebih fleksibel, sambil menikmati berbelanja di lingkungan Mall.”

GraPARI Emporium Pluit Mall ini dilengkapi dengan 10 ruang pelayanan dengan 30 petugas yang siap membantu. GraPARI ini beroperasi setiap hari sesuai jam operasional Mall, yaitu mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Selain itu, GraPARI ini juga dilengkapi ruang penjualan device bundling produk Telkomsel, layanan redeem Telkomsel POIN, fasilitas games digital, connected screen promo TCASH, dan fasilitas Telkomsel social media corner, yang mana akan memanjakan pelanggan dengan menghadirkan suasana digital lifestyle experience saat melakukan kunjungan ke GraPARI.

Dengan hadirnya GraPARI Emporium Pluit Mall ini, Telkomsel kini memiliki telah 416 titik layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia dan 19 di antaranya terletak di pusat perbelanjaan premium seperti Mall dan Plaza. Untuk wilayah operasional Area Jabotabek dan Jabar, kehadiran GraPARI ini akan melengkapi 86 titik GraPARI yang sudah ada, yang mana 2 di antaranya merupakan GraPARI yang beroperasi selama 24 jam non stop, tepatnya di Jakarta dan Bandung. GraPARI Emporium Pluit Mall sendiri pengelolaan operasionalnya dipercayakan kepada mitra Infomedia.

Saat ini, penambahan jumlah titik customer touch point wak-in juga difokuskan untuk mendorong percepatan migrasi pelanggan menggunakan layanan 4G LTE Telkomsel, khususnya dalam penyediaan layanan upgrade kartu uSIM 4G LTE. Sejumlah GraPARI juga telah menyediakan layanan ATM MyGraPARI yang menyediakan fasilitas self service untuk pergantian kartu, baik upgrade maupun kehilangan, yang memudahkan pelanggan untuk tidak perlu mengantri untuk dilayani secara langsung petugas layanan.

Selain itu, GraPARI kini juga dimanfaatkan untuk mendorong penetrasi layanan digital lifestyle Telkomsel seperti layanan digital money TCASH Tap, dimana salah satunya di Mal Emporium Pluit, Telkomsel bekerja sama dengan merchant Cinema XXI menghadirkan promo nonton hemat Rp. 15 ribu setiap hari Senin untuk transaksi pelanggan yang menggunakan layanan TCASH Tap. Pelanggan dapat dengan mudah memperoleh sticker TCASH Tap dan melakukan cash in/top up saldo TCASH di GraPARI.

Venusiana menambahkan, selain melalui kunjungan GraPARI, Telkomsel juga mendorong pelanggan untuk mulai memanfaatkan fasilitas layanan online customer touch point digital Telkomsel untuk keperluan aktivitas yang tidak memerlukan kehadiran fisik pelanggan, melalui layanan aplikasi MyTelkomsel yang dapat dengan mudah diunduh pelanggan di Google Play Store untuk smartphone berbasis Android dan App Store untuk smartphone berbasis iOS. Pelanggan juga dapat mendapatkan layanan pelanggan Telkomsel melalui aktivitas di akun resmi social media Telkomsel, seperti di Twitter dan Facebook.

Layanan Telkomsel Social Media Corner Terintegrasi Social Media Pelanggan
Di GraPARI Mal Emporium Pluit ini Telkomsel juga pertama kalinya menyediakan layanan Telkomsel Social Media Corner yang merupakan fasilitas layanan self service yang memadukan konsep walk-in dengan layanan online customer care digital, di mana pelanggan yang melakukan kunjungan ke GraPARI tersebut dapat berinteraksi langsung menyampaikan kebutuhan layanannya secara online melalui screen yang tersedia menggunakan akun social media pelanggan. Kemudian agen social media Telkomsel akan membantu kebutuhan pelanggan sesuai yang disampaikan melalui layanan Telkomsel social media corner tersebut. (Icha)

Huawei Mulai Bahas NB-IOT

0

Telko.id –  Huawei’s annual analyst summit memaparkan perihal terminologi baru yakni Big Video. seperti NB-IOT dan pengulangan sebuah tantangan abadi seperti latency, dan melonjaknya pertumbuhan data di semua sektor.

“Segala sesuatu yang kita lakukan  dirancang untuk mengatasi pertumbuhan eksplosif dalam lalu lintas data,” kata Eric Xu, deputy chairman of the board and rotating CEO, dalam sesi tanya jawab setelah keynote pembukaan. Xu mengatakan bahwa volume lalu lintas data di masa depan akan menjadi sebesar  Samudra Pasifik.

Ia menambahkan bahwa perangkat keras dan inisiatif cloud enterprise yang juga diarahkan oleh lalu lintas data, seperti dilaporkan oleh TelecomAsia (15/4).

Xu memperkenalkan strategi “All Cloud”  Huawei selama keynote, dan menyebutkan, “Sepuluh tahun terakhir ini semua tentang IP, sepuluh tahun berikutnya semua tentang cloud, strategi cloud terbaru perusahaan berfokus pada peningkatan pengalaman end user serta juga akan melibatkan ‘cloudification penuh’ dari produk dan aplikasi selama dua hingga tiga tahun ke depan.” Ujar Xu.

Narrowband IOT

NB-IOT adalah gagasan terbaru di Internet of Things. Sebuah konsensus membangun antara operator di seluruh Internet narrowband of Things (NB-IOT), teknologi baru untuk penyebaran jaringan LPWA (Low Power wide-area). Sekadar informasi, teknologi ini dirancang untuk menyediakan cakupan pada tempat yang sulit dijangkau, serta mendukung sejumlah besar throughput rendah, perangkat biaya yang sangat rendah, dengan konsumsi daya perangkat rendah.

Sementara itu, Patrick Zhang, president of the marketing & solutions department, mengungkapkan bahwa fokus mereka saat ini pada IOT dan penekanan pada konsumsi daya rendah dan API terbuka. Zhang menggambarkan NB-IOT sebagai “jaringan selular untuk hal-hal besar,” menampilkan sensor dengan baterai sepuluh tahun dan respon cepat “pada tingkat latency mencapai 1ms.”

Zhang juga menjelaskan pendekatan hardware perusahaannya untuk IOT termasuk perangkat multi-purpose yang ditujukan untuk konsumen dan bisnis.

Pada ajang yang sama, Huawei juga menjelaskan tentang R & D mereka. Perusahaan biasanya berinvestasi sekitar 10% dari pendapatan mereka untuk R & D, dan mereka mempekerjakan 5.700 insinyur di India, terutama untuk R & D. Pihak Huawei juga mengatakan bahwa tingkat lokalisasi untuk 176.000 karyawan Huawei keseluruhan adalah 72%.

Perwakilan Huawei juga menambahkan bahwa salah satu strategi perusahaan nya adalah meningkatkan kesadaran akan Brand mereka. “Membangun merek kami & saluran bukanlah strategi jangka pendek. Hal ini membutuhkan waktu dan usaha” ujar Joy Tan, President of Corporate Communications Huawei

Dia menambahkan bahwa di Indonesia adalah salah satu “pasar utama” perusahaan. Bukan hanya itu, ia juga menyebut bahwa seluruh pasar Asia Tenggara saat ini berkembang pesat. “Kami menggunakan posisi premium-merek kami untuk membantu mendorong sektor pasar lainnya,” kata Tan.

Namun, jika melihat beberapa waktu kebelakang. Ketika banyak karyawan asing Huawei di Indonesia, rasanya hal ini merupakan sebuah ironis dengan pasar di Indonesia sangat besar bagi vendor asal Cina ini.

XL Buka-bukaan Soal Akuisisi dan Merger dengan Axis

0

Telko.id – Setelah hampir dua tahun digodok, buku berjudul ‘Sukses Merger XL-Axis, 70 % Merger & Akuisis Gagal! Bagaimana XL-Axis Bisa Berhasil?” pun akhirnya resmi diluncurkan hari ini. Seperti bisa ditebak, buku ini bercerita tentang kisah dibalik merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis, mulai dari latar belakang, suka duka, hingga keberhasilannya.

Di sela-sela peluncuran dan bedah buku yang berlangsung di Auditorium Lembaga Bisnis dan Manajemen PPM, Jakarta (14/4), Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata mengungkapkan bahwa aksi korporasi yang dilakukan XL dalam bentuk merger dan akuisisi ini sebenarnya adalah proses yang biasa. Malah kalau bisa dibilang, sering terjadi di dunia bisnis.

“Kalaupun pada akhirnya ini menjadi tidak biasa, itu karena proses merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh operator telekomunikasi,” tuturnya.

Dian tidak menampik bahwa proses merger dan akuisisi XL atas Axis ini memang tidak mudah. Selain menghadapi berbagai persoalan administratif, kedua perusahaan juga harus bersinergi dengan regulasi yang berlaku di tanah air. “Banyak hal yang harus kami lalui, mulai dari perizinan, integrasi dan sebagainya,” tambah Dian.

Buku ini sendiri menjadi layak dibaca lantaran merger – yang sebenarnya adalah hal biasa dalam sebuah bisnis – ini merupakan kali pertama dua perusahaan telekomunikasi ‘bergabung’ dan berhasil.

Sekedar informasi, hasil riset membuktikan bahwa 70 persen upaya merger dan akuisisi gagal. Penyebabnya beragam, mulai dari kekeliruan menetapkan target akuisisi, salah valuasi, ‘kekalahan’ negosiasi, dan yang paling sering terjadi adalah kegagalan mengintegrasikan bisnis yang diakusisi.

Dalam industri telekomunikasi Indonesia sendiri, akuisisi sebenarnya bukanlah fenomena aneh. Sudah banyak operator lokal yang diakuisisi oleh perusahaan-perusahaan dari luar, sebut saja SingTel dari Singapura yang menguasai 35 persen saham di Telkomsel, Ooredoo Asia PTR Ltd yang menguasai 65 persen saham di Indosat, dan Axiata Group yang memborong 66 persen saham PT Excelcomindo Pratama.

“Dengan diluncurkannya buku ini, kami dari XL ingin berbagi pengalaman berharga dalam melakukan akusisi dan merger XL-Axis,” kata Dian lagi.

Buku kisah sukses merger XL-Axis ini ditulis oleh Tim PPM Manajemen melalui wawancara dengan semuai figur kunci yang terlibat dalam proses merger. Termasuk narasumber dari regulator, Axiata, Saudi Telecom corp sebagai pemilik Axis dan manajemen XL yang terlibat langsung. Buku ini dibanderol dengan harga Rp 250 ribu.

Inilah Solusi Terbaru Microsoft Dukung BYOD

0

Telko.id – Tren Bring Your Own Device (BYOD) memang semakin banyak dilakukan di Indonesia. BYOD sendiri menjanjikan sebah efisiensi kerja dari segi waktu dan mobilitas bagi pra karyawan yang mengadopsi tren ini. Pasalnya, mereka tidak perlu datang ke kantor untuk melakukan pekerjaan mereka.

Yang menjadi hambatan bagi pengadopsi tren ini adalah meeting. biasaya para pekerja perlu bertemu secara langsung untuk melakukan aktivitas meeting, hal inilah yang bisa dibilan sebagai satu-satunya penghambat tren BYOD di Indonesia.

Berbicara mengenai meeting sendiri, Indonesia merupakan negara dengan tingkat mobilitas tertinggi di Asia Pasifik, dimana 40-50% waktu pekerjanya dihabiskan untuk melakukan meetingRangkaian meetingini umumnya dilakukan di tempat-tempat yang berbeda – tak terkecuali di kotakota besar seperti Jakarta, dimana kemacetan menjadi kompleksitas tersendiri. Rangkaian meeting akan mengakibatkan pekerja menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan dan mengurangi tingkat produktivitas mereka.

Berkaca dari hal tersebut, Microsoft kembali menghadirkan sebuah inovasi untuk mempermdah dn memberikan efisiensi kala melaksanakan aktifits meeting tersebut. Adalah Skype for Business, yaknisebuah solusi komunikasi bisnis lengkap yang menyediakan voice call, business video conference,cloud PABX, remote desktop control dan sharing files sehingga rapat, konferensi, presentasi, dan telepon dapat dilakukan secara online melalui perangkat pengguna.

Lucky Gani, Office Business Group Head, Microsoft Indonesia menjelaskan, “Berbeda dengan Skype yang umumnya digunakan untuk komunikasi personal, Skype for Business merupakan sarana komunikasi bisnis yang aman dan terintegrasi. Kebutuhan seperti enterprise voice, peer-to-peer calling, koneksi dengan extension number, meeting broadcast hingga ke 10.000 pengguna, dan meeting conference hingga 250 peserta dapat dilakukan dengan Skype for Business melalui perangkat apapun.”ujarnya ketika peluncuran solusi Skype for Business di Jakarta (14/4).

Bukan hanya itu, Skype for Business juga menjanjikan sebuah efisiensi persiapan meeting, mengurangi biaya meeting, mendukung fleksibilitasjam kerja, serta menciptakan iklim kerja kolaborasi.

Dengan menggunakan Skype for Business, pengguna bisa melakukan aktifitas meeting dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat mobile sekalipun. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi salah satu nilai jual dari solusi terbaru ini.

Lucky menambahkan, perbedaan antara solusi ini dengan OTT sejenis adalah faktor keamanan dan juga percakapan pada saat meeting tadi secara otomatis tersimpan pada email si perusahaan, sehingga keamanan juga terjaga.

Berbicara mengenai segmentasi pasar, Lucky menyebut, “”kita identifikasi bahwa pengguna yang mobile adalah pengguna yang cocok menggunalan solusi ini,” sebutnya.

“Mengenai market, kita melihat lebih kepada kesiapan Indonesia di segmen SMB untuk bekerja secara bebas, dan affordability, security dan compliance namun tidak menghilangkan beberapa fitur menariknya. Kita juga melihat di Indonesia akan sangat cepat penetrasinya,” tutup Lucky.

Jaringan Masih Belum Dapat Penuhi Kebutuhan IoT di 2020

0

Telko.id – Lonjakan kebutuhan konsumen dan bisnis akan konten selular, baik untuk penggunaan di rumah maupun bergerak, akan mengalahkan kemampuan para service provider memenuhi kebutuhan tersebut kecuali jika investasi di bidang-bidang seperti 5G dan cloud dipercepat, menurut laporan Bell Labs Consulting, sebuah divisi dari Nokia Bell Labs. Laporan fokus pada masa depan jejaring nirkabel untuk era digital baru dengan menawarkan sebuah perspektif unik dari kebutuhan intrinsik akan kapasitas nirkabel hingga tahun 2020. Laporan menganalisa kebutuhan layanan-layanan dan konten digital masa depan, daripada hanya melihat ke masa lalu dan trend-trend traffic selular saat ini.

Laporan ini mengidentifikasi lima area aplikasi: – streaming, computing, storing, gaming dan communicating – Bell Labs Consulting menemukan bahwa streaming audio dan video adalah kontributor tertinggi terhadap peningkatan kebutuhan traffic di tahun-tahun mendatang, mewakili 79 persen dari total kenaikan di tahun 2020.

Model-model dari Bell Labs Consulting menunjukkan bahwa di tahun 2020, 67 persen dari perkiraan kebutuhan konsumsi di seluruh dunia akan dipenuhi oleh Wi-Fi. 14 persen dapat dipenuhi oleh adopsi saat ini seperti 3G, LTE, small cell dan teknologi-teknologi baru seperti 5G. Dari saat ini hingga 2020, sisa 19 persen dari kebutuhan tidak dapat dipenuhi berdasarkan proyeksi ekonomi saat ini dan tahun 2020. Maka dari itu, para operator jaringan harus mempercepat langkah mereka menuju teknologi-teknologi 5G dan cloud, seperti contohnya network function virtualization (NFV) dan software-defined networking (SDN),serta mengadopsi model-model bisnis baru untuk memenuhi kesenjangan kebutuhan.

Kemunculan misterius di ranah jaringan adalah IoT. Jumlah perangkat terkoneksi IoT diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar di tahun 2014 menjadi antara 20 dan 46 miliar di tahun 2020. Dari jumlah ini, perangkat-perangkat IoT selular akan berjumlah antara 1,6 miliar dan 4,6 miliar di tahun 2020. Terlepas dari adopsi besar-besaran ini, keseluruhan traffic selular yang dihasilkan oleh perangkat-perangkat IoT hanya mewakili 2 persen dari total traffic selular di tahun 2020 hingga sensor-sensor video dan kamera mulai mendominasi.

Namun demikian, traffic IoT dalam waktu dekat akan menghasilkan volume traffic sinyal yang lebih tinggi secara substansial dibanding traffic data. Sebagai contohnya, sebuah perangkat khas IoT mungkin membutuhkan 2.500 transaksi atau koneksi untuk menghabiskan 1 MB data, sementara jumlah data yang sama dapat dikonsumsi oleh sebuah koneksi video selular saja. Sebagai akibatnya, koneksi jaringan harian dari perangkat-perangkat IoT selular akan meningkat 16 hingga 135 kali di tahun 2020 dan akan tiga kali lebih tinggi dari koneksi-koneksi traffic yang dihasilkan manusia.

Ada beberapa point penting dalam penemuan penting lain dalam laporan tersebut, di mana pada tahun 2020, kebutuhan konsumsi global akan layanan dan konten digital untuk perangkat portabel dan selular akan mengalami kenaikan rata-rata 30 hingga 45 kali mulai dari 2014 – di mana beberapa pasar mengalami lonjakan hingga 98 kali.

Lalu, berdasarkan wilayah, kebutuhan konsumsi yang tidak terpenuhi berkisar dari 3 hingga 36 persen, dengan rata-rata global sekitar 19 persen. Di Amerika Utara, traffic komunikasi video akan meningkat dari 47 hingga 86 persen, didorong oleh kalangan remaja milenial dan dewasa muda. Di saat panggilan dan konferensi video mulai meningkat, traffic surat elektronik akan turun, dari 47 persen traffic komunikasi di 2014 hingga menjadi sekitar 7 persen di 2020. Sementara aplikasi pesan akan menjadi bentuk komunikasi yang lebih dominan.

Dari Mayoritas streaming, sekitar 66 sampai 74 persen, berasal dari jaringan-jaringan rumah – didorong oleh penggunaan perangkat-perangkat beresolusi lebih tinggi, lebih besar serta lebih banyak konten. Lalu, akan terjadi pertumbuhan signifikan di streaming video IoT upstream setelah 2020.

Layanan-layanan berbasis realitas virtual tidak akan menjadi komponen besar dari pertumbuhan traffic di lima tahun mendatang, walaupun hal tesebut diperkirakan akan memberikan kontribusi secara signifikan terhadap kebutuhan antara 2020 dan 2015.

Nokia Bell Labs meluncurkan divisi konsultasinya di bulan Maret 2015, agar dapat mengaplikasikan analisis mendalam, pengalaman langsung dan peralatan modeling tekno-ekonomi canggih terhadap beberapa tantangan utama yang sedang dihadapi oleh industri jejaring komunikasi dan TI. Dalam penelitian ini, daripada memperkirakan kebutuhan traffic selular masa depan berdasarkan baseline dan tingkat pertumbuhan saat ini, Bell Labs Consulting menyajikan model-model kebutuhan mulai dari nol berdasarkan penelitiannya sendiri serta data-data eksternal yang tersedia.

Nokia akan mendiskusikan hasil-hasil laporan mobility Bell Labs Consulting dan inovasi-inovasi teknologinya yang mendukung jaringan 5G dan IoT di Brooklyn 5G Summit, pada 20 – 22 April.

Marcus Weldon, presiden Nokia Bell Labs dan CTO mengatakan: “Evolusi berikut manusia akan melibatkan ‘otomatisasi kehidupan’, dan penciptaan sebuah dunia di mana miliaran objek terkoneksi Internet termasuk objek-objek cerdas, kamera, robot, sensor dan aliran data serta proses pertukaran video real time – tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi dengan sistem-sistem berbasis cloud yang meng-ekstrak pengetahuan dari data-data ini serta melaksanakan tugas-tugas untuk membuat kehidupan dan pekerjaan kita lebih mudah dan lingkungan kita lebih cerdas. Era digital baru ini akan menghasilkan sebuah pergeseran dramatis, menantang operator selular untuk mencapai kinerja tertinggi dengan biaya per bit terendah sambil mendukung personalisasi ekstensif.” (Icha)